Connect with us
  • b
  • a
  • x
A CARING AND GLOBAL UNIVERSITY
WITH COMMITMENT TO CHRISTIAN VALUES

Acara akan datang


I-COME 2019
July 25, 2019

Berita terakhir



Jawab Kebutuhan Masa Kini, Ilmu Komunikasi UK Petra Buka Program Baru
March 22, 2019

Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Kristen Petra (UK Petra), Surabaya menjawab kebutuhan dunia komunikasi yang kini makin dinamis dengan membuka dua program baru yaitu Strategic Communication dan Broadcast and Journalism. Peresmian lahirnya dua program baru yang akan diterapkan pada tahun 2020/2021 ini ditandai dengan pemukulan gong oleh Rektor UK Petra, Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M.Eng., pada 16 Maret 2019 di Hotel Ciputra World Surabaya. “Kami mendesain kurikulum untuk dapat sangat akomodatif dengan era komunikasi 4.0, harapan kami dengan dibukanya dua program ini kami dapat memberikan yang terbaik untuk calon-calon mahasiswa yang nantinya akan dididik menjadi calon-calon lulusan yang dapat memiliki karir yang cerah di kemudian hari,” ujar Dr. Ido Prijana Hadi, M.Si, Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi UK Petra.

Program Strategic Communication berfokus pada bidang Public Relations dan manajemen komunikasi, lulusannya dapat bekerja di ranah korporasi, lembaga non profit dan juga pemerintahan. Sementara Program Broadcast & Journalism mewadahi mahasiswa yang berminat mendalami dunia media baik konvensional, digital, maupun online. Berbagai kegiatan digelar dalam rangka launching program baru ini diantaranya Pameran karya, Seminar Nasional, Workshop, serta final Communiphoria.

Tema yang diusung dalam Seminar Nasional dan Workshop adalah “Communication: Changing and Challenging”, hal ini karena perubahan memiliki banyak peluang tetapi juga tantangan. Para narasumber memaparkan peluang dan tantangan dalam dunia komunikasi berdasarkan pengalamannya. Seminar Nasional menghadirkan dua Narasumber yakni Firsan Nova, Managing Director Nexus Risk Mitigation and Strategic Communication, serta Budiono Darsono, Presiden Komisaris Kumparan.com. Berasal dari bidang kerja yang berbeda, kedua narasumber sepakat bahwa situasi hidup saat ini berubah, generasi milenial adalah generasi yang suka kebebasan dan tidak terduga. “Program Strategic Communication menjadi sangat penting, bagaimana caranya berkomunikasi di saat susah. Menghadapi krisis itu membutuhkan strategi ,” ujar Firsan Nova.

Sementara Budiono Darsono mengungkapkan bahwa tugas universitas adalah mempersiapkan kompetensi sumber daya manusia yang baik, agar kompetensi yang bermutu dan berkualitas ini dapat masuk ke industri dengan tepat dan diterima dengan baik. Sesi workshop menghadirkan dua pembicara yaitu Daniel Budiana, S.Sos., M.A., membawakan Workshop bertajuk Creative Content For Youtube. Sementara Amelia Sidik, S.Sn., M.CA., Ph.D. membawakan topik School Branding. Workshop diikuti oleh perwakilan-perwakilan dari sekolah mitra UK Petra. (rut/Aj)

Baca berita
Alumni UK Petra Menolak Buta Politik
March 21, 2019

Tahun 2019 merupakan tahun politik, untuk pertama kalinya Indonesia menyelenggarakan pemilihan presiden dan pemilihan para anggota legislatif secara serentak. Namun, tidak sedikit masyarakat yang masih bersikap apatis atau cuek terhadap politik. Keluarga Alumni Universitas Kristen Petra (Kanitra) menyelenggarakan talkshow dengan tema “Menjunjung Bhinneka Tunggal Ika Dalam Kasih”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 16 Februari 2019 pukul 18.00-21.00 di Kowloon Palace International Restaurant, Delta Plaza, Surabaya.

“Kami ingin menyatukan alumni UK Petra dari golongan apapun dari orientasi politik apapun dalam satu wadah. Ada satu semangat yang ingin kami usung dalam pilpres kali ini, kami ingin teman-teman alumni UK Petra benar-benar memanfaatkan hak pilihnya dan jangan sampai golput,” ungkap Christine Wonoseputro, S.T., M.ASD., selaku Ketua Panitia Gathering Dinner Kanitra. Talkshow ini merupakan bagian dari acara Gathering Dinner Kanitra yang dilaksanakan sekaligus untuk memperingati Tahun Baru Imlek 2019.

Kanitra menggandeng seorang pembicara yang merupakan tokoh dan aktivis dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yaitu Pdt. Simon Filantropha. Selain sebagai ajang reuni antar alumni dari berbagai angkatan, kegiatan ini bertujuan untuk menggugah dan meningkatkan partisipasi alumni UK Petra dalam pesta demokrasi mendatang. “Kita harus sadar betul bahwa yang kita pilih itu adalah wakil manusia kita, bukan wakil Tuhan. Pemilu harus diletakkan untuk kebaikan bersama, jadi kita harus memilih pemimpin yang dapat mewujudkan kebaikan bersama,” urai Pdt. Simon.

Latar belakang dilaksanakannya talkshow ini adalah adanya keresahan alumni senior akan banyaknya alumni maupun mahasiswa yang tidak memanfaatkan hak pilihnya. Sehingga acara ini dijadikan wadah untuk menghimbau para alumni untuk turut berpartisipasi menyukseskan pemilu 2019. Kegiatan ini akan dihadiri oleh sekitar 200 alumni dari berbagai program studi dan angkatan. “Harapan kami adalah semakin banyak alumni UK Petra yang ambil bagian dalam pesta demokrasi. Kita mungkin boleh tidak terlibat dalam politik, tapi kita jangan buta politik,” ujar Dosen Program Studi Arsitektur UK Petra ini. (rut/Aj)

 

Baca berita
Menyambut Era Disrupsi dengan Optimis
March 21, 2019

Kesiapan mengantisipasi perkembangan zaman adalah krusial bagi eksistensi semua orang. Teknologi, khususnya di bidang informasi merupakan penggerak perubahan terkuat saat ini. Kemajuan terakhir dalam bidang ini adalah digitalisasi berbagai aspek kehidupan manusia. Digitalisasi ini mengantarkan industri dan bisnis pada era baru yang disebut era disrupsi yang selain menjanjikan berbagai kemudahan dan kesempatan, di lain sisi membawa juga tantangan dan tuntutan baru.

Continuing Education Centre (CEC) Universitas Kristen (UK) Petra telah hadir selama 28 tahun untuk memberikan layanan pendidikan yang  relevan dengan kebutuhan. Pada tanggal 16 Maret 2019, CEC UK Petra menggelar rangkaian seminar “Welcoming the Digital Age” dalam rangka merayakan hari jadinya yang ke-28. “Kami ingin mempersembahkan rangkaian acara yang dapat memberikan pandangan terhadap era digital ini, termasuk kiat-kiat praktis untuk dapat bertahan bahkan menjadi lebih maju di masa yang akan datang. Welcoming digital age berarti kita yang harus ready, karena eranya sudah dimulai”, kata Regina Jokom, S.E., M.Sc., selaku Kepala CEC UK Petra Surabaya

Rangkaian acara dibuka dengan Talkshow “Digitization of Human Resources: Death or Opportunity”, menghadirkan pembicara Prof. Ir. Rolly Intan, M.A.Sc., Dr.Eng., seorang Guru Besar dari UK Petra dan dosen pengajar di Program Studi Informatika UK Petra. Rolly menggambarkan perkembangan teknologi saat ini yang dikenal dengan Industry 4.0. Negara maju pada saat ini sudah mulai melihat di balik Industry 4.0, sebagai contoh Rolly memaparkan bahwa Jepang saat ini merancang konsep Society (Masyarakat) 5.0. yang ditandai dengan peran Artificial Intelligence (AI/Kecerdasan Buatan) yang membantu kehidupan manusia membentuk suatu super smart society. Super smart society ini dimungkinkan terjadi karena peralatan yang terhubung dengan Internet (Internet of Things/IoT) menghasilkan kelimpahan data yang kemudian menjadi satu Big Data yang kemudian dipakai oleh suatu AI pusat yang mengatur segala aspek kehidupan manusia.

Setelah pemaparan kemajuan teknologi yang sedang dialami dan akan terjadi, Rolly memaparkan bagaimana situasi bisnis dan industri dalam era disrupsi. Era disrupsi dimaksudkan dengan suatu masa di mana kemajuan teknologi membawa inovasi yang begitu berpengaruh sehingga perubahan yang dibawanya begitu signifikan dan mengubah kehidupan manusia. Menurut Rolly, kita bisa melihat era ini dengan suatu optimisme, “Mengenai inovasi disruptif ini, kalau kita bisa mengikuti perubahan, maka hasil dari disrupsi ini akan jadi sesuatu yang produktif”, katanya. Memaparkan lebih jauh pendapatnya, Rolly mengatakan bahwa digitasi adalah kesempatan bagi kita, dan akan ada lebih banyak pekerjaan baru yang muncul daripada pekerjaan yang berkurang karena digitasi. Kunci untuk mengambil kesempatan dalam era ini adalah membekali diri dengan meta-knowledge, pengetahuan untuk mendapatkan pengetahuan baru. Menurut Rolly, keunggulan manusia dari AI atau robot adalah manusia bisa memperoleh meta-knowledge, sedangkan AI tidak bisa.

Seusai talkshow pembuka acara, para peserta kegiatan diajak mengikuti empat seminar bersamaan di ruangan yang terpisah. Keempat seminar tersebut mengangkat topik yang berkaitan dengan mengambil keunggulan dari era disrupsi. Adapun, keempat seminar tersebut adalah: Seminar Getting Ready for the Digital Age of Accounting, yang dibawakan oleh Josua Tarigan, Ph.D., CMA, CSRA, CBV; Creating Content Marketing in Digital Platform, dengan narasumber Ritzky Karina M. R. Brahmana, S.E., M.A.; The Future of Artificial Intelligence, dengan narasumber Felix Pasila, S.T., M.Sc., Ph.D.; serta E-Commerce Taxation Guidelines, oleh Syafrian Yunus, SE., MA., Ak. (noel/Aj)

Baca berita
Berbagi Keceriaan Menyambut Tahun Baru Imlek
March 15, 2019

Program Studi Bahasa Mandarin Universitas Kristen Petra (UK Petra) bekerja sama dengan Pakuwon Trade Center (PTC) menyelenggarakan rangkaian acara untuk menyambut Tahun Baru Imlek. Kegiatan ini dilaksanakan pada 1-3 Februari 2019 di PTC. Kegiatan terbuka untuk umum ini terdiri dari berbagai kegiatan menarik seperti lomba-lomba, workshop, dan talkshow. “Kegiatan ini bertujuan untuk berbagi keceriaan menyambut tahun baru imlek kepada masyarakat Surabaya, karena juga diadakan di mall, sehingga semua orang dapat turut memeriahkan perayaan imlek,” ujar Elisa Christiana, B.A., M.A., M.Pd., selaku Ketua Program Studi Bahasa Mandarin UK Petra.

Pada hari pertama, dilaksanakan workshop pedagodi guru mandarin fun learning, disusul workshop permainan catur tradisional Tiongkok atau weiqi dan workshop membuat lampion. Sore harinya, acara dilanjutkan dengan fashion show anak, serta talkshow tentang Pentingnya Bahasa mandarin di Revolusi Industri 4.0 dengan pembicara Vony Eka Ardianti, S.S. Sebagai alumni Program Studi Bahasa Mandarin (dahulu Program Studi Sastra Tionghoa) UK Petra, yang telah menjadi seorang pengajar Bahasa Mandarin, Vony mengungkapkan bahwa Revolusi Industry 4.0 berdampak pada berbagai macam hal, tidak terkecuali pendidikan. Untuk mempersiapkan generasi muda, terutama mahasiswa agar mampu menghadapi Revolusi Industry 4.0, universitas harus mempersiapkan beberapa hal, seperti fasilitas magang, penerapan bahasa asing, joint degree, serta kerja sama dengan industri. Bahasa mandarin menjadi bahasa yang penting untuk dipelajari karena saat ini industri China tengah berkembang pesat, barang-barang buatan negeri tirai bambu mulai mendominasi pasar dunia, tidak terkecuali Indonesia. “Memiliki keahlian bahasa bukanlah hal yang sia-sia, pasti akan bermanfaat. Yang paling penting dalam belajar bahasa asing adalah menumbuhkan kemauan atau minat untuk belajar, jika memang mau belajar maka akan lebih cepat menguasainya,” ungkap alumni angkatan 2008 ini.

Lomba-lomba pada hari kedua meliputi lomba gerak dan lagu, serta lomba mewarnai bagi anak-anak. Disusul dengan talkshow dari Elisa Christiana, B.A., M.A., M.Pd. yang berbicara mengenai Imlek Tionghoa di Surabaya. Karena perayaan imlek sempat berhenti sekian lama, sehingga perayaan imlek di Indonesia bisa dibilang cukup simple, hal ini yang membuat nuansa imlek di sini tidak sekental di luar negeri. Banyak tradisi dan budaya yang harus diperhatikan dalam merayakan tahun baru imlek, misalnya ada beberapa makanan yang harus disediakan pada malam tahun baru seperti tahu, ikan, ayam, dan buah-buahan. Para pengunjung juga bisa mendapatkan kaligrafi dari salah satu dosen yaitu Qiu Si Qian, B.A.

Di hari ketiga, dilaksanakan lomba cerdas cermat tentang pengetahuan umum dan budaya Tionghoa bagi siswa SMA. Lomba ini diikuti sebanyak 15 kelompok, yang masing-masing kelompok terdiri dari tiga orang. (rut/Aj)

Baca berita
“Indonesia Keren”, Peresmian Gedung Perkuliahan dan Auditorium Kampus Timur UK Petra
March 14, 2019

Senin, 11 Maret 2019 Universitas Kristen Petra (UK Petra) meresmikan gedung perkuliahan dan auditorium kampus timur yang berada di jalan Siwalankerto 142-144, Surabaya. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Prof. H. Mohamad Nasir, Ph.D., Ak. “Pemerintah Indonesia sangat mengapresiasi Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang dapat menyelesaikan infrastrukturnya dengan sangat baik seperti UK Petra. sebab dengan demikian dapat mendukung proses belajar dan kreatifitas mahasiswa lebih baik lagi untuk siap memasuki perkembangan dunia yang cepat yaitu revolusi industri 4.0”, ungkap Nasir.

Rangkaian acara ini ditata dengan menampilkan berbagai budaya yang ada di Indonesia seperti tari remo dari SDN Siwalankerto, tarian penyambutan oleh mahasiswa Papua, tarian Pa’Gellu dari mahasiswa Toraja, tarian Sparkling Surabaya dari tenaga kependidikan dan dosen UK Petra, karawitan dari SMKN 12 Surabaya, mural dari Fakultas Seni dan Desain UK Petra dan ditutup dengan tarian flashmob dari kurang lebih 300 mahasiswa UK Petra yang membentangkan tulisan “Indonesia Keren”. “Rangkaian acara ini kami susun untuk menunjukkan bangsa Indonesia yang beragam dari Sabang hingga Merauke, dari Miangas sampai pulau Rote, dapat bersatu demi kemajuan Indonesia melalui penyediaan pendidikan tinggi yang bermutu. Marilah kita bersatu untuk Indonesia keren.”, urai Meilinda, S.S, M.A., selaku koordinator acara.

Dalam sambutannya, rektor UK Petra, Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M.Eng., mengatakan bahwa ada tiga gedung yang diresmikan yaitu satu gedung Auditorium berkapasitas kurang lebih 2.200 orang dan dua buah gedung perkuliahan dengan total luasnya mencapai 62.620 m2. “Green Building (gedung ramah lingkungan) ini pengaturannya dibentuk sedemikian rupa hingga pengaturan cahaya dan aliran udaranya hemat energi. Gedung ini akan digunakan untuk perkuliahan khusus bagi program atau program studi yang mengarah ke industri kreatif sehingga diharapkan kedepan, mereka punya ruang  untuk lebih kreatif.”, ujar Djwantoro. (Aj/dit)

--------------

Spesifikasi:

  • Nama Gedung: Gedung Kuliah, Laboratorium, dan Auditorium
  • Luas lahan +/- 39,365 m2
  • Jumlah lantai: 12 dan 10 lantai
  • Ukuran Panjang (barat ke timur) 200 m
  • Ukuran Lebar (utara ke selatan) 65 m
  • Fasilitas: Area parkir mobil dan motor, Laboratorium, Ruang Fitness, Kantin, Cafe, Reflecting Pool, Exhibition Hall, Stationary Shop, Retail Store, ATM, Bank, Ruang Teater, Auditorium, Ruang Dosen, Ruang Administrasi, Galeri Karya, Studio Gambar, Ruang Simpan Karya,  Roof Garden.

 

Baca berita
Konselor Mempersiapkan Karir di Era Disrupsi
March 12, 2019

Pusat Konseling dan Pengembangan Pribadi (PKPP) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan workshop yang ditujukan kepada para konselor sekolah menengah pada 30 dan 31 Januari 2019.

Workshop yang berjudul “Assessment for Career Planning in the Disruption Era” ini dilatarbelakangi oleh perkembangan dunia dan keunikan generasi peserta didik masa kini.   Saat ini memasuki era disrupsi dimana terjadi peralihan dan perubahan besar dari segala sisi, yang membuat pola berpikir dan bertindak dengan cara yang baru pula. Teknologi informasi dan komunikasi berkembang sangat pesat dan mengubah banyak hal. Sejalan dengan itu, muncul generasi baru yang sangat mendukung perubahan dan dapat dikatakan menentukan arah masa depan, yang disebut generasi millennials. Karir dan profesi di masa depan akan turut berubah seiring perubahan dan peralihan besar terjadi, serta menuntut kesiapan para millennials untuk berkiprah.

Millenials adalah generasi dengan keunikan tersendiri yang memiliki keunggulan maupun kekurangan. Generasi ini terbiasa dengan keadaan serba cepat dan mudah, sehingga karir yang dipikirkan untuk masa depan cenderung mengikuti trend dan kurang mempertimbangkan faktor-faktor penting dalam penentuan atau pertimbangan karir. Faktor-faktor yang penting adalah potensi, minat, dan tuntutan di masa depan. Para konselor sekolah memegang peran kunci dalam mempersiapkan generasi unik ini agar berdampak di era baru. Tugas dan tanggung jawab konselor ini perlu penyesuaian dan penyegaran wawasan karena sebagian besar konselor sekolah berasal dari generasi sebelumnya.

Melihat problematika ini, PKPP mengadakan workshop untuk memberikan pemahaman era disrupsi, perancangan karir di masa depan, dan pelatihan pendampingan karir dengan beberapa alat uji penilaian karir.

Narasumber workshop ini adalah Medianta Tarigan, M.Psi, seorang psikolog, akademisi dan praktisi dari Universitas Pendidikan Indonesia dan Fadillah, M.Psi., psikolog yang juga akademisi dan praktisi dunia konseling dari Institut Teknologi Bandung.

Medianta memaparkan kondisi industri dan dunia profesional yang sedang mengalami perubahan drastis dalam era disrupsi. Hal ini menuntut pegiat dunia pendidikan untuk proaktif mempersiapkan anak didik sesuai dengan kebutuhan tersebut, melalui bimbingan, pengujian potensi dan perancangan karir sejak dini.

Fadhillah menyampaikan pentingnya mempersiapkan keputusan karir sejak dini, “memutuskan karir sebaiknya telah dibahas sejak awal sekolah menengah pertama, sehingga tidak terlambat dan gegabah memutuskan jurusan dan profesi yang diinginkan”.

Antonius Cahyono Tondoprasetyo, S.Psi., M.Psi., guru Bimbingan Konseling SMAK Hendrikus Surabaya, menyampaikan bahwa ia mendapatkan pemahaman lebih baik tentang era disrupsi, baik itu resiko maupun peluangnya, “perubahan dapat berarti membuka peluang yang baru, yang mau belajar dan berubah menjadi lebih baik pasti mampu menghadapinya”. (noel/dit)

 

Baca berita
Berita lainnya