Connect with us
  • b
  • a
  • x
A CARING AND GLOBAL UNIVERSITY
WITH COMMITMENT TO CHRISTIAN VALUES

Acara akan datang


AUPF 2018
November 06, 2018
i-Come 2018
July 13, 2018

Berita terakhir



Bekali Calon Guru dengan Inovasi Belajar yang Menyenangkan
July 20, 2018

Kemajuan teknologi yang sangat pesat turut mempengaruhi karakter dan sifat dari generasi masa kini. Ini menjadi tantangan bagi orang tua dan guru yang memiliki peran dalam memberikan pendidikan karakter bagi anak-anak baik di rumah maupun di sekolah. Pembelajaran yang menyenangkan tentunya akan mempermudah anak-anak untuk lebih memahami materi yang diajarkan. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (Prodi PGSD) Universitas Kristen Petra (UK Petra) menggelar lokakarya Fun Learning with Creativity pada 4 Juli 2018. “Kegiatan ini sebenarnya untuk menolong mahasiswa sebagai calon guru, saya percaya melalui seni budaya menjadi sebuah pintu yang dapat dibuka sangat luas. Karena seni merupakan sebuah kebebasan, untuk nantinya anak-anak dapat berani dan percaya diri untuk akhirnya menemukan hal terbaik yang Tuhan berikan bagi mereka,” ungkap Dr. Magdalena Pranata Santoso, S.Th., M.Si., Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UK Petra dalam sambutannya.

Lokakarya ini merupakan tugas Ujian Akhir Semester dari mata kuliah Seni Budaya dan Kerajinan Anak SD. Menghadirkan dua pembicara yaitu Lily Eka Sari, S.S., M.A., Dosen PGSD UK Petra yang pernah menjadi guru untuk anak-anak berkebutuhan khusus di Amerika ini berbicara mengenai Wajah Pendidikan Indonesia. Kemiskinan hingga tindak kriminal mencerminkan wajah pendidikan di Indonesia, hal ini menunjukkan banyak yang tidak beres dengan sistem pendidikan di Indonesia. Data yang di dapat dari USAID, menurut Direktur Jenderal Pendidikan Dasar (Dikdas), saat ini Indonesia masih kekurangan sebanyak 112.000 guru SD. Selain itu, faktor ekonomi dan pernikahan dini menjadi alasan anak-anak tidak dapat melanjutkan pendidikannya.

Fun learning, bukan berarti selalu mengajar dengan permainan, tetapi bagaimana menjadikan kegiatan belajar mengajar menyenangkan dan dapat dipahami oleh murid-murid. Setiap anak memiliki learning style yang berbeda-beda, ada yang kinestetik, visual, dan auditori. Oleh karena itu, seorang pengajar harus mampu memberikan pengajaran sesuai kebutuhan masing-masing murid. “Doa saya bagi para mahasiswa saya, empat sampai lima tahun lagi kalian akan menjadi pengajar. Tiap orang diciptakan Tuhan secara unik, tidak ada istilahnya cacat produksi. Jangan pernah menganggap bahwa murid kalian itu pasti sama dengan kalian,  setiap orang berbeda, gaya belajarpun berbeda-beda,” jelas dosen berambut pendek ini.

Pembicara kedua dalam lokakarya ini adalah Ricky Abraham, S.S. yang berbicara tentang pengajaran kreatif dan menyenangkan. Ricky yang merupakan guru di Sekolah Pelangi Kristus Surabaya ini membagikan pengalamannya mengajar murid-murid mulai dari Taman Kanak-kanak (TK) hingga SMA (Sekolah Menengah Atas). Ricky tertarik dengan kesenian khususnya seni badut (clowning), yang hingga saat ini menjadi salah satu metode pengajarannya pada murid-muridnya. Menggunakan metode clowning dan menggunakan alat peraga, murid-murid terutama anak-anak lebih tertarik untuk memperhatikan guru yang mengajar.

Lokakarya ini diikuti oleh sekitar 150 orang peserta, mulai dari mahasiswa, pelajar, guru sekolah minggu, guru SD, bahkan dosen. Selain lokakarya ini, para mahasiswa PGSD juga mempersembahkan penampilan berupa tarian merak, tamborin, vocal group, dan juga tarian gemufamire dari Nusa Tenggara Timur. (rut/Aj)

Baca berita
Berdampak Melalui Tulisan, Mahasiswa UK Petra Kembali Torehkan Prestasi
July 16, 2018

Melalui sebuah tulisan, banyak hal dapat diekspresikan seperti menghibur, memberi informasi, memotivasi, juga mempersuasi. Tulisan diharapkan dapat berdampak positif bagi sekitar dan membangun masyarakat yang lebih baik.

Gabriella Tiara Utomo, seorang mahasiswa Program Studi Sastra Inggris Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya meraih juara satu dalam kompetisi menulis cerita pendek “Our Ocean Short Story Writing Contest” yang diselenggarakan delegasi Uni Eropa di Indonesia dan Brunei Darusalam. Kompetisi ini diselenggarakan dalam rangka konferensi “Our Ocean” oleh Uni Eropa di Bali pada Oktober 2017 silam. Konferensi ini membahas hal-hal mengenai permasalahan kelautan, seperti pelestarian ikan laut, membangun Blue Economy dimana pembangunan yang mengutamakan pemanfaatan sumber daya alam yang seimbang bagi pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan masyarakat dan kesehatan lingkungan yang berkelanjutan, perubahan iklim dan lain-lain.

Kompetisi “Our Ocean Short Story Writing Contest” ini diikuti oleh 251 peserta usia 9 sampai 26 tahun di seluruh Indonesia. Konten cerita pendek yang dikumpulkan bertemakan topik dari konferensi Uni Eropa di Malta sebelumnya, seperti polusi laut, limbah laut, perubahan iklim, keamanan di laut dan ditulis tidak lebih dari 1000 kata. Cerita pendek yang dikumpulkan hanya boleh ditulis dalam 24 bahasa resmi Uni Eropa dan dikumpulkan secara daring maksimal pada tanggal 10 November 2017. Tujuan dari Uni Eropa menyelenggarakan kompetisi ini adalah untuk menemukan visi dan kepedulian terhadap bagaimana cara menyelamatkan laut pada pemuda-pemudi Indonesia.

Gabriella, atau yang sering dipanggil Gaby, membuat cerita fiksi mengenai limbah plastik yang ada di laut. Cerita dimulai dari 2 orang perempuan kakak beradik sedang menaiki dive boat. Mereka bertengkar karena si adik dengan acuh tak acuh membuang botol plastik ke laut. Singkat cerita, si kakak tertidur dan bermimpi dibawa 100 tahun ke depan dan melihat bagaimana keadaan laut sangat kotor dan banyak binatang laut yang punah di masa depan. Si kakak sadar bahwa hanya diam dan tidak membuang sampah di laut, tidak cukup untuk membantu, mereka harus bertindak untuk menjaga kelestarian laut.

Dalam menulis cerpen ini, Gaby memerlukan waktu selama 1 hari untuk menggali ide, bertukar pikiran dan melakukan riset, dan 1 hari untuk menulis cerita. Ada beberapa tantangan yang Gaby alami selama menulis cerpen ini, adanya batasan jumlah kata (1000 kata) membuat Gaby harus cermat dalam memuat ide yang ingin disampaikan hanya di dalam 1000 kata.

Cerita berjudul “2117” milik Gaby tersebut berhasil meraih juara pertama dalam kompetisi “Our Ocean Short Story Writing Contest” dan mendapatkan hadiah laptop Apple MacBook Air. Lewat cerita pendek ini, Gaby berharap bahwa kita semua tidak hanya pasif melainkan juga ikut berperan aktif dalam melestarikan laut, dan berharap bahwa ceritanya tidak berhenti sampai disini, melainkan dapat terus memotivasi untuk terus memberikan dampak positif terhadap lingkungan. (luk/dit)

Baca berita
Teknik Sipil UK Petra Tanda Tangani Nota Kesepahaman dengan Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia
July 11, 2018

Menjadi seorang tenaga ahli yang tersertifikasi adalah harapan setiap orang. Dalam bidang konstruksi misalnya, di Indonesia terdapat Undang-Undang yang mengatur tentang Jasa Konstruksi No 18 tahun 1999. Selain itu juga ada Keppres (Keputusan Presiden) dan SK (Surat Keputusan) Menteri tentang Pengadaan Jasa Konstruksi. Sebagai seorang tenaga ahli yang resmi, perlu memiliki sertifikat keahlian tersebut. Dalam rangka memenuhi kebutuhan tersebut, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) menandatangani Nota kesepahaman dengan Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia (HAKI). Nota kesepahaman ini ditanda tangani oleh Ir. Dradjat Hoedajanto, M.Eng, Ph.D., selaku ketua HAKI dan juga Dr. Rudy Setiawan, S.T., M.T., selaku Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan UK Petra pada 9 Juni 2018 di ruang rapat teknik sipil UK Petra. Penandatanganan ini merupakan perpanjangan dari nota kesepahaman sebelumnya yang telah ditandatangani pada tiga tahun yang lalu. “Tujuan dari nota kesepahaman ini adalah memfasilitasi mahasiswa untuk nanti menghadapi dunia kerja, mahasiswa perlu dilengkapi dengan kemampuan praktial di lapangan,” ungkap Dr. Daniel Tjandra, S.T., M.Eng., Ketua Program Studi Teknik Sipil UK Petra.

Melalui nota kesepahaman ini, mahasiswa teknik sipil berkesempatan menjadi anggota dari HAKI. Mahasiswa wajib mengikuti kelas kuliah umum selama satu semester. Pada mata kuliah umum ini, mahasiswa akan diajar oleh sebanyak 17 praktisi secara bergantian setiap pertemuan, empat diantaranya merupakan anggota HAKI. Pada 9 Juni 2018 merupakan kelas terakhir sebelum mahasiswa menghadapi Ujian Akhir Semester. Pada dua pertemuan terakhir ini mahasiswa berkesempatan mendapatkan pengajaran dari Ketua HAKI yaitu Ir. Dradjat Hoedajanto, M.Eng, Ph.D. Beliau menyampaikan materi mengenai kegagalan konstruksi yang bisa berasal dari berbagai macam sebab, baik bencana hingga malpraktik. “Kuncinya agar terhindar dari malpraktik adalah mengikuti kode etik yang sudah ada, tetapi di sisi lain seorang engineering juga harus mampu menyimpulkan suatu permasalahan walaupun tidak ada dalam text book,” ujar Dradjat.

Setelah mengikuti kuliah umum selama satu semester, mahasiswa diberikan pilihan untuk mengikuti magang selama satu semester. Mahasiswa yang telah mengikuti magang, secara otomatis dapat menjadi anggota HAKI. Setelah menjadi anggota HAKI inilah mahasiswa berhak mengikuti ujian sertifikasi keahlian. Keuntungan yang didapatkan dalam nota kesepahaman ini adalah mempermudah mahasiswa UK Petra untuk mengikuti ujian sertifikasi keahlian dalam waktu satu tahun. Pada umumnya, seorang engineer yang ingin mengikuti ujian sertifikasi keahlian harus memiliki minimal tiga tahun pengalaman di bidang konstruksi. “Dengan adanya kerja sama dengan HAKI ini, hanya dengan setahun, mahasiswa sudah bisa mengikuti ujian sertifikasi, karena setahun ini dianggap sebagai masa kerjanya,” Urai Daniel. (rut/padi)

Baca berita
Angkat Topik Religi, Petra Little Theatre Pentaskan “Going Home”
July 11, 2018

Kita tidak akan pernah tahu kapan waku kita di dunia akan habis. Namun ketika waktu itu tiba, apakah kita sudah siap? Bagaimana jika kita masih memiliki kewajiban di dunia ini? “Going Home”, gelaran pementasan teater oleh Petra Little Theatre (PLT) Universitas Kristen Petra (UK Petra), menceritakan kisah seorang ibu yang masih memiliki kewajiban yang belum dia selesaikan saat dia merasa  Tuhan akan menjemputnya. Pementasan ini dilaksanakan selama 4 hari berturut-turut mulai tanggal 6-9 Juni 2018 di Studio PLT Gedung B lantai 2 UK Petra, Surabaya.

Pementasan berdurasi 1 jam ini mengisahkan kehidupan sebuah keluarga yang terdiri dari ibu single-parent dan putrinya. Suryani, sang ibu, merupakan seorang Kristen yang taat. Bertolak belakang dengan ibunya, Renata, putrinya, merupakan seorang mahasiswa yang atheis. Suatu malam, Suryani bermimpi  diberitahu akan “kembali ke rumah Tuhan” dalam waktu tiga hari. Suryani merasa hidupnya sudah tak lama lagi. Keesokan harinya, Suryani berupaya keras melakukan kewajiban sekaligus impian terbesarnya sebelum “kembali ke rumah Tuhan” yaitu membawa Renata menjadi seorang Kristen.

Berbagai upaya dilakukan Suryani. Namun Renata bukannya makin sadar, tetapi  hubungan ibu dan anak itu makin menjauh. Renata melihat sang ibu tidak bisa mengaplikasikan cinta kasih Tuhan dalam kehidupan sehari-hari, di antaranya adalah tidak menyayangi Renata dan ayahnya ketika laki-laki itu masih hidup. Meski mengalami berbabagai pertengkaran, Suryani tak patah semangat untuk merealisasikan impiannya.

Hingga suatu saat, Suryani mendapat ide ekstrem membawa Renata mengenal Tuhan . Ia merencanakan sebuah perampokan yang dilakukan oleh seorang anggota majelis gereja yang dulu membuat Suryani memeluk agama Kristen, dengan harapan, ketika terdesak, Renata akan meminta pertolongan Tuhan. Akan tetapi tanpa diduga, malah terjadi perampokan sesungguhnya. Suryani sempat terluka dan karena itulah akhirnya Renata berdoa meminta pertolongan Tuhan. Singkat cerita, mereka selamat dan Suryani sadar bahwa mimpinya bukanlah pertanda kematiannya. Mimpinya bisa diartikan  bahwa Suryani akan ke rumah Tuhan, yaitu gereja dalam waktu 3 hari. Hal itu disadarinya ketika berbicara dengan Renata yang bersedia pergi ke gereja bersama di hari Minggu.

Pementasan yang apik ini merupakan karya keenam dari program New Play Development milik PLT. . Dita Berlian, sang penulis naskah pementasan ini, merupakan mahasiswa Program English for Creative Industry (ECI) angkatan 2015 yang sedang melakukan student exchange di Momoyama Gakuin University, Osaka, Jepang. Naskah yang pada awalnya merupakan hasil karya Dita dalam mata kuliah Playwriting ini mengambil dari pengalaman pribadinya. Dita melihat bahwa banyak orang-orang Kristen yang terlihat religius saat berada di gereja, namun melakukan hal yang bertolak belakang ketika sedang tidak di gereja. “Pada dasarnya salah satu fungsi teater adalah mengangkat isu yang layak diperhatikan dan memaparkan realita yang ada. Kami ingin mengajak orang berpikir kritis tanpa mendikte apa yang seharusnya mereka dapatkan dari pementasan ini. Sebab selain interpretasi setiap orang yang pasti berbeda-beda, kami percaya penonton sudah cukup dewasa dalam berpikir dan melakukan refleksi diri,” ujar Stefanny Irawan, S.S., M.A. selaku Managing Director PLT. Pementasan ini menuai banyak umpan balik yang positif, salah satunya adalah “I can relate to Renata about how she sees Christianity. Although I’m not a Christian myself, I do have a prejudice about it. This story opens a new perspective for me. Thank you. Nice job!” (luk/Aj

Baca berita
Mengembangkan Platform Pembelajaran yang Komplit
July 09, 2018

Laboratorium menjadi fasilitas penting untuk mendukung keberhasilan pembelajaran di suatu perguruan tinggi. Dampak yang diberikan laboratorium pada mahasiswa terkait erat dengan kualitas laboran yang menanganinya. Sejak tahun 2010, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi mulai menyelenggarakan pemilihan laboran berprestasi. Pemilihan ini dimaksudkan untuk memberi penghargaan dan pengakuan kepada Laboran yang mempunyai komitmen dalam pemikiran yang kreatif dan inovatif serta memberikan pelayanan prima pada mahasiswa. Pada tahun 2018 ini, Pemilihan Laboran Berprestasi Tingkat Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) wilayah VII dilaksanakan pada tanggal 27-29 Maret 2018 di Grand Whiz Hotel Trawas, Mojokerto. Erdimas Henryagit Siswoyo,S.Kom., Laboran di Pusat Komputer (Puskom) Universitas Kristen Petra (UK Petra) ditugaskan untuk mewakili universitas.

Melalui diskusi dengan rekan-rekan kerja di Puskom, Erdimas mengangkat 5 aplikasi Puskom untuk dipresentasikan, yaitu: 1) Aplikasi Operasional Lab Puskom; 2) Aplikasi Pengelolaan Penjadwalan Mahasiswa Paruh Waktu Puskom; 3) Aplikasi Kuesioner Puskom; 4) Aplikasi Digital Signage Puskom; dan 5) Lentera, Platform Elearning UK Petra. Kelima aplikasi ini awalnya dipresentasikan terlebih dahulu pada pimpinan universitas.

Lentera merupakan platform khas UK Petra yang membantu proses pembelajaran melalui metode elearning. Sistem pembelajaran konvensional melalui tatap muka secara langsung dinilai kurang fleksibel dan terbatas ruang dan waktu. Selain itu, metode ini kurang sesuai dengan perkembangan jaman dan teknologi. “Lentera hadir sebagai salah satu solusi untuk permasalahan tersebut. Dengan Lentera, kegiatan perkuliahan tidak lagi dibatasi tatap muka di ruang kelas, sehingga kegiatan mahasiswa serta dosen dengan mobilitas yang semakin tinggi tidak mengganggu perkuliahan”, urai Erdimas.

Kelas dalam Lentera ini sendiri terdiri dari dua macam yaitu resource dan activityResourceadalah kegiatan satu arah dari dosen ke mahasiswa seperti pemberian materi ajar pada mahasiswa dalam berbagai format. Sedangkan Activity adalah kegiatan dua arah dari dosen ke mahasiswa dengan umpan balik dari mahasiswa ke dosen, misalnya kuis, tugas, survey, bahkan melakukan konferensi daring. Keunggulan lain dari Lentera adalah membantu mengelola materi dan nilai secara dengan menggunakan sistem yang tidak memerlukan dosen untuk memasukkan secara manual materi atau nilai yang sudah ada di sistem. Keringkasan sistem ini dimungkinkan karena adanya proses sinkronisasi dengan data-data dari biro-biro yang terkait. Dampak positif dari Lentera bisa dilihat dari semakin banyaknya pemakaian platform ini. Tercatat pada tahun 2015, total kunjung situs lentera adalah 210 ribu kali, angka ini berlipat ganda pada tahun 2017 yang tercatat Lentera dikunjungi 408 ribu kali.

Hasil karya tulis Erdimas melalui serangkaian tahap penilaian oleh panitia tingkat Kopertis VII. Tahap pertama adalah penilaian dokumen yang dilanjutkan tahap desk evaluation dengan tiga komponen nilai yaitu pendidikan, integritas dan kepribadian, dan Karya Prestasi Unggulan. Dari tahap kedua ini menyisihkan 10 orang finalis untuk mengikuti penilaian tahap akhir. Pada tahap akhir, penilaian akhir didasarkan pada materi presentasi, penyajian dan tanya-jawab, serta diskusi kelompok. Hasil dari penilaian tahap akhir memutuskan Erdimas keluar sebagai Juara III dan akan mewakili Kopertis VII pada pemilihan tingkat nasional di bulan Oktober 2018. Erdimas menyampaikan harapannya terkait lentera, ia mengatakan “Harapan kedepannya, Lentera dapat menjadi media pembelajaran atau perkuliahan yang up to date secara teknologi, dan dapat melayani kebutuhan seluruh mahasiswa dan dosen UK Petra”. (noel/Aj)

Baca berita
Dian Wulandari, Pustakawan Berprestasi 2018 Tingkat Kopertis VII
July 09, 2018

Universitas Kristen Petra (UK Petra) kembali berbangga! Kepala Perpustakaan UK Petra, Dian Wulandari, S.IIP berhasil meraih Juara 1 dalam kompetisi pustakawan berprestasi tingkat Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) wilayah VII pada bulan Maret 2018 yang lalu. “Saya tidak menargetkan apapun saat mengikuti kompetisi ini, saya hanya melakukan terbaik yang bisa saya lakukan untuk mengharumkan nama UK Petra hingga tingkat Nasional dengan penyertaan Tuhan Yesus”, urai Dian.

Bukan kali pertama Dian Wulandari atau biasa dipanggil Dian mengikuti kompetisi pustakawan berprestasi ini. Pada kompetisi Pustakawan Berprestasi kali ini, Dian mengangkat tema “Meningkatkan Minat Siswa Belajar STEM (Sains, Teknologi, Engineering, dan Matematika) melalui Science Film Festival (SFF)”. Hal ini dilatar belakangi pendidikan STEM yang masih belum memenuhi di kebanyakan sekolah-sekolah yang ada di Indonesia. “Saya melihat data dari sebuah badan riset yang menyatakan bahwa pendidikan STEM untuk anak-anak Indonesia masih rendah. Oleh karena itu, saya mengembangkan SFF menjadi tidak hanya menonton, tapi juga ada kegiatan-kegiatan seperti workshop dan lomba,” jelas perempuan yang memiliki hobi menulis ini. Sehingga dengan adanya sistem ini, anak akan belajar secara fun dan kreatif.

Kompetisi ini terdiri atas dua babak. Pada saat babak penyisihan, Dian harus mengumpulkan berbagai berkas seperti karya tulis yang pernah dimuat di media massa, karya unggulan (paper inovasi yang nantinya akan dipresentasikan pada babak selanjutnya yang merupakan hasil kinerja pustakawan yang telah dilakukan di perpustakaan), hasil kerja pengabdian masyarakat (abdimas), serta berkas yang berkaitan dengan tugas pokok dan fungsi pustakawan dan di bidang administrasi. Pada tahap ini, Dian berhasil menyiapkan seluruh berkas yang dibutuhkan termasuk karya tulis unggulan dalam waktu hanya dua minggu. Tak sia-sia usahanya, akhirnya Dian berhasil maju ke babak selanjutnya.

Babak final yang digelar di Grand Whiz Hotel, Trawas, Mojokerto ini, Dian diminta untuk melakukan presentasi mengenai karya tulis unggulan yang telah dirancang sebelumnya. Disini, Dian menerangkan seluruh kinerja dan inovasi yang dilakukan untuk mengembangkan minat belajar siswa terhadap pendidikan STEM melalui cara belajar yang lebih inovatif yakni melalui SFF. Hasil presentasi Dian sangat memuaskan, karena berdasarkan penilaian tiga juri yang terdiri atas seorang Prof. Dr. Agustinus Ngadiman dari Universitas Widya Mandala dan dua pustakawan dari Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia di Jawa timur yakni Amirul Ulmun dari Universitas Surabaya (Ubaya) dan Munawaroh, S.S., M.Si dari STIE Perbanas, Dian berhasil mendapatkan peringkat pertama sebagai pustakawan berprestasi pada kompetisi ini.

Dari kompetisi ini, Dian merasa bangga karena dapat mengharumkan nama UK Petra di Jawa Timur. Tidak hanya di Jawa Timur, Dian akan maju mengikuti kompetisi tingkat Nasional pada bulan September 2018. Ketika ditanyai mengenai harapannya, Dian menjawab, “saya berharap agar teman-teman yang lain juga mencoba ikut dalam perlombaan-perlombaan seperti ini, sehingga nantinya dapat mengharumkan nama UK Petra dan tidak hanya itu tapi juga nama Tuhan.” (vka/Aj)

Baca berita
Berita lainnya