Connect with us
  • b
  • a
  • x
A CARING AND GLOBAL UNIVERSITY
WITH COMMITMENT TO CHRISTIAN VALUES

Acara akan datang


AUPF 2018
November 06, 2018
i-Come 2018
July 13, 2018

Berita terakhir



Aliansi Jurnalis Indonesia Gandeng UK Petra Perangi Hoax
May 16, 2018

Saat ini kita hidup di era ‘banjir informasi’, dimana informasi dapat dengan mudah kita peroleh dari manapun dan kapanpun. Selain itu internet membantu mempercepat informasi tersebar luas. Di era ini, seringkali kita mencerna informasi tanpa tahu itu fakta atau hanya hoax. Kebanyakan masyarakat hanya membagikan informasi tanpa tahu resikonya, bahkan seringkali masyarakat tahu bahwa informasi tersebut adalah hoax, tetapi tidak tahu bagaimana cara menyikapinya. Selain makin maraknya berita bohong atau hoax, kejahatan cyber seperti pembajakan akun pribadi dan pencurian data digital juga tidak jarang ditemui.

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) bekerja sama dengan Google News Initiative dan Internews mengadakan kegiatan Halfday Basic Workshop. Surabaya menjadi kota ke-9 diselenggarakannya kegiatan ini dari 30 kota di Indonesia. Bekerja sama dengan Komunitas Discerning, Universitas Kristen Petra (UK Petra) dipilih menjadi lokasi penyelenggaraan workshop bertajuk “Hoax Busting and Digital Hygiene” ini. Komunitas Discerning merupakan komunitas mahasiswa UK Petra yang bernaung dibawah Departemen Mata Kuliah Umum (DMU) bertujuan mengembangkan ketajaman mahasiswa dalam melihat realitas masyarakat, bangsa dan dunia serta mengasah kecermatan dalam mengaitkan bidang minat dan keilmuan yang ditekuni dengan pergumulan nyata di masyarakat. “Kami memilih UK Petra karena kami ingin sebaran informasi bisa merata dan kampus adalah ruang yang sangat strategis untuk menjadi agen-agen kritis dan menyebarkan di lingkungannya,” ungkap Miftah Faridl, selaku Ketua AJI Surabaya.

“Ada banyak sekali celah yang bisa dimanfaatkan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab terhadap aktivitas kita di dunia digital. Tapi yang paling urgent dari acara ini adalah kita sedang membenihkan agen-agen yang bisa menjadi penyambung, karena kami sebagai jurnalis tidak bisa bekerja sendiri. Paling penting adalah mendidik pembaca agar kritis terhadap sesuatu informasi,” sambung pria yang biasa disapa Farid ini.

Workshop ini dilaksanakan pada 27 April 2018 di ruang Audio Visual 503, Gedung T UK Petra dan diikuti oleh sekitar 55 peserta yang terbuka untuk umum. Inggrid Dwi Wedhaswary dan Ika Ningtyas dari AJI memberikan materi-materi terkait ragam dis-misinformasi di sekitar kita, tips melawan hoax, tools melawan hoax, dan digital hygiene. Dalam menghadapi berita hoax, dalam materinya Inggrid dan Ika menjelaskan bahwa tips melawan hoax yaitu dengan cara tidak mudah percaya serta melakukan cek dan ricek.

Penyebaran berita hoax bisa melalui gambar, artikel maupun video, tetapi ada beberapa tools yang bisa dimanfaatkan untuk menyelidiki kebenarannya. Salah satunya adalah dengan menggunakan google reverse image research untuk melacak unggahan foto pertama pada sebuah website. Hal ini juga berlaku untuk menyelidiki sebuah video yaitu dengan mengcapture video dan melacaknya dengan menggunakan google reverse image research. Memperhatikan detail pada video dan foto, seperti nama gedung, toko, bangunan, plat nomor kendaraan, nama jalan, monumen, dan lainnya, setelah itu melacaknya dengan google maps atau aplikasi lainnya. Untuk keamanan digital, kita harus memperhatikan kekuatan kata sandi dari setiap akun yang kita miliki. Selain itu, kita juga harus rutin memperbaharui kata sandi.

“Pada jaman digital ini, opini seseorang sepertinya sudah dibentuk oleh sosial media. Saya berharap semakin banyak edukasi untuk literasi digital, dengan adanya kegiatan ini diharapkan kita dapat lebih selektif terhadap informasi-informasi yang kita terima,” ungkap Ivana Kurniawati, selaku Ketua Komunitas Discerning. (rut/padi)

Baca berita
Wakil UK Petra Siap Maju Pilmapres Nasional
May 08, 2018

Direktorat Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemeristekdikti) kembali melaksanakan Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Tahun 2018. Pilmapres menyeleksi mahasiswa yang memiliki prestasi unggul serta membanggakan pada hard skills maupun soft skills secara selaras dan seimbang. Pilmapres dilaksanakan dalam tingkat nasional dan diikuti oleh seluruh Perguruan Tinggi baik negeri maupun swasta. Seluruh Perguruan Tinggi wajib mengirimkan satu mahasiswa terbaik untuk mewakili Perguruan Tingginya. Pada tahap seleksi, Pilmapres diadakan pada tingkat Kopertis Wilayah terlebih dahulu. Universitas Kristen Petra (UK Petra) masuk dalam wilayah Kopertis VII.

Gho Danny Wahyudi, mahasiswa Program Studi Teknik Sipil terpilih mewakili UK Petra dalam Pilmapres 2018 ini. Dalam tahap pemilihan di UK Petra terdapat tiga faktor yang harus terpenuhi yaitu memiliki kepribadian yang baik, aktif dalam lembaga mahasiswa, dan berprestasi. Tak sia-sia usahanya, akhirnya pada tingkat Kopertis VII Danny berhasil meraih juara III dari total 50 peserta Perguruan Tinggi Swasta di Jawa Timur.

Dalam Pilmapres terdapat tiga kategori penilaian yaitu berprestasi, membuat karya tulis ilmiah, dan kemampuan berbahasa Inggris. Pada tahap penyisihan, peserta diminta membuat karya tulis ilmiah dan video presentasi dalam bahasa Inggris dengan tema besar “Sustainable Development Goals” (SDGS). Judul karya tulis ilmiah Danny saat itu yaitu Kampung Binaan Organisasi Kemahasiswaan Untuk Pembangunan Sustainable Urban Village. Isu yang diangkat oleh mahasiswa kelahiran Surabaya ini adalah adanya kesenjangan kehidupan warga yang sangat mencolok di kota yang sudah maju. “Di kota maju seperti Surabaya, masih ada saja kesenjangan sosial dan sangat mencolok. Bahkan masih cukup banyak warga Surabaya yang tidak memiliki toilet,” terang Danny yang juga merupakan ketua Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM) UK Petra.

Tujuannya adalah mahasiswa terutama yang tergabung dalam organisasi kemahasiswaan dapat lebih peka dan tahu kondisi negara ini. Selain itu kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat mengasah soft skill dan juga mempraktikkan ilmu yang telah didapatkan selama perkuliahan. Kampung yang dipilih menjadi target sasaran pelaksanaan kegiatan ini adalah daerah Putat Jaya, kawasan ex lokalisasi di pusat kota Surabaya dengan kondisi beberapa warga yang masih tidak memiliki toilet.

Pada 12-13 April, sebanyak 20 peserta hadir untuk seleksi di hotel Luminor Surabaya. Peserta mempresentasikan karya tulis ilmiah dan dilanjutkan dengan tanya jawab dari juri dan kompetitornya. Selanjutnya peserta diminta memilih topik dan memberikan agumentasinya dengan menggunakan bahasa Inggris selama maksimal tujuh menit. Danny mendapatkan topik tentang “Apakah seharusnya pemerintah Indonesia melarang pekerja asing di Indonesia?” Menurut Danny tidak perlu adanya larangan tentang pekerja asing di Indonesia, karena dengan adanya pekerja asing di Indonesia dapat mentransfer teknologi dan pengetahuan.

Delapan mahasiswa terbaik Kopertis VII berhak maju ke tingkat nasional. Danny merasa bangga dapat mewakili UK Petra dalam kompetisi bergengsi bagi mahasiswa ini. Putra pasangan Soetikno dan Jong Lie Hwa ini menyatakan harapannya, “Dengan mengikuti Pilmapres ini, saya harap dapat bertukar ide dengan peserta lain untuk membangun Indonesia.” (rut/Aj)

Baca berita
Alumni Memberikan Dampak yang Berkesinambungan
April 25, 2018

Masa kuliah adalah tahun-tahun yang membentuk perjalanan hidup seseorang. Dalam masa itu terbentuk ikatan tersendiri antara mahasiswa dengan kampus, dosen dan sesama mahasiswa. Bagi para alumnus Fakultas Ekonomi (FE) UK Petra angkatan 1990, pengalaman selama berkuliah begitu berdampak dan membangun. Begitu berdampaknya, sehingga setelah 20 tahun menyelesaikan perkuliahan, para alumnus ini berkumpul lagi dan menyelenggarakan kegiatan Reuni Fakultas Ekonomi Angkatan 1990 pada hari Sabtu, tanggal 14 April 2018. Reuni dengan tema “Love, Share and Joy” ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkesinambungan bagi para alumni Fakultas Ekonomi angkatan tahun 1990, civitas academika dan masyarakat secara umum.

Rangkaian acara reuni ini dimulai dengan talkshow “Create Your Own Biz” di Ruang AVT. 502 pada pukul 09.00-12.00 WIB. Sekitar 100 mahasiswa dari berbagai jurusan di Fakultas Ekonomi UK Petra menghadiri talkshow ini. Beberapa alumnus angkatan 1990 berbagi pengalaman mereka dalam dunia profesional dan bisnis pada para mahasiswa. Mereka adalah: Teddy Prajitno, Regional Business Head Bank Nusa Parahiangan; Vincentia Julianti, Branch Manager Shinhan Bank; Budi Harijono, pendiri Sanggar Seni Budaya Jempol Laras; Wang Sutrisno, Direktur PT. Integra Indocabinet, Tbk.; dan Christian Kurniawan, pemilik Korman Indonesia. Para narasumber membagikan pengalaman motivasi pada para mahasiswa untuk mendorong mereka memiliki usaha sendiri. Bersamaan dengan berbagi pengalaman, dipaparkan juga langkah-langkah konkrit yang bisa diambil oleh para mahasiswa untuk memulai usaha sendiri. Diantaranya membuat Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), mempersiapkan syarat-syarat untuk dokumen ekspor impor, dan berbagai tips yang relevan dalam dunia bisnis. Setelah sesi bincang usai, diadakan upacara pemberian beasiswa berupa bantuan Uang Sumbangan Penyelenggaraan Pendidikan (USPP) kepada 6 mahasiswa dengan kriteria tertentu. Adapun kriterianya adalah dari lingkup program studi manajemen, memiliki motivasi untuk menyelesaikan kuliah, memiliki kebutuhan untuk beasiswa, dan tidak sedang menerima beasiswa dari tempat lain. Menutup acara siang hari ini, Christian Kurniawan mempresentasikan PT. Korman Indonesia, dan mengundang para mahasiswa FE untuk magang di perusahaannya di Indonesia dan juga di luar negeri. Christian berkata, “Kami membuka kesempatan bagi mahasiswa (UK Petra) untuk magang. Hal ini adalah kesempatan berkembang bagi mahasiswa dan juga kami”.

Di sore harinya, kegiatan pertemuan dan perjamuan “Love, Share, and Joy” dilaksanakan. Angkatan 1990 tercatat terdiri dari 152 orang, dan beberapa diantaranya berkomitmen untuk menjalin relasi dengan kampus. Dalam acara jamuan dan hiburan ini ada satu agenda utama, yaitu penandatanganan memo kesepahaman antara universitas dan empat perusahaan tentang kesediaan perusahaan-perusahaan tersebut menerima mahasiswa magang dengan lokasi magang di dalam dan luar negeri. Drs. Bambang Haryadi, M.M., Ketua Program Studi Manajemen menyampaikan apresiasi terhadap kepedulian dan sumbangsih  anak-anak didiknya dari angkatan 1990 ini, “saya berharap bahwa alumni angkatan 1990 menginspirasi alumni-alumni angkatan lain untuk bisa reuni dan berbagi dengan kampus dan mahasiswa“. Satu keunikan terlihat dalam reuni ini, yaitu Ricky, S.E., MRE., Ed.D., yang juga seorang dekan Fakultas Ekonomi UK Petra saat ini merupakan mahasiswa anak didik salah satu alumni 1990. Ricky menyampaikan kesannya atas relasi yang dijalin para alumni ini, “relasi yang kuat dari alumni yang berempati adalah sangat penting untuk reputasi universitas” kata Ricky. (noel/Aj)

Baca berita
Salah satu Persona Kependidikan BAK UK Petra Sabet Juara 2 se-Jawa Timur
April 23, 2018

Sekali lagi Universitas Kristen Petra, Surabaya (UK Petra) berhasil mendapatkan prestasi yang gemilang. Meidiyanti Soengkono berhasil menyabet Juara 2 dalam ajang Pemilihan Tenaga Administrasi Akademik dan Pengelola Keuangan Berprestasi Tingkat Kopertis Wilayah VII tahun 2018.

Pemilihan Tenaga Administrasi Akademik dan Pengelola Keuangan Berprestasi Tingkat Kopertis Wilayah VII tahun 2018 merupakan kompetisi yang diselenggarakan oleh Kopertis wilayah VII. Kompetisi ini merupakan upaya dari pemerintah untuk mendorong dan menstimulasi tenaga kependidikan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Jawa Timur. Pada Tahun ini, kompetisi diadakan di  Hotel Grand Whiz Trawas, Kota Mojokerto pada tanggal 6 – 8 Maret 2018 yang lalu. Disini, 26 peserta dari berbagai universitas swasta yang ada di Jawa Timur diadu untuk menunjukan inovasi yang berkaitan dengan administrasi dan pengelolaan keuangan pada institusi pendidikan.

Meidiyanti Soengkono atau biasa dipanggil Meidi merupakan seorang staff keuangan yang bekerja pada Biro Administrasi dan Keuangan (BAK) UK Petra. Ia merupakan persona kependidikan yang mendapatkan kesempatan untuk mengikuti kompetisi Pemilihan Pengelola Keuangan Berprestasi mewakili UK Petra di Tingkat Jawa Timur. “Saya merasa agak terkejut ketika dipilih sebagai perwakilan oleh universitas, akan tetapi karena tugas tersebut telah diberikan, maka saya menjalankan tugas tersebut dengan sebaik-baiknya,” pungkas Meidi ketika ditanya mengenai perasaannya ketika terpilih untuk mengikuti kompetisi.

Pada Pemilihan Pengelola Keuangan Berprestasi ini, Meidi maju dengan mengambil tema “Sistem Akuntasi Terintegrasi pada Institusi Pendidikan Dengan Mengoptimalkan Pengunaan Software Akun”. Tema ini diambil oleh Meidi atas dasar latar belakang pendidikannya pada bidang akuntansi. Lomba ini diadakan dalam dua tahap, yakni tahap penyisihan dan presentasi. Pada tahap penyisihan, peserta diminta untuk mengirimkan  proposal mengenai inovasi yang akan dilombakan kepada Kopertis Wilayah VII. Peserta yang berhasil lolos babak penyisihan kemudian akan menghadiri tahap presentasi di Trawas, Mojokerto. “Waktu itu kami para peserta diminta untuk melakukan presentasi, akan tetapi yang unik adalah kami diminta untuk saling mengajukan pertanyaan tentang inovasi peserta,” ungkap Meidi. Pada tahap presentasi peserta kemudian akan dinilai oleh tiga juri yang diutus oleh pihak Kopertis.

Di akhir kompetisi, Meidi berhasil menyabet Juara 2 se-Jawa Timur. Hal ini merupakan prestasi yang menurut Meidi cukup membanggakan karena dapat mengharumkan nama UK Petra di Jawa Timur. Berhasil merebut peringkat juara tidak membuat Meidi puas begitu saja, ia bahkan berharap untuk dapat diutus kembali dalam kompetisi ini di tingkat Nasional. Menurutnya, kompetisi ini mengajarkan banyak hal, salah satunya adalah melalui kompetisi ini, ia melihat begitu banyak karakter yang berbeda. Salah satu kutipan hidup yang dipegang oleh Meidi adalah “kesuksesan adalah proses yang berkelanjutan.” (vka/Aj)

Baca berita
Bedah Buku: Ada Aku Diantara Tionghoa dan Indonesia
April 23, 2018

Indonesia merupakan negara yang penuh dengan keanekaragaman, baik dari suku, agama, bahasa maupun kuliner dan cita rasa. Akan tetapi, dibalik keragaman tersebut terkadang terdapat warga negara yang mendapatkan perlakuan yang tidak adil dari yang lain. Salah satu etnis yang merasakan ‘sisi gelap’ dari perlakuan ini adalah  masyarakat keturunan Tionghoa. Hal tersebut terbukti dari banyaknya peristiwa yang menyudutkan etnis Tionghoa di Indonesia seperti peristiwa Mei ’98 dan lain sebagainya. Menanggapi isu ini, maka pada 6 April 2018 Universitas Kristen (UK) Petra mengadakan bedah buku “Ada Aku Diantara Tionghoa dan Indonesia”.

Buku Ada Aku Diantara Tionghoa merupakan buku yang ditulis oleh 73 penulis dengan latar belakang yang berbeda-beda suku, ras agama maupun pekerjaan. Tulisan-tulisan tersebut berisi tentang kisah penulis yang berhubungan dengan etnis Tionghoa, baik tetangga, teman, atau kerabat. Acara bedah buku ini dipandu oleh Pietra Widiadi yang merupakan salah satu penulis dalam buku ini, serta Elisa Christiana, Kepala Program Studi Sastra Tionghoa UK Petra. “Buku ini unik dan menarik untuk dibaca, karena buku ini bukan murni tulisan ilmiah, akan tetapi berisi tentang narasi memori atau pengalaman-pengalaman pribadi penulis yang berhubungan dengan etnis Tionghoa di lingkungannya,” ungkap Pietra Widiadi.

Buku yang digagas oleh Aan Ashori dengan usulan-usulan dari jaringan Gusdurian ini terbit pada tanggal 21 Maret 2018 bertepatan dengan hari Anti Diskriminasi Nasional. Menjadikan tulisan-tulisan tersebut menjadi buku yang menarik dan enak dibaca merupakan sebuah tantangan. “Karena penulis buku ini berasal dari berbagai latar belakang, maka tidak semuanya dapat menulis dengan baik. Hal ini merupakan tantangan untuk membantu para penulis mengungkapkan cerita  mereka ke dalam buku ini,” ungkapnya.

Selain itu, dalam bedah buku ini Elisa Christiana juga turut menceritakan pengalamannya sebagai warga keturunan Tionghoa. “Sewaktu kecil, saya pernah pernah merasa takut ketika berjalan sendiri ke rumah sepulang sekolah karena dipanggil-panggil oleh orang-orang yang berada di tepi jalan,” ungkap Elisa. “Akan tetapi, pengalaman saya tidak melulu seperti itu, saat saya kuliah di Universitas Negeri Surabaya, saya satu-satunya orang keturunan Tionghoa. Awalnya saya sempat kuatir karena menjadi satu-satunya keturunan Tioanghoa. Akan tetapi, ternyata teman-teman kuliah memperlakukan saya dengan hormat seperti tidak ada perbedaan ras diantara kami,” ungkapnya.

Hal tersebut juga sesuai dengan isi Buku Aku Diantara Tionghoa dan Indonesia yang tidak hanya menceritakan kisah sedih dari masyarakat Indonesia Tionghoa, namun juga kebahagiaan dan pengalaman-pengalaman lainnya. Buku ini berisi pesan dari masyarakat Indonesia kepada masyarakat Indonesia sendiri mengenai prinsip yang terkadang sering terlupakan di negara ini, yakni Bhinneka Tunggal Ika. (vka/dit)

Baca berita
Communiphoria 2018: SATURATION – Semakin Inovatif dari Acara hingga Peserta
April 23, 2018

Selama kurang lebih 7 bulan mempersiapkan dan melaksanakan, akhirnya rangkaian acara Communiphoria: SATURATION yang dilaksanakan oleh Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Kristen (UK) Petra telah usai. Acara yang merupakan agenda tahunan untuk memperkenalkan Fakultas Ilmu Komunikasi kepada siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) ini telah menarik minat siswa-siswa dari berbagai kota di Indonesia. Communiphoria dikemas dalam rangkaian workshop dan lomba-lomba seperti Public Relation, Radio Announcer, TV Production, dan Journalist. Grand Final dari acara Communiphoria telah dilaksanakan dua hari, Jumat (23/03) di mall Lenmarc Surabaya untuk penjurian Public Relation dan Journalist dan Sabtu (24/03) di UK Petra untuk penjurian Radio Announcer dan TV Production.

Keseruan acara Communiphoria dari tahun ketahun selalu dinanti siswa-siswa SMA. Hal tersebut dibuktikan dengan beberapa SMA yang mendaftar kembali setelah mengikuti acara ini tahun lalu. “Pengalaman sangat berharga dan kami perlu terus mengasah kemampuan dalam lomba ini,” sahut Nico Kusuma, salah satu peserta dari SMAK St. Yoseph saat ditanya mengapa mengikuti acara Communiphoria tahun ini. Nico dan timnya mengaku masih belum puas dengan hasil tahun lalu. Ada juga yang pertama kali mengikuti dan mengaku tidak menduga acara ini ternyata seru dan menarik. “Acara ini ternyata sangat menarik dan kakak-kakak panitia yang ramah dan sangat menolong,” jawab Josephine Kurniawan, salah satu peserta dari SMA Kristen Petra 1 saat ditanya kesan pertama tentang acara Communiphoria.

Sebagai ketua pelaksana, Felicia Luvena mengaku tidak menyangka antusiasme peserta Communiphoria tahun ini  dan peserta semakin inovatif dari tahun-tahun sebelumnya. “Melihat hasil pekerjaan peserta tahun ini, terasa totalitasnya. Pengambilan gambar dengan pesawat radio kontrol untuk sekelas anak SMA sangat inovatif. Peserta tahun ini mampu memaksimalkan penggunaan teknologi yang ada,” sahutnya.

Rangkaian acara dari Workshop hingga lomba yang diadakan Communiphoria: SATURATION ini juga sebagai ajakan untuk menemukan dan mengembangkan bakat siswa-siswa SMA. Vinny Victoria, siswa SMA Kristen Gloria 2 yang mengikuti lomba TV Production mengaku mendapat banyak hal baru tentang bidang pekerjaan di Ilmu Komunikasi. “Setelah mengikuti acara ini, saya mendapatkan ilmu baru, seperti reporter ternyata memerlukan pengetahuan luas dan kemampuan teknis”. Tuturnya.

Kemenangan tahun ini diraih oleh SMAN 3 Denpasar untuk posisi juara umum pertama dan kedua. Untuk juara ketiga diraih oleh SMA Kr. Petra 5 Surabaya. Tidak hanya itu, Communiphoria juga memiliki kategori pemenang lainnya yaitu Best TV Feature yang diraih SMAK St. Yoseph tim 1, Best Radio Feature yang diraih oleh SMAN 3 tim 2, Best Campaign Proposal yang diraih oleh SMAK St. Yoseph tim 1, dan Best Newsletter yang diraih oleh SMAN 3 tim 1.

Dalam pesannya, Lucia Luvena berkata “saya berharap acara ini memberikan manfaat dan teman-teman SMA dapat menggali dan mengembangkan kemampuannya di bidang komunikasi”. (Fanny Lesmana/dit)

Baca berita
Berita lainnya