Connect with us
  • b
  • a
  • x
A CARING AND GLOBAL UNIVERSITY
WITH COMMITMENT TO CHRISTIAN VALUES

Acara akan datang


AUPF 2018
November 06, 2018
i-Come 2018
July 13, 2018

Berita terakhir



Dosen Harus Persiapkan Mahasiswa Hadapi Era Disruptive Innovation
April 19, 2018

Seturut perkembangan zaman dan perkembangan teknologi yang semakin canggih, dunia kini memasuki era revolusi industri 4.0 yang menekankan pada hal-hal yang bersifat digital, robotik dan komputerisasi atau dikenal dengan fenomena disruptive innovation. Dunia pendidikan juga turut terdampak, kedepannya, mahasiswa akan menghadapi era revolusi industri generasi keempat yang memungkinkan pekerjaan-pekerjaan manusia digantikan dengan mesin dan robot. Melihat permasalahan tersebut, Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan teaching workshop bagi dosen-dosen FTI dan beberapa dosen dari fakultas lainnya. Kegiatan yang mengangkat topik “Bagaimana seharusnya pendidikan tinggi mempersiapkan siswa mereka dalam mengantisipasi revolusi industri 4.0?” ini diikuti oleh 40 orang dosen dan dilaksanakan pada 10 April 2018. “Kegiatan ini bertujuan sebagai refreshing training tentang pengajaran dalam menghadapi perubahan zaman, ditambah mahasiswa yang diajar adalah generasi milenial yang sangat berbeda dengan zaman dulu,” ungkap Dr. Juliana Anggono, S.T.,M.Sc. selaku Dekan Fakultas Teknologi Industri UK Petra.

Allan Schneitz, seorang pakar pendidikan dari Finlandia menjadi pembicara dalam workshop ini. Finlandia memiliki sistem pendidikan terbaik di dunia yaitu dengan memfasilitasi siswa agar dapat menemukan bakat dan minatnya. Allan mengatakan bahwa pendidikan di negara-negara Asia sangat berbeda dengan Finlandia. Di Asia, pendidikan seseorang di pengaruhi oleh beberapa faktor seperti harapan orang tua, harapan negara, dan masalah kesejahteraan. Dalam kegiatan ini, Allan menyatakan bahwa dalam revolusi industri 4.0 ini akan ada sekelompok orang yang pekerjaannya bisa dengan mudah digantikan oleh mesin, tetapi ada juga sekelompok orang yang sudah punya level kompetensi serta skill yang bagus, maka tidak akan bisa dengan mudah digantikan oleh mesin. Oleh sebab itu pendidikan tinggi, terutama dosen harus mempersiapkan mahasiswa agar mampu menghadapi era tersebut dan memiliki skill yang mampu bersaing.

Menurut Allan, salah satu solusinya adalah pengajaran harus lebih kreatif karena metode kuliah pada umumnya tidak lagi efektif seperti dulu. Jika satu jam sama dengan 100%, 15 menit sama dengan 25%, efektifitas metode kuliah hanya sebesar 5%, membaca sebesar 10%, audio-visual sebesar 20%, demonstrasi sebesar 30%, diskusi kelompok sebesar 50%, praktik sebesar 75%, dan yang paling efektif adalah segera mengaplikasikan yang dipelajari atau bisa diwujudkan dengan mengajar kepada sesama yaitu sebesar 90%. Allan juga menambahkan bahwa generasi sekarang ini tidak bisa lepas dari gawai yang seringkali, tantangan seorang dosen adalah bagaimana justru menjadikan gawai itu sebagai bagian dari pembelajaran. Selain itu, networking (jaringan) juga dapat menjadi solusi. Dalam edukasi, unsur-unsur yang terlibat biasanya berpusat pada dosen, staff, materi, peratalan, dan lain-lain. Tetapi sebenarnya edukasi juga tidak bisa lepas dari komunitas, kearifan lokal, pemerintah yang mengatur regulasi, dan industri. “Jika kreativitas dan jaringan adalah solusinya, kemudian apa masalahnya? Bagaimana peran kunci baru universitas terhadap komunitas dan masyarakat, itulah yang harus diperhatikan,” terang Allan Schneitz.

Baca berita
Kapolrestabes Surabaya Ajak Civitas UK Petra Perangi Hoax
April 18, 2018

Kemajuan teknologi informasi membuat pertukaran informasi menjadi hal yang sangat mudah dan merasuk ke seluruh kegiatan masyarakat Indonesia. Banyak kemudahan dan kebaikan yang sudah dirasakan dengan hadirnya berbagai media sosial dan juga gadget yang membuat laju pertukaran informasi menjadi sangat cepat. Di balik kemudahan dan kebaikan tersebut terdapat juga sisi negatifnya, percepatan informasi ini meningkat bersamaan dengan banyaknya informasi palsu atau berita bohong yang kita kenal dengan hoax. Universitas Kristen Petra (UK Petra) turut serta dalam upaya memerangi hoax melalui kegiatan Seminar Anti Hoax “Hoaxbuster: Cerdas Mengelola dan Meneruskan Informasi”, yang diselenggarakan oleh Departemen Mata Kuliah Umum UK Petra pada hari Jumat, tanggal 6 April 2018 di Ruang AVT 503 Gedung T UK Petra.

Sekitar 210 peserta memenuhi ruangan AVT yang menghadirkan Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan, S.H., M.H. sebagai pembicara utama. Rudi membawakan seminar bertajuk “Bersama Mahasiswa Melawan Hoax”. Rudi mengawali pembicaraan dengan memberikan definisi hoax. Menurutnya, hoax adalah segala informasi yang tidak sesuai dengan aslinya. Ia kemudian menggambarkan bagaimana hoax menjadi viral dengan ilustrasi jika seseorang memiliki 11 ribu pengikut di media sosial, dan orang tersebut memasang suatu hoax. Lalu hoax ini kemudian di-share oleh pengikutnya yang juga memiliki ribuan pengikut. Maka dalam waktu singkat bisa dipastikan sejumlah besar pengguna internet sudah terpapar dengan informasi salah tersebut, situasi ini yang disebut dengan istilah viral. Rudi menjelaskan bahwa pemerintah sudah mengantisipasi hoax melalui perangkat perundangan. Kepolisian juga sudah melakukan tindakan terkait hoax, yaitu: preemtif, preventif, dan penegakan hukum. Rudi menyarankan kepada para pengguna internet untuk menjadi netizen yang cerdas dan bijak. Ia mengingatkan bahwa kepolisian saat ini sudah memiliki cyber patrol yang bekerja 24 jam setiap hari dan juga bekerjasama dengan para ahli. Pelanggar hukum di dunia cyber pasti tertangkap, Rudi mengatakan “Sekarang bukan lagi mulutmu harimaumu, tapi jempolmu harimaumu”. Sebagai penutup sesi ini, segenap peserta seminar melakukan deklarasi anti hoax serta penandatanganan ikrar melawan hoax di lembar Wall of Hopes.

Seusai sesi Kapolres, seminar dilanjutkan dengan sesi seminar bertajuk “Let’s Turn Back Hoax” yang diasuh oleh Rovien Aryunia, M.PPO., M.M., Koordinator Masyarakat Anti Fitnah Wilayah Surabaya. Rovien memberikan gambaran bahwa hoax meningkat di Indonesia karena rendahnya literasi digital pengguna internet di Indonesia. Rovien kemudian memberikan saran tentang bagaimana mengetahui ciri-ciri hoax, yaitu berita yang mengajak pembacanya membenci, fitnah/rekayasa yang memakai gambar yang tidak berkaitan dengan informasi yang disebarkan, dan menggunakan media abal-abal (yang tidak bertanggungjawab). Sesi terakhir seminar adalah seminar “Hoax dan Umat Beragama” dengan narasumber Pdt. Wahyu Pramudya, M.Th., Pendeta GKI Ngagel. Menurut Wahyu, semakin user friendly sebuah teknologi, semakin besar partisipasi tiap orang dalam pembuatan & penyebaran berita. Hal ini menyebabkan semakin besar pula dampaknya, baik itu positif atau negatif. Sally Azaria, S.Sos., M.PPO., dosen Departemen Mata Kuliah Umum dan koordinator seminar ini menyampaikan himbauannya terkait melawan hoax, ia mengatakan “Kita tidak bisa membuat berita hoax tidak ada. Tetapi yang kita bisa adalah meminimalkan dampak buruk dari hoax. Misalnya cerdas dalam menerima dan menyebarkan informasi atau bisa juga mengingatkan keluarga jika mereka menyebarkan hoax”. (noel/Aj)

Baca berita
Bharatika Creative Design Festival, Ajang Salurkan Kerinduan
April 13, 2018

Tahun 2018, Bharatika Creative Design Festival kembali digelar oleh Fakultas Seni dan Desain (FSD) Universitas Kristen Petra (UK Petra). Kompetisi yang diikuti oleh 200 peserta yang berasal dari berbagai negara mulai dari Indonesia, Taiwan, China, Singapura, Malaysia, dan Australia ini berlangsung pada 6—8 April 2018 di Gedung Balai Pemuda. Kompetisi ini digelar sebagai wadah aktualisasi diri di bidang akademis terutama di bidang desain agar peserta dapat menunjukkan sekaligus mengembangkan potensi diri, selain itu juga dapat menambah wawasan peserta di bidang industri kreatif. Serangkaian kegiatan menarik digelar dalam Bharatika Creative Design Festival 2018 kali ini yaitu kompetisi, talk show, workshop, coaching class, creative market, pameran, meet the judges hingga awarding night. Bharatika Creative Design Festival 2018 mengangkat tema “Rindu” yang bisa berarti dua hal yaitu kangen atau impian. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat mendorong orang-orang untuk menyalurkan impiannya. “Setiap orang memiliki kerinduan masing-masing, orang-orang desain dan orang-orang kreatif idealnya dapat melepaskan kerinduan mereka di Bharatika dengan mengikuti rangkaian kegiatan ini,” ungkap Margareth Thresea Wijaya selaku ketua acara Bharatika Creative Design Festival 2018.

Terdapat dua kategori dalam Bharatika 2018 yaitu Sekolah Menengah Atas (SMA) dan mahasiswa yang kemudian dibagi menjadi 12 cabang lomba. Untuk kategori mahasiswa cabang yang dilombakan antara lain Corporate Identity, Print Ad, Conceptual Photography, Packaging Design, Integrated Campaign, Apartement Lobby Design, Visual Merchandising, Lamp Armature Design, Chair Design dan Innovation Challenge. Sedangkan kategori siswa SMA, cabang yang dilombakan yaitu Photography dan illustration. Lima karya terbaik dari setiap cabang lomba yang ada dipamerkan dalam kegiatan ini, selain itu terdapat 20 pameran karya kreatif berupa dua dimensi dan pameran karya berprestasi mahasiswa FSD UK Petra.

Workshop yang diselenggarakan  di Bharatika Creative Design Festival  adalah  workshop “Enamel Pin Trendi, Buatan Sendiri!” oleh Elaboure dan workshop “Seru-seru Bareng Buat Motion Graphic!” oleh FJORD Motion. Workshop ini menjadi wadah bagi insan kreatif untuk belajar dan praktik secara langsung dari orang-orang yang telah lama bergerak di bidang industri kreatif. Dalam Bharatika Creative Design Festival  juga ada talkshow  tentang “Bekal Dunia Desain dalam Era Global” dengan narasumber Arief Muhammad yang merupakan CEO PETAKUMPET, sebuah perusahaan periklanan di Yogyakarta. Tidak hanya itu, Dhany Virdian, Creative Director of Narrada Communication dan Mario Tetelepta, Associate Director of Branding Origination di MakkiMakki juga menjadi narasumber dalam talkshow kedua yang mengangkat topik “Menguak Rahasia Innovator”. “Melalui workshop dan talkshow ini kami berharap peserta bisa banyak mendapatkan ilmu dan pengetahuan langsung dari orang-orang yang memiliki pengalaman berkecimpung dalam industri kreatif,” ujar Margareth.

Sebagai penghargaan atas karya para finalis lomba, finalis berhak mengikuti kelas pembinaan oleh Eka Sofyan Rizal yang bertemakan “Get Closer to Your Client by Design”. Seluruh rangkaian kegiatan Bharatika Creative Design Festival 2018 ditutup dengan penganugerahan hadiah bagi para pemenang dalam acara Awarding Night yang dihadiri juga oleh Triawan Munaf dari Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF). (rut/dit)

 

Baca berita
UK Petra Kembali Dipercaya Menjadi Salah Satu Perguruan Tinggi Pengasuh
April 13, 2018

Jumlah Perguruan Tinggi (PT) di Indonesia saat ini mencapai 4.616 PT. Untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) melalui Direktorat Penjaminan Mutu Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan membuka kesempatan bagi Perguruan Tinggi unggul (ter-akreditasi A) untuk membina perguruan tinggi lain yang masih terakreditasi C melalui Hibah ”Program Asuh PT Unggul”. Di awal April ini, Universitas Kristen Petra bersama dengan 28 perguruan tinggi lain terpilih sebagai penerima Hibah tahun 2018.

Berita bahagia ini diterima langsung oleh Rektor UK Petra, Surabaya, Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M. Eng. ”Puji Tuhan, kepercayaan ini merupakan sebuah kehormatan bagi UK Petra untuk berbagi pengalaman-pengalaman baik (best practice) pengelolaan perguruan tinggi dengan perguruan tinggi mitra. Sekaligus ini merupakan kesempatan berharga untuk menjadi berkat, khususnya dalam peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia”. Ada proses seleksi yang harus dilalui untuk menjadi perguruan tinggi asuh ini, dan ke-29 perguruan tinggi tersebut terpilih melalui seleksi dari antara 36 perguruan tinggi yang mengajukan proposal dalam hibah ”Program Asuh PT Unggul” ini. ”Tentunya UK Petra akan memberikan yang terbaik dalam melaksanakan amanat yang telah dipercayakan ini. Tim dan narasumber Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UK Petra akan mengawal pelaksanaan hibah PT Asuh ini”, urai Prof. Djwantoro saat dihubungi di kantornya. Pengesahan program ini didukung dengan penandatanganan perjanjian PT Asuh yang dihadiri langsung oleh Kepala Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UK Petra yaitu Dr. Dra. Gan Shu San, M.Sc. Berdasarkan release resmi dari Kemenristekdikti, para PT unggul diminta untuk dapat sharing best practice sekaligus untuk membangun budaya mutu sehingga terdorong menjadi unggul.

Peningkatan peringkat akreditasi merupakan hasil yang ingin diraih dari perbaikan manajemen mutu yang diterapkan di PT tersebut. Karenanya, UK Petra nantinya tak hanya fokus pada perbaikan peringkat program studi yang mendapat nilai C saja akan tetapi juga pembenahan manajemen mutunya, di antaranya komitmen terhadap mutu, pengembangan sistem penjaminan mutu dan penyediaan auditor mutu internal. Ada banyak kegiatan yang disiapkan untuk kegiatan program asuh ini, di antaranya lokakarya Sistem Penjaminan Mutu Internal, Audit Mutu Internal (AMI) dan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME). Adapun tiga perguruan tinggi yang diasuh oleh UK Petra pada tahun 2018 adalah Universitas Kristen Wira Wacana, Sumba Timur-NTT, Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum, Jombang-Jatim, dan Institut Teknologi Del,Toba Samosir-Sumatra Utara.

”UK Petra siap mendukung program pemerintah dalam memajukan pendidikan di Indonesia. Melalui program yang telah disusun, kami akan membagikan pengalaman mengelola sistem penjaminan mutu serta mendampingi agar PT yang diasuh siap melakukan reakreditasi untuk program studi yang masih terakreditasi C. Berdasarkan data dari Kemenristekdikti, pada program serupa tahun 2017 yang lalu, program studi terakreditasi C yang mengalami peningkatan peringkat menjadi B atau A tercatat sejumlah 124 program studi dari 637 program studi yang diasuh. Untuk tahun 2017 lalu, UK Petra telah mengasuh Universitas Yudharta-Pasuruan, Universitas Dhyana Pura-Bali dan Universitas Kristen Artha Wacana-Kupang. Dari 22 program studi yang diasuh, terdapat 6 program studi yang meningkat akreditasinya dari C menjadi B”, tutup Gan Shu San.

Baca berita
Ilmu yang Aktual dengan Teknologi
April 13, 2018

Pembangunan infrastruktur Indonesia bertumbuh seiring dengan pertumbuhan ekonomi. Salah satu bidang penting dalam dunia infrastruktur adalah keahlian rekayasa struktur yang mendesain dan membangun struktur. Rekayasa struktur merupakan bidang profesi yang memerlukan keterampilan teknis, intuisi, dan seni. Agar dapat mendesain dan membangun struktur yang aman dan ekonomis, praktisi industri konstruksi perlu mengikuti perkembangan terbaru metode analisis struktur, metode desain, metode konstruksi dan peraturan-peraturan bangunan. Sebagai upaya memberikan pemahaman dan mengaktualkan ilmu mahasiswa serta kalangan praktisi industri konstruksi khususnya di bidang rekayasa struktur, Magister Teknik Sipil Universitas Kristen (UK) Petra menyelenggarakan seminar bertajuk Structural Modelling, Analysis and Design pada hari Selasa, 3 April 2018. Seminar yang dihadiri praktisi, akademisi dan mahasiswa teknik sipil ini dipandu oleh Wong Foek Tjong, S.T., M.T., Ph.D., selaku Ketua Program Magister Teknik Sipil UK Petra. Hadir sebagai pembicara seminar Dr. Nathan Madutujuh. Nathan bergerak di bidang rekayasa industri melalui piranti lunak alat bantu penghitungan yang dikembangkannya.

Seminar dimulai dengan paparan tentang Desain Awal Gedung Tinggi di Daerah Seismik. Letak geografis Indonesia dikenal sebagai ‘cincin api’ karena berada di tempat dimana beberapa lempeng tektonik bertemu. Karakteristik daerah ini adalah resiko gempa bumi yang tinggi, karena karakteristik ini, regulasi konstruksi bangunan tinggi menuntut standar bangunan yang mampu mengakomodasi resiko gempa. Regulasi terkait resiko gempa ini didasarkan pada peta resiko gempa yang dinamis dan senantiasa diperbarui. Standar yang ditetapkan berbeda antara di area yang rentan gempa dan area yang jarang gempa. Karena perbedaan standar serta adanya kemungkinan standar tersebut berubah, ada tuntutan tersendiri bagi para desainer struktur untuk bisa menghasilkan desain awal dengan cepat dan akurat. Desain awal berperan sentral perencanaan struktur karena para pemegang kepentingan membuat keputusan berdasarkan desain awal tersebut. Dalam membuat desain awal, finite element method(FEM/metode elemen hingga) memungkinkan adanya kalkulasi yang akurat dan penetapan batas kesalahan yang jelas dalam waktu yang singkat.

Sesi kedua diisi dengan penjelasan tentang pemakaian FEM dalam analisis struktur. Dalam analisis struktur banyak sekali ditemukan variabel yang saling mempengaruhi. Banyaknya variabel tersebut dan adanya efek saling mempengaruhi menyebabkan terjadinya penghitungan yang berulang-ulang kali dan bahkan sampai tidak terhingga. FEM adalah metode menyederhanakan analisa tersebut. FEM dilakukan dengan memilih beberapa elemen spesifik dari banyaknya elemen yang ada untuk dianalisa, contoh: elemen tulang baja, kolom beton, tiang pondasi. Analisis dilakukan dengan kalkulasi statistik pada elemen-elemen tersebut dan menetapkan rasio kesalahan (error ratio) yang sesuai. Metode FEM memungkinkan perencanaan struktur dapat dilakukan dalam waktu yang lebih singkat.

Bahasan terakhir dalam seminar ini adalah Capacity Design of Pile Foundations yang mengangkat tentang perancangan kapasitas tiang pondasi. Penghitungan kebutuhan tiang, regulasi standar gempa, dan[A1]  kondisi tanah adalah kombinasi penghitungan yang sederhana namun memakan waktu dan memerlukan perhitungan berulang kali apabila dilakukan secara manual. Dengan program alat bantu penghitungan dan metode FEM, kalkulasi tersebut bisa dilakukan dengan akurat dan waktu yang cepat. Menurut Nathan, perkembangan teknologi alat bantu kalkulasi dan penguasaan metode FEM ini akan memungkinkan industri konstruksi untuk lebih efisien, aman, dan membuat inovasi-inovasi baru. Nathan menyampaikan anjuran bagi para pelaku industri konstruksi untuk terus memperkaya ilmu dan mengasah keterampilannya agar selalu relevan dengan perkembangan terbaru, ia mengatakan, “Semaju apa pun alat bantu, manusia tetap sebagai aktor utamanya”. (noel/dit)

Baca berita
Raditya Dika Bahas Industri Kreatif di UK Petra
April 11, 2018

Di Indonesia, Industri kreatif sedang berkembang pesat. Bahkan para ahli dan pakar ekonomi menyatakan bahwa pendapatan negara sebagian disumbang oleh industri kreatif yang terus bertumbuh dan berkembang pada setiap saat. Tetapi, tidak banyak yang menyadari bahwa prospek berkarir dalam dunia industri kreatif ini sangat menjanjikan. Industri kreatif terdiri dari banyak lini mulai dari fashion, musik, penerbitan, fotografi, seni rupa, film animasi, dan lain-lain. Program English for Creative Industry (ECI) Universitas Kristen Petra (UK Petra) menawarkan berbagai pembelajaran seperti creative writing, directing for film and stage, stage and film production, acting for stage and film, dan masih banyak lagi. Dengan berbagai pembelajaran tersebut tentunya akan mendatangkan prospek berkarir yang sangat luas antara lain seperti director, actor/actress, copy writer, translator, dan masih banyak lagi.     Himpunan Mahasiswa Sastra Inggris UK Petra kali ini berkesmpatan menyelenggarakan talkshow bertajuk Success in Creative Industry yang disingkat menjadi SINCI. Talkshow ini bertujuan untuk membuka wawasan peserta tentang industri kreatif yang ada di Indonesia dan prospek kerja yang terdapat dalam dunia industri kreatif, juga sharing dengan narasumber yang terkait seputar dunia industri kreatif.

Yang menjadi narasumber dalam talkshow ini adalah Raditya Dika. Pada zaman ini, siapa yang tidak tahu Raditya Dika? Seorang penulis, produser film, komika, sutradara, aktor, dan youtuber. Sekian lama berkecimpung dalam dunia industri kreatif, Raditya Dika berbagi tentang dunia industri kreatif di Indonesia dan juga kiat-kiat menjadi seorang penggiat industri kreatif. Talkshow yang diselenggarakan pada 4 April 2018 ini diikuti oleh kurang lebih 600 peserta. Melalui talkshow ini, penulis buku kambing jantan ini menekankan bahwa saat terjun dalam dunia industri kreatif, jangan pernah memulainya untuk tujuan uang dan popularitas. Didalam segala sesuatu, kita harus melakukan yang terbaik, jika karya kita bagus, banyak orang menyukainya, maka uang dan popularitas akan mengikuti dengan sendirinya. “Jika kamu puas dengan karyamu, orang lain puas dengan karyamu, maka popularitas dan uang akan datang dengan sendirinya. Masuklah dunia industri kreatif karena apa yang ingin kamu sampaikan kepada orang lain,” ujar pria kelahiran 28 Desember 1984 ini.

Menurutnya, untuk mencari topik atau konten bisa didapatkan dari kegelisahan yang dirasakan masing-masing orang. Banyak orang memulai youtube karena sesuatu yang sedang populer, padahal sesuatu yang populer tersebut biasanya bersifat sementara. Raditya Dika juga memberikan tips-tips dalam menulis agar dapat mempertahankan kualitas tulisan sampai akhir yaitu harus ada proses development (bagian depan, tengah, dan belakang) sebelum menulis, membuat kerangka tulisan, ditulis ketika rancangan tulisan telah matang. Dalam menulis, ia juga memberikan rumus yaitu karakter utama + tujuan + hambatan. Contohnya Sandi + ingin mengajak gebetan ke pesta + tapi ditengah jalan diculik alien. “Dengan rumus seperti ini akan lebih memudahkan kita, karena kita sudah menjabarkan karakter utama, tujuan dan hambatannya,” ungkap pemain film Koala Kumal ini. (rut/padi)

Baca berita
Berita lainnya