Connect with us
  • b
  • a
  • x
A CARING AND GLOBAL UNIVERSITY
WITH COMMITMENT TO CHRISTIAN VALUES

Acara akan datang


I-COME 2019
July 25, 2019

Berita terakhir



Edukasi Masyarakat Jadi Smart Voter dan Bebas Hoax
April 25, 2019

Universitas Kristen Petra (UK Petra) patut berbangga, tiga mahasiswa Ilmu Komunikasi berhasil meraih Juara III dalam Komunikasi Fiesta 2019, kategori Public Relations Competition yang diselenggarakan oleh Universitas Katolik Widya Mandala (UKWM) Surabaya pada 4-6 April 2019. Mereka adalah Liem Michael Stefan Setianto, Jessica Idelia Soekardjo, dan Jessica Michelle Hartono.

Pada babak penyisihan, peserta diminta berperan sebagai public relations Komisi Pemilihan Umum (KPU) membuat esai pemecahan masalah yang berkaitan dengan isu kabar bohong (hoaks), ujaran kebencian, dan kampanye jahat menjelang pesta demokrasi 2019. Peserta dapat memilih salah satu dari tiga topik tersebut. Ketiga mahasiswa ini memilih isu hoaks. “Isu hoaks di Indonesia cukup serius, masyarakat Indonesia menduduki peringkat tujuh yang paling mudah terpapar hoaks,” terang Jessica Idelia Soekardjo.

Hoaks yang diangkat adalah pemberitaan mengenai KPU telah mendata orang gila untuk masuk kedalam daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu serentak 2019. “Banyaknya isu hoaks dapat mempengaruhi persepsi pembaca dimana berpotensi mempengaruhi para pemilih dalam Pemilu. Maka dari itu kami sebagai Public Relations KPU  merancang beberapa strategi untuk memerangi hoaks dan menciptakan smart voters menjelang Pemilu 2019,” Ujar Jessica Michelle Hartono.

Strategi yang mereka paparkan adalah memberikan edukasi mengenai hoaks terhadap masyarakat baik generasi milenial dan generasi X yang terbagi ke dalam empat taktik yaitu re-branding dan promosi akun KPU, kampanye oleh Influencer di media sosial, mengadakan kompetisi untuk generasi milenial di media sosial, serta kerjasama dengan sinetron “Dunia Terbalik” untuk mengedukasi tentang hoaks.

10 kelompok terbaik melaju ke babak final, dalam waktu kurang dari sehari, peserta diminta melengkapi esai masing-masing dan mempresentasikannya di hadapan juri. “Kami presentasi dua kali, presentasi pertama kami memaparkan tentang isu yang dipilih dan strategi, sementara presentasi kedua kami menambahkan tujuan, Analisis SWOT, dan juga key message,” ujar Michael. (rut/dit)

Baca berita
Bahasa dan Budaya menjadi Jembatan Antar Bangsa
April 25, 2019

Kompetisi Chinese Bridge ke-12 tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) kembali digelar. Acara yang dilaksanakan pada 29-30 Maret 2019 oleh The Office of Chinese Language Council International (Kantor Dewan Bahasa Tionghoa Internasional) Republik Rakyat Tiongkok (RRT) ini bekerjasama dengan program studi Bahasa Tionghoa Universitas Kristen Petra (UK Petra), bertempat di Amphiteater gedung Q.

Tema yang diangkat adalah “Learn Chinese, Double Your World”. Lomba ini memberikan  kesempatan untuk siswa SMA memperagakan kemampuan dan keterampilan berbahasa Mandarin, sekaligus menjalin komunikasi dan saling belajar di antara sesama siswa. Sebanyak 15 peserta dari SMA di Jawa Timur mengikuti kegiatan ini. Ketentuan lomba adalah siswa  SMA, berusia antara 15 - 20 tahun, warga negara Indonesia, lahir, dibesarkan dan menetap di Indonesia, menggunakan bahasa Mandarin sebagai bahasa asing dan bukan bahasa Ibu. Peserta yang sudah pernah menang dan mendapat kesempatan mengikuti lomba internasional di Tiongkok tahun lalu tidak diperbolehkan mengikuti lomba tahun ini.

Tiap peserta mengikuti tiga lomba dalam kompetisi ini, yaitu: (1) ujian tertulis  pengetahuan umum tentang negara dan budaya Tiongkok serta kemampuan menerapkan pengetahuan bahasa Mandarin yang selama ini dipelajari, (2) Pidato dalam bahasa Mandarin dengan tema sesuai dengan tema tahunan kompetisi, dan (3) Keterampilan dalam seni dan budaya Tiongkok meliputi lagu-lagu, musik, tari-tarian, penuturan cerita, akrobatik, alat musik, kaligrafi, seni lukis, seni menggunting, wushu, dan sebagainya. Ujian tulis dilaksanakan pada 29 Maret, sedangkan lomba pidato dan ketangkasan dilaksanakan pada 30 Maret.

Di akhir kompetisi, juara ketiga diraih Mohamad Amirul Islam dari SMA Al Fath Surabaya yang menampilkan keterampilannya memainkan shuang jie gun (double stick), juara kedua diraih  Angelica Tiora dari SMA Xin Zhong yang menampilkan keahliannya bernyanyi, juara pertama diraih oleh Nina Devina dari SMA Xin Zhong yang juga menampilkan kemampuan bernyanyi. Ketiga pemenang seleksi tingkat provinsi ini kemudian mengikuti seleksi tingkat nasional yang diadakan di Jakarta. Pemenang tingkat nasional dapat mengikuti kompetisi Chinese Bridge di Tiongkok dengan biaya dari Kedutaan Besar RRT. Konsul Jenderal RRT, Gu Jingqi, yang hadir dalam kompetisi ini menyampaikan harapannya, “Sesuai dengan nama lomba ini, Chinese Bridge, saya berharap melalui lomba pidato serta talent show ini, generasi muda menjadi jembatan persaudaraan antara Tiongkok dan Indonesia”. (noel/dit)

 

Baca berita
Talkshow ASPIRASI Meriahkan HUT Majalah Genta
April 24, 2019

Perayaan HUT ke-55 majalah Genta oleh Pers Mahasiswa (Persma) dimeriahkan dengan acara talkshow ‘ASPIRASI’, hari Rabu, 20 Maret 2019 di Auditorium Kampus Pusat UK Petra. Aspirasi, tajuk dari acara ini merupakan singkatan dari “Ajakan ‘tuk bersuara, berpikir, dan beraksi”. Sejurus dengan tema, Alvin Ramasurya Wony’s, selaku ketua kegiatan Aspirasi, menyampaikan pesan yang diharapkan tersampaikan melalui kegiatan ini, katanya “Saya berharap bahwa kegiatan ini dapat mengubah pola pikir pesertanya. Mereka tidak lagi menganggap bahwa politik jauh dari mereka, tapi mulai menyadari kalau mereka juga dekat dengan politik”.

Narasumber dalam talkshow yang dihadiri sekitar 400 orang hadirin menghadirkan Martin Anugrah, pendiri dari saluran youtube Cameo Project; serta Pangeran Siahaan, pendiri institusi media asumsi.co. Kedua narasumber ini bergerak di bidang yang relevan dengan kegiatan Persma, yaitu media dan jurnalistik. Martin dan Pangeran berbincang-bincang selama satu jam mengenai bagaimana situasi dan kondisi media saat ini dalam atmosfir tahun pemilu.

Martin menyampaikan bahwa simpang siur berita yang ada saat ini masih dalam batas kewajaran. Mengenai pembatasan media oleh pemerintah, ia mengatakan “media tidak mengalami censorship (penyensoran oleh pemerintah). Saat ini media cukup bebas”. Pangeran menimpalinya dengan pendapat yang searah. Ia mengatakan, “Indonesia mempunyai demokrasi yang terbaik di Asia Tenggara. Kita bisa membandingkan saat ini dengan jaman dulu di Indonesia. Dulu majalah Tempo dan Koran Detik diberedel. Sekarang kita tidak menemukan lagi berita seperti itu. Di Singapura, koran tidak diperbolehkan menulis tentang pemerintah. Censorship, di Singapura lebih parah dari Indonesia”.

Mengenai pemilu yang diadakan pada tanggal 17 April 2019, kedua narasumber menyampaikan hal yang juga senada, yaitu pemilu kali ini unik dan sangat tinggi tingkat kepentingannya. Menurut Martin, para pemilih pemula, perlu memahami bahwa suara yang mereka miliki sangat penting dan mempengaruhi masa depan Indonesia. Pangeran menyampaikan hal yang senada dengan memberikan perbandingan beberapa negara lain, katanya “Di India, penghitungan suara pemilu dilaksanakan dalam jangka waktu satu bulan. Sedangkan Amerika, pemilu langsung dan hasilnya bisa didapatkan dalam waktu satu hari, akan tetapi mereka memakai sistem electoral college, di mana pemilih hanya memilih dua partai besar di masing-masing negara bagian, lalu perwakilan mereka melakukan pemilihan presiden”. (noel/Aj)

Baca berita
Free Grace to Free Give, Paskah UK Petra 2019
April 23, 2019

Sebagai wujud ungkapan syukur atas kebangkitan Tuhan Yesus, segenap civitas akademika Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengikuti Ibadah Paskah pada Senin, 22 April 2019 di Auditorium Kampus Pusat UK Petra. “Selamat Paskah semuanya. Firman Tuhan yang dibagikan hari ini bukan suatu kebetulan. Tuhan menyediakan rencana yang indah buat kita semua.”, ungkap  Rektor UK Petra, Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M.Eng.

    Dilayani oleh hambanya Pdt. Martus Adinugraha Maleachi, Ph. D., tema yang dipilih yaitu “Free Grace to Free Give”. Mengutip Efesus 2:1-10, kita diingatkan untuk tidak menyia-nyiakan hidup kita. Kita telah mendapat anugerah yang Tuhan Yesus berikan kepada kita secara cuma-cuma dan dibayar sangat mahal yaitu dengan nyawa-Nya. Karena kita telah menerima anugerah, kita juga punya tanggung jawab di hadapan Tuhan. “Kita dibenarkan karena iman, tetapi iman yang membenarkan itu tidak pernah sendiri, tetapi kita juga harus melakukan apa yang menjadi kehendak Tuhan. Anugerah ini menuntut kita untuk sadar bahwa kita adalah orang-orang yang telah diperbaharui,” ungkap Rektor Seminari Alkitab Asia Tenggara ini.

    Sebelumnya, Pusat Kerohanian (Pusroh) UK Petra melaksanakan rangkaian kegiatan Paskah yaitu Matthew 25 Challenge yang dilaksanakan pada 25-31 Maret 2019. Peserta yang berpartisipasi ditantang untuk puasa makan mulai pukul 20.00-15.00 dan hanya minum air mineral. Peserta mendapatkan gelang penanda khusus dan celengan kecil, uang makan dan minum selama puasa dimasukan ke dalam celengan dan dikumpulkan saat ibadah Paskah. “Dana yang telah terkumpul akan didonasikan untuk membantu pembuatan Penampungan Air Hujan (PAH) di kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam proyek ini, kami bekerja sama dengan Wahana Visi Indonesia,” ujar Sepridel Hae Tada, S.S., M.Div., selaku Staf Pusroh UK Petra.

Melalui kesempatan ini pula, Rektor UK Petra, Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M.Eng. menyampaikan kampanye baru UK Petra untuk mengurangi pemakaian botol plastik serta penghijauan di wilayah UK Petra. Secara simbolis, Prof. Djwantoro menyerahkan tiga buah botol tumbler kepada masing-masing Wakil Rektor UK Petra dan juga tanaman dan biji-bijian kepada Kepala Unit Pelayanan dan Pemeliharaan Kampus (UPPK) UK Petra. (rut/Aj)

 

Baca berita
Wadahi Startup dan Investor Lewat Website
April 18, 2019

Eveline Cynthia Irawan, Felicia Listyani, dan Giovanni Gabriela Gunadi, mahasiswi Sistem Informasi Bisnis (SIB) Universitas Kristen Petra (UK Petra) berhasil meraih Juara Harapan I dalam Fit Competition kategori website. Fit Competition diselenggarakan pada 18-20 Maret 2019 oleh Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Salatiga.

Pada babak penyisihan, peserta diminta membuat proposal rancangan website. Tidak ada tema khusus pada kompetisi ini, hanya saja peserta diminta memecahkan masalah yang ada di masyarakat. Ketiga mahasiswi angkatan 2016 ini memilih bidang Ekonomi Bisnis dengan merancang sebuah website bernama Starvest yang mempertemukan startup dan investor. Topik ini dipilih, bermula dari ketertarikan pada startup, serta pengalaman teman mereka yang pernah memiliki startup. Saat ini, banyak startup baru yang bermunculan, namun banyak juga yang mundur dan tidak melanjutkan. “Mencari investor untuk sebuah startup tidaklah mudah, tidak sedikit pula investor yang sulit untuk percaya pada sebuah startup. Kami membuat website yang dapat menjadi wadah promosi para startup, investor juga dapat mencari tahu lebih lanjut sehingga dapat memilih startup yang sesuai,” ujar Giovanni.

“Website ini juga memungkinkan adanya interaksi dengan memberikan kritik dan saran untuk startup. Selain itu keunggulan dari website ini adalah menyediakan grafik like perhari, analisa investor, dan juga analisa project Startup,” ungkap Eveline.

Pada 19 Maret 2019, sebanyak 10 peserta terbaik hadir ke UKSW untuk mengikuti  babak final. Di babak final, peserta diberi waktu 12 jam untuk merealisasikan website yang telah mereka rancang. Pada 20 Maret 2019, mereka mempresentasikan website mereka dihadapan para juri. Walaupun mereka lelah dan kurang tidur, jerih payah mereka membuahkan hasil dengan menjadi peringkat keempat terbaik dalam kompetisi ini. “Melalui lomba ini, kami mendapatkan pengalaman dan ide, ini juga mengasah kemampuan dan pengetahuan kami. Selain itu kami juga dapat belajar banyak dari lawan.” urai Felicia. (rut/padi)

Baca berita
Kembali, UK Petra Menjadi Perguruan Tinggi Pengasuh tahun 2019
April 18, 2019

Puji Syukur, Universitas Kristen Petra (UK Petra) kembali menerima berita bahagia karena dipercaya oleh Kemenristekdikti Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) menjadi Perguruan Tinggi Pengasuh. “Tahun ini menjadi tahun ketiga bagi UK Petra menjadi Perguruan Tinggi Pengasuh. Hanya Perguruan Tinggi Terakreditasi A dan lolos seleksi dari Kemenristekdikti Direktorat Jenderal Belmawa yang mendapat kepercayaan melaksanakan Program Asuh 2019”, ungkap Dr. Dra. Gan Shu San, M.Sc., selaku Kepala Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UK Petra.

Legalitas ini tertuang berdasarkan Surat Keputusan No 74/B/HK/2019. Batch 1 di tahun 2019 ini ada proses seleksi yang harus dilewati oleh UK Petra. Hanya 20 Perguruan Tinggi se-Indonesia saja yang lolos seleksi, salah satunya UK Petra. Tahun ini (2019) UK Petra akan mengasuh empat Perguruan Tinggi yaitu Universitas Tribuana Kalabahi-Alor, Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Soe, Universitas Kristen Surakarta dan Universitas Wisnuwardhana Malang.

Banyak kegiatan yang telah disusun oleh UK Petra diantaranya pelatihan dan pendampingan khususnya Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME) secara intens pada Perguruan Tinggi yang diasuh. Dengan adanya kegiatan ini harapannya akan menumbuhkan budaya mutu di Perguruan Tinggi sekaligus meningkatkan akreditasi program studi. Dengan adanya program asuh ini maka percepatan peningkatan mutu melalui pembimbingan dan revitalisasi.

Dampak program ini sangat nyata dan membantu Perguruan Tinggi di Indonesia untuk berkembang menjadi lebih baik. “Berdasarkan data, tahun 2017 sebanyak 20% Program Studi yang diasuh akreditasinya meningkat dan 80% dalam proses reakreditasi sedangkan tahun 2018 Program Studi yang diasuh naik 11% akreditasinya dan 89% dalam proses reakreditasi.”, urai Masluhin Hajaz, Kasubdit Penguatan Mutu, Direktorat Penjaminan mutu, Belmawa saat memberikan sosialisasi beberapa waktu yang lalu. (Aj/padi)

Baca berita
Berita lainnya