Connect with us
  • b
  • a
  • x
A CARING AND GLOBAL UNIVERSITY
WITH COMMITMENT TO CHRISTIAN VALUES

Acara akan datang


AUPF 2018
November 06, 2018
IC-AMME 2018
September 26, 2018
IC-LBI 2018
September 26, 2018

Berita terakhir



Charaqua Vania Rawoadji, Mahasiswi dengan Segudang Prestasi
October 15, 2018

Meraih prestasi di usia muda merupakan cita-cita dari semua orang di dunia. Namun untuk merealisasikan hal itu, banyak hal yang harus dilewati dan dikorbankan. Apalagi usia muda adalah masa dimana kebanyakan anak muda habiskan untuk bersenang-senang. Berbeda dengan anak muda pada umumnya, Charaqua Vania Rawiadji, mahasiswi Universitas Kristen Petra Surabaya, ia berhasil untuk meraih berbagai prestasi di usia mudanya.

Mahasiswi yang sering dipanggil Caca ini, merupakan mahasiswi Program English for Creative Industry (ECI) Universitas Kristen Petra (UK Petra) angkatan 2018. Semenjak berkuliah di UK Petra, Caca telah mengikuti delapan perlombaan tingkat perkotaan hingga nasional. Salah satu lomba paling bergengsi yang pernah diikuti Caca adalah National University Debate Championship (NUDC) yang diselenggarakan oleh Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) wilayah VII April-Mei 2018 lalu. Caca diberi kesempatan untuk dapat memenangi kompetisi tersebut dan meraih juara pertama di tingkat regional universitas.

Gadis asal Bojonegoro ini mengawali perjalanan prestasinya sejak SMA. Berawal dari ekstrakurikuler English Debate, Caca diperkenalkan ke dalam dunia debat. Dunia debat memang terbilang sulit untuk dimasuki oleh pemula. Namun, dengan tekad dan rasa pantang menyerah, Cac akhirnya dapat beradaptasi dan malah jatuh cinta dengan dunia debat. “Debat memaksa saya untuk dapat melihat berbagai sisi dari sebuah fakta, dan mengajari saya untuk dapat lebih toleransi lagi.”

Selain berkompetisi dan mengkoleksi prestasi, Caca juga aktif dalam berbagai kepanitiaan dan organisasi di UK Petra. Tahun ini, Caca menjabat sebagai Ketua Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) English Debate UK Petra yang sekaligus menjadikannya anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UK Petra. Dengan segala kesibukannya, Caca tetap mampu memertahankan nilai perkuliahannya dengan baik, terbukti dengan Indeks Prestasi Kumulatifnya yang mencapai nilai sempurna 4.0. Yang terpenting adalah tidak suka menunda pekerjaan, itulah rahasia Caca dalam membagi waktu dan menyelesaikan segala tugasnya dengan tepat waktu.

Memenangi National University Debate Championship merupakan salah satu momen paling membanggakan Caca maupun kampus UK Petra. Segala jenis persiapan Caca lakukan demi mengikuti perlombaan bergengsi ini. Kampus pun turut membantu dalam hal administrasi dan transportasi Caca selama persiapan dan saat hari pelaksanaan kompetisi ini. Bercerita mengenai pengalamannya, pressure yang tinggi pun juga dialami Caca, namun ia tak gentar.  “Pokoknya jangan punya mentalitas mengasihani diri, harus terus fokus dan maju dan tetap berdoa.” ungkap mahasiswi kelahiran 27 September 1999 ini.

Untuk kedepannya, Caca ingin lebih fokus kuliah, BEM, UKM ED, dan Petra Little Theatre. Namun, tidak berarti bahwa Caca akan berhenti untuk berkompetisi dan meraih prestasi. Caca masih ingin terus mengikuti berbagai lomba yang ada, menjadi juri hingga menjadi seorang pelatih English Debate. Caca terus beraharap agar ia dapat membawa dampak dan terus menjadi inspirasi bagi orang-orang di sekitarnya. (luk/Aj)

 

Baca berita
Lokakarya Audit Mutu Internal (AMI) 2018, Pembelajaran Bersama untuk Meningkatkan Mutu
October 12, 2018

Selama dua hari, 10-11 Oktober 2018 UK Petra menyelenggarakan proses terakhir Program Asuh Perguruan Tinggi Unggul dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Kegiatan ini bernama Lokakarya Audit Mutu Internal (AMI) di ruang Sriwijaya Hotel Sheraton, Surabaya. “UK Petra juga mendapatkan pembelajaran dari kegiatan bersama ini. Kami senang bermitra dengan tiga universitas yang ada dan berharap akan ada kegiatan bersama diluar program hibah ini”, ungkap Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M.Eng. selaku rektor UK Petra,Surabaya.

Tahun ini (2018), UK Petra mengasuh Universitas Pesantren Darul Ulum (Unipdu), Jombang; Universitas Kristen Wira Wacana (Unkriswina), Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur; serta Institut Teknologi Del (IT Del), Toba Samosir, Sumatra Utara. Dalam sambutannya, Rektor Unipdu, Prof. Dr. Kiai H. Ahmad Zahro, MA., menyampaikan harapannya yaitu prospek peningkatan status akreditasi institusinya, katanya “Kami berharap agar tidak lama lagi mendapatkan Akreditasi A, karena saat ini sudah ada gurunya. Kami juga berharap kerjasama yang sudah ada akan tetap terjalin”.

Kegiatan lokakarya sebagai penutup program asuh ini dihadiri 24 peserta, 8 orang dari masing-masing PT Asuh. Mereka disambut oleh Rektor UK Petra, Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M.Eng.; Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum & Keuangan, Agus Arianto Toly, S.E.,Ak.,M.S.A.; serta Kepala Lembaga Penjaminan Mutu, Dr. Gan Shu San, M.Sc. beserta jajarannya.

Lokakarya dimulai dengan paparan “SPMI dan Pengertian AMI” serta “Perencanaan dan Pelaksanaan AMI” yang difasilitasi oleh Wakil Rektor Bidang Akademik UK Petra, Dr. Jenny Mochtar, MA dan Ir. Emmy Hosea, M.Eng.Sc., dari Lembaga Penjaminan Mutu UK Petra. Dalam memahami hubungan antara SPMI dan AMI, perlu diingat bahwa tujuan suatu audit dilaksanakan adalah 1) Memastikan sistem manajemen memenuhi standar/regulasi; 2) Memastikan implementasi sistem manajemen sesuai dengan sasaran/tujuan; 3) Mengidentifikasi peluang perbaikan sistem manajemen mutu; dan 4) Mengevaluasi efektivitas penerapan sistem manajemen mutu. Kondisi SPMI bisa terlihat dari kegiatan AMI yang baik. Begitu juga dengan adanya audit yang baik, SPMI bisa lebih lanjut lagi dikembangkan secara berkesinambungan. Siklus pengembangan ini dikenal dengan PPEPP, yang merupakan singkatan dari: Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, serta Peningkatan.

Selain mendapatkan pemaparan materi tersebut, para peserta mendapatkan pelatihan dalam bentuk simulasi. Simulasi yang diadakan adalah simulasi: Audit Sistem (Desk Evaluation); Audit Kepatuhan (Site Visit); Permintaan Tindakan Koreksi; serta Laporan Audit Internal. Para peserta dibagi menjadi 6 kelompok dengan 4 anggota. Satu anggota berperan sebagai auditee (pihak yang diaudit), 3 anggota lainnya yang berasal dari PT berbeda dari auditee berperan sebagai auditor (pihak yang mengaudit). Untuk memberikan efek yang aktual dan faktual, maka data sistem penjaminan mutu yang dipakai simulasi adalah benar-benar data yang ada di PT auditee. Selain itu, para auditee diberikan tugas untuk merespon para auditor dengan sikap yang tidak kooperatif. Dr. Merry Meryam Martgrita, Dekan Fakultas Bioteknologi IT Del, mendapatkan peran sebagai auditee. Merry menyampaikan pengalamannya, “Dengan pelatihan ini, kami jadi tahu cara yang benar dalam melakukan SPMI dan AMI yang memang diwajibkan oleh Kemenristekdikti”. (noel/Aj)

Baca berita
Aspiring to Expand Your Network? AUPF 2018 is the Answer!
October 12, 2018

Originating from the collaboration among several higher education institutions in Asia, the Asian University Presidents Forum (AUPF) was officially founded in 2002. Since then, AUPF members have routinely met every year, with the opportunity to host the meeting rotated among participating universities. In 2018, the 17th AUPF meeting will take place in Indonesia, particularly at Petra Christian University (PCU), in Surabaya. In the previous year, the 16th AUPF meeting was held in the Philippines Normal University, the Philippines. The 17th meeting this year will highlight the theme of “Disruption at the Cross Roads: Innovative Engagement and Future Challenges for Higher Education.”

Joining AUPF has brought numerous benefits for its participants, one of them being the opportunity to build a network with higher education institutions across Asia. This is of course in line with AUPF’s mission, which is to “increase communication, exchange information, share experience, and seek common development.” In the 17th AUPF Meeting at PCU, the cooperation among members will be formalized with the signing of Memorandum of Understanding (MoU), which is scheduled on the last day of the meeting. Participating institutions will have a vast opportunity to cooperate with other institutions, such as through co-organizing conferences, student exchange programs, faculty research programs, summer programs, and many more.

To facilitate this, the AUPF Committee will share the list of participating institutions with all participants who attend the meeting so that they can start exploring the possibilities for establishing cooperation with the other institutions. For PCU, joining AUPF has brought significant impact, particularly in terms of international cooperation. “AUPF members include many universities which means a bigger network. Networking and cooperating with international universities become easier for us because we have known each other as AUPF members,” Monika Kristanti, S.E., M.A., the Head of the Bureau for Cooperation and Institutional Development, said.

PCU has been an AUPF member since 2012, and since then it has worked together with numerous international institutions. Some of PCU’s major programs are the outcome of its collaboration with other AUPF members. Asian Summer Program (ASP), for example, is a collaborative effort between PCU and four other universities, namely Dongseo University, Korea, Bangkok University, Thailand, Josai University, Japan, and Universiti Malaysia Perlis, Malaysia. Today, ASP has also included other AUPF members. “This is a positive thing for PCU, since PCU students who join the ASP program have more opportunities to meet and interact with students from many different countries,” Meilinda, S.S., M.A., AUPF 2018’s Steering Committee, mentioned. 

This year, PCU initiated the publication of Asian Higher Education Chronicles, AUPF’s first publication. This bulletin will feature ideas from the Rectors or Presidents of higher education institutions from all over Asia to develop the higher education field in Asia. “As the host for the 17th AUPF meeting, PCU also becomes the member of AUPF Standing Committee, and this will enable PCU to contribute strategic thoughts and ideas for AUPF in its effort to develop higher education institutions in Asia,” Meilinda, S.S., M.A., said.

Moving forward, AUPF members can work together to seek international funding and grants for development purposes. At the moment, there are many international grants which make consortium as one of their requirements. Therefore, AUPF is definitely the right place for higher education institutions in Asia to start seeking partners to work together for the betterment of education in Asia.

Baca berita
Pelatihan ISO 28000: Standarisasi Internasional untuk Menghadapi Perubahan
October 03, 2018

Globalisasi adalah era keterbukaan yang menyebabkan akses interaksi pelaku industri dan bisnis melintasi berbagai batasan. Proses ini terus terjadi di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Dalam atmosfir ini, kesempatan dan tantangan muncul secara bersamaan dihadapan pelaku industri. Kesempatan muncul dalam terbukanya pasar baru dan peluang kerjasama baru karena terbukanya akses antar negara. Tantangan hadir juga dalam hadirnya pelaku industri dari berbagai negara lain yang hendak ikut bermain di pasar yang sebelumnya tidak terbuka untuk mereka.

Contoh nyata yang terjadi di Indonesia adalah datangnya merk dagang besar sekaligus peritel perabot rumah tangga internasional dari Swedia. Brand internasional ini selain menjadi kompetitor bagi peritel dalam negeri juga memberikan kesempatan bisnis baru bagi produsen mebel untuk menjadi pemasok. Untuk mempertahankan pasar yang sudah ada dan memanfaatkan kesempatan besar ini industri mebel perlu mengkomunikasikan jaminan atas standar tinggi yang dimilikinya. Hal ini bisa didapatkan melalui sertifikasi standar yang diakui secara internasional. Untuk memberikan pemahaman atas standarisasi internasional ini, Program Studi (Prodi) Teknik Industri Universitas Kristen (UK) Petra bidang Process Development menyelenggarakan seminar dengan tajuk “Security Supply Chain Management, ISO 28000 Awareness and Documentation” pada tanggal 29-30 Agustus 2018 di ruang Konferensi 3 gedung Radius Prawiro lantai 10. Drs. Jani Rahardjo, Ph.D., dosen pengajar di Prodi Teknik Industri menyampaikan urgensi standarisasi ISO yang belum merata dimiliki industri, katanya “Di dunia yang serba berubah harus dihadapi dengan perubahan”.

Seminar yang dihadiri 18 pelaku industri ini menghadirkan Antonius Widiarso, ST., Freelance Auditor dari Sucofindo serta Konsultan Penerapan ISO 28000. Antonius membuka sesi pertama dengan memperkenalkan tentang ISO yaitu sertifikasi standarisasi internasional yang diterbitkan oleh International Organization for Standardization. ISO ini sendiri bukanlah singkatan dari organisasi yang menerbitkannya, melainkan penyerapan kata ‘isos’ dari bahasa Yunani yang artinya adalah ‘sama’. Ada berbagai macam standarisasi ISO, fokus di seminar kali ini adalah ISO 28000: 2007 Spesifikasi untuk Sistem Manajemen Keamanan pada Rantai Pasokan. Menurut Antonius, batasan lingkup yang jelas dapat membantu memahami konsep yang ada dalam ISO. Pengertian dari Manajemen Keamanan di lingkup ini adalah kegiatan sistematis dan terkoordinasi dan praktek-praktek di mana organisasi mengelola risiko, potensi ancaman, serta dampak-dampaknya secara optimal. Dengan batasan itu, maka ISO 28000 sebagai standarisasi Manajemen Keamanan pada Rantai Pasok bisa diidentifikasi manfaatnya dan langkah-langkah implementasinya. Terkait dengan manajemen keamanan ini, Antonius menyampaikan mentalitas yang perlu dikembangkan, yaitu risk based thinking, katanya “Idealnya adalah organisasi, industri, atau jasa konsultan menyadari risk based thinking dan berpatokan pada itu dalam manajemen risiko”. Hasil dari sesi di hari pertama seminar ini adalah peserta memahami klausul-klausul yang ada di ISO 28000.

Di hari kedua, sesi seminar berkisar pada pelatihan pembuatan dokumen untuk ISO 28000. Hadir sebagai fasilitator di sesi ini dua dosen pengajar di Prodi Teknik Industri UK Petra, yaitu Jani serta Dr. Drs. I Nyoman Sutapa, M.Sc.Nat. Sesi hari kedua ini secara khusus memberikan pada para peserta pelatihan mengidentifikasi risiko-risiko yang dapat terjadi di proses rantai pasok. Alat bantu yang dapat dipakai untuk meningkatkan kesadaran dalam identifikasi risiko dengan adalah peta manajemen risiko. (noel/padi)

Baca berita
Sharing Knowledge in Facing the Era of Disruption in the Meeting for Asian University Presidents
September 27, 2018

Today, we are currently facing the era of “Disruption.” In line with this development, the 2018 Asian University Presidents Forum (AUPF) which will be held on 6-8 November 2018 chooses to highlight the phenomenon of “Disruption” in its main theme. “Leaders in education need to identify the potentials of disruptive technologies for their benefit in order to avert the disruptive powers of these technologies,” the Rector of Petra Christian University, Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M.Eng., emphasized.

 

Petra Christian University (PCU) will host the forum that brings together the leaders of higher education institutions from all over Asia. This forum will be attended by approximately 200 delegations consisting of university presidents and accompanying officials from more than 100 higher education institutions in Asia. With the theme “Disruption at the Cross Roads: Innovative Engagement and Future Challenges for Higher Education,” Petra Christian University has prepared a series of events during the forum that are not only interesting, but will also generate thoughtful and fruitful discussions as well as networking opportunities for the participants.  

 

In fact, the 2018 AUPF meeting also receives full support from the Government of Surabaya for the City Tour and Welcome Dinner. The Mayor of Surabaya, Dr. (H.C) Ir. Tri Rismaharini, M.T. herself, has sponsored the city tour, allowing participants to visit some important and historical venues in Surabaya, some of which are not usually open for public. Among others, some of the locations that will be visited are the Jalesveva Jayamahe Monument, which is 30.6 meters tall and is located at the end of the pier facing towards the Island of Madura. Not only that, participants will also visit the Harmoni Keputih Park, which was once the site for Surabaya’s biggest landfills, and has now become one of the greenest and the most beautiful parks in Surabaya.

 

Participants will also be able to visit Koridor Co-Working Space which was created by the government of Surabaya as a part of their commitment to create conducive environment that allows creators, innovators, and local entrepreneurs to take part in the global market place. Afterwards, the participants will also have a sneak peek of the Command Center 112, which is a special emergency call center serving Surabaya citizens much like the 911 service in the United States. In the evening, the Mayor of Surabaya, Dr. (H.C) Ir. Tri Rismaharini, M.T., will host the guests in a welcome dinner sponsored by the Government of Surabaya.

 

While the rest of the participants are joining the city tour, members of the AUPF Standing Committee will meet in the Standing Committee Meeting. They will join the rest of the participants for the Welcome Dinner.

 

The 2018 AUPF Meeting will be held in two locations, namely Petra Christian University campus and Sheraton Surabaya Hotel and Towers. The Opening Ceremony, Plenary Session, Talk Show, and the Parallel Sessions will take place at Petra Christian University campus. Afterwards, the Gala Dinner and Token Exchange, MoU Signing, and Closing & Hand-Over Ceremony will be at Sheraton Surabaya Hotel and Towers.

 

During the session at Petra Christian University campus, participants will be able to get insights from five prominent speakers who will each address different aspects of the forum’s theme. The keynote speech will be delivered by Prof. Ainun Na’im, Ph.D., The Secretary General of the Ministry of Research, Technology and Higher Education of Indonesia.

 

Following the keynote session, four distinguished international speakers will present in the Talk Show session, namely Prof. Dr. Jekuk Chang, the President of Dongseo University, South Korea, Brig. Jen. Datuk Prof. Emeritus Dr. Kamarudin bin Hussin, the Board of Directors Chairman from Universiti Sultan Zainal Abidin, Malaysia, Prof. Dr. (H.C.). Ir. Rolly Intan, M.A.Sc., Dr. Eng., the Rector of Petra Christian University in 2009–2017, Indonesia, and Prof. Dr. hab. C. Eng. Janusz Szpytko - AGH University of Science and Technology, Krakow, Poland.

 

Furthermore, during the parallel sessions, there will be three separate sessions featuring the accepted papers which will discuss each of the subthemes of the forum, namely “Navigating online courses at the age of disruptions,” “Disruptive innovations: Shifting the way of learning,” and “Disruption, globalization, and the changing context of education.”

 

After sharing thoughts and ideas during the day, participants are then invited to attend the Gala Dinner which will be held in Sheraton Surabaya Hotel and Towers, which will be an excellent opportunity to network with other higher education institutions all over Asia. There will also be an opportunity to exchange tokens formally with partner universities. On the last day of the forum, participants will have an opportunity to formalize partnerships and cooperation with partner institutions during the MoU signing ceremony.

 

Finally, at the end of the whole event, Petra Christian University also offers an optional tour package for guests who are interested in exploring one of East Java’s most famous tourist destinations, Mount Bromo, which is scheduled on 8-9 November 2018. For more information, please visit our website, aupf2018.petra.ac.id

Baca berita
57 Tahun UK Petra Berkarya Bagi Bangsa
September 27, 2018

Rapat Terbuka Senat Universitas Kristen Petra dan Kebaktian Ucapan Syukur dalam rangka Dies Natalis ke-57 bersama sivitas akademika diadakan di Auditorium UK Petra kampus Timur pada 24 September 2018. Dalam sambutannya, Rektor UK Petra Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M.Eng. menyatakan bahwa “walaupun penuh warna dan dihadapkan pada berbagai tantangan, baik internal maupun eksternal, kita dapat menjalani Tahun Akademik 2017/2018 dengan amat baik. Semuanya itu bisa terjadi hanya karena perkenan, pimpinan, pemeliharaan, kemurahan dan berkat dari Allah Tritunggal.”

Segenap keluarga besar UK Petra, Pembina, Pengawas dan Pengurus Yayasan Perguruan Tinggi Kristen (YPTK) Petra, serta para wakil gereja pendukung turut hadir. Mengutip Roma 8:28, Pdt. Andreas Catur Wismantono, M.Min. menyampaikan bahwa UK Petra bisa sampai saat ini, adalah karena Kasih Karunia Tuhan Yesus. Allah turut bekerja sama di dalam segala hal, termasuk dalam perjalanan UK Petra selama ini. Ada rencana Tuhan yang telah Tuhan sediakan dalam segala hal dan kita semua disiapkan untuk penggenapan rencana Allah. “Bukan karena kebetulan Tuhan tempatkan rekan-rekan yang ada di UK Petra, tetapi Tuhan ingin membentuk setiap pribadi untuk kemuliaan nama-Nya,” ujar Pdt. Andreas Catur Wismantono, M.Min.

Melalui kegiatan ini, Rektor UK Petra juga berkesempatan menyampaikan Laporan Rektor tahun 2017-2018 di hadapan seluruh hadirin. Sesuai dengan visinya “to be a caring and global university with commitment to Christian values”, memasuki usia ke-57 UK Petra terus menggalakkan berbagai program dan kegiatan internasional dalam rangka mempersiapkan para lulusan untuk mampu berperan aktif dalam dunia global. Dalam tahun akademik 2017/2018 telah diselenggarakan beberapa program internasional non-degree yang bersifat short term, antara lain COP (Community Outreach Program), Indonesian Spectrum, Petra Summer Program, International Community Service Program, Work Camp, dan International Day 2018. Dengan semakin banyaknya program internasional di UK Petra, semakin terbuka peluang untuk menarik minat mahasiswa asing datang ke UK Petra, sehingga membuka kesempatan terjadinya internasionalisasi secara inbound di dalam kampus.

Selain itu banyak prestasi-prestasi yang telah dicapai UK Petra selama tahun akademik 2017/2018, diantaranya adalah di tahun 2018 ini, kembali UK Petra mendapatkan kepercayaan dari Kemenristekdikti untuk menjadi Perguruan Tinggi Asuh (PT Asuh) bagi 3 perguruan tinggi lain. Acara juga dimeriahkan dengan penyerahan beasiswa, penghargaan mahasiswa berprestasi, pegawai berprestasi, penghargaan Petra Kencana Karya dan penghargaan Petra Kencana Bhakti. Penghargaan Petra Kencana Karya diberikan kepada dosen dan pegawai UK Petra yang telah mengabdi selama 20 tahun, sedangkan penghargaan Petra Kencana Bhakti diberikan kepada dosen dan pegawai UK Petra yang telah mengabdi selama 30 tahun.

Pada semester gasal tahun ajaran 2018-2019 ini, beasiswa diberikan kepada 346 mahasiswa, dengan jumlah total Rp 3.037.165.000. Di sepanjang tahun 2017-2018 juga telah terukir 80 prestasi ekstrakulikuler yang diraih oleh 134 mahasiswa UK Petra, 15 prestasi tingkat regional, 50 prestasi tingkat nasional, dan 15 prestasi tingkat internasional. Pada kesempatan ini pula, UK Petra memberikan penghargaan kepada empat dosen dan tenaga kependidikan yang berprestasi di tingkat Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII.

UK Petra juga memberi penghargaan bagi program studi yang memiliki kinerja terbanyak dalam internasionalisasi, diantaranya adalah Program Studi Sastra Inggris dengan jumlah kegiatan internasionalisasi terbanyak, Program Studi International Business Management (IBM) dengan mahasiswa outbound terbanyak, serta Program Studi Desain Interior dengan mahasiswa inbound terbanyak.

Selanjutnya penghargaan diberikan kepada para dosen, program studi, dan fakultas yang memiliki kinerja penelitian dan pengabdian masyarakat terbaik tahun 2018. Dosen dengan kinerja terbaik diraih oleh Antoni, S.T., M.Eng., Ph.D., dari Program Studi Teknik Sipil. Dosen sebagai peneliti pemula terbaik diraih oleh Yopi Yusuf Tanoto, S.T., M.T. dari Program Studi Teknik Mesin. Dosen dengan kinerja pengabdian kepada masyarakat terbaik diraih oleh Lily Puspa Dewi, S.T., M.Kom. dari Program Studi Teknik Informatika. Sedangkan program studi dengan kinerja penelitian dan pengabdian kepada masyarakat terbaik diraih oleh Program Studi Teknik Sipil. Fakultas dengan kinerja penelitian dan pengabdian kepada masyarakat terbaik diraih oleh Fakultas Teknologi Industri.

"Dalam kesempatan amat baik ini, saya mengajak kita semua mengingat kebaikan dan berkat Tuhan yang luar biasa untuk UK Petra dan untuk kita semua, sejak UK Petra didirikan tanggal 22 September 1961 hingga saat ini. Hanya berkat dan kemurahanNya yang mengijinkan UK Petra berkembang menjadi sebagaimana adanya sekarang ini. Ehen-haezer, sampai di sini Tuhan sudah menolong kita," tutup Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M.Eng.  (rut/Aj)

Baca berita
Berita lainnya