A CARING AND GLOBAL UNIVERSITY WITH COMMITMENT TO CHRISTIAN VALUES

Berita

Penerimaan Mahasiswa Baru 2018 / 2019
December 07, 2017

Berikut adalah informasi untuk penerimaan mahasiswa baru periode 2018 / 2019. Info lebih lanjut dapat klik di http://pmk-online.petra.ac.id

Perkenalkan IPTEK dengan Menonton Film dan Eksperimen
November 16, 2017

Untuk kelima kalinya, Goethe Institut kembali menggandeng Perpustakaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dalam penyelenggaraan Science Film Festival (SFF) 2017. SFF 2017 merupakan kegiatan rutin yang bertujuan mengenalkan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan cara yang menarik dan menyenangkan. Kegiatan yang diikuti oleh para siswa Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) disekitar UK Petra diselenggarakan pada tanggal 8-10 November 2017 di auditorium UK Petra. Kegiatan ini mengangkat tema “Anthropocene” dimana saat ini jejak manusia begitu mendalam dan luas sehingga ilmuwan dan pembuat kebijakan kini mempertimbangkan bahwa segala perubahan yang disebabkan oleh manusia memang mempengaruhi  data geologis dalam jangka panjang dan memasuki jaman geologi baru yaitu Anthropocene. Para siswa diajak untuk belajar dengan cara yang menyenangkan melalui topik-topik seperti: urbanisasi, mobilitas, alam, pangan dan interaksi manusia dengan mesin,SFF menjelajahi kehidupan manusia di masa lalu, masa kini dan masa depan. Rangkaian acara SFF 2017 meliputi pemutaran fim, demo eksperimen, talkshow oleh mahasiswa UK Petra, workshop, dan juga lomba membuat poster.

Hari pertama diikuti oleh siswa-siswa dari berbagai SMA, acara dimulai pukul 09.00 dan dibuka oleh Barbara Stoklossa, selaku Kepala Bahasa Wisma Jerman. Dalam sambutannya, beliau menyatakan bahwa Jerman adalah salah satu negara penemu-penemu dunia, oleh sebab itu Jerman sangat peduli terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi. “Program ini merupakan program dari Goethe Institute, selain ingin memperkenalkan ilmu pengetahuan dengan cara yang menyenangkan, kami juga bisa memperkenalkan budaya kami,” ungkap Barbara Stoklossa.

Film pertama yang ditonton berjudul Checker Tobi – The Climate Check, film ini bercerita tentang iklim dan hal-hal yang mempengaruhi perubahan iklim, pemanasan global dan juga menanam pohon sebagai salah satu solusi mengurangi pemanasan global. Setelah menonton film, dua peserta diberi kesempatan untuk melakukan eksperimen tentang kaleng aksial yang relevan dengan rotasi bumi. Film kedua berjudul Checker Can – The Transportation Check, film ini bercerita tentang jenis-jenis alat traspostasi seperti keledai, truk dan juga pesawat beluga. Segera setelah film usai, peserta melakukan eksperimen yaitu transporter kaleng. Selanjutnya, peserta mendengarkan talkshow tentang energi terbarukan oleh Vincent Prasetyo, mahasiswa Program Studi Teknik Mesin angkatan 2015. Acara dilanjutkan dengan diadakannya lomba infografis yaitu pembuatan poster tentang energi terbarukan.

Pada hari kedua, peserta yang merupakan murid-murid SD diajak menonton film berjudul Paper from Elephant Dung. Film ini menunjukkan proses pembuatan kertas dari kotoran gajah yang terbilang cukup sederhana. Eksperimen yang dilakukan masih berkaitan dengan kertas yaitu kekuatan lipatan kertas dan jembatan kertas. Melalui eksperimen ini, peserta mengetahui bahwa semakin kecil lipatan kertas maka akan kertas akan semakin kaku dan kuat. Film kedua berjudul Not Just a Touch yang menceritakan tentang bagaimana tahapan otak menerima stimulus dari suatu sentuhan. Eksperimen yang dilakukan adalah magnet menarik kertas dan hanya satu sentuhan.

Di hari ketiga, peserta terdiri dari siswa SD dan SMP menonton film berjudul Neuro what? yang menceritakan tentang sistem kerja otak manusia. Setelah itu, dilanjutkan dengan eksperimen disentuh meletus, peserta mengolesi balon dengan berbagai macam bahan seperti garam, kain dan meletus saat di oles dengan minyak kayu putih. Film kedua berjudul Full Proof – Salt, yang menceritakan tentang manfaat garam dan mengapa air asin tidak boleh dikonsumsi. Setelah melakukan eksperimen tentang konteiner cairan dwiwarna, peserta SMP diberikan presentasi tentang energi terbarukan. Kemudian dilanjutkan dengan lomba infografis pembuatan poster tentang energi terbarukan. (rut/padi)

Ajak Hargai Bangunan Bersejarah Lewat Urban Sketch Fair
November 15, 2017

Himpunan Mahasiswa Arsitektur (Himaartra) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan Workshop Urban Sketch Fair (USF) pada 11 November 2017. Workshop bertemakan Historical Architecture ini mengajak peserta untuk mensketsa bangunan-bangunan lama yang memiliki nilai-nilai sejarah penting yang merupakan warisan dan dilindungi oleh negara. Tidak hanya sekedar menggambar sebuah bangunan tetapi peserta juga merasakan kembali nilai-nilai historis yang terkandung dalam bangunan tersebut dan menghargainya. Tujuan dari workshop ini adalah memberikan wadah bagi peserta untuk dapat meningkatkan skill mensketsa dan juga mengapresiasi minat bakat menggambar. Workshop yang diikuti oleh 57 peserta ini diadakan di gedung P710 UK Petra untuk sesi pembicara dan dilanjutkan di Perpustakaan Bank Indonesia untuk praktik mensketsa.

Wahyu Sigit Crueng yang merupakan pemilik Uniqkudesign dan juga seorang professional urban sketcher menjadi pembicara dalam workshop USF ini. Setelah enam tahun berkecimpung dalam dunia urban sketch, Wahyu membagikan pengalaman dan menyampaikan materi mengenai teknik mensketsa yang baik serta media apa saja yang dapat digunakan. Bagi pemula, menurut Wahyu ada tiga hal yang wajib dipersiapkan yaitu sketch book, drawing pen, dan juga properti water color. Wahyu menjelaskan teknik menggambar urban sketch tidak jauh berbeda dengan fotografi. Ada tiga hal yang perlu diperhatikan dalam menggambar urban sketch, yang pertama adalah sudut pandang. Sama halnya dengan fotografi, seorang urban sketcher menangkap sebuah objek yang menarik, mencari angle yang bagus kemudian mengimplementasikannya dalam bentuk gambar. Yang kedua adalah teknik pewarnaan yaitu tebal tipis warna seperti gelap terang pada fotografi. Yang ketiga adalah finishing atau penyempurnaan sketsa yang di gambar. “Tips dari saya untuk teman-teman mahasiswa dan pemula adalah harus berani mencoba, jika ragu bisa mencari inspirasi dari gambar-gambar lain, siapapun bisa memulai urban sketch,”  ungkap Wahyu Sigit Crueng.

Setelah mendengarkan materi dari pembicara, peserta berpindah ke gedung perpustakaan Bank Indonesia untuk mengaplikasikan materi yang telah didapat. Peserta dibebaskan memilih angle pengambilan gambar dan diberi waktu 60 menit untuk menggambar. Setelah menggambar, pembicara mengulas beberapa karya dari peserta. Beberapa peserta mengaku tertarik dan ingin tahu lebih lanjut mengenai urban sketching. “Saya tertarik mengikuti kegiatan ini karena saya ingin tahu tentang urban sketch dan kebetulan dalam kegiatan ini saya bisa langsung belajar dari ahlinya,” jelas Eugenie Averelia, seorang mahasiswa arsitektur dan salah satu peserta workshop USF ini. (rut/dit)

Megabuild Surabaya 2017
November 13, 2017

Event Megabuilld Surabaya adalah event eksibisi tahunan yang mempertemukan segenap pelaku industri pembangunan dan merupakan acara utama bagi arsitektur di kawasan Indonesia bagian timur, pelaku desain interior dan industri pembangunan untuk bersama berkumpul, berbagi dan mengalami tren desain terbaru, solusi, bahan, sistem, dan teknologi. Dalam rangkaian acara Megabuild Surabaya 2017 yang dilaksanakan pada tanggal 26 sampai dengan 29 Oktober 2017 di Grandcity Hall Surabaya ini, Program Studi Arsitektur UK Petra mendapatkan tempat untuk menunjukkan karya mahasiswa, proyek alumni dan ruang berbagi pemikiran unggul dosen pengajar.

Booth UK Petra di ruang expo menampilkan sejumlah karya mahasiswa dari tahun pertama perkuliahan sampai dengan tugas akhir di penghujung perkuliahan. Karya-karya ini adalah hasil dari perkuliahan Merancang 2 dimana para mahasiswa tahun pertama ditugaskan merancang bangunan tunggal dengan fungsi sederhana; perkuliahan Merancang 4 dimana tugas mahasiswa tahun kedua adalah melakukan perancangan bangunan di tanah yang berkontur; Merancang 6 bagi mahasiswa tahun ketiga menugaskan mereka merancang bangunan simbolik; dan Tugas Akhir mahasiswa adalah rancangan bebas yang berdasarkan identifikasi masalah dan solusi yang mereka dapatkan secara mandiri.

Di hari pertama event, pada tanggal 26 Oktober2017, diselenggarakan sesi Seminar “Eksplorasi Bentuk dengan Folding Architecture” yang diampu oleh Christine Wonoseputro, S.T., MASD. Dalam sesi ini, dipaparkan metode mengajar arsitektur yang memakai media kertas lipat yang digunakan dalam mata kuliah Perancangan 1 di Program Studi Arsitektur UK Petra. Seni melipat kertas yang sering dikenal dengan istilah origami bisa melengkapi teknik eksplorasi bentuk nirmana yang sudah umum dipakai. Mahasiswa saat melakukan eksplorasi bentuk dengan teknik nirmana cenderung menghasilkan bentuk-bentuk yang rigid, hal ini bisa diimbangi dengan Folding Architecture yang menghasilkan bentuk yang lebih luwes. Dalam sesi ini juga ditampilkan folding architecture karya mahasiswa pilihan yang kemudian dipilih karya-karya terbaiknya.

Pada tangal 29 Oktober 2017 di hari terakhir event, Arsitektur UK Petra kembali mendapatkan ruang berbagi. Sebagai penutup acara diadakan talkshow dan diskusi bertajuk “How to be A Good Architect”. Acara puncak ini dimulai dengan sesi talkshow Alumni Recent Project yang menampilkan proyek-proyek terkini para alumni Petra di bidang arsitektur. Para alumni ini adalah Clifford Sutedjo (angkatan 2008) pendiri Spasi Architects; Franciscus Raymond (angkatan 2009) dari Studio Anti-Architecture; dan Pandya Praditya (angkatan 2009) dari Studiopapa.id. Clifford membagikan pengalamannya merancang rumah tinggal unik yang di dalam ruang keluarganya terdapat satu pohon Kembang Jepun (Frangipani). Menurutnya, proses yang paling banyak dilakukan arsitek adalah menjadi konsultan bagi kliennya. Dengan konsultasi ini, maka dia dapat lebih memahami permasalahan dan kebutuhan klien. Katanya, “Kita lebih memilih berlama-lama untuk mencari inti permasalahan, daripada lama waktu membuat sebuah produk. Seusai talkshow, acara dilanjutkan dengan diskusi Sesi 1 “Praktik Industri Arsitektur” dengan narasumber Jimmy Priatman, M.Arch., IAI., AA. Dalam sesi ini Jimmy berbagi pengalaman mengembangkan profesi arsitek; dan mendiskusikan ilmu yang perlu diserap dalam praktik industri arsitektur, terutama pada skala nasional. Sesi selanjutnya bertajuk Edukasi Arsitektur dengan narasumber Timoticin Kwanda Ph.D., Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) UK Petra. Timoticin mempresentasikan prestasi FTSP UKP 5 tahun terakhir dan program-program 5 tahun ke depan, terutama terkait dengan pemenuhan kompetensi keahlian arsitek skala nasional sampai dengan internasional. Sesi selanjutnya bertajuk “Pengembangan Profesi Arsitek“, dengan narasumber Aloysius Erwin ST., IAI. Dalam sesi ini Aloysius memberikan sharing kegiatan-kegiatan pengembangan profesi arsitek di asosiasi atau komunitas dan sharing tips pengembangan diri calon arsitek dengan melihat peta jejaring praktik arsitek skala lokal-regional. (noel/padi)

Inovasi Beton dengan Limbah Marmer Jawara Nasional
November 12, 2017

Tiga mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Universitas Kristen Petra (UK Petra) raih juara pertama dalam Lomba Inovasi Beton Civil Week 2017. Lomba Inovasi Beton ini dilaksanakan pada tanggal 1-4 November 2017 di Fakultas Teknik Sipil Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta. Lomba yang diikuti oleh mahasiswa dari 23 Universitas di Indonesia ini menantang para pesertanya untuk membuat beton Self Compacting Concrete (SCC) yang bernilai ekonomis, ramah lingkungan, serta tidak mengabaikan aspek atau nilai sosial yang menekankan terobosan baru dalam pemilihan material untuk peningkatan kualitas SCC. Stella Patricia Angdiarto, Favian Sebastiano, dan Gho Danny Wahyudi yang tergabung dalam “Tim Selanjutnya” berhasil mengalahkan 38 kelompok lainnya, termasuk tuan rumah yaitu Universitas Sebelas Maret, Surakarta.

Inovasi yang dipilih oleh Stella dan kawan-kawan adalah menggantikan pasir dengan limbah marmer. Limbah marmer memiliki tekstur serbuk halus yang mirip dengan semen, sehingga limbah marmer bisa mensubstitusi pasir hingga 30%. Manfaat dari penggunaan limbah marmer ini adalah tidak mengeruk atau menggunakan Sumber Daya Alam (SDA) akan tetapi memanfaatkan limbah dari pemotongan marmer yang banyak sekali jumlahnya. Selain itu, beton yang dihasilkan semakin padat karena sifat dari limbah marmer yang halus sehingga mampu mengisi rongga-rongga. “Kami terinspirasi dari kakak kelas yang mempresentasikan tentang keuntungan dari material limbah marmer, akhirnya kami melakukan studi literatur mengenai limbah marmer kemudian mulai melakukan percobaan untuk menemukan kadar yang pas dan optimum,” ungkap Stella Patricia Angdiarto.

Untuk babak penyisihan, tiap kelompok diminta mengumpulkan proposal lomba dan video pembuatan beton pada tanggal 25 September 2017. Pada babak penyisihan, tim selanjutnya berhasil membuat beton dengan kekuatan tekan 14,74 MPa. Dari 39 kelompok tersebut, terpilih 6 kelompok yang berhasil maju ke babak final. Babak final diisi dengan demo pembuatan beton, pengujian beton selama satu hari, dan presentasi. Demo pembuatan beton dilakukan dalam waktu 75 menit, semua bahan dan alat telah disiapkan kecuali bahan inovasi seperti limbah marmer harus dibawa masing-masing kelompok. Ternyata, beton yang dihasilkan pada babak final memiliki kekuatan tekan 10 MPa, hal ini dikarenakan materi yang digunakan kurang bersih dan juga tekstur pasir yang digunakan kurang bagus. Pada hari selanjutnya, kelompok harus mempresentasikan produk yang dihasilkan selama 20 menit dan dilanjutkan dengan tanya jawab selama 40 menit. “Pada babak final, kami sempat kesulitan karena material yang kami dapatkan kotor sehingga itu sangat mempengaruhi kualitas dari beton yang kami hasilkan,” terang Favian Sebastiano.

Pada hari ketiga, peserta diberi kesempatan untuk berkeliling kota Solo. Kemudian pada tanggal 4 November 2017, UK Petra diumumkan menjadi juara pertama dan berhak mendapatkan piala, sertifikat dan uang sebesar Rp 7.500.000,-. Juara kedua diraih oleh Institut Teknologi Bandung (ITB) dan juara ketiga diraih oleh Universitas Sebelas Maret. (rut/aj)

Luka Harum Bunga dalam Pameran Biennale Jatim 2017
November 06, 2017

Sebuah gelaran dua tahunan bernama Biennale bagi para seniman-seniman berbakat kembali digelar. Mengambil tema “World is a Hoax”, gelaran ini akan dipamerkan selama 13 hari berturut-turut lamanya mulai tanggal 9-22 Oktober 2017 berlokasi di Taman Budaya Jawa Timur, Jalan Gentengkali, Surabaya di Galeri Prabangkara. Ada 27 seniman yang diundang yang ikut serta memeriahkan pameran ini dan salah satunya adalah Obed Bima Wicandra, S.Sn., M.A. seorang dosen Desain Komunikasi Visual (DKV) Fakultas Seni dan Desain (FSD) Universitas Kristen  Petra (UK Petra). Apa yang Obed kerjakan? Karyanya berupa mural, instalasi dan wheatpaste. Apa itu wheatpaste? Sebuah teknik dalam salah satu street art yang menggunakan media poster dalam penyampaian pesannya. “Karya ini berjudul Luka Harum Bunga yang merespon tema yang ditawarkan oleh kurator yaitu World Is A Hoax. Kami memaknai hoax ini dengan memakai kejadian pembantaian, pemenjaraan tanpa pengadilan, hingga perbudakan yang terjadi pada tahun 1965 di Indonesia. Pada titik ini, pelemahan peran kaum perempuan secara ideologis terjadi. Saya membuat karya ini bersama dengan para mahasiswa UK Petra dan komunitas Tiadaruang, sebuah komunitas seni yang beranggotakan para dosen DKV UK Petra dan persona kependidikan FSD UK Petra. Mahasiswa yang terpilih terlibat mengeksekusi karya ini adalah Ivana Kurniawati”, ungkap Obed yang juga menjabat sebagai Sekretaris Program Studi DKV UK Petra, Surabaya. Karya ini terbagi menjadi 3 bidang yang didominasi dengan warna merah, abu-abu, putih dan hitam.

Bidang pertama bernama wall of death, yang berisi mengenai pernyataan-pernyataan dari aktivitas perempuan mengenai penyiksaan yang dialami semasa di penjara tahun 1965-1970-an. Sedangkan bidang kedua bergambarkan pelemahan gerakan perempuan di bawah rezim Soeharto. Hal ini digambarkan dengan kepala perempuan berupa kaleng kerupuk. “Perempuan dimasa ini dilemahkan dan ditempatkan di wilayah domestik yaitu masak, manak dan macak saja”, urai dosen yang lahir pada bulan Januari 1977. Bidang ketiga, merupakan perempuan yang saat ini berupaya untuk tegak berdiri dan berdaya. Obed juga menambahkan pesan teks penyemangat yaitu “Perempuan Merdeka Wani Terluka”. Pameran yang digagas oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata serta Dewan Kesenian Jawa Timur ini mengundang para seniman dari seluruh Indonesia mulai dari Jakarta, Bandung, Surabaya dan masih banyak lagi kota lainnya. Tesalonika, salah seorang pengunjung menyampaikan apresiasinya pada karya Obed ini. “Karya ini menceritakan semangat berani membara dari seorang perempuan dari masa ke masa. Tampak sangat jelas manakala semangat perjuangannya digambarkan dengan simbol api”.

Biennale ini merupakan sebuah pameran yang berfungsi sebagai alat baca mengenai fenomena di masyarakat. “Masyarakat saat ini sangat terikat dengan sosial media, sehingga tak jarang banyak berita hoax. Maka dari itu, pameran ini ingin mengajak para seniman merespon hoax tersebut. “Kali ini panitia sengaja menetapkan karya seni media instalasi dan performance, tidak ada karya lukis dan patung”, urai Ayos seorang kurator di Biennale Jatim 2017. Menurut Ayos, seniman yang berkesempatan mengambil bagian dalam Biennale Jatim 2017 ini sebelumnya melalui tahapan seleksi terlebih dahulu. Khusus kali ini, seniman yang diundang adalah para seniman muda dengan mayoritas berusia di bawah 40 tahun, hal ini semata disesuaikan dengan tema yang ada. “Obed dipilih lagi untuk mengisi dalam pameran kali ini dikarenakan Obed dianggap sebagai salah satu seniman yang konsisten di jalur street art dan membicarakan masalah atau isu politik di masyarakat. Dan menariknya selalu melibatkan mahasiswa dalam membuat karyanya sehingga selaras dengan fungsi dosen sebagai pendidik”. ujar pria berkaca mata tersebut. (Aj/dit)

Sharing Bersama Sheffield Hallam University, Inggris
November 06, 2017

Visi Universitas Kristen Petra (UK Petra) terus digalakkan salah satunya dengan menambah kerjasama internasional. Jalinan kerjasama internasional ini bisa dilakukan dengan berbagai cara salah satunya dengan berbagi keilmuan. Hari Senin tanggal 23 Oktober 2017 yang lalu, UK Petra menyambut dengan hangat kedatangan perwakilan dari Sheffield Hallam University (SHU) di Inggris yang diwakili oleh Professor Roger S. Eccleston selaku Pro Vice-Chancellor for Research and Global Engagement, Professor Terrance Perera dan Wah Swee Hwa selaku direktur South East Asia SHU.

Perwakilan SHU ini diterima langsung oleh rektor UK Petra, Prof. Ir. Rolly Intan M.A.Sc., Dr. Eng., ditemani oleh Biro Administrasi Kerjasama dan Pengembangan (BAKP) dan pimpinan Program Studi yang ada di UK Petra. Kedatangan mereka di UK Petra selain ingin berbagi pengalaman terkait strategi untuk internasionalisasi yang telah dilakukan SHU sebagai institusi pendidikan tinggi di Inggris juga memberikan kuliah tamu khususnya pada mahasiswa Program International Business Engineering (IBE) UK Petra.

Professor Eccleston membagikan secara langsung langkah-langkah strategis terkait internasionalisasi misalnya seperti mewajibkan para mahasiswa untuk hidup bermasyarakat secara internasional agar lebih produktif sekaligus memberi gambaran bahwa belajar ke Inggris tidak menakutkan dari segi finansial. “Hal ini bisa disiasati dengan subsidi dari universitas”, ungkap Professor Eccleston. Tak hanya itu saja, ia menyarankan institusi pendidikan harus menjalin kerjasama juga dengan industri di luar negeri agar salah satu fungsi utama institusi pendidikan terlaksana dengan baik yaitu turut menjawab permasalahan nyata di masyarakat. Misalnya seperti kesempatan untuk mendapatkan newton funel atau hibah riset dibidang pangan.

Pada saat yang bersamaan Professor Terrence Perera memberikan kuliah tamu untuk mahasiswa IBE UK Petra di Ruang Konferensi I, Gedung Radius Prawiro lantai 10 kampus UK Petra. Professor Terrence Perera adalah seorang pakar, peneliti, dan pengajar Computer Simulation dalam bidang Logistic and Supply Chain Management. Pada awal studinya, Prof. Perera menekuni Mechanical Engineering, tetapi selepas sarjana dia selalu mendalami Engineering Management. Dalam kuliah tamu ini, Prof. Perera membawakan materi Manajemen Logistik dan Rantai Pasok dengan tajuk Making Things Happen!;  materi ini adalah pengantar yang mengenalkan mahasiswa pada kegiatan logistik dan pengelolaan rantai pasok.

Dalam sesi kuliahnya, Prof. Perera mengumpamakan rangkaian dan runtutan proses memasak rendang sebagai suatu proses logistik. Mahasiswa diajak menganalisa secara seksama tiap-tiap langkah dalam pembuatan rendang untuk memudahkan mereka mengerti logistik dengan tidak membosankan. Kegiatan-kegiatan dalam rantai pasok yaitu: planning, coordination, monitoring, dan control  yang juga diuraikan dalam pembuatan rendang tersebut. Planning dalam hal ini adalah merencanakan kapan rendang akan disantap dan berapa porsi rendang yang akan dibuat. Coordination adalah menentukan siapa yang bertanggung jawab untuk setiap poin kegiatan, misalnya seperti membeli bahan-bahan rendang dilaksanakan oleh suami, memasak dilaksanakan oleh istri, menyiapkan piring dilaksanakan oleh suami dan seterusnya. Sedangkan monitoring merupakan kegiatan memantau progress kegiatan, contohnya pemberian checklist pada daftar bahan dasar yang sudah didapatkan. Control adalah kegiatan memaksimalkan hasil dari tiap pemasokan, contohnya ketika membeli bahan perlu dipertimbangkan membeli dari satu penjual saja untuk efisiensi waktu atau perlu membeli dari dua toko untuk menjaga kualitas bahan. “Kuliah tamu ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa. Sebab mahasiswa bisa mendapatkan pengalaman dari yang berpengalaman tentu saja dengan gaya tutur yang berbeda. Selain itu mahasiswa akan mendapatkan global exposure”, urai Dr. Dra. Indriati Njoto Bisono, M.Sc. (noel, Aj/padi)

Mechanical@Petra Homecoming 2017
November 06, 2017

Program Studi Teknik Mesin (PSTM) Universitas Kristen Petra (UK Petra) telah berdiri sejak tahun 1982. Secara konsisten memberikan pendidikan selama 35 tahun adalah suatu prestasi dan indikator kualitas pendidikan yang disediakan. Selain itu, inovasi dan konsistensi ini juga mengindikasikan relevansi para lulusan program studi ini dalam dunia profesional dan juga perindustrian. Untuk merayakan momen berbahagia ini, Program Studi Teknik Mesin U.K. Petra menggelar rangkaian acara Lustrum Ketujuh pada tanggal 27 s/d 29 September 2017. Perayaan ulang tahun ini adalah kali pertama diselenggarakan oleh PSTM dengan mengangkat tajuk “Mechanical@Petra Homecoming 2017”. Tajuk ini memiliki makna bahwa acara ini adalah momen dimana keluarga besar PSTM, khususnya para alumni bisa “pulang ke rumah”, yaitu kampus UK Petra tercinta. Diharapkan dengan berkumpulnya alumni, dosen, dan mahasiswa, dapat terjalin kolaborasi yang positif dalam lingkungan keluarga besar ini.

 

Rangkaian kegiatan Lustrum VII ini dimulai dengan upacara pembukaan yang diadakan di selasar lantai 1 gedung P pada tanggal 27 September. Dalam upacara pembukaan ini, rangkaian acara secara simbolis dibuka dengan pemotongan pita oleh Dr. Gan Shu San, M.Sc., selaku Dekan Fakultas Teknologi Industri UK Petra. Setelah upacara pembukaan dilanjutkan dua kegiatan yang bersamaan yaitu: soft launching Bengkel KOMETRA dan Alumni Expo 2017. Dalam kegiatan soft launching Bengkel KOMETRA, diadakan pameran produk otomotif dan test drive motor; dan juga servis murah untuk motor dan mobil. Servis murah motor dan mobil dikerjakan oleh para mahasiswa sebagai bentuk pelayanan dan juga peluang berlatih bagi mereka. Alumni EXPO adalah pameran yang memberikan kesempatan bagi alumni untuk memperkenalkan produk-produk atau bisnis yang dijalankannya.

Pemuncak rangkaian Lustrum ini adalah Reuni alumni Jurusan Teknik Mesin UK Petra semua angkatan yang dilaksanakan pada tanggal 29 September 2017 di Auditorium Gedung EH lantai 2 UK Petra. Reuni ini dihadiri oleh sekitar 200 orang alumni dari angkatan pertama (1982) sampai dengan lulusan terbaru. Dalam reuni ini, para mahasiswa dapat berkenalan langsung dengan alumnus yang sudah mencatatkan kesuksesan di dunia profesional Teknik Mesin. Tercatat ada beberapa alumnus jurusan ini yang menjadi pimpinan bidang teknik di perusahaan-perusahaan kelas dunia, sebagai contoh: Assistant Director PT. Panasonic Manufacturing Indonesia dari angkatan 1988. Selain itu, tidak sedikit juga alumnus yang berhasil dalam membangun bisnis tekniknya, seperti Antonius Hartono pendiri PT. Unitech Engineering yang bergerak di bidang pembuatan mesin manufaktur yang merupakan alumnus dari angkatan 1989. Dr. Ir. Ekadewi Anggraini Handoyo, M.Sc., sebagai Kepala Program Studi menyampaikan bahwa gelaran Lustrum VII ini diharapkan menjadi ajang silaturahmi yang hangat bagi keluarga besar Teknik Mesin UK Petra. (noel/dit)

Liputan Seminar Kesetaraan Gender Feminisme dan Generasi Muda
November 01, 2017

Setengah dari penduduk Indonesia adalah perempuan. Sebagai negara dengan populasi terbesar ke-4 di dunia, adalah miris kalau kita menengok pada kenyataan bahwa setengah populasi ini mengalami ketidakadilan. Universitas Kristen Petra yang mengusung visi To be a Global and Caring University with Commitment to Christian Values berperan serta dalam mengkaji permasalahan ini melalui diadakannya Seminar Kesetaraan Gender dengan tajuk “Feminisme dan Generasi Muda”. Seminar yang dilaksanakan di Ruang AVT 503, Gedung T U.K. Petra ini diprakarsai oleh Kelompok Kerja  Kemitraan GKI, dan melibatkan beberapa universitas lain yang ada di Surabaya. Narasumber tunggal dalam seminar yang dihadiri sekitar 60 orang ini adalah Dr. Gadis Arivia Effendi, S.S.

Gadis adalah seorang dosen pengajar di Departemen Filsafat Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia yang juga Direktur Yayasan Jurnal Perempuan Indonesia. Ia secara aktif bergerak meningkatkan kesetaraan gender. Sesi yang dibawakannya diberi judul “Feminisme dan Generasi Muda”. Membuka sesinya ia mengangkat kutipan dari bell hooks (penulisan nama dengan huruf kecil adalah atas permintaan ybs. untuk menggambarkan kesetaraan), seorang aktivis feminisme, yang berbunyi “Feminisme adalah sebuah pergerakan untuk mengakhiri seksisme, eksploitasi dan penindasan”. Gadis kemudian mengelaborasi bahwa feminisme adalah gerakan yang mendukung kesetaraan gender, di mana saat ini perempuan mengalami ketidakadilan di berbagai aspek kehidupan. Ilustrasi atas ketidakadilan ini bisa dilihat dari beberapa data yang disajikan Gadis. Pertama, adanya kesenjangan di angka tingkat partisipasi kerja yaitu: 84.4% untuk laki-laki dan 50.3% untuk perempuan. Selanjutnya, hanya 36,2% perempuan berstatus menikah (usia 15-49 tahun) yang memiliki tanah, dengan perbandingan 54.1% untuk laki-laki. Gadis menambahkan lagi, menurut laporan Global Gender Gap di tahun 2014  Indonesia menduduki peringkat ke-95 dari 125 negara dalam hal partisipasi wanita di ruang publik (seperti memegang jabatan publik).

Dari gambaran yang diberikan, Gadis kemudian memaparkan pandangannya tentang feminisme di Indonesia. Saat ini persepsi masyarakat atas feminisme cenderung tidak mengarah pada perlawanan terhadap ketidakadilan, akan tetapi seringkali feminisme dihubungkan dengan moralitas negatif dari perempuan. Persepsi ini dilatarbelakangi oleh kuatnya budaya patriarki di masyarakat. Saking kuatnya budaya ini, bahkan masih banyak wanita yang bersikap seksis terhadap wanita sendiri. Dan juga ditemukan salah kaprah yang mengartikan feminisme sebagai gerakan anti laki-laki. Perlu diluruskan bahwa kesetaraan bagi wanita bukanlah berarti anti laki-laki. Menurut Gadis, langkah untuk mencapai kesetaraan ini adalah melalui pengubahan mindset yang bisa dimulai dari muda. Penanaman pola pikir kritis yang mempertanyakan kembali segala dogma yang menjadi akar ketidaksetaraan. Dengan adanya kesadaran yang kritis, maka semua orang baik laki-laki maupun perempuan akan mampu menerima ide bahwa kesetaraan tidak akan merugikan laki-laki dan juga para perempuan yang masih terkungkung dalam pola pikir patriarkis akan bisa teremansipasi dari seksisme terhadap perempuan. Usaha untuk menata ulang pikianr ini menurut Gadis bukanlah hal yang instan dan merupakan proses dengan perjuangan. Mengilustrasikannya, Gadis kembali mengutip bell hooks “Feminisme tidak dilahirkan tetapi diciptakan”. (noel)

Andi F. Noya, Ajak Mahasiswa Baru UK Petra Cintai Pancasila
November 01, 2017

Welcome Grateful Generation (WGG) adalah salah satu fasilitas mahasiswa baru UK Petra mengenal lingkungan dan sivitas akademika UK Petra. WGG 2017 mengangkat tema Growing as a Fighter to be a Survivor. WGG kali ini menyambut 2.047 mahasiswa baru dan gelaran   WGG dimulai pada tanggal 31 Juli hingga 7 Agustus 2017 di kampus Universitas Kristen Petra.

 

Rangkaian WGG 2017 antara lain seminar wawasan kebangsaan, campus tour, rally games, open house pemberian materi pengenalan diri dan kegiatan kepedulian. Istimewanya, seminar wawasan kebangsaan kali ini menghadirkan salah satu Presenter TV terkenal yakni Andi F Noya.

 

Andi F. Noya mengobarkan semangat para mahasiswa baru untuk tidak hanya menjadi orang sukses, namun mampu berdampak bagi lingkungan sosial. Saat ini, banyak anak muda yang merambah dunia enterprenuer, namun jarang yang ingin memberikan dampak bagi lingkungan. “Beragam masalah sosial di Indonesia diakibatkan lemahnya sisi perekonomian, tetapi bagaimana seseorang memecahkan masalah masyarakat dengan memberdayakan apa yang dikerjakan,” urai Andi F. Noya.

Dalam seminar yang diselenggarakan di Auditorium UK Petra ini, Andi mengajak mahasiswa baru UK Petra sebagai generasi penerus bangsa harus memahami bahwa Pancasila yang mempersatukan masyarakat Indonesia. Andi mendorong mahasiswa baru untuk mengamalkan nilai Pancasila melalui tindakan sehari-hari. “Jika seseorang menjadi sociopreneur, artinya seseorang sudah mengamalkan nilai-nilai Pancasila,” tambah Andi F. Noya. Selain itu, Andi F. Noya mengobarkan semangat anak muda Indonesia sekarang untuk melakukan sustainable business yang dapat berdampak bagi lingkungan masyarakat.

Andi F. Noya menyebutkan salah satu sosok inspiratif di bidang sosial yakni Azalea Ayuningtyas. Ayu adalah lulusan program master di bidang kesehatan masyarakat dari Harvard University, Amerika. Ayu yang awalnya memiliki pekerjaan di Boston, Ayu kemudian bergabung bersama 6 orang temannya untuk membangun sociopreneur di Flores pada tahun 2014 dengan nama Du’Anyam. Ayu dan teman-temannya membantu ibu-ibu dan wanita di 15 desa di Flores untuk lebih banyak menghasilkan produk kerajinan anyaman dari daun lontar dengan tetap mempertahankan ciri khas desain tradisional. Produk Du’Anyam ini menghasilkan tas, sepatu, dan beragam jenis souvenir serta produk kerajinan berbahan daun lontar lainnya.

Andi mengungkapkan bahwa membantu orang adalah kebahagiaan yang tidak bisa dinilai dengan uang. Hal ini merupakan perwujudan dari Pancasila, sehingga anak muda Indonesia dapat mengamalkan Pancasila (fsc).

Doddy Prayogo, Ph.D: Penelitian untuk Negeri Sendiri
November 01, 2017

Dalam perayaan Dies Natalis Ke-56 Universitas Kristen Petra (UK Petra) sebagai bentuk pengamalan Tridharma Perguruan Tinggi diberikan penghargaan pada Dosen Kinerja Penelitian Terbaik, Peraih penghargaan ini di kesempatan kali ini adalah Doddy Prayogo, S.T., M.T., Ph.D., dosen pengajar di Program Studi Teknik Sipil dari Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan UK Petra. Kriteria penilaian untuk penghargaan ini diukur melalui 4 poin, yaitu: Publikasi karya ilmiah/karya seni/karya sastra, Perolehan HKI dan/atau komersialisasi hasil penelitian, Pengakuan dan dampak pada masyarakat dan Perolehan dana penelitian dari instansi di luar UK Petra. Poin total yang dicatatkan oleh Doddy di ke-4 kriteria ini adalah 73,3 poin.

Cintai Batik dengan Pelatihan Batik Colet Bagi Siswa SD
November 01, 2017

Batik merupakan sebuah karya budaya bangsa Indonesia yang wajib diwariskan turun temurun pada anak cucu agar tidak musnah. Setiap tanggal 2 Oktober telah ditetapkan sebagai hari batik nasional, sehingga pada tanggal tersebut beragam lapisan masyarakat Indonesia disarankan menggunakan busana batik. Akan tetapi bagaimana dengan teknik membatik? Apakah kita sudah mengerti benar mengenai teknik membatik ini. Teknik membatik ini perlu diajarkan pada generasi muda agar mereka tidak mudah melupakan asal usul batik ini. Ialah Pelatihan Batik Colet Bagi Siswa/i Sekolah Dasar (SD) di Surabaya digelar setiap hari sabtu selama bulan September 2017 sebagai salah satu upaya melestarikan teknik membatik bagi anak muda, khususnya dimulai dari sejak anak-anak. Gelaran ini merupakan bagian dari program Iptek Bagi Masyarakat (IbM) dari Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Program ini memberikan hibah senilai Rp. 40.000.000 yang dikerjakan selama satu tahun lamanya kepada tiga dosen Fakultas Seni dan Desain Universitas Kristen Petra yaitu Dr. Laksmi Kusuma Wardani, S.Sn., M.Ds., Dra. Sriti Mayang Sari., M.Sn dan Aniendya Christianna, S.Sn., M.Med.Kom.

“Hibah ini merupakan program lanjutan yang telah dilakukan saat para siswa tersebut masih duduk kelas lima SD. Kami bekerja sama dengan dua sekolah yaitu SDN Sidodadi II Surabaya dan SDN KIP 156 Simolawang. Sebenarnya yang perlu dilestarikan itu adalah teknik membatiknya sebab dengan kita tahu mengenai tekniknya maka anak-anak ini akan belajar kesabaran, urutan sebuah proses, ketekunan, ketelatenan, pengendalian diri, dan disiplin”, ungkap Dr. Laksmi Kusuma Wardani, S.Sn., M.Ds. Apa itu sebenarnya batik colet? Batik colet merupakan teknik menorehkan warna di atas kain menggunakan kuas seperti melukis, teknik ini belum banyak diketahui oleh masyarakat. “Teknik mencolet ini sesuai dengan target kegiatan yaitu siswa/i SD dan pada umumnya sesuai dengan karakteristik watak masyarakat Surabaya yang tegas, tidak sabaran dan lugas”, tambah Aniendya Christianna, S.Sn., M.Med.Kom.

Banyak proses yang anak-anak SD ini lalui. Pertama kalinya, Laksmi bersama tim dibantu beberapa mahasiswa Program Studi Desain Interior UKP mengajak mereka untuk mengenal lebih dalam pengrajin batik Jetis Sidoarjo dan aktivitas proses pembuatan batik. Belajar mengenal lebih dekat kearifan budaya yang masih dilestarikan dan mengetahui bagaimana batik bisa menjadi penghasilan tambahan sekaligus belajar berbagai macam motif yang ada. Kemudian anak-anak SD ini diajak ke Kebun Bibit untuk melihat secara langsung potensi alam yang bisa dijadikan motif untuk batik. Misalnya seperti hewan, tanaman atau pohon. Jadi mereka tidak dipaksa untuk terpaku pada motif tertentu saja. Lalu kemudian mereka mendapatkan tugas untuk membuat komposisi motif. Hasil terbaik, akan dijadikan sebagai model motif yang dipakai untuk proses selanjutnya.

Rangkaian terakhir dalam kegiatan ini dilaksanakan hari Jumat, 29 September 2017 mulai pukul 07.30-12.00 WIB di SDN KIP 156 Simolawang Jalan Simolawang II Barat no 45B, Simokerto, Surabaya. Tercatat 25 siswa dan 2 guru yang mengikuti pelatihan ini. Pada tahap ini, mereka belajar teknik colet dengan kuas pada komposisi motif yang sudah dicanting dengan pewarna rhemasol, kemudian dicelupkan dalam cairan fiksasi WGC (untuk mengunci warna), dijemur hingga kering, nglorod malam menggunakan air mendidih, membilas dengan air bersih kemudian dijemur. Ini adalah teknik sederhana yang mudah dipelajari siswa. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan pembelajaran batik dapat masuk dalam kurikulum belajar siswa Sekolah Dasar, khususnya bidang seni dan budaya. (Aj)

Gesti Memarista, SE., M.SM. : Penelitian untuk Membantu Pihak Terkait
November 01, 2017

Selain memberikan penghargaan pada Dosen dengan Kinerja Penelitian Terbaik, dalam gelaran Dies Natalis Ke-56 Universitas Kristen Petra (UK Petra), universitas juga memberikan penghargaan pada pencapaian Dosen Muda dengan Kinerja Penelitian Terbaik. Kriteria penilaian Dosen Muda dengan Kinerja Penelitian Terbaik adalah sama dengan Dosen dengan Kinerja Penelitian Terbaik, akan tetapi dengan kriteria tambahan sebagai berikut: usia maksimal 35 tahun, jabatan akademik maksimal Lektor, gelar akademik maksimal S2, belum pernah mendapat penghargaan peneliti muda terbaik sampai maksimal dua kali. Peraih Dosen Muda Kinerja Penelitian Terbaik saat ini adalah Gesti Memarista, SE., M.SM.

Gesti adalah dosen pengajar di Program Manajemen Keuangan, Program studi Manajemen, Fakultas Ekonomi UK Petra. Dosen yang memegang gelar Magister Sains Manajemen ini bergabung dengan UK Petra sejak tahun 2011. Gesti kerap mengikuti konferensi internasional untuk mencari jaringan dan menjalankan penelitian. Selain itu dalam konferensi ini ia bisa mempublikasikan penelitiannya. Ia berharap dari penelitian yang ia lakukan akan ada pihak-pihak yang terbantu. Sebagai pengajar, Gesti mengajar beberapa mata kuliah, yaitu antara lain: Manajemen Keuangan, Manajemen Portofolio, Manajemen Kekayaan Bisnis Keluarga, Derivatif, Time Series, Analisa Sekuritas Berpendapatan Tetap dan Keuangan Kewirausahaan. Gesti berbagi kutipan yang memberinya motivasi sebagai peneliti, “Research is formalized curiosity with a purpose (Hurston, Z. N.). Investing in science education and curiosity-driven research is investing in the future (Zewail, H.)”. (noel/dit)

Implementasi Caring Universitas Kristen Petra melalui Program Asuh Perguruan Tinggi Unggul
October 25, 2017

Pendidikan adalah kunci pengembangan kualitas manusia. Dalam dunia pendidikan di Indonesia, masih banyak ruang untuk melakukan perbaikan. Menurut data terakhir pada tahun 2016 Direktorat Jendral Pembelajaran Mahasiswa Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), ada 4.468 perguruan tinggi (PT) di Indonesia. Potensi yang terkandung dalam banyaknya PT ini belum dapat digali secara maksimal karena kualitas PT belum cukup baik. Dari jumlah seluruh  PT tersebut, hanya 26 PT yang memiliki akreditasi A, 296 PT berkareditasi B, dan 690 PT berakreditasi C.

Untuk meningkatkan kualitas pendidikan di PT, Ditjen Belmawa Kemenristekdikti menetapkan salah satu target rencana strategisnya adalah peningkatan jumlah PT yang terakreditasi unggul dari waktu ke waktu. Langkah yang ditempuh untuk mencapai target itu adalah menunjuk beberapa PT Unggul yang berakreditasi institusi A untuk melakukan pengasuhan pada PT Asuhan yang sudah ditentukan.

Pada bulan Mei 2017 ditunjuk 26 PT Unggul dan UK Petra sebagai PT dengan peringkat akreditasi ke-4 nasional mengasuh 3 PT Swasta yaitu Universitas Yudharta, Pasuruan; Universitas Dhyana Pura, Bali; dan Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang. “Sesuai dengan Surat Dirjen Kelembagaan IPtek dan Dikti Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi No.1209/L.L5/Ks/2016 maka Perguruan tinggi swasta yang dapat menerima asuhan adalah Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang berada pada kluster 3 dan 4 dengan sebagian besar program studinya terakreditasi C. Tidak semua PT berkesempatan menjadi PT unggul yang mengasuh PT di kluster 3 dan 4 ini, total ada 26 PT Unggul yang ditunjuk dan UK Petra salah satunya”, ungkap Prof. Ir. Rolly Intan M.A.Sc., Dr.Eng. selaku rektor UK Petra.

Rangkaian kegiatan Hibah Program PT Unggul dimulai dengan Studi Banding PT Asuhan ke PT Unggul dan Lokakarya Manajemen Mutu PT. Pada tanggal 13 Juni 2017 yang lalu UK Petra menjadi tuan rumah kunjungan Studi Banding ketiga PT Asuhan tersebut. Dalam pertemuan ini, Rektor UK Petra, Prof. Ir. Rolly Intan M.A.Sc., Dr.Eng., mengenalkan UK Petra kepada para peserta studi banding. Rolly dalam sambutannya mengungkapkan bahwa dalam rangkaian acara ini, UK Petra bukan bertindak sebagai guru, akan tetapi rekan belajar bersama, karena banyak hal yang juga perlu diserap UK Petra dari PT Asuhan. Seusai perkenalan dan sambutan, ia membawakan materi bertajuk “Membangun Sistem Manajemen/Administrasi”. Sesi ini dimaksudkan untuk memaparkan praktik baik yang dijalankan UK Petra dalam manajemen/administrasi PT. Menurutnya, secara umum, hal yang perlu dilakukan dalam manajemen pendidikan tinggi adalah: Penetapan Visi, Misi, dan Tujuan, Perencanaan Strategis (target), Team Building, Pembentukan Sistem Formal dan Penyelarasan Sistem Formal dan Informal.

PT Asuhan juga diberikan kesempatan untuk berbagi pengalaman bersama dengan para pimpinan fakultas dan program studi yang ada di UK Petra. Di kesempatan terpisah, Rolly menyampaikan bahwa menjadi PT Unggul adalah pengamalan dari visi UK Petra. Ia mengatakan, “Salah satu poin visi kita adalah Caring. Sebagai bagian dari komunitas pendidikan tinggi di Indonesia, UK Petra menjalankan Caring dengan melayani PT Asuhan sesuai dengan arahan Kemenristekdikti untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi”.

Kegiatan selanjutnya, Lokakarya Manajemen Mutu Perguruan Tinggi, dilaksanakan selama dua hari pada tanggal 14-15 Juni 2017. Di hari pertama lokakarya, para peserta mendapatkan rangkaian materi yang terdiri atas Manajemen Mutu, Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), Sistem Penjaminan Mutu Eksternal, SPMI di UK Petra & SIM Mutu, Merancang Proses Bisnis & SOP dan Pembuatan Rencana Tindak Lanjut (RTL). Di hari kedua, para peserta mempresentasikan RTL yang telah dibuat. RTL ini akan menjadi titik tolak untuk perbaikan selanjutnya yang akan difasilitasi dalam rangkaian Program Hibah PT Asuh ini. Setelah lokakarya di UK Petra berakhir, program ini akan dilanjutkan dengan dua sesi Lokakarya SPMI dan Pembuatan Dokumen Mutu Sesuai SNPT yang dilaksanakan di masing-masing PT Asuh. Direncanakan bahwa seluruh rangkaian program ini akan diselesaikan pada bulan Oktober 2017.

Menurut Dr. Jenny Mochtar sebagai Kepala Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UK Petra, rencana strategis UK Petra yang sudah ditetapkan bisa diterjemahkan sesuai dengan standar yang dikehendaki Kemenristekdikti. Hal ini dapat dilihat jelas pada Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNPT) yang diterapkan oleh Kemenristekdikti pada tahun 2015, dimana UK Petra sudah mengimplementasikan standar dalam SNPT sejak tahun 2012. Pimpinan tim Universitas Yudharta, Wiwin Fachrudin Yusuf, yang menjabat sebagai Kepala Lembaga Penjamin Mutu Internal Universitas Yudharta, merasa bahwa manfaat program ini sangat besar terutama dalam menumbuhkan budaya mutu. Ia mengatakan “Diharapkan kami bisa mencontoh UK Petra yang mementingkan budaya mutu internal sehingga pada akhirnya nilai di Badan Akreditasi Nasional (BAN) Perguruan Tinggi (PT) meningkat”. (noel/dit)

 

Welcome Grateful Generation 2017
October 18, 2017

Transisi dari masa sekolah masuk ke kuliah adalah masa krusial dimana seorang calon mahasiswa baru berkenalan dan beradaptasi dengan peran baru yang akan diambilnya. Untuk mempermudah adaptasi dan memberikan pengalaman awal yang baik, Universitas Kristen Petra (UK Petra) menyelenggarakan acara pembekalan sebelum tahun ajaran baru dilaksanakan yang dikenal dengan nama Welcome Grateful Generation (WGG). Ada catatan unik di sini, yaitu Grateful dalam WGG memiliki makna “penuh kasih karunia”. Dengan demikian WGG dimaksudkan sebagai acara penyambutan satu angkatan yang dipenuhi kasih karunia.

Pada tahun 2017 ini WGG mengusung tajuk “Growing as a Fighter to be a Survivor. Rangkaian WGG tahun ini didahului dengan briefing dan pembagian atribut mahasiswa seperti jas almamater, topi, muts, pin fakultas dan buku panduan WGG pada para mahasiswa baru sebanyak 2047 orang mahasiswa pada tanggal 24 Juli 2017. Pada tanggal 25-28 Juli 2017, para mahasiswa baru akan mengikuti kegiatan Pra WGG yang terdiri atas: a) Tes Kepribadian masing-masing mahasiswa, yang kemudian hasilnya akan dipakai sebagai bahan diskusi; b) Tes Potensi Karir untuk memetakan karakter kerja yang cocok; c) Pengenalan Perpustakan; dan d) Pengenalan Sistem IT Kampus.

WGG secara resmi dibuka pada 31 Juli 2017 dengan acara Opening Ceremony yang dilaksanakan di Auditorium. Dalam Acara opening ini, para mahasiswa baru diajak berkenalan dengan Rektor dan para Wakil Rektor; serta para Ketua Program Studi. Sehari setelah acara pembukaan pada tanggal 1 Agustus 2017, para mahasiswa baru mengikuti kegiatan WGG di program studi masing-masing. Pada tanggal 2 Agustus 2017, peserta WGG mengikuti sesi Wawasan Kebangsaan dengan narasumber Andy F. Noya, jurnalis senior yang mengasuh talkshow inspiratif di salah satu stasiun televisi swasta Indonesia. Sesi ini dimaksudkan untuk memberikan kesadaran atas kondisi bangsa dan negara dalam rangka menumbuhkan cinta atas bangsa dan negara sehingga para mahasiswa baru terinspirasi untuk berkontribusi dan memberi solusi atas permasalahan yang ada dalam masyarakat.

Dalam kegiatan di dua hari selanjutnya, para peserta lebih banyak melakukan aktivitas diluar ruang kelas. Pada tanggal 3 Agustus 2017, para mahasiswa baru mengikuti kegiatan Campus Tour dan Rally yang bertujuan mengenalkan mereka dengan biro dan unit kampus dan juga fungsi masing-masing. Selain itu, para peserta juga mengikuti permainan berkelompok yang bertujuan untuk menjalin relasi yang baik antara peserta dan panitia, serta mengenalkan nilai-nilai yang ada di UK Petra pada para mahasiswa baru. Pada tanggal 4 Agustus, yang merupakan hari aktivitas terakhir para peserta WGG, ada dua agenda besar, yaitu: Open House Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang digelar di Lapangan Hijau Kampus Tengah dan selasar di sekelilingnya; dan Pengabdian Masyarakat.

Open House UKM memberi kesempatan para mahasiswa baru dan UKM untuk saling mengenal. Dalam open house ini, masing-masing UKM mendapatkan kesempatan untuk unjuk kegiatan,  diantaranya UKM Abdi Negara, yaitu Resimen Mahasiswa (Menwa) dan Korps Sukarelawan (KSR), menggelar simulasi penanggulangan terorisme.

Pengabdian Masyarakat yang dilakukan para mahasiswa baru ini dilaksanakan di lingkungan sekitar kampus, yaitu di sekitar Jalan Siwalankerto TImur V, jalan di belakang lapangan olah raga UK Petra (Lapangan Anta); dan sekitar Jalan Pisang dan Jalan Nanas. Pelayanan yang mahasiswa baru  laksanakan adalah membagikan bingkisan parcel, mengecat tong sampah, dan mural.

Seluruh rangkaian acara WGG 2017 ditutup pada tanggal 7 Agustus 2017 dengan Ibadah Penutupan WGG. Kevin Merco selaku Ketua Panitia WGG 2017 menyampaikan harapannya, “Semoga WGG tahun ini bisa memberkati seluruh mahasiswa baru 2017 dan bisa membekali mereka untuk masuk dunia perkuliahan”. (noel/dit)

Petra Summer Program
October 12, 2017

Masa perkuliahan dan menjadi mahasiswa adalah masa yang sangat penting dan memberi kesempatan untuk membekali diri. Universitas Kristen Petra (UK Petra) melalui Petra Summer Program (PSP) memberikan kesempatan mahasiswa dalam kegiatan internasional yang menarik. Program yang diinisiasi oleh Biro Administrasi Kerjasama dan Pengembangan (BAKP) UK Petra ini mengajak mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman internasional bersama mahasiswa dari luar negeri dan juga mendapatkan kredit untuk mebantu memajukan studinya.

Pada tahun 2017 ini, PSP dilaksanakan pada tanggal 10 sampai dengan 28 Juli 2017. Sebanyak 83 mahasiswa mengikuti PSP 2017, diantaranya adalah 71 peserta lokal dan 12 peserta internasional. Di hari pertama, PSP dibuka dengan upacara pembukaan yang dilaksanakan di Lapangan Upacara Kampus Tengah (Lapangan Hijau). Seusai pembukaan para peserta mengikuti Rally Games Petra Race dimana diharapkan dalam rangkaian permainan ini, para peserta akan lebih mengenal lingkungan UK Petra. Usai games, para peserta mengikuti sesi dengan tajuk “Indonesian 101” yang merupakan pengantar pengenalan Indonesia oleh Meilinda, S.S., M.A. selaku kepala BAKP. Sesi ini memberikan gambaran dan pengenalan bagaimana berinteraksi di dalam kebudayaan Indonesia.

Salah satu program yang diadakan dalam acara ini adalah Indonesian Culinary Arts (ICA) dimana program ini memperkenalkan seni kuliner Indonesia pada mahasiswa asing. Hal yang paling menarik dalam seni kuliner Indonesia adalah mempelajari begitu beragamnya bahan-bahan masakan Indonesia, khususnya bumbu-bumbu tradisional dan rempah-rempah Indonesia. Selain mengenali bahan-bahan khas Indonesia, para peserta program ini akan juga mempelajari teknik-teknik memasak khas Indonesia dibawah asuhan Hanjaya Siaputra, S.E., M.A dan Agung Harianto, S.E., M.M. yang adalah dosen pengajar di Program Manajemen Perhotelan di Fakultas Ekonomi UK Petra. Program ini diikuti oleh 3 mahasiswa asing dan 18 mahasiswa lokal. Para peserta diajak memasak berbagai masakan khas Indonesia seperti Sayur Asem, Soto, Onde-onde, Klepon, dan berbagai masakan lainnya. Hasil akhir dari program ini adalah sebuah buku resep yang berisi masakan-masakan yang dipelajari para peserta dalam program ICA. Lebih istimewa lagi untuk ICA Recipe Book 2017, buku ini rencananya akan didaftarkan International Standard Book Number sehingga akan bisa berdampak lebih lanjut dan lebih luas.

Program selanjutnya adalah Indonesian Tourism Campaign (ITC). Program hasil kolaborasi antara Program Studi Ilmu Komunikasi dan Program Manajemen Kepariwisataan ini mengajak para peserta untuk merancang kampanye dan media promosi untuk daerah tujuan wisata di Indonesia. Pada tahun 2017 ini, ITC diikuti oleh 3 orang peserta internasional dan 48 peserta lokal.

Peserta mendapatkan pembekalan tentang Sustainable Tourism, Costing, dan Deskripsi Objek Wisata dari Program Manajemen Kepariwisataan. Dari Program Studi Ilmu Komunikasi, para peserta mendapatkan pengayaan keahlian pengambilan suara, pengambilan video, teori penulisan buku, dan kampanye. Daniel Budiana, S.Sos., MA, koordinator program dari Ilmu Komunikasi berkata “Kita ingin mengeksplorasi destinasi-destinasi wisata di Indonesia yang sebetulnya sangat banyak tetapi belum dikenal secara luas. Para peserta akan diperkenalkan pada tempat wisata tersebut dan akan ikut ambil bagian dalam memperkenalkan kembali lokasi tersebut”. Destinasi wisata yang ditugaskan pada para peserta adalah Desa Wisata Panglipuran di Kabupaten Bangli, Bali.

Desa dengan predikat World’s Cleanest Village ini memiliki potensi wisata alam, budaya, dan pendidikan yang besar. Peserta ITC mendapatkan kesempatan menginap 3 hari 2 malam di desa ini untuk memproduksi kampanye mereka. Hasil kunjungan para peserta kemudian dirupakan dalam bentuk buku panduan wisata dan video yang kemudian dibagikan melalui media sosial dengan tagar: #psp #panglipuran #bakp, dan berbagai tagar yang relevan lainnya.

 

Program Indonesian Language and Culture (ILC) memperkenalkan peserta pada keberagaman dan kekayaan budaya Indonesia. Program yang dibuat oleh Fakultas Sastra ini adalah program terbaru PSP. Di gelaran perdananya ini, ILC diikuti oleh 6 orang peserta internasional dan 5 orang peserta lokal. Bagi peserta lokal, program ini memberikan kesempatan untuk mempraktekkan mengajar Bahasa Indonesia pada orang asing sedangkan peserta internasional akan mempelajari teori bahasa Indonesia dan mempraktekkan berkomunikasi dengan bahasa Indonesia. Di aspek budaya, para peserta diikutkan dalam tur kota Surabaya. Tur yang bertujuan memberikan pengenalan budaya Indonesia ini mengunjungi: Rumah Batik Jawa Timur di daerah Bulak Banteng, menonton wayang potehi, Masjid Cheng Hoo dan Gedung Cak Durasim

Di akhir program para peserta menggelar pentas teater di Petra Little Theater (PLT)  dengan membawakan dongeng Indonesia Bawang Merah Bawang Putih; dan Malin Kundang. (noel/dit)

Service Learning di Kampung Sehat Banyu Urip Jaya
October 10, 2017

Surabaya adalah metropolitan terbesar kedua di Indonesia dan memiliki ciri khas perkampungan dalam kota. Perkampungan yang sarat penduduk ini memiliki problematika dan tantangan tersendiri dimana salah satunya adalah sanitasi dan gaya hidup sehat. Permasalahan seperti ini dialami oleh masyarakat di Kelurahan Putat Jaya, khususnya di lokasi sekitar ex lokalisasi prostitusi Dolly. Sebagai solusi permasalahan ini, pemerintah mensosialisasikan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang merupakan upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar tahu, mau dan mampu melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat. Standar dalam penerapan PHBS didokumentasikan dalam 5 pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), yaitu: 1) Stop Buang Air Besar Sembarangan; 2) Cuci Tangan Pakai Sabun; 3) Pengelolaan Makanan dan Minuman Rumah Tangga dengan Aman; 4) Pengelolaan Limbah Cair Rumah Tangga dengan Aman; dan 5) Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dengan Aman.

Program Studi Teknik Sipil UK Petra turut mengambil bagian dalam mensukseskan program STBM ini melalui Mata Kuliah Ilmu Lingkungan yang diintegrasikan pada metode Service Learning dengan kegiatan “Percontohan Kampung Sehat warna-warni ber-PHBS”. Sebanyak 130 mahasiswa yang terbagi dalam 12 kelompok melakukan pelayanan kepada masyarakat di 53 rumah pemukiman di lingkungan RT 3 dan RT 4 di RW 5, Kelurahan Putat Jaya, Surabaya. Lokasi rumah-rumah yang akan dilayani berada di jalan sepanjang sekitar 200 m yang berada di tepian sungai di Jalan Banyu Urip Jaya, Kelurahan Putat Jaya. Permasalahan yang ada di lingkungan ini adalah: ada 10 rumah yang belum memiliki jamban sehat; tidak tersedianya padasan cuci tangan pakai sabun;  dan sebagian masyarakat WCnya tidak memakai septic tank dan dialirkan ke sungai. Program perbaikan yang dijalankan oleh para mahasiswa atas permasalahan ini adalah: Open Defecation Free (ODF) atau jamban sehat di setiap rumah di RT 3 dan RT4, setiap rumah memiliki dua tempat sampah, satu untuk sampah basah  dan satu untuk sampah kering dengan tutup injak, penyediaan padasan cuci tangan yang terbuat dari timba yang ada kran airnya dengan jarak penempatan setiap tiga rumah dan  pengecatan rumah-rumah dan pembuatan mural di lokasi bantaran sungai agar lebih kreatif, dan memberikan kesan yang bersih dan unik.

Dalam program ini, banyak pihak turut membantu, yaitu: Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) sebagai penggalak PHBS, yang menyelenggarakan senam sehat dan penyuluhan pentingnya STBM dan elemen masyarakat untuk meningkatkan standar kesehatan pemukiman. Kegiatan pengecatan, pembuatan padasan, dilaksanakan pada tanggal 6, 13, dan 20 Mei 2017.

Metode Service Learning, diharapkan dapat memberikan dampak pada masyarakat yang dilayani dan juga pada mahasiswa yang melayani. Alfan, ketua Rukun Tetangga 3 mengapresiasi kegiatan ini. Ia mengatakan, “Dengan kegiatan ini, warga bisa mengerti dan mampu membangun kamar mandi  seorang janda dan seorang kakek yang kurang mampu”. Salah seorang panitia kegiatan ini, Hieronimus Enrico Suryo, mahasiswa Teknik Sipil angkatan 2015 menceritakan kesannya atas kegiatan ini, “ Kegiatan ini adalah satu pengalaman baru, dimana para mahasiswa berinteraksi langsung dan melakukan pelayanan perbaikan fasilitas masyarakat”. (noel/dit)

Perpustakaan Ramah Disabilitas
October 09, 2017

Penyediaan akses untuk penyandang disabilitas masih belum merata. Dengan tersedianya fasilitas yang mudah diakses, penyandang disabilitas akan bisa meningkatkan prestasi dan juga kontribusinya bagi masyarakat. Perpustakaan sebagai public space merupakan fasilitas pendidikan yang sangat penting. Oleh karena itu maka aksesibilitas pada perpustakaan harus diperhatikan, baik dari sisi aksesibilitas fisik maupun aksesibilitas terhadap resources perpustakaan. UK Petra sebagai instansi penyelenggara pendidikan tinggi turut berperan serta dalam meningkatkan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas melalui kegiatan bersama dari Perpustakaan, Program Studi Desain Interior, dan Program Studi Arsitektur UK Petra yaitu Seminar Nasional bertajuk “Menuju Perpustakaan Ramah Disabilitas Berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016”.

Seminar nasional yang dihadiri sekitar 70 pegiat dari bidang kepustakaan, arsitektur, dan desain interior ini dilaksanakan pada tanggal 15 Agustus 2017 di Ruang Konferensi 4 Gedung Radius Prawiro Lt. 10 Universitas Kristen Petra. Dalam seminar ini para peserta, khususnya  para pustakawan, dibekali wawasan tentang pelayanan bagi para penyandang disabilitas. Negara telah menetapkan sikap dan petunjuk terkait dengan penyandang disabilitas. Hal ini termaktub dalam UU RI Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Berdasarkan undang-undang ini, hak-hak para Penyandang Disabilitas diregulasikan. Pada pasal 5 undang-undang ini dinyatakan bahwa penyandang disabilitas memiliki hak-hak yang sama dengan non penyandang disabilitas yaitu hak untuk hidup, bebas dari stigma, privasi, pendidikan, kesejahteraan sosial, aksesibilitas, dan pelayanan publik. Pada kenyataannya selama ini, hak-hak tersebut masih belum terpenuhi. Sebagai gambaran, di Jawa Timur belum ada perpustakaan yang memberikan aksesibilitas pada penyandang disabilitas.

Narasumber dalam seminar ini adalah: Dr. Yusita Kusumarini, S.Sn., M.Ds., Dekan Fakultas Seni dan Desain Universitas Kristen Petra selaku Ketua Tim Research Project; Gunawan Tanuwidjaja, S.T., M.Sc., Dosen Prodi Arsitektur UK Petra selaku inisiator proyek; Dr. Arina Hayati, S.T., M.T., Dosen Prodi Arsitektur ITS Surabaya yang penyandang disabilitas selaku narasumber untuk proyek; Dra. Labibah Zain, M.LIS., Kepala Perpustakaan dan dosen Jurusan Ilmu Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang sudah mulai menyediakan aksesibilitas di perpustakaan. Para narasumber membagikan wawasan pentingnya aksesibilitas dalam perpustakaan melalui pemaparan program “Improving Accessibility of All Users in Petra Christian University Library” (Peningkatan Aksesibilitas Semua Pengguna di Perpustakaan Universitas Kristen Petra) yang dibiayai oleh United Board of Christian Higher Education in Asia. Dalam program ini, tim multi-disiplin yang terdiri dari Manajemen Perpustakaan, Dosen Desain Interior dan Dosen Arsitektur UK Petra memformulasikan desain partisipatif untuk perbaikan aksesibilitas di Perpustakaan UK Petra. Proses desain partisipatif program yang dilaksanakan antara Juni 2016 sampai dengan Juni 2017 ini secara aktif melibatkan para pemangku kepentingan perpustakaan, terutama para pengguna khusus termasuk penyandang disabilitas, orang lanjut usia, wanita hamil, dan juga anak-anak. Desain yang dihasilkan program ini adalah antara lain: desain guiding tile dari pintu masuk ke seluruh fasilitas yang ada di perpustakaan untuk meningkatkan kemandirian penyandang disabilitas netra; desain pencahayaan di area duduk untuk penyandang disabilitas limited vision; desain Special Assistance Corner (Sudut Layanan Pengguna Khusus); lift internal untuk pengguna khusus karena Perpustakaan UK Petra memiliki 4 lantai yang antara lantainya hanya bisa diakses melalui tangga; dan desain toilet untuk penguna khusus. Yang perlu digarisbawahi dalam menyediakan aksesibilitas adalah mengupayakan kemandirian untuk bagi pengguna khusus. Billy Setyadi Karunia, S.I.P., M.A., Ketua Panitia Seminar Nasional dan Pustakawan di Perpustakaan UK Petra mendeskripsikannya sebagai, “Perpustakaan dikunjungi siapa pun. Selama ini kita hanya fokus ke yang bukan penyandang disabilitas. Pustakawan harus memahami bahwa penyandang disabilitas adalah juga pengguna kita. Dan juga, memberikan aksesibilitas adalah memberikan kemandirian  bukan perlakuan khusus”. (noel/padi)

KSI Surabaya Korean Movie Day
October 09, 2017

Bahasa dan kebudayaan adalah dua aspek yang tidak terpisahkan. Dalam mempelajari suatu bahasa, budaya akan memperkaya pemahaman atas bahasa tersebut. Bahasa itu sendiri juga adalah penggambaran suatu kebudayaan. Seperti kata psikiater budayawan Frantz Fanon, “To speak a language is to take on a world, a culture”. King Sejong Institute (KSI) sebagai penyedia pendidikan Bahasa Korea juga memperkaya pembelajaran bahasa yang diberikannya dengan meningkatkan pengenalan atas budaya Korea. Salah satu cara efektif untuk memperkenalkan suatu budaya adalah melalui menonton film. Pada tanggal 15 September 2017, KSI Surabaya mengadakan acara menonton film Korea bersama dalam gelaran Korean Movie Day.

Hadir dalam acara ini Dr. Dra. Liliek Soelistyo, MA., Direktur KSI Surabaya. Dalam sambutannya, Liliek mengangkat bahwa Korean Movie Day ini dilaksanakan dua kali setiap tahunnya. Sejak KSI Surabaya dibuka pada tahun 2015, sudah 4 kali acara ini diadakan. Ia pun mengumumkan bahwa dengan terbukanya berbagai kerjasama baru di Surabaya, gelaran Korean Movie Day selanjutnya mudah-mudahan akan dilaksanakan di CGV Cinema di Marvell City Mall Surabaya. Berita ini disambut dengan hangat oleh sekitar 180 hadirin yang memenuhi Ruangan AVT 502 Gedung T U.K. Petra tempat acara ini diselenggarakan.

Di kesempatan kali ini, film yang ditonton bersama berjudul Amsal (Judul Inggris: Assassination). Assassination dalah sebuah film tentang sejarah perjuangan Korea di saat Korea berada dibawah kekuasaan Jepang pada tahun 1933. Film bergenre drama action ini dilakoni oleh wajah-wajah yang sudah tak asing bagi penggemar film Korea. Jun Ji-hyun, pemeran utama wanita yang berperan sebagai An Ok-yun sudah akrab di mata penggemar film televisi Legend of the Blue Sea (2017), dan My Love from the Stars (2015). Oh Dal-su, pemeran pendukung pria sudah dua kali ditampilkan dalam acara Korean Movie Day KSI, film sebelumnya adalah Ode to My Father. Assassination mengisahkan sepak terjang sekelompok pejuang Korea yang dibentuk oleh Kapten Yem, seorang aktivis gerakan anti penjajahan Jepang di Korea. Kelompok beranggotakan tiga orang ini dipimpin oleh sang protagonis, seorang gadis ahli menembak runduk (sniper) bernama An Ok-yun. Ketiga pejuang ini diberi misi oleh Kapten Yem untuk membunuh Kang In-guk, seorang usahawan Korea yang mengkhianati bangsanya dan membantu Jepang menjajah Korea. Dalam proses persiapan misi, mereka berjumpa dengan Hawaii Gun, seorang pembunuh bayaran berkebangsaan Korea yang ditugasi Jepang untuk menggagalkan misi mereka. Hawaii Gun tidak melaksanakan tugasnya karena simpati pada rekan sebangsanya. Di sini muncul intrik dimana sebelum mereka melancarkan serangan pun, misi rahasia mereka sudah terendus oleh pemerintah Jepang. Lebih mengejutkan lagi ketika kelompok pejuang kita mendapati kenyataan dimana An Ok-yun adalah anak kandung dari Kang In-guk, sasaran mereka. Drama semakin memuncak ketika jalan cerita berbelok dan tokoh antagonis utama yang tidak diduga-duga dimunculkan. Intrik dan drama yang sedih dalam film ini diselingi komedi dengan porsi yang baik dan di saat yang tepat sehingga memberi kesegaran dan tidak mengganggu pesan serius yang ada di dalamnya.

Dari menonton film ini kebudayaan Korea bisa diserap melalui pengenalan atas sejarahnya. Kita akan tahu bahwa sebelum perang dunia kedua (sejak 1910), Korea berada di bawah kekuasaan Jepang. Terlihat di film ini bahwa bangsa Korea, walaupun di bawah tekanan Jepang, tetap bisa menjaga kebudayaannya terlihat dari adegan gadis-gadis memakai hanbok berdansa dengan iringan musik shuffle khas tahun 1930-an. Meskipun dibalut ironi, sentimen patriotisme Korea di bawah penjajahan nampak dalam adegan-adegan tokoh Hawaii Gun dimana ia harus menahan kegeraman dan tidak langsung bereaksi ketika melihat orang Korea diperlakukan semena-mena oleh tentara Jepang. Sentimen ini dirasakan oleh para penonton, seperti yang dikatakan oleh Jourdan, mahasiswa Manajemen Perhotelan angkatan 2016 yang hadir menonton. Mengenai menjaga loyalitas pada negara ia mengatakan, “Kita tidak boleh mengkhianati negara kita sendiri”. (noel)

Upacara Peringatan 17 Agustus 2017 “Indonesia Kerja Bersama”
October 09, 2017

Republik Indonesia sebagai negara yang memperjuangkan kemerdekaan dan mencapainya patut berbangga. Pada tanggal 17 Agustus di setiap tahunnya, kita merayakan proklamasi kemerdekaan RI. Di tahun 2017, bangsa ini merayakan Hari Kemerdekaan untuk ke-72 kali dengan semangat “Indonesia Kerja Bersama”. Dalam semangat ini juga, Universitas Kristen Petra sebagai instansi pendidikan tinggi Indonesia melaksanakan Upacara Bendera Memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-72.

Upacara yang dilaksanakan di Lapangan Olahraga UK Petra (Lapangan Anta) dimulai pada pukul 07.30 WIB. Kolonel Marinir (Purn.) Boy Freddy Malonda, Kepala Unit Ketahanan Kampus UK Petra bertindak sebagai Komandan Upacara dan sekitar lebih dari 2000 orang mahasiswa mengikuti upacara ini. Rektor UK Petra, Prof. Ir. Rolly Intan M.A.Sc., Dr.Eng. bertindak sebagai Inspektur Upacara menyampaikan sambutan dari Menteri riset dan teknologi pendidikan tinggi (Menristekdikti) dengan tajuk sama dengan semangat HUT RI ke-72, “Indonesia Kerja Bersama”. Sambutan ini diawali dengan penggalan pidato legendaris Presiden Soekarno pada Juni 1945, “... Amal semua buat kepentingan semua, keringat semua buat kebahagiaan semua. Holopis kuntul baris buat kepentingan bersama”. Berangkat dari kutipan ini diberikan gambaran bahwa Indonesia sudah berhasil menjadi bangsa yang besar dengan berbagai kemajuan dalam bidang ekonomi, sosial, dan politik. Di sisi lain, dipaparkan tantangan terbesar adalah kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang sebagian besar terdiri atas tenaga tidak terlatih atau berkeahlian rendah-menengah.

Menghadapi tantangan tersebut, Kemenristekdikti menetapkan tujuan strategi 2019 yaitu: meningkatnya relevansi, kuantitas dan kualitas SDM berpendidikan tinggi, serta kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) dan inovasi untuk keunggulan daya saing bangsa. Kunci pencapaian tujuan strategi ini, menurut Menteri RIstekdikti adalah kerja bersama yang dimulai dari diri sendiri dan membangun budaya anti plagiat, budaya keilmuan yang menghasilkan inovasi dan karya bermanfaat, budaya kampus bersih, budaya anti korupsi, budaya anti narkoba,  bebas dari faham radikalisme, membangun kesantunan dan memperteguh jiwa Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila.

Upacara diwarnai dengan  simulasi penanganan keadaan darurat yang dilaksanaan oleh tiga Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Bakti Negara, yaitu: Resimen Mahasiswa (Menwa), UKM Mahasiswa Petra Pecinta Alam (Matrapala) dan Korps Suka Rela (KSR) PMI. Ketiga UKM Bakti Negara yang berada di bawah binaan Unit Ketahanan Kampus UK Petra ini memperagakan simulasi penanganan keadaan darurat terorisme dimana terjadi  Rektor diculik, penanganan ancaman bom, unjuk ketangkasan prusik (simpul tali) untuk menaiki bangunan tinggi, cara kerja triage (teknik dalam penanganan korban) dan kerjasama dengan pihak kepolisian untuk penanganan ancaman terorisme.

Beberapa pesan dan petunjuk disampaikan melalui simulasi yang juga didukung oleh Subdetasemen Gegana Satuan Brigade Mobil Polda Jawa Timur ini, yaitu: kerjasama antara masyarakat dan kepolisian sangat penting dalam ancaman terorisme, apabila ada ancaman terorisme segera menghubungi pihak yang berwajib, jangan mendekati lokasi yang berbahaya seperti obyek bom atau daerah tembak menembak dan klasifikasi penanganan korban berdasarkan urgensi lukanya.

Seusai simulasi keadaan darurat, rangkaian perayaan Hari Kemerdekaan ditutup dengan defile oleh Lembaga Kemahasiswaan – Keluarga Besar Mahasiswa UK Petra. Dalam kesempatan ini Tim Gegana Satbrimob Polda Jatim menyampaikan, “Semua berjalan dengan baik dan lancar dari persiapan upacara sampai simulasi karena kerjasama dan komunikasi  yang baik dari Petra yang solid dan bagus”. Vincent Prasetyo, pengurus bagian Hubungan Masyarakat Menwa yang bertugas sebagai Perwira Upacara menyampaikan, “Kita boleh menuntut ilmu setinggi mungkin, akan tetapi jangan lupa timbal balik kita kepada bangsa dan negara”. (noel/dit)