Connect with us
  • b
  • a
  • x
A CARING AND GLOBAL UNIVERSITY
WITH COMMITMENT TO CHRISTIAN VALUES

Berita

Dosen Harus Persiapkan Mahasiswa Hadapi Era Disruptive Innovation
April 19, 2018

Seturut perkembangan zaman dan perkembangan teknologi yang semakin canggih, dunia kini memasuki era revolusi industri 4.0 yang menekankan pada hal-hal yang bersifat digital, robotik dan komputerisasi atau dikenal dengan fenomena disruptive innovation. Dunia pendidikan juga turut terdampak, kedepannya, mahasiswa akan menghadapi era revolusi industri generasi keempat yang memungkinkan pekerjaan-pekerjaan manusia digantikan dengan mesin dan robot. Melihat permasalahan tersebut, Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan teaching workshop bagi dosen-dosen FTI dan beberapa dosen dari fakultas lainnya. Kegiatan yang mengangkat topik “Bagaimana seharusnya pendidikan tinggi mempersiapkan siswa mereka dalam mengantisipasi revolusi industri 4.0?” ini diikuti oleh 40 orang dosen dan dilaksanakan pada 10 April 2018. “Kegiatan ini bertujuan sebagai refreshing training tentang pengajaran dalam menghadapi perubahan zaman, ditambah mahasiswa yang diajar adalah generasi milenial yang sangat berbeda dengan zaman dulu,” ungkap Dr. Juliana Anggono, S.T.,M.Sc. selaku Dekan Fakultas Teknologi Industri UK Petra.

Allan Schneitz, seorang pakar pendidikan dari Finlandia menjadi pembicara dalam workshop ini. Finlandia memiliki sistem pendidikan terbaik di dunia yaitu dengan memfasilitasi siswa agar dapat menemukan bakat dan minatnya. Allan mengatakan bahwa pendidikan di negara-negara Asia sangat berbeda dengan Finlandia. Di Asia, pendidikan seseorang di pengaruhi oleh beberapa faktor seperti harapan orang tua, harapan negara, dan masalah kesejahteraan. Dalam kegiatan ini, Allan menyatakan bahwa dalam revolusi industri 4.0 ini akan ada sekelompok orang yang pekerjaannya bisa dengan mudah digantikan oleh mesin, tetapi ada juga sekelompok orang yang sudah punya level kompetensi serta skill yang bagus, maka tidak akan bisa dengan mudah digantikan oleh mesin. Oleh sebab itu pendidikan tinggi, terutama dosen harus mempersiapkan mahasiswa agar mampu menghadapi era tersebut dan memiliki skill yang mampu bersaing.

Menurut Allan, salah satu solusinya adalah pengajaran harus lebih kreatif karena metode kuliah pada umumnya tidak lagi efektif seperti dulu. Jika satu jam sama dengan 100%, 15 menit sama dengan 25%, efektifitas metode kuliah hanya sebesar 5%, membaca sebesar 10%, audio-visual sebesar 20%, demonstrasi sebesar 30%, diskusi kelompok sebesar 50%, praktik sebesar 75%, dan yang paling efektif adalah segera mengaplikasikan yang dipelajari atau bisa diwujudkan dengan mengajar kepada sesama yaitu sebesar 90%. Allan juga menambahkan bahwa generasi sekarang ini tidak bisa lepas dari gawai yang seringkali, tantangan seorang dosen adalah bagaimana justru menjadikan gawai itu sebagai bagian dari pembelajaran. Selain itu, networking (jaringan) juga dapat menjadi solusi. Dalam edukasi, unsur-unsur yang terlibat biasanya berpusat pada dosen, staff, materi, peratalan, dan lain-lain. Tetapi sebenarnya edukasi juga tidak bisa lepas dari komunitas, kearifan lokal, pemerintah yang mengatur regulasi, dan industri. “Jika kreativitas dan jaringan adalah solusinya, kemudian apa masalahnya? Bagaimana peran kunci baru universitas terhadap komunitas dan masyarakat, itulah yang harus diperhatikan,” terang Allan Schneitz.

Kapolrestabes Surabaya Ajak Civitas UK Petra Perangi Hoax
April 18, 2018

Kemajuan teknologi informasi membuat pertukaran informasi menjadi hal yang sangat mudah dan merasuk ke seluruh kegiatan masyarakat Indonesia. Banyak kemudahan dan kebaikan yang sudah dirasakan dengan hadirnya berbagai media sosial dan juga gadget yang membuat laju pertukaran informasi menjadi sangat cepat. Di balik kemudahan dan kebaikan tersebut terdapat juga sisi negatifnya, percepatan informasi ini meningkat bersamaan dengan banyaknya informasi palsu atau berita bohong yang kita kenal dengan hoax. Universitas Kristen Petra (UK Petra) turut serta dalam upaya memerangi hoax melalui kegiatan Seminar Anti Hoax “Hoaxbuster: Cerdas Mengelola dan Meneruskan Informasi”, yang diselenggarakan oleh Departemen Mata Kuliah Umum UK Petra pada hari Jumat, tanggal 6 April 2018 di Ruang AVT 503 Gedung T UK Petra.

Sekitar 210 peserta memenuhi ruangan AVT yang menghadirkan Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan, S.H., M.H. sebagai pembicara utama. Rudi membawakan seminar bertajuk “Bersama Mahasiswa Melawan Hoax”. Rudi mengawali pembicaraan dengan memberikan definisi hoax. Menurutnya, hoax adalah segala informasi yang tidak sesuai dengan aslinya. Ia kemudian menggambarkan bagaimana hoax menjadi viral dengan ilustrasi jika seseorang memiliki 11 ribu pengikut di media sosial, dan orang tersebut memasang suatu hoax. Lalu hoax ini kemudian di-share oleh pengikutnya yang juga memiliki ribuan pengikut. Maka dalam waktu singkat bisa dipastikan sejumlah besar pengguna internet sudah terpapar dengan informasi salah tersebut, situasi ini yang disebut dengan istilah viral. Rudi menjelaskan bahwa pemerintah sudah mengantisipasi hoax melalui perangkat perundangan. Kepolisian juga sudah melakukan tindakan terkait hoax, yaitu: preemtif, preventif, dan penegakan hukum. Rudi menyarankan kepada para pengguna internet untuk menjadi netizen yang cerdas dan bijak. Ia mengingatkan bahwa kepolisian saat ini sudah memiliki cyber patrol yang bekerja 24 jam setiap hari dan juga bekerjasama dengan para ahli. Pelanggar hukum di dunia cyber pasti tertangkap, Rudi mengatakan “Sekarang bukan lagi mulutmu harimaumu, tapi jempolmu harimaumu”. Sebagai penutup sesi ini, segenap peserta seminar melakukan deklarasi anti hoax serta penandatanganan ikrar melawan hoax di lembar Wall of Hopes.

Seusai sesi Kapolres, seminar dilanjutkan dengan sesi seminar bertajuk “Let’s Turn Back Hoax” yang diasuh oleh Rovien Aryunia, M.PPO., M.M., Koordinator Masyarakat Anti Fitnah Wilayah Surabaya. Rovien memberikan gambaran bahwa hoax meningkat di Indonesia karena rendahnya literasi digital pengguna internet di Indonesia. Rovien kemudian memberikan saran tentang bagaimana mengetahui ciri-ciri hoax, yaitu berita yang mengajak pembacanya membenci, fitnah/rekayasa yang memakai gambar yang tidak berkaitan dengan informasi yang disebarkan, dan menggunakan media abal-abal (yang tidak bertanggungjawab). Sesi terakhir seminar adalah seminar “Hoax dan Umat Beragama” dengan narasumber Pdt. Wahyu Pramudya, M.Th., Pendeta GKI Ngagel. Menurut Wahyu, semakin user friendly sebuah teknologi, semakin besar partisipasi tiap orang dalam pembuatan & penyebaran berita. Hal ini menyebabkan semakin besar pula dampaknya, baik itu positif atau negatif. Sally Azaria, S.Sos., M.PPO., dosen Departemen Mata Kuliah Umum dan koordinator seminar ini menyampaikan himbauannya terkait melawan hoax, ia mengatakan “Kita tidak bisa membuat berita hoax tidak ada. Tetapi yang kita bisa adalah meminimalkan dampak buruk dari hoax. Misalnya cerdas dalam menerima dan menyebarkan informasi atau bisa juga mengingatkan keluarga jika mereka menyebarkan hoax”. (noel/Aj)

Ilmu yang Aktual dengan Teknologi
April 13, 2018

Pembangunan infrastruktur Indonesia bertumbuh seiring dengan pertumbuhan ekonomi. Salah satu bidang penting dalam dunia infrastruktur adalah keahlian rekayasa struktur yang mendesain dan membangun struktur. Rekayasa struktur merupakan bidang profesi yang memerlukan keterampilan teknis, intuisi, dan seni. Agar dapat mendesain dan membangun struktur yang aman dan ekonomis, praktisi industri konstruksi perlu mengikuti perkembangan terbaru metode analisis struktur, metode desain, metode konstruksi dan peraturan-peraturan bangunan. Sebagai upaya memberikan pemahaman dan mengaktualkan ilmu mahasiswa serta kalangan praktisi industri konstruksi khususnya di bidang rekayasa struktur, Magister Teknik Sipil Universitas Kristen (UK) Petra menyelenggarakan seminar bertajuk Structural Modelling, Analysis and Design pada hari Selasa, 3 April 2018. Seminar yang dihadiri praktisi, akademisi dan mahasiswa teknik sipil ini dipandu oleh Wong Foek Tjong, S.T., M.T., Ph.D., selaku Ketua Program Magister Teknik Sipil UK Petra. Hadir sebagai pembicara seminar Dr. Nathan Madutujuh. Nathan bergerak di bidang rekayasa industri melalui piranti lunak alat bantu penghitungan yang dikembangkannya.

Seminar dimulai dengan paparan tentang Desain Awal Gedung Tinggi di Daerah Seismik. Letak geografis Indonesia dikenal sebagai ‘cincin api’ karena berada di tempat dimana beberapa lempeng tektonik bertemu. Karakteristik daerah ini adalah resiko gempa bumi yang tinggi, karena karakteristik ini, regulasi konstruksi bangunan tinggi menuntut standar bangunan yang mampu mengakomodasi resiko gempa. Regulasi terkait resiko gempa ini didasarkan pada peta resiko gempa yang dinamis dan senantiasa diperbarui. Standar yang ditetapkan berbeda antara di area yang rentan gempa dan area yang jarang gempa. Karena perbedaan standar serta adanya kemungkinan standar tersebut berubah, ada tuntutan tersendiri bagi para desainer struktur untuk bisa menghasilkan desain awal dengan cepat dan akurat. Desain awal berperan sentral perencanaan struktur karena para pemegang kepentingan membuat keputusan berdasarkan desain awal tersebut. Dalam membuat desain awal, finite element method(FEM/metode elemen hingga) memungkinkan adanya kalkulasi yang akurat dan penetapan batas kesalahan yang jelas dalam waktu yang singkat.

Sesi kedua diisi dengan penjelasan tentang pemakaian FEM dalam analisis struktur. Dalam analisis struktur banyak sekali ditemukan variabel yang saling mempengaruhi. Banyaknya variabel tersebut dan adanya efek saling mempengaruhi menyebabkan terjadinya penghitungan yang berulang-ulang kali dan bahkan sampai tidak terhingga. FEM adalah metode menyederhanakan analisa tersebut. FEM dilakukan dengan memilih beberapa elemen spesifik dari banyaknya elemen yang ada untuk dianalisa, contoh: elemen tulang baja, kolom beton, tiang pondasi. Analisis dilakukan dengan kalkulasi statistik pada elemen-elemen tersebut dan menetapkan rasio kesalahan (error ratio) yang sesuai. Metode FEM memungkinkan perencanaan struktur dapat dilakukan dalam waktu yang lebih singkat.

Bahasan terakhir dalam seminar ini adalah Capacity Design of Pile Foundations yang mengangkat tentang perancangan kapasitas tiang pondasi. Penghitungan kebutuhan tiang, regulasi standar gempa, dan[A1]  kondisi tanah adalah kombinasi penghitungan yang sederhana namun memakan waktu dan memerlukan perhitungan berulang kali apabila dilakukan secara manual. Dengan program alat bantu penghitungan dan metode FEM, kalkulasi tersebut bisa dilakukan dengan akurat dan waktu yang cepat. Menurut Nathan, perkembangan teknologi alat bantu kalkulasi dan penguasaan metode FEM ini akan memungkinkan industri konstruksi untuk lebih efisien, aman, dan membuat inovasi-inovasi baru. Nathan menyampaikan anjuran bagi para pelaku industri konstruksi untuk terus memperkaya ilmu dan mengasah keterampilannya agar selalu relevan dengan perkembangan terbaru, ia mengatakan, “Semaju apa pun alat bantu, manusia tetap sebagai aktor utamanya”. (noel/dit)

UK Petra Kembali Dipercaya Menjadi Salah Satu Perguruan Tinggi Pengasuh
April 13, 2018

Jumlah Perguruan Tinggi (PT) di Indonesia saat ini mencapai 4.616 PT. Untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) melalui Direktorat Penjaminan Mutu Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan membuka kesempatan bagi Perguruan Tinggi unggul (ter-akreditasi A) untuk membina perguruan tinggi lain yang masih terakreditasi C melalui Hibah ”Program Asuh PT Unggul”. Di awal April ini, Universitas Kristen Petra bersama dengan 28 perguruan tinggi lain terpilih sebagai penerima Hibah tahun 2018.

Berita bahagia ini diterima langsung oleh Rektor UK Petra, Surabaya, Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M. Eng. ”Puji Tuhan, kepercayaan ini merupakan sebuah kehormatan bagi UK Petra untuk berbagi pengalaman-pengalaman baik (best practice) pengelolaan perguruan tinggi dengan perguruan tinggi mitra. Sekaligus ini merupakan kesempatan berharga untuk menjadi berkat, khususnya dalam peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia”. Ada proses seleksi yang harus dilalui untuk menjadi perguruan tinggi asuh ini, dan ke-29 perguruan tinggi tersebut terpilih melalui seleksi dari antara 36 perguruan tinggi yang mengajukan proposal dalam hibah ”Program Asuh PT Unggul” ini. ”Tentunya UK Petra akan memberikan yang terbaik dalam melaksanakan amanat yang telah dipercayakan ini. Tim dan narasumber Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UK Petra akan mengawal pelaksanaan hibah PT Asuh ini”, urai Prof. Djwantoro saat dihubungi di kantornya. Pengesahan program ini didukung dengan penandatanganan perjanjian PT Asuh yang dihadiri langsung oleh Kepala Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UK Petra yaitu Dr. Dra. Gan Shu San, M.Sc. Berdasarkan release resmi dari Kemenristekdikti, para PT unggul diminta untuk dapat sharing best practice sekaligus untuk membangun budaya mutu sehingga terdorong menjadi unggul.

Peningkatan peringkat akreditasi merupakan hasil yang ingin diraih dari perbaikan manajemen mutu yang diterapkan di PT tersebut. Karenanya, UK Petra nantinya tak hanya fokus pada perbaikan peringkat program studi yang mendapat nilai C saja akan tetapi juga pembenahan manajemen mutunya, di antaranya komitmen terhadap mutu, pengembangan sistem penjaminan mutu dan penyediaan auditor mutu internal. Ada banyak kegiatan yang disiapkan untuk kegiatan program asuh ini, di antaranya lokakarya Sistem Penjaminan Mutu Internal, Audit Mutu Internal (AMI) dan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME). Adapun tiga perguruan tinggi yang diasuh oleh UK Petra pada tahun 2018 adalah Universitas Kristen Wira Wacana, Sumba Timur-NTT, Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum, Jombang-Jatim, dan Institut Teknologi Del,Toba Samosir-Sumatra Utara.

”UK Petra siap mendukung program pemerintah dalam memajukan pendidikan di Indonesia. Melalui program yang telah disusun, kami akan membagikan pengalaman mengelola sistem penjaminan mutu serta mendampingi agar PT yang diasuh siap melakukan reakreditasi untuk program studi yang masih terakreditasi C. Berdasarkan data dari Kemenristekdikti, pada program serupa tahun 2017 yang lalu, program studi terakreditasi C yang mengalami peningkatan peringkat menjadi B atau A tercatat sejumlah 124 program studi dari 637 program studi yang diasuh. Untuk tahun 2017 lalu, UK Petra telah mengasuh Universitas Yudharta-Pasuruan, Universitas Dhyana Pura-Bali dan Universitas Kristen Artha Wacana-Kupang. Dari 22 program studi yang diasuh, terdapat 6 program studi yang meningkat akreditasinya dari C menjadi B”, tutup Gan Shu San.

Bharatika Creative Design Festival, Ajang Salurkan Kerinduan
April 13, 2018

Tahun 2018, Bharatika Creative Design Festival kembali digelar oleh Fakultas Seni dan Desain (FSD) Universitas Kristen Petra (UK Petra). Kompetisi yang diikuti oleh 200 peserta yang berasal dari berbagai negara mulai dari Indonesia, Taiwan, China, Singapura, Malaysia, dan Australia ini berlangsung pada 6—8 April 2018 di Gedung Balai Pemuda. Kompetisi ini digelar sebagai wadah aktualisasi diri di bidang akademis terutama di bidang desain agar peserta dapat menunjukkan sekaligus mengembangkan potensi diri, selain itu juga dapat menambah wawasan peserta di bidang industri kreatif. Serangkaian kegiatan menarik digelar dalam Bharatika Creative Design Festival 2018 kali ini yaitu kompetisi, talk show, workshop, coaching class, creative market, pameran, meet the judges hingga awarding night. Bharatika Creative Design Festival 2018 mengangkat tema “Rindu” yang bisa berarti dua hal yaitu kangen atau impian. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat mendorong orang-orang untuk menyalurkan impiannya. “Setiap orang memiliki kerinduan masing-masing, orang-orang desain dan orang-orang kreatif idealnya dapat melepaskan kerinduan mereka di Bharatika dengan mengikuti rangkaian kegiatan ini,” ungkap Margareth Thresea Wijaya selaku ketua acara Bharatika Creative Design Festival 2018.

Terdapat dua kategori dalam Bharatika 2018 yaitu Sekolah Menengah Atas (SMA) dan mahasiswa yang kemudian dibagi menjadi 12 cabang lomba. Untuk kategori mahasiswa cabang yang dilombakan antara lain Corporate Identity, Print Ad, Conceptual Photography, Packaging Design, Integrated Campaign, Apartement Lobby Design, Visual Merchandising, Lamp Armature Design, Chair Design dan Innovation Challenge. Sedangkan kategori siswa SMA, cabang yang dilombakan yaitu Photography dan illustration. Lima karya terbaik dari setiap cabang lomba yang ada dipamerkan dalam kegiatan ini, selain itu terdapat 20 pameran karya kreatif berupa dua dimensi dan pameran karya berprestasi mahasiswa FSD UK Petra.

Workshop yang diselenggarakan  di Bharatika Creative Design Festival  adalah  workshop “Enamel Pin Trendi, Buatan Sendiri!” oleh Elaboure dan workshop “Seru-seru Bareng Buat Motion Graphic!” oleh FJORD Motion. Workshop ini menjadi wadah bagi insan kreatif untuk belajar dan praktik secara langsung dari orang-orang yang telah lama bergerak di bidang industri kreatif. Dalam Bharatika Creative Design Festival  juga ada talkshow  tentang “Bekal Dunia Desain dalam Era Global” dengan narasumber Arief Muhammad yang merupakan CEO PETAKUMPET, sebuah perusahaan periklanan di Yogyakarta. Tidak hanya itu, Dhany Virdian, Creative Director of Narrada Communication dan Mario Tetelepta, Associate Director of Branding Origination di MakkiMakki juga menjadi narasumber dalam talkshow kedua yang mengangkat topik “Menguak Rahasia Innovator”. “Melalui workshop dan talkshow ini kami berharap peserta bisa banyak mendapatkan ilmu dan pengetahuan langsung dari orang-orang yang memiliki pengalaman berkecimpung dalam industri kreatif,” ujar Margareth.

Sebagai penghargaan atas karya para finalis lomba, finalis berhak mengikuti kelas pembinaan oleh Eka Sofyan Rizal yang bertemakan “Get Closer to Your Client by Design”. Seluruh rangkaian kegiatan Bharatika Creative Design Festival 2018 ditutup dengan penganugerahan hadiah bagi para pemenang dalam acara Awarding Night yang dihadiri juga oleh Triawan Munaf dari Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF). (rut/dit)

 

Raditya Dika Bahas Industri Kreatif di UK Petra
April 11, 2018

Di Indonesia, Industri kreatif sedang berkembang pesat. Bahkan para ahli dan pakar ekonomi menyatakan bahwa pendapatan negara sebagian disumbang oleh industri kreatif yang terus bertumbuh dan berkembang pada setiap saat. Tetapi, tidak banyak yang menyadari bahwa prospek berkarir dalam dunia industri kreatif ini sangat menjanjikan. Industri kreatif terdiri dari banyak lini mulai dari fashion, musik, penerbitan, fotografi, seni rupa, film animasi, dan lain-lain. Program English for Creative Industry (ECI) Universitas Kristen Petra (UK Petra) menawarkan berbagai pembelajaran seperti creative writing, directing for film and stage, stage and film production, acting for stage and film, dan masih banyak lagi. Dengan berbagai pembelajaran tersebut tentunya akan mendatangkan prospek berkarir yang sangat luas antara lain seperti director, actor/actress, copy writer, translator, dan masih banyak lagi.     Himpunan Mahasiswa Sastra Inggris UK Petra kali ini berkesmpatan menyelenggarakan talkshow bertajuk Success in Creative Industry yang disingkat menjadi SINCI. Talkshow ini bertujuan untuk membuka wawasan peserta tentang industri kreatif yang ada di Indonesia dan prospek kerja yang terdapat dalam dunia industri kreatif, juga sharing dengan narasumber yang terkait seputar dunia industri kreatif.

Yang menjadi narasumber dalam talkshow ini adalah Raditya Dika. Pada zaman ini, siapa yang tidak tahu Raditya Dika? Seorang penulis, produser film, komika, sutradara, aktor, dan youtuber. Sekian lama berkecimpung dalam dunia industri kreatif, Raditya Dika berbagi tentang dunia industri kreatif di Indonesia dan juga kiat-kiat menjadi seorang penggiat industri kreatif. Talkshow yang diselenggarakan pada 4 April 2018 ini diikuti oleh kurang lebih 600 peserta. Melalui talkshow ini, penulis buku kambing jantan ini menekankan bahwa saat terjun dalam dunia industri kreatif, jangan pernah memulainya untuk tujuan uang dan popularitas. Didalam segala sesuatu, kita harus melakukan yang terbaik, jika karya kita bagus, banyak orang menyukainya, maka uang dan popularitas akan mengikuti dengan sendirinya. “Jika kamu puas dengan karyamu, orang lain puas dengan karyamu, maka popularitas dan uang akan datang dengan sendirinya. Masuklah dunia industri kreatif karena apa yang ingin kamu sampaikan kepada orang lain,” ujar pria kelahiran 28 Desember 1984 ini.

Menurutnya, untuk mencari topik atau konten bisa didapatkan dari kegelisahan yang dirasakan masing-masing orang. Banyak orang memulai youtube karena sesuatu yang sedang populer, padahal sesuatu yang populer tersebut biasanya bersifat sementara. Raditya Dika juga memberikan tips-tips dalam menulis agar dapat mempertahankan kualitas tulisan sampai akhir yaitu harus ada proses development (bagian depan, tengah, dan belakang) sebelum menulis, membuat kerangka tulisan, ditulis ketika rancangan tulisan telah matang. Dalam menulis, ia juga memberikan rumus yaitu karakter utama + tujuan + hambatan. Contohnya Sandi + ingin mengajak gebetan ke pesta + tapi ditengah jalan diculik alien. “Dengan rumus seperti ini akan lebih memudahkan kita, karena kita sudah menjabarkan karakter utama, tujuan dan hambatannya,” ungkap pemain film Koala Kumal ini. (rut/padi)

Petra Little Theatre Selalu Pertahankan Kualitas dan Profesionalisme
April 11, 2018

Berdiri sejak tahun 2002, Petra Little Theatre (PLT) UK Petra telah  menampilkan banyak pertunjukan teater yang menarik dengan tetap menjunjung nilai-nilai utama mereka  yaitukeahlian dan kualitas artistik, profesionalisme, kolaborasi, keragaman, dan pendidikan. PLT yang berada di bawah naungan Program Studi Sastra Inggris UK Petra ini merupakan teater kampus yang dikelola secara profesional. Dengan studio yang bertempat di gedung B lantai 2 UK Petra, PLT pada mulanya didirikan untuk menjawab kebutuhan laboratorium dan tempat praktik bagi para mahasiswa Program Studi Sastra Inggris, dan terutama Program English for Creative Industry (ECI) setelah program tersebut resmi diluncurkan tahun 2013. Fasilitas PLT meliputi panggung, belakang panggung, area penonton, ruang kontrol, sistem tata suara, serta tempat penjualan tiket.

PLT memiliki misi menjadi teater pendidikan yang memungkinkan mahasiswanya untuk menghasilkan pertunjukan-pertunjukan teater baru dan berkualitas serta menjadi motor penggerak bagi pengembangan naskah baru di Indonesia yang mampu berbicara kepada penonton masa kini di dalam konteks masyarakat global. Di dalam setiap penampilan teaternya, PLT selalu memiliki ciri khas tersendiri yaitu menggunakan dialog Bahasa Inggris, memiliki gaya representasional terutama untuk pendekatan aktingnya, dan cerita-cerita yang diangkat mewakili realita dan permasalahan yang ada di Indonesia khususnya Surabaya. “Kami mengangkat tema-tema yang dekat dengan masyarakat, karena kami menyadari bahwa kedekatan emosi dengan penonton itu sangat penting dalam menjadikan teater relevan bagi masyarakatnya dan dalam membuka ruang dialog dengan mereka,” ungkap Stefanny Irawan, S.S., M.A., Managing Director PLT.

Pada mulanya, PLT selalu dilekatkan dengan penampilan dari kelas-kelas tertentu saja seperti kelas Acting, Directing, dan Play Production. Seiring dengan perkembangannya, PLT mulai rutin menggelar pertunjukkan 2 hingga 4 kali dalam setahun di luar penampilan kelas. Pertunjukan PLT dibuka untuk umum dengan target penonton yang berbeda-beda sesuai dengan tema pementasan yang dibawakan, dan para pemainnya pun bisa berasal dari semua Program Studi dengan melewati proses audisi. Melalui setiap pementasannya, PLT juga berusaha mengikis stigma masyarakat umum tentang teater sebagai bentuk kesenian yang susah dipahami. Hal itu dilakukan dengan menitikberatkan aspek kualitas, orisinalitas dan profesionalisme dalam setiap produksinya.  Program New Play Development yang dimulai sejak tahun 2013 dengan tujuan mendidik para penulis muda untuk menghasilkan naskah teater yang orisinal dan berkualitas adalah salah satu bukti keseriusan PLT dalam menjalankan misinya. Profesionalisme mewarnai semua praktik PLT, termasuk dalam proses produksi yang terjadwal dan disiplin, hingga memastikan pertunjukan berjalan tepat waktu dan penonton mampu menikmati pertunjukan dengan sebaik mungkin. “Profesionalisme merupakan faktor yang penting karena ketika kita bicara tentang seni pertunjukan, yang sesungguhnya disuguhkan adalah pengalaman. Penonton tidak hanya membeli tiket untuk apa yang terjadi di atas panggung, tapi untuk suatu pengalaman menonton yang memuaskan secara keseluruhan. Karena itu kami harus persiapkan semuanya secara detail,” jelas dosen ECI ini.

Kepengurusan PLT saat ini terdiri dari  20 mahasiswa yang dibagi ke dalam dua bidang yaitu artistik dan manajemen. Bidang artistik dikepalai oleh Meilinda, S.S., M.A. selaku Artistic Director, sedangkan Stefanny Irawan, S.S., M.A. bertindak selaku Managing Director. Bidang artistik bertanggung jawab atas kualitas artistik yang ditampilkan di atas panggung seperti akting, penyutradaraan, desain panggung, tata lampu, musik, kostum dan makeup. Sedangkan bagian manajemen bertanggung jawab atas hal-hal di luar panggung seperti marketing dan sponsor, penjualan tiket,  front of house, publikasi, dan dokumentasi. “Saya berharap kami di PLT tetap konsisten menjaga dan meningkatkan kualitas pertunjukan kami. Saya juga berharap UK Petra mampu semakin mendukung PLT dalam berkarya. Dan saya ingin melihat munculnya teater-teater kampus di Surabaya yang juga menampilkan karya yang berkualitas, profesional dan konsisten,” sambung dosen yang mendapatkan gelar master di bidang Arts Management  dari State University of New York (SUNY), Buffalo dengan beasiswa Fulbright ini. (rut/Aj)

Bersuka dalam Pengampunan-Nya
April 10, 2018

Paskah merupakan momen penting bagi umat kristiani untuk mengingat kembali kebangkitan Tuhan Yesus dari kematian. Segenap civitas akademika Universitas Kristen Petra (UK Petra) juga turut merayakan kemenangan umat manusia atas dosa oleh pengorbanan Yesus di atas kayu salib melalui ibadah paskah pada hari Jumat, 2 April 2018. Ibadah paskah kali ini memilih tema “Delighting in God’s Forgiveness” atau Bersuka dalam Pengampunan-Nya. Ibadah paskah yang dilaksanakan di auditorium UK Petra ini diselenggarakan oleh Pelayanan Mahasiswa (Pelma) UK Petra di bawah bimbingan Pusat Kerohanian (Pusroh) UK Petra.

Diawali dengan puji-pujian dan drama singkat, kebaktian paskah ini menghadirkan Daniel Lukas Lukito, Th.D. sebagai pembawa firmannya. Daniel Lukas Lukito, Th.D mengutip dua ayat utama yaitu 1 Yohanes 3:16, “Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kita pun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita” dan Lukas 23:34a,  “Yesus berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” Dari kedua kutipan ayat berikut, Daniel Lukas Lukito, Th.D menekankan bahwa manusia percaya harus meneladani Tuhan Yesus terutama dalam dua hal yaitu meneladani kasih yang riil dari Tuhan Yesus dan memberikan pengampunan yang riil demi nama Tuhan Yesus.

Kebencian bisa menjadi sumber dari malapetaka, setitik kebencian bisa menyebabkan manusia bertindak kejam. Salah satu contohnya adalah Adolf Hitler yang tumbuh dengan kebencian akan ayahnya yang tidak menyetujui anaknya berkecimpung dalam dunia seni rupa. Karena kebencian itu, ia menjadi pemimpin Jerman yang sangat kejam. Seringkali manusia hidup terpuruk dalam kebencian dan tidak bisa memaafkan. Teladan Tuhan Yesus melalui pengorbanan-Nya di atas kayu salib merupakan kasih dan pengampunan yang riil kepada umat manusia. Seperti Tuhan Yesus mengasihi dan mengampuni kita, kita juga harus bisa mengampuni orang lain. Ini juga menjadi perwujudan dari Doa Bapa Kami yang sering diucapkan, yang mana ada tertulis pada Matius 6:12, “dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami”. “Karena kita orang-orang berdosa, Tuhan Yesus mengasihi kita dan kita didorong untuk meneladani kasih Kristus. Tuhan Yesus datang bukan hanya berkata serta sekedar memberitahu bahwa Ia mengasihi kita, tetapi Ia sudah menyerahkan nyawa-Nya bagi kita, itu adalah bukti kasih-Nya bagi kita,” ujar Daniel Lukas Lukito, Th.D.

Tidak boleh ada dendam, kepahitan, dan kebencian terus menerus. Seringkali orang percaya hidup dalam kemunafikan, tindakan kita sangat berbeda di dalam dan luar gereja.  Mengutip dari perkataan dari Lewis B. Smedes yaitu “To Forgive is To Set a Prisoner Free”, disaat kita memberi pengampunan kepada orang-orang yang telah menyakiti kita seperti teladan Yesus, maka kita akan menjadi orang yang merdeka dan paling bersuka cita. Setelah Firman Tuhan disampaikan, Rektor UK Petra menyampaikan sambutannya. “Melalui momen paskah, kita mengingat kebangkitan Yesus Kristus. Hidup kita berharga karena pengorbanan Tuhan bagi kita,” ungkap Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M.Eng. dalam sambutannya. (rut/Aj)

Bermain Ruang Kota Kita
April 10, 2018

Anak-anak adalah generasi penerus yang memiliki minat, kebutuhan dan spesifikasi yang khusus. Banyak karya arsitektur seperti public space (ruang terbuka publik), public building (bangunan publik), dan housing (perumahan) di Indonesia yang masih belum dirancang dengan mengedepankan kepentingan anak-anak. Salah satu misi Program Studi Arsitektur Universitas Kristen Petra (UK Petra) adalah menerapkan prinsip arsitektur yang berempati dalam menyelesaikan masalah. Mengemban misi tersebut dan menanggapi keadaan dimana arsitektur di Indonesia belum cukup ramah anak, Himpunan Mahasiswa Arsitektur Petra (Himaartra) menyelenggarakan Seminar Arsitektur Nasional dengan tema “Penerapan Arsitektur Kota Ramah Anak”.

Seminar yang dihadiri oleh mahasiswa arsitektur dari berbagai universitas di Indonesia ini merupakan acara tahunan yang dilaksanakan pada tanggal 23 Maret 2018 di Gedung AMG Tower Surabaya. Call for paper seminar bertajuk “Bermain Ruang Kota Kita” ini mengumpulkan 36 karya tulis dari berbagai universitas di Jawa dan Bali, tercatat 20 tim dari UK Petra dan 16 tim dari luar UK Petra. Dari 36 tim ini, 10 tim terbaik mempresentasikan karya ilmiahnya di hadapan dewan juri dan sekitar 130 peserta pendengar. Dewan juri terdiri dari keynote speakers, yaitu Prof. Paramita Atmodiwirjo, S.T., M.Arch., Ph.D., seorang Guru Besar Arsitektur Universitas Indonesia; Novriansyah Yakub, S.T., arsitek profesional; Sarah Ginting, S.T., M. Arch., arsitek profesional; dan Christine Wonoseputro, ST, MASD serta Prof. Ir. Lilianny Sigit, Ph.D., staff pengajar program studi Arsitektur UK Petra yang memiliki konsistensi kuat dalam melakukan penelitian tentang ruang untuk anak.

Kesempatan menyampaikan ide dan hasil penelitian sepanjang 10 menit dipergunakan secara maksimal oleh para peserta. Salah satu tim peserta dari Universitas Atmajaya Yogyakarta (UAJY) mempresentasikan analisa mereka atas Ruang Terbuka Publik Ramah Anak (RPTRA) di tempat-tempat ikonik Yogyakarta dengan melihatnya dari aspek sosiologis, aspek antropologis, dan aspek perlindungan. Tempat-tempat ikonik yang mereka analisa adalah tugu Yogya, Malioboro, dan Alun-alun Utara. Mereka mencapai kesimpulan bahwa tempat-tempat ikonik di Yogyakarta belum memberikan kenyamanan, keamanan dan kesempatan tumbuh kembang yang baik bagi anak-anak. Tim lain dari UAJY menganalisa RPTRA taman Denggung Sleman. Tim ini mengangkat perbedaan antara kondisi terkini RPTRA tersebut dan bagaimana seharusnya taman tersebut didesain dengan acuan pada Public Playground Safety Handbook dan regulasi dari Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Mereka kemudian memberikan usulan desain yang inklusif bagi disabilitas dan juga memberikan ruang bermain bagi anak yang aman dan nyaman.

Tim dari UK Petra mengangkat RPTRA Taman Prestasi Surabaya dalam presentasinya. Mereka mengawali dengan indentifikasi masalah yang mereka lakukan dengan cara wawancara dengan pengunjung yang membawa anak-anak dan juga survei kuantitatif. Dari berbagai issue yang ditemukan, mereka fokus pada aspek keamanan. Saran perbaikan yang mereka hasilkan adalah perlunya zonasi tempat bermain anak yang memisahkan anak-anak usia sekolah dan anak-anak usia pra sekolah, desain ulang pagar taman dengan bidang horizontal yang tinggi sehingga tidak bisa terjangkau anak-anak untuk dipanjat dan desain ulang fasilitas perosotan yang mulanya beresiko kecelakaan menjadi lebih aman dengan bahan rumput sintetis yang empuk.

Ketiga tim pemateri ini dan 7 tim pemateri lain kemudian dinilai dengan parameter 50% nilai dari karya ilmiah, dan 50% nilai dari presentasi mereka. Keluar sebagai juara 1 adalah tim dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Juara kedua disabet oleh tim dari Universitas Udayana Bali. 1 Tim dari UK Petra meraih juara 3. Rully Damayanti, S.T., M.Art., Ph.D, salah seorang tim dosen Arsitektur UK Petra di acara ini menyampaikan harapannya, ia mengatakan “semoga para mahasiswa dapat menjadi lulusan yang tidak mengabaikan kebutuhan anak-anak dalam mendesain arsitektur”. (Noel/Aj)

Ensuring Family Business Legacy
April 05, 2018

Jumlah enterpreneur (wirausahawan) adalah indikator kemajuan perekonomian suatu bangsa. Kebanyakan bisnis wirausahawan berbentuk usaha keluarga. Usaha keluarga ini sendiri menghadapi berbagai tantangan dalam bentuk pewarisan bisnis keluarga. Salah satunya gagalnya usaha yang kemudian berakibat semakin berkurangnya jumlah wirausaha. Pentingnya hal ini yang akhirnya mendorong Program Manajemen Bisnis Universitas Kristen Petra menggelar seminar bertajuk “Ensuring Family Business Legacy”, pada hari Sabtu tanggal 24 Maret 2018 di Ballroom Java Paragon Hotel Surabaya.

Seminar yang dihadiri sekitar 160 orang ini dimulai dengan sesi keynote yang menghadirkan pembicara Prof. Enrique M. Soriano, III, MBA, Senior Advisor of Wong and Bernstein Advisory Group. Enrique membuka sesi dengan memaparkan bagaimana kondisi iklim bisnis yang dirasakan di Asia Tenggara. Ia lalu memberikan gambaran keunggulan bisnis keluarga, yaitu adanya keahlian kewirausahaan, memiliki organisasi yang streamlined (luwes, lancar), dan proses pengambilan keputusan yang lebih cepat. Tak hanya itu, ia juga memaparkan permasalahan yang mungkin timbul yaitu suksesi kepemimpinan bisnis keluarga dan ini bisa diatasi dengan memberikan generasi penerus kesempatan yang cukup untuk bertumbuh dan berkembang secara efektif.

Kemudian dilanjutkan dengan sharing dari 3 orang narasumber pelaku bisnis keluarga yang dimoderatori oleh Drs. Ronny Herowind Mustamu, M.Mgt., dosen pengajar tetap Fakultas Ekonomi UK Petra. Sharing pertama diberikan oleh Welly Hartono, Direktur dan Pendiri PT Ratson Maritim Indonesia, produsen kapal. Welly mengisahkan perjuangannya mendirikan usaha keluarga yang di awal berdirinya pernah merasakan kebangkrutan. Saat ini, bisnis keluarganya sudah cukup mapan, dan istri serta anak-anaknya ikut serta dalam bisnis tersebut. Kiat yang diberikan oleh Welly terkait suksesi bisnis keluarga adalah, mengajar dan berbicara tentang bisnis keluarga dengan anak-anak setiap hari di saat makan bersama.

Sharing kedua disampaikan oleh David Prawiro Tedjo, Direktur PT. Karya Modern yang bergerak di bidang perabot kamar mandi. Berbeda dengan Welly, David adalah generasi kedua usaha keluarganya. David dan adik-adiknya sejak kecil bertempat tinggal di luar negeri. Ketika dewasa, mereka masing-masing sudah menjalani kehidupan yang mapan. Sampai satu saat David memutuskan meninggalkan kehidupannya yang juga sudah mapan dan pulang untuk meneruskan bisnis yang sudah didirikan orangtuanya. Ketika pulang, ia bekerja di pabrik milik ayahnya dan meniti karir dari bawah. Menurutnya untuk meneruskan usaha orangtua diperlukan adanya rasa memiliki, seperti yang membuatnya meninggalkan kemapanan di luar negeri.

E. B. Santosa, Komisaris PT. Rutan memberikan sharing ketiga. Santosa adalah generasi kedua bisnis keluarganya. Ia menceritakan bagaimana ketika kecil dahulu ia tidak bisa hidup manja meskipun keluarganya berkecukupan. Sejak lulus SD, Santosa sudah tidak diberi uang saku, hanya diberikan mesin bubut untuk mencari uang sendiri. Terus menekuni usaha membubut tersebut, Santosa akhirnya menemukan pasar khusus baginya. Di masa itu, banyak sepeda motor buatan eropa masih operasional tetapi tidak ada pasokan suku cadang. Santosa bisa membuatkan suku cadang penting motor tersebut dengan mesin bubut. Menurutnya kerja yang dilakukannya tidak berat, “Semua terjadi karena minat, mengerjakan yang kita minat tidak susah”. Usahanya terus dijalankan sampai pada waktu ia meneruskan kepemimpinan PT. Rutan yang didirikan ayahnya. Rahasianya, apabila generasi penerus bekerja di perusahaan keluarga, maka hak dan kewajibannya harus sama dengan pekerja lainnya. (noel/Aj)

Kai Hotel dan Restoran Padukan Semi Fine Dining dan City Night Life
April 04, 2018

Dalam rangka mengimplementasikan teori-teori yang sudah di dapatkan selama perkuliahan, sebanyak 76 mahasiswa Program Studi Manajemen Perhotelan Universitas Kristen Petra (UK Petra) yang tergabung dalam mata kuliah manajemen operasional hotel (MOH) kembali membuka hotel dan restoran sebagai sarana praktik. Hotel dan restoran bernuansa Jepang kali ini diberi nama Kai Hotel and Restaurant, nama Kai sendiri diambil dari kata “Kaizen” yang berarti continous improvement. “Alasan kami memilih Jepang adalah karena lidah orang Indonesia sudah cukup familiar dengan makanan Jepang. Karena waktu kami hanya 25 hari, sehingga susah untuk memperkenalkan makanan yang asing bagi lidah konsumen”, terang Ferren Gozaly selaku General Manager Kai Hotel and Restaurant.

Konsep yang dipilih adalah Japanese City Night Life, suasana night life dihadirkan melalui dekorasi dengan gambar gedung tinggi perkotaan dilengkapi dengan lampu yang semarak. Sehingga tercipta suasana layaknya sedang berada di kota besar Jepang yang banyak dihiasi lampu gedung. “Tantangan bagi kami adalah menggabungkan semi fine dining yang tenang dan konsep City Night Life yang identik dengan keramaian,” ujar mahasiswa semester enam ini.

Kai memiliki empat unit bisnis yaitu hotel, restaurant, laundry dan pastry-bakery. Sebanyak 11 mahasiswa akan menempati posisi top management, seperti general manager, directors, sedangkan 65 mahasiswa lainnya akan bergantian dalam menjalankan operasional empat unit bisnis tersebut dan terbagi dalam lima departemen yaitu house keeping, front office, pastry, product, dan service. Selama 25 hari dibuka, antusiasme pengunjung cukup tinggi, meskipun ada tidak selalu sama setiap harinya. Hari yang paling sepi biasanya di hari Rabu, sedangkan hari teramai adalah hari Jumat, maka dari itu ada promo-promo khusus di hari Rabu untuk menarik pengunjung.

Kai Hotel and Restaurant buka setiap hari Selasa-Jumat pukul 09.30-20.30. Dalam persiapannya selama kurang lebih dua bulan, para mahasiswa mengajukan dan mengkonsultasikan menu-menu makanan dan minuman kepada dosen. Hingga akhirnya terdapat total 37 menu yang terdiri dari lima appetizer, empat soups, 10 main course, tiga dessert, dan 15 minuman yang disajikan. Untuk menu spesial yang dimiliki oleh Kai Restaurant adalah Salmon Don, Chicken Steak, dan Beef Katsu. “Masa praktek ini sengaja dibuat untuk mengaplikasikan ilmu yang didapat dari semester sebelumnya sekaligus melatih para mahasiswa untuk siap terjun dalam dunia kerja yang sesungguhnya. Implementasi real bisnis ini sebagai ajang berlatih,” terang Endo Wijaya Kartika, S.E., M.M. selaku Kepala Program Studi Manajemen Perhotelan UK Petra Surabaya.

Selama mengelola Kai Hotel and Restaurant bersama teman-temannya, Ferren mengaku mendapatkan banyak sekali pelajaran berharga. Salah satunya adalah bekerja sama memberikan yang terbaik supaya pelanggan bisa puas dengan pelayanan yang diberikan. Disamping itu, dalam mengelola Kai Hotel and Restaurant, mereka juga mengalami tantangan tersendiri yaitu sulitnya memiliki pemikiran dan kemauan yang sama antar sesama teman-temannya. “Kepuasan pelanggan tidak bisa kami atur karena persepsi dan standarisasi setiap orang berbeda, tetapi bagaimana caranya kami mengelola internal kami supaya bisa memuaskan pelanggan,” sambung gadis berkacamata ini. (rut/padi)

Belajar dan Berkesempatan Mendapatkan Beasiswa Studi di Korea
April 03, 2018

Bahasa adalah jendela dunia, begitulah bunyi peribahasa yang mengungkapkan pentingnya kemampuan berbahasa. Dengan penguasaan bahasa, seseorang akan lebih mampu memahami dunia. Pemahaman atas kebudayaan yang melatarbelakangi suatu bahasa mendukung penguasaan terhadap bahasa tersebut, seperti saat ini, bahasa dan budaya Korea sedang menjadi mode di kalangan anak muda.

King Sejong Institute (KSI) Surabaya hadir di Universitas Kristen (UK) Petra untuk memberikan pendidikan dan pengetahuan bahasa dan budaya Korea untuk masyarakat di Surabaya. Salah satu kegiatan KSI untuk memberikan pengalaman bahasa dan budaya Korea, dengan menyelenggarakan Korean Movie Day (KMD) yang diadakan dua kali setiap tahun. KMD kali ini dilaksanakan pada tanggal 23 Maret 2018 di CGV Cinema, mall Marvell, Surabaya. Kesempatan ini istimewa karena untuk pertama kalinya KMD dilakukan di gedung bioskop umum, sebelumnya kegiatan selalu dilaksanakan di dalam lingkungan UK Petra. Dengan diadakan di tempat umum, diharapkan KMD bisa menjangkau masyarakat luas. Sekitar 220 murid dan staff pengajar KSI hadir di ruangan bioskop untuk menonton pemutaran film berjudul “Princess and the Matchmaker”.

Sebelum pemutaran film, Dr. Liliek Soelistyo, MA., Direktur KSI Surabaya menyampaikan kegiatan KSI Surabaya di bulan Agustus, yaitu Korean Culture Academy. Acara ini akan diadakan selama satu minggu di lingkungan kampus, dimana KSI akan mendatangkan beberapa ahli dari Korea selama satu minggu untuk mengenalkan Hanbok (baju tradisional Korea), KFood (kuliner Korea), KBeauty (riasan wajah khas Korea), dan Kpop Dance (tari modern populer Korea) secara gratis. Di kesempatan ini Liliek juga mengundang para hadirin untuk mendaftarkan diri ke KSI Surabaya, ia mengatakan “Jika mendaftar sebagai siswa KSI maka berkesempatan mendapatkan beasiswa S1 dan beasiswa S2 di Korea”.

Film “Princess and the Matchmaker” ini menceritakan tentang dinasti Joseon di Korea yang pada suatu masa mengalami paceklik karena cuaca kering berkepanjangan di tahun 1753. Raja saat itu menafsirkan kemalangan ini disebabkan anak perempuannya, Puteri Songhwa, belum menikah, untuk itu Raja berinisiatif mencarikan jodoh untuk sang puteri. Seo Doyoon, seorang yang dianggap “pintar” ditugaskan  mencarikan jodoh untuk sang putri. Putri Songhwa yang cemas dengan perjodohan ini berusaha mencari tahu sifat 4 kandidat calon suaminya dengan menemuinya satu per satu walaupun pada saat itu adat istiadat sebenarnya tidak memperbolehkannya. Doyoon yang mencium gelagat sang puteri kemudian membuntutinya dalam aksi rahasianya. Film ini mengisahkan berbagai sepak terjang dan intrik Songhwa serta Doyoon dalam genre komedi romantis. Film yang menjadi box office saat penayangan perdana di Korea Selatan ini, memberikan gambaran sejarah dan kebudayaan Korea abad ke-18 yang kental dengan tradisi Konfusianisme dan Shindo (kepercayaan asli Korea) serta tata cara pergaulan sosial masyarakat Korea pada umumnya. (noel/dit)

Lomba Debat Aku Untuk Indonesiaku
April 02, 2018

Era keterbukaan informasi membawa dampak positif dan negatif. Dampak negatif berupa timbulnya banyak informasi palsu (hoax) atau juga disinformasi. Terbukanya informasi yang ada tentunya juga dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa untuk menambah ilmu dan wawasan dengan bersikap kritis. Salah satu cara mengkritisi sebuah informasi atau masalah yang terjadi adalah dengan bertukar pikiran sesama mahasiswa yang dikemas dalam sebuah kegiatan debat. Dalam kegiatan debat, seorang mahasiswa menyampaikan, menguji dan bersikap kritis pada sebuah ide sehingga pada akhirnya mereka dapat menemukan kesimpulan penyelesaian masalah.

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Kristen (UK) Petra menyelenggarakan lomba debat “Aku Untuk Indonesiaku 2018” pada tanggal 16-18 Maret 2018 di gedung P. Lomba ini bertujuan mahasiswa dapat menjawab permasalahan sosial dan politik yang terjadi di Indonesia, selain itu diharapkan mahasiswa UK Petra dan mahasiswa luar UK Petra dapat menjalin komunikasi dan interaksi sesama mahasiswa.

Peserta lomba berjumlah 96 orang dari 48 tim. Peserta adalah wakil dari 21 perguruan tinggi di Indonesia dan 2 wakil dari asosiasi lomba debat internasional tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Kompetisi ini diadakan dalam  6 babak, yaitu: babak penyisihan, 16 besar, 8 besar, 4 besar, perebutan juara 3, dan grand final. Di hari pertama para peserta mengikuti penjelasan teknis tentang peraturan dan tata cara perlombaan. Perlombaan dimulai di hari kedua dengan babak penyisihan yang menyaring 48 tim peserta menjadi 16 tim untuk maju ke babak 16 besar di hari ketiga.

Lantai 6 Gedung P dipadati para peserta yang memakai 12 ruangan untuk babak penyisihan ini. Dalam satu ruangan, 4 tim berdebat dengan gaya debat British Parliament System. Aturan main di sistem ini adalah membagi keempat tim dalam satu ruangan itu menjadi 4 faksi, yaitu: 1) Opening Government; 2) Opening Opposition; 3) Closing Government; dan 4) Closing Opposition dan debat dilaksanakan dalam bahasa Inggris. Juri menyampaikan satu topik dan faksi-faksi bergiliran menyampaikan argumentasinya. Faksi-faksi government dipastikan mengambil sikap berbeda dengan faksi-faksi opposition. Penilaian diberikan berdasar poin-poin informasi yang diberikan oleh tim lawan. Debat dengan sistem ini dipakai di berbagai lomba debat tingkat internasional di banyak negara di dunia. Pada hari kedua dilaksanakan 5 babak debat sisanya. Di akhir lomba, muncul para juara sebagai berikut: Tim Institut Teknologi Bandung (ITB) 1 keluar sebagai Juara 1, Tim Bina Nusantara 1 Juara 2, Tim Universitas Gajah Mada (UGM) 6 Juara 3 dan Tim UGM 8 sebagai Juara 4.

UK Petra diwakili oleh Nicholas Christianto Wijaya dan Charaqua Vania Rawiadji. Charaqua yang biasa dipanggil Chacha mengatakan, “Dengan mengikuti lomba debat ini, saya menjadi mengerti permasalahan-permasalahan dan isu-isu internasional, hukum, politik, sosial-budaya dan lain-lain”. Ketua panitia lomba “Aku Untuk Indonesiaku” 2018, Arnold Rezon, menyampaikan pesan “Jangan  takut untuk berargumen, berkonflik, dan berdebat, jika berdebat dilakukan dengan benar akan sangat berguna untuk menemukan inovasi dan ide-ide yang dapat meluaskan pikiran kita”. (noel/dit)

Mahasiswa Program Studi Arsitektur Pamerkan Desain Tematik Ruang Terbuka Hijau Kawasan Darmo
March 29, 2018

Kawasan Darmo merupakan salah satu kawasan bersejarah di kota Surabaya. Banyak bangunan lama bernilai sejarah tinggi yang termasuk cagar budaya berada di daerah yang strategis tersebut. Sayangnya keberadaan ruang terbuka hijau kurang menjadi perhatian. Hal inilah yang kemudian membuat mahasiswa Program Studi Arsitektur menggelar pameran hasil tugas mata kuliahnya yang bertajuk “Desain Tematik Fasilitas Seni dan Ruang Terbuka Hijau yang Berkelanjutan di Kawasan Darmo, Surabaya”. Pameran ini diselenggarakan di ruang pamer Perpustakaan UK Petra, gedung Radius Prawiro lantai 6 mulai 1 hingga 31 Maret 2018.

Pameran menampilkan 66 karya desain bangunan fasilitas seni dan komersial yang bersifat publik di Kawasan Darmo, tepatnya di tepi Jl. Dr. Sutomo, berdekatan dengan lokasi Taman Korea. Pameran ini dilakukan dalam rangka mewujudkan visi dan misi Prodi Arsitektur terutama terkait dengan wawasan pembangunan berkelanjutan, nilai-nilai budaya lokal, dan kreativitas desain untuk berempati kebutuhan manusia. “Kawasan Darmo dipilih karena merupakan salah satu bagian dari wilayah kota Surabaya yang posisinya sangat strategis untuk pengembangan kegiatan komersial perkotaan. Selain itu, ditinjau dari tatanan makro, kawasan Darmo memiliki simpul ruang luar terbuka yang sangat kuat,” jelas Rully Damayanti, ST, M.Art, Ph.D. Pameran ini merupakan kumpulan hasil karya mahasiswa dalam Mata Kuliah Merancang Tematik yang diampu oleh Ir. Benny Poerbantanoe, MSP dan Rully Damayanti, ST, M.Art, Ph.D.

Mahasiswa harus melalui dua tahapan yaitu pembuatan blok plan dan desain bangunan secara individual. Tahap pertama melakukan desain kawasan yang mana merupakan tugas kelompok dilaksanakan selama 5 minggu kemudian dilanjutkan mendesain bangunan individu yang dikerjakan selama 10 minggu. Mereka diminta mendesain bangunan dengan memperhatikan faktor sosial-ekonomi dan lingkungan di kawasan ini. “Dengan adanya tugas ini maka diharapkan para arsitek muda akan memperhatikan kelestarian ruang terbuka hijau dan kaitan satu sama lainnya agar bangunan di kawasan perkotaan tidak bersifat egois. Harus membuat desain yang menyikapi aspek-aspek kota dan permasalahannya seperti sejarah kawasan dan bangunan bersejarah,” terang Rully.

Salah satu karya mahasiswa yang dipamerkan adalah karya Loundy Lompoliuw dan kawan-kawan. Mereka mendesain dan merancang maket berskala 1:500 yang terdiri dari art galery, hotel, dan apartemen. Selain itu, bangunan ini juga dilengkapi fasilitas kantor seni, area pertunjukan, taman bermain dan area khusus pedagang kaki lima. Keunikan lainnya adalah semua mobil akan diarahkan untuk melewati basement, sehingga yang melewati area sekitar gedung ini adalah sepeda dan pejalan kaki. “Kami sadar bahwa disana masih banyak ruang hijau, pengguna sepeda, pejalan kaki, dan terdapat beberapa sekolah dasar, oleh karena itu kami mendesain kawasan darmo ini sekaligus menjawab kebutuhan-kebutuhan tersebut,” ungkap Loundy Lompoliuw, mahasiswa semester tujuh ini. (rut/Aj)

Rombongan Rangsit University Thailand Belajar tentang Indonesia dan ASEAN di UK Petra
March 29, 2018

Rangsit University Thailand mengadakan kunjungan ke Universitas Kristen Petra (UK Petra) pada tanggal 16 Maret – 20 Maret 2018 yang lalu. Rangsit University merupakan sekretariat Passage to ASEAN  (P2A), kunjungan ini merupakan salah satu program mereka yaitu student mobility. UK Petra dipilih oleh Rangsit karena reputasi UK Petra yang selama tiga tahun berturut- turut masih dipercaya oleh Kemenristek DIKTI sebagai Universitas swasta terbaik di Indonesia. Rombongan Rangsit University yang terdiri dari sembilan mahasiswa dan seorang dosen ini akan belajar mengenai Indonesia serta posisinya di ASEAN dari kacamata budaya maupun perekonomian. Melalui kunjungan ini pula, Rangsit University mengundang UK Petra untuk bergabung dalam network P2A ini. “Ini pertama kalinya program P2A untuk mobility berlokasi di universitas yang tidak berada di Ibu Kota. Surabaya dipilih karena  UK Petra berlokasi di sini. Selain itu UK Petra dipandang sigap dalam merespon proposal mereka dan tidak ada masalah dalam komunikasi,” Ungkap Meilinda, S.S., M.A., selaku Kepala Biro Administrasi dan Pengembangan Institusi UK Petra.

Pada hari pertama, 16 Maret 2018, peserta disambut oleh Rektor UK Petra, Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M.Eng. dan melakukan campus tour. Peserta mengikuti dua Workshop Indonesian Spectrum di kampus UK Petra. Workshop tentang Indonesia in ASEAN from Cultural Perspective disampaikan oleh Setefanus Suprajitno, M.A., Ph. D dari Fakultas Sastra UK Petra. Dilanjutkan dengan workshop mengenai Business in Indonesia yang disampaikan oleh Foedjiawati, S.S., MA. dari dari Fakultas Ekonomi UK Petra. Pada hari kedua, 19 Maret 2018, peserta melaksanakan kunjungan ke dua industri besar di Surabaya yaitu PT. Ajinomoto Indonesia Japanese Seasoning Factory dan PT. Diamond Indonesia Ice Cream Industry.

Selain fokus pada pembelajaran tentang posisi Indonesia di ASEAN dari kacamata budaya dan ekonomi, para mahasiswa Rangsit University juga diajak untuk mengenal dan belajar tentang kebudayaan lndonesia. Pada hari terakhir, peserta diajak untuk mengikuti Workshop Batik Jumputan dan Workshop Tari Saman. Workshop Batik Jumputan dipandu oleh Andereas Pandu Setiawan, S.Sn.,M.Sn. dari Fakultas Seni dan Desain UK Petra di Laboratorium Material. Sedangkan Workshop Tari Saman dipandu oleh Ruth Budi Rahayu, S.S dan tim penari staff UK Petra di Gedung Entrace Hall lantai 2.

Kegiatan ini memberikan kesempatan pada lebih banyak anak muda di ASEAN untuk memahami perkembangan budaya dan perekonomian di negara – negara ASEAN. Selain menambah wawasan, diharapkan mereka memiliki jejaring yang lebih baik dengan negara tetangga di ASEAN. “Melalui kegiatan ini, saya berharap UK Petra makin dapat dipilih sebagai tujuan untuk belajar baik bagi mahasiswa di Indonesia maupun mahasiswa asing karena UK Petra memiliki para dosen yang memiliki kemampuan dan pengetahuan baik di bidangnya serta mumpuni dalam memberikan pelayanan bagi mahasiswa asing,” ujar Meilinda, S.S., M.A. (rut/Aj)

Berpetualang sambil Belajar di International Day 2018
March 29, 2018

Biro  Administrasi Kerjasama dan Pengembangan (BAKP) Universitas Kristen Petra (UK Petra) kembali menyelenggarakan International Day. International Day 2018 kali ini bertajuk “Eduventure” yang artinya berpetualang sambil belajar. International Day  dihadiri oleh 10 mitra luar negeri UK Petra, diantaranya adalah Thailand, Korea, Jepang, United Kingdom, China, Taiwan, dan Bangladesh. Selain itu enam kantor perwakilan negara Amerika, Australia, Taiwan, Perancis, Jerman, dan Belanda juga turut hadir dalam kegiatan ini. International Day 2018 digelar dalam dua hari yaitu 22 dan 23 Maret 2018 serta diikuti oleh seluruh civitas akademika UK Petra dan juga orang tua mahasiswa. “Melalui kegiatan ini, kami berharap mahasiswa dan orang tua mendapatkan ilmu dengan cara yang menyenangkan seperti berpetualang,” ungkap Meilinda, S.S., M.A. selaku Kepala BAKP UK Petra.

Pada hari pertama, UK Petra memberikan kesempatan bagi para mahasiswa asing yang selama ini telah belajar di UK Petra untuk berinteraksi dengan masyarakat di luar kampus. Sebanyak delapan mahasiswa asing yang berasal dari empat negara berbeda ini mengajar bahasa asing kepada para siswa Sekolah Dasar (SD) di SDN Siwalankerto 2. Kegiatan mengajar ini dibagi menjadi empat kelas berdasarkan negara asal masing-masing mahasiswa. Paul Bernard Cornelis Bremmers dan Liz Ilva Meester mengajarkan cara memperkenalkan diri dalam bahasa Belanda pada siswa kelas 5C dengan menggunakan media bola. Momoko Miyazaki mengajarkan siswa kelas 5A tentang buah-buahan dalam bahasa Jepang. Alexander Schϋβler dan Fabian Basler mengajarkan tentang hobi dalam bahasa Jerman pada siswa di kelas 5D. Sedangkan Sin Eunsil, Lee Yejin, dan Kim Yeeun mengajarkan siswa kelas 5B berhitung dalam bahasa Korea.

Pada hari kedua, peserta yang terdiri dari mahasiswa dan orang tua mahasiswa mengikuti talkshow dengan Rektor UK Petra, Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M.Eng. dan Chris Barnes selaku Konsulat Jenderal Australia di Surabaya. Talkshow yang diselenggarakan di Auditorium UK Petra ini mengangkat tema Seizing The International Opportunity: Generation Z’s Endeavour in Globalized World. Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M.Eng. menjelaskan tentang apa yang harus dipersiapkan oleh generasi Z dalam menghadapi era distruption di masa mendatang. Sedangkan Chris Barnes menjelaskan tentang pentingnya kuliah di Australia dan kesempatan bagi pelajar Indonesia untuk menempuh pendidikan di negeri kangguru tersebut. “Australia merupakan tujuan belajar yang sangat baik bagi masyarakat Indonesia, mahasiswa Indonesia sangat diterima di Australia karena di Australia juga merupakan negara yang multikultur,” jelas Chris Barnes.

Setelah mengikuti talkshow, UK Petra memfasilitasi orang tua dan mahasiswa yang ingin melanjutkan studi di luar negeri dapat berkonsultasi dengan berbagai perwakilan Universitas rekanan UK Petra. Selain itu, peserta juga bisa mencicipi berbagai makanan dan bermain di enam gerai budaya dari mahasiswa internasional UK Petra yaitu Korea, Jerman, Belanda, Timor Leste, Jepang dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Misalnya Jepang menyediakan menu udon dan sushi, Belanda menyediakan menu Poffertjes, Korea menyediakan menu tteok-bokki dan juga permainan tradisional Korea yaitu ddakji. (rut/padi)

Bedah Buku Henk Ngantung: Saya Bukan Gubernurnya PKI
March 26, 2018

Menjadi seorang gubernur, terlebih lagi gubernur sebuah ibukota negara merupakan sebuah posisi yang sangat penting dan istimewa.  Hendrick Hermanus Joel Ngantung atau yang lebih dikenal dengan nama Henk Ngantung merupakan seorang seniman yang pernah menjabat sebagai Gubernur Daerah Khusus Istimewa (DKI) Jakarta periode 1964-1965, tetapi karena adanya isu yang mengaitkan namanya dengan Partai Komunis Indonesia (PKI), nama Henk Ngantung mulai pudar dari ingatan publik. Jumat 16 Maret 2018, lembaga jurnal ilmiah “Discerning” Universitas Kristen (UK) Petra mengadakan bedah buku Henk Ngantung: “Saya Bukan Gubernurnya PKI”.

Buku Henk Ngantung: “Saya Bukan Gubernurnya PKI” merupakan sebuah biografi yang ditulis oleh Obed Bima Wicandra, seorang pengajar program studi (prodi) Desain Komunikasi Visual (DKV) UK Petra. Buku ini menceritakan tentang kisah Henk Ngantung, seorang seniman lukis yang dipilih oleh Presiden Soekarno pada masa awal kemerdekaan untuk memimpin kota DKI Jakarta. Dikatakan bahwa Henk Ngantung pada dasarnya dipilih atas kedekatannya dengan Presiden Soekarno. “memilih Henk sebagai wakil gubernur dan kemudian menjadi gubernur mungkin disebut sebagai tindak ceroboh Presiden Soekarno kala itu, karena dia hanyalah seorang seniman. Namun, catatan pers dalam bentuk berita kemudian memperlihatkan betapa mumpuninya seorang seniman bernama Henk dalam memimpin Jakarta kala itu,” kata Obed.

Selain itu, buku ini juga membahas tentang kontribusi-kontribusi Henk Ngantung untuk kota Jakarta dan peninggalan-peninggalannya yang belum banyak diketahui oleh masyarakat Indonesia. Henk  Ngantung merupakan salah satu juri dalam proyek pembangunan Monumen Nasional (Monas). Selain itu Henk Ngantung juga tercatat sebagai salah satu perancang monumen Selamat Datang yang terletak di Bundaran Hotel Indonesia DKI Jakarta. Diluar kontribusinya kepada kota Jakarta, dikatakan bahwa hasil-hasil karya yang dilukis oleh Henk Ngantung dikoleksi oleh beberapa kolektor di Indonesia.

Pembuatan biografi ini bukanlah hal yang mudah. Dibutuhkan riset yang cukup mendalam dalam proses pembuatan buku ini. “Buku ini merupakan bagian dari proyek yang di danai oleh Yayasan Kebangsaan pada tahun 2011, dimana Henk Ngantung menjadi fokus utama saya,” ungkap Obed. Ia juga menceritakan bahwa proses riset Henk Ngantung ini memberi tantangan tersendiri karena sulitnya mencari sumber data yang memuat kisah Henk Ngantung. Buku tersebut juga sempat mengalami beberapa pergantian judul hingga akhirnya terciptalah buku Henk Ngantung: Saya Bukan Gubernurnya PKI.

Pada akhirnya, bedah buku bersama Obed Bima Wicandra menjawab pertanyaan besar yang terpampang pada judul buku tersebut, yakni: Apakah Henk Ngantung merupakan bagian dari PKI? Obed kemudian memaparkan, “Saya rasa tidak. Pemikirannya memang sosialis tapi bukan PKI walaupun beliau dari organisasi Lembaga Kebudayaan Rakyat (LEKRA) yang pada saat itu diasosiasikan dengan PKI, akan tetapi saya berpendapat dia adalah seorang Soekarnois.”

Dari bedah buku ini, pada akhirnya terpapar sosok Henk Ngantung, seorang seniman yang mendapatkan kesempatan untuk memegang peran besar sebagai Gubernur DKI Jakarta. Obed mengatakan bahwa “sejarah tidak hanya terdiri dari hitam dan putih, kisah Henk Ngantung semestinya  dikenang oleh masyarakat dan untuk mengenangnya kita harus tahu siapakah sosok seorang Henk Ngantung.” (vka/dit)

Dua Tahun Laboratorium Retail Penuhi Kebutuhan Praktik Mahasiswa
March 26, 2018

Sejak diresmikan pada 27 Februari 2016 lalu, Laboratorium Retail milik Program Manajemen Kepariwisataan Universitas Kristen Petra (UK Petra) telah menyelenggarakan berbagai macam event untuk menarik pengunjung dan memperkenalkan produk Hush Puppies. Event-event ini merupakan garapan para mahasiswa yang tergabung dalam mata kuliah Operasional Outlet. Sebanyak kurang lebih 55 mahasiswa dibagi dalam delapan kelompok, masing-masing kelompok diberi kesempatan untuk mengelola laboratorium selama dua minggu. Masing-masing kelompok juga harus membuat event yang menarik bagi warga kampus UK Petra.

Event terbaru yang diselenggarakan adalah  Mix & Match Contest pada 27 Februari – 2 Maret 2018. Kontes ini terbuka bagi semua pengunjung yang tertarik untuk berpartisipasi. Peserta bebas memilih produk-produk Hush Puppies, mulai dari pakaian hingga asesoris dan mencocokkannya sesuai selera. Sebelumnya peserta mengambil voucher yang bertuliskan budget mulai dari Rp. 500.000,- sampai dengan Rp. 3.000.000,-, produk-produk yang dipilih peserta tidak boleh melebihi budget tersebut. Selanjutnya peserta berfoto dan diunggah ke akun istagram milik Laboratorium Retail. Peserta dengan jumlah likes terbanyak berhak menerima voucher sebesar Rp 250.000,- yang dapat digunakan untuk membeli produk Hush Puppies di Petra Hush Puppies. Total peserta yang berpartisipasi dalam kontes ini sebanyak 11 peserta.

Sejak awal, Laboratorium Retail didirikan untuk menunjang salah satu kurikulum dalam Program Manajemen Kepariwisataan Universitas Kristen Petra (UK Petra) yaitu Applied Course in Mall and Retail Management.  Semakin marak dan berkembangnya sektor bisnis di bidang shopping mall dan industri retail memunculkan peluang kebutuhan sumber daya manusia (SDM) yang berkompeten di bidang retail. Hush Puppies dipilih karena merupakan brand yang cukup support tehadap pendidikan. Laboratorium Retail yang terletak di gedung E UK Petra ini beroperasi setiap hari Senin-Jumat pukul 09.00-17.00 WIB.

Sejak angkatan 2015, semua mahasiswa Manajemen Kepariwisataan mendapat kesempatan untuk praktik di Laboratorium Retail. Mahasiswa semester tujuh juga bisa melaksanakan magang di laboratorium retail ini selama enam bulan. Denny Wongso Kusumo, S.E., MBA., selaku dosen pengampu mata kuliah Operasional Outlet menyatakan bahwa melalui praktik di Laboratorium Retail ini, mahasiswa bisa mendapatkan banyak hal mulai dari kemampuan mendisplay produk, melayani konsumen, dan mengatur stock. “Dulu pernah ada kejadian barang hilang, terdapat selisih jumlah pendapatan dan stock, mahasiswa harus mengganti. Melalui kejadian ini, mereka juga belajar lebih bertanggung jawab,” imbuh Dosen yang juga merupakan Store Supervisor Laboratorium Retail ini. (rut/Aj)

Dayung Ilmoe, Jawara Pinasthika Creativestival ke-18
March 20, 2018

Esther Yulyana berhasil mengharumkan nama Universitas Kristen Petra (UK Petra) dalam kompetisi Pinasthika Creativestival ke-18. Pinasthika Creativestival merupakan kompetisi karya iklan dan desain bagi perusahaan, freelancer dan mahasiswa yang digelar oleh Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia Pengurus Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (P3I Pengda DIY) dan Surat Kabar Harian Kedaulatan Rakyat.  Terdapat beberapa kategori dalam kompetisi yang bertemakan Do Well ini, yaitu Ad Student, Urban Idea, Young Film Director, dan Young Graphic Designer. Esther Yulyana meraih juara satu dalam kategori Urban Idea dan menerima penghargaan pada 16 Desember 2017 di Monumen Jogja Kembali, Jogjakarta.

Untuk kategori Urban Idea, peserta diminta merancang solusi kreatif atau program kreatif tentang permasalahan kota. Penilaian kategori Urban Idea meliputi seberapa jauh kreasi ide, program, maupun solusi kreatif yang dapat diciptakan sebagai pemikiran solutif untuk memecahkan masalah ruang publik atau menciptakan inovasi baru. Peserta diberikan delapan pilihan kota atau area yang dapat dijadikan lokasi penerapan ide, antara lain Zona Kota Tua Jakarta, Zona Kotagede Jogjakarta, Zona Braga Bandung, Zona Kota Lama Semarang, Zona Kota Tua Surabaya, Zona Pasar Klewer Solo, Zona Pantai Losari Makassar, dan Zona Pasar 16 Ilir Palembang.

Esther memilih Zona Kota Tua Surabaya dan memilih Sungai Kalimas sebagai lokasi penerapan idenya. Mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) UK Petra ini membuat program yang di beri nama Dayung Ilmoe yaitu perpustakaan perahu di sungai kalimas Surabaya. Sungai Kalimas memiliki 3 fungsi utama, yaitu sebagai jalur transportasi, sebagai tempat masyarakat untuk mencari mata pencaharian, serta digunakan untuk perdagangan. Tetapi, seiring perkembangan kota Surabaya, kondisi kawasan sekitar Sungai Kalimas mengalami penurunan produktivitas. Konsep kreatif yang dipilih adalah program literasi. Karena melalui literasi dapat meningkatkan minat baca masyarakat Surabaya serta membekali generasi muda di Surabaya untuk siap menyongsong masa depan yang lebih baik, serta dapat mengetahui dan menghargai sejarah kota tua, dan beragam kebudayaan  yang ada di Surabaya.

Didalam perahu terdapat berbagai macam buku, salah satunya adalah buku sejarah kota Surabaya. Selain itu, perahu ini juga menyediakan makanan ringan dan minuman bagi pengunjung. Pengunjung dapat membaca buku dan menyantap makanan nya sambil menyusuri sungai dan melihat beberapa bangunan bersejarah di sepanjang sungai Kalimas. Perahu menyediakan ajang pameran karya tulis dan pengunjung dapat memamerkan karyanya dan dapat dibaca oleh orang lain.

Mengaku tidak menyangka akan meraih juara satu dalam kompetisi ini, Esther mengaku kesulitan terbesarnya saat itu adalah mengatur waktu karena banyaknya tugas Ujian Akhir Semester. Proses pembuatan ide Dayung Ilmu ini memakan waktu kurang lebih tiga minggu. “Melalui kompetisi ini, saya juga berkesempatan bertemu dan berbincang dengan orang-orang hebat salah satunya adalah Diki Satya, VP Content and Distribution  GO-JEK,” ujar mahasiswa angkatan 2015 ini. (rut/padi)

Kesempatan untuk Membuat Perubahan Lebih Baik
March 08, 2018

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Kristen (UK) Petra bersama BEM Universitas Pelita Harapan Surabaya dan BEM Universitas Surabaya menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat di kecamatan Wonokromo Surabaya. Acara yang digelar pada Minggu 4 Maret 2018 ini bertajuk “Triple U”, mengacu pada tiga pokok kegiatan yang diadakan dan tiga universitas yang terlibat dalam acara ini.

Acara “Triple U” telah beberapa kali diadakan dan pada tahun 2018 ini mengangkat tema “Grab a Chance to Make a Change” yang memiliki makna seluruh peserta berkeinginan memanfaatkan setiap kesempatan yang ada untuk melakukan perubahan yang lebih baik.

Kecamatan Wonokromo merupakan salah satu kecamatan di Surabaya yang memiliki kepadatan penduduk yang tinggi, tingkat pendidikan masyarakat yang relatif rendah, dan kondisi lingkungan yang perlu pembenahan di bidang kebersihan dan penghijauan. Sasaran kegiatan dipusatkan di lingkungan Rukun Warga (RW) 07 khususnya di Rukun Tetangga (RT) 07, 09, 12 dan 16. Sebanyak 240 mahasiswa peserta “Triple U” setelah melakukan observasi dan wawancara, menemukan 3 pokok permasalahan yaitu: tidak adanya lahan untuk tanaman, lingkungan yang kumuh dan pendidikan yang relatif rendah. Bertolak dari pengamatan ini, para mahasiswa mengadakan tiga program pembenahan yaitu: pembuatan taman vertikal dari kemasan air mineral, pengecatan kampung berupa pengecatan jalan dan pembuatan mural serta kegiatan belajar mengajar untuk anak-anak di lingkungan tersebut.

Ketua RW 07 Iinsiyah mengapresiasi kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan para mahasiswa ini. Iinsyah mengatakan bahwa program mahasiswa ini tepat guna dan tepat sasaran, dimana dengan adanya taman vertikal membuat lingkungan lebih segar, pengecatan dan mural menghapus kesan kumuh, program belajar mengajar untuk anak-anak di waktu senggang berguna untuk memanfaatkan waktu dengan hal-hal yang positif. Menurutnya kepedulian mahasiswa pada masyarakat dan kerja nyata akan berguna bagi semua pihak. Sejurus dengan itu, ketua panitia kegiatan Triple U, Richard Cahya mengatakan “Mahasiswa sebagai salah satu agen changemaker hendaknya keluar dari zona nyaman untuk menjadi pribadi yang berdampak bagi sesama”.(noel/dit)