Connect with us
  • b
  • a
  • x
A CARING AND GLOBAL UNIVERSITY
WITH COMMITMENT TO CHRISTIAN VALUES

Berita

Mahasiswa Ikom UK Petra Ajak Melek Isu Sosial
June 14, 2019

Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Kristen Petra (UK Petra) kembali mengadakan #IKOMOVEMENT selama empat hari berturut-turut pada 21-24 Mei 2019 di Atrium Radius Prawiro Gedung W. Acara ini sebagai bagian dari Ujian Akhir Semester (UAS) mata kuliah Campaign PR dan Manajemen Pemangku Kepentingan untuk implementasi materi selama perkuliahan.

#IKOMOVEMENT merupakan sebuah kampanye yang mengangkat 12 isu sosial yang dikemas unik dengan berbagai rangkaian acara. Gelaran yang pertama kali diadakan ini dikelompokkan menjadi empat tema besar yaitu #YangMudaYangCerdas, #YangMudaYangPeduli, #YangMudaYangBerinovasi, dan #YangMudaYangMenginspirasi.

Penyampaian tiap booth beraneka macam dan dilakukan dengan media-media modern dan kreasi dari mahasiswa sendiri, seperti Augmented Reality (AR), Virtual Reality (VR), cerita interaktif, poster, dan games. Tidak hanya itu, mahasiswa juga mengadakan acara lain seperti talkshow, workshop, fashion show, role-play dan rally games supaya pengunjung mendapatkan pemahaman mendalam. Pengunjung diajak terlibat sehingga secara tidak langsung ikut mengkampanyekan isu-isu sosial tersebut.

Titi Nur Vidyarini, S.Sos., M.Comms., salah seorang dosen pengajar, berharap agar mahasiswa bimbingannya dapat memiliki empati dan kepedulian sosial yang tinggi, serta menumbuhkan skill untuk membuat strategi yang tepat dalam mengelola hubungan dengan pemangku kepentingan. “Saya juga berharap mahasiswa UK Petra ataupun universitas lain yang berkunjung mendapatkan insight yang membuka wawasan terkait isu-isu sosial, kemudian turut serta melakukan hal yang positif terkait dengan pesan-pesan dalam kampanye tersebut.”, tambahnya. (stf/Aj)

Mahasiswa Desain Interior UK Petra Gandeng UMKM, Hasilkan 19 Brand Startup Baru
June 14, 2019

Sejumlah 131 mahasiswa Program Studi Desain Interior UK Petra menggelar pameran 19 Brand Startup Baru bertajuk Cre-Mart. Gelaran dihelat pada Jumat-Minggu, 24-26 Mei 2019 mulai pukul 10.00-21.00 WIB di Bazaar X project, Convention Hall Tunjungan Plaza 3. “Pameran ini merupakan project gabungan dua kelas mata kuliah Creativepreneurship dengan metode Service Learning. Mahasiswa diminta membantu UMKM di sekitar Surabaya untuk menghasilkan produk yang kreatif, inovatif dan berdaya jual tinggi.”, ungkap Dr. Yusita Kusumarini, S.Sn., M.Ds. dan Mariana Wibowo, S.Sn., M.MT., selaku dosen pengampu mata kuliah ini.

Secara berkelompok dengan 5 hingga 6 mahasiswa di dalamnya, para mahasiswa menghasilkan produk baru dengan tidak meninggalkan UMKM yang telah ada. Mereka menghasilkan 19 brand startup baru berupa aksesoris interior multifungsi dengan fashion, aksesoris interior, furniture dengan recycle material, kitchenware dengan kearifan lokal dan lighting design dengan menggunakan material pipa paralon.

Menurut Mariana Wibowo S.Sn., M.MT., “kalau kita hanya menjadi entrepreneur saja itu hanya akan memperkaya diri sendiri, sedangkan yang kita kerjakan ini baik mahasiswa maupun UMKM berpacu bersama-sama. Pengerjaan material SDMnya dari UMKM akan tetapi ide diambil dari para mahasiswa”.

Para mahasiswa inipun telah melakukan survey sebelumnya ke 19 UMKM yang ada agar hasilnya sesuai dengan kebutuhan UMKM tersebut. Hasil produk ini pun melalui proses seleksi terlebih dahulu, apakah layak jual atau tidak. “Untuk kedepannya saya berharap ini bisa berlanjut, tidak hanya untuk mata kuliah ini saja tapi bisa menjadi usaha mereka untuk kedepannya. Dirintis sejak sekarang. Setidaknya dari pengalaman yang didapat ini mahasiswa diharapkan bisa mandiri” pesan dari Mariana Wibowo S.Sn., M.MT. (mgn/Aj)

Gelar Bazaar, Mahasiswa Manajemen Pemasaran Praktekkan Teori Perkuliahan
June 12, 2019

Banyak orang belajar bisnis secara teoritis, namun tidak banyak orang yang sukses untuk melaksanakannya. Hal itu disebabkan oleh kurangnya pengalaman praktis mengenai bisnis itu sendiri. Tidak banyak orang yang mengetahui apa yang dibutuhkan untuk membangun sebuah bisnis. Membangun bisnis, dibutuhkan banyak waktu, tenaga, uang, kegigihan dan keuletan.  Oleh karena itu, dalam rangka membekali mahasiswanya dengan real experience dalam berbisnis, Program Manajemen Pemasaran Universitas Kristen Petra Surabaya, lewat mata kuliah “Lokakarya”, menggelar sebuah bazaar yang berjudul “Maniac Market”. “Diberi nama Maniac Market agar pengunjung bisa ketagihan untuk datang terus ke Bazaar kami,” ujar Defira Amadea, Ketua Bazaar Maniac Market.

Bazaar yang bertema “Shape of Paradise” ini dibuka pada tanggal 20 hingga 26 Mei 2019 di Atrium Pakuwon Trade Center Surabaya lantai LG. Bazaar ini menyediakan berbagai tenant fashion, beauty dan aksesoris. Sejumlah total 24 tenant mengisi bazaar ini dan 13 tenant di antaranya merupakan milik mahasiswa Program Manajemen Pemasaran sendiri. Hal ini merupakan proyek akhir mereka di mata kuliah “Lokakarya”. Tenant yang digelar oleh 4-5 mahasiswa ini diwajibkan untuk menjual produk/jasa sesuai dengan keinginan mereka. Hal ini guna memberikan mahasiswa pengalaman untuk berbisnis, mulai dari mencari pemasok, mencari pelanggan, mengatur strategi pemasaran, berlatih untuk melayani pelanggan, dan lain-lain.

Selain tenant, Bazaar ini juga mengadakan berbagai mini event yang sangat menarik. Mini events yang diadakan merupakan Hip-Hop Dance Battle, Lomba e-Sports Mobile Legends dan Player Unknown’s Battleground (PUBG), Make up Class dan Demo, FIFA Maniac Cup, Talkshow bersama John Robert Power, dan Eating Competition. Melalui mini events tersebut, mahasiswa Manajemen Pemasaran juga berlatih untuk menyelenggarakan sebuah event, yang juga dapat menjadi sebuah metode/strategi untuk pemasaran. “Lewat Bazaar ini, saya belajar banyak hal, seperti teknis usaha, marketing, dan belajar berhubungan dengan orang lain. Saya berharap mahasiswa Pemasaran dapat dan mau untuk melanjutkan usaha yang telah mereka jalankan sekarang,” tutup mahasiswi semester enam tersebut. (luk/padi)

18 Tahun Ikom UK Petra: You Are The Future
June 11, 2019

Di Bulan Mei, Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Kristen Petra (UK Petra) merayakan hari jadinya yang ke 18 tahun. Dalam rangka memeriahkan ulang tahunnya, Fakultas Ilmu Komunikasi UK Petra menggelar Communication Day pada 15-16 Mei 2019 yang terdiri dari berbagai kegiatan menarik, antara lain International Workshop dan Awarding Night.

International Workshop bertajuk Communication for Millenials menghadirkan dua pembicara yang sangat berpengalaman di bidangnya yaitu Lidyawati Aurelia, selaku Country Manager Anymind Group Indonesia, serta Ardyan M. Erlangga, Managing Editor VICE Indonesia. “Tema ini dipilih karena terinspirasi dari perkembangan teknologi informasi pada generasi Z saat ini. Kita, sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi perlu diberi pemahaman bahwa sudah selayaknya memiliki cara pandang yang kreatif dan inovatif, khususnya pada dua bidang yang akan sangat berkaitan dengan mahasiswa Ilmu Komunikasi yaitu strategic communication zone dan broadcasting zone,” ungkap Liliana Wijaya Khongo, Ketua Panitia Communication Day 2019.

Lidyawati Aurelia, sebagai Country Manager dari sebuah Perusahaan yang bergerak di bidang industri teknologi periklanan dan pemasaran, berbicara mengenai Communicate the Brand with Ideas. Menurutnya, poin terpenting dalam suatu brand adalah creative part yang akan meningkatkan brand awareness.  Sedangkan Ardyan M. Erlangga membahas Empowering Media Industry Through Digital Era.

Awarding Night yang digelar pada 16 Mei 2019 dihadiri oleh mahasiswa aktif Ilmu Komunikasi (Ikom), dosen, serta para alumni. Mengangkat tema You are The Future, acara ini berlangsung meriah. “Program Studi Ilmu Komunikasi UK Petra sudah berusia 18 tahun, saya berharap bisa semakin dewasa, tangguh, berjaya. Jika kita telah berhasil selama tiga kali mempertahankan Akreditasi A, kami tetap butuh banyak support untuk beberapa agenda kedepan untuk rencana sertifikasi Internasional dan juga persiapan akreditasi kita yang keempat,” ujar Daniel Budiana, S.Sos., MA. selaku Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UK Petra.

Acara dimeriahkan dengan penampilan menarik dari mahasiswa Ikom serta pemberian penghargaan antara lain Magneficent, Mahasiswa kura-kura, Guru Bersama, High Tech, Everywhere Class Captain, serta The Guardian of C Hallway. (rut/Aj)

Be Impactful for Development
June 11, 2019

    Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Kristen Petra (UK Petra) kembali menggelar Petra Civil Expo (PCE) 2019. PCE 2019 hadir dengan tiga lomba yaitu Bridge Competition (BC), Earthquake Resistant Design Competition (ERDC), dan Lomba Kuat Tekan Beton (LKTB). Final PCE 2019 dilaksanakan pada 10-12 Mei 2019 di Chameleon Hall Tunjungan Plaza 6 lantai 5. “Melalui lomba ini, mahasiswa langsung menerapkan ilmu yang didapatkan dalam perkuliahan, seperti cara menghitung penyaluran beban pada rangka batang melalui pembuatan jembatan, bangunan tahan gempa dengan kayu balsa, serta perhitungan mix design dengan membuat beton dengan komposisi yang kuat dan ramah lingkungan,” ujar Florentcia Hartono, selaku Ketua Panitia PCE 2019.

Kurang lebih 1.113 peserta yang terbagi dalam kelompok-kelompok turut berpartisipasi dalam kompetisi ini. Pada babak final, untuk kategori BC tercatat 10 tim SMA dan 25 tim universitas, untuk kategori ERDC dan LKTB  diikuti oleh 10 tim universitas. Sebelumnya, pada bulan Maret, para peserta telah mengikuti babak penyisihan. “Tema yang kami angkat adalah Be Impactful for Development, melalui tema ini kami berharap karya yang dihasilkan berdampak bagi masyarakat dan Bangsa Indonesia,” sambung mahasiswi Teknik Sipil 2017 ini.

Pada hari pertama dilaksanakan final BC tingkat universitas dan ERDC, dimana peserta membuat karya langsung di tempat selama 6-9 jam, serta presentasi untuk finalis LKTB. Sedangkan presentasi dilaksanakan pada hari kedua bersamaan dengan final BC tingkat SMA.

Pada hari ketiga, seluruh karya finalis diuji penggetaran, penekanan dan pembebanan. Dalam kompetisi ini, para mahasiswa UK Petra berhasil meraih Juara II untuk ERDC dan Juara III untuk LKTB. Untuk BC tingkat SMA, Juara I diraih oleh SMAK Stella Maris Surabaya, sedangkan Juara II dan III diraih oleh SMAKr Petra 1 Surabaya. (rut/dit)

Tetap Tersenyum dalam Pensiun
June 10, 2019

Tanggal 3 Mei 2019 yang lalu diadakan acara Ibadah Syukur Purna Tugas Mulyono di Ruang W303 Gedung W Universitas Kristen (UK) Petra. Pria kelahiran Surabaya, 8 Maret 1959 ini bergabung dengan UK Petra sejak 23 November 1979. Dikenal pendiam, Mulyono bertugas pada Unit Pelayanan dan Pemeliharaan Kampus (UPPK) dan ditempatkan di Gedung P.

Ibadah syukur ini dihadiri oleh sekitar 40 orang kerabat kerja Mulyono di UPPK, Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), Program Studi Desain Interior, Program Studi Desain Komunikasi Visual, serta Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK).  

Renungan sebagai bekal memasuki masa pensiun Mulyono yang dibawakan Herman Ignatius Caralius berjudul “Tetap Tersenyum di Masa Pensiun”. Herman memaparkan masa pensiun membawa banyak perubahan, dan perubahan tersebut bisa membawa serta kecemasan. Kecemasan ini kemudian dapat mempengaruhi jiwa, ketika seseorang mengalami kecemasan, kemampuannya untuk berpikir dan bertindak menjadi menurun. Untuk mengantisipasinya, seseorang perlu mengembangkan Kecerdasan Jiwa. Menurut Herman, jiwa bisa diartikan sesuai dengan arti harafiahnya dalam bahasa Sansekerta, yaitu “benih kehidupan”.

Herman memaparkan bahwa kecerdasan jiwa ini mengambil rupa dalam bentuk beberapa sifat baik yang berseberangan dengan sifat buruk. Mempunyai hati yang selalu bersyukur berseberangan dengan mengeluh. Mampu menghadapi penderitaan dan rasa sakit berseberangan dengan lemah. Mengambil sesuatu yg berharga dari sebuah kegagalan berseberangan dengan kecewa dan putus asa.

Herman menutup renungannya dengan memberikan ayat Firman Tuhan, Amsal 3 : 5-8. Herman merangkum ayat-ayat tersebut menjadi empat tip dalam menjalani kehidupan, yaitu Percaya pada Tuhan dengan segenap hati, Mengakui Tuhan dalam segala perbuatan, Tidak menganggap diri sendiri bijak, dan Takut akan Tuhan. Mulyono yang ditemani istrinya, Nunuk Wahyuningsih, serta anak ketiganya, Elsa Septia Herlina menyampaikan kegembiraannya bahwa meskipun ia memasuki pensiun, ia tetap dapat berkarya di UK Petra. Mulyono menyampaikan harapannya, katanya “Semoga saya tetap sehat. Semoga Elsa selesai kuliahnya (di UK Petra) dan bisa jadi orang penting”. (noel/Aj)

Ernest Prakasa Ajak Mahasiswa UK Petra Terjun Dunia Industri Kreatif
May 31, 2019

Program Magister Sastra Universitas Kristen Petra (UK Petra) gelar talkshow Chinesian Millenials in Action (CIA) dalam rangka memperingati Lustrum Magister Sastra. Menghadirkan Ernest Prakasa sebagai pembicara dan dilaksanakan pada 8 Mei 2019 di Auditorium UK Petra.

Terdengar kontroversial, topik Chinese Indonesian sengaja dipilih karena merupakan salah satu mata kuliah di Magister Sastra. Ernest Prakasa hadir sebab selain ia seorang public figure yang aktif di bidang industri kreatif, juga dekat dengan mahasiswa. “Magister Sastra memiliki beberapa mata kuliah seperti Chinese Indonesian dan mata kuliah industri kreatif, kita mendatangkan Ernest Prakasa yang kepiawaiannya dalam dunia industri kreatif sudah terbukti, saya harap kita dapat belajar banyak melalui kegiatan ini,” ujar Dr. Dra. Julia Eka Rini, M.Pd., selaku Ketua Program Magister Sastra UK Petra.

Selama sekitar satu jam, ayah dua anak ini membagikan pengalamannya terkait keputusannya untuk terjun ke dunia stand up comedy. Menurut Ernest, berbagai gebrakan telah dibuat oleh pemerintah untuk mendukung industri kreatif di Indonesia, salah satunya dengan terbentuknya Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) yang membuka luas peluang di dunia industri kreatif. “Buat teman-teman yang memiliki minat di bidang industri kreatif, di Indonesia saat ini adalah momen yang sangat menggairahkan. Secara definitif, industri kreatif memiliki 14 sub sektor, jadi bidangnya sangatlah luas dan semakin hari semakin maju,” ungkap komika berusia 37 tahun ini.

Ernest pun menghimbau agar para generasi muda khususnya mahasiswa UK Petra untuk tidak takut mencoba dan memulai. Selain itu, didalam berkarya, ia menekankan untuk selalu rajin dan jujur dalam setiap karya yang dihasilkan. “Jangan takut mencoba,  apa sih hal terburuk yang akan terjadi, jika memang harus gagal? Setelah kita telaah, ternyata tidak semenakutkan itu,” sambungnya. (rut/Aj)

Petra Motion 2019, Ajak Kaum Muda Meraih Mimpi
May 31, 2019

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Dance Art and Culture Universitas Kristen (UK) Petra gelar Petra Motion 2019 dengan tajuk “The Journey” pada tanggal 4 Mei 2019 di Mall Ciputra World. Secara tradisi, setiap tahunnya UKM Dance Petra ini menyelenggarakan gelaran kompetisi dance tingkat nasional Dance of the Nation. Kali ini, format Petra Motion dipakai untuk menjangkau lebih dalam di lingkup Jawa Timur.

Acara dalam rangkaian kegiatan Petra Motion 2019 berupa kompetisi Flashmob Dance Competition dan Youth Dance Competition. Tiga orang dancer profesional Jawa Timur sebagai narasumber dan tim juri, mereka adalah Lupita, P-Nut, dan Edo HESL.

Flashmob Dance Competition diikuti oleh 15 tim dance crew yang adalah perwakilan dari 15 program yang ada di UK Petra. Masing-masing tim terdiri atas 30 hingga 50 orang mahasiswa. Masing-masing tim menampilkan dance dengan koreografi yang sudah ditentukan oleh panitia dan dinilai oleh tim juri. Sebagai pemenang juara 3 diraih oleh Program Studi Sastra Inggris, Program Studi Teknik Sipil sebagai Juara 2, dan Program Manajemen Keuangan keluar sebagai Juara 1.

Sedangkan untuk Youth Dance Competition diikuti oleh 25 tim dance crew yang beranggotakan 8 orang remaja usia 9-18 tahun. Mereka adalah siswa sekolah SMP dan SMA dari seluruh Jawa Timur. Sebagai juara 3 diraih oleh Ragazze, Heavybabystylez sebagai Juara 2, dan Funkyhops Dance Crew sebagai Juara 1.

Penampilan spesial Boogiedown dari UKM Dance membuat semakin semarak acara ini. Performance yang mereka sajikan adalah pencampuran antara tarian, aksi teatrikal, serta videografi. Farly Ennarta, Ketua Panitia Petra Motion menjelaskan, “Pencampuran penampilan dengan video ini agar penonton lebih paham pesan yang disampaikan. Sasaran kami adalah anak muda, bukan hanya para dance, tetapi anak muda Surabaya secara luas”.

Dance mereka menceritakan tentang seorang wanita yang di akhir hidupnya telah berhasil mencapai kesuksesan tetapi tidak menjalani impiannya, yaitu menjadi seorang penari balet. Dikisahkan bahwa tokoh utama tersebut merasakan penyesalan meskipun kesuksesan sudah dicapainya. Menjelaskan pesan yang tersirat, Farly mengatakan, “Orang muda terkadang sudah tahu mimpinya apa, akan tetapi takut meraih mimpi tersebut”.(noel/Aj)

UKP Juarai Indonesia E-sports League 2019
May 29, 2019

Electronic sports atau e-sports berkembang pesat di seluruh dunia tak ketinggalan di Indonesia. Untuk pertama kalinya, E-sports memiliki cabang kompetisi di Asian Games 2018. Games seperti DOTA 2, PUBG, CS Go, hingga Mobile Legends dan masih banyak lainnya telah mewarnai e-sports di Indonesia. Menyikapi tren ini, pemerintah Indonesia mengadakan kompetisi Indonesia E-sports League University (IEL) yang diselenggarakan bulan April 2019.

Indonesia E-sports League University merupakan kompetisi e-sports mahasiswa yang diselenggarakan oleh Indonesia E-sports Association (IESPA) dan didukung oleh Kementrian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia. IEL diikuti oleh 12 universitas di Indonesia.   Kompetisi ini dibagi menjadi dua cabang game, yaitu Mobile Legends dan Defend of The Ancients 2 (DOTA). Seluruh peserta melewati babak penyisihan grup yang dilakukan secara daring dari asal kota masing-masing. Setelah babak penyisihan grup, grup Mobile Legends UK Petra keluar sebagai pemenang grup dan maju ke babak semi-final dan final untuk memperebutkan juara dan melawan pemenang grup lainnya.

Pada tanggal 27 April 2019, 5 anggota grup Mobile Legends UK Petra yaitu: Wygo Artha Toran (prodi Manajemen perhotelan), Leonardo Agustinus (prodi Manajemen Perhotelan), Yohanes Dedy Setiawan (prodi Manajemen Perhotelan), Halim Chandra (prodi Manajemen bisnis) dan Naldo Pradipta (prodi Manajemen Bisnis) bertanding melawan keempat semi-finalis lainnya untuk menentukan finalis di hari berikutnya. Pada saat final, UK Petra berhasil meraih juara 3 Indonesia E-sports League 2019 untuk cabang Mobile Legends dengan membawa pulang hadiah senilai Rp 80 juta, medali dan juga produk sponsor (Razer) seperti; keyboard gaming, joystick, headset, dan kursi gaming.

“Semoga dengan adanya Unit Kegiatan Mahasiswa e-sports ini dapat menumbuhkan minat mahasiswa pada teknologi.” tutup Leonard Ronaldo, Kepala Departemen e-sport Badan Eksekutif Mahasiswa UK Petra. (luk/dit)

 

Bank Mandiri Beri Penghargaan Atas Kepercayaan UK Petra
May 22, 2019

Kerja sama kemitraan antara Universitas Kristen Petra (UK Petra) dengan PT. Bank Mandiri Tbk (Persero) telah terjalin cukup lama dan baik. Bank Mandiri sebagai salah satu mitra utama UK Petra, memberikan kepercayaan kepada UK Petra dalam bentuk bantuan pengembangan Laboratorium Bahasa Mandarin. Penandatanganan Berita Acara dan penyerahan bantuan secara simbolis dilaksanakan pada 2 Mei 2019 di Ruang Rapat Universitas (RRU).

Bantuan ini diberikan kepada Program Studi Bahasa Mandarin untuk mengembangkan laboratoriumnya untuk ujian Hanyu Shuiping Kaoshi (HSK), yaitu ujian standardisasi kemahiran berbahasa Mandarin untuk penutur asing, seperti mahasiswa asing, pendatang dari luar, dan anggota kelompok etnis minoritas di Cina. “Laboratorium Bahasa Mandarin ini tidak hanya untuk mahasiswa UK Petra, namun dibuka untuk umum, khususnya untuk ujian HSK. Dari tahun ke tahun, jumlah peserta HSK di Jawa Timur terus meningkat,” ungkap Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M.Eng., selaku Rektor UK Petra.

Erwan Djoko Hermawan, Regional CEO PT. Bank Mandiri Region VIII/Jawa 3 menyerahkan bantuan ini. R. Erwan beserta jajaran Bank Mandiri menyampaikan ucapan terima kasih atas kerja sama yang telah terjalin. “Ini adalah tahun ketiga kita bekerja sama untuk program CSR, saya harap kita dapat terus bekerja sama untuk program-program Bank Mandiri khususnya di bidang pendidikan,” ujar R. Erwan. (rut/dit)

Pengalaman Memulai Suatu Bisnis
May 21, 2019

Program Manajemen Bisnis UK Petra mempersiapkan generasi muda dengan pengetahuan dan pengalaman yang cukup agar siap memulai wirausaha. Salah satunya dengan menggelar Petra Business Festival pada 25 – 28 April 2019 di East Rotunda – West Rotunda Corridor Grand City Mall. Rangkaian kegiatan ini adalah Business Idea Competition (BIC), Bazaar Bisnis, Business Workshop, serta Pameran Inovasi Bisnis.

BIC diikuti oleh 32 kelompok sisiwa-siswa SMA dengan melakukan simulasi membuat business plan. Sedangkan Business Workshop menyediakan serangkaian pelatihan bagi mahasiswa untuk meningkatkan penampilan profesionalisme, cara berkomunikasi, dan etika. Pameran Inovasi Bisnis ini sendiri merupakan tugas utama Mata Kuliah Internship 1 dan Applied Course.

Sekitar 200 mahasiswa semester empat bekerja dalam 30 kelompok untuk membuat inovasi bisnis dengan alat bantu Business Model Canvas (BMC) 9 Blocks. Dengan memakai kerangka kerja BMC, para mahasiswa menganalisa aspek-aspek yang mempengaruhi dalam memulai sebuah bisnis baru, analisa dimulai dengan mengidentifikasi sembilan blok aspek, yaitu Customer Segments, Value Propositions, Channels, Customer Relationships, Revenue Streams, Key Resources, Key Activities, Key Partnerships dan Cost Structure.

Salah satu yang unik seperti milik Edwan. Ia memperkenalkan bisnis snack cokelat sehat “Truffruits” yang dirancang bersama kelompoknya. Mereka menganalisa bahwa cokelat adalah penganan yang populer dan memiliki bisnis yang besar, di sisi yang lain mereka menemukan bahwa kandungan kalori yang tinggi membuatnya menjadi makanan yang tidak sehat. Maka, mereka membidik segmen pembeli para penikmat cokelat yang memiliki kesadaran atas gaya hidup sehat. Menurut Edwan, selain mendapatkan pemahaman dan pengalaman memulai bisnis baru, ia juga mendapatkan pengalaman yang berharga, katanya “Bagi saya yang berkesan adalah menjalin kerjasama dalam bekerja kelompok. Di mana tidak segala sesuatu berjalan sesuai dengan kehendak masing-masing anggota, dan masing-masing anggota bisa saling mendukung”. (noel/Aj)

Memperkenalkan Budaya dan Bahasa Korea secara Luas
May 17, 2019

King Sejong Institute (KSI) adalah lembaga pendidikan bahasa Korea yang dibentuk oleh pemerintah Korea Selatan dalam upaya mengenalkan bahasa dan budaya Korea. Dalam upaya memperkenalkan bahasa dan budaya Korea di Surabaya, KSI Universitas Kristen Petra (UK Petra) menyelenggarakan “Korean Culture Day with UNAIR” pada 26 April 2019 di Fakultas Budaya Universitas Airlangga.

Dr. Liliek Soelistyo, M.A. selaku Direktur KSI Surabaya dalam sambutannya menyampaikan, “Mulai tahun 2018, KSI menjangkau kampus-kampus di sekitar UK Petra. Pada tahun 2018 Korean Culture Day diadakan di Universitas Pembangunan Negeri (UPN), tahun 2019 ini di Universitas Airlangga (Unair). Tujuan kegiatan ini adalah memperkenalkan budaya dan bahasa Korea serta mensosialisasilkan program KSI kepada masyarakat”.

Sekitar 300 orang pengunjung yang kebanyakan adalah mahasiswa dari berbagai universitas di Surabaya dan sekitarnya memenuhi lokasi acara. Acara dibuka dengan penampilan tari modern KPOP, disusul dengan tutorial makeup ala Korea. Berbarengan dengan acara di panggung, pengunjung dapat merasakan suasana budaya Korea melalui Little Town Korea yang berwujud stan-stan kecil yang menawarkan barang-barang khas Korea di sekitar lokasi acara. Di stan-stan ini pengunjung bisa mendapatkan kipas tradisional dengan kaligrafi Korea bertuliskan nama masing-masing pengunjung, belajar menulis nama sendiri dengan memakai cap Hangeul (abjad bahasa Korea), mencoba baju tradisional Korea yang disebut Hanbok, berfoto dengan latar belakang pemandangan kota dan alam Korea, serta berbelanja berbagai cinderamata Korea.

Budaya populer Korea tampak telah dikenal saat pengunjung antusias menyanyikan serta menirukan gerakan tari lagu “Love Shot” dari band EXO serta “Idol” dari band BTS. (noel/dit)

Nui Hotel dan Restaurant Hadirkan Suasana Hutan Hujan Tropis
May 16, 2019

Sebanyak 123 mahasiswa Program Manajemen Perhotelan Universitas Kristen Petra (UK Petra) melaksanakan praktik dengan membuka hotel dan restoran. Tahun ini para mahasiswa yang tergabung dalam mata kuliah Manajemen Operasional Hotel (MOH) membuka Nui Hotel and Restaurant selama satu semester.

Tema yang diangkat adalah Rainforest, suasana hutan hujan tropis yang menenangkan dihadirkan dalam Nui Hotel dan Restaurant. Hiasan dan dekorasi seperti pohon, ranting, daun-daunan mewarnai gedung Ferry Teguh Santoso. Selain itu, Nui Hotel and Restaurant juga menawarkan berbagai variasi makanan dan minuman bergaya Asia dan Western dari buah-buahan, kentang dan sayur-sayuran asal Indonesia. ”Nama Nui sendiri berasal dari bahasa Hawaii yang memiliki arti excellent atau sangat baik. Kami berharap apapun yang kami lakukan baik itu sevice, produk, maupun penampilan dapat excellent,” ujar Leoni Trifena, selaku General Manager Nui Hotel and Restaurant.

Mahasiswa menjalankan empat unit bisnis, yaitu hotel, restoran, pastry-bakery, serta laundry. Para mahasiswa ini mendapatkan modal awal dari UK Petra sebesar Rp 50.000.000,-. Nui Hotel and Restaurant buka setiap hari Selasa sampai dengan Jumat pukul 09.30-20.00. Dalam persiapannya selama lebih kurang dua bulan, para mahasiswa mengajukan dan mengkonsultasikan menu-menu makanan dan minuman kepada dosen pengampu, hingga akhirnya terdapat total 36 menu yang terdiri dari lima appetizer, empat soups, delapan main course, tiga dessert, dua gelato dan 14 beverages yang disajikan. (rut/dit)

Edukasi Pemilih Pemula dengan Creative Campaign
May 10, 2019

Para mahasiswa dan dosen Universitas Kristen Petra (UK Petra) tidak henti-hentinya mengharumkan nama UK Petra. Kali ini, tim mahasiswa Ilmu Komunikasi UK Petra berhasil meraih juara favorit dalam Komunikasi Fiesta, kategori advertising. Keempat mahasiswa ini adalah Celyne, Irene Yuarita, Axl Jevison, dan Fabrizio Revand.

Pada babak penyisihan, mereka diminta membuat creative campaign yang bertujuan untuk mengajak pemilih agar menggunakan hak suara nya dengan baik pada Pemilu 2019. Creative Campaign ini divisualisasikan dalam bentuk Instagram Profile, dan diwujudkan dalam desain kreatif untuk instagram feed dan juga video. Keempatnya memilih mengambil tema tentang pemilih pemula, tema ini dipilih karena pemilih pemula adalah golongan yang paling rawan golput. “Tujuan dari campaign kami adalah mengedukasi pemilih pemula menjadi pemilih cerdas dan kritis, yang lebih mengedepankan rasionalitas bukan emosionalitas,” ujar Irene Yuarita.

Pada 4 April 2019, lima tim terbaik yang melaju ke babak final diberi shocking project, yaitu membuat infografis untuk instagram. Pada babak ini, Celyne dan tim membuat infografis seputar pemilih pemula berdasarkan usia pemilih. “Kami mengetahui fakta bahwa ternyata pemilih pemula bukan hanya dari kalangan pemuda yang baru genap berusia 17 tahun, namun pensiunan dari TNI dan POLRI juga masuk dalam kategori pemilih pemula,” ungkap Celyne.

Selain infografis, mereka memberikan tips menjadi pemilu yang cerdas. Desain yang menarik turut mengantarkan mereka menjadi juara favourite dan berhasil mendapatkan sertifikat, plakat, serta uang tunai sejumlah Rp 500.000,-. (rut/Aj)

Kerangka Mobil Hantarkan Raih Juara dalam Pop-Up Store Design Competition
May 10, 2019

Stefanny Margaretha dan Agnes Nathania Hartono, tim mahasiswi Prodi Desain Interior UK Petra berhasil meraih juara 3 dalam Pop-Up Store Design Competition 2019. “Kami tetap optimis menang, dengan tak lupa membawa dalam doa setiap usaha yang sudah kami lakukan.”, ujar Stefanny saat bincang-bincang santai dengan tim humas.

Kompetisi ini diadakan JYSK, sebuah toko yang menjual perabotan sehari-hari dengan Scandinavian style. Karena yang diminta pop-up store atau desain toko yang dapat dibuka secara tiba-tiba dengan jangka waktu pendek maka tim ini sepakat kerangka luar berbentuk mobil. “Kami mengibaratkan seolah-olah JYSK sedang mampir jalan-jalan untuk memberikan informasi pada para pengunjung. Kesannya unik dan menyenangkan.”, rinci Agnes.  

Link in Fun (It’s fun to Link, It’s Link to Fun) itulah konsep yang diangkat dua mahasiswi angkatan 2016 itu. Konsep dengan ukuran 8m x 5m x 4 m ini ingin melibatkan pengunjung untuk merasakan produk JYSK dengan sistem display yang menyenangkan dan interaktif. Diantaranya terdapat playful 180o box, pillow vending machine, rolling Hexagon, dekoratif kitchen, photobooth hingga virtual reality.

Persaingan cukup ketat, mereka harus bersaing dengan kurang lebih 123 kelompok lainnya dengan melewati dua tahap lomba. Meski dikerjakan di sela-sela kegiatan kuliah dan tugas tetapi mengerjakannya dengan serius, “selain konsultasi dengan dosen, kami juga melakukan riset kecil-kecilan agar konsep kami sesuai dengan karakteristik yang diminta.”, ujar mereka berdua kompak.

Konsep yang kuat saat presentasi selama satu jam lamanya di depan delapan juri akhirnya membuat mereka berhak mendapatkan piagam, voucher belanja dan uang senilai Rp. 2.500.000,00.

Selamat dan terus berkarya bagi kemuliaan Tuhan. (Aj/padi)     

Ukir Prestasi Melalui Film Pendek
May 10, 2019

Berita baik datang dari mahasiswa UK Petra. Tim ini berhasil membawa pulang juara 2 Short Movie dalam Komunikasi Fiesta 2019 yang digelar oleh UKWMS. Mereka adalah Andre Tanujaya dari Prodi Manajemen Bisnis, Erick Daud dari Prodi DKV dan Sarah Azaliah Karsa dari Prodi Ikom. “Kami hanya mempergunakan barang-barang yang sudah ada. Persiapan kami tidak terlalu lama, tetapi kami bersyukur dibantu teman-teman seperti Winona, Regina dan Ferdiantio.”, urai Sarah.

Ada dua tahapan yang harus dilewati oleh Sarah dan kawan-kawan. Babak penyisihan dan final. “How Was Your Era?”, itulah tema yang diusung dalam kompetisi ini. Dalam babak penyisihan, Sarah dkk membuat film dengan judul PA.RA.DOKS yang berdurasi 5 menit 30 detik. “Film ini menjawab kegelisahan dua pandangan dikotomi perkembangan media dan teknologi. Kata kebanyakan orang, mengakses media berlebihan akan membuat kualitas hubungan antar individu menjadi turun. Akan tetapi kenyataannya tidak selalu demikian. Jika dikelola dengan bijak, media akan membawa dampak yang positif.”, rinci Andre.

Konsep yang matang dan penyajiannya yang pas, membuat mereka melangkah maju ke tahap selanjutnya bersaing dengan empat tim lainnya. Diberi waktu kurang lebih satu minggu, mereka membuat film yang kedua berdurasi sekitar 3 menit dengan judul “Adjacency”. Film ini ingin memperkuat karya film mereka yang telah mereka buat sebelumnya. Bedanya di film pertama mereka mengambil konsep mengenai komunikasi keluarga sedangkan film kedua bicara mengenai isu anak muda dalam mencari jodoh melalui media sosial.

Waktu yang tak banyak, membuat mereka harus membagi tugas dengan baik. Konsep cerita dipikirkan secara bersama-sama saat masa pra-produksi. Saat babak final, mereka harus mempresentasikan karya mereka dihadapan tiga juri dengan waktu kurang lebih 15 menit lamanya. Tak sia-sia usaha mereka akhirnya tim ini membawa pulang sertifikat, plakat dan uang tunai senilai Rp. 1.700.000,00. To God be the glory.(Aj/padi)    

 

Arsitektur yang Berempati pada Manusia
May 08, 2019

Dalam rangka Dies Natalis ke-52, Program Studi (Prodi) Arsitektur UK Petra menggelar berbagai rangkaian kegiatan seperti seminar, talkshow, pameran, konferensi, hingga kompetisi. Rangkaian kegiatan ini dilaksanakan mulai 22-27 April 2019, tema utama yang diangkat adalah Return To Zero. “Jika bicara tentang return to zero, tidak hanya bicara soal zero energy, namun juga arsitektur yang “berempati” pada manusia.,” ungkap Eunike Kristi Julistiono, S.T., M.Des.Sc., selaku Wakil Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) UK Petra.

Seorang arsitek seharusnya mendesain bangunan dengan fokus utama manusia yang akan tinggal pada gedung atau rumah tersebut. Melalui rangkaian acara ini, Prodi Arsitektur UK Petra ingin mengajak untuk berhenti dahulu sejenak dan mengevaluasi apakah perkembangan dan teknik-teknik arsitektur saat ini sudah ada pada jalur yang tepat.

Salah satu kegiatannya adalah Architecture X, sebuah talkshow yang membahas tentang arsitektur dengan bidang lainnya bersama dengan lima orang praktisi arsitektur yang handal dan kredibel. Diantaranya adalah Gayuh Budi Utomo dari Gursiji Studio, Defry Agatha dari Ordes Arsitektur, F. Raymond Halim dari ANTI- Architecture, Mansyur Hasan dari Sembilan Studio, serta Ardy Hartono Kurniawan dari Dua Studio. Talkshow ini menekankan bahwa ide dalam mengekspresikan arsitektur dapat diperoleh dari berbagai macam sumber, termasuk bidang lainnya.  

Selain itu, Prodi Arsitektur juga menyelenggarakan International Conference on Empathic Architecture (ICEA). ICEA ketiga ini menghadirkan pembicara yang merupakan praktisi dan akademisi dari beberapa negara di Asia. Diantaranya Yori Antar dari Han Awal & Partners, Indonesia, Siritip Harntaweewongsa dari GreenDwell Thailand, Prof. Mohammad Hamdan Ahmad dari Universiti Teknologi Malaysia, Keat Ong dari Nota Design Group Singapore, serta Dr. Kuowei Eleazar Godfrey Chiu dari Tunghai University Taiwan. Kelima pembicara ini fokus pada pelestarian bangunan dan green building.

Selain dua kegiatan ini, masih banyak kegiatan menarik lainnya seperti Architecture Festival, Seminar Arsitektur Nasional, Architecture Roleplay, Urban Sketch Fair, Geest Van De Architectuur, Archiexpo, dan Culture Night. (rut/Aj)

 

Kerja Bangun Bangsa, Mahasiswa IBM UK Petra Dampingi Siswa Sekolah Pra Sejahtera di Surabaya
May 07, 2019

Program International Business Management (IBM) Universitas Kristen (UK) Petra menggelar Public Speaking Festival bertajuk “Undivided Differences” pada Jumat, 5 April 2009, di ruang Amfiteater Gedung Q UK Petra. Joshua Chang selaku ketua panitia menyampaikan makna kegiatan ini, “Saya harap kita bisa mengingat bahwa kita berada di bawah bendera yang sama yaitu NKRI. Meskipun dibangun dalam perbedaan, tapi kita bisa sama-sama bersatu demi membangun masa depan yang lebih indah”.

Acara ini merupakan proyek tugas untuk dua matakuliah, yaitu English Skills dan Business English Speaking, yang diambil oleh mahasiswa semester 2. “Dalam kelas sejumlah 57 mahasiswa ini ingin mencapai dua hal. Yaitu pembelajaran Service Learning dan membangun solidaritas antar bangsa untuk lebih memaknai Pancasila dan Kebhinnekaannya. ”, ungkap Maria Natalia Damayanti Maer, Ph.D. selaku dosen IBM UK Petra dan koordinator mata kuliah Skills.

Proyek kelas ini bekerjasama dengan tiga yayasan dan satu sekolah dalam menjalankan misinya. Yaitu Yayasan Indonesia Sejahtera Barokah, Sanggar Merah Merdeka, Yayasan Pondok Hayat dan SDK St. Melania. Secara intensif selama lima minggu, para mahasiswa blusukan ke gang-gang sempit di Surabaya. Secara perlahan para mahasiswa mengajari anak-anak banyak hal mulai dari menyusun pidato dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris, melatih berpidato, gerak tubuh hingga percaya diri sampai pada kepekaan terhadap masalah nyata yang dihadapi diri dan lingkungannya dari kaca mata anak- anak. Anak diajak berfikir untuk mencoba menawarkan jalan keluar dari permasalahan yang dihadapi.  

Ke-14 sekolah pra- sejahtera di Surabaya itu antara lain SD Darul Falah, SD Pancasila 45, SD Ubaid 3, SD Serba Guna, SD Karunia Hidup, SD Al Mufidah, SD Thohir Bakrie J, Madrasah Ibtidaiyah Adipura, SD Diponegoro, SD Kurnia Indah, Rumah Anak, SDK St. Melania, dan Sanggar Merah Merdeka. Setelah mendapatkan pelatihan, hanya satu anak yang akan dipilih untuk mewakili sekolahnya dan menceritakan permasalahan serta solusinya misalnya seperti banjir, sampah, menyontek, dan dialeksia.  

Seusai menyampaikan pidatonya dalam waktu tiga menit, anak-anak memberikan hadiah pada sekolahnya yang telah dipersiapkan para mahasiswa IBM UK Petra sesuai dengan kebutuhan sekolah. “Awalnya saya memiliki ketakutan, apa yang terjadi kalau adik saya tidak menerima kehadiran saya karena berbeda ras dan agama. Tapi tak lama, stereotype itu terbantahkan oleh kenyataan. Saya menjadi lebih peka terhadap kondisi sosial dan memahami bahwa stereotyping itu tidak benar. Kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kolaborasi hingga penguasaan diri saya jadi bertambah.”, urai Thalia, salah satu mahasiswi IBM saat ditanya mengenai kesannya mengikuti proyek ini. (noel/Aj)

Berkat Perilaku Semut, Mahasiswa Informatika UKP Sabet Juara 3 Computational Intelligence di Salati
May 06, 2019

Albert, Alexander Thomas Kurniawan Pratomo, dan Angelika Dibijo, mahasiswa angkatan 2016 Program Studi Informatika UK Petra menorehkan prestasi juara ketiga kategori Computational Intelligence dalam kegiatan Faculty Of Information Technology 2019 (FIT Competition 2019) di UKSW, Salatiga. “Buat kami yang terpenting memberikan usaha yang terbaik dalam lomba. Seru dan menyenangkan karena kita diadu kemampuan selama 12 jam untuk mengerjakan program saat babak final”, ungkap Albert.  

Terdapat tiga kategori lomba, Albert dan kawan-kawan memilih  Computational Intelligence yang mengajak mahasiswa membuat pemecahan masalah terhadap studi kasus yang diberikan. Mereka harus melalui dua tahapan yaitu babak penyisihan yang diminta untuk membuat proposal. Kemudian enam kelompok dengan algoritma terbaik dipilih mengikuti tahap final di kota Salatiga untuk membuat program.

Studi kasus yang diberikan adalah bagaimana menyelesaikan Traveling Salesman Problem (TSP) yang merupakan permasalahan umum di bidang ilmu komputer. Alex dan tim memutuskan menyelesaikan masalah ini menggunakan metode Ant Colony Optimization (ACO). “Kami terinspirasi dengan perilaku semut di dunia nyata, dan kami mengembangkan teori yang sudah ada. Tidak semuanya ada dibangku perkuliahan jadi mengikuti lomba menjadi pengalaman sangat berharga”, urai Alex.

Algoritma ini menyelesaikan masalah komputasi dengan menemukan jalur terbaik melalui koordinat. Terinspirasi perilaku semut yang berjalan acak dalam menemukan jalur dari koloninya menuju makanan dengan meninggalkan kadar zat pheromone. Angel menjelaskan algoritma ini cukup kompleks sebab banyak perulangan yang dilakukan dan banyak hal yang dilakukan dalam satu perulangan itu. Akan tetapi algoritma ini cukup efisien dan cocok untuk menyelesaikan TSP. Hasil keluaran yang diharapkan adalah rute perjalanan dengan jarak terkecil dan total jarak tempuh (best distance) yang minimal.

Angel dan tim harus mempresentasikan selama 15 menit program yang telah dikerjakan mereka dihadapan tiga juri. Tak sia-sia usahanya, mereka mendapatkan piala dan uang sebesar Rp. 2.500.000,00,-.(Aj/padi)

Melalui Creative Content, Mahasiswa UK Petra Torehkan Prestasi
May 03, 2019

    Kabar baik datang dari tim mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi (Ikom) Universitas Kristen Petra (UK Petra). Charles Endriko, Sellina Tanya dan Titania Novika Liza Dewanti berhasil meraih juara 2 kategori Creative Content Competition yang diselenggarakan Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya dalam ajang Komunikasi Fiesta 2019. “Kami tidak berambisi untuk menang, yang penting kami ingin memberikan yang terbaik”, urai Charles yang mengambil peminatan Broadcast TV Ikom UK Petra.

Ada banyak kategori dalam kompetisi ini, Charles dan kawan-kawan memilih Creative Content Competition. Meski dari peminatan yang berbeda-beda tak menyurutkan semangat mereka mengikuti kompetisi dengan tema “Viral 101”. Mereka harus melewati dua tahapan sebelum dinobatkan menjadi juara. Babak penyisihan mereka diminta membuat proposal dan video berdurasi maksimal tujuh menit sesuai tema.

“Dalam video ini kami ingin mengajak generasi milenial untuk menggunakan media sosial dengan bijak, pikirkanlah dengan baik konten apa yang akan diunggah ke media sosial, dan tidak hanya mengejar viral saja”, urai Sellina dari peminatan Corporate Public Relations Ikom UK Petra. Hanya lima kelompok saja yang berhak maju ke babak final termasuk tim mahasiswa Ikom UK Petra. Selanjutnya mereka diberi tugas membuat sebuah Creative Meme visual yang isinya menyangkut informasi yang sedang viral, topiknya seputar politik, pendidikan, budaya, dan sosial.

“Kami sepakat untuk mengambil peristiwa penembakan di kota Christchurch Selandia Baru dan permainan PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG) sebagai latar meme. Kami harap dengan karya ini, teman-teman berpikir ulang jika aktif di media sosial”, urai Titania yang mengambil peminatan Jurnalistik Ikom UK Petra.

Setelah karya dikumpulkan, mereka diminta mempresentasikan karyanya di hadapan tiga juri. Sebagai juara 2, mereka berhak mendapatkan piagam, plakat dan uang tunai sebesar Rp 1.700.000. (Aj/dit)