Connect with us
  • b
  • a
  • x
A CARING AND GLOBAL UNIVERSITY
WITH COMMITMENT TO CHRISTIAN VALUES

Berita

Memperluas Wawasan dan Mencetak Prestasi
May 02, 2019

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Kristen Petra (UK Petra) menyelenggarakan “Aku Untuk Indonesiaku” (AUI), sebuah lomba debat Bahasa Inggris tingkat nasional pada tanggal 22-24 Maret 2019. Lomba yang diselenggarakan di Gedung Q UK Petra ini diikuti oleh 42 tim dari bermacam-macam universitas di Indonesia.

Lomba ini menggunakan sistem British Parliamentary dan diketuai oleh dua Chief Adjudicator (Ketua Juri), Vincentius Michael dari ITB dan Sandy Sanjaya dari UGM, yang telah berpengalaman dalam memenangi lomba debat tingkat internasional dan menjadi juri lomba debat tingkat nasional berkali-kali. “Kita harus bisa mengelaborasi argumen kita, bukan hanya melempar retorika yang tidak dijelaskan lebih lanjut dan tidak terbukti. Kemampuan berpikir kritis dan terstruktur dalam debat ini sangat diperlukan, terutama di era maraknya hoax dan debat kusir yang tidak jelas,” ujar Sandy Sanjaya selaku Ketua Juri saat Technical Meeting.

Sebanyak 42 tim diseleksi menjadi 16 tim melalui empat ronde babak penyisihan. Motions atau topik yang dibahas dalam debat sesuai dengan isu-isu terkini, misalnya membahas monopoli Disney dalam bidang hiburan, geoengineering untuk mengurangi pemanasan global, serta pemilu partai politik di Israel.

Vincentius Michael, salah satu ketua juri yang turut membuat topik untuk lomba ini mengungkapkan bahwa banyak orang takut dengan topik hubungan internasional hanya karena mereka tidak terbiasa membaca dan mencari tahu lebih dalam. “Sebenarnya topik hubungan internasional yang seringkali dipandang seram justru lebih seru, karena bisa membuka pikiran kita dan membuat kita lebih aware tentang keadaan dunia saat ini,” ujar mahasiswa ITB itu.

Pada babak Quarterfinal, Semifinal, dan Grandfinal, topik yang dibahas yaitu mengenai feminisme, proposal Brexit (Keluarnya Inggris dari Uni Eropa), dan Pemilu Indonesia untuk babak Grandfinal. (cha/rut)

Bahasa dan Budaya menjadi Jembatan Antar Bangsa
April 25, 2019

Kompetisi Chinese Bridge ke-12 tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) kembali digelar. Acara yang dilaksanakan pada 29-30 Maret 2019 oleh The Office of Chinese Language Council International (Kantor Dewan Bahasa Tionghoa Internasional) Republik Rakyat Tiongkok (RRT) ini bekerjasama dengan program studi Bahasa Tionghoa Universitas Kristen Petra (UK Petra), bertempat di Amphiteater gedung Q.

Tema yang diangkat adalah “Learn Chinese, Double Your World”. Lomba ini memberikan  kesempatan untuk siswa SMA memperagakan kemampuan dan keterampilan berbahasa Mandarin, sekaligus menjalin komunikasi dan saling belajar di antara sesama siswa. Sebanyak 15 peserta dari SMA di Jawa Timur mengikuti kegiatan ini. Ketentuan lomba adalah siswa  SMA, berusia antara 15 - 20 tahun, warga negara Indonesia, lahir, dibesarkan dan menetap di Indonesia, menggunakan bahasa Mandarin sebagai bahasa asing dan bukan bahasa Ibu. Peserta yang sudah pernah menang dan mendapat kesempatan mengikuti lomba internasional di Tiongkok tahun lalu tidak diperbolehkan mengikuti lomba tahun ini.

Tiap peserta mengikuti tiga lomba dalam kompetisi ini, yaitu: (1) ujian tertulis  pengetahuan umum tentang negara dan budaya Tiongkok serta kemampuan menerapkan pengetahuan bahasa Mandarin yang selama ini dipelajari, (2) Pidato dalam bahasa Mandarin dengan tema sesuai dengan tema tahunan kompetisi, dan (3) Keterampilan dalam seni dan budaya Tiongkok meliputi lagu-lagu, musik, tari-tarian, penuturan cerita, akrobatik, alat musik, kaligrafi, seni lukis, seni menggunting, wushu, dan sebagainya. Ujian tulis dilaksanakan pada 29 Maret, sedangkan lomba pidato dan ketangkasan dilaksanakan pada 30 Maret.

Di akhir kompetisi, juara ketiga diraih Mohamad Amirul Islam dari SMA Al Fath Surabaya yang menampilkan keterampilannya memainkan shuang jie gun (double stick), juara kedua diraih  Angelica Tiora dari SMA Xin Zhong yang menampilkan keahliannya bernyanyi, juara pertama diraih oleh Nina Devina dari SMA Xin Zhong yang juga menampilkan kemampuan bernyanyi. Ketiga pemenang seleksi tingkat provinsi ini kemudian mengikuti seleksi tingkat nasional yang diadakan di Jakarta. Pemenang tingkat nasional dapat mengikuti kompetisi Chinese Bridge di Tiongkok dengan biaya dari Kedutaan Besar RRT. Konsul Jenderal RRT, Gu Jingqi, yang hadir dalam kompetisi ini menyampaikan harapannya, “Sesuai dengan nama lomba ini, Chinese Bridge, saya berharap melalui lomba pidato serta talent show ini, generasi muda menjadi jembatan persaudaraan antara Tiongkok dan Indonesia”. (noel/dit)

 

Edukasi Masyarakat Jadi Smart Voter dan Bebas Hoax
April 25, 2019

Universitas Kristen Petra (UK Petra) patut berbangga, tiga mahasiswa Ilmu Komunikasi berhasil meraih Juara III dalam Komunikasi Fiesta 2019, kategori Public Relations Competition yang diselenggarakan oleh Universitas Katolik Widya Mandala (UKWM) Surabaya pada 4-6 April 2019. Mereka adalah Liem Michael Stefan Setianto, Jessica Idelia Soekardjo, dan Jessica Michelle Hartono.

Pada babak penyisihan, peserta diminta berperan sebagai public relations Komisi Pemilihan Umum (KPU) membuat esai pemecahan masalah yang berkaitan dengan isu kabar bohong (hoaks), ujaran kebencian, dan kampanye jahat menjelang pesta demokrasi 2019. Peserta dapat memilih salah satu dari tiga topik tersebut. Ketiga mahasiswa ini memilih isu hoaks. “Isu hoaks di Indonesia cukup serius, masyarakat Indonesia menduduki peringkat tujuh yang paling mudah terpapar hoaks,” terang Jessica Idelia Soekardjo.

Hoaks yang diangkat adalah pemberitaan mengenai KPU telah mendata orang gila untuk masuk kedalam daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu serentak 2019. “Banyaknya isu hoaks dapat mempengaruhi persepsi pembaca dimana berpotensi mempengaruhi para pemilih dalam Pemilu. Maka dari itu kami sebagai Public Relations KPU  merancang beberapa strategi untuk memerangi hoaks dan menciptakan smart voters menjelang Pemilu 2019,” Ujar Jessica Michelle Hartono.

Strategi yang mereka paparkan adalah memberikan edukasi mengenai hoaks terhadap masyarakat baik generasi milenial dan generasi X yang terbagi ke dalam empat taktik yaitu re-branding dan promosi akun KPU, kampanye oleh Influencer di media sosial, mengadakan kompetisi untuk generasi milenial di media sosial, serta kerjasama dengan sinetron “Dunia Terbalik” untuk mengedukasi tentang hoaks.

10 kelompok terbaik melaju ke babak final, dalam waktu kurang dari sehari, peserta diminta melengkapi esai masing-masing dan mempresentasikannya di hadapan juri. “Kami presentasi dua kali, presentasi pertama kami memaparkan tentang isu yang dipilih dan strategi, sementara presentasi kedua kami menambahkan tujuan, Analisis SWOT, dan juga key message,” ujar Michael. (rut/dit)

Talkshow ASPIRASI Meriahkan HUT Majalah Genta
April 24, 2019

Perayaan HUT ke-55 majalah Genta oleh Pers Mahasiswa (Persma) dimeriahkan dengan acara talkshow ‘ASPIRASI’, hari Rabu, 20 Maret 2019 di Auditorium Kampus Pusat UK Petra. Aspirasi, tajuk dari acara ini merupakan singkatan dari “Ajakan ‘tuk bersuara, berpikir, dan beraksi”. Sejurus dengan tema, Alvin Ramasurya Wony’s, selaku ketua kegiatan Aspirasi, menyampaikan pesan yang diharapkan tersampaikan melalui kegiatan ini, katanya “Saya berharap bahwa kegiatan ini dapat mengubah pola pikir pesertanya. Mereka tidak lagi menganggap bahwa politik jauh dari mereka, tapi mulai menyadari kalau mereka juga dekat dengan politik”.

Narasumber dalam talkshow yang dihadiri sekitar 400 orang hadirin menghadirkan Martin Anugrah, pendiri dari saluran youtube Cameo Project; serta Pangeran Siahaan, pendiri institusi media asumsi.co. Kedua narasumber ini bergerak di bidang yang relevan dengan kegiatan Persma, yaitu media dan jurnalistik. Martin dan Pangeran berbincang-bincang selama satu jam mengenai bagaimana situasi dan kondisi media saat ini dalam atmosfir tahun pemilu.

Martin menyampaikan bahwa simpang siur berita yang ada saat ini masih dalam batas kewajaran. Mengenai pembatasan media oleh pemerintah, ia mengatakan “media tidak mengalami censorship (penyensoran oleh pemerintah). Saat ini media cukup bebas”. Pangeran menimpalinya dengan pendapat yang searah. Ia mengatakan, “Indonesia mempunyai demokrasi yang terbaik di Asia Tenggara. Kita bisa membandingkan saat ini dengan jaman dulu di Indonesia. Dulu majalah Tempo dan Koran Detik diberedel. Sekarang kita tidak menemukan lagi berita seperti itu. Di Singapura, koran tidak diperbolehkan menulis tentang pemerintah. Censorship, di Singapura lebih parah dari Indonesia”.

Mengenai pemilu yang diadakan pada tanggal 17 April 2019, kedua narasumber menyampaikan hal yang juga senada, yaitu pemilu kali ini unik dan sangat tinggi tingkat kepentingannya. Menurut Martin, para pemilih pemula, perlu memahami bahwa suara yang mereka miliki sangat penting dan mempengaruhi masa depan Indonesia. Pangeran menyampaikan hal yang senada dengan memberikan perbandingan beberapa negara lain, katanya “Di India, penghitungan suara pemilu dilaksanakan dalam jangka waktu satu bulan. Sedangkan Amerika, pemilu langsung dan hasilnya bisa didapatkan dalam waktu satu hari, akan tetapi mereka memakai sistem electoral college, di mana pemilih hanya memilih dua partai besar di masing-masing negara bagian, lalu perwakilan mereka melakukan pemilihan presiden”. (noel/Aj)

Free Grace to Free Give, Paskah UK Petra 2019
April 23, 2019

Sebagai wujud ungkapan syukur atas kebangkitan Tuhan Yesus, segenap civitas akademika Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengikuti Ibadah Paskah pada Senin, 22 April 2019 di Auditorium Kampus Pusat UK Petra. “Selamat Paskah semuanya. Firman Tuhan yang dibagikan hari ini bukan suatu kebetulan. Tuhan menyediakan rencana yang indah buat kita semua.”, ungkap  Rektor UK Petra, Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M.Eng.

    Dilayani oleh hambanya Pdt. Martus Adinugraha Maleachi, Ph. D., tema yang dipilih yaitu “Free Grace to Free Give”. Mengutip Efesus 2:1-10, kita diingatkan untuk tidak menyia-nyiakan hidup kita. Kita telah mendapat anugerah yang Tuhan Yesus berikan kepada kita secara cuma-cuma dan dibayar sangat mahal yaitu dengan nyawa-Nya. Karena kita telah menerima anugerah, kita juga punya tanggung jawab di hadapan Tuhan. “Kita dibenarkan karena iman, tetapi iman yang membenarkan itu tidak pernah sendiri, tetapi kita juga harus melakukan apa yang menjadi kehendak Tuhan. Anugerah ini menuntut kita untuk sadar bahwa kita adalah orang-orang yang telah diperbaharui,” ungkap Rektor Seminari Alkitab Asia Tenggara ini.

    Sebelumnya, Pusat Kerohanian (Pusroh) UK Petra melaksanakan rangkaian kegiatan Paskah yaitu Matthew 25 Challenge yang dilaksanakan pada 25-31 Maret 2019. Peserta yang berpartisipasi ditantang untuk puasa makan mulai pukul 20.00-15.00 dan hanya minum air mineral. Peserta mendapatkan gelang penanda khusus dan celengan kecil, uang makan dan minum selama puasa dimasukan ke dalam celengan dan dikumpulkan saat ibadah Paskah. “Dana yang telah terkumpul akan didonasikan untuk membantu pembuatan Penampungan Air Hujan (PAH) di kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam proyek ini, kami bekerja sama dengan Wahana Visi Indonesia,” ujar Sepridel Hae Tada, S.S., M.Div., selaku Staf Pusroh UK Petra.

Melalui kesempatan ini pula, Rektor UK Petra, Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M.Eng. menyampaikan kampanye baru UK Petra untuk mengurangi pemakaian botol plastik serta penghijauan di wilayah UK Petra. Secara simbolis, Prof. Djwantoro menyerahkan tiga buah botol tumbler kepada masing-masing Wakil Rektor UK Petra dan juga tanaman dan biji-bijian kepada Kepala Unit Pelayanan dan Pemeliharaan Kampus (UPPK) UK Petra. (rut/Aj)

 

Kembali, UK Petra Menjadi Perguruan Tinggi Pengasuh tahun 2019
April 18, 2019

Puji Syukur, Universitas Kristen Petra (UK Petra) kembali menerima berita bahagia karena dipercaya oleh Kemenristekdikti Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) menjadi Perguruan Tinggi Pengasuh. “Tahun ini menjadi tahun ketiga bagi UK Petra menjadi Perguruan Tinggi Pengasuh. Hanya Perguruan Tinggi Terakreditasi A dan lolos seleksi dari Kemenristekdikti Direktorat Jenderal Belmawa yang mendapat kepercayaan melaksanakan Program Asuh 2019”, ungkap Dr. Dra. Gan Shu San, M.Sc., selaku Kepala Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UK Petra.

Legalitas ini tertuang berdasarkan Surat Keputusan No 74/B/HK/2019. Batch 1 di tahun 2019 ini ada proses seleksi yang harus dilewati oleh UK Petra. Hanya 20 Perguruan Tinggi se-Indonesia saja yang lolos seleksi, salah satunya UK Petra. Tahun ini (2019) UK Petra akan mengasuh empat Perguruan Tinggi yaitu Universitas Tribuana Kalabahi-Alor, Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Soe, Universitas Kristen Surakarta dan Universitas Wisnuwardhana Malang.

Banyak kegiatan yang telah disusun oleh UK Petra diantaranya pelatihan dan pendampingan khususnya Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME) secara intens pada Perguruan Tinggi yang diasuh. Dengan adanya kegiatan ini harapannya akan menumbuhkan budaya mutu di Perguruan Tinggi sekaligus meningkatkan akreditasi program studi. Dengan adanya program asuh ini maka percepatan peningkatan mutu melalui pembimbingan dan revitalisasi.

Dampak program ini sangat nyata dan membantu Perguruan Tinggi di Indonesia untuk berkembang menjadi lebih baik. “Berdasarkan data, tahun 2017 sebanyak 20% Program Studi yang diasuh akreditasinya meningkat dan 80% dalam proses reakreditasi sedangkan tahun 2018 Program Studi yang diasuh naik 11% akreditasinya dan 89% dalam proses reakreditasi.”, urai Masluhin Hajaz, Kasubdit Penguatan Mutu, Direktorat Penjaminan mutu, Belmawa saat memberikan sosialisasi beberapa waktu yang lalu. (Aj/padi)

Wadahi Startup dan Investor Lewat Website
April 18, 2019

Eveline Cynthia Irawan, Felicia Listyani, dan Giovanni Gabriela Gunadi, mahasiswi Sistem Informasi Bisnis (SIB) Universitas Kristen Petra (UK Petra) berhasil meraih Juara Harapan I dalam Fit Competition kategori website. Fit Competition diselenggarakan pada 18-20 Maret 2019 oleh Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Salatiga.

Pada babak penyisihan, peserta diminta membuat proposal rancangan website. Tidak ada tema khusus pada kompetisi ini, hanya saja peserta diminta memecahkan masalah yang ada di masyarakat. Ketiga mahasiswi angkatan 2016 ini memilih bidang Ekonomi Bisnis dengan merancang sebuah website bernama Starvest yang mempertemukan startup dan investor. Topik ini dipilih, bermula dari ketertarikan pada startup, serta pengalaman teman mereka yang pernah memiliki startup. Saat ini, banyak startup baru yang bermunculan, namun banyak juga yang mundur dan tidak melanjutkan. “Mencari investor untuk sebuah startup tidaklah mudah, tidak sedikit pula investor yang sulit untuk percaya pada sebuah startup. Kami membuat website yang dapat menjadi wadah promosi para startup, investor juga dapat mencari tahu lebih lanjut sehingga dapat memilih startup yang sesuai,” ujar Giovanni.

“Website ini juga memungkinkan adanya interaksi dengan memberikan kritik dan saran untuk startup. Selain itu keunggulan dari website ini adalah menyediakan grafik like perhari, analisa investor, dan juga analisa project Startup,” ungkap Eveline.

Pada 19 Maret 2019, sebanyak 10 peserta terbaik hadir ke UKSW untuk mengikuti  babak final. Di babak final, peserta diberi waktu 12 jam untuk merealisasikan website yang telah mereka rancang. Pada 20 Maret 2019, mereka mempresentasikan website mereka dihadapan para juri. Walaupun mereka lelah dan kurang tidur, jerih payah mereka membuahkan hasil dengan menjadi peringkat keempat terbaik dalam kompetisi ini. “Melalui lomba ini, kami mendapatkan pengalaman dan ide, ini juga mengasah kemampuan dan pengetahuan kami. Selain itu kami juga dapat belajar banyak dari lawan.” urai Felicia. (rut/padi)

Beri Ide Peningkatan Pendapatan dengan Abon Ikan
April 16, 2019

 

Tiga mahasiswa Program Manajemen Bisnis Universitas Kristen Petra (UK Petra) berhasil meraih juara III dalam Airlangga Social Urban Community Award (AUSCA) 2018. Fenny Jie, Gracia Stefani, dan Audrey Tanri Halim mengikuti lomba pengabdian masyarakat  yang diselenggarakan oleh Universitas Airlangga dan menjadikan UK Petra sebagai satu-satunya perguruan tinggi swasta yang berhasil lolos ke babak final.

Lomba ini terdiri dari pembuatan esai dan live in selama tiga hari di Desa Jolosutro, Blitar. Dari beberapa topik yang diberikan, ketiganya memilih topik ekonomi dengan membuat esai mengenai pemanfaatan media digital berbasis internet pada masyarakat pedesaan untuk pemasaran secara daring (dalam jaringan).

Sebagian besar penduduk Desa Jolosutro bekerja sebagai nelayan, dan dalam menjalankan profesinya, para nelayan tidak dapat menghasilkan keuntungan yang maksimal karena adanya “permainan” harga jual ikan yang merugikan nelayan. Semua hasil tangkapan ikan langsung dibeli habis oleh tengkulak dan masyarakat lain dengan harga yang tidak tentu. “Menurut kami harga jual hasil tangkapan ikan para nelayan dapat ditingkatkan dengan tidak menjual seluruhnya ke tengkulak dan masyarakat lain. Para nelayan bersama dengan masyarakat Kampung Jolosutro dapat memberikan tambahan nilai pada ikan hasil tangkapan untuk meningkatkan penghasilan. Kami memberikan solusi alternatif yaitu dengan mengolah sebagian ikan hasil tangkapan nelayan menjadi abon ikan khas Jolosutro,” ujar Fenny Jie.

Ketiganya memilih abon karena pembuatannya yang sederhana dan bahan-bahannya mudah didapatkan. Mereka juga menemukan resep dari youtube dan membuat sendiri contoh produknya. Saat live in, ketiganya melaksanakan demo dan sosialisasi membuat abon di balai desa yang diikuti oleh warga, khususnya ibu-ibu Program Keluarga Harapan (PKH ). Mereka juga mempersiapkan desain dan kemasan yang dapat digunakan oleh warga untuk menjual abon ikan tersebut. Setelah itu warga dikenalkan mengenai pemasaran daring seperti tokopedia, shopee dan pemasaran luring (luar jaringan) dalam kegiatan wirausaha. “Pada saat kami ke Desa Jolosutro, ternyata jaringan internet cukup sulit di wilayah tersebut, oleh sebab itu kami menawarkan solusi lainnya yaitu pemasaran secara luring dengan menitipkan produk ke toko-toko pusat oleh-oleh,” ungkap Audrey Tanri Halim.

Di hari terakhir mereka mempresentasikan kegiatan yang telah dilakukan selama live in. Mereka berhasil mendapatkan piala dan uang senilai Rp 1.000.000,-, atas  inisiatif pribadi, mereka menyumbangkan uang tersebut kepada masyarakat disana. “Kami menyumbangkan uangnya kepada warga sebagai modal usaha, karena tujuan utama kami adalah pengabdian masyarakat,” tutup Gracia Stefani. (rut/dit)

 

 

Dekan Fakultas Bisnis dan Ekonomi Terpilih Sebagai United Board Fellows
April 16, 2019

Universitas Kristen Petra (UK Petra) kembali mengirimkan perwakilannya dalam Program United Board (UB) Fellows. Pada periode 2019-2020 ini, Dr. Ricky, S.E., MR.E., Dekan Fakultas Bisnis dan Ekonomi UK Petra terpilih mewakili UK Petra dalam Asosiasi Pendidikan Tinggi Kristen di Asia ini. Program UB Fellows merupakan program jangka panjang selama setahun yang dirancang untuk menjawab kebutuhan pengembangan kepemimpinan untuk staf pengajar dan administrator menengah dari perguruan tinggi dan universitas Asia. Tujuan dari program ini adalah untuk mengembangkan para pemimpin yang dinamis agar dapat memajukan pendidikan di universitas masing-masing.

Tahun ini, sebanyak 17 fellows dari seluruh Asia terpilih untuk mengikuti program ini. Sebelum terpilih, calon fellows harus mengirimkan curriculum vitae (cv), esai dari pertanyaan yang diberikan, dan juga formulir aplikasi. Selanjutnya terdapat dua kali wawancara dengan pejabat UB. Ricky mengaku tertarik untuk mengikuti program ini karena studi doktoralnya berkaitan dengan educational leadership dan servant leadership. “Selain karena berkaitan dengan studi terakhir saya, saat ini saya berada di posisi dekan, tidak ada sekolah khusus untuk menjadi dekan, melalui program ini saya harap dapat belajar dari fellows lainnya,” ungkap dosen International Business Management UK Petra ini.

Program ini dibagi menjadi tiga kegiatan besar yang akan dilaksanakan secara bertahap dan dimulai dari tanggal 7 Juli 2019. Mulai dari pengisian materi selama tiga minggu di Harvard University, dilanjutkan dengan penempatan fellows di salah satu universitas rekanan UB selama 1 sampai 3 bulan. Fellows dapat memilih kampus yang dituju untuk mengamati, berdiskusi, serta belajar tentang kepemimpinan yang diterapkan. Mengakhiri rangkaian kegiatan UB Fellows, peserta akan mengikuti seminar dan mempresentasikan hasil yang diperoleh selama setahun mengikuti program ini.

Dosen yang mendapatkan gelar Doktornya di University of Birmingham ini menyatakan beberapa manfaat dari mengikuti program UB Fellows adalah mendapat insight dari orang lain dan dapat merefleksikan tentang hal-hal yang telah dijalankan, mengetahui perkembangan di dunia pendidikan, serta menambah kerja sama dan jejaring. “Saya berharap setelah mengikuti program ini, saya dapat melakukan perubahan yang berarti, ada sesuatu yang dapat saya kerjakan secara nyata, selain itu juga dapat menjadi pribadi yang resourcefull dan memiliki banyak ide dalam memimpin Fakultas Bisnis dan Ekonomi UK Petra,” tutup Ricky. (rut/dit)

Bincang Buku Jejak Tionghoa Peranakan Pendiri Indonesia
April 15, 2019

Pemahaman sejarah bangsa sangat berperan dalam membentuk identitas diri bangsa. Peran dan kontribusi setiap warga negara sangat penting karena akan mewarnai dan membentuk arah pembangunan suatu negara.  Sebagai salah satu upaya untuk memberikan pemahaman sejarah yang akurat, Perpustakaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) menggelar acara bincang buku “Jejak Tionghoa Peranakan Indonesia” pada 22 Maret 2019. Buku yang diangkat berjudul “Pejambon 1945: Konsensus Agung para Pendiri Bangsa” karya Osa Kurniawan Ilham, hadir sebagai penanggap Yordan Batara-Goa, dosen pengajar di Departemen Matakuliah Umum UK Petra.

Osa mengatakan “Setelah 70 tahun Indonesia merdeka, ada fragmen-fragmen yang tidak diperhatikan dan saya tertarik menulis yang tidak ditulis oleh sejarawan”. Salah satu fragmen yang disoroti adalah kontribusi warga keturunan Tionghoa. Buku yang ditulis tahun 2013 bersama Daradjadi Gondodiprojo, dan diterbitkan tahun 2018 ini memuat catatan percakapan para pendiri bangsa yang tersimpan dalam arsip nasional. Arsip ini sangat lengkap dan tertulis dalam tata bahasa ilmu hukum yang cermat.

Untuk memahami babak sejarah yang dimaksud Osa, ia memaparkan peran etnis Tionghoa Indonesia dalam sejarah yang telah mengalami pembedaan sejak zaman Hindia Belanda dan Jepang. Pemerintah Hindia-Belanda menggolongkan warga keturunan Tionghoa sebagai golongan ‘Timur Asing’ yang kedudukannya berbeda dengan warga  Indonesia. Pembedaan ini dilanjutkan oleh Jepang saat pendudukan di Indonesia.

Peran tokoh-tokoh Tionghoa Indonesia dalam kedua jaman ini memiliki peranan penting yang tidak disebutkan lagi di era setelah Indonesia merdeka. Salah satu peran penting itu tercatat sebagai anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) seperti Liem Koen Hian, Oey Tiang Tjoei, Oei Tjong Hauw, serta MR. Tan Eng Hoa, serta peran sebagai Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) yang berkumpul pada Agustus 1945 di jalan Pejambon, Jakarta, sekarang gedung Pancasila dan sebagai penyusun dasar negara ini.

Yordan Batara Goa, selaku penanggap, mengapresiasi buku Osa yang memaparkan peran etnis Tionghoa Tionghoa dalam kemerdekaan Indonesia, Ia menyitir pidato Ir. Soekarno pada 1 Juni 1945, katanya “Bung Karno merekonstruksi arti sebagai Bangsa Indonesia yaitu setiap orang dari berbagai latar etnis yang mengaku sebagai Bangsa Indonesia dan berjuang demi tegaknya Indonesia”. (noel/dit)

Angkat Sisi Positif Bonek, Tiga Mahasiswa UK Petra Raih Juara I
April 15, 2019

Tiga mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Kristen Petra (UK Petra) meraih juara 1 dalam ajang Epicentrum 2018 yang digelar oleh Universitas Padjajaran, Bandung. Lavenia Pili Roboh, Tipta Santa Tampubolon, dan Ricky Ciputra berhasil mengalahkan perwakilan dari universitas-universitas ternama di Indonesia dalam kategori lomba Specture (Speak The Truth). Mengangkat tema “solve the misconceptions”, Specture merupakan lomba membuat program siaran radio berupa audio feature dengan topik tertentu.

Terdapat empat pilihan topik yaitu politik, olah raga, sekolah, dan lingkungan. Ketiganya memilih topik olah raga dan membahas tentang suporter kesebelasan Persebaya Surabaya yaitu bonek. Pada babak penyisihan, tim diminta membuat radio feature berdurasi maksimal lima menit serta melampirkan proposal secara online. “Kami memilih topik olah raga yaitu Pesan Damai Suporter Sepak Bola, yaitu bonek. Kami ingin mencari sesuatu yang baru, kami kira pasti akan banyak yang memilih topik politik, sehingga kami ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda,” ujar Lavenia.

Selama ini, Bonek memiliki citra yang kurang baik, namun tidak banyak yang tahu bahwa bonek mulai mengembangkan gerakan-gerakan positif, seperti Bonek Care dan Bonek Academy. Bonek Care merupakan gerakan bonek menggalang dana untuk korban bencana alam. “Kami ingin mengangkat sisi positif dari bonek, sebelumnya kami juga mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya terkait bonek, salah satunya dari Pak Obed, dosen DKV UK Petra yang bergerak di bonek writer forum,” ungkap Ricky.

Pada babak final, terpilih lima tim terbaik yang diminta membuat program radio berdasarkan topik radio feature yang telah dikumpulkan pada penyisihan. Di babak final ini, ketiganya mengupas program bonek satu-persatu. Mereka terbagi menjadi dua penyiar dan satu bertugas menjadi operator. Berkat konten yang rapi dan lengkap, mereka berhasil meraih juara 1 dan mendapatkan sertifikat, plakat, dan uang senilai Rp. 3.000.000,-. (rut/Aj)

Memahami Bahasa Melalui pemahaman Sejarah
April 03, 2019

Beragam kegiatan diselenggarakan oleh King Sejong Institute (KSI) di UK Petra dalam memberikan pendidikan Bahasa Korea, mulai dari kursus bahasa, kelas kebudayaan hingga kompetisi. Pada tanggal 29 Maret 2019, KSI menyelenggarakan kuliah umum dengan tema “Modern Korean History”. Kuliah umum ini dihadiri 51 orang sivitas UK Petra, dan 12 orang dari universitas swasta lain di Surabaya. Dalam sambutannya, Dr. Liliek Soelistyo, M.A., selaku Direktur KSI mengatakan, “Apabila kita belajar bahasa dan budaya Korea, kita harus juga tahu sejarah Korea”.

Sebagai narasumber, KSI menghadirkan Mr. Lee Kyeong Youn, Ketua Korean Association  wilayah Jawa Timur. Dalam membuka kuliah umum dengan judul ‘100 Tahun Sejarah Korea’, Lee menyampaikan dalam bahasa Indonesia yang nyaris sempurna, “Kita saat ini mengenal Korea Selatan dengan budaya K-POP, serta film. Yang akan saya tunjukkan kali ini adalah 100 tahun sejarah Korea, yang sebetulnya merupakan cerita yang sedih”.

Sejarah Pergerakan Kemerdekaan Korea yang dimaksud di sini adalah seluruh semenanjung Korea, baik Korea Utara dan Korea Selatan dari penjajahan Jepang. Sejak akhir abad ke-14 sampai dengan permulaan abad ke-20, semenanjung Korea diperintah oleh Dinasti Kerajaan Joseon. Di akhir abad ke-19, tepatnya pada tahun 1887, pasukan negara Jepang melakukan penyerbuan ke Korea dan berhasil mengalahkan pasukan Joseon karena keunggulan teknologi.

Puncaknya adalah pada tanggal 29 Agustus 1910 saat Kaisar Sunjong menyerah dan melepas kekaisarannya. Hari itu akan dikenang oleh seluruh bangsa Korea sebagai hari di mana bendera Jepang dipasang di pintu utama istana Joseon, serta hari itu adalah tanda dimulainya 35 tahun penjajahan Jepang atas Korea.

Menutup kuliahnya, Lee menyampaikan permohonan bagi semua peserta untuk mendoakan Korea, katanya “Memperingati 100 tahun ini, saya minta anda untuk mendoakan agar Korea bisa bersatu”. (noel/Aj)

 

Hadirkan Local Content, Mahasiswi Desain Interior Sabet Juara 1
April 02, 2019

Livia Wijaya, seorang mahasiswi Program Studi Desain Interior berhasil meraih juara 1 dalam Booth Spatial Design Competition yang digelar oleh Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) Jawa Timur pada 17 Maret 2019. Livia berhasil menyisihkan 35 peserta dari berbagai  universitas di Indonesia. “Saya menggunakan rotan dan serabut kelapa dalam desain dan memasukkan tiga hal dasar yaitu realistic, Attractive dan Sustainable”, urai Livia, mahasiswi angkatan 2015 ini.

Di tengah-tengah menyiapkan Tugas Akhirnya, Livia Wijaya terus bersemangat mengikuti kompetisi dengan tema “InFest Pop Up Booth” tersebut. Livia mengikuti kompetisi mendesain stan untuk keperluan pameran HDII Jatim yang bersifat mudah bongkar pasang. Livia menggunakan dua material utama yaitu rotan dan serabut kelapa yang dianyam sehingga tampak elegan.

Livia sengaja memasukkan unsur lokal dalam desain karyanya. Penekanannya terletak pada hasil kriya sebagai elemen desain. Menghadirkan suasana lokal namun elegan, dengan luasan stan sebesar 4 x 6 meter, Livia merancang ruang konsultasi yang privat agar pengunjung merasa nyaman.

Livia menyiapkan idenya dalam lima hari sebelum proses pengumpulan hasil lomba, karena ia harus fokus menyelesaikan Tugas Akhirnya. Ia melewati dua tahapan yaitu pengumpulan karya kemudian dilanjutkan dengan presentasi 10 karya terbaik di hadapan tiga juri. Selama 15 menit presentasi, Livia berhadapan dengan enam universitas lainnya yang juga mempunyai karya yang sangat bagus. Berkat ide cemerlangnya ini, Livia berhasil meraih juara 1 dan mendapatkan sertifikat dan uang tunai senilai Rp 2.000.000,- (Aj/dit)

UK Petra Tanda Tangani MoU dengan Balai Pengembangan Industri Persepatuan Indonesia
April 02, 2019

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Republik Indonesia melalui Balai Pengembangan Industri Persepatuan Indonesia (BPIPI) bekerjasama dengan Fakultas Bisnis dan Ekonomi Universitas Kristen Petra (UK Petra) menyelenggarakan Makers Talk. Makers Talk dilaksanakan pada 19 Maret 2019 di Auditorium Gedung Q UK Petra. “Tujuan kegiatan ini adalah sebagai sarana berbagi pengetahuan, memberikan inspirasi serta wawasan kepada generasi muda agar mampu menangkap peluang dan terus menciptakan karya terbaik,” ungkap Gati Wibawaningsih, Direktur Jenderal Industri kecil, Menengah dan Aneka.

Makers Talk menghadirkan beberapa pembicara: Dr. H. Emil Elestianto Dardak, M.Sc., Wakil Gubernur Jawa Timur, Azrul Ananda, pendiri DBL Indonesia, Adityalogy, Content Creator dan musisi, dr. Tirta, Chief Executive Officer Shoes&Care-Solevacation, dan Credit Marketing Officer Tukutu.id, serta Dr. Ricky, S.E., M.R.E., Dekan Fakultas Bisnis dan Ekonomi UK Petra.

Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan Indonesian Footwear Creative Competition (IFCC). Melalui kegiatan ini pula, Kemenperin melalui BPIPI menggandeng UK Petra untuk melaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU). Nota Kesepahaman ini merupakan upaya untuk memfasilitasi pelatihan kepada mahasiswa UK Petra maupun masyarakat yang ingin belajar atau memiliki kemampuan mendesain sepatu, tas, dan baju.

Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M.Eng., Rektor UK Petra berharap kerjasama Fakultas Bisnis dan Ekonomi UK Petra dengan BPIPI ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para mahasiswa. “Di sektor industri kreatif ini kita memiliki peluang yang luar biasa, dan menurut saya ini salah satu yang harus digenjot karena kreatifitas tidak bisa digantikan oleh robot atau otomasi. Potensi kreatifitas mahasiswa kita dan siswa SMK ini luar biasa dan tidak boleh disia-siakan,” ujar Prof. Djwantoro. (rut/dit)

 

Kisahkan Sepenggal Kehidupan Pekerjaan Polisi Korea Lewat Film
April 01, 2019

Kebudayaan merupakan identitas dan aset penting suatu negara. Kebudayaan ini perlu diperkenalkan ke masyarkat dunia agar dapat menarik minat turis-turis untuk mengunjungi negara tersebut. Namun, memperkenalkannya tidaklah semudah yang dikatakan, harus disertai upaya kreatif agar dapat menarik minat masyarakat. Itulah yang dilakukan oleh King Sejong Institute (KSI) Surabaya di Universitas Kristen Petra (UK Petra). Hal ini diwujudkan dengan kegiatan Movie Day yang telah diselenggarakan pada Sabtu 23 Maret 2019 di CGV Marvell City Mall Surabaya.

King Sejong Institute adalah lembaga pendidikan bahasa Korea yang berpusat di Seoul, Korea Selatan. Movie Day merupakan kegiatan yang diadakan 2 kali setahun oleh KSI.

Kegiatan ini bertujuan untuk dapat memperkenalkan budaya Korea lewat penayangan film-film yang sedang hangat di Korea Selatan. Bulan Maret ini, Movie Day menayangkan film berjudul “Extreme Job”, yang telah menjual 10 juta tiket hanya dalam 15 hari penayangan di seluruh Korea Selatan. Total 233 peserta yang terdiri dari mahasiswa UK Petra dan peserta umum berpartisipasi dalam Movie Day ini. Sistem pendaftaran dilakukan secara online dan tidak dipungut biaya apapun, peserta juga diberikan popcorn dan minuman secara cuma-cuma. Tidak hanya menonton, para peserta juga mendapat kesempatan untuk memenangkan doorprize yang menarik. 15 orang mendapatkan goodie bag dari CGV, dan 5 orang mendapatkan tumblr Starbucks yang diberikan oleh KSI.

Film “Extreme Job” menceritakan tentang kisah sebuah tim detektif narkotika yang ingin menangkap pengedar narkoba besar di Korea Selatan. Detektif Go, Jang, Young-ho, Ma, dan Jae-hoon bekerja sama menyamar menjadi pemilik restoran ayam goreng demi menangkap Lee Moo-bae, sang pengedar narkoba, dan anak buahnya. Namun, keadaan berubah ketika restoran ayam goreng milik detektif tersebut menjadi viral dan sangat sukses. Film ini bergenre komedi dan action ini disutradarai oleh Lee Byeong-heon dan berdurasi selama 111 menit. Aksi kocak aktor-aktor film ini berhasil mengundang gelak tawa dari seluruh penonton di studio. Bintang-bintang besar Korea seperti Ryu Seung-ryong, Lee Hanee (mantan Miss Korea 2006), tampil menghibur dalam film ini.

Kegiatan ini merupakan hasil kerjasama antara KSI dengan CGV Marvell City. Selain mempromosikan budaya Korea, acara Movie Day ini juga bertujuan untuk mempromosikan King Sejong Institute Surabaya yang berlokasi di UK Petra. Selain Movie Day, KSI Surabaya juga memiliki beberapa kegiatan unik untuk promosi, seperti Culture Day, Lomba Menulis Hangeul, Festival K-Pop, dll. Seluruh kegiatan KSI ini tidak dipungut biaya apapun. “Saya berharap lewat acara ini dapat menarik minat peserta untuk dapat belajar budaya dan bahasa Korea dengan King Sejong Institute Surabaya.” ujar Dyah Sekarini, staff operator KSI Surabaya. (luk/padi)

Manajemen Perhotelan UK Petra Turut Meriahkan Festival Goût de France
March 29, 2019

Program Manajemen Perhotelan Universitas Kristen Petra (UK Petra) untuk pertama kalinya bergabung dalam festival Goût de France.  Goût de France atau Good France merupakan acara makan malam terbesar yang dilakukan serentak pada tanggal 21 Maret 2019 di lima benua, 152 negara, dan 5000 restoran di dunia. Di Surabaya sendiri, terdapat 11 restaurant yang turut berpartisipasi, Manajemen Perhotelan UK Petra, melalui mata kuliah manajemen operasional hotel, menjadi satu-satunya institusi pendidikan yang ikut berpartisipasi festival Goût de France 2019.

UK Petra juga mendapat kehormatan sebagai satu-satunya restaurant yang menjamu Konselor Pertama Kedutaan Besar Prancis untuk Indonesia, Charles-Henri Brosseau, Benoit Bavouset (Direktur IFI Surabaya), Pauline Fertẻ (Wakil Direktur IFI Surabaya), Rosa Karenina (Penanggung jawab Pengajaran IFI Surabaya), serta Han Jayanata (Konsul Kehormatan Prancis untuk Surabaya). “Kami sangat senang sekali bahwa dunia pendidikan dalam hal ini UK Petra dapat turut berpartisipasi dalam acara ini. Bagi kami, Goût de France Fine Dining ini menjadi sebuah pengalaman berharga untuk dosen dan mahasiswa untuk menggali lebih dalam mengenai makanan Perancis,” ujar Dr. Sienny Thio, S.E., M.Bus., selaku Ketua Program Manajemen Perhotelan UK Petra.

Konsep masakan yang ditawarkan adalah menggabungkan masakan lokal dengan masakan internasional, bahan-bahan lokal dimasak menggunakan cara internasional, demikian sebaliknya. Bahan-bahan lokal seperti edamame, serei, kunyit, labu kuning, kluwek, kabocha, mbote hingga buah ciplukan. Sedangkan bahan internasional yang digunakan seperti scallop, lobster, serta daging impor jenis tokusen. “Menu-menu yang ditawarkan merupakan hasil kolaborasi dari tiga dosen Manajemen Perhotelan UK Petra. Dengan harga Rp 250.000,-, para tamu mendapatkan menu lengkap fine dining, mulai dari Aperitif, Starter, First, Second, hingga dessert,” ungkap Hanjaya Siaputra, S.E., M.A., dosen Manajemen Perhotelan UK Petra. (rut/padi)

 

Keahlian Digital dalam Menghadapi Era Disrupsi
March 27, 2019

Untuk memberikan kesempatan seluas mungkin bagi mahasiswa agar bisa mengembangkan pengetahuan dan keahlian, pada hari Selasa tanggal 12 Maret 2019, UK Petra menerima kunjungan dari PT. Cyberindo Aditama (CBN), dalam rangka menjalin hubungan kerjasama.

Perwakilan dari CBN terdiri dari: Bayu Dani Danarto S., selaku Presiden Direktur; Harry Dharma Setiawan, selaku Head of Corporate Secretary; serta jajaran manajemen CBN. Mereka diterima di Ruang Rapat Umum gedung Radius Prawiro lantai 9, UK Petra, oleh Rektor UK Petra, Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M.Eng., bersama dosen pengajar dari Program Studi Informatika, staff dari BAKP, serta Pusat Karir UK Petra. Dani mengatakan “Dunia pendidikan saat ini adalah salah satu yang mau atau tidak mau akan di-disrupt oleh perkembangan teknologi informasi. Mahasiswa kita nanti akan memiliki lebih banyak freedom dalam menentukan bagaimana mereka akan belajar. Perkembangan  e-learning sudah sampai pada titik di mana mahasiswa bisa memilih setiap pokok bahasan yang mereka inginkan”.

Djwantoro menyatakan persetujuannya atas pernyataan tersebut, “Kami sendiri memang juga harus banyak berubah. Kami mengadakan workshop untuk merubah kurikulum. Termasuk di dalamnya memasukkan magang ini agar menjadi pilihan yang lebih luas. Selama ini magang belum menjadi sesuatu yang wajib bagi semua program studi, panjangnya juga masih bervariasi. Rasanya memang mau tidak mau kita harus setup magang yang durasinya lebih panjang, dan di tempat magang yang tepat. Memang dengan perubahan-perubahan yang ada, relasi dengan industri memang harus lebih dekat”.

Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan presentasi tentang CBN. Harry, dalam presentasi tersebut memperkenalkan CBN sebagai perusahaan yang awalnya bergerak sebagai internet service provider (pemberi layanan internet) sekarang menjadi digital service provider, yaitu penyedia layanan dan infrastruktur digital. Setelah presentasi, pertemuan ini diakhiri dengan penandatanganan memo kesepahaman antara UK Petra dan CBN yang membuka peluang bagi mahasiswa UK Petra untuk magang di CBN. Harry, selaku Head of Corporate Secretary, mewakili CBN kemudian memberikan kuliah umum di Program Studi Informatika. Harry memaparkan bahwa dalam dunia digital, profesi yang sangat dibutuhkan industri adalah: programmer, data analyst, data scientist, serta user interface & user experience designer. Harry juga menyampaikan pentingnya spesialisasi dalam satu keahlian khusus, ia mengatakan “Pilih salah satu mata kuliah yang kalian sukai, lalu dalami terus. Misalnya, coding. Maka coding, dan coding seterusnya sampai kalian ahli”. Jemima C.S., seorang mahasiswa Informatika semester 6 yang menghadiri kuliah umum ini merasakan manfaat dalam kuliah tersebut, katanya “Saya mendapatkan informasi bahwa trend digital industry sangat berkembang khususnya di Indonesia. Salah satu contohnya adalah pembangunan infrastruktur di Indonesia yang penuh dengan tantangan. Namun dari tantangan itulah muncul banyak peluang juga bagi pemuda pemudi Indonesia untuk menciptakan solusi dan menjadi startup di Indonesia”. (noel/padi)

 

Sambut Hari Gizi Nasional, BEM UK Petra Gelar Charity-Fun Run
March 26, 2019

Dalam rangka memperingati hari jadinya yang ke-18, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Kristen Petra (UK Petra) menyelenggarakan charity-fun run. Kegiatan ini dilaksanakan pada 24 Februari 2019 di Food Festival Surabaya. “Tema acara ini adalah A Calling to be a blessing, sesuai dengan visi misi BEM, khususnya bidang tiga, yaitu bergerak aktif untuk kebhinekaan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Evelyn Mulyani, selaku Ketua charity-fun run.

Melalui kegiatan ini, BEM UK Petra ingin berkontribusi langsung kepada  masyarakat dengan memberikan sebagian dari dana peserta kepada mereka yang membutuhkan. Dana ini disalurkan melalui yayasan sosial Pondok Kasih untuk pembangunan PAUD.

“Semoga acara ini membuat kita menjadi lebih “manusiawi”, kita letakkan sejenak gawai dan bertemu dengan teman-teman dunia nyata, jadi nanti saat masuk ke dunia maya tidak akan kalah mengasyikan,” ungkap R. Arja Sadjiarto, SE, M. Ak., Ak., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UK Petra dalam sambutannya.

Sekitar 250 peserta yang terdiri dari mahasiswa maupun umum berlari sejauh kira-kira 5 kilometer dengan ditaburi bubuk warna – warni. Selain itu, terdapat bazaar dan penampilan dari Unit Kegiatan Mahasiswa dance UK Petra. Acara ini juga dimeriahkan oleh selebgram yaitu Abibayu dan Geraldy Tan, serta DJ Henry. (rut/dit)

BEM UK Petra Selenggarakan Kampung Binaan Mahasiswa 1 untuk Dampak yang Berkelanjutan
March 25, 2019

Menolong sesama adalah hal yang sudah menjadi panggilan dan keharusan bagi kita untuk melakukannya. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengejawantahkannya melalui kegiatan yang bernama “Kampung Binaan Mahasiswa 1”. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan secara bertahap 3 kali pada 24 November 2018, 23 Februari 2019 dan 16 Maret 2019 ini dilaksanakan untuk membantu masyarakat di kampung Ikan Kerapu, Surabaya.

Kegiatan ini diikuti 79 mahasiswa UK Petra dari berbagai program studi (prodi) dan program, 10 ibu-ibu rumah tangga, 30 siswa Sekolah Dasar (SD), dan beberapa anggota Karang Taruna kampung Ikan Kerapu. Kegiatan Kampung Binaan Mahasiswa ini  dibagi menjadi 3 subkegiatan: pendidikan, mural, dan kewirausahaan.

Pada kegiatan pendidikan, untuk melatih kreativitas para siswa SD, para mahasiswa dan siswa kelas kelas 5 menghias pigura dan kotak tissue dengan kain flannel, untuk kegiatan mural, para mahasiswa dan siswa kelas 4 SD mengecat dinding SD Ikan Kerapu dengan gambar-gambar dan tulisan motivasional agar para siswa SD Ikan Kerapu lebih bersemangat dalam belajar dan menggapai mimpinya. Kegiatan kewirausahaan yang ditujukan untuk membantu perekonomian warga diikuti oleh 10 ibu-ibu rumah tangga Kampung Ikan Kerapu, bersama-sama, mereka belajar memasak jajanan pasar seperti onde-onde, lapis kukus dan lain-lain.

“Diharapkan melalui kegiatan semacam ini para mahasiswa dapat melakukan suatu hal positif, seperti mengajar anak SD, bersosialisasi dan mengetahui masalah yang dihadapi masyarakat serta memberikan solusi,” ungkap Monica Angelina, Ketua Kampung Binaan Mahasiswa 1, yang juga mahasiswi prodi Ilmu Komunikasi UK Petra, ketika ditanya mengenai tujuan kegiatan ini.

Kegiatan ini sedikit berbeda dengan kegiatan pengabdian masyarakat pada umumnya di UK Petra, karena melakukan kunjungan sebanyak 3 kali ke tempat yang sama. Tentunya, panitia berharap bahwa kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi warga karena walaupun terletak di tengah kota Surabaya, masih banyak saudara kita yang memerlukan pertolongan dan masih terdapat kesenjangan sosial di antara masyarakat.

Anik Mujiati, salah seorang warga kampung Ikan Kerapu mengungkapkan,”pekerjaan sehari-hari saya menjadi tukang masak, dengan adanya kegiatan ini dapat lebih memahami dan belajar kembali bagaimana cara membuat jajanan pasar yang baik, benar dan bersih.” Melalui kegiatan ini diharapkan dapat membantu mencapai impian warga kampung Ikan Kerapu menjadi desa wisata. (luk/dit)

 

Kolaborasi Pengabdian Masyarakat Empat universitas di Kawasan Mangrove
March 22, 2019

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) 4 universitas di Surabaya bersatu memberdayakan masyarakat. Triple U x UC itulah nama gelaran kegiatan yang diusung oleh BEM UK Petra, Ubaya, UPH dan Universitas Ciputra. Apa Triple U x UC? “Ini adalah sebuah kegiatan pengabdian masyarakat berupa pendidikan, lingkungan, kampung warna dan kewirausahaan”, urai Chelsy Sandrina C selaku ketua umum dari Triple U x UC asal UK Petra.

Tema diangkat pada tahun 2019 ini adalah Encourager in Action. Sesuai dengan tema, harapannya mahasiswa punya semangat dan bertindak secara nyata. Total peserta mencapai 260 mahasiswa/i dari 4 universitas dan dari berbagai program/program studi. UK Petra sendiri mengirimkan 80 mahasiswa/i yang terbagi secara merata di setiap kegiatan yang diselenggarakan. Mereka terjun langsung bertemu masyarakat di Mangrove-Gununganyar Tambak Gang 3, Surabaya Timur.

Kegiatan pendidikan dilaksanakan dalam bentuk pemberian pendidikan formal dan informal pada siswa SDI Dahlanuddin. Pendidikan formal berupa pelajaran tentang sistem teknologi mulai Microsoft Word hingga Microsoft Excel. Sedangkan pendidikan informal meliputi penyuluhan mengenai anti bullying, dan pementasan drama. Dalam kegiatan lingkungan, para mahasiswa melakukan pembersihan sampah di lingkungan kampung, lalu memperindah tempat sampah dengan mengecatnya. Selain kepedulian dan disiplin membuang sampah, kegiatan lingkungan juga melakukan penanaman bayam secara hidroponik yang selain berguna untuk dikonsumsi.

Kegiatan kampung warna bertujuan mempercantik lingkungan pemukiman setempat, dan menyampaikan pesan sosial yang menguatkan sikap toleransi dalam kebhinnekaan. Cukup unik. Mereka melakukan pengecatan jalan sepanjang RT 3. “Selain untuk memperindah suasana yang ada, kampung warna memberikan pesan mengenai keadaan sosial yang terjadi saat ini yang semakin rentan terpecah belah melalui mural”, urai Ricardo Julian Adiputra sebagai Ketua penyelenggara UK Petra.

Untuk kegiatan kewirausahaan, mendatangkan narasumber seorang chef yang mengajari cara pengolahan hasil laut seperti ikan, udang, cumi-cumi, kepiting, dan lain-lain. Semuanya diolah menjadi produk yang memiliki nilai lebih sehingga bisa menghasilkan pendapatan yang lebih tinggi. Selain itu para mahasiswa memberikan tips-tips marketing yang baik untuk memasarkan sirup biji Mangrove, kerajinan dari olahan barang bekas serta kerupuk yang terbuat dari hasil laut para nelayan tambak.

Dari kegiatan bertemu langsung dengan masyarakat dan juga bekerjasama antar peserta dari universitas yang berbeda, mahasiswa dapat meningkatkan kepekaan terhadap permasalahan yang ada di sekitarnya. Ricardo menyampaikan pengalaman yang dirasakannya, “Yang kita dapatkan adalah bekerjasama dalam perbedaan kultur, bukan hanya dengan masyarakat, dengan universitas lain kita juga mempelajari adanya perbedaan kultur. Kita belajar cara berkomunikasi dan berkoordinasi yang berbeda masing-masing universitas”. (noel/Aj)