Connect with us
  • b
  • a
  • x
A CARING AND GLOBAL UNIVERSITY
WITH COMMITMENT TO CHRISTIAN VALUES

Berita

Angkat Topik Religi, Petra Little Theatre Pentaskan “Going Home”
July 11, 2018

Kita tidak akan pernah tahu kapan waku kita di dunia akan habis. Namun ketika waktu itu tiba, apakah kita sudah siap? Bagaimana jika kita masih memiliki kewajiban di dunia ini? “Going Home”, gelaran pementasan teater oleh Petra Little Theatre (PLT) Universitas Kristen Petra (UK Petra), menceritakan kisah seorang ibu yang masih memiliki kewajiban yang belum dia selesaikan saat dia merasa  Tuhan akan menjemputnya. Pementasan ini dilaksanakan selama 4 hari berturut-turut mulai tanggal 6-9 Juni 2018 di Studio PLT Gedung B lantai 2 UK Petra, Surabaya.

Pementasan berdurasi 1 jam ini mengisahkan kehidupan sebuah keluarga yang terdiri dari ibu single-parent dan putrinya. Suryani, sang ibu, merupakan seorang Kristen yang taat. Bertolak belakang dengan ibunya, Renata, putrinya, merupakan seorang mahasiswa yang atheis. Suatu malam, Suryani bermimpi  diberitahu akan “kembali ke rumah Tuhan” dalam waktu tiga hari. Suryani merasa hidupnya sudah tak lama lagi. Keesokan harinya, Suryani berupaya keras melakukan kewajiban sekaligus impian terbesarnya sebelum “kembali ke rumah Tuhan” yaitu membawa Renata menjadi seorang Kristen.

Berbagai upaya dilakukan Suryani. Namun Renata bukannya makin sadar, tetapi  hubungan ibu dan anak itu makin menjauh. Renata melihat sang ibu tidak bisa mengaplikasikan cinta kasih Tuhan dalam kehidupan sehari-hari, di antaranya adalah tidak menyayangi Renata dan ayahnya ketika laki-laki itu masih hidup. Meski mengalami berbabagai pertengkaran, Suryani tak patah semangat untuk merealisasikan impiannya.

Hingga suatu saat, Suryani mendapat ide ekstrem membawa Renata mengenal Tuhan . Ia merencanakan sebuah perampokan yang dilakukan oleh seorang anggota majelis gereja yang dulu membuat Suryani memeluk agama Kristen, dengan harapan, ketika terdesak, Renata akan meminta pertolongan Tuhan. Akan tetapi tanpa diduga, malah terjadi perampokan sesungguhnya. Suryani sempat terluka dan karena itulah akhirnya Renata berdoa meminta pertolongan Tuhan. Singkat cerita, mereka selamat dan Suryani sadar bahwa mimpinya bukanlah pertanda kematiannya. Mimpinya bisa diartikan  bahwa Suryani akan ke rumah Tuhan, yaitu gereja dalam waktu 3 hari. Hal itu disadarinya ketika berbicara dengan Renata yang bersedia pergi ke gereja bersama di hari Minggu.

Pementasan yang apik ini merupakan karya keenam dari program New Play Development milik PLT. . Dita Berlian, sang penulis naskah pementasan ini, merupakan mahasiswa Program English for Creative Industry (ECI) angkatan 2015 yang sedang melakukan student exchange di Momoyama Gakuin University, Osaka, Jepang. Naskah yang pada awalnya merupakan hasil karya Dita dalam mata kuliah Playwriting ini mengambil dari pengalaman pribadinya. Dita melihat bahwa banyak orang-orang Kristen yang terlihat religius saat berada di gereja, namun melakukan hal yang bertolak belakang ketika sedang tidak di gereja. “Pada dasarnya salah satu fungsi teater adalah mengangkat isu yang layak diperhatikan dan memaparkan realita yang ada. Kami ingin mengajak orang berpikir kritis tanpa mendikte apa yang seharusnya mereka dapatkan dari pementasan ini. Sebab selain interpretasi setiap orang yang pasti berbeda-beda, kami percaya penonton sudah cukup dewasa dalam berpikir dan melakukan refleksi diri,” ujar Stefanny Irawan, S.S., M.A. selaku Managing Director PLT. Pementasan ini menuai banyak umpan balik yang positif, salah satunya adalah “I can relate to Renata about how she sees Christianity. Although I’m not a Christian myself, I do have a prejudice about it. This story opens a new perspective for me. Thank you. Nice job!” (luk/Aj

Dian Wulandari, Pustakawan Berprestasi 2018 Tingkat Kopertis VII
July 09, 2018

Universitas Kristen Petra (UK Petra) kembali berbangga! Kepala Perpustakaan UK Petra, Dian Wulandari, S.IIP berhasil meraih Juara 1 dalam kompetisi pustakawan berprestasi tingkat Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) wilayah VII pada bulan Maret 2018 yang lalu. “Saya tidak menargetkan apapun saat mengikuti kompetisi ini, saya hanya melakukan terbaik yang bisa saya lakukan untuk mengharumkan nama UK Petra hingga tingkat Nasional dengan penyertaan Tuhan Yesus”, urai Dian.

Bukan kali pertama Dian Wulandari atau biasa dipanggil Dian mengikuti kompetisi pustakawan berprestasi ini. Pada kompetisi Pustakawan Berprestasi kali ini, Dian mengangkat tema “Meningkatkan Minat Siswa Belajar STEM (Sains, Teknologi, Engineering, dan Matematika) melalui Science Film Festival (SFF)”. Hal ini dilatar belakangi pendidikan STEM yang masih belum memenuhi di kebanyakan sekolah-sekolah yang ada di Indonesia. “Saya melihat data dari sebuah badan riset yang menyatakan bahwa pendidikan STEM untuk anak-anak Indonesia masih rendah. Oleh karena itu, saya mengembangkan SFF menjadi tidak hanya menonton, tapi juga ada kegiatan-kegiatan seperti workshop dan lomba,” jelas perempuan yang memiliki hobi menulis ini. Sehingga dengan adanya sistem ini, anak akan belajar secara fun dan kreatif.

Kompetisi ini terdiri atas dua babak. Pada saat babak penyisihan, Dian harus mengumpulkan berbagai berkas seperti karya tulis yang pernah dimuat di media massa, karya unggulan (paper inovasi yang nantinya akan dipresentasikan pada babak selanjutnya yang merupakan hasil kinerja pustakawan yang telah dilakukan di perpustakaan), hasil kerja pengabdian masyarakat (abdimas), serta berkas yang berkaitan dengan tugas pokok dan fungsi pustakawan dan di bidang administrasi. Pada tahap ini, Dian berhasil menyiapkan seluruh berkas yang dibutuhkan termasuk karya tulis unggulan dalam waktu hanya dua minggu. Tak sia-sia usahanya, akhirnya Dian berhasil maju ke babak selanjutnya.

Babak final yang digelar di Grand Whiz Hotel, Trawas, Mojokerto ini, Dian diminta untuk melakukan presentasi mengenai karya tulis unggulan yang telah dirancang sebelumnya. Disini, Dian menerangkan seluruh kinerja dan inovasi yang dilakukan untuk mengembangkan minat belajar siswa terhadap pendidikan STEM melalui cara belajar yang lebih inovatif yakni melalui SFF. Hasil presentasi Dian sangat memuaskan, karena berdasarkan penilaian tiga juri yang terdiri atas seorang Prof. Dr. Agustinus Ngadiman dari Universitas Widya Mandala dan dua pustakawan dari Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia di Jawa timur yakni Amirul Ulmun dari Universitas Surabaya (Ubaya) dan Munawaroh, S.S., M.Si dari STIE Perbanas, Dian berhasil mendapatkan peringkat pertama sebagai pustakawan berprestasi pada kompetisi ini.

Dari kompetisi ini, Dian merasa bangga karena dapat mengharumkan nama UK Petra di Jawa Timur. Tidak hanya di Jawa Timur, Dian akan maju mengikuti kompetisi tingkat Nasional pada bulan September 2018. Ketika ditanyai mengenai harapannya, Dian menjawab, “saya berharap agar teman-teman yang lain juga mencoba ikut dalam perlombaan-perlombaan seperti ini, sehingga nantinya dapat mengharumkan nama UK Petra dan tidak hanya itu tapi juga nama Tuhan.” (vka/Aj)

Mengembangkan Platform Pembelajaran yang Komplit
July 09, 2018

Laboratorium menjadi fasilitas penting untuk mendukung keberhasilan pembelajaran di suatu perguruan tinggi. Dampak yang diberikan laboratorium pada mahasiswa terkait erat dengan kualitas laboran yang menanganinya. Sejak tahun 2010, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi mulai menyelenggarakan pemilihan laboran berprestasi. Pemilihan ini dimaksudkan untuk memberi penghargaan dan pengakuan kepada Laboran yang mempunyai komitmen dalam pemikiran yang kreatif dan inovatif serta memberikan pelayanan prima pada mahasiswa. Pada tahun 2018 ini, Pemilihan Laboran Berprestasi Tingkat Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) wilayah VII dilaksanakan pada tanggal 27-29 Maret 2018 di Grand Whiz Hotel Trawas, Mojokerto. Erdimas Henryagit Siswoyo,S.Kom., Laboran di Pusat Komputer (Puskom) Universitas Kristen Petra (UK Petra) ditugaskan untuk mewakili universitas.

Melalui diskusi dengan rekan-rekan kerja di Puskom, Erdimas mengangkat 5 aplikasi Puskom untuk dipresentasikan, yaitu: 1) Aplikasi Operasional Lab Puskom; 2) Aplikasi Pengelolaan Penjadwalan Mahasiswa Paruh Waktu Puskom; 3) Aplikasi Kuesioner Puskom; 4) Aplikasi Digital Signage Puskom; dan 5) Lentera, Platform Elearning UK Petra. Kelima aplikasi ini awalnya dipresentasikan terlebih dahulu pada pimpinan universitas.

Lentera merupakan platform khas UK Petra yang membantu proses pembelajaran melalui metode elearning. Sistem pembelajaran konvensional melalui tatap muka secara langsung dinilai kurang fleksibel dan terbatas ruang dan waktu. Selain itu, metode ini kurang sesuai dengan perkembangan jaman dan teknologi. “Lentera hadir sebagai salah satu solusi untuk permasalahan tersebut. Dengan Lentera, kegiatan perkuliahan tidak lagi dibatasi tatap muka di ruang kelas, sehingga kegiatan mahasiswa serta dosen dengan mobilitas yang semakin tinggi tidak mengganggu perkuliahan”, urai Erdimas.

Kelas dalam Lentera ini sendiri terdiri dari dua macam yaitu resource dan activityResourceadalah kegiatan satu arah dari dosen ke mahasiswa seperti pemberian materi ajar pada mahasiswa dalam berbagai format. Sedangkan Activity adalah kegiatan dua arah dari dosen ke mahasiswa dengan umpan balik dari mahasiswa ke dosen, misalnya kuis, tugas, survey, bahkan melakukan konferensi daring. Keunggulan lain dari Lentera adalah membantu mengelola materi dan nilai secara dengan menggunakan sistem yang tidak memerlukan dosen untuk memasukkan secara manual materi atau nilai yang sudah ada di sistem. Keringkasan sistem ini dimungkinkan karena adanya proses sinkronisasi dengan data-data dari biro-biro yang terkait. Dampak positif dari Lentera bisa dilihat dari semakin banyaknya pemakaian platform ini. Tercatat pada tahun 2015, total kunjung situs lentera adalah 210 ribu kali, angka ini berlipat ganda pada tahun 2017 yang tercatat Lentera dikunjungi 408 ribu kali.

Hasil karya tulis Erdimas melalui serangkaian tahap penilaian oleh panitia tingkat Kopertis VII. Tahap pertama adalah penilaian dokumen yang dilanjutkan tahap desk evaluation dengan tiga komponen nilai yaitu pendidikan, integritas dan kepribadian, dan Karya Prestasi Unggulan. Dari tahap kedua ini menyisihkan 10 orang finalis untuk mengikuti penilaian tahap akhir. Pada tahap akhir, penilaian akhir didasarkan pada materi presentasi, penyajian dan tanya-jawab, serta diskusi kelompok. Hasil dari penilaian tahap akhir memutuskan Erdimas keluar sebagai Juara III dan akan mewakili Kopertis VII pada pemilihan tingkat nasional di bulan Oktober 2018. Erdimas menyampaikan harapannya terkait lentera, ia mengatakan “Harapan kedepannya, Lentera dapat menjadi media pembelajaran atau perkuliahan yang up to date secara teknologi, dan dapat melayani kebutuhan seluruh mahasiswa dan dosen UK Petra”. (noel/Aj)

UK Petra Berbagi Mengenai Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME)
July 06, 2018

Sejumlah 26 orang dosen dari kampus Institut Teknologi Del dengan semangat dan antusias mengikuti Lokakarya Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME) yang dibawakan oleh Universitas Kristen Petra (UK Petra) Surabaya. SPME selama tiga hari berturut-turut mulai tanggal 28-30 Juni 2018 tersebut digelar di Kampus Institut Teknologi Del, Kabupaten Toba Samosir. “Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami, khususnya dalam memberi kami persiapan untuk melakukan akreditasi dan reakreditasi dari tiga Program Studi yang kami miliki”, ungkap Dr. Arlinta C. Barus, S.T., M.INFOTECH selaku Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan IT Del.

Kegiatan ini merupakan implementasi dari Program Asuh Perguruan Tinggi Unggul Tahun 2018 yang diselenggarakan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) melalui Direktorat Penjaminan Mutu Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan. Program ini diterima UK Petra bersama 28 perguruan tinggi terpilih lainnya pada bulan April 2018 yang lalu. Lokakarya ini mendatangkan dua pembicara yaitu Drs. Heri Saptono W, M.Si., seorang dosen Program Studi Teknik Elektro UK Petra, yang menjabat sebagai Kepala Bidang Akreditasi UK Petra. Sedangkan pembicara kedua adalah Ir. Hanny Hosiana Tumbelaka,M.Sc., Ph.D., seorang dosen Program Studi Teknik Elektro UK Petra dan asesor BAN PT berpengalaman.

Kedua pembicara ini menitikberatkan penyampaian materi SPME dan akreditasi mulai dari siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, Peningkatan Standar), hingga bagaimana membuat laporan. Para pembicara ini selain mengajak diskusi para peserta berdasarkan studi kasus yang terjadi juga mengajak para peserta untuk menyiapkan kebutuhan akreditasi dengan maksimal agar hasil yang diperoleh pun juga maksimal. “Aktivitas persiapan akreditasi ini tidak bisa dilakukan hanya dalam enam bulan sebelum masa akreditasi habis akan tetapi harus dimulai sejak lama paling tidak empat tahun sebelumnya. Sebab persiapannya sangat banyak mulai dari survey, monitoring dan lain-lain.”, urai Drs. Heri Saptono W, M.Si.

UK Petra sendiri pada tahun 2018 ini mengasuh tiga perguruan tinggi yaitu Universitas Kristen Wira Wacana, Sumba Timur-NTT, Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum, Jombang-Jatim, dan Institut Teknologi Del, Toba Samosir-Sumatera Utara. Ada banyak kegiatan yang dilakukan untuk Program PT Asuh ini di antaranya Koordinasi Kegiatan Program PT Asuh, Lokakarya Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), Lokakarya Audit Mutu Internal (AMI), dan Lokakarya Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME).

“Sesuai instruksi Kemenristekdikti, UK Petra harus melakukan sharing best practice sekaligus membangun budaya mutu. Maka dari itu UK Petra tak hanya fokus pada perbaikan program studi PT Asuhan yang mendapat akreditasi nilai C saja akan tetapi pembenahan manajemen mutunya meliputi komitmen terhadap mutu, pengembangan sistem penjaminan mutu hingga penyediaan auditor mutu internal.”, tutup Kepala Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UK Petra, Dr. Dra. Gan Shu San, M.Sc. (Aj/padi)

Melangkah Bersama Dalam Satu Tim
July 05, 2018

Lagu berjudul “Glorify Thy Name” membuka kebaktian pelantikan pejabat Universitas Kristen Petra (UK Petra) periode 2017-2021 pada hari Selasa, 03 Juli 2018 mulai pukul 10.00 WIB. Adapun yang dilantik kali ini adalah Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Wakil Dekan, Ketua Program Studi, Kepala Biro, Kepala Pusat Karir (Puskar) dan Kepala Pusat Konseling dan Pengembangan Pribadi (PKPP). “Saya percaya tanggung jawab baru yang sudah didoakan dan akan dijalani merupakan kesempatan dan kehormatan untuk menjadi rekan sekerja Allah dalam mewujudkan rencanaNya melalui UK Petra”, urai Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M.Eng. dalam sambutannya.

Pelantikan di Ruang Teater Gedung P2, lantai 3 kampus UK Petra ini digelar secara sederhana namun penuh makna. Kepala Pusat Kerohanian UK Petra, Samuel Sugiharto, S.Th., M.Th., mengajak seluruh tamu undangan untuk merenungi tiga ayat Alkitab yang secara garis besar bicara mengenai “Penjala Manusia” yaitu diambil dari Matius 4:18-20, Yohanes 1:35-42 dan Lukas 5:1-11. Menerima panggilan dari Tuhan bukan sekedar sebuah kebetulan atau giliran. Sebab panggilan ini bukan karena tidak ada orang lagi. Sama seperti waktu Tuhan mencari Petrus, Yohanes, Andreas dan Simon. Tuhan sengaja memilih mereka.

Tuhan dengan kuasanya bisa saja memilih orang lain untuk menjadi pengikutNya, akan tetapi Tuhan sengaja mencari dan memanggil kita untuk ambil bagian dalam pekerjaanNya. Lalu bagaimana respon kita mendengar panggilan itu? “Saya yakin jika Tuhan memanggil pelayanan ini maka Tuhan sedang bekerja dan berkarya di UK Petra. Tuhan memakai UK Petra menjadi berkat buat orang lain dan meminta kita untuk ikut serta. Biarkanlah perasaan takut, berbagai macam tuntutan, dan tidak tahu apa yang akan terjadi di masa yang akan datang diserahkan pada Tuhan saja. Karena Tuhanlah yang akan menguatkan untuk kita semua melangkah maju”, urai Samuel Sugiharto, S.Th., M.Th.

Pelantikan dilakukan langsung oleh Rektor UK Petra, Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M.Eng., yang ditandai dengan penandatanganan berita acara pelantikan. Bersamaan dengan ini juga dilakukan serah terima jabatan dari pejabat lama kepada pejabat yang baru. Rektor UK Petra mengungkapkan dalam sambutannya, bahwa tantangan yang akan kita hadapi di era distruptif ini sangat besar. Teknologi informasi yang berkembang sangat pesat merubah sendi-sendi kehidupan termasuk Pendidikan Tinggi. Persaingannya juga semakin ketat. Jangan kuatir, tetaplah mengutamakan Tuhan. “Puji Tuhan kita dapat melakukan acara pelantikan ini meskipun persiapannya sangat terbatas. Saya mengajak kita semua dan khususnya rekan-rekan pejabat yang baru dilantik untuk mengutamakan Tuhan dan taatlah pada FirmanNya dalam menjalankan tugas. Mari kita melangkah bersama sebagai satu tim, bekerja keras secara cerdas demi kemuliaan Tuhan”, tutup Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M.Eng. (Aj/padi/rektor)

Belajar Konsultasi dengan Klien melalui Service Learning
July 05, 2018

Salah satu metode pembelajaran yang unik di Universitas Kristen (UK) Petra adalah Service Learning (SL), dimana dalam SL, mahasiswa melayani dan memecahkan persoalan-persoalan yang ditemui di masyarakat. Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) UK Petra bekerjasama dengan Small Medium Enterprise Bogasari Baking Center Development (SME BBCD) menerapkan metode SL dalam mata kuliah Desain Kemasan dimana para mahasiswa diminta membantu mengembangkan bisnis pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Pada 6 Juni 2018, 17 karya mahasiswa SL tersebut dipamerkan di gedung P lantai 1. Salah satu karya SL  mahasiswa yang akan diimplementasikan oleh pelaku UMKM adalah karya Ivanajayadi atau yang akrab dipanggil Ivana. Ivana membantu Ibu Anik Wahyuningsih yang bergerak di bidang makanan ringan kacang goreng. Ibu Anik memiliki satu merek kacang goreng tepung yang telah masuk gerai retail modern dan berencana membuat satu varian rasa baru dengan menyasar segmen remaja. Tugas Ivana adalah membuat desain kemasan merek baru tersebut.

Selama satu setengah bulan, Ivana merancang konsep dan mendesain merek ‘Finuts’ yang merupakan singkatan dari Funny Nuts (kacang lucu). Desain kemasan merek ini menggambarkan satu karakter kacang dengan gaya kartun yang lucu. Tidak hanya terbatas mendesain kemasan, Ivana juga merancang materi grafis untuk akun media sosial Finuts. Ibu Anik mengapresiasi Ivana, ujarnya “Ivana mengerti apa yang saya perlukan, dia tekun merancang dengan memperhatikan segala aspek  yang berhubungan dengan usaha kacang ini”.

Ivana dalam kesempatan wawancara berkata, “SL ini memberikan latihan yang berguna untuk seorang calon desainer dan memberikan bekal persiapan untuk masuk dunia kerja”. Umi Sri Wulandari dari SME BBCD mengungkapkan SL UK Petra sangat berguna untuk pembinaan UMKM yang dilaksanakan. Menurutnya, kegiatan SL yang sudah tiga kali dilaksanakan dinilai lebih unggul dibandingkan dengan agensi periklanan yang ditugaskan untuk membantu UMKM binaan Bogasari, “SL lebih bermanfaat karena dalam prosesnya, ada diskusi mendalam pengenalan usaha dan produk pemilik merek, dan memberikan pilihan-pilihan perluasan usaha milik klien, sedangkan agensi cenderung terbatas melakukan sesuai dengan pesanan”. (noel/dit)

Ajak Mahasiswa dan Praktisi Komunikasi Tidak Lagi Apatis
July 05, 2018

Dalam rangka Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada 27 Juni 2018 serta Pemilihan Umum (Pemilu) pada 2019 mendatang, komunikasi politik dan personal branding menjadi sangat diperlukan. Mahasiswa sebagai salah satu insan komunikasi juga diharapkan dapat turut menciptakan atmosfer politik yang sehat dengan memiliki sikap kritis dan tanggung jawab. Bertepatan dengan perayaan ulang tahun ke-17, Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Kristen Petra (UK Petra) menyelenggarakan Talkshow and Proactive Class: Brace the Movement. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 17 Mei 2018 di Auditorium UK Petra dan bertujuan untuk mengajak mahasiswa serta praktisi komunikasi untuk tidak bersikap apatis terhadap politik.

Hadir sebagai narasumber Fajar A. Isnugroho, komisioner Komite Penyiaran Indonesia (KPI) pusat periode 2013-2016, Silih A. Wasesa, S.Psi., M.Si., konsultan komunikasi, Johan Budi Sapto Pribowo, Juru Bicara Kepresidenan, Alfito Deannova Gintings, Direktur CNN Indonesia, Gatut Priyowidodo, M.Si., Ph.D., dosen Prodi Ilkom UK Petra serta moderator Fanny Lesmana, S.Sos., Med.Kom., selaku dosen Prodi Ilkom UK Petra. Rektor UK Petra, Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M.Eng. dalam sambutannya memberi penekanan pentingnya komunikasi sebagai alat, “Komunikasi punya peran yang luar biasa untuk membangun atau menghancurkan, semoga pembahasan yang didapatkan di hari ini bisa dipakai untuk membangun,” katanya.

Alfito membahas tentang peran pelaku komunikasi dalam kehidupan demokrasi. Alfito memaparkan sudut pandang media massa, dimana saat ini opini politik dibentuk melalui saluran-saluran komunikasi informal seperti media sosial (medsos). Media sosial adalah saluran informal favorit saat ini karena kemudahannya terkoneksi dan mengkoneksikan orang. Medsos perlu dipahami memiliki karakteristik partisan dan subyektif. Alfito juga memaparkan permasalahan yang dialami oleh insan pers, dimana jurnalis mengalami tekanan dalam bentuk preferensi pemberitaan oleh pemilik media, dan wartawan yang tidak obyektif dalam pemberitaan. Menurutnya kedua permasalahan ini membuat media massa kehilangan keunggulannya atas medsos, “Ketika media konvensional tidak lagi di jalannya, maka publik akan berlari ke medsos”.

Paparan Alfito ditanggapi Fajar dalam kacamata KPI sebagai badan pemantau kegiatan media konvensional. Fajar melihat tekanan yang sama yang dialami pers ketika menjaga kenetralan, contohnya saat Pemilu 2014, beberapa media televisi dimanfaatkan sebagai alat politik oleh pemiliknya. Gatut menyampaikan sudut pandang akademisi terkait hal ini, dimana media selalu memegang peranan penting dalam demokrasi karena media adalah pilar keempat demokrasi selain ketiga pilar yang lain: eksekutif, legislatif dan yudikatif.

Johan Budi, yang sempat berkarir sebagai wartawan media konvensional, menyampaikan perubahan-perubahan yang terjadi cenderung mengarah ke keunggulan medsos. Ada kekhawatiran bahwa media konvensional justru mengambil sumber pemberitaan dari medsos, apabila demikian yang terjadi maka pencipta opini publik bukan lagi media konvensional. Menyambung yang dikemukakan Gatut sebelumnya mengenai media konvensional sebagai pilar keempat demokrasi, Johan mengatakan “Saat ini media sosial sudah menjadi pilar kelima demokrasi,” menekankan pentingnya peran media sosial.

Alfito berpendapat saat ini komunikasi memanfaatkan sentimen emosi cenderung mendapatkan respons dari penerimanya. Searah dengan pemikiran ini, Silih menambahkan pengalamannya sewaktu menjadi anggota tim kampanye Presiden Jokowi yang mampu mengkomunikasikan pesannya dengan baik tanpa membutuhkan biaya yang besar karena bisa memahami emosi publik. Menurut Silih, “Kalau emosi sudah didapatkan, maka tidak perlu terlalu banyak sumberdaya untuk berkomunikasi”.

Elizabeth Glory, ketua panitia acara menerangkan makna dari Brace the Movement. “Tajuk ini mengajak mahasiswa untuk aktif membangun komunitas yang positif, bersikap proaktif dan kritis dalam menyikapi derasnya komunikasi,” katanya. (noel/dit)

BEM UK Petra Gandeng KPU Kota Surabaya Sosialisasi Pilkada Jatim 2018
July 05, 2018

“Karena pemilu bukan seperti melempar dadu, kita semua menentukan nasib masa depan”, itulah pesan video yang diputar dalam talkshow bertajuk Suaraku untuk Masa Depan Bangsaku yang dilaksanakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Kristen Petra (UK Petra) bekerja sama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya. Talkshow sosialisasi terkait Pilkada Jatim 2018 ini menghadirkan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya, Nur Syamsi, S.Pd., ini dilaksanakan pada hari Jumat, 8 Juni 2018 di Gedung T ruang AVT. 503 UK Petra.

Tanggal 27 Juni 2018 yang akan datang, Provinsi Jawa Timur melaksanakan pesta demokrasi pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur, serta pemilihan Walikota-Wakil Walikota, dan Bupati-Wakil Bupati dibeberapa Kabupaten-Kota diwilayah Jawa Timur. Memilih calon pemimpin yang tepat untuk memimpin selama lima tahun ke depan, perlu adanya peran aktif dari masyarakat, salah satunya dengan cara tidak menjadi pemilih golongan putih (golput). Mahasiswa sebagai generasi muda juga turut menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan pesta demokrasi ini. menyelenggarakan.

Di UK Petra sendiri jumlah mahasiswa yang berasal dari berbagai kota di wilayah Provinsi Jawa Timur (Jatim) non-Surabaya dan Sidoarjo terdapat sekitar 1.000 orang mahasiswa, selain itu beberapa di antaranya merupakan pemilih yang baru saja mendapatkan hak pilihnya pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 ini. Akan tetapi, belum seluruh dari mahasiswa ini benar-benar memiliki kesadaran akan pentingnya penggunaan hak suaranya dalam kehidupan demokrasi lewat agenda pesta demokrasi ini. “Saat ini isu yang ada adalah masih banyak masyarakat khususnya mahasiswa yang bersikap apatis, dengan adanya kegiatan ini harapannya sebagai mahasiswa dapat berperan aktif menyukseskan pilkada 2018 ini,” urai Richard Cahya, selaku ketua kegiatan ini.

Talkshow yang dimoderatori oleh Fanny Lesmana, S.Sos., M.Med.Kom. menghadirkan Ketua KPU Surabaya, Nur Syamsi, S.Pd., sebagai pembicara. Pilkada serentak ketiga ini dilaksanakan oleh satu provinsi dan 18 kabupaten atau kota. Salah satu kendala yang menyebabkan rendahnya tingkat partisipasi masyarakat adalah saat pelaksanaan pemilihan umum tidak berada di daerah asalnya. Seperti dalam pilkada Jatim ini, KPU Surabaya memfasilitasi pemilih yang merupakan penduduk Jawa timur non-Surabaya, yang pada saat pelaksanaan berada di Surabaya dengan cara mengurus surat pindah memilih atau formulir model A-5. Formulir A-5 ini bisa didapatkan dari Panitia Pemungutan Suara (PPS) yang ada di kelurahan atau desa, Tempat Pemungutan Suara (TPS) awal yang memuat nama pemilih. Pemilih wajib menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) kepada petugas PPS, kemudian petugas akan memeriksa apakah nama pemilih tercatat sebagai Daftar Pemilih Tetap (DPT). Setelah itu, pemilih menyerahkan formulir A-5 ke kelurahan yang dituju, nantinya akan diarahkan ke TPS tujuan.

Selain sosialisasi, juga dilaksanakan simulasi tata cara coblos oleh Relawan Demokrasi Pilgub Jatim 2018. Dalam simulasi ini, awalnya peserta diberi pengetahuan dasar saat memilih kemudian memeriksa kertas suara hingga cara mencoblos yang tepat supaya suaranya dianggap sah. Beberapa peserta juga berkesempatan mempraktikkan kegiatan pemungutan suara secara langsung. “Saya berterimakasih kepada UK Petra yang telah memberikan kesempatan bagi kami untuk melakukan tugas kami untuk meningkatkan partisipasi pemilih dalam Pemilu, juga dalam hal meningkatkan rasionalitas politik masyarakat melalui sosialisasi Pemilu ini,” ungkap Nur Syamsi, S.Pd. (rut/Aj)

Mengenalkan Industri Perhotelan sejak Dini
July 05, 2018

Meningkatnya bisnis di industri bidang hospitality menimbulkan kebutuhan atas tenaga profesional yang memiliki kompetensi spesifik di bidangnya. Program Manajemen Perhotelan UK Petra hadir dan menghasilkan profesional dalam bidang hospitality yang memiliki keahlian manajerial hotel. Sebagai upaya untuk memperkenalkan dan memberikan pendidikan dini bagi siswa SMA mengenai industri yang senantiasa berkembang ini, digelarlah Petra Hospitality Student Seminar and Competition (PHOSSC). Acara yang mengangkat tema “Hospitality on Board: Your Future Starts Here” ini dilaksanakan pada tanggal 4-5 Juni 2018 di Hotel Ibis Styles Jemursari, Surabaya.

Konsep acara yang berupa kompetisi dan seminar ini menghadirkan sebanyak 27 siswa berbagai SMA di Surabaya. Acara dibuka dengan seminar bertajuk “This is Where You Start”, menghadirkan dua orang alumnus Manajemen Perhotelan UK Petra, yaitu: Glen M. Soetanto, S.E., M.Com., pemilik rantai toko Kampoeng Roti; dan Robin Wibowo, Director of Human Resources Department (HRD) di JW Marriott Jakarta. Kedua narasumber ini membagikan pengalaman dan kisah sukses mereka dari dua perspektif spesifik perhotelan, yaitu: bisnis food and beverages (makanan dan minuman), serta profesional dalam lingkup korporat hotel.

Glen membagikan pengalamannya yang unik yaitu saat masih kuliah, ia menyadari passionyang dimiliki adalah berbisnis bakery. Walau pun demikian, keberhasilan yang didapatkan saat ini tetap dilihatnya sebagai hasil dari proses belajar yang dilakukan. Robin, di sisi yang lain, melihat perkuliahan yang dijalani memberikannya bekal berupa sikap dan pemahaman yang sangat berguna ketika meniti karir di bidang perhotelan. Secara garis besar, kedua narasumber menyampaikan bahwa bisnis dan karir di industri hospitality adalah sangat menjanjikan, tetapi yang menggeluti harus bisa mengatasi tantangan dan kesulitan yang ada. Dalam sesi tanya jawab muncul pertanyaan mengenai manakah yang lebih penting antara attitude (sikap) versus skill (keahlian). Dari kacamata pemilik bisnis, Glen menanggapinya dengan lebih memilih sikap yang baik, “Lebih baik memilih (orang dengan) attitude, karena skill bisa dilatih”. Robin memandang paradigma ini dari kacamata HRD dimana setiap orang memiliki karakteristik yang berbeda, “The right man at the right place. Skill dan sikap tertentu bisa membuat orang berhasil di posisi yang tepat”.

Seusai seminar, peserta mengikuti kompetisi dalam bentuk studi kasus yang terjadi sehari-hari di industri perhotelan bertajuk “Look Good, be Good, and be Professional”. Peserta mengambil undian untuk menentukan kasus yang diangkat dari kegiatan dalam jabatan café managerbartender, manager front officegeneral managerhousekeeping manager, duty manager, restaurant manager, dan waitress. Di hari kedua, kompetisi dilanjutkan dengan rangkaian permainan simulasi keterampilan industri hospitality, yaitu: Food & BeveragesTable Set-UpBar, & Front Office serta Folding Art. Rangkaian acara PHOSSC ditutup dengan jamuan makan malam eksklusif yang disediakan oleh Restoran Rood en Wit di lantai 2 gedung Ferry Teguh Santosa. (noel/Aj)

Tingkatkan Kepedulian Terhadap Kanker Payudara Melalui “Nggak Cuma Oktober”
July 03, 2018

Bulan peduli kanker payudara biasanya diperingati setiap bulan Oktober, tetapi para mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Kristen Petra (UK Petra) menggelar kampanye Breast Cancer Awarness bertajuk “Nggak Cuma Oktober”. Gelaran ini merupakan bagian dari Ujian Akhir Semester (UAS) mata kuliah Kampanye Relasi Publik. Sub-tema yang diangkat adalah “Pink Warriors”, tema ini dipilih karena menggambarkan tentang bagaimana perjuangan setiap orang yang harus melawan kemungkinan menjadi penderita kanker payudara.

Berbagai rangkaian kegiatan dilaksanakan untuk memeriahkan kampanye ini, diantaranya adalah pameran, permainan, talkshow, hingga pemeriksaan gratis. Rangkaian kegiatan ini dilaksanakan pada 4-8 Juni 2018 di atrium gedung Radius Prawiro UK Petra. Seluruh rangkaian kegiatan yang digelar bertujuan untuk mengedukasi dan meningkatkan kepedulian serta kesadaran civitas akademika UK Petra serta masyarakat sekitar kampus. Permainan yang dihadirkan adalah ular tangga raksasa dan pink choice game, dalam permainan ular tangga ini berisi informasi mengenai bahaya kanker payudara dan cara penanganannya, sementara pink choice game memberikan edukasi mengenai cara pencegahan dan langkah yang harus diambil ketika menemukan gejala kanker payudara. “Pameran ini terdiri dari beberapa booth, baik mading dan juga permainan-permainan ini. Setiap booth ini merupakan hasil karya masing-masing kelompok dari dua kelas mata kuliah kampanye relasi publik.,” ujar Vita Monica, S.Sos., M.Med.Kom., salah satu dosen pengampu mata kuliah kampanye relasi publik.

Selain booth permainan, terdapat booth mading, breastery, dan juga display figure. Mading berisikan informasi tentang pencegahan dini kanker payudara dengan visualisasi yang menarik. Untuk booth breastery (breast and mistery), dihadirkan dalam bentuk bra yang didalamnya terdapat visualisasi payudara dan berisikan informasi mengenai fakta, mitos kanker payudara, serta cara melakukan sadari (periksa payudara sendiri). Booth display figure terdiri dari beberapa pakaian manusia dengan cermin di bagian kepala berisikan info tentang gejala-gejala kanker payudara dengan penjelasan di sisi-sisi figur. Ilustrasi figur ini bertujuan agar pengunjung dapat lebih aware bahwa kanker payudara dapat menyerang siapa saja tanpa memandang status dan usia.

Pada Rabu, 6 Juni 2018, bekerja sama dengan Rumah Sakit Siloam Surabaya dilaksanakan talkshow dan pemeriksaan gratis. Talkshow ini menghadirkan dua orang pembicara yaitu Prof. Dr. Ami Ashariati,dr.SpPD-KHOM., seorang dokter ahli hematologi dari Rumah Sakit Siloam. Pembicara berikutnya adalah seorang survivor kanker payudara bernama Citra Kwanda. Citra membagikan pengalamannya sebagai seorang survivor kanker payudara, hingga dirinya dinyatakan bebas dari kanker payudara pada tahun 2013 lalu. “Ada dua hal yang Tuhan mau ajarkan bagi saya melalui semua yang telah saya alami. Pertama, Tuhan ajarkan untuk saya berserah ikut dalam prosesnya Tuhan, jika saya melawan proses yang Tuhan ijinkan, itu membuat saya semakin sakit. Yang kedua, saya diingatkan Tuhan untuk mengucap syukur, disaat saya mengucap syukur justru saat itulah semangat saya bisa ada,” ungkap wanita yang juga seorang aktivis Malaikat Tanpa Sayap ini.

Setelah talkshow, sebanyak kurang lebih 40 orang mengikuti pemeriksaan gratis yang dilakukan oleh dokter Rumah Sakit Siloam Surabaya, yaitu dr. Jenny dan dr. Tjoa Ellen Theodora Tjondro. (rut/Aj)

Berikan Sumbangsih Bagi Perkembangan Kota Surabaya
July 03, 2018

Pada 5-8 Juni 2018, para mahasiswa yang tergabung dalam mata kuliah  Desain Produk Interior II (DPI II) menggelar pameran service learning bertajuk “Co-Working Office Furniture-For A Productive Surabaya”. Pameran ini digelar di KORIDOR co-working space jalan Tunjungan-gedung Siola lantai 3. Sebanyak 28 mahasiswa yang terbagi dalam enam kelompok ini dituntut untuk dapat menciptakan desain produk interior dalam ruang kerja (work space) yang ergonomis dan berdaya guna.

Pada semester ini, pembelajaran DPI II dikemas dalam kegiatan Service Learning, dengan melibatkan KORIDOR co-working space yang dikelola oleh pemerintah kota (pemkot) Surabaya.  KORIDOR merupakan sebuah ruang kerja bersama yang disediakan cuma-Cuma oleh pemkot Surabaya untuk memfasilitasi masyarakat Surabaya, khususnya generasi muda untuk berinovasi dan berkreasi. Tempat ini diharapkan dapat menjadi saluran komunikasi dan peluang kerjasama antar bidang industri kreatif yang digarap anak-anak muda Surabaya. Tempat ini digagas oleh walikota Surabaya, Ibu Tri Rismaharini dan didukung oleh berbagai media, universitas dan industri kreatif Surabaya.

Para mahasiswa semester empat ini berkesempatan untuk menunjukkan kompetensi dan sumbangsih terhadap perkembangan kota Surabaya. “Tujuan dari kegiatan ini secara khusus bagi mahasiswa adalah supaya mereka memperoleh pengalaman mempresentasikan karya dan mengaplikasikannya secara nyata. Selain itu    mahasiswa dapat memberikan sumbangsihnya secara nyata terhadap perkembangan kota Surabaya,” ujar Grace Mulyono, S.Sn., MT., selaku koordinator pameran DPI II.

Sebelumnya, para mahasiswa melakukan survei dan analisa terhadap kenyamanan pengguna KORIDOR co-working space terhadap fasilitas kerja. Analisa ini digunakan sebagai pedoman mahasiswa untuk menghasilkan desain fasilitas kerja yang nyaman dan dapat diterapkan di KORIDOR. Karya-karya yang dipamerkan ini dievaluasi oleh mahasiswa, dosen, dan masyarakat pengguna KORIDOR. “Dari hasil penilaian ini, pemkot Surabaya sebagai pihak pengelola akan memilih desain yang nantinya akan diproduksi secara massal untuk benar benar direalisasikan di KORIDOR. Dengan proses belajar tersebut diharapkan mahasiswa mengerti proses desain sebagai solusi masalah di lapangan,” ungkap Grace.

Mahasiswa diminta membuat karya dengan bahan utama yaitu enceng gondok, rotan dan batik. Mahasiswa juga bekerja sama dengan beberapa Usaha Kecil dan Menengah (UKM), seperti UKM enceng gondok dan UKM batik. Salah satu karya yang dipamerkan adalah RECE (Rotan Enceng Gondok). Terinspirasi dari bakul nasi, produk ini terdiri dari satu set meja dan kursi, keduanya terbuat dari anyaman enceng gondok dan rotan. Untuk bagian meja, bahan tambahan yang digunakan adalah kaca dan multiplek. Untuk bagian kursi dilengkapi dengan spons yang dilapisi kain bermotif batik. Uniknya, kursi ini memiliki fungsi ganda yaitu selain dapat digunakan bersamaan dengan meja, bagian alas dan sandaran kursi dapat diturunkan sehingga dapat digunakan dengan posisi lesehan. “Produk kami memiliki nilai ergonomis, karena ukuran sesuai dengan  hasil analisa perabot. Selain itu, produk kami nyaman karena memiliki sandaran dan bantalan dari spons, sehingga tidak mudah lelah jika digunakan dalam waktu lama,” terang Venlista Suprapto, mahasiswa yang tergabung dalam kelompok RECE. (rut/dit)

Summer Camp di Xiamen, Belajar Budaya sambil Traveling
July 03, 2018

Sambil menyelam minum air, itulah yang telah dilakukan dua mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra) Surabaya ketika mengikuti Summer Camp yang diadakan oleh Huaqiao University bersama dengan Overseas Chinese Affairs Office of The State Council di Xiamen, Republik Rakyat Tiongkok. Kedua mahasiswa beruntung tersebut adalah Albert Edwillian Pratomo, seorang mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Bisnis UK Petra angkatan 2015 dan Feny Verawati, mahasiswa Program Studi Manajemen Pemasaran UK Petra angkatan 2014.

Ini merupakan kesempatan pertama kalinya bagi mereka mengikuti Summer Camp selama 10 hari di Xiamen. Bermula dari informasi dari e-mail, kedua mahasiswa tersebut langsung mengambil kesempatan ini tanpa pikir panjang. Seperti biasa, dalam rangka kegiatan internasional seperti ini, Biro Administrasi Kerjasama dan Pengembangan (BAKP) UK Petra membuka kesempatan hanya untuk beberapa mahasiswa saja. Setelah proses seleksi melalui statement of purpose, akhirnya Albert dan Feny lolos menjadi peserta Summer Camp di Xiamen. “Mumpung masih muda, banyak kesempatan yang ada disekitar kita. Beranilah ambil tantangan. Sebab jika tidak sekarang, kapan lagi?”, ungkap Albert.

Kegiatan Summer Camp ini berlangsung pada tanggal 18 hingga 27 Mei 2018 di Huaqiao University. Peserta kegiatan ini berasal dari Thailand, Indonesia dan beberapa mahasiswa Huaqiao University sendiri. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan budaya, bahasa dan sejarah Tiongkok pada pemuda-pemudi negara tetangga serta untuk menjalin persaudaraan. Oleh karena itu, Albert dan Feny belajar banyak hal mengenai kebudayaan Tiongkok dalam kegiatan ini. Para peserta beristirahat di Xianglu Grand Hotel.

Selama mengikuti Summer Camp di Xiamen, Albert dan Feny mengikuti banyak sekali kelas budaya. Mulai dari kelas melukis, percakapan dasar bahasa mandarin, tarian naga, perahu naga, menyanyi dalam bahasa mandarin, hingga kelas kerajinan tangan Cina. Selain belajar di dalam kelas, mereka juga dibawa untuk pergi ke tempat-tempat wisata di Xiamen, seperti Pulau Gulangyu (pulau dengan arsitektur kuno), Zhongshan Lu (distrik perbelanjaan terbesar di Xiamen), Jimei Turtle Garden, Sea Pearl Sightseeing Tower, hingga Xiamen Science and Technology Museum. Ketika sedang free-time, yang biasanya di malam hari, biasanya Albert dan Feny mencicipi street food yang terdapat di sekitar hotel. Selain mencicipi street food, mereka juga sering berjalan mengitari hotel. Terdapat banyak depot, toko kecil, café hingga pasar malam di sana.

Awalnya, perbedaan bahasa sedikit menghambat komunikasi antar mahasiswa Indonesia dan Thailand. Akan tetapi, namun seiring berjalannya waktu, mereka semakin dekat satu sama lain. Dengan sedikit kemampuan bahasa Mandarinnya, Albert mampu membantu teman-temannya dalam berkomunikasi dengan warga di Xiamen. Belajar sambil traveling ditambah mendapatkan teman Internasional, Albert dan Fenny sangat bersyukur dapat diberikan kesempatan untuk mengikuti Summer Camp ini. “Never settle for anything less than your best. Life is full of opportunity and adventure. Be bold and push your limit!”, ungkap Feny. Mereka berharap pada tahun berikutnya, para mahasiswa UK Petra dapat mempergunakan kesempatan baik ini untuk menambah pengetahuan. (luk/Aj)

Persembahan untuk Surabaya, Ciptakan Motif Batik Terbaru
June 29, 2018

Ada banyak cara untuk merayakan hari jadi kota Surabaya, Salah satunya seperti yang dilakukan oleh mahasiswa dan dosen Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Kristen Petra (UK Petra) dengan mengikuti lomba Cipta Motif Batik dalam ajang Surabaya Fashion Parade awal Mei lalu dan berhasil menjadi juara, dimana juara 1 diraih oleh Theresia Monica, juara 2 diraih oleh Febrina dan Aniendya Christianna, S.Sn., M.Med.Kom menyabet juara 3.

“Awalnya ini merupakan bagian dari Ujian Tengah Semester (UTS) mata kuliah Art and Craft yang sesuai dengan tema pembelajarannya tahun ini yaitu batik yang bekerjasama dengan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) batik di kawasan Dolly. Lalu saya, bu Maya dan bu Inggrid selaku dosen pengampu mata kuliah mendorong para mahasiswa untuk lebih berani berekspresi dan bersaing dengan dunia luar. Kebetulan ada kompetisi membuat desain batik dengan tema kota Surabaya maka kami kemudian menghimbau para mahasiswa untuk mengikuti kompetisi tersebut.”, ungkap Aniendya Christianna, S.Sn., M.Med.Kom selaku salah satu dosen pengampu Mata Kuliah Art and Craft.

Bagaimana motif batik yang dibuat para sivitas akademika UK Petra ini hingga berhasil memikat juri?

  •    Theresia Monica (Mahasiswi DKV, peraih juara 1)

Ingin membawa pesan bahwa kota Surabaya adalah kota yang indah dengan segala keberagaman tetapi dapat menghasilkan simfoni yang indah. Hal ini berhasil menghantarkan Theresia Monica meraih gelar juara pertama. Batik Soera itulah nama motif batik karya Theresia Monica.“Diambil dari kata Soera ing Baya yang artinya berani melawan kejahatan. Desain batik ini ingin menunjukkan keberagaman dalam dinamisme yang disatukan  semangat persatuan.”, ungkap mahasiswi semester 6 itu.

Bunga Jarak, Beluntas, Biduri, dan Kenanga merupakan 4 elemen utama dalam desain batik Soera. Empat tumbuhan tersebut adalah representatif dari beberapa nama jalan  yang terletak di kota Surabaya (Jl.Jarak, Jl.Embong kenongo, Jl.Biduri Pandan, Jl.Nyamplungan). Disesuaikan dengan tema Cryptic (misterius), desain batik ini menggunakan 5 elemen warna yaitu Slate Gray, Aegean Blue, Bondi Blue,Cinereous, serta Chartreuse sebagai warna komplimenter.

“Yang paling sulit adalah saat mencocokkan ujung-ujung desainnya sebab harus berulang karena desain batik cap dan latar belakangnya menggunakan elemen api. Kiri harus ketemu dengan kanan lalu atas harus ketemu bawah sehingga ketika dicap polanya bisa berulang-ulang”, urai Theresia. Hasil jerih payahnya berbuah manis, Theresia berhasil membawa piala, sertifikat dan uang tunai sejumlah Rp. 1.500.000,00.

  •    Febrina (Mahasiswi DKV, peraih juara 2)

“Saya tidak menyangka dan hanya melakukan yang terbaik”, ungkap Febrina yang dihubungi saat ditanya perasaannya berhasil menyabet juara 2. Batik Surabaya, Febrina menamakan motif batik yang ia buat. Cukup banyak komponen motif yang ia masukkan dalam motif batik ini yaitu kupu-kupu, jarak, daun semanggi dan bambu runcing. Konsep batik ini mengambil dari fenomena yang sedang ramai di Surabaya beberapa tahun belakangan ini yaitu penutupan lokalisasi Dolly.

Mahasiswi angkatan 2015 ini mengambil empat warna yaitu putih sebagai dasarnya, biru tosca, hijau dan hijau kekuningan. Febrina ingin menonjolkan semangat perjuangan, sisi tangguh sekaligus keramahan masyarakat Surabaya pada media batik.  “Awalnya tidak ada komponen daun semanggi dan bambu runcing akan tetapi agar nuansa Surabayanya semakin kuat maka ditambahkannyalah dua komponen itu. Semanggi merupakan makanan khas Surabaya sedangkan bambu runcing merupakan senjata khas arek Suroboyo.”, urainya saat di hubungi melalui telepon.

Jika dilihat lebih jauh lagi, pilihan motif batik Febrina yang memakai warna hijau didasari oleh Surabaya yang terkenal dengan kota yang memiliki banyak area hijau. Bambu runcing dan daun semanggi yang berwarna hijau untuk menunjukkan sisi hijau dan asri kota Surabaya. Motif batik yang unik ini akhirnya menghantarkan Febrina meraih juara 2 dan membawa pulang piala, sertifikat dan uang tunai sebesar Rp. 1.000.000,00

  •    Aniendya Christianna, S.Sn., M.Med.Kom (Dosen DKV, peraih juara 3)

Batik Rujak, itulah nama batik hasil karya dari dosen yang mempunyai hobi membaca ini. Hal ini merupakan komposisi antara kupu-kupu, daun jarak dan Risma. Nindy, begitu ia biasanya dipanggil, sengaja menambahkan sosok Risma dalam motif batiknya. “Inspirasi utamanya berasal dari metamorphosis Kampung Dolly dan Jarak di Kelurahan Putat Jaya. Wajah kampung Dolly kini kian menawan berkat gotong royong dari berbagai pihak termasuk salah satunya Walikota Surabaya, Tri Rismaharini. Saya sangat terkesan dengan keberanian pemimpin pertama perempuan di Surabaya tersebut. Ia tak hanya menutup lokalisasi saja akan tetapi juga memberikan solusi yang baik”, urainya.

Nindy memikirkan ide ini sekitar dua hingga tiga minggu lamanya. Uniknya, tokoh Risma dibuatnya dengan siluet diantara motif kupu dan daun jarak. Batik Rujak ini memiliki rumus tersendiri untuk menghasilkan karya yang apik. Komponen Kupu ditambah daun Jarak ditambah siluet menghasilkan sebuah bentukan motif batik yang unik. Nindy menggunakan tiga warna dalam karya batik Rujak ini yaitu slate grey, Bondi Blue dan Cinereous.

Tak sia-sia usaha kerasnya. Nindy berhasil membawa pulang piala, sertifikat dan uang tunai sejumlah Rp. 750.000,00. “Saya tidak menduga karya saya bisa menjadi juara, sebab hasil karya yang lain sangat bagus. Saya hanya ingin mempersembahkan sesuatu yang sesuai dengan kemampuan seni yang saya miliki untuk kota Surabaya.”, tutupnya. (Aj/dit)

Konsorsium Tiga PT Membina Sociopreneurship
June 28, 2018

Fenomena globalisasi merambah segala bidang, termasuk juga pendidikan tinggi. Untuk memberikan akses pendidikan tinggi yang semakin baik, pada awal tahun 2018 ditetapkan bahwa akses telah dibuka bagi perguruan tinggi luar negeri dapat beroperasi di Indonesia. Kehadiran perguruan tinggi luar negeri di dalam negeri ini merupakan kesempatan dan tuntutan bagi perguruan tinggi dalam negeri untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanannya. Untuk mendukung perkembangan perguruan tinggi dalam negeri, khususnya dalam bidang urusan internasional, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi menyelenggarakan Program Hibah Penguatan Kelembagaan Kantor Urusan Internasional (PKKUI) 2018. UK Petra mengusung visi “A Caring and Global University with Commitment to Christian Values” menerima program ini dan turut serta mengembangkan Biro Administrasi Kerjasama dan Pengembangan (BAKP), yang melakukan fungsi Kantor Urusan Internasional di UK Petra, agar bisa berkembang menjadi International Office yang berkalitas global. Meilinda, S.S., M.A., selaku Kepala BAKP, menyampaikan urgensi dilaksanakannya program ini, menurutnya “Universitas di Indonesia perlu bergegas memperkuat dan siap melayani di level internasional”.

Program Hibah PKKUI ini di tahun-tahun sebelumnya sudah tiga kali diterima oleh UK Petra. Akan tetapi, pada tahun 2018 ini ada sedikit perbedaan, yaitu UK Petra menerimanya sebagai bagian dari konsorsium tiga perguruan tinggi bersama dengan Universitas Airlangga (Unair) dan Universitas Udayana (Unud). Konsorsium lintas provinsi ini menerima hibah sebesar 150 juta rupiah dan mengadakan satu program pendidikan bersama dengan tajuk Summer in Surabaya – Bali 2018 (Sura-Bali 2018) yang diselenggarakan pada tanggal 14-29 Juli 2018 di Surabaya dan Bali. Summer program yang berdurasi dua minggu ini mengangkat tema Society Empowerment through Sociopreneurship. Yang ditawarkan program ini adalah pendidikan lengkap tentang sociopreneurship. Sociopreneurship adalah bentuk wirausaha yang mengedepankan nilai dan tanggungjawab sosial.

Peserta selama tiga hari pertama mendapatkan materi Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) dan Kewirausahaan umum di Unair. Setelah tiga hari mendapatkan materi dasar di Unair, para peserta melanjutkan belajar di UK Petra selama empat hari. Fakultas Seni dan Desain UK Petra membekali para peserta dengan materi kewirausahaan berkelanjutan (sustainable entrepreneurship) di tiga aspek, yaitu: aspek ekonomi, aspek ekologi, dan aspek sosial sebagai fokusnya. Peserta juga mendapatkan pelatihan komputer grafis untuk membantu mereka membuat Business Model Canvas (BMC) suatu alat bantu merancang model wirausaha baru. Setelah perkuliahan di Surabaya selama tujuh hari, para peserta melanjutkan di Universitas Udayana Bali selama tujuh hari. Di Bali, mereka mengaplikasikan wawasan sociopreneurship yang sudah didapatkan di Surabaya pada lima perusahaan di Bali. Mereka ditugaskan membuat menganalisa BMC kelima perusahaan tersebut, mendiskusikan, dan mengusulkan pengembangan BMC yang terkait dengan sociopreneurship. Dengan implementasi nyata hasil pendidikan ini, maka dampak positif pendidikan melalui program PKKUI ini dirasakan juga oleh masyarakat selain mahasiswa peserta program.

Program ini diikuti 60 mahasiswa asing dari 10 negara, yaitu: Korea Selatan, Malaysia, China, Singapura, Vietnam, Brunei Darusalam, Republik Ceko, Taiwan, Thailand, dan Myanmar. Para mahasiswa asing ini ditemani oleh 12 mahasiswa terpilih dari konsorsium. (noel/padi)

Creativepreneur yang Peduli Lingkungan, Sosial dan Ekonomi
June 28, 2018

Para mahasiswa Program Studi Desain Interior Universitas Kristen Petra (UK Petra) yang tergabung dalam mata kuliah Creativepreneurship menggelar pameran bertajuk Cre-mart. Pameran ini dilaksanakan pada 1-3 Juni 2018 di Kepomarket Galaxy Mall. Para mahasiswa yang merupakan gabungan dari dua kelas ini, memamerkan sekaligus menjual barang-barang hasil karya mereka selama satu semester. Sebelumnya para mahasiswa diminta bekerja sama dengan para pedagang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mengangkat produk-produk tersebut dengan cara mengembangkan desain produknya.

Para mahasiswa terbagi atas 31 kelompok, 19 kelompok dari kelas Creativepreneurship A dan 12 kelompok  dari kelas Creativepreneurship B. Masing-masing kelompok terdiri dari lima hingga enam orang. Mata kuliah Creativepreneurship ini diampu oleh Yusita Kusumarini, S.Sn.,M.Sn. dan Mariana Wibowo, S.Sn., M.MT. Para mahasiswa harus melakukan riset terkait produk dan mengikuti bimbingan dengan dosen pembimbing. Bimbingan ini bertujuan supaya dosen dapat memberikan arahan dan membantu mengembangkan ide dari mahasiswa. Mahasiswa juga diminta membuat analisa produk berdasarkan situasi dan kondisi real UMKM. Pada saat pameran, mahasiswa UK Petra terbagi dalam empat booth yang terdiri dari berbagai macam produk di antaranya gantungan kunci, alat penerangan, tas, boneka rajut, jam dinding, dan lain-lain. Metode pendidikan Service Learning diaplikasikan dalam kuliah ini, di mana mahasiswa belajar melayani dan melayani untuk belajar. Mahasiswa membantu masyarakat secara langsung untuk memberikan solusi atas permasalahan yang ada. Dan dalam prosesnya, mahasiswa mendapatkan pembelajaran. “Dalam mata kuliah ini, mahasiswa tidak hanya belajar mendesain produk, tetapi melalui pameran ini mereka juga belajar menjadi seorang entrepreneur serta  bagaimana caranya memasarkan produk. Mereka sangat senang sekali saat barang dagangannya berhasil terjual,” ujar Mariana Wibowo, S.Sn., M.MT.

Savi, salah seorang mahasiswa peserta mata kuliah Creativepreneurship menceritakan pengalamannya. Mulanya, Savi bersama empat orang rekannya ditugaskan untuk mengidentifikasi permasalahan yang dimiliki pelaku industri kreatif. Untuk menganalisa permasalahan tersebut, mereka diarahkan untuk melihatnya dari tiga aspek, yaitu: aspek lingkungan, sosial dan ekonomi. Di suatu industri kulit sepatu di Surabaya mereka melihat dari aspek lingkungan ada permasalahan dalam bentuk banyaknya limbah sisa kulit, yang dalam sebulannya bisa mencapai 50 kilogram. Mereka lantas memformulasikan solusi dalam bentuk membuat rancangan produk dan merek baru yang memanfaatkan bahan limbah sisa kulit tersebut. Produk yang mereka rancang berupa tote bag, clutch bag, aksesoris, tempat bolpoin, dan tempat kartu. Dari aspek sosial, solusi ini membuka lapangan pekerjaan baru. Kelompok savi mencari pekerja dan memberikan pelatihan kriya sehingga pekerja ini bisa menjadi pengrajin produk sesuai dengan desain mereka. Tidak berhenti di situ, mereka juga memikirkan aspek ekonomi untuk industri yang bersangkutan dalam bentuk proses pemasaran produk ini. Mereka memasarkan produk tersebut dengan merek ‘Kulaz’ yang merupakan singkatan dari ‘Kulit Lazarus’. Menurut Savi tugas ini memberinya pengalaman yang berharga, “Ternyata ide-ide kreatif itu bisa kita kembangkan ke berbagai hal, salah satunya ke bidang entrepreneurship yang justru bisa menambah nilai jual suatu barang” katanya.(noel,rut/padi)

Menguasai Ilmu, Gabungkan Teori dan Praktek
June 28, 2018

Mengelola keuangan adalah ilmu dan kemampuan yang sangat diperlukan di masa kini. Program Manajemen Keuangan Fakultas Ekonomi UK Petra hadir dan menyediakan pendidikan yang spesifik di bidang pengelolaan keuangan. Salah satu kajian dalam bidang ini adalah mata kuliah Institusi dan Instrumen Keuangan. Untuk meningkatkan wawasan mahasiswa di kajian tersebut dari sisi teori dan praktis di lapangan, digelar Kuliah Umum bertajuk “Monitoring the Financial Performance of the Banks” yang dilaksanakan pada tanggal 24 Mei 2018 di Ruang Audio Visual T502 Gedung T UK Petra.

Sekitar 200 mahasiswa menghadiri kuliah umum yang menghadirkan Ni Putu Sri Artarti, S.Kom., M.M., Vice President of Performance Measurement dari Strategy and Performance Management Group Bank Mandiri sebagai narasumber utama. Ada dua pokok bahasan yang diangkat dalam kuliah umum ini, yaitu kaitan antara teori dan praktek dalam pengukuran kinerja keuangan perbankan, serta metode memahami kesehatan suatu bank. Ricky, S.E., MRE., Ed.D., Dekan Fakultas Ekonomi UK Petra dalamnya memaparkan bahwa pengetahuan atas kondisi dan praktek nyata di industri perbankan adalah penting. Diilustrasikan bahwa saat ini anak-anak sejak kecil sudah dibuatkan rekening bank dan asset dua bank terbesar di Indonesia sudah mendekati 1000 triliun rupiah. Ricky menerangkan tujuan dari kuliah ini, “Kita ingin mahasiswa belajar bahwa dunia perbankan bukan hanya on paper tetapi juga practice” ujarnya.

Materi kuliah kali ini berjudul “Financial Performance Monitoring di Bank Mandiri”. Menilai performa bank bisa dilakukan dengan menganalisa data laporan keuangan suatu bank. Sri menampilkan data laporan keuangan berupa neraca dan rasio utama Bank Mandiri pada bulan Maret 2017 dan Maret 2018. Poin-poin dalam neraca ini adalah ekuitas, Loan to Deposit Ratio (LDR), Non Performing Loan (NPL), dan Capital Adequacy Ratio. Analisa dilakukan dengan membandingkan poin-poin tersebut pada bulan yang sama di dua tahun yg berbeda, contohnya: ekuitas adalah aset bank dikurangi liabilitas, ekuitas yang meningkat adalah indikator baik; LDR menunjukkan perbandingan pemberian kredit dan dana nasabah yang ditampung bank tersebut, angka LDR di bawah 100% memiliki makna bahwa dana yang ditabung di bank tersebut sudah bisa memenuhi kebutuhan kredit yang dilayaninya; NPL menunjukkan prosentase kredit tidak lancar, semakin besar angka NPL semakin tidak sehat kredit suatu bank; CAR menunjukkan kecukupan modal suatu bank dalam menghadapi resiko bisnis, semakin besar angka CAR semakin aman suatu bank, ada regulasi oleh Bank Indonesia (BI) yang menetapkan CAR minimal di angka 8%.

Setelah memberikan teori menilai performa Bank, Sri memaparkan praktek memonitor performa yang dilakukan Bank Mandiri. Proses tersebut terdiri atas tiga langkah utama dan Performance Measurement System (PMS). Tiga Langkah utama ini adalah planning, monitoring, dan evaluation. Ketiga langkah tersebut secara praktek diterjemahkan menjadi PMS dengan alat bantu yang meliputi Balanced Scorecard (BSC), Key Performance Indicator (KPI), dan Service Level Agreement (SLA). Mendekati penghujung kuliah, Sri mengatakan hal yang senada dengan Ricky tentang pentingnya teori dan praktek, “Ilmu yang dipakai di bidang performance monitoring ini adalah ilmu yang hybrid antara teori dan praktek” katanya. (noel/padi)

Bersinergi melalui formasi baru YPTK Petra
June 20, 2018

Sabtu, 09 Juni 2018 di Auditorium Gedung P1 P2 Universitas Kristen Petra (UK Petra) telah berlangsung acara Kebaktian Pengucapan Syukur peneguhan Pembina, Pengurus, Pengawas Yayasan Perguruan Tinggi Kristen (YPTK) Petra Periode 2018-2023. “Formasi pelayanan yang baru di YPTK Petra ini semoga menjadi sebuah sinergi yang baik. Mari kita saling bersinergi satu sama lain antara yayasan dan seluruh sivitas akademika UK Petra demi pengembangan yang lebih baik”, ungkap Ir. Hary S. Listijo selaku ketua Pengurus YPTK Petra periode 2018-2023.

Suasana kebaktian yang dimulai pukul 09.00 WIB itu berlangsung dengan khidmat. Dipimpin langsung oleh Pendeta Lindawati Mismanto, M.Th dari Gereja Kristen Indonesia (GKI) Manyar – Surabaya, seluruh tamu undangan diajak merenungkan Injil Markus 1:16-20. Dikatakan dalam perenungan tersebut bagaimana menjadi penjala manusia. Terpilih menjadi pelayan Tuhan, baik dalam formasi Pembina, Pengurus, Pengawas YPTK Petra merupakan sebuah anugerah. Panggilan menjadi hamba Tuhan, apapun itu pelayanannya baik di atas mimbar ataupun tidak, tetap melekat pada Kristus. Hanya Allah saja yang akan memampukan, menolong hingga memimpin langkah Pembina, Pengurus, Pengawas YPTK Petra.

YPTK Petra sendiri dalam hal ini mengemban tugasnya untuk mendukung dan memberi motivasi agar para dosen serta tenaga kependidikan UK Petra dapat berkarya secara maksimal dalam dunia pendidikan. Tugas UK Petra adalah mencetak insan  profesional yang dapat melihat bagaimana menghidupi atau mengikuti teladan Kristus, dan menjadikan hidup seluruh sivitas akademika menjadi lebih berharga. “Jadi jika UK Petra diberkati dengan menjadi sebuah institusi pendidikan tinggi swasta terbaik di  Indonesia oleh BAN-PT, itu menjadi bukti bahwa UK Petra berjalan lurus dan tidak menjadikan pendidikan sebagai alat bisnis semata”, urai Pendeta Lindawati.

Paduan Suara UK Petra pun turut serta menyumbangkan talentanya dengan mengumandangkan dua buah lagu pujian. Kebaktian pengucapan syukur yang berlangsung kurang lebih dua jam ini di dalamnya juga dilaksanakan peneguhan Pembina, Pengurus, Pengawas YPTK Petra terpilih dalam bentuk pernyataan keyakinan dan janji yang diucapkan. Peneguhan sekaligus pemberkatan dilayani oleh Pendeta Lindawati Mismanto, M.Th dengan diiringi lagu “Kuutus Kau”. “Rencana kami ke depan yang terdekat adalah menyusun rencana pengembangan UK Petra 25 tahun mendatang. Dibutuhkan sebuah kerjasama yang kuat dan baik mulai dari yayasan, rektorat, dosen,tenaga kependidikan, hingga mahasiswa untuk mempertahankan dan mengembangkan UK Petra lebih maju, di antaranya mempersiapkan diri untuk Akreditasi Internasional”, pesan Ir. Hary S. Listijo yang ditemui usai acara berlangsung.

Juara 2 Accounting Fair 2k18
June 12, 2018

Masa perkuliahan merupakan kesempatan bagi seorang mahasiswa akuntansi untuk memperkaya pengetahuan dan keahlian di bidangnya yang spesifik. Ikut serta dalam ajang kompetisi yang spesifik akuntansi adalah kesempatan baik untuk berlatih dan mendapatkan pengalaman tersebut. Dosen pengajar di Program Akuntansi Pajak UK Petra mendorong mahasiswa-mahasiswa yang berpotensi untuk mengikuti kegiatan kompetisi yang ada. Menurut Tonny Stephanus Eoh, SE., MA., Ak., “Potensi pada mahasiswa dapat dilihat selain dari prestasi akademik adalah dari sikap mau belajar dan terbuka pada kompetisi”. Ajang kompetisi yang terdekat adalah Olimpiade Akuntansi dalam gelaran Accounting Fair 2k18 Universitas Pembangunan Nasional Veteran (UPN Veteran) Jawa Timur. Aturan khusus di ajang ini adalah peserta merupakan mahasiswa jurusan akuntansi dan maksimal semester 4. Graciella Tanaya, Jessica Theresia, dan Brigita Evelyn adalah tiga mahasiswa berpotensi serta memenuhi syarat tersebut dan mewakili jurusan di kompetisi tersebut. Tonny menambahkan bahwa kompetisi yang diikuti mahasiswa di dua tahun pertama ini bisa menjadi tolok ukur untuk membina mahasiswa di kompetisi-kompetisi yang lebih lanjut.

Sebelum mengikuti kompetisi tersebut, para mahasiswa ini mempersiapkan diri dengan mempelajari materi akuntansi yang seharusnya dipelajari oleh mahasiswa tingkatan lebih tinggi. Lomba dimulai tanggal 2 Mei 2018 dan berakhir pada tanggal 4 Mei 2018 dan diikuti puluhan kelompok dari 8 Universitas di Surabaya. Di hari pertama para peserta mengerjakan soal pilihan ganda dan esai dalam waktu 90 menit. Soal-soal di babak ini dikerjakan bersama-sama dalam 1 tim. Dari babak penyisihan ini didapatkan 10 tim yang lolos ke babak semifinal esok harinya. Pada babak semifinal pengetahuan dan penguasaan materi masing-masing anggota tim diuji dengan soal estafet yang dikerjakan individual secara bergiliran. 4 Tim terbaik disaring untuk mengikuti babak final di hari terakhir kompetisi.

Babak final Olimpiade Akuntansi Accounting Fair 2k18 dilaksanakan dalam bentuk debat isu-isu akuntansi. Debat dilakukan 2 kali, pertama untuk menyisihkan 2 kelompok yang lolos ke debat grand final. Keempat tim peserta diundi untuk mengambil peran sebagai Tim Pemerintah serta Tim Oposisi. Debat keempat tim ini dinilai oleh dewan juri yang terdiri dari akademisi akuntansi dengan anggota: Rika Puspita Sari, SE., MA., Dekan FE Universitas Dr. Soetomo; Prinintha Nanda Soemarsono, SE., MA., Dekan Vokasi Unair; dan Rida Perwita Sari, SE., M.Aks., Ak. CA, Dosen UPN “Veteran” Jawa Timur. Penilaian yang dipakai adalah parameter penilaian yang akrab dipakai di lomba debat, yaitu: masalah, cara, dan metode (matter, manner, and method). Tim UK Petra mencapai grand final dan keluar sebagai juara 2. Hasil yang cukup menggembirakan dengan melihat bahwa cukup lama mahasiswa UK Petra vakum dari kegiatan kompetisi ini. Tonny melihat ini sebagai permulaan dan melihat adanya potensi untuk dikembangkan, “Harapannya, gelar-gelar juara yang dulu sering diraih bisa dipertahankan di masa depan” katanya. (noel/padi)

Picknique: Memilih Menjadi Unik
June 11, 2018

Dalam dunia desain, bekal keilmuan dan akademik perlu dilengkapi dengan pengalaman berkarya dan berkolaborasi. Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) UK Petra menyediakan wadah bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman tersebut dalam bentuk gelaran Prime Time DKV yang digelar setiap tahuni. Pada tahun 2018, Prime Time DKV dilaksanakan pada tanggal 23-25 Mei 2018 dan mengangkat tema Picknique. Dalam gelaran ini, mahasiswa dipertemukan dengan komunitas-komunitas kreatif yang ada di Surabaya, selain itu mahasiswa juga berkesempatan mengikuti workshop dan diskusi yang relevan dengan ilmu dan dunia desain, dan bertemu dengan fotografer muda unggul Leovir.

Rangkaian acara Picknique dimulai dengan pembukaan oleh Obed Bima Wicandra, S.Sn., M.A., Sekretaris Program Studi DKV. Dalam pembukaannya, beliau menghimbau mahasiswa untuk mengembangkan kolaborasi yang dimulai dari acara ini ke lingkup yang lebih luas. Obed juga mengingatkan pentingnya berkolaborasi, “Berkolaborasi adalah sangat penting, bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk membangun lingkungan”, katanya. Pada kesempatan yang sama Ketua Panitia Prime Time 2018, Clarence Adiputra, menerangkan makna tema yang diambil, yaitu ajakan bagi mahasiswa untuk memilih (to pick) menjadi unik (unique).

Sepanjang tiga hari acara ini, enam komunitas hadir di selasar lantai 2 Gedung P UK Petra. Keenam komunitas ini adalah: 1) Papan Dolanan Arek Suroboyo (PADAS), komunitas boardgame (permainan dalam bentuk papan); 2) Portraitmeetsub, komunitas foto portrait; 3) Komunitas Seni Clay Indonesia, (KSCI); 4) Doodleartsurabaya, komunitas doodle (suatu genre seni menggambar modern yang populer); 5) Kolcai, komunitas watercolor (cat air); dan 6) Kreasidoarjo, komunitas lettering (tulisan hias). Mahasiswa bisa berinteraksi, bertukar pendapat serta pengalaman, serta menjalin relasi dengan komunitas-komunitas ini. Lebih istimewa lagi, setiap komunitas memberikan demo keahlian masing-masing, seperti: membuat gambar doodle ukuran 3 kertas A2 langsung di tempat; membuat kerajinan dari malam; membuat tulisan dekoratif dan kaligrafi; bermain dan diskusi boardgame; melukis dengan cat air; serta berbagai macam kegiatan kreatif lainnya. Di hari pertama dan kedua, digelar workshop Tata Rupa bersama Kreavi, situs kolaborasi kreatif desainer. Untuk memberikan inspirasi dan motivasi bagi mahasiswa calon pelaku kreatif, alumni dan mahasiswa yang sudah terlebih dahulu menjalani kegiatan tersebut memberikan sesi sharing di hari kedua.

Di hari terakhir, Prime Time DKV menghadirkan fotografer kreatif muda, Leovir, yang berhasil menggagas genre fotografi baru dan karyanya sudah diakui secara nasional. Genre fotografi yang diangkat adalah penggabungan antara fotografi dan lukisan tradisional Tionghoa. Sederet selebritas Indonesia, telah meminta dibuatkan karya fotografi, contohnya: Chelsea Olivia bersama bayinya; Giselle Marthen bersama Gempi anaknya; serta Raisa dan Hamish. Leovir membagikan pengalamannya berkecimpung di dunia desain sejak kuliah. Di masa awal kuliahnya, Leovir merasa fotografi bukan passion-nya. Saat itu mata kuliah fotografi dinilainya paling gampang. Hal ini berubah ketika Leovir lebih dalam mengikuti fotografi dan mengetahui lebih banyak, “(Mengetahui itu) Akhirnya membuat ingin berstatus jadi fotografer. Dan akhirnya fotografi menjadi passion” katanya. Dengan mengerjakan sesuatu yang merupakan passion ini, Leovir mengembangkan keahlian teknis, menemukan selera khas dan mempopulerkan gaya khasnya itu. (noel/padi)

Budaya yang Membuat Jatuh Hati
June 11, 2018

Bahasa Korea saat ini menjadi menjadi salah satu bahasa asing yang diminati kaum muda. King Sejong Institute (KSI) di Universitas Kristen Petra (UK Petra) Surabaya sebagai lembaga yang menyediakan pendidikan bahasa dan budaya Korea,  menyelenggarakan kompetisi tahunan Korean Speech Contest. Kompetisi yang diselenggarakan Sabtu 26 Mei 2018 di auditorium UK Petra ini mengangkat topik “Kebudayaan Korea yang Unik dan Membuat Hati Bergetar/Jatuh Cinta“.

17 Murid KSI yang berusia minimal 18 tahun mengikuti kompetisi ini. Mereka menyampaikan pidato sepanjang 5 menit dalam bahasa Korea tentang hal menarik dari negara Korea. Pidato yang dibawakan dinilai berdasarkan kemampuan berbicara (pelafalan, intonasi, kelancaran dan tata bahasa), penampilan (ekspresi, kepercayaan diri), respons (gerak tubuh dan reaksi penonton), dan sikap (tabiat panggung dan ketepatan waktu). Dewan juri yang memberikan penilaian terdiri dari: Lee Gyeong Youn, Vice President of Korean Community, Lee Sang Jae, pemilik kursus bahasa Korea ‘Jalan Korea’; dan Yoon Hwa Jeong, pendidik bahasa Korea.

Lee Gyeong Youn mengapresiasi pidato para murid KSI, “Siswa KSI mampu berbahasa Korea dengan lancar, saya berharap mereka dapat mewujudkan apa yang dicita-citakan”. Katanya. Juara dari kompetisi ini berhak mengikuti acara kebudayaan selama 1 minggu di Korea Selatan dan berkompetisi dengan pemenang kontes pidato dari KSI seluruh dunia di September 2018.

Pada kompetisi tahun ini pemerintah kota Busan di Korea Selatan, menyediakan kategori penghargaan spesial berupa beasiswa studi di Universitas Dong-A, Busan selama 10 minggu. Keluar sebagai 6 peserta terbaik adalah: Devy Wulandari Wijaya sebagai peraih Special Mentioned Award, Meilisa Dewi dan Jihan Fakhrin Rizkillah sebagai peraih Excellence Award, Stella Vianita sebagai peraih Top Excellence Award (Juara 3), Gabriella Christina Listiono sebagai peraih Special Award (Juara 2), dan Emily Abigail sebagai peraih Daesang Grand Prize (Juara 1).

Stella menyabet juara ketiga dengan membawakan pidato tentang semangat Korea. Inspirasi pidato ini muncul dari warga Korea Selatan yang mampu membangun negaranya dari keterpurukan pasca peperangan. Peraih juara kedua, Gabriella, membawakan pidato tentang musik Korea. Musik Korea baginya adalah bagian dari kegiatannya sehari-hari sebagai pengajar vokal. Emily sebagai juara kompetisi ini, membawakan pidato tentang beragam festival tradisional yang ada di Korea. “Saya ingin pergi ke semua festival tradisional di Korea. Korea memiliki ragam festival tradisional yang sangat menarik untuk pendidikan dan pariwisata”.  (Noel/dit)