Connect with us
  • b
  • a
  • x
A CARING AND GLOBAL UNIVERSITY
WITH COMMITMENT TO CHRISTIAN VALUES

Berita

Nui Hotel dan Restaurant Hadirkan Suasana Hutan Hujan Tropis
May 16, 2019

Sebanyak 123 mahasiswa Program Manajemen Perhotelan Universitas Kristen Petra (UK Petra) melaksanakan praktik dengan membuka hotel dan restoran. Tahun ini para mahasiswa yang tergabung dalam mata kuliah Manajemen Operasional Hotel (MOH) membuka Nui Hotel and Restaurant selama satu semester.

Tema yang diangkat adalah Rainforest, suasana hutan hujan tropis yang menenangkan dihadirkan dalam Nui Hotel dan Restaurant. Hiasan dan dekorasi seperti pohon, ranting, daun-daunan mewarnai gedung Ferry Teguh Santoso. Selain itu, Nui Hotel and Restaurant juga menawarkan berbagai variasi makanan dan minuman bergaya Asia dan Western dari buah-buahan, kentang dan sayur-sayuran asal Indonesia. ”Nama Nui sendiri berasal dari bahasa Hawaii yang memiliki arti excellent atau sangat baik. Kami berharap apapun yang kami lakukan baik itu sevice, produk, maupun penampilan dapat excellent,” ujar Leoni Trifena, selaku General Manager Nui Hotel and Restaurant.

Mahasiswa menjalankan empat unit bisnis, yaitu hotel, restoran, pastry-bakery, serta laundry. Para mahasiswa ini mendapatkan modal awal dari UK Petra sebesar Rp 50.000.000,-. Nui Hotel and Restaurant buka setiap hari Selasa sampai dengan Jumat pukul 09.30-20.00. Dalam persiapannya selama lebih kurang dua bulan, para mahasiswa mengajukan dan mengkonsultasikan menu-menu makanan dan minuman kepada dosen pengampu, hingga akhirnya terdapat total 36 menu yang terdiri dari lima appetizer, empat soups, delapan main course, tiga dessert, dua gelato dan 14 beverages yang disajikan. (rut/dit)

Kerangka Mobil Hantarkan Raih Juara dalam Pop-Up Store Design Competition
May 10, 2019

Stefanny Margaretha dan Agnes Nathania Hartono, tim mahasiswi Prodi Desain Interior UK Petra berhasil meraih juara 3 dalam Pop-Up Store Design Competition 2019. “Kami tetap optimis menang, dengan tak lupa membawa dalam doa setiap usaha yang sudah kami lakukan.”, ujar Stefanny saat bincang-bincang santai dengan tim humas.

Kompetisi ini diadakan JYSK, sebuah toko yang menjual perabotan sehari-hari dengan Scandinavian style. Karena yang diminta pop-up store atau desain toko yang dapat dibuka secara tiba-tiba dengan jangka waktu pendek maka tim ini sepakat kerangka luar berbentuk mobil. “Kami mengibaratkan seolah-olah JYSK sedang mampir jalan-jalan untuk memberikan informasi pada para pengunjung. Kesannya unik dan menyenangkan.”, rinci Agnes.  

Link in Fun (It’s fun to Link, It’s Link to Fun) itulah konsep yang diangkat dua mahasiswi angkatan 2016 itu. Konsep dengan ukuran 8m x 5m x 4 m ini ingin melibatkan pengunjung untuk merasakan produk JYSK dengan sistem display yang menyenangkan dan interaktif. Diantaranya terdapat playful 180o box, pillow vending machine, rolling Hexagon, dekoratif kitchen, photobooth hingga virtual reality.

Persaingan cukup ketat, mereka harus bersaing dengan kurang lebih 123 kelompok lainnya dengan melewati dua tahap lomba. Meski dikerjakan di sela-sela kegiatan kuliah dan tugas tetapi mengerjakannya dengan serius, “selain konsultasi dengan dosen, kami juga melakukan riset kecil-kecilan agar konsep kami sesuai dengan karakteristik yang diminta.”, ujar mereka berdua kompak.

Konsep yang kuat saat presentasi selama satu jam lamanya di depan delapan juri akhirnya membuat mereka berhak mendapatkan piagam, voucher belanja dan uang senilai Rp. 2.500.000,00.

Selamat dan terus berkarya bagi kemuliaan Tuhan. (Aj/padi)     

Ukir Prestasi Melalui Film Pendek
May 10, 2019

Berita baik datang dari mahasiswa UK Petra. Tim ini berhasil membawa pulang juara 2 Short Movie dalam Komunikasi Fiesta 2019 yang digelar oleh UKWMS. Mereka adalah Andre Tanujaya dari Prodi Manajemen Bisnis, Erick Daud dari Prodi DKV dan Sarah Azaliah Karsa dari Prodi Ikom. “Kami hanya mempergunakan barang-barang yang sudah ada. Persiapan kami tidak terlalu lama, tetapi kami bersyukur dibantu teman-teman seperti Winona, Regina dan Ferdiantio.”, urai Sarah.

Ada dua tahapan yang harus dilewati oleh Sarah dan kawan-kawan. Babak penyisihan dan final. “How Was Your Era?”, itulah tema yang diusung dalam kompetisi ini. Dalam babak penyisihan, Sarah dkk membuat film dengan judul PA.RA.DOKS yang berdurasi 5 menit 30 detik. “Film ini menjawab kegelisahan dua pandangan dikotomi perkembangan media dan teknologi. Kata kebanyakan orang, mengakses media berlebihan akan membuat kualitas hubungan antar individu menjadi turun. Akan tetapi kenyataannya tidak selalu demikian. Jika dikelola dengan bijak, media akan membawa dampak yang positif.”, rinci Andre.

Konsep yang matang dan penyajiannya yang pas, membuat mereka melangkah maju ke tahap selanjutnya bersaing dengan empat tim lainnya. Diberi waktu kurang lebih satu minggu, mereka membuat film yang kedua berdurasi sekitar 3 menit dengan judul “Adjacency”. Film ini ingin memperkuat karya film mereka yang telah mereka buat sebelumnya. Bedanya di film pertama mereka mengambil konsep mengenai komunikasi keluarga sedangkan film kedua bicara mengenai isu anak muda dalam mencari jodoh melalui media sosial.

Waktu yang tak banyak, membuat mereka harus membagi tugas dengan baik. Konsep cerita dipikirkan secara bersama-sama saat masa pra-produksi. Saat babak final, mereka harus mempresentasikan karya mereka dihadapan tiga juri dengan waktu kurang lebih 15 menit lamanya. Tak sia-sia usaha mereka akhirnya tim ini membawa pulang sertifikat, plakat dan uang tunai senilai Rp. 1.700.000,00. To God be the glory.(Aj/padi)    

 

Edukasi Pemilih Pemula dengan Creative Campaign
May 10, 2019

Para mahasiswa dan dosen Universitas Kristen Petra (UK Petra) tidak henti-hentinya mengharumkan nama UK Petra. Kali ini, tim mahasiswa Ilmu Komunikasi UK Petra berhasil meraih juara favorit dalam Komunikasi Fiesta, kategori advertising. Keempat mahasiswa ini adalah Celyne, Irene Yuarita, Axl Jevison, dan Fabrizio Revand.

Pada babak penyisihan, mereka diminta membuat creative campaign yang bertujuan untuk mengajak pemilih agar menggunakan hak suara nya dengan baik pada Pemilu 2019. Creative Campaign ini divisualisasikan dalam bentuk Instagram Profile, dan diwujudkan dalam desain kreatif untuk instagram feed dan juga video. Keempatnya memilih mengambil tema tentang pemilih pemula, tema ini dipilih karena pemilih pemula adalah golongan yang paling rawan golput. “Tujuan dari campaign kami adalah mengedukasi pemilih pemula menjadi pemilih cerdas dan kritis, yang lebih mengedepankan rasionalitas bukan emosionalitas,” ujar Irene Yuarita.

Pada 4 April 2019, lima tim terbaik yang melaju ke babak final diberi shocking project, yaitu membuat infografis untuk instagram. Pada babak ini, Celyne dan tim membuat infografis seputar pemilih pemula berdasarkan usia pemilih. “Kami mengetahui fakta bahwa ternyata pemilih pemula bukan hanya dari kalangan pemuda yang baru genap berusia 17 tahun, namun pensiunan dari TNI dan POLRI juga masuk dalam kategori pemilih pemula,” ungkap Celyne.

Selain infografis, mereka memberikan tips menjadi pemilu yang cerdas. Desain yang menarik turut mengantarkan mereka menjadi juara favourite dan berhasil mendapatkan sertifikat, plakat, serta uang tunai sejumlah Rp 500.000,-. (rut/Aj)

Arsitektur yang Berempati pada Manusia
May 08, 2019

Dalam rangka Dies Natalis ke-52, Program Studi (Prodi) Arsitektur UK Petra menggelar berbagai rangkaian kegiatan seperti seminar, talkshow, pameran, konferensi, hingga kompetisi. Rangkaian kegiatan ini dilaksanakan mulai 22-27 April 2019, tema utama yang diangkat adalah Return To Zero. “Jika bicara tentang return to zero, tidak hanya bicara soal zero energy, namun juga arsitektur yang “berempati” pada manusia.,” ungkap Eunike Kristi Julistiono, S.T., M.Des.Sc., selaku Wakil Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) UK Petra.

Seorang arsitek seharusnya mendesain bangunan dengan fokus utama manusia yang akan tinggal pada gedung atau rumah tersebut. Melalui rangkaian acara ini, Prodi Arsitektur UK Petra ingin mengajak untuk berhenti dahulu sejenak dan mengevaluasi apakah perkembangan dan teknik-teknik arsitektur saat ini sudah ada pada jalur yang tepat.

Salah satu kegiatannya adalah Architecture X, sebuah talkshow yang membahas tentang arsitektur dengan bidang lainnya bersama dengan lima orang praktisi arsitektur yang handal dan kredibel. Diantaranya adalah Gayuh Budi Utomo dari Gursiji Studio, Defry Agatha dari Ordes Arsitektur, F. Raymond Halim dari ANTI- Architecture, Mansyur Hasan dari Sembilan Studio, serta Ardy Hartono Kurniawan dari Dua Studio. Talkshow ini menekankan bahwa ide dalam mengekspresikan arsitektur dapat diperoleh dari berbagai macam sumber, termasuk bidang lainnya.  

Selain itu, Prodi Arsitektur juga menyelenggarakan International Conference on Empathic Architecture (ICEA). ICEA ketiga ini menghadirkan pembicara yang merupakan praktisi dan akademisi dari beberapa negara di Asia. Diantaranya Yori Antar dari Han Awal & Partners, Indonesia, Siritip Harntaweewongsa dari GreenDwell Thailand, Prof. Mohammad Hamdan Ahmad dari Universiti Teknologi Malaysia, Keat Ong dari Nota Design Group Singapore, serta Dr. Kuowei Eleazar Godfrey Chiu dari Tunghai University Taiwan. Kelima pembicara ini fokus pada pelestarian bangunan dan green building.

Selain dua kegiatan ini, masih banyak kegiatan menarik lainnya seperti Architecture Festival, Seminar Arsitektur Nasional, Architecture Roleplay, Urban Sketch Fair, Geest Van De Architectuur, Archiexpo, dan Culture Night. (rut/Aj)

 

Kerja Bangun Bangsa, Mahasiswa IBM UK Petra Dampingi Siswa Sekolah Pra Sejahtera di Surabaya
May 07, 2019

Program International Business Management (IBM) Universitas Kristen (UK) Petra menggelar Public Speaking Festival bertajuk “Undivided Differences” pada Jumat, 5 April 2009, di ruang Amfiteater Gedung Q UK Petra. Joshua Chang selaku ketua panitia menyampaikan makna kegiatan ini, “Saya harap kita bisa mengingat bahwa kita berada di bawah bendera yang sama yaitu NKRI. Meskipun dibangun dalam perbedaan, tapi kita bisa sama-sama bersatu demi membangun masa depan yang lebih indah”.

Acara ini merupakan proyek tugas untuk dua matakuliah, yaitu English Skills dan Business English Speaking, yang diambil oleh mahasiswa semester 2. “Dalam kelas sejumlah 57 mahasiswa ini ingin mencapai dua hal. Yaitu pembelajaran Service Learning dan membangun solidaritas antar bangsa untuk lebih memaknai Pancasila dan Kebhinnekaannya. ”, ungkap Maria Natalia Damayanti Maer, Ph.D. selaku dosen IBM UK Petra dan koordinator mata kuliah Skills.

Proyek kelas ini bekerjasama dengan tiga yayasan dan satu sekolah dalam menjalankan misinya. Yaitu Yayasan Indonesia Sejahtera Barokah, Sanggar Merah Merdeka, Yayasan Pondok Hayat dan SDK St. Melania. Secara intensif selama lima minggu, para mahasiswa blusukan ke gang-gang sempit di Surabaya. Secara perlahan para mahasiswa mengajari anak-anak banyak hal mulai dari menyusun pidato dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris, melatih berpidato, gerak tubuh hingga percaya diri sampai pada kepekaan terhadap masalah nyata yang dihadapi diri dan lingkungannya dari kaca mata anak- anak. Anak diajak berfikir untuk mencoba menawarkan jalan keluar dari permasalahan yang dihadapi.  

Ke-14 sekolah pra- sejahtera di Surabaya itu antara lain SD Darul Falah, SD Pancasila 45, SD Ubaid 3, SD Serba Guna, SD Karunia Hidup, SD Al Mufidah, SD Thohir Bakrie J, Madrasah Ibtidaiyah Adipura, SD Diponegoro, SD Kurnia Indah, Rumah Anak, SDK St. Melania, dan Sanggar Merah Merdeka. Setelah mendapatkan pelatihan, hanya satu anak yang akan dipilih untuk mewakili sekolahnya dan menceritakan permasalahan serta solusinya misalnya seperti banjir, sampah, menyontek, dan dialeksia.  

Seusai menyampaikan pidatonya dalam waktu tiga menit, anak-anak memberikan hadiah pada sekolahnya yang telah dipersiapkan para mahasiswa IBM UK Petra sesuai dengan kebutuhan sekolah. “Awalnya saya memiliki ketakutan, apa yang terjadi kalau adik saya tidak menerima kehadiran saya karena berbeda ras dan agama. Tapi tak lama, stereotype itu terbantahkan oleh kenyataan. Saya menjadi lebih peka terhadap kondisi sosial dan memahami bahwa stereotyping itu tidak benar. Kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kolaborasi hingga penguasaan diri saya jadi bertambah.”, urai Thalia, salah satu mahasiswi IBM saat ditanya mengenai kesannya mengikuti proyek ini. (noel/Aj)

Berkat Perilaku Semut, Mahasiswa Informatika UKP Sabet Juara 3 Computational Intelligence di Salati
May 06, 2019

Albert, Alexander Thomas Kurniawan Pratomo, dan Angelika Dibijo, mahasiswa angkatan 2016 Program Studi Informatika UK Petra menorehkan prestasi juara ketiga kategori Computational Intelligence dalam kegiatan Faculty Of Information Technology 2019 (FIT Competition 2019) di UKSW, Salatiga. “Buat kami yang terpenting memberikan usaha yang terbaik dalam lomba. Seru dan menyenangkan karena kita diadu kemampuan selama 12 jam untuk mengerjakan program saat babak final”, ungkap Albert.  

Terdapat tiga kategori lomba, Albert dan kawan-kawan memilih  Computational Intelligence yang mengajak mahasiswa membuat pemecahan masalah terhadap studi kasus yang diberikan. Mereka harus melalui dua tahapan yaitu babak penyisihan yang diminta untuk membuat proposal. Kemudian enam kelompok dengan algoritma terbaik dipilih mengikuti tahap final di kota Salatiga untuk membuat program.

Studi kasus yang diberikan adalah bagaimana menyelesaikan Traveling Salesman Problem (TSP) yang merupakan permasalahan umum di bidang ilmu komputer. Alex dan tim memutuskan menyelesaikan masalah ini menggunakan metode Ant Colony Optimization (ACO). “Kami terinspirasi dengan perilaku semut di dunia nyata, dan kami mengembangkan teori yang sudah ada. Tidak semuanya ada dibangku perkuliahan jadi mengikuti lomba menjadi pengalaman sangat berharga”, urai Alex.

Algoritma ini menyelesaikan masalah komputasi dengan menemukan jalur terbaik melalui koordinat. Terinspirasi perilaku semut yang berjalan acak dalam menemukan jalur dari koloninya menuju makanan dengan meninggalkan kadar zat pheromone. Angel menjelaskan algoritma ini cukup kompleks sebab banyak perulangan yang dilakukan dan banyak hal yang dilakukan dalam satu perulangan itu. Akan tetapi algoritma ini cukup efisien dan cocok untuk menyelesaikan TSP. Hasil keluaran yang diharapkan adalah rute perjalanan dengan jarak terkecil dan total jarak tempuh (best distance) yang minimal.

Angel dan tim harus mempresentasikan selama 15 menit program yang telah dikerjakan mereka dihadapan tiga juri. Tak sia-sia usahanya, mereka mendapatkan piala dan uang sebesar Rp. 2.500.000,00,-.(Aj/padi)

Melalui Creative Content, Mahasiswa UK Petra Torehkan Prestasi
May 03, 2019

    Kabar baik datang dari tim mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi (Ikom) Universitas Kristen Petra (UK Petra). Charles Endriko, Sellina Tanya dan Titania Novika Liza Dewanti berhasil meraih juara 2 kategori Creative Content Competition yang diselenggarakan Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya dalam ajang Komunikasi Fiesta 2019. “Kami tidak berambisi untuk menang, yang penting kami ingin memberikan yang terbaik”, urai Charles yang mengambil peminatan Broadcast TV Ikom UK Petra.

Ada banyak kategori dalam kompetisi ini, Charles dan kawan-kawan memilih Creative Content Competition. Meski dari peminatan yang berbeda-beda tak menyurutkan semangat mereka mengikuti kompetisi dengan tema “Viral 101”. Mereka harus melewati dua tahapan sebelum dinobatkan menjadi juara. Babak penyisihan mereka diminta membuat proposal dan video berdurasi maksimal tujuh menit sesuai tema.

“Dalam video ini kami ingin mengajak generasi milenial untuk menggunakan media sosial dengan bijak, pikirkanlah dengan baik konten apa yang akan diunggah ke media sosial, dan tidak hanya mengejar viral saja”, urai Sellina dari peminatan Corporate Public Relations Ikom UK Petra. Hanya lima kelompok saja yang berhak maju ke babak final termasuk tim mahasiswa Ikom UK Petra. Selanjutnya mereka diberi tugas membuat sebuah Creative Meme visual yang isinya menyangkut informasi yang sedang viral, topiknya seputar politik, pendidikan, budaya, dan sosial.

“Kami sepakat untuk mengambil peristiwa penembakan di kota Christchurch Selandia Baru dan permainan PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG) sebagai latar meme. Kami harap dengan karya ini, teman-teman berpikir ulang jika aktif di media sosial”, urai Titania yang mengambil peminatan Jurnalistik Ikom UK Petra.

Setelah karya dikumpulkan, mereka diminta mempresentasikan karyanya di hadapan tiga juri. Sebagai juara 2, mereka berhak mendapatkan piagam, plakat dan uang tunai sebesar Rp 1.700.000. (Aj/dit)

 

Memperluas Wawasan dan Mencetak Prestasi
May 02, 2019

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Kristen Petra (UK Petra) menyelenggarakan “Aku Untuk Indonesiaku” (AUI), sebuah lomba debat Bahasa Inggris tingkat nasional pada tanggal 22-24 Maret 2019. Lomba yang diselenggarakan di Gedung Q UK Petra ini diikuti oleh 42 tim dari bermacam-macam universitas di Indonesia.

Lomba ini menggunakan sistem British Parliamentary dan diketuai oleh dua Chief Adjudicator (Ketua Juri), Vincentius Michael dari ITB dan Sandy Sanjaya dari UGM, yang telah berpengalaman dalam memenangi lomba debat tingkat internasional dan menjadi juri lomba debat tingkat nasional berkali-kali. “Kita harus bisa mengelaborasi argumen kita, bukan hanya melempar retorika yang tidak dijelaskan lebih lanjut dan tidak terbukti. Kemampuan berpikir kritis dan terstruktur dalam debat ini sangat diperlukan, terutama di era maraknya hoax dan debat kusir yang tidak jelas,” ujar Sandy Sanjaya selaku Ketua Juri saat Technical Meeting.

Sebanyak 42 tim diseleksi menjadi 16 tim melalui empat ronde babak penyisihan. Motions atau topik yang dibahas dalam debat sesuai dengan isu-isu terkini, misalnya membahas monopoli Disney dalam bidang hiburan, geoengineering untuk mengurangi pemanasan global, serta pemilu partai politik di Israel.

Vincentius Michael, salah satu ketua juri yang turut membuat topik untuk lomba ini mengungkapkan bahwa banyak orang takut dengan topik hubungan internasional hanya karena mereka tidak terbiasa membaca dan mencari tahu lebih dalam. “Sebenarnya topik hubungan internasional yang seringkali dipandang seram justru lebih seru, karena bisa membuka pikiran kita dan membuat kita lebih aware tentang keadaan dunia saat ini,” ujar mahasiswa ITB itu.

Pada babak Quarterfinal, Semifinal, dan Grandfinal, topik yang dibahas yaitu mengenai feminisme, proposal Brexit (Keluarnya Inggris dari Uni Eropa), dan Pemilu Indonesia untuk babak Grandfinal. (cha/rut)

Edukasi Masyarakat Jadi Smart Voter dan Bebas Hoax
April 25, 2019

Universitas Kristen Petra (UK Petra) patut berbangga, tiga mahasiswa Ilmu Komunikasi berhasil meraih Juara III dalam Komunikasi Fiesta 2019, kategori Public Relations Competition yang diselenggarakan oleh Universitas Katolik Widya Mandala (UKWM) Surabaya pada 4-6 April 2019. Mereka adalah Liem Michael Stefan Setianto, Jessica Idelia Soekardjo, dan Jessica Michelle Hartono.

Pada babak penyisihan, peserta diminta berperan sebagai public relations Komisi Pemilihan Umum (KPU) membuat esai pemecahan masalah yang berkaitan dengan isu kabar bohong (hoaks), ujaran kebencian, dan kampanye jahat menjelang pesta demokrasi 2019. Peserta dapat memilih salah satu dari tiga topik tersebut. Ketiga mahasiswa ini memilih isu hoaks. “Isu hoaks di Indonesia cukup serius, masyarakat Indonesia menduduki peringkat tujuh yang paling mudah terpapar hoaks,” terang Jessica Idelia Soekardjo.

Hoaks yang diangkat adalah pemberitaan mengenai KPU telah mendata orang gila untuk masuk kedalam daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu serentak 2019. “Banyaknya isu hoaks dapat mempengaruhi persepsi pembaca dimana berpotensi mempengaruhi para pemilih dalam Pemilu. Maka dari itu kami sebagai Public Relations KPU  merancang beberapa strategi untuk memerangi hoaks dan menciptakan smart voters menjelang Pemilu 2019,” Ujar Jessica Michelle Hartono.

Strategi yang mereka paparkan adalah memberikan edukasi mengenai hoaks terhadap masyarakat baik generasi milenial dan generasi X yang terbagi ke dalam empat taktik yaitu re-branding dan promosi akun KPU, kampanye oleh Influencer di media sosial, mengadakan kompetisi untuk generasi milenial di media sosial, serta kerjasama dengan sinetron “Dunia Terbalik” untuk mengedukasi tentang hoaks.

10 kelompok terbaik melaju ke babak final, dalam waktu kurang dari sehari, peserta diminta melengkapi esai masing-masing dan mempresentasikannya di hadapan juri. “Kami presentasi dua kali, presentasi pertama kami memaparkan tentang isu yang dipilih dan strategi, sementara presentasi kedua kami menambahkan tujuan, Analisis SWOT, dan juga key message,” ujar Michael. (rut/dit)

Bahasa dan Budaya menjadi Jembatan Antar Bangsa
April 25, 2019

Kompetisi Chinese Bridge ke-12 tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) kembali digelar. Acara yang dilaksanakan pada 29-30 Maret 2019 oleh The Office of Chinese Language Council International (Kantor Dewan Bahasa Tionghoa Internasional) Republik Rakyat Tiongkok (RRT) ini bekerjasama dengan program studi Bahasa Tionghoa Universitas Kristen Petra (UK Petra), bertempat di Amphiteater gedung Q.

Tema yang diangkat adalah “Learn Chinese, Double Your World”. Lomba ini memberikan  kesempatan untuk siswa SMA memperagakan kemampuan dan keterampilan berbahasa Mandarin, sekaligus menjalin komunikasi dan saling belajar di antara sesama siswa. Sebanyak 15 peserta dari SMA di Jawa Timur mengikuti kegiatan ini. Ketentuan lomba adalah siswa  SMA, berusia antara 15 - 20 tahun, warga negara Indonesia, lahir, dibesarkan dan menetap di Indonesia, menggunakan bahasa Mandarin sebagai bahasa asing dan bukan bahasa Ibu. Peserta yang sudah pernah menang dan mendapat kesempatan mengikuti lomba internasional di Tiongkok tahun lalu tidak diperbolehkan mengikuti lomba tahun ini.

Tiap peserta mengikuti tiga lomba dalam kompetisi ini, yaitu: (1) ujian tertulis  pengetahuan umum tentang negara dan budaya Tiongkok serta kemampuan menerapkan pengetahuan bahasa Mandarin yang selama ini dipelajari, (2) Pidato dalam bahasa Mandarin dengan tema sesuai dengan tema tahunan kompetisi, dan (3) Keterampilan dalam seni dan budaya Tiongkok meliputi lagu-lagu, musik, tari-tarian, penuturan cerita, akrobatik, alat musik, kaligrafi, seni lukis, seni menggunting, wushu, dan sebagainya. Ujian tulis dilaksanakan pada 29 Maret, sedangkan lomba pidato dan ketangkasan dilaksanakan pada 30 Maret.

Di akhir kompetisi, juara ketiga diraih Mohamad Amirul Islam dari SMA Al Fath Surabaya yang menampilkan keterampilannya memainkan shuang jie gun (double stick), juara kedua diraih  Angelica Tiora dari SMA Xin Zhong yang menampilkan keahliannya bernyanyi, juara pertama diraih oleh Nina Devina dari SMA Xin Zhong yang juga menampilkan kemampuan bernyanyi. Ketiga pemenang seleksi tingkat provinsi ini kemudian mengikuti seleksi tingkat nasional yang diadakan di Jakarta. Pemenang tingkat nasional dapat mengikuti kompetisi Chinese Bridge di Tiongkok dengan biaya dari Kedutaan Besar RRT. Konsul Jenderal RRT, Gu Jingqi, yang hadir dalam kompetisi ini menyampaikan harapannya, “Sesuai dengan nama lomba ini, Chinese Bridge, saya berharap melalui lomba pidato serta talent show ini, generasi muda menjadi jembatan persaudaraan antara Tiongkok dan Indonesia”. (noel/dit)

 

Talkshow ASPIRASI Meriahkan HUT Majalah Genta
April 24, 2019

Perayaan HUT ke-55 majalah Genta oleh Pers Mahasiswa (Persma) dimeriahkan dengan acara talkshow ‘ASPIRASI’, hari Rabu, 20 Maret 2019 di Auditorium Kampus Pusat UK Petra. Aspirasi, tajuk dari acara ini merupakan singkatan dari “Ajakan ‘tuk bersuara, berpikir, dan beraksi”. Sejurus dengan tema, Alvin Ramasurya Wony’s, selaku ketua kegiatan Aspirasi, menyampaikan pesan yang diharapkan tersampaikan melalui kegiatan ini, katanya “Saya berharap bahwa kegiatan ini dapat mengubah pola pikir pesertanya. Mereka tidak lagi menganggap bahwa politik jauh dari mereka, tapi mulai menyadari kalau mereka juga dekat dengan politik”.

Narasumber dalam talkshow yang dihadiri sekitar 400 orang hadirin menghadirkan Martin Anugrah, pendiri dari saluran youtube Cameo Project; serta Pangeran Siahaan, pendiri institusi media asumsi.co. Kedua narasumber ini bergerak di bidang yang relevan dengan kegiatan Persma, yaitu media dan jurnalistik. Martin dan Pangeran berbincang-bincang selama satu jam mengenai bagaimana situasi dan kondisi media saat ini dalam atmosfir tahun pemilu.

Martin menyampaikan bahwa simpang siur berita yang ada saat ini masih dalam batas kewajaran. Mengenai pembatasan media oleh pemerintah, ia mengatakan “media tidak mengalami censorship (penyensoran oleh pemerintah). Saat ini media cukup bebas”. Pangeran menimpalinya dengan pendapat yang searah. Ia mengatakan, “Indonesia mempunyai demokrasi yang terbaik di Asia Tenggara. Kita bisa membandingkan saat ini dengan jaman dulu di Indonesia. Dulu majalah Tempo dan Koran Detik diberedel. Sekarang kita tidak menemukan lagi berita seperti itu. Di Singapura, koran tidak diperbolehkan menulis tentang pemerintah. Censorship, di Singapura lebih parah dari Indonesia”.

Mengenai pemilu yang diadakan pada tanggal 17 April 2019, kedua narasumber menyampaikan hal yang juga senada, yaitu pemilu kali ini unik dan sangat tinggi tingkat kepentingannya. Menurut Martin, para pemilih pemula, perlu memahami bahwa suara yang mereka miliki sangat penting dan mempengaruhi masa depan Indonesia. Pangeran menyampaikan hal yang senada dengan memberikan perbandingan beberapa negara lain, katanya “Di India, penghitungan suara pemilu dilaksanakan dalam jangka waktu satu bulan. Sedangkan Amerika, pemilu langsung dan hasilnya bisa didapatkan dalam waktu satu hari, akan tetapi mereka memakai sistem electoral college, di mana pemilih hanya memilih dua partai besar di masing-masing negara bagian, lalu perwakilan mereka melakukan pemilihan presiden”. (noel/Aj)

Free Grace to Free Give, Paskah UK Petra 2019
April 23, 2019

Sebagai wujud ungkapan syukur atas kebangkitan Tuhan Yesus, segenap civitas akademika Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengikuti Ibadah Paskah pada Senin, 22 April 2019 di Auditorium Kampus Pusat UK Petra. “Selamat Paskah semuanya. Firman Tuhan yang dibagikan hari ini bukan suatu kebetulan. Tuhan menyediakan rencana yang indah buat kita semua.”, ungkap  Rektor UK Petra, Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M.Eng.

    Dilayani oleh hambanya Pdt. Martus Adinugraha Maleachi, Ph. D., tema yang dipilih yaitu “Free Grace to Free Give”. Mengutip Efesus 2:1-10, kita diingatkan untuk tidak menyia-nyiakan hidup kita. Kita telah mendapat anugerah yang Tuhan Yesus berikan kepada kita secara cuma-cuma dan dibayar sangat mahal yaitu dengan nyawa-Nya. Karena kita telah menerima anugerah, kita juga punya tanggung jawab di hadapan Tuhan. “Kita dibenarkan karena iman, tetapi iman yang membenarkan itu tidak pernah sendiri, tetapi kita juga harus melakukan apa yang menjadi kehendak Tuhan. Anugerah ini menuntut kita untuk sadar bahwa kita adalah orang-orang yang telah diperbaharui,” ungkap Rektor Seminari Alkitab Asia Tenggara ini.

    Sebelumnya, Pusat Kerohanian (Pusroh) UK Petra melaksanakan rangkaian kegiatan Paskah yaitu Matthew 25 Challenge yang dilaksanakan pada 25-31 Maret 2019. Peserta yang berpartisipasi ditantang untuk puasa makan mulai pukul 20.00-15.00 dan hanya minum air mineral. Peserta mendapatkan gelang penanda khusus dan celengan kecil, uang makan dan minum selama puasa dimasukan ke dalam celengan dan dikumpulkan saat ibadah Paskah. “Dana yang telah terkumpul akan didonasikan untuk membantu pembuatan Penampungan Air Hujan (PAH) di kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam proyek ini, kami bekerja sama dengan Wahana Visi Indonesia,” ujar Sepridel Hae Tada, S.S., M.Div., selaku Staf Pusroh UK Petra.

Melalui kesempatan ini pula, Rektor UK Petra, Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M.Eng. menyampaikan kampanye baru UK Petra untuk mengurangi pemakaian botol plastik serta penghijauan di wilayah UK Petra. Secara simbolis, Prof. Djwantoro menyerahkan tiga buah botol tumbler kepada masing-masing Wakil Rektor UK Petra dan juga tanaman dan biji-bijian kepada Kepala Unit Pelayanan dan Pemeliharaan Kampus (UPPK) UK Petra. (rut/Aj)

 

Kembali, UK Petra Menjadi Perguruan Tinggi Pengasuh tahun 2019
April 18, 2019

Puji Syukur, Universitas Kristen Petra (UK Petra) kembali menerima berita bahagia karena dipercaya oleh Kemenristekdikti Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) menjadi Perguruan Tinggi Pengasuh. “Tahun ini menjadi tahun ketiga bagi UK Petra menjadi Perguruan Tinggi Pengasuh. Hanya Perguruan Tinggi Terakreditasi A dan lolos seleksi dari Kemenristekdikti Direktorat Jenderal Belmawa yang mendapat kepercayaan melaksanakan Program Asuh 2019”, ungkap Dr. Dra. Gan Shu San, M.Sc., selaku Kepala Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UK Petra.

Legalitas ini tertuang berdasarkan Surat Keputusan No 74/B/HK/2019. Batch 1 di tahun 2019 ini ada proses seleksi yang harus dilewati oleh UK Petra. Hanya 20 Perguruan Tinggi se-Indonesia saja yang lolos seleksi, salah satunya UK Petra. Tahun ini (2019) UK Petra akan mengasuh empat Perguruan Tinggi yaitu Universitas Tribuana Kalabahi-Alor, Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Soe, Universitas Kristen Surakarta dan Universitas Wisnuwardhana Malang.

Banyak kegiatan yang telah disusun oleh UK Petra diantaranya pelatihan dan pendampingan khususnya Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME) secara intens pada Perguruan Tinggi yang diasuh. Dengan adanya kegiatan ini harapannya akan menumbuhkan budaya mutu di Perguruan Tinggi sekaligus meningkatkan akreditasi program studi. Dengan adanya program asuh ini maka percepatan peningkatan mutu melalui pembimbingan dan revitalisasi.

Dampak program ini sangat nyata dan membantu Perguruan Tinggi di Indonesia untuk berkembang menjadi lebih baik. “Berdasarkan data, tahun 2017 sebanyak 20% Program Studi yang diasuh akreditasinya meningkat dan 80% dalam proses reakreditasi sedangkan tahun 2018 Program Studi yang diasuh naik 11% akreditasinya dan 89% dalam proses reakreditasi.”, urai Masluhin Hajaz, Kasubdit Penguatan Mutu, Direktorat Penjaminan mutu, Belmawa saat memberikan sosialisasi beberapa waktu yang lalu. (Aj/padi)

Wadahi Startup dan Investor Lewat Website
April 18, 2019

Eveline Cynthia Irawan, Felicia Listyani, dan Giovanni Gabriela Gunadi, mahasiswi Sistem Informasi Bisnis (SIB) Universitas Kristen Petra (UK Petra) berhasil meraih Juara Harapan I dalam Fit Competition kategori website. Fit Competition diselenggarakan pada 18-20 Maret 2019 oleh Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Salatiga.

Pada babak penyisihan, peserta diminta membuat proposal rancangan website. Tidak ada tema khusus pada kompetisi ini, hanya saja peserta diminta memecahkan masalah yang ada di masyarakat. Ketiga mahasiswi angkatan 2016 ini memilih bidang Ekonomi Bisnis dengan merancang sebuah website bernama Starvest yang mempertemukan startup dan investor. Topik ini dipilih, bermula dari ketertarikan pada startup, serta pengalaman teman mereka yang pernah memiliki startup. Saat ini, banyak startup baru yang bermunculan, namun banyak juga yang mundur dan tidak melanjutkan. “Mencari investor untuk sebuah startup tidaklah mudah, tidak sedikit pula investor yang sulit untuk percaya pada sebuah startup. Kami membuat website yang dapat menjadi wadah promosi para startup, investor juga dapat mencari tahu lebih lanjut sehingga dapat memilih startup yang sesuai,” ujar Giovanni.

“Website ini juga memungkinkan adanya interaksi dengan memberikan kritik dan saran untuk startup. Selain itu keunggulan dari website ini adalah menyediakan grafik like perhari, analisa investor, dan juga analisa project Startup,” ungkap Eveline.

Pada 19 Maret 2019, sebanyak 10 peserta terbaik hadir ke UKSW untuk mengikuti  babak final. Di babak final, peserta diberi waktu 12 jam untuk merealisasikan website yang telah mereka rancang. Pada 20 Maret 2019, mereka mempresentasikan website mereka dihadapan para juri. Walaupun mereka lelah dan kurang tidur, jerih payah mereka membuahkan hasil dengan menjadi peringkat keempat terbaik dalam kompetisi ini. “Melalui lomba ini, kami mendapatkan pengalaman dan ide, ini juga mengasah kemampuan dan pengetahuan kami. Selain itu kami juga dapat belajar banyak dari lawan.” urai Felicia. (rut/padi)

Beri Ide Peningkatan Pendapatan dengan Abon Ikan
April 16, 2019

 

Tiga mahasiswa Program Manajemen Bisnis Universitas Kristen Petra (UK Petra) berhasil meraih juara III dalam Airlangga Social Urban Community Award (AUSCA) 2018. Fenny Jie, Gracia Stefani, dan Audrey Tanri Halim mengikuti lomba pengabdian masyarakat  yang diselenggarakan oleh Universitas Airlangga dan menjadikan UK Petra sebagai satu-satunya perguruan tinggi swasta yang berhasil lolos ke babak final.

Lomba ini terdiri dari pembuatan esai dan live in selama tiga hari di Desa Jolosutro, Blitar. Dari beberapa topik yang diberikan, ketiganya memilih topik ekonomi dengan membuat esai mengenai pemanfaatan media digital berbasis internet pada masyarakat pedesaan untuk pemasaran secara daring (dalam jaringan).

Sebagian besar penduduk Desa Jolosutro bekerja sebagai nelayan, dan dalam menjalankan profesinya, para nelayan tidak dapat menghasilkan keuntungan yang maksimal karena adanya “permainan” harga jual ikan yang merugikan nelayan. Semua hasil tangkapan ikan langsung dibeli habis oleh tengkulak dan masyarakat lain dengan harga yang tidak tentu. “Menurut kami harga jual hasil tangkapan ikan para nelayan dapat ditingkatkan dengan tidak menjual seluruhnya ke tengkulak dan masyarakat lain. Para nelayan bersama dengan masyarakat Kampung Jolosutro dapat memberikan tambahan nilai pada ikan hasil tangkapan untuk meningkatkan penghasilan. Kami memberikan solusi alternatif yaitu dengan mengolah sebagian ikan hasil tangkapan nelayan menjadi abon ikan khas Jolosutro,” ujar Fenny Jie.

Ketiganya memilih abon karena pembuatannya yang sederhana dan bahan-bahannya mudah didapatkan. Mereka juga menemukan resep dari youtube dan membuat sendiri contoh produknya. Saat live in, ketiganya melaksanakan demo dan sosialisasi membuat abon di balai desa yang diikuti oleh warga, khususnya ibu-ibu Program Keluarga Harapan (PKH ). Mereka juga mempersiapkan desain dan kemasan yang dapat digunakan oleh warga untuk menjual abon ikan tersebut. Setelah itu warga dikenalkan mengenai pemasaran daring seperti tokopedia, shopee dan pemasaran luring (luar jaringan) dalam kegiatan wirausaha. “Pada saat kami ke Desa Jolosutro, ternyata jaringan internet cukup sulit di wilayah tersebut, oleh sebab itu kami menawarkan solusi lainnya yaitu pemasaran secara luring dengan menitipkan produk ke toko-toko pusat oleh-oleh,” ungkap Audrey Tanri Halim.

Di hari terakhir mereka mempresentasikan kegiatan yang telah dilakukan selama live in. Mereka berhasil mendapatkan piala dan uang senilai Rp 1.000.000,-, atas  inisiatif pribadi, mereka menyumbangkan uang tersebut kepada masyarakat disana. “Kami menyumbangkan uangnya kepada warga sebagai modal usaha, karena tujuan utama kami adalah pengabdian masyarakat,” tutup Gracia Stefani. (rut/dit)

 

 

Dekan Fakultas Bisnis dan Ekonomi Terpilih Sebagai United Board Fellows
April 16, 2019

Universitas Kristen Petra (UK Petra) kembali mengirimkan perwakilannya dalam Program United Board (UB) Fellows. Pada periode 2019-2020 ini, Dr. Ricky, S.E., MR.E., Dekan Fakultas Bisnis dan Ekonomi UK Petra terpilih mewakili UK Petra dalam Asosiasi Pendidikan Tinggi Kristen di Asia ini. Program UB Fellows merupakan program jangka panjang selama setahun yang dirancang untuk menjawab kebutuhan pengembangan kepemimpinan untuk staf pengajar dan administrator menengah dari perguruan tinggi dan universitas Asia. Tujuan dari program ini adalah untuk mengembangkan para pemimpin yang dinamis agar dapat memajukan pendidikan di universitas masing-masing.

Tahun ini, sebanyak 17 fellows dari seluruh Asia terpilih untuk mengikuti program ini. Sebelum terpilih, calon fellows harus mengirimkan curriculum vitae (cv), esai dari pertanyaan yang diberikan, dan juga formulir aplikasi. Selanjutnya terdapat dua kali wawancara dengan pejabat UB. Ricky mengaku tertarik untuk mengikuti program ini karena studi doktoralnya berkaitan dengan educational leadership dan servant leadership. “Selain karena berkaitan dengan studi terakhir saya, saat ini saya berada di posisi dekan, tidak ada sekolah khusus untuk menjadi dekan, melalui program ini saya harap dapat belajar dari fellows lainnya,” ungkap dosen International Business Management UK Petra ini.

Program ini dibagi menjadi tiga kegiatan besar yang akan dilaksanakan secara bertahap dan dimulai dari tanggal 7 Juli 2019. Mulai dari pengisian materi selama tiga minggu di Harvard University, dilanjutkan dengan penempatan fellows di salah satu universitas rekanan UB selama 1 sampai 3 bulan. Fellows dapat memilih kampus yang dituju untuk mengamati, berdiskusi, serta belajar tentang kepemimpinan yang diterapkan. Mengakhiri rangkaian kegiatan UB Fellows, peserta akan mengikuti seminar dan mempresentasikan hasil yang diperoleh selama setahun mengikuti program ini.

Dosen yang mendapatkan gelar Doktornya di University of Birmingham ini menyatakan beberapa manfaat dari mengikuti program UB Fellows adalah mendapat insight dari orang lain dan dapat merefleksikan tentang hal-hal yang telah dijalankan, mengetahui perkembangan di dunia pendidikan, serta menambah kerja sama dan jejaring. “Saya berharap setelah mengikuti program ini, saya dapat melakukan perubahan yang berarti, ada sesuatu yang dapat saya kerjakan secara nyata, selain itu juga dapat menjadi pribadi yang resourcefull dan memiliki banyak ide dalam memimpin Fakultas Bisnis dan Ekonomi UK Petra,” tutup Ricky. (rut/dit)

Bincang Buku Jejak Tionghoa Peranakan Pendiri Indonesia
April 15, 2019

Pemahaman sejarah bangsa sangat berperan dalam membentuk identitas diri bangsa. Peran dan kontribusi setiap warga negara sangat penting karena akan mewarnai dan membentuk arah pembangunan suatu negara.  Sebagai salah satu upaya untuk memberikan pemahaman sejarah yang akurat, Perpustakaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) menggelar acara bincang buku “Jejak Tionghoa Peranakan Indonesia” pada 22 Maret 2019. Buku yang diangkat berjudul “Pejambon 1945: Konsensus Agung para Pendiri Bangsa” karya Osa Kurniawan Ilham, hadir sebagai penanggap Yordan Batara-Goa, dosen pengajar di Departemen Matakuliah Umum UK Petra.

Osa mengatakan “Setelah 70 tahun Indonesia merdeka, ada fragmen-fragmen yang tidak diperhatikan dan saya tertarik menulis yang tidak ditulis oleh sejarawan”. Salah satu fragmen yang disoroti adalah kontribusi warga keturunan Tionghoa. Buku yang ditulis tahun 2013 bersama Daradjadi Gondodiprojo, dan diterbitkan tahun 2018 ini memuat catatan percakapan para pendiri bangsa yang tersimpan dalam arsip nasional. Arsip ini sangat lengkap dan tertulis dalam tata bahasa ilmu hukum yang cermat.

Untuk memahami babak sejarah yang dimaksud Osa, ia memaparkan peran etnis Tionghoa Indonesia dalam sejarah yang telah mengalami pembedaan sejak zaman Hindia Belanda dan Jepang. Pemerintah Hindia-Belanda menggolongkan warga keturunan Tionghoa sebagai golongan ‘Timur Asing’ yang kedudukannya berbeda dengan warga  Indonesia. Pembedaan ini dilanjutkan oleh Jepang saat pendudukan di Indonesia.

Peran tokoh-tokoh Tionghoa Indonesia dalam kedua jaman ini memiliki peranan penting yang tidak disebutkan lagi di era setelah Indonesia merdeka. Salah satu peran penting itu tercatat sebagai anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) seperti Liem Koen Hian, Oey Tiang Tjoei, Oei Tjong Hauw, serta MR. Tan Eng Hoa, serta peran sebagai Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) yang berkumpul pada Agustus 1945 di jalan Pejambon, Jakarta, sekarang gedung Pancasila dan sebagai penyusun dasar negara ini.

Yordan Batara Goa, selaku penanggap, mengapresiasi buku Osa yang memaparkan peran etnis Tionghoa Tionghoa dalam kemerdekaan Indonesia, Ia menyitir pidato Ir. Soekarno pada 1 Juni 1945, katanya “Bung Karno merekonstruksi arti sebagai Bangsa Indonesia yaitu setiap orang dari berbagai latar etnis yang mengaku sebagai Bangsa Indonesia dan berjuang demi tegaknya Indonesia”. (noel/dit)

Angkat Sisi Positif Bonek, Tiga Mahasiswa UK Petra Raih Juara I
April 15, 2019

Tiga mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Kristen Petra (UK Petra) meraih juara 1 dalam ajang Epicentrum 2018 yang digelar oleh Universitas Padjajaran, Bandung. Lavenia Pili Roboh, Tipta Santa Tampubolon, dan Ricky Ciputra berhasil mengalahkan perwakilan dari universitas-universitas ternama di Indonesia dalam kategori lomba Specture (Speak The Truth). Mengangkat tema “solve the misconceptions”, Specture merupakan lomba membuat program siaran radio berupa audio feature dengan topik tertentu.

Terdapat empat pilihan topik yaitu politik, olah raga, sekolah, dan lingkungan. Ketiganya memilih topik olah raga dan membahas tentang suporter kesebelasan Persebaya Surabaya yaitu bonek. Pada babak penyisihan, tim diminta membuat radio feature berdurasi maksimal lima menit serta melampirkan proposal secara online. “Kami memilih topik olah raga yaitu Pesan Damai Suporter Sepak Bola, yaitu bonek. Kami ingin mencari sesuatu yang baru, kami kira pasti akan banyak yang memilih topik politik, sehingga kami ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda,” ujar Lavenia.

Selama ini, Bonek memiliki citra yang kurang baik, namun tidak banyak yang tahu bahwa bonek mulai mengembangkan gerakan-gerakan positif, seperti Bonek Care dan Bonek Academy. Bonek Care merupakan gerakan bonek menggalang dana untuk korban bencana alam. “Kami ingin mengangkat sisi positif dari bonek, sebelumnya kami juga mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya terkait bonek, salah satunya dari Pak Obed, dosen DKV UK Petra yang bergerak di bonek writer forum,” ungkap Ricky.

Pada babak final, terpilih lima tim terbaik yang diminta membuat program radio berdasarkan topik radio feature yang telah dikumpulkan pada penyisihan. Di babak final ini, ketiganya mengupas program bonek satu-persatu. Mereka terbagi menjadi dua penyiar dan satu bertugas menjadi operator. Berkat konten yang rapi dan lengkap, mereka berhasil meraih juara 1 dan mendapatkan sertifikat, plakat, dan uang senilai Rp. 3.000.000,-. (rut/Aj)

Memahami Bahasa Melalui pemahaman Sejarah
April 03, 2019

Beragam kegiatan diselenggarakan oleh King Sejong Institute (KSI) di UK Petra dalam memberikan pendidikan Bahasa Korea, mulai dari kursus bahasa, kelas kebudayaan hingga kompetisi. Pada tanggal 29 Maret 2019, KSI menyelenggarakan kuliah umum dengan tema “Modern Korean History”. Kuliah umum ini dihadiri 51 orang sivitas UK Petra, dan 12 orang dari universitas swasta lain di Surabaya. Dalam sambutannya, Dr. Liliek Soelistyo, M.A., selaku Direktur KSI mengatakan, “Apabila kita belajar bahasa dan budaya Korea, kita harus juga tahu sejarah Korea”.

Sebagai narasumber, KSI menghadirkan Mr. Lee Kyeong Youn, Ketua Korean Association  wilayah Jawa Timur. Dalam membuka kuliah umum dengan judul ‘100 Tahun Sejarah Korea’, Lee menyampaikan dalam bahasa Indonesia yang nyaris sempurna, “Kita saat ini mengenal Korea Selatan dengan budaya K-POP, serta film. Yang akan saya tunjukkan kali ini adalah 100 tahun sejarah Korea, yang sebetulnya merupakan cerita yang sedih”.

Sejarah Pergerakan Kemerdekaan Korea yang dimaksud di sini adalah seluruh semenanjung Korea, baik Korea Utara dan Korea Selatan dari penjajahan Jepang. Sejak akhir abad ke-14 sampai dengan permulaan abad ke-20, semenanjung Korea diperintah oleh Dinasti Kerajaan Joseon. Di akhir abad ke-19, tepatnya pada tahun 1887, pasukan negara Jepang melakukan penyerbuan ke Korea dan berhasil mengalahkan pasukan Joseon karena keunggulan teknologi.

Puncaknya adalah pada tanggal 29 Agustus 1910 saat Kaisar Sunjong menyerah dan melepas kekaisarannya. Hari itu akan dikenang oleh seluruh bangsa Korea sebagai hari di mana bendera Jepang dipasang di pintu utama istana Joseon, serta hari itu adalah tanda dimulainya 35 tahun penjajahan Jepang atas Korea.

Menutup kuliahnya, Lee menyampaikan permohonan bagi semua peserta untuk mendoakan Korea, katanya “Memperingati 100 tahun ini, saya minta anda untuk mendoakan agar Korea bisa bersatu”. (noel/Aj)