A CARING AND GLOBAL UNIVERSITY WITH COMMITMENT TO CHRISTIAN VALUES

Berita

Chinese Bridge 2017: “Dreams Enlighten the Future”
June 24, 2017

Menjadi ahli dalam bahasa atau sastra tentu membutuhkan pemahaman atas budaya, dengan pemahaman budaya maka pengguna bahasa akan lebih mudah untuk mempelajari dan memahaminya. Program Studi Sastra Tionghoa Universitas Kristen Petra (UK Petra) bekerjasama dengan The Office of Chinese Language Council International  (Hanban) menyelenggarakan Lomba Chinese Bridge (Hanyu Qiao) Tingkat SMA yang bertujuan untuk meningkatkan pengenalan budaya Tionghoa.

Lomba Chinese Bridge diadakan sejak tahun 2008 dimana wakil dari Indonesia dipilih melalui penyisihan di tingkat regional dan kemudian nasional. Penyisihan regional Jawa Timur untuk tingkat SMA dilaksanakan di UK Petra pada tanggal 28-29 April 2017 di Ruang AVT 502 Gedung T UK Petra. Sebanyak 46 orang peserta dari 20 SMA di Jawa Timur mengikuti penyisihan, meningkat dari tahun sebelumnya yang berjumlah 36 orang.

Lomba Chinese Bridge diadakan sejak tahun 2008 dimana wakil dari Indonesia dipilih melalui penyisihan di tingkat regional dan kemudian nasional. Penyisihan regional Jawa Timur untuk tingkat SMA dilaksanakan di UK Petra pada tanggal 28-29 April 2017 di Ruang AVT 502 Gedung T UK Petra. Sebanyak 46 orang peserta dari 20 SMA di Jawa Timur mengikuti penyisihan, meningkat dari tahun sebelumnya yang berjumlah 36 orang.

Ada 3 perlombaan dalam Chinese Bridge yang harus diikuti para peserta, yang pertama Lomba Ujian Tertulis seputar pengetahuan umum tentang negara dan budaya Tionghoa, kedua Lomba Pidato Bahasa Mandarin, yang mana tiap peserta diberi kesempatan selama 90 detik untuk berpidato dengan tema “Dreams Enlighten the Future” dan yang ketiga Lomba Keterampilan (Talent) Seni-Budaya Tionghoa, seperti lagu-lagu, musik, tari-tarian, penuturan cerita, akrobatik, alat musik, kaligrafi, seni lukis, seni menggunting, wushu, dan lain sebagainya. Penampilan para peserta dinilai oleh dewan juri yang beranggotakan Wang Yi Feng (UK Petra), Su Xiao Xue (Universitas Widya Kartika) dan Zhang Su Qin (Confucius Institute – Unesa), ketiganya adalah pelaku pendidikan bahasa Mandarin dan juri pilihan dari Konsulat Hanban. Dari 46 peserta yang mengikuti lomba ini diambil 6 pemenang dengan penghargaan Juara 1, sampai 3, Juara Harapan,  Juara Pidato Terbaik dan Juara Talent Show Terbaik. Siswa SMA Xin Zhong Surabaya menyabet semua juara, Juara Talent Show Terbaik diraih oleh siswa MA Almajidiyah Madura. Juara 1, 2, dan Talent Terbaik dari penyisihan ini mengikuti penyisihan nasional tingkat SMA di Jakarta pada tanggal 28 Mei 2017.

Hadir dalam acara ini Gu Jingqi, Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tionghoa di Surabaya. Dalam sambutannya, Gu mengemukakan hubungan kerjasama antara Tiongkok dan Indonesia sudah terjalin sejak lama dari jalur sutra maritim (hai shang si chou zhi lu) ditandai dengan kedatangan Zheng He (Laksamana Haji Cheng Ho) ke Pulau Jawa. Hubungan baik ini harus terus dijaga sehingga akan memperkuat dan memajukan kedua negara. Hubungan ini juga melalui peran para pemuda, apabila pemuda kuat, maka negara juga kuat, apabila hubungan pemuda kedua negara kuat, maka hubungan negara juga kuat. Gu Jingqi mengatakan, “Lewat Hanyu Qiao para pemuda Indonesia bisa mengenal bahasa dan budaya Tiongkok dan meningkatkan pemahaman antara pemuda Indonesia dan RRT”. (noel/dit)

Petra Tax Competition 2017
June 22, 2017

Seiring perkembangan jaman yang mulai beranjak pada ranah digital media, dunia pajak pun turut serta dalam memajukan dunia perpajakan dengan basis digital. Hal ini diimplementasikan oleh Himpunan Mahasiswa Akuntansi Pajak Universitas Kristen Petra (Himajaktra)  Program Akuntansi Pajak Universitas Kristen Petra untuk menyelenggarakan Petra Tax Competition (PTC).

Petra Tax Competition (PTC) 2017 merupakan acara tahunan berupa lomba perpajakan dan seminar nasional. PTC tahun sebelumnya hanya berupa lomba, tahun ini berbeda karena ditambah dengan kegiatan seminar nasional. Kegiatan ini bertujuan untuk menampung dan memberikan kesempatan bagi mahasiswa akuntansi dan perpajakan di seluruh Indonesia untuk mengembangkan prestasi akademik khususnya dalam bidang perpajakan.

PTC 2017 mengangkat tema “The Rise of Tax Heroes” yakni berfokus pada sebuah isu tentang jumlah konsultan pajak Indonesia dan hubungannya terhadap rendahnya kinerja penerimaan pajak negara. Pemerintah Indonesia sedang menggiatkan usaha dalam menaikkan pendapatan negara salah satunya dengan melalui pajak. Mengacu data Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan, kinerja penerimaan pajak negara sepanjang Kuartal I tahun 2016 masih memprihatinkan. Salah satu penyebab dari rendahnya kinerja penerimaan ini adalah karena kurangnya jumlah konsultan pajak di Indonesia.

Oleh karena itu, Himpunan Mahasiswa Akuntansi Pajak (Himajaktra) menyelenggarakan Petra Tax Competition 2017 yang bertujuan untuk membekali mahasiswa akuntansi dan perpajakan dengan keahlian di bidang perpajakan sehingga kedepannya dapat menjadi konsultan pajak dan meningkatkan jumlah konsultan pajak Indonesia yang handal.

Sebelum kompetisi berlangsung,  terdapat seminar nasional pada tanggal 12 Mei 2017 bertema “Taxation in the Era of Digital Economy” dengan pembicara Yusuf W. Ngantung, LL.B, LL.M Int. Tax., ADIT , selaku Senior Manager of International Tax / Transfer Pricing Services at Danny Darussalam Tax Centre dan Syafrian S.E, M.A selaku Account Representative di Direktorat Jenderal Pajak Kementrian Keuangan.

Kompetisi berlangsung pada tanggal 13 Mei 2017. Kompetisi dimulai dengan babak penyisihan sesi 1 yakni Partnership Formation, babak penyisihan sesi 2 yakni Self Assessment Test, Babak Penyisihan sesi 3 yakni Rally Games, Babak Semifinal yakni Lift Your Board, Babak Semifinal yakni Be Fast Be Right, dan Babak Final yakni Petra Presentation Project.

Terdapat 26 tim tergabung menjadi peserta PTC 2017 yang berasal dari mahasiswa berbagai universitas di Indonesia, antara lain Universitas Indonesia, Universitas Trisakti, Sekolah Tinggi Administrasi Negara (STAN), Universitas Brawijaya, Universitas Widya Mandala Surabaya, STIE Perbanas, Universitas Surabaya, Politeknik UBAYA, UNESA, Universitas Tarumanegara, Universitas Airlangga, dan Universitas Katolik Soegijapranata.

Kompetisi berlangsung satu hari dan akhirnya menghasilkan pemenang. Juara 1 diraih oleh Politeknik Keuangan Negara STAN, Juara 2 diraih oleh Universitas Indonesia dan Juara 3 diraih oleh Universitas Brawijaya. Ajang ini digunakan sebagai sarana menambah wawasan sekaligus mengasah kemampuan sehingga mampu bersaing di tingkat Nasional. Hal ini disampaikan juga oleh salah seorang peserta dari Universitas Indonesia, Pandu.“Sebelumnya saya tidak ada pengalaman mengikuti perlombaan, kali ini dipercaya oleh Fakultas Vokasi Administrasi Perpajakan Universitas Indonesia untuk menambah wawasan dan pengalaman di bidang perpajakan. Persiapan yang dilakukan adalah belajar selama kurang lebih satu bulan dan pastinya berdoa,” urai Pandu sebelum mengikuti acara seminar nasional (fsc/dit).

Sikapi kondisi NKRI, UK Petra Gelar Kebaktian Kebangsaan
June 22, 2017

Mencermati kondisi bangsa saat ini yang sedang mengalami tekanan intoleransi, Universitas Kristen Petra (U.K. Petra) tergerak untuk peduli dengan situasi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan menggelar acara Kebaktian Kebangsaan pada 15 Mei 2017 yang lalu di auditorium UK Petra.

Saatnya untuk bicara dan tidak duduk diam, inilah yang menggerakkan sivitas akademika untuk turut hadir bersatu hati membentuk optimisme diri. Aksi menyatukan hati demi kesatuan NKRI ini terjadi berkat kerjasama antara U.K. Petra dengan Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) Jawa Timur. Acara ini berupa Ibadah Kristiani yang bernuansa kebangsaan yang terdiri dari puji-pujian, doa bagi bangsa, dan kotbah. Istimewanya, acara Kebaktian Kebangsaan ini dilengkapi dengan sebuah pernyataan iman dan sikap UK Petra terhadap kondisi kebangsaan sebagai bentuk dari rasa cinta terhadap NKRI ini. Yang pada intinya berbunyi : “Kami berkomitmen mengasihi bangsa kami dan semua orang tanpa memandang latar belakang”. Sekitar 700 orang hadir memenuhi ruangan di lantai 2 tersebut dalam ibadah yang berlangsung mulai pukul 11.30 WIB tersebut. Menghadirkan sejumlah perwakilan dari gereja-gereja di Surabaya, pejabat struktural U.K. Petra, dosen, persona kependidikan hingga mahasiswa U.K. Petra. Sebagai kaum intelektual yang peduli pada bangsa, U.K. Petra memandang perlu untuk menyatakan sikap secara terbuka sebagai aspirasi anak bangsa. Acara Kebaktian Kebangsaan ini bertujuan untuk menyatukan hati sebagai keluarga besar Universitas Kristen Petra untuk mengekspresikan kecintaan pada bangsa dan negara Indonesia sekaligus kepedulian terhadap kondisi bangsa yang memprihatinkan.

Kebaktian Kebangsaan ini menghadirkan Pdt. Dr. M. Sudhi Dharma, M.Th. sebagai penyampai Firman Tuhan. Pdt. Dr. M. Sudhi Dharma, M.Th. menyatakan bahwa apa yang terjadi di NKRI saat ini tidak lepas dari keberadaan umat Tuhan dan peristiwa kali ini bukan masalah biasa. Bhinneka Tunggal Ika adalah sebuah anugerah Tuhan dan Indonesia merupakan bangsa yang paling unik di dunia dengan kemajemukan serta keanekaragamannya. “Kesempatan ibadah kali ini memiliki makna penting dan strategis sehingga umat Tuhan di NKRI memiliki kesempatan untuk ambil bagian dalam memberikan kontribusi nyata untuk NKRI,” urai Pdt. Dr. M. Sudhi Dharma, M.Th. yang juga sebagai ketua BAMAG.  

Prof. Ir. Rolly Intan, M.A.Sc., Dr. Eng, menyampaikan sebagai anak Tuhan, sebagai institusi Kristen, dan sebagai Gereja yang harus dilakukan pertama adalah datang kepada Tuhan. Oleh sebab itu, hari ini UK Petra mengajak BAMAG Jatim untuk mengadakan kebaktian kebangsaan ini. “Paling tidak adalah dua hal yang patut disimak. Pertama, kita tidak perlu putus asa, kita baru saja menyelesaikan Paskah, ada sebuah kemenangan yang terjadi, sesuatu yang terjadi, sejelek apapun, kita yakin bahwa saat ini kita ada di dalam kedaulatan Tuhan. Kedua, sebagai umat Tuhan kita harus menyuarakan kebenaran Tuhan. Oleh sebab itu, pada kesempatan ini, perkenankan saya sebagai institusi Pendidikan Tinggi Kristen merasa ikut bertanggung jawab dan ikut ambil bagian di dalam menyuarakan atas respon apa yang terjadi di NKRI,” urai Prof. Ir. Rolly Intan, M.A.Sc., Dr. Eng (fsc/dit).

Prime Time 2017
June 22, 2017

Pada hari Rabu hingga Jumat (26-28/4), Himpunan Mahasiswa Desain Komunikasi Visual  Universitas Kristen Petra (HIMAVISTRA) mengadakan kegiatan Prime Time 2017. Bertempat di Selasar Gedung P Lantai 2 Universitas Kristen Petra, kegiatan Prime Time 2017 dibalut dengan kegiatan diskusi, pameran, dan workshop yang melibatkan berbagai komunitas di bidang seni. Kegiatan ini bertujuan agar mahasiswa aktif Desain Komunikasi Visual UK Petra dapat memproleh referensi dan relasi seputar dunia kerja maupun industri kreatif.

Latar belakang kegiatan Prime Time 2017 adalah karena kurangnya kesadaran akan pentingnya memiliki relasi sesuai dengan bidang kreatif yang diminati. Sebagai mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV), menjalin relasi dengan insan kreatif non mahasiswa maupun mahasiswa di luar Universitas Kristen Petra merupakan hal yang tidak kalah penting dengan nilai akademis atau kegiatan organisasi di dalam kampus, namun, pada kenyataannya tidak semua mahasiswa menyadari pentingnya memiliki relasi dengan insan-insan kreatif di luar kampus.

Oleh sebab itu, Prime Time 2017 menjadi salah satu sarana agar mahasiswa dapat mengetahui bidang yang diminati. Tujuannya agar mahasiswa dapat dengan mudah menjalin relasi dengan insan-insan kreatif serta mengerti tujuan dari membangun relasi di luar kampus, sehingga dengan menjalin relasi dengan insan kreatif, dapat membantu mahasiswa untuk mendapatkan referensi lebih luas mengenai bidang yang diminati.

Prime Time 2017 mengangkat tema “Cangkrukart” yang berasal dari dua kata yaitu cangkrukan dan art. Cangkrukan merupakan istilah yang dekat dengan masyarakat Jawa Timur. Di dalam cangkrukan biasanya terdapat diskusi, silahturami dan transaksi. Ketiga hal ini diterapkan dalam Prime Time 2017, dimana mahasiswa berkumpul dengan insan kreatif dari luar Universitas Kristen Petra, berdiskusi mengenai bidang-bidang desain hingga bertransaksi sebuah karya maupun ilmu.

Salah satu kegiatan di Prime Time 2017 adalah diskusi dengan narasumber dari design agency dan narasumber dari creative industry. Narasumber diskusi ini adalah Lydia Tarigan, seorang Creative Director dari Ogilvy and Mather Indonesia. Diskusi dengan design agency ini membahas tentang bagaimana menemukan passion untuk bertahan dalam sebuah agency serta berbagi tentang kehidupan di dunia design agency. Sedangkan diskusi bersama creative industry (workshop) mendatangkan pembicara Amelia Tania dan membahas bagaimana untuk tidak takut berkarya dan mampu menjadi dampak bagi lingkungan

Kegiatan workshop ini bertujuan untuk pembekalan hardskill bagi mahasiswa yang disesuaikan dengan trend masa kini. Workshop yang akan diadakan adalah workshop ilustrasi. Sedangkan rangkaian kegiatan pameran yang diadakan melibatkan beberapa komunitas seni atau desain yang ada di Surabaya. Pameran ini juga terbuka bagi mereka yang ingin menunjukkan karya mereka. Prime Time 2017 mendatangkan beberapa komunitas antara lain, komunitas Papan Dolanan Arek Suroboyo (PADAS), Surabaya Caricarturist Community, CLICK ITS, Instastreet, Penahitam, dan Besok Nyuci 35mm.

“Dengan adanya kegiatan Prime Time 2017 ini, diharapkan mahasiswa DKV UK Petra dapat membangun relasi dengan dunia seni di luar kampus. Selain itu, mahasiswa DKV UK Petra juga memperoleh gambaran jelas dan kemantapan passion yang dimiliki,” urai Eunike Sara Ardyta, selaku Ketua Panitia Prime Time 2017 (fsc/dit).

Customs Goes to Campus Bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
May 24, 2017

Pada hari Selasa tanggal 21 Maret 2017, Program Akuntansi Pajak Universitas Kristen Petra (UK Petra) bekerja sama dengan Direktorat Jenderal  Bea dan Cukai menyelenggarakan acara Customs Goes o Campus. Bertempat di ruang Audio Visual Gedung T (AVT) 502, sekitar 188 mahasiswa UK Petra dan beberapa dosen UK Petra berpartisipasi dalam acara ini. Customs Goes to Campus merupakan salah satu bentuk kegiatan sosialisasi KPPBC (Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai) Tipe Madya Pabean Juanda dengan berkunjung ke universitas-universitas yang terdapat di kota Surabaya dan sekitarnya.

Acara ini mendatangkan beberapa narasumber, antara lain Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi, Hendro Trisulo. Rudi Hermawan selaku Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai, Bambang Tjahjono selaku Kepala Seksi Administrasi Manifes, Zahrotun Nisa selaku Kepala Subseksi Penyuluhan.

Secara keseluruhan, Direktorat Jenderal  Bea dan Cukai dibagi menjadi empat peran, yakni industrial assitance yang bertugas untuk membantu kemajuan perkembangan serta melindungi industri dalam negeri dari persaingan global. Selain itu, trade facilitator yang bertugas untuk memberikan fasilitas kemudahan bagi perdagangan dan industri. Terdapat pula community protector yang bertugas untuk melindungi masyarakat dari pemasukan barang yang merusak lingkungan dan yang mengganggu kesehatan. Terakhir, revenue collector yang bertugas mengumpulkan penerimaan negara yang berasal dari          pembayaran bea masuk dan pajak dalam rangka impor serta cukai.

Kegiatan Customs Goes to Campus ini diharapkan dapat memperkaya pengetahuan dan wawasan para mahasiswa dalam bidang Kepabeanan dan Cukai. Selain itu, pengetahuan dan wawasan yang mahasiswa peroleh diharapkan dapat dibagikan kepada masyarakat agar masyarakat semakin mengenal dan memahami mengenai tugas pokok dan fungsi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

“Kami percaya banyak mahasiswa UK Petra yang sudah sering melakukan transaksi daring secara nasional maupun internasional, selain itu, berpergian dari luar negeri dengan membawa oleh-oleh aneka barang. Pelaksanaan kegiatan semacam ini, kami harapkan nantinya membuat para mahasiswa lebih memahami bagaimana seharusnya menjalankan hak dan kewajiban ketika membawa barang atau benda saat mereka dari luar negeri,” terang Rudi Hermawan selaku kepala seksi kepabeanan dan cukai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean Juanda.

Sementara itu, Retnaningtyas Widuri, S.Sos., M.M Kepala Program Akutansi Pajak UK Petra Surabaya, mengatakan dari kegiatan ini, para mahasiswa dapat memahami bagaimana prosedur  bertransaksi nasional maupun internasional terkait bea dan cukai. “Kami berharap dari kegiatan ini para mahasiswa lebih memahami bagaimana fungsi bea dan cukai serta bagaimana sebenarnya bea dan cukai itu menjadi bagian yang tidak bisa dilepaskan ketika berhubungan dengan transaksi secara nasional maupun internasional,” urai Retnaningtyas Widuri, S.Sos., M.M (fsc/dit).

Pengalaman Internasional mengenalkan Konstruksi Indonesia
March 21, 2017

Program Studi Teknik Sipil Universitas Kristen Petra (UK Petra) menerima kunjungan Faculty of Built Environment University of New South Wales (UNSW), Australia dimana rombongan UNSW dipimpin oleh Dr. Riza Yosia Sunindijo, pengajar senior di bidang manajemen konstruksi. Riza yang adalah alumnus Program Studi S1 Teknik Sipil UK Petra angkatan 1997 dan program Double Master PETRAIT ini memimpin 15 orang mahasiswa UNSW.

Dalam kunjungan ini, rombongan UNSW akan mempelajari teknik-teknik mutakhir yang dipakai dalam konstruksi di Indonesia termasuk berkunjung ke berbagai situs kajian konstruksi yang sesuai dengan perkuliahan yang mereka dapatkan dan juga berkenalan dengan budaya Indonesia. Kuliah-kuliah yang diberikan kepada rombongan UNSW adalah: 1) Green construction and sustainable building; 2) Top Down Structure; 3) Potentials of Lumpur Sidoarjo (LUSI) volcanic mud as construction materials; 4) Advanced concrete technology; 5) Artificial Intelligence applications in construction management; 6) The Suramadu Bridge. Perkuliahan-perkuliahan juga disertai kunjungan pada lokasi-lokasi yang relevan dengan materinya yaitu: Proyek Pembangunan Gedung Baru UK Petra sebagai contoh Green Building, situs lumpur Lapindo Sidoarjo untuk mengenali potensinya sebagai material konstruksi, PT. Beton Prima Indonesia untuk menilik metode pembuatan beton mutakhir Indonesia, Jembatan Suramadu dan beberapa situs kunjungan lainnya.

Perkenalan tentang budaya Indonesia kepada mahasiswa UNSW disampaikan melalui perkuliahan Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) yang diselenggarakan oleh Departemen Mata Kuliah Umum UK Petra. Para mahasiswa UNSW juga diberikan kesempatan untuk mempraktekkan kemampuan berbahasa Indonesia dengan mengunjungi pusat perbelanjaan dan makanan umum di Surabaya. Diharapkan dengan kunjungan selama dua minggu ini, mereka bisa memakai Bahasa Indonesia untuk kegiatan transaksi yang sederhana. Peserta ICST ini juga diberikan workshop pembuatan topeng batik untuk lebih mendalami kebudayaan tradisional khususnya Jawa Timur.

Marco Ilievski, seorang mahasiswa tahun keempat jurusan Construction Management UNSW mengatakan peserta ICST adalah mahasiswa dari yang terpilih tiap-tiap angkatan di Faculty of Built Environment. Jadi ICST ini adalah mata kuliah pilihan dan juga para pesertanya telah melalui proses seleksi. Marco berkata: “Different countries operate in different ways. It will be beneficial to understand about it”. (noel/dit)

sumber : dwipekan

Pembatalan Kuliah Tamu Prof Jerome Friedman
January 10, 2017
Pada tanggal 3 Januari 2017 International Peace Foundation (IPF) menghubungi UK Petra dan menyampaikan bahwa ada masalah yang tidak dapat terhindarkan berkaitan dengan rencana Kuliah Umum oleh Penerima Nobel, Profesor Jerome Friedman, di UK Petra 10 Maret 2017. Dikabarkan bahwa beliau saat ini sedang menghadapi kondisi masalah kesehatan yang mengharuskan beliau melalui sebuah prosedur operasi dimana sebagai salah satu akibatnya beliau kehilangan penglihatannya untuk sementara waktu. Oleh sebab itu kuliah tamu yang telah dijadwalkan pada tanggal 10 Maret 2017 tidak dapat dilaksanakan. Waktu penggantinya untuk sementara masih belum dapat ditetapkan, kami tetap menunggu berita dari IPF terkait perkembangan masalah ini. 
 
Mohon kesediaan teman- teman untuk bersama- sama dengan kami mendoakan proses kesembuhan Profesor Friedman dan istri yang mendampingi, sehingga dapat membagikan ilmu yang dimiliki beliau kepada kita semua. 
 
Penyambutan Mahasiswa Asing
September 30, 2016


Pada tanggal 2 September 2016, UK Petra menyambut mahasiswa asing peserta program student exchange dan program Darmasiswa. Acara penyambutan ini dilaksanakan di Lounge Entrance Hall UK Petra. Semester ini sebanyak 18 mahasiswa internasional yang berasal dari negara Belanda, Jerman, Italia, Korea, dan Thailand disambut oleh Pimpinan Universitas, BAKP, dan Pimpinan Program/Prodi tujuan dari mahasiswa-mahasiswa ini. Dalam acara penyambutan yang dilaksanakan secara informal ini, para mahasiswa asing berkenalan dengan civitas kampus, rekan Petramate, dan juga sesama mahasiswa asing lainnya.

Dari 18 mahasiswa asing ini, 13 mahasiswa mengikuti program student exchange, terdiri dari 8 Mahasiswa dari Belanda, 2 dari Jerman, dan 3 dari Korea Selatan. Mereka akan bergabung di program IBAcc, IBM, Manajemen Kepariwisataan, dan Sastra Inggris. Selain program student exchange, UK Petra juga menjadi tujuan mahasiswa asing peserta program Darmasiswa. Darmasiswa adalah program dari pemerintah Indonesia untuk mendukung globalisasi dan pengenalan antar budaya negara. Program Darmasiswa kali ini diikuti oleh 2 mahasiswa dari Thailand, 2 mahasiswa Korea Selatan, dan 1 mahasiswa dari Italia. Kelima mahasiswa yang mengikuti program Darmasiswa ini, akan menempuh 14 SKS per semester yang terdiri dari 10 SKS mata kuliah Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA), dan 4 SKS Indonesian Culture in Practice. Dalam mata kuliah Indonesian Culture in Practice, para mahasiswa diperkenalkan kebudayaan Indonesia dengan cara belajar membuat kerajinan seperti kain batik jumputan dan membuat topeng batik.

Para mahasiswa student exchange akan mengikuti perkuliahan di program seperti mahasiswa pada umumnya. Mahasiswa student exchange ini bergabung di program IBAcc 2 orang, IBM 3 orang, Manajemen Kepariwisataan 6 orang, dan Sastra Inggris 2 orang. Keistimewaan tahun ini adalah 2 orang peserta student exchange meminta untuk mengikuti perkuliahan BIPA. Keinginan mahasiswa asing untuk mempelajari bahasa Indonesia ini mengindikasikan bahwa para mereka memiliki ketertarikan untuk lebih dalam memahami Indonesia bukan hanya ingin pengalaman mencicipi budaya Indonesia di sela perkuliahan.

Christopher Benner, seorang mahasiswa dari Hochschule Mainz University of Applied Sciences, Jerman, menceritakan pengalamannya. Semua diawali dengan kerinduannya untuk mengenal budaya selain budaya Eropa. Kemudian ia bertemu dengan salah seorang dosen IBAcc UK Petra saat berkuliah keuangan di Jerman. Dari diskusi itu ia mendapatkan informasi tersedianya program student exchange ke UK Petra. Ketika ditanya apa yang hendak ia pelajari di Indonesia, ia menjawab “I want to study finance or accounting so I hope I can learn much here“. Menerima mahasiswa dari luar negeri dan berbagi ilmu dan kebudayaan adalah salah satu kegiatan yang mengusung visi UK Petra untuk menjadi A Caring and Global University with Commitment to Christian Values. (noel) (/dit)