Connect with us
  • b
  • a
  • x
A CARING AND GLOBAL UNIVERSITY
WITH COMMITMENT TO CHRISTIAN VALUES

Berita

Berbagi Keceriaan Menyambut Tahun Baru Imlek
March 15, 2019

Program Studi Bahasa Mandarin Universitas Kristen Petra (UK Petra) bekerja sama dengan Pakuwon Trade Center (PTC) menyelenggarakan rangkaian acara untuk menyambut Tahun Baru Imlek. Kegiatan ini dilaksanakan pada 1-3 Februari 2019 di PTC. Kegiatan terbuka untuk umum ini terdiri dari berbagai kegiatan menarik seperti lomba-lomba, workshop, dan talkshow. “Kegiatan ini bertujuan untuk berbagi keceriaan menyambut tahun baru imlek kepada masyarakat Surabaya, karena juga diadakan di mall, sehingga semua orang dapat turut memeriahkan perayaan imlek,” ujar Elisa Christiana, B.A., M.A., M.Pd., selaku Ketua Program Studi Bahasa Mandarin UK Petra.

Pada hari pertama, dilaksanakan workshop pedagodi guru mandarin fun learning, disusul workshop permainan catur tradisional Tiongkok atau weiqi dan workshop membuat lampion. Sore harinya, acara dilanjutkan dengan fashion show anak, serta talkshow tentang Pentingnya Bahasa mandarin di Revolusi Industri 4.0 dengan pembicara Vony Eka Ardianti, S.S. Sebagai alumni Program Studi Bahasa Mandarin (dahulu Program Studi Sastra Tionghoa) UK Petra, yang telah menjadi seorang pengajar Bahasa Mandarin, Vony mengungkapkan bahwa Revolusi Industry 4.0 berdampak pada berbagai macam hal, tidak terkecuali pendidikan. Untuk mempersiapkan generasi muda, terutama mahasiswa agar mampu menghadapi Revolusi Industry 4.0, universitas harus mempersiapkan beberapa hal, seperti fasilitas magang, penerapan bahasa asing, joint degree, serta kerja sama dengan industri. Bahasa mandarin menjadi bahasa yang penting untuk dipelajari karena saat ini industri China tengah berkembang pesat, barang-barang buatan negeri tirai bambu mulai mendominasi pasar dunia, tidak terkecuali Indonesia. “Memiliki keahlian bahasa bukanlah hal yang sia-sia, pasti akan bermanfaat. Yang paling penting dalam belajar bahasa asing adalah menumbuhkan kemauan atau minat untuk belajar, jika memang mau belajar maka akan lebih cepat menguasainya,” ungkap alumni angkatan 2008 ini.

Lomba-lomba pada hari kedua meliputi lomba gerak dan lagu, serta lomba mewarnai bagi anak-anak. Disusul dengan talkshow dari Elisa Christiana, B.A., M.A., M.Pd. yang berbicara mengenai Imlek Tionghoa di Surabaya. Karena perayaan imlek sempat berhenti sekian lama, sehingga perayaan imlek di Indonesia bisa dibilang cukup simple, hal ini yang membuat nuansa imlek di sini tidak sekental di luar negeri. Banyak tradisi dan budaya yang harus diperhatikan dalam merayakan tahun baru imlek, misalnya ada beberapa makanan yang harus disediakan pada malam tahun baru seperti tahu, ikan, ayam, dan buah-buahan. Para pengunjung juga bisa mendapatkan kaligrafi dari salah satu dosen yaitu Qiu Si Qian, B.A.

Di hari ketiga, dilaksanakan lomba cerdas cermat tentang pengetahuan umum dan budaya Tionghoa bagi siswa SMA. Lomba ini diikuti sebanyak 15 kelompok, yang masing-masing kelompok terdiri dari tiga orang. (rut/Aj)

“Indonesia Keren”, Peresmian Gedung Perkuliahan dan Auditorium Kampus Timur UK Petra
March 14, 2019

Senin, 11 Maret 2019 Universitas Kristen Petra (UK Petra) meresmikan gedung perkuliahan dan auditorium kampus timur yang berada di jalan Siwalankerto 142-144, Surabaya. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Prof. H. Mohamad Nasir, Ph.D., Ak. “Pemerintah Indonesia sangat mengapresiasi Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang dapat menyelesaikan infrastrukturnya dengan sangat baik seperti UK Petra. sebab dengan demikian dapat mendukung proses belajar dan kreatifitas mahasiswa lebih baik lagi untuk siap memasuki perkembangan dunia yang cepat yaitu revolusi industri 4.0”, ungkap Nasir.

Rangkaian acara ini ditata dengan menampilkan berbagai budaya yang ada di Indonesia seperti tari remo dari SDN Siwalankerto, tarian penyambutan oleh mahasiswa Papua, tarian Pa’Gellu dari mahasiswa Toraja, tarian Sparkling Surabaya dari tenaga kependidikan dan dosen UK Petra, karawitan dari SMKN 12 Surabaya, mural dari Fakultas Seni dan Desain UK Petra dan ditutup dengan tarian flashmob dari kurang lebih 300 mahasiswa UK Petra yang membentangkan tulisan “Indonesia Keren”. “Rangkaian acara ini kami susun untuk menunjukkan bangsa Indonesia yang beragam dari Sabang hingga Merauke, dari Miangas sampai pulau Rote, dapat bersatu demi kemajuan Indonesia melalui penyediaan pendidikan tinggi yang bermutu. Marilah kita bersatu untuk Indonesia keren.”, urai Meilinda, S.S, M.A., selaku koordinator acara.

Dalam sambutannya, rektor UK Petra, Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M.Eng., mengatakan bahwa ada tiga gedung yang diresmikan yaitu satu gedung Auditorium berkapasitas kurang lebih 2.200 orang dan dua buah gedung perkuliahan dengan total luasnya mencapai 62.620 m2. “Green Building (gedung ramah lingkungan) ini pengaturannya dibentuk sedemikian rupa hingga pengaturan cahaya dan aliran udaranya hemat energi. Gedung ini akan digunakan untuk perkuliahan khusus bagi program atau program studi yang mengarah ke industri kreatif sehingga diharapkan kedepan, mereka punya ruang  untuk lebih kreatif.”, ujar Djwantoro. (Aj/dit)

--------------

Spesifikasi:

  • Nama Gedung: Gedung Kuliah, Laboratorium, dan Auditorium
  • Luas lahan +/- 39,365 m2
  • Jumlah lantai: 12 dan 10 lantai
  • Ukuran Panjang (barat ke timur) 200 m
  • Ukuran Lebar (utara ke selatan) 65 m
  • Fasilitas: Area parkir mobil dan motor, Laboratorium, Ruang Fitness, Kantin, Cafe, Reflecting Pool, Exhibition Hall, Stationary Shop, Retail Store, ATM, Bank, Ruang Teater, Auditorium, Ruang Dosen, Ruang Administrasi, Galeri Karya, Studio Gambar, Ruang Simpan Karya,  Roof Garden.

 

Konselor Mempersiapkan Karir di Era Disrupsi
March 12, 2019

Pusat Konseling dan Pengembangan Pribadi (PKPP) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan workshop yang ditujukan kepada para konselor sekolah menengah pada 30 dan 31 Januari 2019.

Workshop yang berjudul “Assessment for Career Planning in the Disruption Era” ini dilatarbelakangi oleh perkembangan dunia dan keunikan generasi peserta didik masa kini.   Saat ini memasuki era disrupsi dimana terjadi peralihan dan perubahan besar dari segala sisi, yang membuat pola berpikir dan bertindak dengan cara yang baru pula. Teknologi informasi dan komunikasi berkembang sangat pesat dan mengubah banyak hal. Sejalan dengan itu, muncul generasi baru yang sangat mendukung perubahan dan dapat dikatakan menentukan arah masa depan, yang disebut generasi millennials. Karir dan profesi di masa depan akan turut berubah seiring perubahan dan peralihan besar terjadi, serta menuntut kesiapan para millennials untuk berkiprah.

Millenials adalah generasi dengan keunikan tersendiri yang memiliki keunggulan maupun kekurangan. Generasi ini terbiasa dengan keadaan serba cepat dan mudah, sehingga karir yang dipikirkan untuk masa depan cenderung mengikuti trend dan kurang mempertimbangkan faktor-faktor penting dalam penentuan atau pertimbangan karir. Faktor-faktor yang penting adalah potensi, minat, dan tuntutan di masa depan. Para konselor sekolah memegang peran kunci dalam mempersiapkan generasi unik ini agar berdampak di era baru. Tugas dan tanggung jawab konselor ini perlu penyesuaian dan penyegaran wawasan karena sebagian besar konselor sekolah berasal dari generasi sebelumnya.

Melihat problematika ini, PKPP mengadakan workshop untuk memberikan pemahaman era disrupsi, perancangan karir di masa depan, dan pelatihan pendampingan karir dengan beberapa alat uji penilaian karir.

Narasumber workshop ini adalah Medianta Tarigan, M.Psi, seorang psikolog, akademisi dan praktisi dari Universitas Pendidikan Indonesia dan Fadillah, M.Psi., psikolog yang juga akademisi dan praktisi dunia konseling dari Institut Teknologi Bandung.

Medianta memaparkan kondisi industri dan dunia profesional yang sedang mengalami perubahan drastis dalam era disrupsi. Hal ini menuntut pegiat dunia pendidikan untuk proaktif mempersiapkan anak didik sesuai dengan kebutuhan tersebut, melalui bimbingan, pengujian potensi dan perancangan karir sejak dini.

Fadhillah menyampaikan pentingnya mempersiapkan keputusan karir sejak dini, “memutuskan karir sebaiknya telah dibahas sejak awal sekolah menengah pertama, sehingga tidak terlambat dan gegabah memutuskan jurusan dan profesi yang diinginkan”.

Antonius Cahyono Tondoprasetyo, S.Psi., M.Psi., guru Bimbingan Konseling SMAK Hendrikus Surabaya, menyampaikan bahwa ia mendapatkan pemahaman lebih baik tentang era disrupsi, baik itu resiko maupun peluangnya, “perubahan dapat berarti membuka peluang yang baru, yang mau belajar dan berubah menjadi lebih baik pasti mampu menghadapinya”. (noel/dit)

 

Berkarya di Dalam Berdoa
March 06, 2019

Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan ibadah syukur Purna Tugas untuk para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. Kali ini, Sri Megawati, S.Pd., M.M., tata usaha Program Magister dan Doktoral Teknik Sipil UK Petra telah mencapai masa pensiun setelah 17 tahun berkarya. Ibadah syukur ini dihadiri oleh rekan-rekan Mega, rekan dosen Program Studi Teknik Sipil maupun sesama tenaga kependidikan UK Petra.

Handoko Sugiharto, M.T., dosen teknik sipil UK Petra membawakan Firman Tuhan dalam ibadah ini. Mengutip Roma 8:28, Handoko menyampaikan bahwa di dalam dunia ini terkadang kita mengalami hal yang tidak baik, tetapi Tuhan tidak pernah memberikan hal buruk pada kita. Seperti salah satu tokoh Alkitab yaitu Yusuf yang dalam hidupnya selalu mengalami masalah yang silih berganti, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkannya, demikian juga dengan kehidupan kita yang selalu Tuhan pelihara.

Penampilan vocal group dari teman-teman Mega yang membawakan lagu kesukaan dari Mega yang berjudul hidup ini adalah kesempatan. Mega juga membacakan puisi karyanya sendiri berjudul “Berkarya di Dalam Berdoa”, dilanjutkan dengan sesi menyampaikan pesan dan kesan dari rekan-rekan kerja. Mulai dari rekan sekantor, mantan atasan, atasan, hingga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Semua sepakat jika Mega merupakan pribadi yang sangat cakap dalam pekerjaan, Mega juga merupakan orang yang sangat peduli pada sesama, banyak rekan-rekannya yang merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Mega. “Sebagai orang yang perfeksionis, Bu Mega selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan benar, serta mengerjakan tugasnya jauh-jauh hari sebelum tenggat waktu. Bu Mega juga seorang yang sangat pemerhati, semoga Bu Mega tidak jenuh melayani di UK Petra dan selalu menjadi berkat dimanapun berada,” ujar Budi Rahayu, S.S., rekan kerja Mega.

Mega mengenang masa-masa sejak awal ia bergabung dengan UK Petra, ia telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan, mulai dari Rektor, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan juga Kepala Program Studi S2 dan S3 Teknik Sipil. Berbagai perubahan kurikulum dan kebijakan juga telah banyak dialaminya. Mega selalu mengingat nama para mahasiswa dan cerita-cerita tentang mereka yang unik dan berbeda-beda. “Semuanya berkesan sekali, mahasiswa S2 itu berbeda dengan mahasiswa S1, saya selalu mengingat dan membawa para mahasiswa, dosen, pimpinan, dan yayasan dalam doa saya setiap pagi. Jika kita damai dengan diri kita, kita pasti dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain,” ungkap Mega. (rut/dit)

Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan ibadah syukur Purna Tugas untuk para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. Kali ini, Sri Megawati, S.Pd., M.M., tata usaha Program Magister dan Doktoral Teknik Sipil UK Petra telah mencapai masa pensiun setelah 17 tahun berkarya. Ibadah syukur ini dihadiri oleh rekan-rekan Mega, rekan dosen Program Studi Teknik Sipil maupun sesama tenaga kependidikan UK Petra.

Handoko Sugiharto, M.T., dosen teknik sipil UK Petra membawakan Firman Tuhan dalam ibadah ini. Mengutip Roma 8:28, Handoko menyampaikan bahwa di dalam dunia ini terkadang kita mengalami hal yang tidak baik, tetapi Tuhan tidak pernah memberikan hal buruk pada kita. Seperti salah satu tokoh Alkitab yaitu Yusuf yang dalam hidupnya selalu mengalami masalah yang silih berganti, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkannya, demikian juga dengan kehidupan kita yang selalu Tuhan pelihara.

Penampilan vocal group dari teman-teman Mega yang membawakan lagu kesukaan dari Mega yang berjudul hidup ini adalah kesempatan. Mega juga membacakan puisi karyanya sendiri berjudul “Berkarya di Dalam Berdoa”, dilanjutkan dengan sesi menyampaikan pesan dan kesan dari rekan-rekan kerja. Mulai dari rekan sekantor, mantan atasan, atasan, hingga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Semua sepakat jika Mega merupakan pribadi yang sangat cakap dalam pekerjaan, Mega juga merupakan orang yang sangat peduli pada sesama, banyak rekan-rekannya yang merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Mega. “Sebagai orang yang perfeksionis, Bu Mega selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan benar, serta mengerjakan tugasnya jauh-jauh hari sebelum tenggat waktu. Bu Mega juga seorang yang sangat pemerhati, semoga Bu Mega tidak jenuh melayani di UK Petra dan selalu menjadi berkat dimanapun berada,” ujar Budi Rahayu, S.S., rekan kerja Mega.

Mega mengenang masa-masa sejak awal ia bergabung dengan UK Petra, ia telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan, mulai dari Rektor, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan juga Kepala Program Studi S2 dan S3 Teknik Sipil. Berbagai perubahan kurikulum dan kebijakan juga telah banyak dialaminya. Mega selalu mengingat nama para mahasiswa dan cerita-cerita tentang mereka yang unik dan berbeda-beda. “Semuanya berkesan sekali, mahasiswa S2 itu berbeda dengan mahasiswa S1, saya selalu mengingat dan membawa para mahasiswa, dosen, pimpinan, dan yayasan dalam doa saya setiap pagi. Jika kita damai dengan diri kita, kita pasti dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain,” ungkap Mega. (rut/dit)

Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan ibadah syukur Purna Tugas untuk para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. Kali ini, Sri Megawati, S.Pd., M.M., tata usaha Program Magister dan Doktoral Teknik Sipil UK Petra telah mencapai masa pensiun setelah 17 tahun berkarya. Ibadah syukur ini dihadiri oleh rekan-rekan Mega, rekan dosen Program Studi Teknik Sipil maupun sesama tenaga kependidikan UK Petra.

Handoko Sugiharto, M.T., dosen teknik sipil UK Petra membawakan Firman Tuhan dalam ibadah ini. Mengutip Roma 8:28, Handoko menyampaikan bahwa di dalam dunia ini terkadang kita mengalami hal yang tidak baik, tetapi Tuhan tidak pernah memberikan hal buruk pada kita. Seperti salah satu tokoh Alkitab yaitu Yusuf yang dalam hidupnya selalu mengalami masalah yang silih berganti, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkannya, demikian juga dengan kehidupan kita yang selalu Tuhan pelihara.

Penampilan vocal group dari teman-teman Mega yang membawakan lagu kesukaan dari Mega yang berjudul hidup ini adalah kesempatan. Mega juga membacakan puisi karyanya sendiri berjudul “Berkarya di Dalam Berdoa”, dilanjutkan dengan sesi menyampaikan pesan dan kesan dari rekan-rekan kerja. Mulai dari rekan sekantor, mantan atasan, atasan, hingga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Semua sepakat jika Mega merupakan pribadi yang sangat cakap dalam pekerjaan, Mega juga merupakan orang yang sangat peduli pada sesama, banyak rekan-rekannya yang merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Mega. “Sebagai orang yang perfeksionis, Bu Mega selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan benar, serta mengerjakan tugasnya jauh-jauh hari sebelum tenggat waktu. Bu Mega juga seorang yang sangat pemerhati, semoga Bu Mega tidak jenuh melayani di UK Petra dan selalu menjadi berkat dimanapun berada,” ujar Budi Rahayu, S.S., rekan kerja Mega.

Mega mengenang masa-masa sejak awal ia bergabung dengan UK Petra, ia telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan, mulai dari Rektor, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan juga Kepala Program Studi S2 dan S3 Teknik Sipil. Berbagai perubahan kurikulum dan kebijakan juga telah banyak dialaminya. Mega selalu mengingat nama para mahasiswa dan cerita-cerita tentang mereka yang unik dan berbeda-beda. “Semuanya berkesan sekali, mahasiswa S2 itu berbeda dengan mahasiswa S1, saya selalu mengingat dan membawa para mahasiswa, dosen, pimpinan, dan yayasan dalam doa saya setiap pagi. Jika kita damai dengan diri kita, kita pasti dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain,” ungkap Mega. (rut/dit)

Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan ibadah syukur Purna Tugas untuk para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. Kali ini, Sri Megawati, S.Pd., M.M., tata usaha Program Magister dan Doktoral Teknik Sipil UK Petra telah mencapai masa pensiun setelah 17 tahun berkarya. Ibadah syukur ini dihadiri oleh rekan-rekan Mega, rekan dosen Program Studi Teknik Sipil maupun sesama tenaga kependidikan UK Petra.

Handoko Sugiharto, M.T., dosen teknik sipil UK Petra membawakan Firman Tuhan dalam ibadah ini. Mengutip Roma 8:28, Handoko menyampaikan bahwa di dalam dunia ini terkadang kita mengalami hal yang tidak baik, tetapi Tuhan tidak pernah memberikan hal buruk pada kita. Seperti salah satu tokoh Alkitab yaitu Yusuf yang dalam hidupnya selalu mengalami masalah yang silih berganti, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkannya, demikian juga dengan kehidupan kita yang selalu Tuhan pelihara.

Penampilan vocal group dari teman-teman Mega yang membawakan lagu kesukaan dari Mega yang berjudul hidup ini adalah kesempatan. Mega juga membacakan puisi karyanya sendiri berjudul “Berkarya di Dalam Berdoa”, dilanjutkan dengan sesi menyampaikan pesan dan kesan dari rekan-rekan kerja. Mulai dari rekan sekantor, mantan atasan, atasan, hingga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Semua sepakat jika Mega merupakan pribadi yang sangat cakap dalam pekerjaan, Mega juga merupakan orang yang sangat peduli pada sesama, banyak rekan-rekannya yang merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Mega. “Sebagai orang yang perfeksionis, Bu Mega selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan benar, serta mengerjakan tugasnya jauh-jauh hari sebelum tenggat waktu. Bu Mega juga seorang yang sangat pemerhati, semoga Bu Mega tidak jenuh melayani di UK Petra dan selalu menjadi berkat dimanapun berada,” ujar Budi Rahayu, S.S., rekan kerja Mega.

Mega mengenang masa-masa sejak awal ia bergabung dengan UK Petra, ia telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan, mulai dari Rektor, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan juga Kepala Program Studi S2 dan S3 Teknik Sipil. Berbagai perubahan kurikulum dan kebijakan juga telah banyak dialaminya. Mega selalu mengingat nama para mahasiswa dan cerita-cerita tentang mereka yang unik dan berbeda-beda. “Semuanya berkesan sekali, mahasiswa S2 itu berbeda dengan mahasiswa S1, saya selalu mengingat dan membawa para mahasiswa, dosen, pimpinan, dan yayasan dalam doa saya setiap pagi. Jika kita damai dengan diri kita, kita pasti dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain,” ungkap Mega. (rut/dit)

Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan ibadah syukur Purna Tugas untuk para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. Kali ini, Sri Megawati, S.Pd., M.M., tata usaha Program Magister dan Doktoral Teknik Sipil UK Petra telah mencapai masa pensiun setelah 17 tahun berkarya. Ibadah syukur ini dihadiri oleh rekan-rekan Mega, rekan dosen Program Studi Teknik Sipil maupun sesama tenaga kependidikan UK Petra.

Handoko Sugiharto, M.T., dosen teknik sipil UK Petra membawakan Firman Tuhan dalam ibadah ini. Mengutip Roma 8:28, Handoko menyampaikan bahwa di dalam dunia ini terkadang kita mengalami hal yang tidak baik, tetapi Tuhan tidak pernah memberikan hal buruk pada kita. Seperti salah satu tokoh Alkitab yaitu Yusuf yang dalam hidupnya selalu mengalami masalah yang silih berganti, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkannya, demikian juga dengan kehidupan kita yang selalu Tuhan pelihara.

Penampilan vocal group dari teman-teman Mega yang membawakan lagu kesukaan dari Mega yang berjudul hidup ini adalah kesempatan. Mega juga membacakan puisi karyanya sendiri berjudul “Berkarya di Dalam Berdoa”, dilanjutkan dengan sesi menyampaikan pesan dan kesan dari rekan-rekan kerja. Mulai dari rekan sekantor, mantan atasan, atasan, hingga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Semua sepakat jika Mega merupakan pribadi yang sangat cakap dalam pekerjaan, Mega juga merupakan orang yang sangat peduli pada sesama, banyak rekan-rekannya yang merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Mega. “Sebagai orang yang perfeksionis, Bu Mega selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan benar, serta mengerjakan tugasnya jauh-jauh hari sebelum tenggat waktu. Bu Mega juga seorang yang sangat pemerhati, semoga Bu Mega tidak jenuh melayani di UK Petra dan selalu menjadi berkat dimanapun berada,” ujar Budi Rahayu, S.S., rekan kerja Mega.

Mega mengenang masa-masa sejak awal ia bergabung dengan UK Petra, ia telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan, mulai dari Rektor, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan juga Kepala Program Studi S2 dan S3 Teknik Sipil. Berbagai perubahan kurikulum dan kebijakan juga telah banyak dialaminya. Mega selalu mengingat nama para mahasiswa dan cerita-cerita tentang mereka yang unik dan berbeda-beda. “Semuanya berkesan sekali, mahasiswa S2 itu berbeda dengan mahasiswa S1, saya selalu mengingat dan membawa para mahasiswa, dosen, pimpinan, dan yayasan dalam doa saya setiap pagi. Jika kita damai dengan diri kita, kita pasti dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain,” ungkap Mega. (rut/dit)

Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan ibadah syukur Purna Tugas untuk para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. Kali ini, Sri Megawati, S.Pd., M.M., tata usaha Program Magister dan Doktoral Teknik Sipil UK Petra telah mencapai masa pensiun setelah 17 tahun berkarya. Ibadah syukur ini dihadiri oleh rekan-rekan Mega, rekan dosen Program Studi Teknik Sipil maupun sesama tenaga kependidikan UK Petra.

Handoko Sugiharto, M.T., dosen teknik sipil UK Petra membawakan Firman Tuhan dalam ibadah ini. Mengutip Roma 8:28, Handoko menyampaikan bahwa di dalam dunia ini terkadang kita mengalami hal yang tidak baik, tetapi Tuhan tidak pernah memberikan hal buruk pada kita. Seperti salah satu tokoh Alkitab yaitu Yusuf yang dalam hidupnya selalu mengalami masalah yang silih berganti, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkannya, demikian juga dengan kehidupan kita yang selalu Tuhan pelihara.

Penampilan vocal group dari teman-teman Mega yang membawakan lagu kesukaan dari Mega yang berjudul hidup ini adalah kesempatan. Mega juga membacakan puisi karyanya sendiri berjudul “Berkarya di Dalam Berdoa”, dilanjutkan dengan sesi menyampaikan pesan dan kesan dari rekan-rekan kerja. Mulai dari rekan sekantor, mantan atasan, atasan, hingga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Semua sepakat jika Mega merupakan pribadi yang sangat cakap dalam pekerjaan, Mega juga merupakan orang yang sangat peduli pada sesama, banyak rekan-rekannya yang merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Mega. “Sebagai orang yang perfeksionis, Bu Mega selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan benar, serta mengerjakan tugasnya jauh-jauh hari sebelum tenggat waktu. Bu Mega juga seorang yang sangat pemerhati, semoga Bu Mega tidak jenuh melayani di UK Petra dan selalu menjadi berkat dimanapun berada,” ujar Budi Rahayu, S.S., rekan kerja Mega.

Mega mengenang masa-masa sejak awal ia bergabung dengan UK Petra, ia telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan, mulai dari Rektor, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan juga Kepala Program Studi S2 dan S3 Teknik Sipil. Berbagai perubahan kurikulum dan kebijakan juga telah banyak dialaminya. Mega selalu mengingat nama para mahasiswa dan cerita-cerita tentang mereka yang unik dan berbeda-beda. “Semuanya berkesan sekali, mahasiswa S2 itu berbeda dengan mahasiswa S1, saya selalu mengingat dan membawa para mahasiswa, dosen, pimpinan, dan yayasan dalam doa saya setiap pagi. Jika kita damai dengan diri kita, kita pasti dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain,” ungkap Mega. (rut/dit)

Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan ibadah syukur Purna Tugas untuk para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. Kali ini, Sri Megawati, S.Pd., M.M., tata usaha Program Magister dan Doktoral Teknik Sipil UK Petra telah mencapai masa pensiun setelah 17 tahun berkarya. Ibadah syukur ini dihadiri oleh rekan-rekan Mega, rekan dosen Program Studi Teknik Sipil maupun sesama tenaga kependidikan UK Petra.

Handoko Sugiharto, M.T., dosen teknik sipil UK Petra membawakan Firman Tuhan dalam ibadah ini. Mengutip Roma 8:28, Handoko menyampaikan bahwa di dalam dunia ini terkadang kita mengalami hal yang tidak baik, tetapi Tuhan tidak pernah memberikan hal buruk pada kita. Seperti salah satu tokoh Alkitab yaitu Yusuf yang dalam hidupnya selalu mengalami masalah yang silih berganti, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkannya, demikian juga dengan kehidupan kita yang selalu Tuhan pelihara.

Penampilan vocal group dari teman-teman Mega yang membawakan lagu kesukaan dari Mega yang berjudul hidup ini adalah kesempatan. Mega juga membacakan puisi karyanya sendiri berjudul “Berkarya di Dalam Berdoa”, dilanjutkan dengan sesi menyampaikan pesan dan kesan dari rekan-rekan kerja. Mulai dari rekan sekantor, mantan atasan, atasan, hingga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Semua sepakat jika Mega merupakan pribadi yang sangat cakap dalam pekerjaan, Mega juga merupakan orang yang sangat peduli pada sesama, banyak rekan-rekannya yang merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Mega. “Sebagai orang yang perfeksionis, Bu Mega selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan benar, serta mengerjakan tugasnya jauh-jauh hari sebelum tenggat waktu. Bu Mega juga seorang yang sangat pemerhati, semoga Bu Mega tidak jenuh melayani di UK Petra dan selalu menjadi berkat dimanapun berada,” ujar Budi Rahayu, S.S., rekan kerja Mega.

Mega mengenang masa-masa sejak awal ia bergabung dengan UK Petra, ia telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan, mulai dari Rektor, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan juga Kepala Program Studi S2 dan S3 Teknik Sipil. Berbagai perubahan kurikulum dan kebijakan juga telah banyak dialaminya. Mega selalu mengingat nama para mahasiswa dan cerita-cerita tentang mereka yang unik dan berbeda-beda. “Semuanya berkesan sekali, mahasiswa S2 itu berbeda dengan mahasiswa S1, saya selalu mengingat dan membawa para mahasiswa, dosen, pimpinan, dan yayasan dalam doa saya setiap pagi. Jika kita damai dengan diri kita, kita pasti dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain,” ungkap Mega. (rut/dit)

Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan ibadah syukur Purna Tugas untuk para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. Kali ini, Sri Megawati, S.Pd., M.M., tata usaha Program Magister dan Doktoral Teknik Sipil UK Petra telah mencapai masa pensiun setelah 17 tahun berkarya. Ibadah syukur ini dihadiri oleh rekan-rekan Mega, rekan dosen Program Studi Teknik Sipil maupun sesama tenaga kependidikan UK Petra.

Handoko Sugiharto, M.T., dosen teknik sipil UK Petra membawakan Firman Tuhan dalam ibadah ini. Mengutip Roma 8:28, Handoko menyampaikan bahwa di dalam dunia ini terkadang kita mengalami hal yang tidak baik, tetapi Tuhan tidak pernah memberikan hal buruk pada kita. Seperti salah satu tokoh Alkitab yaitu Yusuf yang dalam hidupnya selalu mengalami masalah yang silih berganti, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkannya, demikian juga dengan kehidupan kita yang selalu Tuhan pelihara.

Penampilan vocal group dari teman-teman Mega yang membawakan lagu kesukaan dari Mega yang berjudul hidup ini adalah kesempatan. Mega juga membacakan puisi karyanya sendiri berjudul “Berkarya di Dalam Berdoa”, dilanjutkan dengan sesi menyampaikan pesan dan kesan dari rekan-rekan kerja. Mulai dari rekan sekantor, mantan atasan, atasan, hingga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Semua sepakat jika Mega merupakan pribadi yang sangat cakap dalam pekerjaan, Mega juga merupakan orang yang sangat peduli pada sesama, banyak rekan-rekannya yang merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Mega. “Sebagai orang yang perfeksionis, Bu Mega selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan benar, serta mengerjakan tugasnya jauh-jauh hari sebelum tenggat waktu. Bu Mega juga seorang yang sangat pemerhati, semoga Bu Mega tidak jenuh melayani di UK Petra dan selalu menjadi berkat dimanapun berada,” ujar Budi Rahayu, S.S., rekan kerja Mega.

Mega mengenang masa-masa sejak awal ia bergabung dengan UK Petra, ia telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan, mulai dari Rektor, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan juga Kepala Program Studi S2 dan S3 Teknik Sipil. Berbagai perubahan kurikulum dan kebijakan juga telah banyak dialaminya. Mega selalu mengingat nama para mahasiswa dan cerita-cerita tentang mereka yang unik dan berbeda-beda. “Semuanya berkesan sekali, mahasiswa S2 itu berbeda dengan mahasiswa S1, saya selalu mengingat dan membawa para mahasiswa, dosen, pimpinan, dan yayasan dalam doa saya setiap pagi. Jika kita damai dengan diri kita, kita pasti dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain,” ungkap Mega. (rut/dit)

Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan ibadah syukur Purna Tugas untuk para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. Kali ini, Sri Megawati, S.Pd., M.M., tata usaha Program Magister dan Doktoral Teknik Sipil UK Petra telah mencapai masa pensiun setelah 17 tahun berkarya. Ibadah syukur ini dihadiri oleh rekan-rekan Mega, rekan dosen Program Studi Teknik Sipil maupun sesama tenaga kependidikan UK Petra.

Handoko Sugiharto, M.T., dosen teknik sipil UK Petra membawakan Firman Tuhan dalam ibadah ini. Mengutip Roma 8:28, Handoko menyampaikan bahwa di dalam dunia ini terkadang kita mengalami hal yang tidak baik, tetapi Tuhan tidak pernah memberikan hal buruk pada kita. Seperti salah satu tokoh Alkitab yaitu Yusuf yang dalam hidupnya selalu mengalami masalah yang silih berganti, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkannya, demikian juga dengan kehidupan kita yang selalu Tuhan pelihara.

Penampilan vocal group dari teman-teman Mega yang membawakan lagu kesukaan dari Mega yang berjudul hidup ini adalah kesempatan. Mega juga membacakan puisi karyanya sendiri berjudul “Berkarya di Dalam Berdoa”, dilanjutkan dengan sesi menyampaikan pesan dan kesan dari rekan-rekan kerja. Mulai dari rekan sekantor, mantan atasan, atasan, hingga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Semua sepakat jika Mega merupakan pribadi yang sangat cakap dalam pekerjaan, Mega juga merupakan orang yang sangat peduli pada sesama, banyak rekan-rekannya yang merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Mega. “Sebagai orang yang perfeksionis, Bu Mega selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan benar, serta mengerjakan tugasnya jauh-jauh hari sebelum tenggat waktu. Bu Mega juga seorang yang sangat pemerhati, semoga Bu Mega tidak jenuh melayani di UK Petra dan selalu menjadi berkat dimanapun berada,” ujar Budi Rahayu, S.S., rekan kerja Mega.

Mega mengenang masa-masa sejak awal ia bergabung dengan UK Petra, ia telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan, mulai dari Rektor, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan juga Kepala Program Studi S2 dan S3 Teknik Sipil. Berbagai perubahan kurikulum dan kebijakan juga telah banyak dialaminya. Mega selalu mengingat nama para mahasiswa dan cerita-cerita tentang mereka yang unik dan berbeda-beda. “Semuanya berkesan sekali, mahasiswa S2 itu berbeda dengan mahasiswa S1, saya selalu mengingat dan membawa para mahasiswa, dosen, pimpinan, dan yayasan dalam doa saya setiap pagi. Jika kita damai dengan diri kita, kita pasti dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain,” ungkap Mega. (rut/dit)

Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan ibadah syukur Purna Tugas untuk para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. Kali ini, Sri Megawati, S.Pd., M.M., tata usaha Program Magister dan Doktoral Teknik Sipil UK Petra telah mencapai masa pensiun setelah 17 tahun berkarya. Ibadah syukur ini dihadiri oleh rekan-rekan Mega, rekan dosen Program Studi Teknik Sipil maupun sesama tenaga kependidikan UK Petra.

Handoko Sugiharto, M.T., dosen teknik sipil UK Petra membawakan Firman Tuhan dalam ibadah ini. Mengutip Roma 8:28, Handoko menyampaikan bahwa di dalam dunia ini terkadang kita mengalami hal yang tidak baik, tetapi Tuhan tidak pernah memberikan hal buruk pada kita. Seperti salah satu tokoh Alkitab yaitu Yusuf yang dalam hidupnya selalu mengalami masalah yang silih berganti, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkannya, demikian juga dengan kehidupan kita yang selalu Tuhan pelihara.

Penampilan vocal group dari teman-teman Mega yang membawakan lagu kesukaan dari Mega yang berjudul hidup ini adalah kesempatan. Mega juga membacakan puisi karyanya sendiri berjudul “Berkarya di Dalam Berdoa”, dilanjutkan dengan sesi menyampaikan pesan dan kesan dari rekan-rekan kerja. Mulai dari rekan sekantor, mantan atasan, atasan, hingga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Semua sepakat jika Mega merupakan pribadi yang sangat cakap dalam pekerjaan, Mega juga merupakan orang yang sangat peduli pada sesama, banyak rekan-rekannya yang merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Mega. “Sebagai orang yang perfeksionis, Bu Mega selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan benar, serta mengerjakan tugasnya jauh-jauh hari sebelum tenggat waktu. Bu Mega juga seorang yang sangat pemerhati, semoga Bu Mega tidak jenuh melayani di UK Petra dan selalu menjadi berkat dimanapun berada,” ujar Budi Rahayu, S.S., rekan kerja Mega.

Mega mengenang masa-masa sejak awal ia bergabung dengan UK Petra, ia telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan, mulai dari Rektor, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan juga Kepala Program Studi S2 dan S3 Teknik Sipil. Berbagai perubahan kurikulum dan kebijakan juga telah banyak dialaminya. Mega selalu mengingat nama para mahasiswa dan cerita-cerita tentang mereka yang unik dan berbeda-beda. “Semuanya berkesan sekali, mahasiswa S2 itu berbeda dengan mahasiswa S1, saya selalu mengingat dan membawa para mahasiswa, dosen, pimpinan, dan yayasan dalam doa saya setiap pagi. Jika kita damai dengan diri kita, kita pasti dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain,” ungkap Mega. (rut/dit)

Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan ibadah syukur Purna Tugas untuk para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. Kali ini, Sri Megawati, S.Pd., M.M., tata usaha Program Magister dan Doktoral Teknik Sipil UK Petra telah mencapai masa pensiun setelah 17 tahun berkarya. Ibadah syukur ini dihadiri oleh rekan-rekan Mega, rekan dosen Program Studi Teknik Sipil maupun sesama tenaga kependidikan UK Petra.

Handoko Sugiharto, M.T., dosen teknik sipil UK Petra membawakan Firman Tuhan dalam ibadah ini. Mengutip Roma 8:28, Handoko menyampaikan bahwa di dalam dunia ini terkadang kita mengalami hal yang tidak baik, tetapi Tuhan tidak pernah memberikan hal buruk pada kita. Seperti salah satu tokoh Alkitab yaitu Yusuf yang dalam hidupnya selalu mengalami masalah yang silih berganti, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkannya, demikian juga dengan kehidupan kita yang selalu Tuhan pelihara.

Penampilan vocal group dari teman-teman Mega yang membawakan lagu kesukaan dari Mega yang berjudul hidup ini adalah kesempatan. Mega juga membacakan puisi karyanya sendiri berjudul “Berkarya di Dalam Berdoa”, dilanjutkan dengan sesi menyampaikan pesan dan kesan dari rekan-rekan kerja. Mulai dari rekan sekantor, mantan atasan, atasan, hingga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Semua sepakat jika Mega merupakan pribadi yang sangat cakap dalam pekerjaan, Mega juga merupakan orang yang sangat peduli pada sesama, banyak rekan-rekannya yang merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Mega. “Sebagai orang yang perfeksionis, Bu Mega selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan benar, serta mengerjakan tugasnya jauh-jauh hari sebelum tenggat waktu. Bu Mega juga seorang yang sangat pemerhati, semoga Bu Mega tidak jenuh melayani di UK Petra dan selalu menjadi berkat dimanapun berada,” ujar Budi Rahayu, S.S., rekan kerja Mega.

Mega mengenang masa-masa sejak awal ia bergabung dengan UK Petra, ia telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan, mulai dari Rektor, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan juga Kepala Program Studi S2 dan S3 Teknik Sipil. Berbagai perubahan kurikulum dan kebijakan juga telah banyak dialaminya. Mega selalu mengingat nama para mahasiswa dan cerita-cerita tentang mereka yang unik dan berbeda-beda. “Semuanya berkesan sekali, mahasiswa S2 itu berbeda dengan mahasiswa S1, saya selalu mengingat dan membawa para mahasiswa, dosen, pimpinan, dan yayasan dalam doa saya setiap pagi. Jika kita damai dengan diri kita, kita pasti dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain,” ungkap Mega. (rut/dit)

Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan ibadah syukur Purna Tugas untuk para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. Kali ini, Sri Megawati, S.Pd., M.M., tata usaha Program Magister dan Doktoral Teknik Sipil UK Petra telah mencapai masa pensiun setelah 17 tahun berkarya. Ibadah syukur ini dihadiri oleh rekan-rekan Mega, rekan dosen Program Studi Teknik Sipil maupun sesama tenaga kependidikan UK Petra.

Handoko Sugiharto, M.T., dosen teknik sipil UK Petra membawakan Firman Tuhan dalam ibadah ini. Mengutip Roma 8:28, Handoko menyampaikan bahwa di dalam dunia ini terkadang kita mengalami hal yang tidak baik, tetapi Tuhan tidak pernah memberikan hal buruk pada kita. Seperti salah satu tokoh Alkitab yaitu Yusuf yang dalam hidupnya selalu mengalami masalah yang silih berganti, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkannya, demikian juga dengan kehidupan kita yang selalu Tuhan pelihara.

Penampilan vocal group dari teman-teman Mega yang membawakan lagu kesukaan dari Mega yang berjudul hidup ini adalah kesempatan. Mega juga membacakan puisi karyanya sendiri berjudul “Berkarya di Dalam Berdoa”, dilanjutkan dengan sesi menyampaikan pesan dan kesan dari rekan-rekan kerja. Mulai dari rekan sekantor, mantan atasan, atasan, hingga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Semua sepakat jika Mega merupakan pribadi yang sangat cakap dalam pekerjaan, Mega juga merupakan orang yang sangat peduli pada sesama, banyak rekan-rekannya yang merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Mega. “Sebagai orang yang perfeksionis, Bu Mega selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan benar, serta mengerjakan tugasnya jauh-jauh hari sebelum tenggat waktu. Bu Mega juga seorang yang sangat pemerhati, semoga Bu Mega tidak jenuh melayani di UK Petra dan selalu menjadi berkat dimanapun berada,” ujar Budi Rahayu, S.S., rekan kerja Mega.

Mega mengenang masa-masa sejak awal ia bergabung dengan UK Petra, ia telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan, mulai dari Rektor, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan juga Kepala Program Studi S2 dan S3 Teknik Sipil. Berbagai perubahan kurikulum dan kebijakan juga telah banyak dialaminya. Mega selalu mengingat nama para mahasiswa dan cerita-cerita tentang mereka yang unik dan berbeda-beda. “Semuanya berkesan sekali, mahasiswa S2 itu berbeda dengan mahasiswa S1, saya selalu mengingat dan membawa para mahasiswa, dosen, pimpinan, dan yayasan dalam doa saya setiap pagi. Jika kita damai dengan diri kita, kita pasti dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain,” ungkap Mega. (rut/dit)

Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan ibadah syukur Purna Tugas untuk para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. Kali ini, Sri Megawati, S.Pd., M.M., tata usaha Program Magister dan Doktoral Teknik Sipil UK Petra telah mencapai masa pensiun setelah 17 tahun berkarya. Ibadah syukur ini dihadiri oleh rekan-rekan Mega, rekan dosen Program Studi Teknik Sipil maupun sesama tenaga kependidikan UK Petra.

Handoko Sugiharto, M.T., dosen teknik sipil UK Petra membawakan Firman Tuhan dalam ibadah ini. Mengutip Roma 8:28, Handoko menyampaikan bahwa di dalam dunia ini terkadang kita mengalami hal yang tidak baik, tetapi Tuhan tidak pernah memberikan hal buruk pada kita. Seperti salah satu tokoh Alkitab yaitu Yusuf yang dalam hidupnya selalu mengalami masalah yang silih berganti, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkannya, demikian juga dengan kehidupan kita yang selalu Tuhan pelihara.

Penampilan vocal group dari teman-teman Mega yang membawakan lagu kesukaan dari Mega yang berjudul hidup ini adalah kesempatan. Mega juga membacakan puisi karyanya sendiri berjudul “Berkarya di Dalam Berdoa”, dilanjutkan dengan sesi menyampaikan pesan dan kesan dari rekan-rekan kerja. Mulai dari rekan sekantor, mantan atasan, atasan, hingga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Semua sepakat jika Mega merupakan pribadi yang sangat cakap dalam pekerjaan, Mega juga merupakan orang yang sangat peduli pada sesama, banyak rekan-rekannya yang merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Mega. “Sebagai orang yang perfeksionis, Bu Mega selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan benar, serta mengerjakan tugasnya jauh-jauh hari sebelum tenggat waktu. Bu Mega juga seorang yang sangat pemerhati, semoga Bu Mega tidak jenuh melayani di UK Petra dan selalu menjadi berkat dimanapun berada,” ujar Budi Rahayu, S.S., rekan kerja Mega.

Mega mengenang masa-masa sejak awal ia bergabung dengan UK Petra, ia telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan, mulai dari Rektor, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan juga Kepala Program Studi S2 dan S3 Teknik Sipil. Berbagai perubahan kurikulum dan kebijakan juga telah banyak dialaminya. Mega selalu mengingat nama para mahasiswa dan cerita-cerita tentang mereka yang unik dan berbeda-beda. “Semuanya berkesan sekali, mahasiswa S2 itu berbeda dengan mahasiswa S1, saya selalu mengingat dan membawa para mahasiswa, dosen, pimpinan, dan yayasan dalam doa saya setiap pagi. Jika kita damai dengan diri kita, kita pasti dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain,” ungkap Mega. (rut/dit)

Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan ibadah syukur Purna Tugas untuk para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. Kali ini, Sri Megawati, S.Pd., M.M., tata usaha Program Magister dan Doktoral Teknik Sipil UK Petra telah mencapai masa pensiun setelah 17 tahun berkarya. Ibadah syukur ini dihadiri oleh rekan-rekan Mega, rekan dosen Program Studi Teknik Sipil maupun sesama tenaga kependidikan UK Petra.

Handoko Sugiharto, M.T., dosen teknik sipil UK Petra membawakan Firman Tuhan dalam ibadah ini. Mengutip Roma 8:28, Handoko menyampaikan bahwa di dalam dunia ini terkadang kita mengalami hal yang tidak baik, tetapi Tuhan tidak pernah memberikan hal buruk pada kita. Seperti salah satu tokoh Alkitab yaitu Yusuf yang dalam hidupnya selalu mengalami masalah yang silih berganti, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkannya, demikian juga dengan kehidupan kita yang selalu Tuhan pelihara.

Penampilan vocal group dari teman-teman Mega yang membawakan lagu kesukaan dari Mega yang berjudul hidup ini adalah kesempatan. Mega juga membacakan puisi karyanya sendiri berjudul “Berkarya di Dalam Berdoa”, dilanjutkan dengan sesi menyampaikan pesan dan kesan dari rekan-rekan kerja. Mulai dari rekan sekantor, mantan atasan, atasan, hingga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Semua sepakat jika Mega merupakan pribadi yang sangat cakap dalam pekerjaan, Mega juga merupakan orang yang sangat peduli pada sesama, banyak rekan-rekannya yang merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Mega. “Sebagai orang yang perfeksionis, Bu Mega selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan benar, serta mengerjakan tugasnya jauh-jauh hari sebelum tenggat waktu. Bu Mega juga seorang yang sangat pemerhati, semoga Bu Mega tidak jenuh melayani di UK Petra dan selalu menjadi berkat dimanapun berada,” ujar Budi Rahayu, S.S., rekan kerja Mega.

Mega mengenang masa-masa sejak awal ia bergabung dengan UK Petra, ia telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan, mulai dari Rektor, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan juga Kepala Program Studi S2 dan S3 Teknik Sipil. Berbagai perubahan kurikulum dan kebijakan juga telah banyak dialaminya. Mega selalu mengingat nama para mahasiswa dan cerita-cerita tentang mereka yang unik dan berbeda-beda. “Semuanya berkesan sekali, mahasiswa S2 itu berbeda dengan mahasiswa S1, saya selalu mengingat dan membawa para mahasiswa, dosen, pimpinan, dan yayasan dalam doa saya setiap pagi. Jika kita damai dengan diri kita, kita pasti dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain,” ungkap Mega. (rut/dit)

 

Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan ibadah syukur Purna Tugas untuk para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. Kali ini, Sri Megawati, S.Pd., M.M., tata usaha Program Magister dan Doktoral Teknik Sipil UK Petra telah mencapai masa pensiun setelah 17 tahun berkarya. Ibadah syukur ini dihadiri oleh rekan-rekan Mega, rekan dosen Program Studi Teknik Sipil maupun sesama tenaga kependidikan UK Petra.

Handoko Sugiharto, M.T., dosen teknik sipil UK Petra membawakan Firman Tuhan dalam ibadah ini. Mengutip Roma 8:28, Handoko menyampaikan bahwa di dalam dunia ini terkadang kita mengalami hal yang tidak baik, tetapi Tuhan tidak pernah memberikan hal buruk pada kita. Seperti salah satu tokoh Alkitab yaitu Yusuf yang dalam hidupnya selalu mengalami masalah yang silih berganti, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkannya, demikian juga dengan kehidupan kita yang selalu Tuhan pelihara.

Penampilan vocal group dari teman-teman Mega yang membawakan lagu kesukaan dari Mega yang berjudul hidup ini adalah kesempatan. Mega juga membacakan puisi karyanya sendiri berjudul “Berkarya di Dalam Berdoa”, dilanjutkan dengan sesi menyampaikan pesan dan kesan dari rekan-rekan kerja. Mulai dari rekan sekantor, mantan atasan, atasan, hingga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Semua sepakat jika Mega merupakan pribadi yang sangat cakap dalam pekerjaan, Mega juga merupakan orang yang sangat peduli pada sesama, banyak rekan-rekannya yang merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Mega. “Sebagai orang yang perfeksionis, Bu Mega selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan benar, serta mengerjakan tugasnya jauh-jauh hari sebelum tenggat waktu. Bu Mega juga seorang yang sangat pemerhati, semoga Bu Mega tidak jenuh melayani di UK Petra dan selalu menjadi berkat dimanapun berada,” ujar Budi Rahayu, S.S., rekan kerja Mega.

Mega mengenang masa-masa sejak awal ia bergabung dengan UK Petra, ia telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan, mulai dari Rektor, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan juga Kepala Program Studi S2 dan S3 Teknik Sipil. Berbagai perubahan kurikulum dan kebijakan juga telah banyak dialaminya. Mega selalu mengingat nama para mahasiswa dan cerita-cerita tentang mereka yang unik dan berbeda-beda. “Semuanya berkesan sekali, mahasiswa S2 itu berbeda dengan mahasiswa S1, saya selalu mengingat dan membawa para mahasiswa, dosen, pimpinan, dan yayasan dalam doa saya setiap pagi. Jika kita damai dengan diri kita, kita pasti dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain,” ungkap Mega. (rut/dit)

Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan ibadah syukur Purna Tugas untuk para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. Kali ini, Sri Megawati, S.Pd., M.M., tata usaha Program Magister dan Doktoral Teknik Sipil UK Petra telah mencapai masa pensiun setelah 17 tahun berkarya. Ibadah syukur ini dihadiri oleh rekan-rekan Mega, rekan dosen Program Studi Teknik Sipil maupun sesama tenaga kependidikan UK Petra.

Handoko Sugiharto, M.T., dosen teknik sipil UK Petra membawakan Firman Tuhan dalam ibadah ini. Mengutip Roma 8:28, Handoko menyampaikan bahwa di dalam dunia ini terkadang kita mengalami hal yang tidak baik, tetapi Tuhan tidak pernah memberikan hal buruk pada kita. Seperti salah satu tokoh Alkitab yaitu Yusuf yang dalam hidupnya selalu mengalami masalah yang silih berganti, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkannya, demikian juga dengan kehidupan kita yang selalu Tuhan pelihara.

Penampilan vocal group dari teman-teman Mega yang membawakan lagu kesukaan dari Mega yang berjudul hidup ini adalah kesempatan. Mega juga membacakan puisi karyanya sendiri berjudul “Berkarya di Dalam Berdoa”, dilanjutkan dengan sesi menyampaikan pesan dan kesan dari rekan-rekan kerja. Mulai dari rekan sekantor, mantan atasan, atasan, hingga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Semua sepakat jika Mega merupakan pribadi yang sangat cakap dalam pekerjaan, Mega juga merupakan orang yang sangat peduli pada sesama, banyak rekan-rekannya yang merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Mega. “Sebagai orang yang perfeksionis, Bu Mega selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan benar, serta mengerjakan tugasnya jauh-jauh hari sebelum tenggat waktu. Bu Mega juga seorang yang sangat pemerhati, semoga Bu Mega tidak jenuh melayani di UK Petra dan selalu menjadi berkat dimanapun berada,” ujar Budi Rahayu, S.S., rekan kerja Mega.

Mega mengenang masa-masa sejak awal ia bergabung dengan UK Petra, ia telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan, mulai dari Rektor, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan juga Kepala Program Studi S2 dan S3 Teknik Sipil. Berbagai perubahan kurikulum dan kebijakan juga telah banyak dialaminya. Mega selalu mengingat nama para mahasiswa dan cerita-cerita tentang mereka yang unik dan berbeda-beda. “Semuanya berkesan sekali, mahasiswa S2 itu berbeda dengan mahasiswa S1, saya selalu mengingat dan membawa para mahasiswa, dosen, pimpinan, dan yayasan dalam doa saya setiap pagi. Jika kita damai dengan diri kita, kita pasti dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain,” ungkap Mega. (rut/dit)

Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan ibadah syukur Purna Tugas untuk para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. Kali ini, Sri Megawati, S.Pd., M.M., tata usaha Program Magister dan Doktoral Teknik Sipil UK Petra telah mencapai masa pensiun setelah 17 tahun berkarya. Ibadah syukur ini dihadiri oleh rekan-rekan Mega, rekan dosen Program Studi Teknik Sipil maupun sesama tenaga kependidikan UK Petra.

Handoko Sugiharto, M.T., dosen teknik sipil UK Petra membawakan Firman Tuhan dalam ibadah ini. Mengutip Roma 8:28, Handoko menyampaikan bahwa di dalam dunia ini terkadang kita mengalami hal yang tidak baik, tetapi Tuhan tidak pernah memberikan hal buruk pada kita. Seperti salah satu tokoh Alkitab yaitu Yusuf yang dalam hidupnya selalu mengalami masalah yang silih berganti, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkannya, demikian juga dengan kehidupan kita yang selalu Tuhan pelihara.

Penampilan vocal group dari teman-teman Mega yang membawakan lagu kesukaan dari Mega yang berjudul hidup ini adalah kesempatan. Mega juga membacakan puisi karyanya sendiri berjudul “Berkarya di Dalam Berdoa”, dilanjutkan dengan sesi menyampaikan pesan dan kesan dari rekan-rekan kerja. Mulai dari rekan sekantor, mantan atasan, atasan, hingga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Semua sepakat jika Mega merupakan pribadi yang sangat cakap dalam pekerjaan, Mega juga merupakan orang yang sangat peduli pada sesama, banyak rekan-rekannya yang merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Mega. “Sebagai orang yang perfeksionis, Bu Mega selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan benar, serta mengerjakan tugasnya jauh-jauh hari sebelum tenggat waktu. Bu Mega juga seorang yang sangat pemerhati, semoga Bu Mega tidak jenuh melayani di UK Petra dan selalu menjadi berkat dimanapun berada,” ujar Budi Rahayu, S.S., rekan kerja Mega.

Mega mengenang masa-masa sejak awal ia bergabung dengan UK Petra, ia telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan, mulai dari Rektor, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan juga Kepala Program Studi S2 dan S3 Teknik Sipil. Berbagai perubahan kurikulum dan kebijakan juga telah banyak dialaminya. Mega selalu mengingat nama para mahasiswa dan cerita-cerita tentang mereka yang unik dan berbeda-beda. “Semuanya berkesan sekali, mahasiswa S2 itu berbeda dengan mahasiswa S1, saya selalu mengingat dan membawa para mahasiswa, dosen, pimpinan, dan yayasan dalam doa saya setiap pagi. Jika kita damai dengan diri kita, kita pasti dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain,” ungkap Mega. (rut/dit)

Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan ibadah syukur Purna Tugas untuk para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. Kali ini, Sri Megawati, S.Pd., M.M., tata usaha Program Magister dan Doktoral Teknik Sipil UK Petra telah mencapai masa pensiun setelah 17 tahun berkarya. Ibadah syukur ini dihadiri oleh rekan-rekan Mega, rekan dosen Program Studi Teknik Sipil maupun sesama tenaga kependidikan UK Petra.

Handoko Sugiharto, M.T., dosen teknik sipil UK Petra membawakan Firman Tuhan dalam ibadah ini. Mengutip Roma 8:28, Handoko menyampaikan bahwa di dalam dunia ini terkadang kita mengalami hal yang tidak baik, tetapi Tuhan tidak pernah memberikan hal buruk pada kita. Seperti salah satu tokoh Alkitab yaitu Yusuf yang dalam hidupnya selalu mengalami masalah yang silih berganti, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkannya, demikian juga dengan kehidupan kita yang selalu Tuhan pelihara.

Penampilan vocal group dari teman-teman Mega yang membawakan lagu kesukaan dari Mega yang berjudul hidup ini adalah kesempatan. Mega juga membacakan puisi karyanya sendiri berjudul “Berkarya di Dalam Berdoa”, dilanjutkan dengan sesi menyampaikan pesan dan kesan dari rekan-rekan kerja. Mulai dari rekan sekantor, mantan atasan, atasan, hingga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Semua sepakat jika Mega merupakan pribadi yang sangat cakap dalam pekerjaan, Mega juga merupakan orang yang sangat peduli pada sesama, banyak rekan-rekannya yang merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Mega. “Sebagai orang yang perfeksionis, Bu Mega selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan benar, serta mengerjakan tugasnya jauh-jauh hari sebelum tenggat waktu. Bu Mega juga seorang yang sangat pemerhati, semoga Bu Mega tidak jenuh melayani di UK Petra dan selalu menjadi berkat dimanapun berada,” ujar Budi Rahayu, S.S., rekan kerja Mega.

Mega mengenang masa-masa sejak awal ia bergabung dengan UK Petra, ia telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan, mulai dari Rektor, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan juga Kepala Program Studi S2 dan S3 Teknik Sipil. Berbagai perubahan kurikulum dan kebijakan juga telah banyak dialaminya. Mega selalu mengingat nama para mahasiswa dan cerita-cerita tentang mereka yang unik dan berbeda-beda. “Semuanya berkesan sekali, mahasiswa S2 itu berbeda dengan mahasiswa S1, saya selalu mengingat dan membawa para mahasiswa, dosen, pimpinan, dan yayasan dalam doa saya setiap pagi. Jika kita damai dengan diri kita, kita pasti dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain,” ungkap Mega. (rut/dit)

Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan ibadah syukur Purna Tugas untuk para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. Kali ini, Sri Megawati, S.Pd., M.M., tata usaha Program Magister dan Doktoral Teknik Sipil UK Petra telah mencapai masa pensiun setelah 17 tahun berkarya. Ibadah syukur ini dihadiri oleh rekan-rekan Mega, rekan dosen Program Studi Teknik Sipil maupun sesama tenaga kependidikan UK Petra.

Handoko Sugiharto, M.T., dosen teknik sipil UK Petra membawakan Firman Tuhan dalam ibadah ini. Mengutip Roma 8:28, Handoko menyampaikan bahwa di dalam dunia ini terkadang kita mengalami hal yang tidak baik, tetapi Tuhan tidak pernah memberikan hal buruk pada kita. Seperti salah satu tokoh Alkitab yaitu Yusuf yang dalam hidupnya selalu mengalami masalah yang silih berganti, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkannya, demikian juga dengan kehidupan kita yang selalu Tuhan pelihara.

Penampilan vocal group dari teman-teman Mega yang membawakan lagu kesukaan dari Mega yang berjudul hidup ini adalah kesempatan. Mega juga membacakan puisi karyanya sendiri berjudul “Berkarya di Dalam Berdoa”, dilanjutkan dengan sesi menyampaikan pesan dan kesan dari rekan-rekan kerja. Mulai dari rekan sekantor, mantan atasan, atasan, hingga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Semua sepakat jika Mega merupakan pribadi yang sangat cakap dalam pekerjaan, Mega juga merupakan orang yang sangat peduli pada sesama, banyak rekan-rekannya yang merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Mega. “Sebagai orang yang perfeksionis, Bu Mega selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan benar, serta mengerjakan tugasnya jauh-jauh hari sebelum tenggat waktu. Bu Mega juga seorang yang sangat pemerhati, semoga Bu Mega tidak jenuh melayani di UK Petra dan selalu menjadi berkat dimanapun berada,” ujar Budi Rahayu, S.S., rekan kerja Mega.

Mega mengenang masa-masa sejak awal ia bergabung dengan UK Petra, ia telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan, mulai dari Rektor, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan juga Kepala Program Studi S2 dan S3 Teknik Sipil. Berbagai perubahan kurikulum dan kebijakan juga telah banyak dialaminya. Mega selalu mengingat nama para mahasiswa dan cerita-cerita tentang mereka yang unik dan berbeda-beda. “Semuanya berkesan sekali, mahasiswa S2 itu berbeda dengan mahasiswa S1, saya selalu mengingat dan membawa para mahasiswa, dosen, pimpinan, dan yayasan dalam doa saya setiap pagi. Jika kita damai dengan diri kita, kita pasti dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain,” ungkap Mega. (rut/dit)

Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan ibadah syukur Purna Tugas untuk para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. Kali ini, Sri Megawati, S.Pd., M.M., tata usaha Program Magister dan Doktoral Teknik Sipil UK Petra telah mencapai masa pensiun setelah 17 tahun berkarya. Ibadah syukur ini dihadiri oleh rekan-rekan Mega, rekan dosen Program Studi Teknik Sipil maupun sesama tenaga kependidikan UK Petra.

Handoko Sugiharto, M.T., dosen teknik sipil UK Petra membawakan Firman Tuhan dalam ibadah ini. Mengutip Roma 8:28, Handoko menyampaikan bahwa di dalam dunia ini terkadang kita mengalami hal yang tidak baik, tetapi Tuhan tidak pernah memberikan hal buruk pada kita. Seperti salah satu tokoh Alkitab yaitu Yusuf yang dalam hidupnya selalu mengalami masalah yang silih berganti, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkannya, demikian juga dengan kehidupan kita yang selalu Tuhan pelihara.

Penampilan vocal group dari teman-teman Mega yang membawakan lagu kesukaan dari Mega yang berjudul hidup ini adalah kesempatan. Mega juga membacakan puisi karyanya sendiri berjudul “Berkarya di Dalam Berdoa”, dilanjutkan dengan sesi menyampaikan pesan dan kesan dari rekan-rekan kerja. Mulai dari rekan sekantor, mantan atasan, atasan, hingga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Semua sepakat jika Mega merupakan pribadi yang sangat cakap dalam pekerjaan, Mega juga merupakan orang yang sangat peduli pada sesama, banyak rekan-rekannya yang merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Mega. “Sebagai orang yang perfeksionis, Bu Mega selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan benar, serta mengerjakan tugasnya jauh-jauh hari sebelum tenggat waktu. Bu Mega juga seorang yang sangat pemerhati, semoga Bu Mega tidak jenuh melayani di UK Petra dan selalu menjadi berkat dimanapun berada,” ujar Budi Rahayu, S.S., rekan kerja Mega.

Mega mengenang masa-masa sejak awal ia bergabung dengan UK Petra, ia telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan, mulai dari Rektor, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan juga Kepala Program Studi S2 dan S3 Teknik Sipil. Berbagai perubahan kurikulum dan kebijakan juga telah banyak dialaminya. Mega selalu mengingat nama para mahasiswa dan cerita-cerita tentang mereka yang unik dan berbeda-beda. “Semuanya berkesan sekali, mahasiswa S2 itu berbeda dengan mahasiswa S1, saya selalu mengingat dan membawa para mahasiswa, dosen, pimpinan, dan yayasan dalam doa saya setiap pagi. Jika kita damai dengan diri kita, kita pasti dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain,” ungkap Mega. (rut/dit)

Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan ibadah syukur Purna Tugas untuk para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. Kali ini, Sri Megawati, S.Pd., M.M., tata usaha Program Magister dan Doktoral Teknik Sipil UK Petra telah mencapai masa pensiun setelah 17 tahun berkarya. Ibadah syukur ini dihadiri oleh rekan-rekan Mega, rekan dosen Program Studi Teknik Sipil maupun sesama tenaga kependidikan UK Petra.

Handoko Sugiharto, M.T., dosen teknik sipil UK Petra membawakan Firman Tuhan dalam ibadah ini. Mengutip Roma 8:28, Handoko menyampaikan bahwa di dalam dunia ini terkadang kita mengalami hal yang tidak baik, tetapi Tuhan tidak pernah memberikan hal buruk pada kita. Seperti salah satu tokoh Alkitab yaitu Yusuf yang dalam hidupnya selalu mengalami masalah yang silih berganti, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkannya, demikian juga dengan kehidupan kita yang selalu Tuhan pelihara.

Penampilan vocal group dari teman-teman Mega yang membawakan lagu kesukaan dari Mega yang berjudul hidup ini adalah kesempatan. Mega juga membacakan puisi karyanya sendiri berjudul “Berkarya di Dalam Berdoa”, dilanjutkan dengan sesi menyampaikan pesan dan kesan dari rekan-rekan kerja. Mulai dari rekan sekantor, mantan atasan, atasan, hingga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Semua sepakat jika Mega merupakan pribadi yang sangat cakap dalam pekerjaan, Mega juga merupakan orang yang sangat peduli pada sesama, banyak rekan-rekannya yang merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Mega. “Sebagai orang yang perfeksionis, Bu Mega selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan benar, serta mengerjakan tugasnya jauh-jauh hari sebelum tenggat waktu. Bu Mega juga seorang yang sangat pemerhati, semoga Bu Mega tidak jenuh melayani di UK Petra dan selalu menjadi berkat dimanapun berada,” ujar Budi Rahayu, S.S., rekan kerja Mega.

Mega mengenang masa-masa sejak awal ia bergabung dengan UK Petra, ia telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan, mulai dari Rektor, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan juga Kepala Program Studi S2 dan S3 Teknik Sipil. Berbagai perubahan kurikulum dan kebijakan juga telah banyak dialaminya. Mega selalu mengingat nama para mahasiswa dan cerita-cerita tentang mereka yang unik dan berbeda-beda. “Semuanya berkesan sekali, mahasiswa S2 itu berbeda dengan mahasiswa S1, saya selalu mengingat dan membawa para mahasiswa, dosen, pimpinan, dan yayasan dalam doa saya setiap pagi. Jika kita damai dengan diri kita, kita pasti dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain,” ungkap Mega. (rut/dit)

 

Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan ibadah syukur Purna Tugas untuk para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. Kali ini, Sri Megawati, S.Pd., M.M., tata usaha Program Magister dan Doktoral Teknik Sipil UK Petra telah mencapai masa pensiun setelah 17 tahun berkarya. Ibadah syukur ini dihadiri oleh rekan-rekan Mega, rekan dosen Program Studi Teknik Sipil maupun sesama tenaga kependidikan UK Petra.

Handoko Sugiharto, M.T., dosen teknik sipil UK Petra membawakan Firman Tuhan dalam ibadah ini. Mengutip Roma 8:28, Handoko menyampaikan bahwa di dalam dunia ini terkadang kita mengalami hal yang tidak baik, tetapi Tuhan tidak pernah memberikan hal buruk pada kita. Seperti salah satu tokoh Alkitab yaitu Yusuf yang dalam hidupnya selalu mengalami masalah yang silih berganti, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkannya, demikian juga dengan kehidupan kita yang selalu Tuhan pelihara.

Penampilan vocal group dari teman-teman Mega yang membawakan lagu kesukaan dari Mega yang berjudul hidup ini adalah kesempatan. Mega juga membacakan puisi karyanya sendiri berjudul “Berkarya di Dalam Berdoa”, dilanjutkan dengan sesi menyampaikan pesan dan kesan dari rekan-rekan kerja. Mulai dari rekan sekantor, mantan atasan, atasan, hingga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Semua sepakat jika Mega merupakan pribadi yang sangat cakap dalam pekerjaan, Mega juga merupakan orang yang sangat peduli pada sesama, banyak rekan-rekannya yang merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Mega. “Sebagai orang yang perfeksionis, Bu Mega selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan benar, serta mengerjakan tugasnya jauh-jauh hari sebelum tenggat waktu. Bu Mega juga seorang yang sangat pemerhati, semoga Bu Mega tidak jenuh melayani di UK Petra dan selalu menjadi berkat dimanapun berada,” ujar Budi Rahayu, S.S., rekan kerja Mega.

Mega mengenang masa-masa sejak awal ia bergabung dengan UK Petra, ia telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan, mulai dari Rektor, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan juga Kepala Program Studi S2 dan S3 Teknik Sipil. Berbagai perubahan kurikulum dan kebijakan juga telah banyak dialaminya. Mega selalu mengingat nama para mahasiswa dan cerita-cerita tentang mereka yang unik dan berbeda-beda. “Semuanya berkesan sekali, mahasiswa S2 itu berbeda dengan mahasiswa S1, saya selalu mengingat dan membawa para mahasiswa, dosen, pimpinan, dan yayasan dalam doa saya setiap pagi. Jika kita damai dengan diri kita, kita pasti dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain,” ungkap Mega. (rut/dit)

Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan ibadah syukur Purna Tugas untuk para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. Kali ini, Sri Megawati, S.Pd., M.M., tata usaha Program Magister dan Doktoral Teknik Sipil UK Petra telah mencapai masa pensiun setelah 17 tahun berkarya. Ibadah syukur ini dihadiri oleh rekan-rekan Mega, rekan dosen Program Studi Teknik Sipil maupun sesama tenaga kependidikan UK Petra.

Handoko Sugiharto, M.T., dosen teknik sipil UK Petra membawakan Firman Tuhan dalam ibadah ini. Mengutip Roma 8:28, Handoko menyampaikan bahwa di dalam dunia ini terkadang kita mengalami hal yang tidak baik, tetapi Tuhan tidak pernah memberikan hal buruk pada kita. Seperti salah satu tokoh Alkitab yaitu Yusuf yang dalam hidupnya selalu mengalami masalah yang silih berganti, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkannya, demikian juga dengan kehidupan kita yang selalu Tuhan pelihara.

Penampilan vocal group dari teman-teman Mega yang membawakan lagu kesukaan dari Mega yang berjudul hidup ini adalah kesempatan. Mega juga membacakan puisi karyanya sendiri berjudul “Berkarya di Dalam Berdoa”, dilanjutkan dengan sesi menyampaikan pesan dan kesan dari rekan-rekan kerja. Mulai dari rekan sekantor, mantan atasan, atasan, hingga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Semua sepakat jika Mega merupakan pribadi yang sangat cakap dalam pekerjaan, Mega juga merupakan orang yang sangat peduli pada sesama, banyak rekan-rekannya yang merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Mega. “Sebagai orang yang perfeksionis, Bu Mega selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan benar, serta mengerjakan tugasnya jauh-jauh hari sebelum tenggat waktu. Bu Mega juga seorang yang sangat pemerhati, semoga Bu Mega tidak jenuh melayani di UK Petra dan selalu menjadi berkat dimanapun berada,” ujar Budi Rahayu, S.S., rekan kerja Mega.

Mega mengenang masa-masa sejak awal ia bergabung dengan UK Petra, ia telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan, mulai dari Rektor, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan juga Kepala Program Studi S2 dan S3 Teknik Sipil. Berbagai perubahan kurikulum dan kebijakan juga telah banyak dialaminya. Mega selalu mengingat nama para mahasiswa dan cerita-cerita tentang mereka yang unik dan berbeda-beda. “Semuanya berkesan sekali, mahasiswa S2 itu berbeda dengan mahasiswa S1, saya selalu mengingat dan membawa para mahasiswa, dosen, pimpinan, dan yayasan dalam doa saya setiap pagi. Jika kita damai dengan diri kita, kita pasti dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain,” ungkap Mega. (rut/dit)

Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan ibadah syukur Purna Tugas untuk para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. Kali ini, Sri Megawati, S.Pd., M.M., tata usaha Program Magister dan Doktoral Teknik Sipil UK Petra telah mencapai masa pensiun setelah 17 tahun berkarya. Ibadah syukur ini dihadiri oleh rekan-rekan Mega, rekan dosen Program Studi Teknik Sipil maupun sesama tenaga kependidikan UK Petra.

Handoko Sugiharto, M.T., dosen teknik sipil UK Petra membawakan Firman Tuhan dalam ibadah ini. Mengutip Roma 8:28, Handoko menyampaikan bahwa di dalam dunia ini terkadang kita mengalami hal yang tidak baik, tetapi Tuhan tidak pernah memberikan hal buruk pada kita. Seperti salah satu tokoh Alkitab yaitu Yusuf yang dalam hidupnya selalu mengalami masalah yang silih berganti, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkannya, demikian juga dengan kehidupan kita yang selalu Tuhan pelihara.

Penampilan vocal group dari teman-teman Mega yang membawakan lagu kesukaan dari Mega yang berjudul hidup ini adalah kesempatan. Mega juga membacakan puisi karyanya sendiri berjudul “Berkarya di Dalam Berdoa”, dilanjutkan dengan sesi menyampaikan pesan dan kesan dari rekan-rekan kerja. Mulai dari rekan sekantor, mantan atasan, atasan, hingga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Semua sepakat jika Mega merupakan pribadi yang sangat cakap dalam pekerjaan, Mega juga merupakan orang yang sangat peduli pada sesama, banyak rekan-rekannya yang merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Mega. “Sebagai orang yang perfeksionis, Bu Mega selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan benar, serta mengerjakan tugasnya jauh-jauh hari sebelum tenggat waktu. Bu Mega juga seorang yang sangat pemerhati, semoga Bu Mega tidak jenuh melayani di UK Petra dan selalu menjadi berkat dimanapun berada,” ujar Budi Rahayu, S.S., rekan kerja Mega.

Mega mengenang masa-masa sejak awal ia bergabung dengan UK Petra, ia telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan, mulai dari Rektor, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan juga Kepala Program Studi S2 dan S3 Teknik Sipil. Berbagai perubahan kurikulum dan kebijakan juga telah banyak dialaminya. Mega selalu mengingat nama para mahasiswa dan cerita-cerita tentang mereka yang unik dan berbeda-beda. “Semuanya berkesan sekali, mahasiswa S2 itu berbeda dengan mahasiswa S1, saya selalu mengingat dan membawa para mahasiswa, dosen, pimpinan, dan yayasan dalam doa saya setiap pagi. Jika kita damai dengan diri kita, kita pasti dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain,” ungkap Mega. (rut/dit)

Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan ibadah syukur Purna Tugas untuk para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. Kali ini, Sri Megawati, S.Pd., M.M., tata usaha Program Magister dan Doktoral Teknik Sipil UK Petra telah mencapai masa pensiun setelah 17 tahun berkarya. Ibadah syukur ini dihadiri oleh rekan-rekan Mega, rekan dosen Program Studi Teknik Sipil maupun sesama tenaga kependidikan UK Petra.

Handoko Sugiharto, M.T., dosen teknik sipil UK Petra membawakan Firman Tuhan dalam ibadah ini. Mengutip Roma 8:28, Handoko menyampaikan bahwa di dalam dunia ini terkadang kita mengalami hal yang tidak baik, tetapi Tuhan tidak pernah memberikan hal buruk pada kita. Seperti salah satu tokoh Alkitab yaitu Yusuf yang dalam hidupnya selalu mengalami masalah yang silih berganti, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkannya, demikian juga dengan kehidupan kita yang selalu Tuhan pelihara.

Penampilan vocal group dari teman-teman Mega yang membawakan lagu kesukaan dari Mega yang berjudul hidup ini adalah kesempatan. Mega juga membacakan puisi karyanya sendiri berjudul “Berkarya di Dalam Berdoa”, dilanjutkan dengan sesi menyampaikan pesan dan kesan dari rekan-rekan kerja. Mulai dari rekan sekantor, mantan atasan, atasan, hingga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Semua sepakat jika Mega merupakan pribadi yang sangat cakap dalam pekerjaan, Mega juga merupakan orang yang sangat peduli pada sesama, banyak rekan-rekannya yang merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Mega. “Sebagai orang yang perfeksionis, Bu Mega selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan benar, serta mengerjakan tugasnya jauh-jauh hari sebelum tenggat waktu. Bu Mega juga seorang yang sangat pemerhati, semoga Bu Mega tidak jenuh melayani di UK Petra dan selalu menjadi berkat dimanapun berada,” ujar Budi Rahayu, S.S., rekan kerja Mega.

Mega mengenang masa-masa sejak awal ia bergabung dengan UK Petra, ia telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan, mulai dari Rektor, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan juga Kepala Program Studi S2 dan S3 Teknik Sipil. Berbagai perubahan kurikulum dan kebijakan juga telah banyak dialaminya. Mega selalu mengingat nama para mahasiswa dan cerita-cerita tentang mereka yang unik dan berbeda-beda. “Semuanya berkesan sekali, mahasiswa S2 itu berbeda dengan mahasiswa S1, saya selalu mengingat dan membawa para mahasiswa, dosen, pimpinan, dan yayasan dalam doa saya setiap pagi. Jika kita damai dengan diri kita, kita pasti dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain,” ungkap Mega. (rut/dit)

Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan ibadah syukur Purna Tugas untuk para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. Kali ini, Sri Megawati, S.Pd., M.M., tata usaha Program Magister dan Doktoral Teknik Sipil UK Petra telah mencapai masa pensiun setelah 17 tahun berkarya. Ibadah syukur ini dihadiri oleh rekan-rekan Mega, rekan dosen Program Studi Teknik Sipil maupun sesama tenaga kependidikan UK Petra.

Handoko Sugiharto, M.T., dosen teknik sipil UK Petra membawakan Firman Tuhan dalam ibadah ini. Mengutip Roma 8:28, Handoko menyampaikan bahwa di dalam dunia ini terkadang kita mengalami hal yang tidak baik, tetapi Tuhan tidak pernah memberikan hal buruk pada kita. Seperti salah satu tokoh Alkitab yaitu Yusuf yang dalam hidupnya selalu mengalami masalah yang silih berganti, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkannya, demikian juga dengan kehidupan kita yang selalu Tuhan pelihara.

Penampilan vocal group dari teman-teman Mega yang membawakan lagu kesukaan dari Mega yang berjudul hidup ini adalah kesempatan. Mega juga membacakan puisi karyanya sendiri berjudul “Berkarya di Dalam Berdoa”, dilanjutkan dengan sesi menyampaikan pesan dan kesan dari rekan-rekan kerja. Mulai dari rekan sekantor, mantan atasan, atasan, hingga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Semua sepakat jika Mega merupakan pribadi yang sangat cakap dalam pekerjaan, Mega juga merupakan orang yang sangat peduli pada sesama, banyak rekan-rekannya yang merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Mega. “Sebagai orang yang perfeksionis, Bu Mega selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan benar, serta mengerjakan tugasnya jauh-jauh hari sebelum tenggat waktu. Bu Mega juga seorang yang sangat pemerhati, semoga Bu Mega tidak jenuh melayani di UK Petra dan selalu menjadi berkat dimanapun berada,” ujar Budi Rahayu, S.S., rekan kerja Mega.

Mega mengenang masa-masa sejak awal ia bergabung dengan UK Petra, ia telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan, mulai dari Rektor, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan juga Kepala Program Studi S2 dan S3 Teknik Sipil. Berbagai perubahan kurikulum dan kebijakan juga telah banyak dialaminya. Mega selalu mengingat nama para mahasiswa dan cerita-cerita tentang mereka yang unik dan berbeda-beda. “Semuanya berkesan sekali, mahasiswa S2 itu berbeda dengan mahasiswa S1, saya selalu mengingat dan membawa para mahasiswa, dosen, pimpinan, dan yayasan dalam doa saya setiap pagi. Jika kita damai dengan diri kita, kita pasti dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain,” ungkap Mega. (rut/dit)

Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan ibadah syukur Purna Tugas untuk para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. Kali ini, Sri Megawati, S.Pd., M.M., tata usaha Program Magister dan Doktoral Teknik Sipil UK Petra telah mencapai masa pensiun setelah 17 tahun berkarya. Ibadah syukur ini dihadiri oleh rekan-rekan Mega, rekan dosen Program Studi Teknik Sipil maupun sesama tenaga kependidikan UK Petra.

Handoko Sugiharto, M.T., dosen teknik sipil UK Petra membawakan Firman Tuhan dalam ibadah ini. Mengutip Roma 8:28, Handoko menyampaikan bahwa di dalam dunia ini terkadang kita mengalami hal yang tidak baik, tetapi Tuhan tidak pernah memberikan hal buruk pada kita. Seperti salah satu tokoh Alkitab yaitu Yusuf yang dalam hidupnya selalu mengalami masalah yang silih berganti, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkannya, demikian juga dengan kehidupan kita yang selalu Tuhan pelihara.

Penampilan vocal group dari teman-teman Mega yang membawakan lagu kesukaan dari Mega yang berjudul hidup ini adalah kesempatan. Mega juga membacakan puisi karyanya sendiri berjudul “Berkarya di Dalam Berdoa”, dilanjutkan dengan sesi menyampaikan pesan dan kesan dari rekan-rekan kerja. Mulai dari rekan sekantor, mantan atasan, atasan, hingga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Semua sepakat jika Mega merupakan pribadi yang sangat cakap dalam pekerjaan, Mega juga merupakan orang yang sangat peduli pada sesama, banyak rekan-rekannya yang merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Mega. “Sebagai orang yang perfeksionis, Bu Mega selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan benar, serta mengerjakan tugasnya jauh-jauh hari sebelum tenggat waktu. Bu Mega juga seorang yang sangat pemerhati, semoga Bu Mega tidak jenuh melayani di UK Petra dan selalu menjadi berkat dimanapun berada,” ujar Budi Rahayu, S.S., rekan kerja Mega.

Mega mengenang masa-masa sejak awal ia bergabung dengan UK Petra, ia telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan, mulai dari Rektor, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan juga Kepala Program Studi S2 dan S3 Teknik Sipil. Berbagai perubahan kurikulum dan kebijakan juga telah banyak dialaminya. Mega selalu mengingat nama para mahasiswa dan cerita-cerita tentang mereka yang unik dan berbeda-beda. “Semuanya berkesan sekali, mahasiswa S2 itu berbeda dengan mahasiswa S1, saya selalu mengingat dan membawa para mahasiswa, dosen, pimpinan, dan yayasan dalam doa saya setiap pagi. Jika kita damai dengan diri kita, kita pasti dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain,” ungkap Mega. (rut/dit)

Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan ibadah syukur Purna Tugas untuk para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. Kali ini, Sri Megawati, S.Pd., M.M., tata usaha Program Magister dan Doktoral Teknik Sipil UK Petra telah mencapai masa pensiun setelah 17 tahun berkarya. Ibadah syukur ini dihadiri oleh rekan-rekan Mega, rekan dosen Program Studi Teknik Sipil maupun sesama tenaga kependidikan UK Petra.

Handoko Sugiharto, M.T., dosen teknik sipil UK Petra membawakan Firman Tuhan dalam ibadah ini. Mengutip Roma 8:28, Handoko menyampaikan bahwa di dalam dunia ini terkadang kita mengalami hal yang tidak baik, tetapi Tuhan tidak pernah memberikan hal buruk pada kita. Seperti salah satu tokoh Alkitab yaitu Yusuf yang dalam hidupnya selalu mengalami masalah yang silih berganti, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkannya, demikian juga dengan kehidupan kita yang selalu Tuhan pelihara.

Penampilan vocal group dari teman-teman Mega yang membawakan lagu kesukaan dari Mega yang berjudul hidup ini adalah kesempatan. Mega juga membacakan puisi karyanya sendiri berjudul “Berkarya di Dalam Berdoa”, dilanjutkan dengan sesi menyampaikan pesan dan kesan dari rekan-rekan kerja. Mulai dari rekan sekantor, mantan atasan, atasan, hingga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Semua sepakat jika Mega merupakan pribadi yang sangat cakap dalam pekerjaan, Mega juga merupakan orang yang sangat peduli pada sesama, banyak rekan-rekannya yang merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Mega. “Sebagai orang yang perfeksionis, Bu Mega selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan benar, serta mengerjakan tugasnya jauh-jauh hari sebelum tenggat waktu. Bu Mega juga seorang yang sangat pemerhati, semoga Bu Mega tidak jenuh melayani di UK Petra dan selalu menjadi berkat dimanapun berada,” ujar Budi Rahayu, S.S., rekan kerja Mega.

Mega mengenang masa-masa sejak awal ia bergabung dengan UK Petra, ia telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan, mulai dari Rektor, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan juga Kepala Program Studi S2 dan S3 Teknik Sipil. Berbagai perubahan kurikulum dan kebijakan juga telah banyak dialaminya. Mega selalu mengingat nama para mahasiswa dan cerita-cerita tentang mereka yang unik dan berbeda-beda. “Semuanya berkesan sekali, mahasiswa S2 itu berbeda dengan mahasiswa S1, saya selalu mengingat dan membawa para mahasiswa, dosen, pimpinan, dan yayasan dalam doa saya setiap pagi. Jika kita damai dengan diri kita, kita pasti dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain,” ungkap Mega. (rut/dit)

 

Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan ibadah syukur Purna Tugas untuk para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. Kali ini, Sri Megawati, S.Pd., M.M., tata usaha Program Magister dan Doktoral Teknik Sipil UK Petra telah mencapai masa pensiun setelah 17 tahun berkarya. Ibadah syukur ini dihadiri oleh rekan-rekan Mega, rekan dosen Program Studi Teknik Sipil maupun sesama tenaga kependidikan UK Petra.

Handoko Sugiharto, M.T., dosen teknik sipil UK Petra membawakan Firman Tuhan dalam ibadah ini. Mengutip Roma 8:28, Handoko menyampaikan bahwa di dalam dunia ini terkadang kita mengalami hal yang tidak baik, tetapi Tuhan tidak pernah memberikan hal buruk pada kita. Seperti salah satu tokoh Alkitab yaitu Yusuf yang dalam hidupnya selalu mengalami masalah yang silih berganti, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkannya, demikian juga dengan kehidupan kita yang selalu Tuhan pelihara.

Penampilan vocal group dari teman-teman Mega yang membawakan lagu kesukaan dari Mega yang berjudul hidup ini adalah kesempatan. Mega juga membacakan puisi karyanya sendiri berjudul “Berkarya di Dalam Berdoa”, dilanjutkan dengan sesi menyampaikan pesan dan kesan dari rekan-rekan kerja. Mulai dari rekan sekantor, mantan atasan, atasan, hingga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Semua sepakat jika Mega merupakan pribadi yang sangat cakap dalam pekerjaan, Mega juga merupakan orang yang sangat peduli pada sesama, banyak rekan-rekannya yang merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Mega. “Sebagai orang yang perfeksionis, Bu Mega selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan benar, serta mengerjakan tugasnya jauh-jauh hari sebelum tenggat waktu. Bu Mega juga seorang yang sangat pemerhati, semoga Bu Mega tidak jenuh melayani di UK Petra dan selalu menjadi berkat dimanapun berada,” ujar Budi Rahayu, S.S., rekan kerja Mega.

Mega mengenang masa-masa sejak awal ia bergabung dengan UK Petra, ia telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan, mulai dari Rektor, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan juga Kepala Program Studi S2 dan S3 Teknik Sipil. Berbagai perubahan kurikulum dan kebijakan juga telah banyak dialaminya. Mega selalu mengingat nama para mahasiswa dan cerita-cerita tentang mereka yang unik dan berbeda-beda. “Semuanya berkesan sekali, mahasiswa S2 itu berbeda dengan mahasiswa S1, saya selalu mengingat dan membawa para mahasiswa, dosen, pimpinan, dan yayasan dalam doa saya setiap pagi. Jika kita damai dengan diri kita, kita pasti dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain,” ungkap Mega. (rut/dit)

Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan ibadah syukur Purna Tugas untuk para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. Kali ini, Sri Megawati, S.Pd., M.M., tata usaha Program Magister dan Doktoral Teknik Sipil UK Petra telah mencapai masa pensiun setelah 17 tahun berkarya. Ibadah syukur ini dihadiri oleh rekan-rekan Mega, rekan dosen Program Studi Teknik Sipil maupun sesama tenaga kependidikan UK Petra.

Handoko Sugiharto, M.T., dosen teknik sipil UK Petra membawakan Firman Tuhan dalam ibadah ini. Mengutip Roma 8:28, Handoko menyampaikan bahwa di dalam dunia ini terkadang kita mengalami hal yang tidak baik, tetapi Tuhan tidak pernah memberikan hal buruk pada kita. Seperti salah satu tokoh Alkitab yaitu Yusuf yang dalam hidupnya selalu mengalami masalah yang silih berganti, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkannya, demikian juga dengan kehidupan kita yang selalu Tuhan pelihara.

Penampilan vocal group dari teman-teman Mega yang membawakan lagu kesukaan dari Mega yang berjudul hidup ini adalah kesempatan. Mega juga membacakan puisi karyanya sendiri berjudul “Berkarya di Dalam Berdoa”, dilanjutkan dengan sesi menyampaikan pesan dan kesan dari rekan-rekan kerja. Mulai dari rekan sekantor, mantan atasan, atasan, hingga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Semua sepakat jika Mega merupakan pribadi yang sangat cakap dalam pekerjaan, Mega juga merupakan orang yang sangat peduli pada sesama, banyak rekan-rekannya yang merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Mega. “Sebagai orang yang perfeksionis, Bu Mega selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan benar, serta mengerjakan tugasnya jauh-jauh hari sebelum tenggat waktu. Bu Mega juga seorang yang sangat pemerhati, semoga Bu Mega tidak jenuh melayani di UK Petra dan selalu menjadi berkat dimanapun berada,” ujar Budi Rahayu, S.S., rekan kerja Mega.

Mega mengenang masa-masa sejak awal ia bergabung dengan UK Petra, ia telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan, mulai dari Rektor, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan juga Kepala Program Studi S2 dan S3 Teknik Sipil. Berbagai perubahan kurikulum dan kebijakan juga telah banyak dialaminya. Mega selalu mengingat nama para mahasiswa dan cerita-cerita tentang mereka yang unik dan berbeda-beda. “Semuanya berkesan sekali, mahasiswa S2 itu berbeda dengan mahasiswa S1, saya selalu mengingat dan membawa para mahasiswa, dosen, pimpinan, dan yayasan dalam doa saya setiap pagi. Jika kita damai dengan diri kita, kita pasti dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain,” ungkap Mega. (rut/dit)

Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan ibadah syukur Purna Tugas untuk para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. Kali ini, Sri Megawati, S.Pd., M.M., tata usaha Program Magister dan Doktoral Teknik Sipil UK Petra telah mencapai masa pensiun setelah 17 tahun berkarya. Ibadah syukur ini dihadiri oleh rekan-rekan Mega, rekan dosen Program Studi Teknik Sipil maupun sesama tenaga kependidikan UK Petra.

Handoko Sugiharto, M.T., dosen teknik sipil UK Petra membawakan Firman Tuhan dalam ibadah ini. Mengutip Roma 8:28, Handoko menyampaikan bahwa di dalam dunia ini terkadang kita mengalami hal yang tidak baik, tetapi Tuhan tidak pernah memberikan hal buruk pada kita. Seperti salah satu tokoh Alkitab yaitu Yusuf yang dalam hidupnya selalu mengalami masalah yang silih berganti, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkannya, demikian juga dengan kehidupan kita yang selalu Tuhan pelihara.

Penampilan vocal group dari teman-teman Mega yang membawakan lagu kesukaan dari Mega yang berjudul hidup ini adalah kesempatan. Mega juga membacakan puisi karyanya sendiri berjudul “Berkarya di Dalam Berdoa”, dilanjutkan dengan sesi menyampaikan pesan dan kesan dari rekan-rekan kerja. Mulai dari rekan sekantor, mantan atasan, atasan, hingga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Semua sepakat jika Mega merupakan pribadi yang sangat cakap dalam pekerjaan, Mega juga merupakan orang yang sangat peduli pada sesama, banyak rekan-rekannya yang merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Mega. “Sebagai orang yang perfeksionis, Bu Mega selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan benar, serta mengerjakan tugasnya jauh-jauh hari sebelum tenggat waktu. Bu Mega juga seorang yang sangat pemerhati, semoga Bu Mega tidak jenuh melayani di UK Petra dan selalu menjadi berkat dimanapun berada,” ujar Budi Rahayu, S.S., rekan kerja Mega.

Mega mengenang masa-masa sejak awal ia bergabung dengan UK Petra, ia telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan, mulai dari Rektor, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan juga Kepala Program Studi S2 dan S3 Teknik Sipil. Berbagai perubahan kurikulum dan kebijakan juga telah banyak dialaminya. Mega selalu mengingat nama para mahasiswa dan cerita-cerita tentang mereka yang unik dan berbeda-beda. “Semuanya berkesan sekali, mahasiswa S2 itu berbeda dengan mahasiswa S1, saya selalu mengingat dan membawa para mahasiswa, dosen, pimpinan, dan yayasan dalam doa saya setiap pagi. Jika kita damai dengan diri kita, kita pasti dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain,” ungkap Mega. (rut/dit)

Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan ibadah syukur Purna Tugas untuk para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. Kali ini, Sri Megawati, S.Pd., M.M., tata usaha Program Magister dan Doktoral Teknik Sipil UK Petra telah mencapai masa pensiun setelah 17 tahun berkarya. Ibadah syukur ini dihadiri oleh rekan-rekan Mega, rekan dosen Program Studi Teknik Sipil maupun sesama tenaga kependidikan UK Petra.

Handoko Sugiharto, M.T., dosen teknik sipil UK Petra membawakan Firman Tuhan dalam ibadah ini. Mengutip Roma 8:28, Handoko menyampaikan bahwa di dalam dunia ini terkadang kita mengalami hal yang tidak baik, tetapi Tuhan tidak pernah memberikan hal buruk pada kita. Seperti salah satu tokoh Alkitab yaitu Yusuf yang dalam hidupnya selalu mengalami masalah yang silih berganti, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkannya, demikian juga dengan kehidupan kita yang selalu Tuhan pelihara.

Penampilan vocal group dari teman-teman Mega yang membawakan lagu kesukaan dari Mega yang berjudul hidup ini adalah kesempatan. Mega juga membacakan puisi karyanya sendiri berjudul “Berkarya di Dalam Berdoa”, dilanjutkan dengan sesi menyampaikan pesan dan kesan dari rekan-rekan kerja. Mulai dari rekan sekantor, mantan atasan, atasan, hingga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Semua sepakat jika Mega merupakan pribadi yang sangat cakap dalam pekerjaan, Mega juga merupakan orang yang sangat peduli pada sesama, banyak rekan-rekannya yang merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Mega. “Sebagai orang yang perfeksionis, Bu Mega selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan benar, serta mengerjakan tugasnya jauh-jauh hari sebelum tenggat waktu. Bu Mega juga seorang yang sangat pemerhati, semoga Bu Mega tidak jenuh melayani di UK Petra dan selalu menjadi berkat dimanapun berada,” ujar Budi Rahayu, S.S., rekan kerja Mega.

Mega mengenang masa-masa sejak awal ia bergabung dengan UK Petra, ia telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan, mulai dari Rektor, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan juga Kepala Program Studi S2 dan S3 Teknik Sipil. Berbagai perubahan kurikulum dan kebijakan juga telah banyak dialaminya. Mega selalu mengingat nama para mahasiswa dan cerita-cerita tentang mereka yang unik dan berbeda-beda. “Semuanya berkesan sekali, mahasiswa S2 itu berbeda dengan mahasiswa S1, saya selalu mengingat dan membawa para mahasiswa, dosen, pimpinan, dan yayasan dalam doa saya setiap pagi. Jika kita damai dengan diri kita, kita pasti dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain,” ungkap Mega. (rut/dit)

Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan ibadah syukur Purna Tugas untuk para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. Kali ini, Sri Megawati, S.Pd., M.M., tata usaha Program Magister dan Doktoral Teknik Sipil UK Petra telah mencapai masa pensiun setelah 17 tahun berkarya. Ibadah syukur ini dihadiri oleh rekan-rekan Mega, rekan dosen Program Studi Teknik Sipil maupun sesama tenaga kependidikan UK Petra.

Handoko Sugiharto, M.T., dosen teknik sipil UK Petra membawakan Firman Tuhan dalam ibadah ini. Mengutip Roma 8:28, Handoko menyampaikan bahwa di dalam dunia ini terkadang kita mengalami hal yang tidak baik, tetapi Tuhan tidak pernah memberikan hal buruk pada kita. Seperti salah satu tokoh Alkitab yaitu Yusuf yang dalam hidupnya selalu mengalami masalah yang silih berganti, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkannya, demikian juga dengan kehidupan kita yang selalu Tuhan pelihara.

Penampilan vocal group dari teman-teman Mega yang membawakan lagu kesukaan dari Mega yang berjudul hidup ini adalah kesempatan. Mega juga membacakan puisi karyanya sendiri berjudul “Berkarya di Dalam Berdoa”, dilanjutkan dengan sesi menyampaikan pesan dan kesan dari rekan-rekan kerja. Mulai dari rekan sekantor, mantan atasan, atasan, hingga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Semua sepakat jika Mega merupakan pribadi yang sangat cakap dalam pekerjaan, Mega juga merupakan orang yang sangat peduli pada sesama, banyak rekan-rekannya yang merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Mega. “Sebagai orang yang perfeksionis, Bu Mega selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan benar, serta mengerjakan tugasnya jauh-jauh hari sebelum tenggat waktu. Bu Mega juga seorang yang sangat pemerhati, semoga Bu Mega tidak jenuh melayani di UK Petra dan selalu menjadi berkat dimanapun berada,” ujar Budi Rahayu, S.S., rekan kerja Mega.

Mega mengenang masa-masa sejak awal ia bergabung dengan UK Petra, ia telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan, mulai dari Rektor, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan juga Kepala Program Studi S2 dan S3 Teknik Sipil. Berbagai perubahan kurikulum dan kebijakan juga telah banyak dialaminya. Mega selalu mengingat nama para mahasiswa dan cerita-cerita tentang mereka yang unik dan berbeda-beda. “Semuanya berkesan sekali, mahasiswa S2 itu berbeda dengan mahasiswa S1, saya selalu mengingat dan membawa para mahasiswa, dosen, pimpinan, dan yayasan dalam doa saya setiap pagi. Jika kita damai dengan diri kita, kita pasti dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain,” ungkap Mega. (rut/dit)

Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan ibadah syukur Purna Tugas untuk para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. Kali ini, Sri Megawati, S.Pd., M.M., tata usaha Program Magister dan Doktoral Teknik Sipil UK Petra telah mencapai masa pensiun setelah 17 tahun berkarya. Ibadah syukur ini dihadiri oleh rekan-rekan Mega, rekan dosen Program Studi Teknik Sipil maupun sesama tenaga kependidikan UK Petra.

Handoko Sugiharto, M.T., dosen teknik sipil UK Petra membawakan Firman Tuhan dalam ibadah ini. Mengutip Roma 8:28, Handoko menyampaikan bahwa di dalam dunia ini terkadang kita mengalami hal yang tidak baik, tetapi Tuhan tidak pernah memberikan hal buruk pada kita. Seperti salah satu tokoh Alkitab yaitu Yusuf yang dalam hidupnya selalu mengalami masalah yang silih berganti, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkannya, demikian juga dengan kehidupan kita yang selalu Tuhan pelihara.

Penampilan vocal group dari teman-teman Mega yang membawakan lagu kesukaan dari Mega yang berjudul hidup ini adalah kesempatan. Mega juga membacakan puisi karyanya sendiri berjudul “Berkarya di Dalam Berdoa”, dilanjutkan dengan sesi menyampaikan pesan dan kesan dari rekan-rekan kerja. Mulai dari rekan sekantor, mantan atasan, atasan, hingga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Semua sepakat jika Mega merupakan pribadi yang sangat cakap dalam pekerjaan, Mega juga merupakan orang yang sangat peduli pada sesama, banyak rekan-rekannya yang merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Mega. “Sebagai orang yang perfeksionis, Bu Mega selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan benar, serta mengerjakan tugasnya jauh-jauh hari sebelum tenggat waktu. Bu Mega juga seorang yang sangat pemerhati, semoga Bu Mega tidak jenuh melayani di UK Petra dan selalu menjadi berkat dimanapun berada,” ujar Budi Rahayu, S.S., rekan kerja Mega.

Mega mengenang masa-masa sejak awal ia bergabung dengan UK Petra, ia telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan, mulai dari Rektor, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan juga Kepala Program Studi S2 dan S3 Teknik Sipil. Berbagai perubahan kurikulum dan kebijakan juga telah banyak dialaminya. Mega selalu mengingat nama para mahasiswa dan cerita-cerita tentang mereka yang unik dan berbeda-beda. “Semuanya berkesan sekali, mahasiswa S2 itu berbeda dengan mahasiswa S1, saya selalu mengingat dan membawa para mahasiswa, dosen, pimpinan, dan yayasan dalam doa saya setiap pagi. Jika kita damai dengan diri kita, kita pasti dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain,” ungkap Mega. (rut/dit)

Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan ibadah syukur Purna Tugas untuk para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. Kali ini, Sri Megawati, S.Pd., M.M., tata usaha Program Magister dan Doktoral Teknik Sipil UK Petra telah mencapai masa pensiun setelah 17 tahun berkarya. Ibadah syukur ini dihadiri oleh rekan-rekan Mega, rekan dosen Program Studi Teknik Sipil maupun sesama tenaga kependidikan UK Petra.

Handoko Sugiharto, M.T., dosen teknik sipil UK Petra membawakan Firman Tuhan dalam ibadah ini. Mengutip Roma 8:28, Handoko menyampaikan bahwa di dalam dunia ini terkadang kita mengalami hal yang tidak baik, tetapi Tuhan tidak pernah memberikan hal buruk pada kita. Seperti salah satu tokoh Alkitab yaitu Yusuf yang dalam hidupnya selalu mengalami masalah yang silih berganti, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkannya, demikian juga dengan kehidupan kita yang selalu Tuhan pelihara.

Penampilan vocal group dari teman-teman Mega yang membawakan lagu kesukaan dari Mega yang berjudul hidup ini adalah kesempatan. Mega juga membacakan puisi karyanya sendiri berjudul “Berkarya di Dalam Berdoa”, dilanjutkan dengan sesi menyampaikan pesan dan kesan dari rekan-rekan kerja. Mulai dari rekan sekantor, mantan atasan, atasan, hingga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Semua sepakat jika Mega merupakan pribadi yang sangat cakap dalam pekerjaan, Mega juga merupakan orang yang sangat peduli pada sesama, banyak rekan-rekannya yang merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Mega. “Sebagai orang yang perfeksionis, Bu Mega selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan benar, serta mengerjakan tugasnya jauh-jauh hari sebelum tenggat waktu. Bu Mega juga seorang yang sangat pemerhati, semoga Bu Mega tidak jenuh melayani di UK Petra dan selalu menjadi berkat dimanapun berada,” ujar Budi Rahayu, S.S., rekan kerja Mega.

Mega mengenang masa-masa sejak awal ia bergabung dengan UK Petra, ia telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan, mulai dari Rektor, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan juga Kepala Program Studi S2 dan S3 Teknik Sipil. Berbagai perubahan kurikulum dan kebijakan juga telah banyak dialaminya. Mega selalu mengingat nama para mahasiswa dan cerita-cerita tentang mereka yang unik dan berbeda-beda. “Semuanya berkesan sekali, mahasiswa S2 itu berbeda dengan mahasiswa S1, saya selalu mengingat dan membawa para mahasiswa, dosen, pimpinan, dan yayasan dalam doa saya setiap pagi. Jika kita damai dengan diri kita, kita pasti dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain,” ungkap Mega. (rut/dit)

 

Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan ibadah syukur Purna Tugas untuk para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. Kali ini, Sri Megawati, S.Pd., M.M., tata usaha Program Magister dan Doktoral Teknik Sipil UK Petra telah mencapai masa pensiun setelah 17 tahun berkarya. Ibadah syukur ini dihadiri oleh rekan-rekan Mega, rekan dosen Program Studi Teknik Sipil maupun sesama tenaga kependidikan UK Petra.

Handoko Sugiharto, M.T., dosen teknik sipil UK Petra membawakan Firman Tuhan dalam ibadah ini. Mengutip Roma 8:28, Handoko menyampaikan bahwa di dalam dunia ini terkadang kita mengalami hal yang tidak baik, tetapi Tuhan tidak pernah memberikan hal buruk pada kita. Seperti salah satu tokoh Alkitab yaitu Yusuf yang dalam hidupnya selalu mengalami masalah yang silih berganti, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkannya, demikian juga dengan kehidupan kita yang selalu Tuhan pelihara.

Penampilan vocal group dari teman-teman Mega yang membawakan lagu kesukaan dari Mega yang berjudul hidup ini adalah kesempatan. Mega juga membacakan puisi karyanya sendiri berjudul “Berkarya di Dalam Berdoa”, dilanjutkan dengan sesi menyampaikan pesan dan kesan dari rekan-rekan kerja. Mulai dari rekan sekantor, mantan atasan, atasan, hingga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Semua sepakat jika Mega merupakan pribadi yang sangat cakap dalam pekerjaan, Mega juga merupakan orang yang sangat peduli pada sesama, banyak rekan-rekannya yang merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Mega. “Sebagai orang yang perfeksionis, Bu Mega selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan benar, serta mengerjakan tugasnya jauh-jauh hari sebelum tenggat waktu. Bu Mega juga seorang yang sangat pemerhati, semoga Bu Mega tidak jenuh melayani di UK Petra dan selalu menjadi berkat dimanapun berada,” ujar Budi Rahayu, S.S., rekan kerja Mega.

Mega mengenang masa-masa sejak awal ia bergabung dengan UK Petra, ia telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan, mulai dari Rektor, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan juga Kepala Program Studi S2 dan S3 Teknik Sipil. Berbagai perubahan kurikulum dan kebijakan juga telah banyak dialaminya. Mega selalu mengingat nama para mahasiswa dan cerita-cerita tentang mereka yang unik dan berbeda-beda. “Semuanya berkesan sekali, mahasiswa S2 itu berbeda dengan mahasiswa S1, saya selalu mengingat dan membawa para mahasiswa, dosen, pimpinan, dan yayasan dalam doa saya setiap pagi. Jika kita damai dengan diri kita, kita pasti dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain,” ungkap Mega. (rut/dit)

Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan ibadah syukur Purna Tugas untuk para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. Kali ini, Sri Megawati, S.Pd., M.M., tata usaha Program Magister dan Doktoral Teknik Sipil UK Petra telah mencapai masa pensiun setelah 17 tahun berkarya. Ibadah syukur ini dihadiri oleh rekan-rekan Mega, rekan dosen Program Studi Teknik Sipil maupun sesama tenaga kependidikan UK Petra.

Handoko Sugiharto, M.T., dosen teknik sipil UK Petra membawakan Firman Tuhan dalam ibadah ini. Mengutip Roma 8:28, Handoko menyampaikan bahwa di dalam dunia ini terkadang kita mengalami hal yang tidak baik, tetapi Tuhan tidak pernah memberikan hal buruk pada kita. Seperti salah satu tokoh Alkitab yaitu Yusuf yang dalam hidupnya selalu mengalami masalah yang silih berganti, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkannya, demikian juga dengan kehidupan kita yang selalu Tuhan pelihara.

Penampilan vocal group dari teman-teman Mega yang membawakan lagu kesukaan dari Mega yang berjudul hidup ini adalah kesempatan. Mega juga membacakan puisi karyanya sendiri berjudul “Berkarya di Dalam Berdoa”, dilanjutkan dengan sesi menyampaikan pesan dan kesan dari rekan-rekan kerja. Mulai dari rekan sekantor, mantan atasan, atasan, hingga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Semua sepakat jika Mega merupakan pribadi yang sangat cakap dalam pekerjaan, Mega juga merupakan orang yang sangat peduli pada sesama, banyak rekan-rekannya yang merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Mega. “Sebagai orang yang perfeksionis, Bu Mega selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan benar, serta mengerjakan tugasnya jauh-jauh hari sebelum tenggat waktu. Bu Mega juga seorang yang sangat pemerhati, semoga Bu Mega tidak jenuh melayani di UK Petra dan selalu menjadi berkat dimanapun berada,” ujar Budi Rahayu, S.S., rekan kerja Mega.

Mega mengenang masa-masa sejak awal ia bergabung dengan UK Petra, ia telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan, mulai dari Rektor, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan juga Kepala Program Studi S2 dan S3 Teknik Sipil. Berbagai perubahan kurikulum dan kebijakan juga telah banyak dialaminya. Mega selalu mengingat nama para mahasiswa dan cerita-cerita tentang mereka yang unik dan berbeda-beda. “Semuanya berkesan sekali, mahasiswa S2 itu berbeda dengan mahasiswa S1, saya selalu mengingat dan membawa para mahasiswa, dosen, pimpinan, dan yayasan dalam doa saya setiap pagi. Jika kita damai dengan diri kita, kita pasti dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain,” ungkap Mega. (rut/dit)

Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan ibadah syukur Purna Tugas untuk para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. Kali ini, Sri Megawati, S.Pd., M.M., tata usaha Program Magister dan Doktoral Teknik Sipil UK Petra telah mencapai masa pensiun setelah 17 tahun berkarya. Ibadah syukur ini dihadiri oleh rekan-rekan Mega, rekan dosen Program Studi Teknik Sipil maupun sesama tenaga kependidikan UK Petra.

Handoko Sugiharto, M.T., dosen teknik sipil UK Petra membawakan Firman Tuhan dalam ibadah ini. Mengutip Roma 8:28, Handoko menyampaikan bahwa di dalam dunia ini terkadang kita mengalami hal yang tidak baik, tetapi Tuhan tidak pernah memberikan hal buruk pada kita. Seperti salah satu tokoh Alkitab yaitu Yusuf yang dalam hidupnya selalu mengalami masalah yang silih berganti, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkannya, demikian juga dengan kehidupan kita yang selalu Tuhan pelihara.

Penampilan vocal group dari teman-teman Mega yang membawakan lagu kesukaan dari Mega yang berjudul hidup ini adalah kesempatan. Mega juga membacakan puisi karyanya sendiri berjudul “Berkarya di Dalam Berdoa”, dilanjutkan dengan sesi menyampaikan pesan dan kesan dari rekan-rekan kerja. Mulai dari rekan sekantor, mantan atasan, atasan, hingga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Semua sepakat jika Mega merupakan pribadi yang sangat cakap dalam pekerjaan, Mega juga merupakan orang yang sangat peduli pada sesama, banyak rekan-rekannya yang merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Mega. “Sebagai orang yang perfeksionis, Bu Mega selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan benar, serta mengerjakan tugasnya jauh-jauh hari sebelum tenggat waktu. Bu Mega juga seorang yang sangat pemerhati, semoga Bu Mega tidak jenuh melayani di UK Petra dan selalu menjadi berkat dimanapun berada,” ujar Budi Rahayu, S.S., rekan kerja Mega.

Mega mengenang masa-masa sejak awal ia bergabung dengan UK Petra, ia telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan, mulai dari Rektor, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan juga Kepala Program Studi S2 dan S3 Teknik Sipil. Berbagai perubahan kurikulum dan kebijakan juga telah banyak dialaminya. Mega selalu mengingat nama para mahasiswa dan cerita-cerita tentang mereka yang unik dan berbeda-beda. “Semuanya berkesan sekali, mahasiswa S2 itu berbeda dengan mahasiswa S1, saya selalu mengingat dan membawa para mahasiswa, dosen, pimpinan, dan yayasan dalam doa saya setiap pagi. Jika kita damai dengan diri kita, kita pasti dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain,” ungkap Mega. (rut/dit)

Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan ibadah syukur Purna Tugas untuk para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. Kali ini, Sri Megawati, S.Pd., M.M., tata usaha Program Magister dan Doktoral Teknik Sipil UK Petra telah mencapai masa pensiun setelah 17 tahun berkarya. Ibadah syukur ini dihadiri oleh rekan-rekan Mega, rekan dosen Program Studi Teknik Sipil maupun sesama tenaga kependidikan UK Petra.

Handoko Sugiharto, M.T., dosen teknik sipil UK Petra membawakan Firman Tuhan dalam ibadah ini. Mengutip Roma 8:28, Handoko menyampaikan bahwa di dalam dunia ini terkadang kita mengalami hal yang tidak baik, tetapi Tuhan tidak pernah memberikan hal buruk pada kita. Seperti salah satu tokoh Alkitab yaitu Yusuf yang dalam hidupnya selalu mengalami masalah yang silih berganti, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkannya, demikian juga dengan kehidupan kita yang selalu Tuhan pelihara.

Penampilan vocal group dari teman-teman Mega yang membawakan lagu kesukaan dari Mega yang berjudul hidup ini adalah kesempatan. Mega juga membacakan puisi karyanya sendiri berjudul “Berkarya di Dalam Berdoa”, dilanjutkan dengan sesi menyampaikan pesan dan kesan dari rekan-rekan kerja. Mulai dari rekan sekantor, mantan atasan, atasan, hingga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Semua sepakat jika Mega merupakan pribadi yang sangat cakap dalam pekerjaan, Mega juga merupakan orang yang sangat peduli pada sesama, banyak rekan-rekannya yang merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Mega. “Sebagai orang yang perfeksionis, Bu Mega selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan benar, serta mengerjakan tugasnya jauh-jauh hari sebelum tenggat waktu. Bu Mega juga seorang yang sangat pemerhati, semoga Bu Mega tidak jenuh melayani di UK Petra dan selalu menjadi berkat dimanapun berada,” ujar Budi Rahayu, S.S., rekan kerja Mega.

Mega mengenang masa-masa sejak awal ia bergabung dengan UK Petra, ia telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan, mulai dari Rektor, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan juga Kepala Program Studi S2 dan S3 Teknik Sipil. Berbagai perubahan kurikulum dan kebijakan juga telah banyak dialaminya. Mega selalu mengingat nama para mahasiswa dan cerita-cerita tentang mereka yang unik dan berbeda-beda. “Semuanya berkesan sekali, mahasiswa S2 itu berbeda dengan mahasiswa S1, saya selalu mengingat dan membawa para mahasiswa, dosen, pimpinan, dan yayasan dalam doa saya setiap pagi. Jika kita damai dengan diri kita, kita pasti dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain,” ungkap Mega. (rut/dit)

Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan ibadah syukur Purna Tugas untuk para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. Kali ini, Sri Megawati, S.Pd., M.M., tata usaha Program Magister dan Doktoral Teknik Sipil UK Petra telah mencapai masa pensiun setelah 17 tahun berkarya. Ibadah syukur ini dihadiri oleh rekan-rekan Mega, rekan dosen Program Studi Teknik Sipil maupun sesama tenaga kependidikan UK Petra.

Handoko Sugiharto, M.T., dosen teknik sipil UK Petra membawakan Firman Tuhan dalam ibadah ini. Mengutip Roma 8:28, Handoko menyampaikan bahwa di dalam dunia ini terkadang kita mengalami hal yang tidak baik, tetapi Tuhan tidak pernah memberikan hal buruk pada kita. Seperti salah satu tokoh Alkitab yaitu Yusuf yang dalam hidupnya selalu mengalami masalah yang silih berganti, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkannya, demikian juga dengan kehidupan kita yang selalu Tuhan pelihara.

Penampilan vocal group dari teman-teman Mega yang membawakan lagu kesukaan dari Mega yang berjudul hidup ini adalah kesempatan. Mega juga membacakan puisi karyanya sendiri berjudul “Berkarya di Dalam Berdoa”, dilanjutkan dengan sesi menyampaikan pesan dan kesan dari rekan-rekan kerja. Mulai dari rekan sekantor, mantan atasan, atasan, hingga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Semua sepakat jika Mega merupakan pribadi yang sangat cakap dalam pekerjaan, Mega juga merupakan orang yang sangat peduli pada sesama, banyak rekan-rekannya yang merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Mega. “Sebagai orang yang perfeksionis, Bu Mega selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan benar, serta mengerjakan tugasnya jauh-jauh hari sebelum tenggat waktu. Bu Mega juga seorang yang sangat pemerhati, semoga Bu Mega tidak jenuh melayani di UK Petra dan selalu menjadi berkat dimanapun berada,” ujar Budi Rahayu, S.S., rekan kerja Mega.

Mega mengenang masa-masa sejak awal ia bergabung dengan UK Petra, ia telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan, mulai dari Rektor, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan juga Kepala Program Studi S2 dan S3 Teknik Sipil. Berbagai perubahan kurikulum dan kebijakan juga telah banyak dialaminya. Mega selalu mengingat nama para mahasiswa dan cerita-cerita tentang mereka yang unik dan berbeda-beda. “Semuanya berkesan sekali, mahasiswa S2 itu berbeda dengan mahasiswa S1, saya selalu mengingat dan membawa para mahasiswa, dosen, pimpinan, dan yayasan dalam doa saya setiap pagi. Jika kita damai dengan diri kita, kita pasti dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain,” ungkap Mega. (rut/dit)

Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan ibadah syukur Purna Tugas untuk para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. Kali ini, Sri Megawati, S.Pd., M.M., tata usaha Program Magister dan Doktoral Teknik Sipil UK Petra telah mencapai masa pensiun setelah 17 tahun berkarya. Ibadah syukur ini dihadiri oleh rekan-rekan Mega, rekan dosen Program Studi Teknik Sipil maupun sesama tenaga kependidikan UK Petra.

Handoko Sugiharto, M.T., dosen teknik sipil UK Petra membawakan Firman Tuhan dalam ibadah ini. Mengutip Roma 8:28, Handoko menyampaikan bahwa di dalam dunia ini terkadang kita mengalami hal yang tidak baik, tetapi Tuhan tidak pernah memberikan hal buruk pada kita. Seperti salah satu tokoh Alkitab yaitu Yusuf yang dalam hidupnya selalu mengalami masalah yang silih berganti, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkannya, demikian juga dengan kehidupan kita yang selalu Tuhan pelihara.

Penampilan vocal group dari teman-teman Mega yang membawakan lagu kesukaan dari Mega yang berjudul hidup ini adalah kesempatan. Mega juga membacakan puisi karyanya sendiri berjudul “Berkarya di Dalam Berdoa”, dilanjutkan dengan sesi menyampaikan pesan dan kesan dari rekan-rekan kerja. Mulai dari rekan sekantor, mantan atasan, atasan, hingga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Semua sepakat jika Mega merupakan pribadi yang sangat cakap dalam pekerjaan, Mega juga merupakan orang yang sangat peduli pada sesama, banyak rekan-rekannya yang merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Mega. “Sebagai orang yang perfeksionis, Bu Mega selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan benar, serta mengerjakan tugasnya jauh-jauh hari sebelum tenggat waktu. Bu Mega juga seorang yang sangat pemerhati, semoga Bu Mega tidak jenuh melayani di UK Petra dan selalu menjadi berkat dimanapun berada,” ujar Budi Rahayu, S.S., rekan kerja Mega.

Mega mengenang masa-masa sejak awal ia bergabung dengan UK Petra, ia telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan, mulai dari Rektor, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan juga Kepala Program Studi S2 dan S3 Teknik Sipil. Berbagai perubahan kurikulum dan kebijakan juga telah banyak dialaminya. Mega selalu mengingat nama para mahasiswa dan cerita-cerita tentang mereka yang unik dan berbeda-beda. “Semuanya berkesan sekali, mahasiswa S2 itu berbeda dengan mahasiswa S1, saya selalu mengingat dan membawa para mahasiswa, dosen, pimpinan, dan yayasan dalam doa saya setiap pagi. Jika kita damai dengan diri kita, kita pasti dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain,” ungkap Mega. (rut/dit)

Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan ibadah syukur Purna Tugas untuk para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. Kali ini, Sri Megawati, S.Pd., M.M., tata usaha Program Magister dan Doktoral Teknik Sipil UK Petra telah mencapai masa pensiun setelah 17 tahun berkarya. Ibadah syukur ini dihadiri oleh rekan-rekan Mega, rekan dosen Program Studi Teknik Sipil maupun sesama tenaga kependidikan UK Petra.

Handoko Sugiharto, M.T., dosen teknik sipil UK Petra membawakan Firman Tuhan dalam ibadah ini. Mengutip Roma 8:28, Handoko menyampaikan bahwa di dalam dunia ini terkadang kita mengalami hal yang tidak baik, tetapi Tuhan tidak pernah memberikan hal buruk pada kita. Seperti salah satu tokoh Alkitab yaitu Yusuf yang dalam hidupnya selalu mengalami masalah yang silih berganti, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkannya, demikian juga dengan kehidupan kita yang selalu Tuhan pelihara.

Penampilan vocal group dari teman-teman Mega yang membawakan lagu kesukaan dari Mega yang berjudul hidup ini adalah kesempatan. Mega juga membacakan puisi karyanya sendiri berjudul “Berkarya di Dalam Berdoa”, dilanjutkan dengan sesi menyampaikan pesan dan kesan dari rekan-rekan kerja. Mulai dari rekan sekantor, mantan atasan, atasan, hingga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Semua sepakat jika Mega merupakan pribadi yang sangat cakap dalam pekerjaan, Mega juga merupakan orang yang sangat peduli pada sesama, banyak rekan-rekannya yang merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Mega. “Sebagai orang yang perfeksionis, Bu Mega selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan benar, serta mengerjakan tugasnya jauh-jauh hari sebelum tenggat waktu. Bu Mega juga seorang yang sangat pemerhati, semoga Bu Mega tidak jenuh melayani di UK Petra dan selalu menjadi berkat dimanapun berada,” ujar Budi Rahayu, S.S., rekan kerja Mega.

Mega mengenang masa-masa sejak awal ia bergabung dengan UK Petra, ia telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan, mulai dari Rektor, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan juga Kepala Program Studi S2 dan S3 Teknik Sipil. Berbagai perubahan kurikulum dan kebijakan juga telah banyak dialaminya. Mega selalu mengingat nama para mahasiswa dan cerita-cerita tentang mereka yang unik dan berbeda-beda. “Semuanya berkesan sekali, mahasiswa S2 itu berbeda dengan mahasiswa S1, saya selalu mengingat dan membawa para mahasiswa, dosen, pimpinan, dan yayasan dalam doa saya setiap pagi. Jika kita damai dengan diri kita, kita pasti dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain,” ungkap Mega. (rut/dit)

 

Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan ibadah syukur Purna Tugas untuk para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. Kali ini, Sri Megawati, S.Pd., M.M., tata usaha Program Magister dan Doktoral Teknik Sipil UK Petra telah mencapai masa pensiun setelah 17 tahun berkarya. Ibadah syukur ini dihadiri oleh rekan-rekan Mega, rekan dosen Program Studi Teknik Sipil maupun sesama tenaga kependidikan UK Petra.

Handoko Sugiharto, M.T., dosen teknik sipil UK Petra membawakan Firman Tuhan dalam ibadah ini. Mengutip Roma 8:28, Handoko menyampaikan bahwa di dalam dunia ini terkadang kita mengalami hal yang tidak baik, tetapi Tuhan tidak pernah memberikan hal buruk pada kita. Seperti salah satu tokoh Alkitab yaitu Yusuf yang dalam hidupnya selalu mengalami masalah yang silih berganti, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkannya, demikian juga dengan kehidupan kita yang selalu Tuhan pelihara.

Penampilan vocal group dari teman-teman Mega yang membawakan lagu kesukaan dari Mega yang berjudul hidup ini adalah kesempatan. Mega juga membacakan puisi karyanya sendiri berjudul “Berkarya di Dalam Berdoa”, dilanjutkan dengan sesi menyampaikan pesan dan kesan dari rekan-rekan kerja. Mulai dari rekan sekantor, mantan atasan, atasan, hingga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Semua sepakat jika Mega merupakan pribadi yang sangat cakap dalam pekerjaan, Mega juga merupakan orang yang sangat peduli pada sesama, banyak rekan-rekannya yang merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Mega. “Sebagai orang yang perfeksionis, Bu Mega selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan benar, serta mengerjakan tugasnya jauh-jauh hari sebelum tenggat waktu. Bu Mega juga seorang yang sangat pemerhati, semoga Bu Mega tidak jenuh melayani di UK Petra dan selalu menjadi berkat dimanapun berada,” ujar Budi Rahayu, S.S., rekan kerja Mega.

Mega mengenang masa-masa sejak awal ia bergabung dengan UK Petra, ia telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan, mulai dari Rektor, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan juga Kepala Program Studi S2 dan S3 Teknik Sipil. Berbagai perubahan kurikulum dan kebijakan juga telah banyak dialaminya. Mega selalu mengingat nama para mahasiswa dan cerita-cerita tentang mereka yang unik dan berbeda-beda. “Semuanya berkesan sekali, mahasiswa S2 itu berbeda dengan mahasiswa S1, saya selalu mengingat dan membawa para mahasiswa, dosen, pimpinan, dan yayasan dalam doa saya setiap pagi. Jika kita damai dengan diri kita, kita pasti dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain,” ungkap Mega. (rut/dit)

Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan ibadah syukur Purna Tugas untuk para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. Kali ini, Sri Megawati, S.Pd., M.M., tata usaha Program Magister dan Doktoral Teknik Sipil UK Petra telah mencapai masa pensiun setelah 17 tahun berkarya. Ibadah syukur ini dihadiri oleh rekan-rekan Mega, rekan dosen Program Studi Teknik Sipil maupun sesama tenaga kependidikan UK Petra.

Handoko Sugiharto, M.T., dosen teknik sipil UK Petra membawakan Firman Tuhan dalam ibadah ini. Mengutip Roma 8:28, Handoko menyampaikan bahwa di dalam dunia ini terkadang kita mengalami hal yang tidak baik, tetapi Tuhan tidak pernah memberikan hal buruk pada kita. Seperti salah satu tokoh Alkitab yaitu Yusuf yang dalam hidupnya selalu mengalami masalah yang silih berganti, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkannya, demikian juga dengan kehidupan kita yang selalu Tuhan pelihara.

Penampilan vocal group dari teman-teman Mega yang membawakan lagu kesukaan dari Mega yang berjudul hidup ini adalah kesempatan. Mega juga membacakan puisi karyanya sendiri berjudul “Berkarya di Dalam Berdoa”, dilanjutkan dengan sesi menyampaikan pesan dan kesan dari rekan-rekan kerja. Mulai dari rekan sekantor, mantan atasan, atasan, hingga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Semua sepakat jika Mega merupakan pribadi yang sangat cakap dalam pekerjaan, Mega juga merupakan orang yang sangat peduli pada sesama, banyak rekan-rekannya yang merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Mega. “Sebagai orang yang perfeksionis, Bu Mega selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan benar, serta mengerjakan tugasnya jauh-jauh hari sebelum tenggat waktu. Bu Mega juga seorang yang sangat pemerhati, semoga Bu Mega tidak jenuh melayani di UK Petra dan selalu menjadi berkat dimanapun berada,” ujar Budi Rahayu, S.S., rekan kerja Mega.

Mega mengenang masa-masa sejak awal ia bergabung dengan UK Petra, ia telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan, mulai dari Rektor, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan juga Kepala Program Studi S2 dan S3 Teknik Sipil. Berbagai perubahan kurikulum dan kebijakan juga telah banyak dialaminya. Mega selalu mengingat nama para mahasiswa dan cerita-cerita tentang mereka yang unik dan berbeda-beda. “Semuanya berkesan sekali, mahasiswa S2 itu berbeda dengan mahasiswa S1, saya selalu mengingat dan membawa para mahasiswa, dosen, pimpinan, dan yayasan dalam doa saya setiap pagi. Jika kita damai dengan diri kita, kita pasti dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain,” ungkap Mega. (rut/dit)

Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan ibadah syukur Purna Tugas untuk para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. Kali ini, Sri Megawati, S.Pd., M.M., tata usaha Program Magister dan Doktoral Teknik Sipil UK Petra telah mencapai masa pensiun setelah 17 tahun berkarya. Ibadah syukur ini dihadiri oleh rekan-rekan Mega, rekan dosen Program Studi Teknik Sipil maupun sesama tenaga kependidikan UK Petra.

Handoko Sugiharto, M.T., dosen teknik sipil UK Petra membawakan Firman Tuhan dalam ibadah ini. Mengutip Roma 8:28, Handoko menyampaikan bahwa di dalam dunia ini terkadang kita mengalami hal yang tidak baik, tetapi Tuhan tidak pernah memberikan hal buruk pada kita. Seperti salah satu tokoh Alkitab yaitu Yusuf yang dalam hidupnya selalu mengalami masalah yang silih berganti, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkannya, demikian juga dengan kehidupan kita yang selalu Tuhan pelihara.

Penampilan vocal group dari teman-teman Mega yang membawakan lagu kesukaan dari Mega yang berjudul hidup ini adalah kesempatan. Mega juga membacakan puisi karyanya sendiri berjudul “Berkarya di Dalam Berdoa”, dilanjutkan dengan sesi menyampaikan pesan dan kesan dari rekan-rekan kerja. Mulai dari rekan sekantor, mantan atasan, atasan, hingga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Semua sepakat jika Mega merupakan pribadi yang sangat cakap dalam pekerjaan, Mega juga merupakan orang yang sangat peduli pada sesama, banyak rekan-rekannya yang merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Mega. “Sebagai orang yang perfeksionis, Bu Mega selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan benar, serta mengerjakan tugasnya jauh-jauh hari sebelum tenggat waktu. Bu Mega juga seorang yang sangat pemerhati, semoga Bu Mega tidak jenuh melayani di UK Petra dan selalu menjadi berkat dimanapun berada,” ujar Budi Rahayu, S.S., rekan kerja Mega.

Mega mengenang masa-masa sejak awal ia bergabung dengan UK Petra, ia telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan, mulai dari Rektor, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan juga Kepala Program Studi S2 dan S3 Teknik Sipil. Berbagai perubahan kurikulum dan kebijakan juga telah banyak dialaminya. Mega selalu mengingat nama para mahasiswa dan cerita-cerita tentang mereka yang unik dan berbeda-beda. “Semuanya berkesan sekali, mahasiswa S2 itu berbeda dengan mahasiswa S1, saya selalu mengingat dan membawa para mahasiswa, dosen, pimpinan, dan yayasan dalam doa saya setiap pagi. Jika kita damai dengan diri kita, kita pasti dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain,” ungkap Mega. (rut/dit)

Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan ibadah syukur Purna Tugas untuk para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. Kali ini, Sri Megawati, S.Pd., M.M., tata usaha Program Magister dan Doktoral Teknik Sipil UK Petra telah mencapai masa pensiun setelah 17 tahun berkarya. Ibadah syukur ini dihadiri oleh rekan-rekan Mega, rekan dosen Program Studi Teknik Sipil maupun sesama tenaga kependidikan UK Petra.

Handoko Sugiharto, M.T., dosen teknik sipil UK Petra membawakan Firman Tuhan dalam ibadah ini. Mengutip Roma 8:28, Handoko menyampaikan bahwa di dalam dunia ini terkadang kita mengalami hal yang tidak baik, tetapi Tuhan tidak pernah memberikan hal buruk pada kita. Seperti salah satu tokoh Alkitab yaitu Yusuf yang dalam hidupnya selalu mengalami masalah yang silih berganti, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkannya, demikian juga dengan kehidupan kita yang selalu Tuhan pelihara.

Penampilan vocal group dari teman-teman Mega yang membawakan lagu kesukaan dari Mega yang berjudul hidup ini adalah kesempatan. Mega juga membacakan puisi karyanya sendiri berjudul “Berkarya di Dalam Berdoa”, dilanjutkan dengan sesi menyampaikan pesan dan kesan dari rekan-rekan kerja. Mulai dari rekan sekantor, mantan atasan, atasan, hingga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Semua sepakat jika Mega merupakan pribadi yang sangat cakap dalam pekerjaan, Mega juga merupakan orang yang sangat peduli pada sesama, banyak rekan-rekannya yang merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Mega. “Sebagai orang yang perfeksionis, Bu Mega selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan benar, serta mengerjakan tugasnya jauh-jauh hari sebelum tenggat waktu. Bu Mega juga seorang yang sangat pemerhati, semoga Bu Mega tidak jenuh melayani di UK Petra dan selalu menjadi berkat dimanapun berada,” ujar Budi Rahayu, S.S., rekan kerja Mega.

Mega mengenang masa-masa sejak awal ia bergabung dengan UK Petra, ia telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan, mulai dari Rektor, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan juga Kepala Program Studi S2 dan S3 Teknik Sipil. Berbagai perubahan kurikulum dan kebijakan juga telah banyak dialaminya. Mega selalu mengingat nama para mahasiswa dan cerita-cerita tentang mereka yang unik dan berbeda-beda. “Semuanya berkesan sekali, mahasiswa S2 itu berbeda dengan mahasiswa S1, saya selalu mengingat dan membawa para mahasiswa, dosen, pimpinan, dan yayasan dalam doa saya setiap pagi. Jika kita damai dengan diri kita, kita pasti dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain,” ungkap Mega. (rut/dit)

Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan ibadah syukur Purna Tugas untuk para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. Kali ini, Sri Megawati, S.Pd., M.M., tata usaha Program Magister dan Doktoral Teknik Sipil UK Petra telah mencapai masa pensiun setelah 17 tahun berkarya. Ibadah syukur ini dihadiri oleh rekan-rekan Mega, rekan dosen Program Studi Teknik Sipil maupun sesama tenaga kependidikan UK Petra.

Handoko Sugiharto, M.T., dosen teknik sipil UK Petra membawakan Firman Tuhan dalam ibadah ini. Mengutip Roma 8:28, Handoko menyampaikan bahwa di dalam dunia ini terkadang kita mengalami hal yang tidak baik, tetapi Tuhan tidak pernah memberikan hal buruk pada kita. Seperti salah satu tokoh Alkitab yaitu Yusuf yang dalam hidupnya selalu mengalami masalah yang silih berganti, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkannya, demikian juga dengan kehidupan kita yang selalu Tuhan pelihara.

Penampilan vocal group dari teman-teman Mega yang membawakan lagu kesukaan dari Mega yang berjudul hidup ini adalah kesempatan. Mega juga membacakan puisi karyanya sendiri berjudul “Berkarya di Dalam Berdoa”, dilanjutkan dengan sesi menyampaikan pesan dan kesan dari rekan-rekan kerja. Mulai dari rekan sekantor, mantan atasan, atasan, hingga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Semua sepakat jika Mega merupakan pribadi yang sangat cakap dalam pekerjaan, Mega juga merupakan orang yang sangat peduli pada sesama, banyak rekan-rekannya yang merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Mega. “Sebagai orang yang perfeksionis, Bu Mega selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan benar, serta mengerjakan tugasnya jauh-jauh hari sebelum tenggat waktu. Bu Mega juga seorang yang sangat pemerhati, semoga Bu Mega tidak jenuh melayani di UK Petra dan selalu menjadi berkat dimanapun berada,” ujar Budi Rahayu, S.S., rekan kerja Mega.

Mega mengenang masa-masa sejak awal ia bergabung dengan UK Petra, ia telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan, mulai dari Rektor, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan juga Kepala Program Studi S2 dan S3 Teknik Sipil. Berbagai perubahan kurikulum dan kebijakan juga telah banyak dialaminya. Mega selalu mengingat nama para mahasiswa dan cerita-cerita tentang mereka yang unik dan berbeda-beda. “Semuanya berkesan sekali, mahasiswa S2 itu berbeda dengan mahasiswa S1, saya selalu mengingat dan membawa para mahasiswa, dosen, pimpinan, dan yayasan dalam doa saya setiap pagi. Jika kita damai dengan diri kita, kita pasti dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain,” ungkap Mega. (rut/dit)

Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan ibadah syukur Purna Tugas untuk para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. Kali ini, Sri Megawati, S.Pd., M.M., tata usaha Program Magister dan Doktoral Teknik Sipil UK Petra telah mencapai masa pensiun setelah 17 tahun berkarya. Ibadah syukur ini dihadiri oleh rekan-rekan Mega, rekan dosen Program Studi Teknik Sipil maupun sesama tenaga kependidikan UK Petra.

Handoko Sugiharto, M.T., dosen teknik sipil UK Petra membawakan Firman Tuhan dalam ibadah ini. Mengutip Roma 8:28, Handoko menyampaikan bahwa di dalam dunia ini terkadang kita mengalami hal yang tidak baik, tetapi Tuhan tidak pernah memberikan hal buruk pada kita. Seperti salah satu tokoh Alkitab yaitu Yusuf yang dalam hidupnya selalu mengalami masalah yang silih berganti, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkannya, demikian juga dengan kehidupan kita yang selalu Tuhan pelihara.

Penampilan vocal group dari teman-teman Mega yang membawakan lagu kesukaan dari Mega yang berjudul hidup ini adalah kesempatan. Mega juga membacakan puisi karyanya sendiri berjudul “Berkarya di Dalam Berdoa”, dilanjutkan dengan sesi menyampaikan pesan dan kesan dari rekan-rekan kerja. Mulai dari rekan sekantor, mantan atasan, atasan, hingga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Semua sepakat jika Mega merupakan pribadi yang sangat cakap dalam pekerjaan, Mega juga merupakan orang yang sangat peduli pada sesama, banyak rekan-rekannya yang merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Mega. “Sebagai orang yang perfeksionis, Bu Mega selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan benar, serta mengerjakan tugasnya jauh-jauh hari sebelum tenggat waktu. Bu Mega juga seorang yang sangat pemerhati, semoga Bu Mega tidak jenuh melayani di UK Petra dan selalu menjadi berkat dimanapun berada,” ujar Budi Rahayu, S.S., rekan kerja Mega.

Mega mengenang masa-masa sejak awal ia bergabung dengan UK Petra, ia telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan, mulai dari Rektor, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan juga Kepala Program Studi S2 dan S3 Teknik Sipil. Berbagai perubahan kurikulum dan kebijakan juga telah banyak dialaminya. Mega selalu mengingat nama para mahasiswa dan cerita-cerita tentang mereka yang unik dan berbeda-beda. “Semuanya berkesan sekali, mahasiswa S2 itu berbeda dengan mahasiswa S1, saya selalu mengingat dan membawa para mahasiswa, dosen, pimpinan, dan yayasan dalam doa saya setiap pagi. Jika kita damai dengan diri kita, kita pasti dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain,” ungkap Mega. (rut/dit)

Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan ibadah syukur Purna Tugas untuk para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. Kali ini, Sri Megawati, S.Pd., M.M., tata usaha Program Magister dan Doktoral Teknik Sipil UK Petra telah mencapai masa pensiun setelah 17 tahun berkarya. Ibadah syukur ini dihadiri oleh rekan-rekan Mega, rekan dosen Program Studi Teknik Sipil maupun sesama tenaga kependidikan UK Petra.

Handoko Sugiharto, M.T., dosen teknik sipil UK Petra membawakan Firman Tuhan dalam ibadah ini. Mengutip Roma 8:28, Handoko menyampaikan bahwa di dalam dunia ini terkadang kita mengalami hal yang tidak baik, tetapi Tuhan tidak pernah memberikan hal buruk pada kita. Seperti salah satu tokoh Alkitab yaitu Yusuf yang dalam hidupnya selalu mengalami masalah yang silih berganti, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkannya, demikian juga dengan kehidupan kita yang selalu Tuhan pelihara.

Penampilan vocal group dari teman-teman Mega yang membawakan lagu kesukaan dari Mega yang berjudul hidup ini adalah kesempatan. Mega juga membacakan puisi karyanya sendiri berjudul “Berkarya di Dalam Berdoa”, dilanjutkan dengan sesi menyampaikan pesan dan kesan dari rekan-rekan kerja. Mulai dari rekan sekantor, mantan atasan, atasan, hingga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Semua sepakat jika Mega merupakan pribadi yang sangat cakap dalam pekerjaan, Mega juga merupakan orang yang sangat peduli pada sesama, banyak rekan-rekannya yang merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Mega. “Sebagai orang yang perfeksionis, Bu Mega selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan benar, serta mengerjakan tugasnya jauh-jauh hari sebelum tenggat waktu. Bu Mega juga seorang yang sangat pemerhati, semoga Bu Mega tidak jenuh melayani di UK Petra dan selalu menjadi berkat dimanapun berada,” ujar Budi Rahayu, S.S., rekan kerja Mega.

Mega mengenang masa-masa sejak awal ia bergabung dengan UK Petra, ia telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan, mulai dari Rektor, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan juga Kepala Program Studi S2 dan S3 Teknik Sipil. Berbagai perubahan kurikulum dan kebijakan juga telah banyak dialaminya. Mega selalu mengingat nama para mahasiswa dan cerita-cerita tentang mereka yang unik dan berbeda-beda. “Semuanya berkesan sekali, mahasiswa S2 itu berbeda dengan mahasiswa S1, saya selalu mengingat dan membawa para mahasiswa, dosen, pimpinan, dan yayasan dalam doa saya setiap pagi. Jika kita damai dengan diri kita, kita pasti dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain,” ungkap Mega. (rut/dit)

 

Meringankan Biaya Pendidikan Tinggi
March 05, 2019

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Membahagiakan Anak-anak Untuk Masa Depan yang Baik
March 05, 2019

Salah satu modal bangsa yang penting adalah anak-anak. Memberikan kesempatan untuk mereka belajar dengan riang gembira perlu diupayakan. Program English for Creative Industry (ECI) Universitas Kristen (UK) Petra bekerjasama dengan komunitas Indonesian Clown Alley yang digawangi oleh dua alumnus UK Petra menyelenggarakan ‘Clown and Big Giant Balloon Show Charity Night’ pada hari Kamis, tanggal 24 Januari 2019 di Ruang Auditorium Gedung EH UK Petra.

“Dengan adanya acara ini kami harapkan anak-anak dapat melihat hal lain yang tidak kalah seru dengan dunia yang ditawarkan gadget. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan hiburan yang mendidik. Semua anak berhak untuk belajar dengan gembira. Selain itu, kegiatan ini juga pengabdian kita terhadap masyarakat sekitar khususnya dan Surabaya pada umumnya.”, sahut Meilinda, S.S, M.A., sebagai Kepala Bidang Program English for Creative Industry UK Petra serta penanggung jawab kegiatan.

Acara malam amal ini dihadiri sekitar 400 anak-anak. Hasil penjualan tiket ini kemudian dipakai untuk mengundang anak-anak dari tujuh komunitas anak berkebutuhan khusus (ABK). Diantaranya adalah Komunitas Cerebral Palsy, SDLB Karya Mulia, panti asuhan, dan beberapa kelompok belajar marginal. Harapannya adalah dengan menjangkau anak berkebutuhan khusus (ABK) yang jarang terpapar hiburan dalam bentuk acara pertunjukan live badut ini dapat membuat mereka bahagia.

Sebagai pembuka acara, Ricky Abraham yang dikenal dengan nama badut Brother Bee mengajak hadirin untuk menyanyikan bersama-sama Lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Uniknya, alumni Fakultas Sastra UK Petra dengan didampingi putranya mengajak seluruh hadirin untuk menyanyi sekaligus menggunakan bahasa isyarat. Momen ini menyampaikan ajakan untuk meningkatkan kepedulian atas ABK, serta menumbuhkan rasa patriotisme.

Para badut penampil selanjutnya adalah badut-badut internasional yang tergabung dalam World Clown Association (WCA) region Asia. Mereka adalah Yogi Adianta Simon, dengan nama panggung Jejo Clown dari Surabaya; Sam Tee, dengan nama tokoh Uncle Button, Edmund Khong yang dikenal sebagai Captain Dazzle, dan Deaw yang dikenal sebagai Zipper Clown. Sebenarnya mereka sedang mengadakan kegiatan tahunan dimana badut internasional dari WCA Asia melatih para badut-badut Indonesia untuk bisa mengembangkan kreativitas dan kemampuan panggung sehingga bisa turut berkiprah di lingkup internasional. Acara malam amal ini adalah acara pemuncak kegiatan mereka. Selain badut yang tampil diatas panggung, ada sekitar 30 badut yang menemani para peserta di dalam ruangan.

Jejo Clown atau Yogi yang juga seorang alumnus Program Studi Teknik Sipil UK Petra ini menganggap pelayanan yang dilakukannya sebagai badut adalah suatu pengabdian pada masyarakat. Dalam wawancara, Yogi menceritakan bahwa badut tak hanya belajar teknik menghibur atau bahkan sulap saja tetapi juga mengatur bercerita yang baik. Dalam penampilannya, Jejo menyampaikan pesan penuh pengharapan bagi anak-anak. Katanya, “Harapannya, di masa mendatang akan ada generasi bhinneka yang unggul”.(noel/Aj)

 

Saling Memperkaya Wawasan dan Menambah Ilmu
February 26, 2019

International Construction Study Tour (ICST) 2019 adalah gelaran kegiatan tahunan yang diselenggarakan program studi (prodi) Teknik Sipil Universitas Kristen Petra (UK Petra). Kegiatan ketiga kalinya ini, dilaksanakan  selama 12 hari dari 21 Januari sampai dengan 1 Februari 2019 bekerjasama dengan University of New South Wales (UNSW), Australia.

Dalam kegiatan ini, prodi Teknik Sipil menerima kunjungan 17 mahasiswa yang  berasal dari 3 program studi Faculty of Built Environment UNSW, yaitu: construction management & property, interior architecture, dan architecture studies.

Kegiatan ini berbentuk perkunjungan ke lokasi konstruksi, kunjungan ke industri penunjang konstruksi, dan studi teknik konstruksi bangunan sedangkan rangkaian kegiatan ICST 2019 terdiri dari pengenalan budaya, kelas perkuliahan, serta studi ekskursi.

Kegiatan pengenalan budaya meliputi kelas Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA), oleh tim pengajar dari Fakultas Sastra, kelas memasak masakan khas Indonesia oleh Program Manajemen Perhotelan, kelas tari tradisional dan kelas membatik dari Prodi Desain Interior.

Kelas perkuliahan membahas tentang green building UK Petra, konservasi arsitektur di Surabaya, jembatan Suramadu, green concrete (Beton Ramah Lingkungan), construction industry 4.0, Lesson Learned from Past Earthquakes (Pelajaran dari Gempa Bumi), serta sesi Comparison between Australia and Indonesia in the Presence of Cultural Heritage within Building Characteristics and Construction (kajian perbandingan Indonesia dan Australia). Masing-masing kelas perkuliahan disertai studi ekskursi ke lokasi yang relevan dengan isi perkuliahan. Lokasi yang dikunjungi adalah: gedung Q UK Petra,  perusahaan Beton Prima Indonesia yang memproduksi beton pracetak, pelabuhan Teluk Lamong, jembatan Suramadu, apartemen Belleview, apartemen Rosebay dan hotel Majapahit.

Rangkaian kegiatan ICST 2019 ini diakhiri dengan presentasi dan diskusi di sesi komparasi kedua negara pada 1 Februari 2019 di Ruang Konferensi 1 Gedung Radius Prawiro.

Mahasiswa UNSW yang terbagi dalam 5 kelompok mempresentasikan hasil-hasil yang ditemukan saat kunjungan, disebutkan komponen biaya konstruksi sangat dipengaruhi oleh pembuatan kolom yang lebih besar dan kuat untuk mengantisipasi gempa bumi yang sering terjadi di Indonesia dengan kekuatan gempa yang lebih besar daripada di Australia. Biaya tenaga kerja konstruksi di Indonesia jauh lebih murah dibandingkan tenaga kerja Australia, temuan umum terakhir adalah budaya dan regulasi keselamatan industri konstruksi Indonesia yang cenderung lebih longgar dibandingkan Australia. Selain memaparkan temuan, mereka juga memilih foto favorit saat melakukan studi ekskursi dan  terpilih hotel Majapahit serta gedung Q UK Petra yang muncul sebagai lokasi favorit.

Jaslyn Brown, mahasiswa program Interior Architecture menyampaikan kekagumannya pada desain Gedung Q, katanya “The green building is most memorable, and my favorite site esthetically. It’s an achievement in being a green star building which is a big part in modern design”. (noel/dit)

Kalahkan 562 Delegasi, Mahasiswi UK Petra Raih Favorite Challenge Indonesia
February 12, 2019

Tidak takut mencoba, itulah satu hal yang tercermin dari Natasya Evelyn Alamsyah. Natasya merupakan mahasiswi Program English for Business UK Petra yang berhasil mengalahkan 562 delegasi pada tanggal 11-14 Januari 2019 lalu. Ia berhasil meraih “Favorite Video Challenge” di Malaysia, Kuala Lumpur yang diadakan oleh PBB. “Kemenangan ini menjadi sebuah berkat yang luar biasa, saya hanya melakukan yang terbaik yang bisa saya lakukan. Tidak berharap menang”, ungkap gadis yang baru pertama kali mengikuti kompetisi ini.

Kompetisi bertajuk Global Goals Model United Nations ini awalnya diikuti kurang lebih 6000 delegasi dari seluruh dunia dan terdiri dari dua babak. Mengambil topik “Let’s Realize 17 Goals for a Brighter World”, kompetisi ini mengajak anak muda berusia 18-23 tahun untuk membuat paper sekaligus menjawab beberapa pertanyaan yang sesuai dengan topik dan membuat video mengenai topik yang telah dipilih tersebut.

Ada 17 sub tema dan bisa dipilih salah satu oleh peserta kompetisi. Natasya mengambil sub tema mengenai air bersih dan sanitasi. Kebetulan, Natasya mendapatkan soal mengenai air bersih dan sanitasi negara Singapura. Selama satu bulan, ia mencari data dan informasi mengenai air bersih dan sanitasi negara Singapura. “Saya sempat tidak yakin bisa menyelesaikan paper ini, sebab sangat minim informasi. Hingga suatu hari saya melihat debat salah satu menteri di Singapura yang membahas hal ini. Maka jadilah saya menggali lebih jauh dan membuat paper tersebut”, urai anak pertama dari dua bersaudara itu.   

Setelah mendapat pengumuman bahwa Natasya melaju ke babak selanjutnya dan diminta membuat video, segera mahasiswi angkatan 2017 ini membuat konsep videonya. Berlaga dengan 562 delegasi dari 53 negara tak membuatnya patah semangat. Video berdurasi satu menit itu diambil di tempat asalnya yaitu Kediri dan hanya dalam waktu satu hari saja. Ia menceritakan bahwa cara mengatasi masalah air bersih dan sanitasi itu harus dimulai dari diri sendiri bukan dari yang lainnya.

Dalam video, sebagai pembuka gadis yang hobi menyanyi ini mempertanyakan apakah benar anak muda itu seorang agen perubahan? Video ini mengisahkan kebiasaan anak muda yang katanya dikatakan agen perubahan tetapi masih sering membuang-buang air bersih dalam kehidupan sehari-hari akan tetapi berubah setelah mengetahui bahwa air bersih itu ternyata penting untuk seluruh umat manusia di dunia ini. “Jika kita sudah dengan sadar diri bahwa perlu menghemat air bersih dari kebiasaan sehari-hari kita mulai dari bangun tidur maka secara otomatis kita akan membantu orang lain dari negara lain untuk tidak kekurangan air”, rincinya.

Konsep video yang sangat kuat inilah akhirnya membuat Natasya meraih medali dan piagam. Sedangkan Best video challenge diraih oleh delegasi asal India. (Aj/padi)

 

Merayakan Sistem Automasi yang Inovatif
February 12, 2019

Program studi Teknik Elektro Universitas Kristen Petra (UK Petra) menyelenggarakan pameran Tugas Akhir mata kuliah Automasi 1 bertajuk ‘Automation in Sport and Entertainment’ pada 30 November 2018 di selasar Gedung P, tema ini dimaksudkan untuk merayakan keberhasilan penyelenggaraan Asian Games XVIII di Indonesia.

Mata kuliah Automasi 1 ini belajar tentang mewujudkan sistem otomasi di industri atau pabrik dengan menggunakan Programmable Logic Controller (PLC) sebagai pengendalinya. Kegiatan dalam mata kuliah ini adalah memprogram PLC, dan mengintegrasikan sensor dan aktuator yang dikendalikan oleh PLC tersebut sehingga sebuah sistem dapat bekerja secara otomatis. Untuk tugas akhir mata kuliah ini, mahasiswa bekerja secara berkelompok beranggotakan 2-3 orang. Masing-masing kelompok ini mendapat waktu 6 minggu untuk menghasilkan purwarupa dari sistem otomasi yang dirancang. Pameran menampilkan 9 purwarupa karya mahasiswa yang dikategorikan menjadi 2: sport dan entertainment.

Di kategori sport ada 4 purwarupa, yaitu: Automatic Ping Pong Trainer; Smart Swimming Pool System; 3J Smart Racing System; dan Smart Stadium System. Di kategori entertainment ada 5 purwarupa, yaitu: Escape Room Game; Laser Shooting Game; Smart Outdoor Stage System; Game of Touch; dan Mini Histeria.

Di pameran ini para pengunjung diperkenankan memilih purwarupa favorit dan muncul sebagai sistem terfavorit pilihan pengunjung adalah: Laser shooting game; Escape Room Game; dan Automatic ping pong trainer.

Laser shooting game yang dikerjakan oleh Aditya Lymanyada, Kevin William Haryanto, dan Jason Hartono ini adalah permainan menembak model zombie dengan laser. Bukan hanya sekedar kemahiran menembak, pemain juga perlu memutar otak untuk menyelesaikan teka-teki yang ada di dalam permainan. Sistem otomatis yang dipakai dalam permainan ini adalah sensor di model zombie dan aktuator yang membuat zombie berdiri serta terjatuh saat terkena sinar laser. Mahasiswa perancang permainan ini berhasil membangun skenario permainan yang bagus dan desain tampilan purwarupa yang mengesankan.

Escape room game karya Hendrata Irvin Hartono, Leonardus Putera Santoso, dan Steven Jaya Nugraha adalah sebuah wahana permainan dimana pemain terkunci dalam suatu ruangan dan harus mencari jalan keluar dari ruangan tersebut. Jalan keluar ruangan bisa didapatkan dengan mengumpulkan petunjuk yang didapatkan dengan menyelesaikan teka-teki tersembunyi yang ada di benda-benda di dalam ruangan tersebut. Rancangan ruangan, teka-teki, skenario permainan, serta eksekusi pengerjaan sistem otomatis yang baik oleh kelompok mahasiswa yang mengerjakannya menunjukkan kreativitas dan ide yang unggul.

Automatic ping pong trainer adalah hasil kreativitas kelompok Aaron Marselino Lukman, Alexander Edward Hutomo, dan Michael keyson Wirahadi. Mereka membuat sebuah mesin untuk membantu berlatih tenis meja secara mandiri. Mesin ini dilengkapi dengan peluncur bola dari berbagai sisi dan mengharuskan atlet untuk memukul bola ke arah yang sudah ditentukan. Pada akhir sesi latihan, mesin menampilkan tingkat keberhasilan pukulan atlet. Penilaian ini memungkinkan atlet menentukan sasaran peningkatan akurasi pukulan di sesi latihan berikutnya. Aaron, salah seorang anggota kelompok pembuat mesin ini mengatakan, “Saya terus belajar untuk tidak kenal menyerah, optimis, bagaimana cara mengatur waktu yang baik dan yakin akan mendapatkan pengalaman-pengalaman yang tak terlupakan”. (noel/dit)

Gedung Baru
February 12, 2019

Cieeee...yang gedung nya mau diresimkan jokowi... xixixi... hidup jokowi

Tetap Bersyukur karena Kita Berharga di Mata Tuhan
February 11, 2019

Bekerja adalah bagian penting dalam kehidupan manusia. Semua orang di satu titik akan sampai pada masa pensiun. Bagi orang yang sudah mengabdi dengan setia, memasuki masa pensiun adalah saat yang perlu disyukuri. Pada tanggal 17 Januari 2019, diadakan Ibadah Syukur Purna Tugas untuk Purtoyo, pegawai di Unit Pelayanan dan Pemeliharaan Kampus (UPPK). Setelah mengabdi di Universitas Kristen Petra selama 41 tahun, Purtoyo memasuki masa pensiun di usia 60 tahun. Ibadah ini dihadiri oleh pimpinan UK Petra, rekan kerja, serta dosen pengajar dari Program International Business Management (IBM) tempat Purtoyo bertugas.

Renungan dalam ibadah ini dibawakan oleh Herman Ignatius Caralius dari Perpustakaan UK Petra. Sebelum renungan dimulai, Herman menyampaikan bahwa siapa pun yang melihat Purtoyo akan melihat satu keunikan yang dimilikinya. Keunikan itu adalah Purtoyo selalu terlihat sukacita. Renungan kemudian dibuka dengan video yang mengilustrasikan relasi kekeluargaan seorang ayah yang sudah pensiun dengan anak-anaknya yang memiliki kesibukan sendiri di luar kota. Digambarkan bahwa sang ayah sampai membuat berita bahwa dirinya meninggal dengan harapan bahwa anak-anaknya akan bisa meluangkan waktu untuk berkunjung. Dari ilustrasi ini, Herman menyampaikan bahwa dukungan dari orang-orang penting, yaitu keluarga dan teman-teman sekerja adalah penting dalam memberi motivasi dan memberi konsep diri yang baik dalam masa pensiun. Hal penting kedua adalah jangan menyalahkan siapa pun atas peristiwa yang dialami setelah masa pensiun. Sebagai tuntunan dalam mengantisipasi permasalahan di kedua hal di atas, Mazmur pasal 139 menekankan pentingnya bersyukur. Herman mengajak kita untuk merenungi pentingnya tetap mengucap syukur seperti yang tertulis di ayat 14-16. Herman menyisipkan satu pesan, katanya “Bahagia itu sederhana. Salah satu halangan kita merasa bahagia adalah mengharapkan kebahagiaan itu terlalu besar”. Untuk memudahkan memiliki sikap bersyukur itu, kita bisa mengingat bahwa bagaimana pun keadaan kita, kita tetap berharga di mata Tuhan.

Seusai renungan, tiba saat menyampaikan pesan dan kesan. Lianto Darmawan, S.E., MFM, dosen IBM menyampaikan apresiasi atas pelayanan Purtoyo. Katanya, “Meskipun tidak selalu kelihatan, kita tetap tahu kalau Pak Pur ada”. Yang dimaksudkan adalah hasil kerja Purtoyo bisa terlihat dari kerapian lingkungan IBM, ketersediaan keperluan kuliah yang terjaga, dan berbagai hal lainnya. Yandi Immanuel, rekan Purtoyo di UPPK menyampaikan bahwa Purtoyo ulet dan panjang akal dalam bekerja. Kebiasaan Purtoyo yang berkesan baginya adalah ia selalu dengan sigap menjawab “Siap” pada setiap permintaan. Menurut Yandi Hal ini memberikan rasa tenang pada orang yang memberikan permintaan pada Purtoyo. Wakil Rektor Bidang Umum dan Administrasi, Agus Arianto Toly, S.E.,Ak.,M.S.A., menyampaikan bahwa meskipun dengan berat hati, rekan-rekan sekerja perlu melepas Purtoyo untuk memasuki masa pensiun. Purtoyo sebetulnya sudah diminta untuk bertahan dan terus bekerja di UK Petra, tetapi ia memilih untuk pensiun. Agus juga menyampaikan bahwa sikap Purtoyo selama bekerja adalah baik, katanya “Apa pun keadaannya, Pak Pur tidak pernah ngomong negatif pada atasan”. (noel/padi)

Hidup yang Berpusat Pada Injil
February 01, 2019

Mengawali tahun 2019, Universitas Kristen Petra (UK Petra) kembali menggelar retreat pegawai bagi para dosen dan tenaga kependidikan. Retreat kali ini dilaksanakan pada 24-26 Januari 2019 di Puncak Ayanna Hotel & Resort, Trawas. Mengangkat tema “Gospel-Centered Spirituality”, retreat pegawai 2019 menjelaskan konsep dasar kehidupan yang berpusat kepada Injil, memaparkan perbedaan kehidupan yang bepusat pada Injil dan yang bukan berpusat pada Injil, serta menjabarkan prosesnya.  “Di Retreat tahun ini kita didorong untuk membangun kehidupan spiritualitas pribadi yang berpusat pada Injil berdasarkan anugerah dan kekuatan Injil semata,” ujar Herri Christian Palit, S.T., M.T., selaku Ketua Panitia Retreat Pegawai 2019.

Retreat 2019 menghadirkan beberapa pembicara, antara lain Prof. Sen Sendjaja, Ph.D., Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M.Eng., dan Samuel Soegiarto, M.Th. Selain itu, ketiga Wakil Rektor UK Petra turut mengisi sesi sharing. Pada hari pertama, Samuel Soegiarto, M.Th. berbicara mengenai “The Gospel Less-Life” atau kehidupan tanpa Injil. Sharing dari Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan, Agus Arianto Toly, S.E., Ak., M.S.A. yang berjudul “Keluhan Palsu” menutup rangkaian kegiatan di hari pertama.

Hari kedua dimulai dengan senam pagi bersama, kemudian dilanjutkan dengan sesi dari Prof. Sen Sendjaja, Ph.D. sebanyak dua sesi. Topik yang dibahas pada sesi pertama adalah “Desiring God”, penggambaran manusia yang paling tepat  adalah apa yang diinginkan hatinya, seringkali kita iri hati melihat orang lain. Pada saat kita bergembira karena Tuhan, maka keinginan hati kita akan dibuat sama dengan keinginan Tuhan. Sedangkan sesi kedua berbicara tentang “Framing the Failure”, semua orang pasti pernah gagal dan pada sesi ini peserta diajak belajar dari Daud. “Allah menemui kita justru disaat kita lemah, kegagalanmu tidak akan mendatangkan murka Allah atasmu,” ungkap Profesor di bidang Servant Leadership dari Swinburne University, Australia.

Sesi dilanjutkan dengan sharing Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak. yang berjudul “Berbagi Sukacita”. Di hari kedua ini Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. Dra. Jenny Mochtar, M.A. juga menyampaikan sharing berjudul “United For God’s Glory”. Malam harinya, peserta yang terbagi dalam kelompok-kelompok unjuk kebolehan dalam kegiatan talent show. Kelompok-kelompok mempertunjukkan penampilan yang sangat menghibur seperti hip-hop, orkestra, drama fabel, dan masih banyak pertunjukan yang lain. Ada yang berbeda dari retreat pegawai kali ini, peserta dibagi dalam kelompok-kelompok kecil yang berisikan 4-5 orang untuk saling sharing membahas beberapa topik seperti Spiritual Check-Up dan Worldly Gospel : Idolatry.

Di hari terakhir, peserta mengikuti sesi alone with God, masing-masing orang menyediakan waktu menyendiri untuk berdoa dan bersaat teduh. Sesi ini bertujuan untuk membangun hubungan pribadi dengan Tuhan. Selain itu peserta diminta merenungkan dan menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar berhala-berhala bagi masing-masing pribadi. Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M.Eng. juga menyampaikan sharing berjudul “Life is a Journey, Where Are You Going?”. Melalui sharing ini, peserta diajak belajar dari Yusuf yang mau mendengarkan dan mengambil keputusan dari Firman Tuhan. “Disaat kita mengalami pergumulan, Tuhan Yesus akan senantiasa memberikan penghiburan, kekuatan, dan penyertaan, Tuhan juga akan menuntun langkah kita, serta memberi kepastian dan jaminan bagi kita,” ujar Rektor UK Petra.

Samuel Soegiarto, M.Th. menutup rangkaian kegiatan retreat dengan Firman Tuhan berjudul “Come and Follow Jesus”. Kita dapat mengaplikasikan Injil Yesus melalui aktivitas rohani maupun aktivitas kita sehari-hari. “Mengikut Yesus bukan berarti mengerjakan sesuatu untuk Dia, tetapi menyerahkan diri untuk bisa dipakai Tuhan menurut kehendak dan anugerah-Nya,” ujar Kepala Pusat Kerohanian UK Petra ini. (rut/dit)                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              

 

LKMM-TD UK Petra Asah Kemampuan Softskill dan Lifeskill Mahasiswa
January 22, 2019

Mahasiswa perlu memiliki hardskill dan softskill yang seimbang agar dapat bersaing di dunia kerja. Bekal hardskill diberikan melalui kegiatan perkuliahan atau pendidikan akademik yang telah didapatkan, namun pengembangan softskill dan Lifeskill bagi mahasiswa juga tidak kalah pentingnya. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Kristen Petra (UK Petra) memfasilitasi para mahasiswa baru angkatan 2018/2019 untuk memiliki dan mengembangkan softskill dan lifeskill dalam kegiatan Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Dasar (LKMM-TD) XXIX. “Harapan saya setelah mengikuti LKMM-TD XXIX, para peserta mampu menemukan dan mengembangkan ide-ide mereka dan berani untuk merealisasikan idenya” ungkap David Ardhyan Sutanto, selaku Ketua Panitia LKMM-TD XXIX.

Pelaksanaan LKMM-TD XXIX dibagi dalam dua shift, shift 1 dilaksanakan pada 16 – 19 Januari 2019, sedangkan shift 2 dilaksanakan pada 21 – 24 Januari 2019. Kali ini, tema yang dipilih adalah ”Unleash your Imagination”. Selain pelatihan-pelatihan, sebanyak kurang lebih 2400 mahasiswa mengikuti berbagai macam kegiatan menarik, mulai dari seminar anti korupsi, seminar motivasi, rally games, dan juga creative talk. Pada shift 1, pembicara dalam creative talk yaitu Uncu Putra, Director Visual Indomedia Produksi, member of EMTEK Group. Sedangkan pada shift 2, pembicara dalam creative talk adalah Indra Yudhistira, CEO at Indonesia Entertainment Produksi (IEP). (rut/dit)

UK Petra Jadi Tuan Rumah Pertemuan Forum Komunikasi Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi BK-PT
January 18, 2019

Pertemuan Perdana Forum Komunikasi Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Kristen di Indonesia (BK-PTKI) dilaksanakan di Surabaya. Universitas Kristen Petra (UK Petra) menjadi salah satu universitas yang ditunjuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan pertemuan yang dilaksanakan pada 10 Januari 2019. Pertemuan yang di gelar di Ruang Rapat Universitas ini diikuti oleh sebanyak 35 dosen perwakilan dari 10 universitas anggota forum dari berbagai wilayah di Indonesia.

Forum Komunikasi Bidang TIK merupakan forum kedua yang lahir dari BK-PTKI setelah Forum Perpustakaan. Sebelumnya pada 9 Januari 2019, para anggota forum mengikuti kegiatan workshop yang terdiri dari empat sesi dan juga sosialisasi perjanjian kerja sama di Universitas Ciputra. Di UK Petra, kegiatan dibuka oleh Rektor UK Petra, Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M.Eng. “Bidang Teknologi Informasi dan komunikasi nantinya akan menjadi tulang punggung yang dibutuhkan oleh banyak orang dan program studi (prodi) lainnya. Prodi lainnya bisa jadi gagap menghadapi perubahan-perubahan di bidang TIK, jadi mari kita hadapi tantangan ini bersama-sama,” ujar Prof. Djwantoro dalam sambutannya.

Budi Susanto, S.Kom., MT. dari Universitas Kristen Duta Wacana yang terpilih sebagai Ketua Forum TIK BK-PTKI periode 2019-2022 menjelaskan tentang visi, misi dan tujuan dari forum. Selain meningkatkan kerja sama antar Program Studi bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi, forum ini juga memiliki misi untuk meningkatkan kualitas manajemen Program Studi bidang TIK di Perguruan-perguruan Tinggi yang handal berdasarkan iman kristen.

Salah satu dosen dari Program Studi Teknik Informatika UK Petra, Lily Puspa Dewi, S.T., M.Kom. menjabat sebagai Bendahara Forum TIK BK-PTKI periode 2019-2022. Forum TIK BK-PTKI terdiri dari empat bidang yaitu Bidang Pengajaran dan Kemahasiswaan, Bidang Penelitian, Bidang Pengabdian kepada Masyarakat, serta Bidang Kerja Sama dan Kemitraan. Acara dilanjutkan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Ketua Forum TIK BK-PTKI dan perwakilan dari masing-masing Perguruan Tinggi. Isi dari perjanjian kerja sama telah terlebih dahulu disosialisasikan kepada peserta pada hari sebelumnya di Universitas Ciputra.

Dalam pertemuan ini juga diadakan diskusi panel dengan tema utama Perencanaan Program Kerja FTIKBKPTKI. Diantaranya kesepakatan-kesepakatan tentang agenda rutin pertahun, sharing kepakaran masing-masing, pelaksanaan workshop, kerja sama publikasi ilmiah dan jurnal yang diselenggarakan dan dikelola oleh anggota forum, serta menyelenggarakan konferensi ilmiah secara periodik. “Kita harus membangun kebersamaan agar masing-masing institusi kita seperti bagian dari tubuh Kristus untuk terus meningkatkan kualitas. Tujuan akhirnya adalah supaya kita bisa membawa damai sejahtera bagi bangsa dan negara ini,” ungkap Budi Susanto, S.Kom., MT., Ketua Forum TIK BK-PTKI. (rut/dit)

Mempresentasikan Penguasaan International Business kepada Perusahaan
January 16, 2019

Universitas Kristen (UK) Petra tidak hanya membekali mahasiswa dengan ilmu pengetahuan yang relevan, akan tetapi juga memfasilitasi mereka dengan kemampuan spesifik di bidang yang ditekuni. Salah satunya melalui seminar bertajuk “Final Frontier” yang digelar oleh Program International Business Management (IBM) UK Petra. Tema ini untuk mencerminkan situasi dunia bisnis pada era ini, di mana terdapat banyak perkembangan yang pesat dan juga persaingan yang sengit serta semakin terbukanya pembatas untuk memulai bisnis. Seminar yang merupakan kegiatan penutup mata kuliah Seminar in International Business ini digelar pada tanggal 7 Desember 2018 yang lalu di Ruang Amphiteater Gedung P1/P2.

Para mahasiswa semester 7 ini diminta untuk mempresentasikan penelitiannya dalam lingkup bisnis internasional secara berkelompok. Tiga kelompok dengan karya terbaik mempresentasikan hasil penelitian mereka dalam seminar ini di depan 85 orang hadirin yang terdiri atas perwakilan dari 28 perusahaan rekanan Program IBM dan kalangan umum. Salah seorang dari mahasiswa yang presentasi adalah Eurwin Chandra. Ia merasakan kegiatan ini memberikannya sesuatu yang lebih dari sekadar belajar. Eurwin juga menyemangati rekan-rekannya, katanya, “Kejarlah sesuatu yang lebih tinggi. Jangan hanya pendidikan. Jadi nanti ketika sudah selesai, goal-nya sudah jelas dan bisa membantu masyarakat sekitar”.

Fenomena persaingan antara Alibaba dan Tencent, inilah yang diambil oleh kelompok presentasi pertama. Fionna Mathilda, Eurwin dan Fiona Gabriela bercerita bahwa keduanya memperluas cakupan bisnis dengan sektor yang sama yaitu mobile commerce. Ada fenomena unik dalam kompetisi dalam sektor ini, yaitu mereka menetapkan batas kompetensi tersendiri. Fenomena ini diistilahkan oleh Eurwin sebagai ‘coopetition’, gabungan antara cooperation (kerjasama) dan competition (kompetisi).  Menurut kelompok ini, kesempatan bisnis di bidang m-commerce adalah besar dan sangat mungkin dimanfaatkan pengusaha Indonesia apabila mau bersekutu dan membangun infrastruktur untuk m-commerce. Fiona memberikan pertanyaan penutup bagi audiens, “Can we work together and build an m-commerce society?”.

Kelompok kedua beranggotakan Claudia Tamara, Calvin Young, dan William Alexander. Mereka menganalisa merger yang dilakukan perusahaan otomotif Fiat dan Chrysler. Setelah merger, Fiat mengakuisisi Chrysler yang bangkrut. Setelah keberhasilan mengakuisisi salah satu kompetitor tersebut, Fiat tetap harus menghadapi persaingan yang sangat berat dari kompetitor lain. Mereka menutup presentasi dengan mengingatkan untuk berhati-hati dalam merger dan akuisisi.

Stanley Aldrich Wijono, Charista Elliani, dan Gabriel Louis Lilananda adalah kelompok ketiga. Presentasi mereka mengangkat kasus IKEA di Rusia. Ketika IKEA membuka cabang di kota Khimki, Rusia; pemerintah setempat merongrong IKEA untuk terlibat dalam suap atau kolusi. Sebagai perusahaan yang menolak korupsi, IKEA mengalami dilema strategi yang perlu diimplementasikan untuk menyelesaikan masalah tersebut. Sebagai penutup presentasi mereka memaparkan bahwa bisnis yang ideal bisa mempertahankan ethics dan juga excellence. (noe/Aj)

Mahasiswi Jepang Berbagi Tips Keselamatan Gempa Pada Siswa SMK
January 16, 2019

Bencana alam dapat terjadi dimanapun, kapanpun, dan pada siapapun. Beberapa saat yang lalu, beberapa daerah di Indonesia diguncang gempa dan tsunami. Gempa Lombok yang terjadi pada akhir Juli 2018 menyebabkan sekitar 500 korban meninggal dan lebih dari 300.000 orang mengungsi. Disusul dengan gempa dan tsunami di Palu, Sigi, dan Donggala yang memakan korban yang juga tidak kalah banyaknya.

Biro Administrasi Kerjasama dan Pengembangan (BAKP) Universitas Kristen Petra (UK Petra) bekerja sama dengan Perpustakaan Umum Surabaya menyelenggarakan Earthquake Safety Tips Session. Kegiatan ini dilaksanakan di Perpustakaan Umum Kota Surabaya pada 23 November 2018 lalu. “Kita dapat mengedukasi diri tentang langkah keselamatan dalam menghadapi dan mengantisipasi bencana lewat berbagai cara, membaca dan menonton video, pada hari ini kita mempunyai kesempatan untuk belajar dari salah satu mahasiswa pertukaran asal Jepang yang sedang kuliah di Universitas Kristen Petra,” ujar  Renny Novemsy Dese, S.S., selaku Head of Student Mobility Division BAKP.

Kana Takase, seorang mahasiswi pertukaran pelajar asal Jepang membagikan tips untuk menyelamatkan diri saat terjadi gempa bumi. “Kita harus berjaga-jaga sebelum terjadi gempa, peralatan evakuasi, makanan dan air minum. Selain itu kita juga harus berunding dengan keluarga tentang titik kumpul saat terjadi bencana sehingga kita tidak terpisah dengan keluarga,” ujar mahasiswi yang menempuh pendidikan di International Bussines Accounting UK Petra ini.

Negara Jepang sendiri merupakan negara yang rawan mengalami gempa bumi. Lokasi atau letak geografislah yang menyebabkan Jepang sering dilanda gempa. Masyarakat Jepang sendiri telah dibekali dengan pemahaman tentang gempa bumi, tsunami, serta telah mendapatkan pelatihan-pelatihan untuk menyelamatkan diri sejak usia dini. Hal inilah yang menyebabkan minimnya korban saat terjadi bencana di Jepang.

Sebanyak 60 siswa kelas 10 SMK Tanada Surabaya dibagi ke dalam enam kelompok dan di dampingi oleh para mahasiswa UK Petra yang tergabung dalam Petra Mate. Mahasiswi asal Kwansei Gakuin University ini menjelaskan tentang cara menyelamatkan diri yang benar saat terjadi gempa serta apa saja yang perlu disiapkan sebelum terjadi gempa. Misalnya, saat gempa besar, sebaiknya tidak menggunakan kendaraan untuk melarikan diri, karena gempa besar biasanya memiliki potensi terjadi tsunami. (rut/Aj)



Gunakan Waktu Sebaik Mungkin Bersama Tuhan
January 14, 2019

Memasuki tahun baru 2019, kegiatan sivitas Universitas Kristen Petra (UK Petra), Surabaya dibuka dengan Kebaktian Temu Kasih Awal Tahun di Auditorium UK Petra. Kebaktian yang dimulai pukul 09.00 WIB ini diawali dengan pujian-pujian yang dipandu oleh Desi Yoanita, S.Sos., M.Med.Kom. Tak ketinggalan juga, Vocal Group dari tenaga kependidikan melantunkan pujian yang indah mengiringi langkah kita semua menapaki tahun 2019 dengan menyanyikan lagu berjudul “Iman Yang Teruji” yang ditulis oleh Tri Yudo Husodo, seorang tata usaha Program Studi Teknik Informatika.

Perenungan firman Tuhan dibawakan oleh Kepala Pusat Kerohanian UK Petra, Samuel Soegiarto, S.Th., M.Th. “Time is Short”, diambil dari Efesus 5 : 15-17 itulah judul kotbah yang diberikan oleh Samuel. Berbicara mengenai waktu yang sudah Tuhan berikan, Samuel mengungkapkan ada dua hal yang bisa manusia renungkan. Yang pertama waktu itu singkat untuk merespon Kasih Anugerah Allah yang besar dan waktu itu singkat untuk membawa perbaikan ke dalam dunia ini.

“Waktu tentu saja singkat jika kita membandingkannya dengan yang sesuatu yang nyaman, tapi apakah kita telah memaknai Kasih Allah yang besar?. Tuhan Yesus itu rela merasakan sakit agar manusia merasakan kasih Allah. Hal ini dilakukannya karena IA sangat sayang pada umat manusia”, ungkap Samuel. Jadi pergunakanlah kesempatan yang Tuhan beri. Dalam surat Efesus terbagi menjadi dua bagian yaitu pasal 1-3, menceritakan kasih Allah yang sangat besar yang dinyatakan melalui karya penebusan (Predestinasi) sedangkan bagian kedua di pasal 4-6 merupakan aplikasi model kehidupan dari umat tebusan Allah yang telah merasakan kasihNya yang besar. Samuel menitipkan pesan, “kita tidak akan tahu apa yang akan kita hadapi di tahun 2019 ini tetapi kenalilah kehendak Tuhan, kerjakanlah panggilan itu dan lakukanlah seluruh kebenaran Tuhan”.

Rektor UK Petra, Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M.Eng. memberikan sambutan dan pesannya untuk mengawali tahun yang baru ini. Melalui sambutannya, Rektor UK Petra membeberkan sejumlah peristiwa penting sepanjang tahun 2018 di UK Petra.

“Kita merasa perlu mengingat kembali masa lalu sebab dengan demikian kita akan melihat jejak-jejak kaki Tuhan disetiap sendi kehidupan kita. Mensyukuri nikmat yang sudah Tuhan berikan sehingga yakin dengan penyertaan Tuhan untuk menghadapi tantangan di tahun 2019”, ungkap Prof. Djwantoro. Tantangan yang dihadapi kedepan cukup banyak diantaranya kesiapan UK Petra menghadapi Akreditasi Internasional dan Internasionalisasi. Ada banyak hal yang harus disiapkan akan tetapi berserah diri pada Tuhan dan memandang masa depan dengan penuh harapan. Setelah memberikan sambutannya, Rektor memperkenalkan 11 dosen baru dan 1 orang tenaga kependidikan.

Selanjutnya Yos Handarto Poernomo, M.A., selaku Wakil Ketua Pengurus Yayasan Perguruan Tinggi Kristen (YPTK) Petra memberikan sambutannya. Beliau mengungkapkan harapan UK Petra dapat berkembang lebih baik lagi. “Pencapaian selama ini merupakan berkat dan anugerah Tuhan, biarlah di tahun 2019 ini kita dapat terus menjaga kebersamaan demi kemajuan UK Petra,”. Acara ditutup dengan perjamuan kasih bagi segenap sivitas UK Petra. (Aj/dit)

Kerinduan Melayani Almamater
January 11, 2019

Keluarga Alumni Universitas Kristen Petra atau biasa disebut Kanitra, merupakan wadah bagi para alumni untuk menjalin relasi antar sesama alumni, maupun dengan universitas. Saat ini sebanyak 39.548 lulusan dari berbagai Program Studi secara otomatis menjadi anggota dari kanitra. Pada tahun 1996, menjadi awal inisiasi pembentukkan wadah bagi para alumni. Universitas melalui Ir. Frederik Jones Syaranamual, M.Eng., yang saat itu menjabat sebagai Wakil Rektor, menggandeng para alumni untuk membentuk wadah yang dapat memfasilitasi para alumni UK Petra.

Kongres pertama tahun 1997-2001 dilaksanakan pada tahun 1997, disusul  dengan reuni akbar pada yang dihadiri sekitar 1200 alumni di Shangri-la Surabaya. Dalam kongres pertama ini sekaligus pemilihan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Kanitra pertama. DPP terdiri dari Ketua Umum, Sekretaris Jenderal, lima orang Ketua, Wakil Sekretaris Jenderal, Bendahara Umum, dua orang Wakil Bendahara, dan 15 orang anggota bidang. Kanitra memiliki tiga bidang yaitu Bidang Komunikasi, Publikasi, dan Kerjasama, Bidang Aksi dan Partisipasi, serta Bidang Pengembangan Dunia Usaha dan Kesejahteraan Anggota.

Kongres dilaksanakan rutin setiap empat tahun. Pada 10 November 2018, Kanitra mengadakan Kongres ke-VI untuk memilih dan menetapkan DPP Kanitra yang menjabat periode 2017-2021. Melalui Kongres ke-VI ini menetapkan Ir. Hendra Prasetya sebagai Ketua Umum beserta jajarannya.

Secara garis besar, program kerja Kanitra dibagi menjadi tiga masa waktu, yaitu jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. Untuk jangka pendek, beberapa agenda yang ingin dicapai misalnya mensosialisasikan Kanitra pada mahasiswa baru, wisudawan baru, dan para alumni, membuat buletin Kanitra, mengadakan seminar dan talkshow dengan mengundang alumni sebagai pembicara, serta mengembangkan usaha seperti penjualan cindera mata.

Untuk jangka menengah, Kanitra ingin meluncurkan kartu anggota, melakukan update data alumni, membuat aplikasi untuk mempermudah alumni dalam mengakses program-program Kanitra, serta mengusahakan Kanitra memiliki badan hukum. Program kerja jangka panjang Kanitra yaitu bersinergi dengan Yayasan Pendidikan Tinggi Kristen (YPTK) Petra dan juga universitas, serta mengadakan reuni akbar Kanitra. “Saya berharap kanitra dapat menjadi perhimpunan dan organisasi yang dapat bersinergi serta berdampak. Selain itu kami dapat merangkul para alumni untuk bersama-sama menjadi satu komponen dan kekuatan yang menopang bukan hanya alumni tetapi juga UK Petra,” ujar Dra. Irawati Sandjaja, M.Th. selaku Ketua I Kanitra.

Kanitra juga memiliki 15 komisariat sebagai perpanjangan tangan kanitra di tingkat program studi. 15 komisariat ini telah memiliki SK untuk melaksanakan tugas masing-masing. “Kami tergerak untuk memberikan waktu kami, menjadi DPP Kanitra, karena kami ingin melakukan sesuatu bagi almamater kami. Telah sekian lama Kanitra berdiri, biarlah Kanitra menyelesaikan apa yang telah Kanitra mulai,” ujar alumni Sastra Inggris UK Petra tahun 1972 ini. (rut/Aj)

Design “Loco” Hantarkan Raih Karya Terbaik Bidang Packaging
January 09, 2019

“Love Coffee, Love Eco”. Itulah nama design kemasan yang kemudian menghantarkan dua mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Kristen Petra (UK Petra) menyabet juara best of kategori packaging. Mereka adalah Annetta Dewi Wijaya dan Yesica Suyanti, mahasiswa angkatan 2016. “Kami sangat gugup saat menghadiri awarding night  dan sama sekali tidak menyangka akan mendapatkan juara”, ungkap Yesica saat dihubungi melalui telepon.

Ultigraph 2018 merupakan event terbesar Desain Grafis mencakup wilayah se-Indonesia yang diselenggarakan oleh Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Jakarta. Ada tiga tahapan yang dilewati. Tahap pertama, peserta diminta mengirimkan slide presentasi mengenai karya desain. Panitia tidak memberikan tema tertentu dalam kompetisi ini. “Karena tema bebas, kami ingin memberikan packaging produk yang memiliki kandungan inovasi dan bermanfaat bagi masyarakat”, tambah Anneta.

Kemudian tahapan kedua, mereka diminta untuk mengirimkan prototype produk yang diajukan pada tahap sebelumnya. Hebatnya, karya mereka ini terus melaju hingga tahap ketiga. Hanya karya tiga besar saja yang bisa memasuki tahap ketiga ini dan hanya untuk menentukan karya terbaik kategori packaging. Pada tahap ketiga inilah, tepatnya tanggal 16 November 2018 mereka mempresentasikan hasil karyanya.

Annetta dan Yesica membuat kemasan kopi yang Reusable, Practical dan Eco Friendly. Awalnya mahasiswi yang pernah sekelas saat SMA ini, sangat terganggu mengenai permasalahan sampah didunia. Target marketnya adalah “Pencinta Camping”, Anneta dan tim melihat masalah limbah sampah para pencinta camping ini perlu ditangani. Para pencinta camping ternyata membutuhkan gelas tetapi seringkali tidak dibawa saat camping karena menyita tempat. Kemudian mereka terpikir membuat kopi drip instan.

Uniknya, kemasan ini dapat digembungkan saat digunakan untuk minum dan dikempeskan jika tidak dipakai. Jadi setelah isi kemasan diminum maka dapat digunakan untuk hal lainnya misalnya untuk gelas gosok gigi dan lain-lain. Bahannya menggunakan kertas khusus dan dilapisi dengan bahan tertentu agar tidak mudah robek saat terkena air. “Persiapan yang kami lakukan cukup lama sekitar satu bulanan, sebab kami mengerjakannya disela-sela kami UTS. Kami bersyukur bisa menang meskipun tak mendapatkan hadiah uang tunai. Sebab selain dapat menambah portfolio kami, kami juga belajar banyak saat mengikuti lomba ini”, urai keduanya mantap. (Aj/padi)  



Arsitek Surabaya yang Berpengaruh tetapi Kurang Dikenal
January 09, 2019

Dalam rangka menunjang pemahaman arsitektur kuno maka Program Studi (Prodi) Arsitektur dan Prodi Magister Arsitektur Universitas Kristen (UK) Petra bekerjasama dengan Perpustakaan UK Petra serta didukung oleh Embassy of the Kingdom of the Netherlands menyelenggarakan Bedah Buku "H.L.J.M. Estourgie and Son: Architects in Surabaya and Beyond" pada tanggal 23 November 2018 di Ruang Konferensi 4 Gedung Radius Prawiro lantai 10.

Bedah buku yang berbentuk diskusi ini menghadirkan dua narasumber yaitu Timoticin Kwanda, Ph.D., salah satu dosen pengajar di Prodi Arsitektur yang juga penulis buku tersebut; serta Ir. Handinoto, M.T., dosen di Prodi Arsitektur UK Petra, seorang anggota Tim Cagar Budaya Surabaya yang juga banyak menulis buku sejarah arsitektur. Proses pembuatan buku awalnya inisiatif dari Dr. Pauline K.M. van Roosmalen dari PKMvR Heritage Research Consultancy, Belanda yang hendak meningkatkan kesadaran tentang seorang arsitek Belanda bernama Henri Louis Joseph Marie Estourgie.

Awalnya Pauline melakukan studi literatur di Belanda yang kemudian menghasilkan daftar bangunan karya arsitek Estourgie. Kemudian pada tanggal 11-14 Oktober 2017, Timoticin beserta tim mahasiswa dan dosen dari Arsitektur UK Petra melaksanakan workshop dan juga studi lapangan untuk mengidentifikasi dan mencatat keadaan bangunan-bangunan tersebut dengan bantuan dana dari Kedubes Belanda. Hasil akhir dari rangkaian penelitian tersebut adalah buku ini.

Buku Timoticin berisi paparan kronologis perjalanan karir Estourgie dan karya-karyanya. Beberapa karya Estourgie saat berada di bawah bendera Cuypers (1906-1926) ini adalah gedung di ujung jalan Kembang Jepun, Balai Kota, dan beberapa gedung di kawasan Darmo. Karya Estourgie di saat menjadi kepala cabang (1921) adalah kantor PT. Perkebunan Nusantara XI di Surabaya; Gedung Biara Suster Ursulin yang dibuka pada tahun 1922, saat ini dikenal dengan gedung sekolah SMAK St. Maria Surabaya; serta gedung sekolah St. Louis yang dibuka tahun 1923.

Kemudian saat Estourgie mendirikan firma Rijksen & Estourgie (1926-1934) bersama rekannya sesama pekerja di Cuypers. Karyanya pada periode ini adalah gedung Gereja Pregolan; gedung Biara Ursulin di Malang yang saat ini menjadi gedung sekolah SMP & SMAK Cor Jesu, Malang. Ciri khas rancangan Estourgie nampak jelas yaitu karakteristik bangunan neo-gothik, menara dengan ujung berbentuk spire (piramid/kerucut), serta pemakaian rose window (jendela melingkar dengan ornamen menyerupai bunga mawar). Unik bagi Estourgie, di periode ini ia juga mengerjakan bangunan Istana Kerajaan Kutai Kartanegara di Tenggarong.

Handinoto sendiri mengapresiasi pengerjaan buku ini, katanya “Sudah jarang orang menulis tentang bangunan kolonial, padahal saat ini masih banyak bangunan kolonial. Masih ada ratusan di Surabaya. Saya senang masih ada orang yang peduli dengan karya arsitektur kolonial Belanda”. Sesi ditutup dengan tampilan data bahwa 17 bangunan publik di Surabaya dan sekitarnya yang didesain oleh Estourgie, yaitu: 10 sekolah, 3 gereja, 2 rumah sakit, 1 istana, dan 1 panti asuhan. Timoticin menarik kesimpulan, “Estourgie adalah salah satu arsitek terkemuka abad 20 di Indonesia. Akan tetapi ia kurang dikenal dibandingkan arsitek lain. Karyanya ada di Surabaya, Jakarta, Semarang, Madiun, dan Bondowoso. Maka dari itu saya sebut sebagai arsitek Surabaya and beyond”.(noel/Aj)