Connect with us
  • b
  • a
  • x
A CARING AND GLOBAL UNIVERSITY
WITH COMMITMENT TO CHRISTIAN VALUES

Berita

Gelar Rangkaian Acara yang Dipersembahkan untuk Perempuan
May 22, 2018

Dalam rangka memperingati hari kartini pada 21 April 2018, perpustakaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) menggandeng seorang dosen Desain Komunikasi Visual (DKV), Maria Nala Damayanti, S.Sn., M.Hum. untuk mengadakan serangkaian acara bertajuk “/empuan /empatan” (Perempuan Perempatan). Rangkaian acara ini terdiri dari berbagai kegiatan diantaranya workshop art therapy, pameran karya, teatrikal dan musikalisasi puisi, serta diskusi dan pemutaran film Marlina, Pembunuh dalam empat babak. “Tidak dapat disangkal perempuan masa kini menghadapi tantangan yang lebih besar dibanding satu dekade lalu. Oleh karena itu dirasa perlu melakukan kegiatan dimana perempuan bisa mendapatkan wawasan baru yang dapat memantapkan peran dan peluangnya sebagai bagian dari masyarakat dengan tidak kehilangan jati dirinya sebagai perempuan merdeka,” ungkap dosen  DKV ini.

Workshop art therapy dilaksanakan pada 18 April 2018 dan diikuti oleh ibu-ibu dari pengajian ex-dolly, ibu-ibu dari wilayah siwalankerto, mahasiswa, dan juga ibu-ibu dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Surabaya. Drs. Heru Dwi Waluyanto, M.Pd. memimpin jalannya workshop art therapy. Art therapy merupakan kegiatan terapi yang menggunakan proses kreatif yaitu seni untuk membantu pemulihan fisik, mental, dan emosi seseorang.  “Kali ini sejenak ibu-ibu meluangkan waktu untuk fokus pada diri sendiri, melalui kegiatan ini diharapkan dapat membantu ibu dan perempuan untuk lebih berani bereskpresi menyalurkan ide dan pikirannya secara estetis,” ujar Maria Nala Damayanti, S.Sn., M.Hum. dalam sambutannya.

Art therapy juga bagian dari pendidikan seni dan dapat mendiagnosis, memenyembuhkan, dan memulihkan berbagai macam penyakit fisik maupun psikis. Workshop art therapy ini bertujuan agar peserta dapat meluapkan perasaannya melalui seni. Selain itu dapat menjadi sarana bagi para peserta menikmati “me time” melalui karya seni. Bekerja sama dengan Rumah Belajar UK Petra, dalam workshop ini, peserta dapat dengan bebas mengekspresikan diri melalui karya, boleh dengan kolase, menggambar, mewarnai, menempel, dan lain-lain. Selain itu, peserta juga bebas memilih bahan-bahan yang akan digunakan.

Hasil karya peserta workshop art therapy ini dipamerkan dalam pameran karya di perpustakaan UK Petra pada 20-30 April 2018. Selain karya peserta art therapy, karya-karya ilustrasi buatan Maria Nala Damayanti, S.Sn., M.Hum. dan sebuah ruang instalasi yang disebut dengan diary visual. Diary visual ini berisikan barang-barang yang ditemukan di tempat penelitiannya, yaitu ex lokalisasi dolly yang menekankan pada gejolak rasa dan pikir pengunjung setelah melihat, mengalami serta menjalani peran sebagai perempuan dan ibu dengan segala dinamikanya.Pada 20 April 2018, bertepatan dengan pembukaan pameran dan rangkaian kegiatan perempuan perempatan, dilaksanakan monolog berjudul perempuan perempatan. Setelah itu disusul dengan musikalisasi puisi dari tim rumpun padi dari unit kemahasiswaan teater UK Petra.

Pada 27 April 2018, diadakan diskusi dan pemutaran film Marlina, Pembunuh dalam empat babak. Secara keseluruhan, Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak mengisahkan tentang keberanian dan peran wanita dalam kehidupan, ditambah dengan masih banyaknya laki-laki yang mengobjektifikasi perempuan dan merasa lebih superior. (rut/padi)

Bekali Para Pemimpin UK Petra Berfokus pada Injil Allah
May 21, 2018

Sebagai institusi pendidikan yang terus berkembang, Universitas Kristen Petra (UK Petra) memiliki banyak Sumber Daya Manusia (SDM) baik dosen maupun pegawai di unit-unit pendukung. Dengan berbagai karakter dan kepribadian masing-masing orang yang berbeda-beda, seorang pemimpin harus memiliki kemampuan untuk memimpin dengan adil dan bijaksana, tetapi tetap sejalan dengan kebenaran Firman Tuhan. UK Petra mengadakan lokakarya bagi para pejabat struktural UK Petra, baik di program studi maupun di unit-unit pendukung. Lokakarya bertajuk “Kepemimpinan yang Berpusat pada Injil” ini diadakan pada 26-27 April 2018 di Ruang Konferensi 4.

Lokakarya ini bertujuan untuk membekali para pemimpin di UK Petra dengan pemahaman yang benar dan dorongan untuk mengembangkan leadership style yang ingin diterapkan di UK Petra, sesuai dengan karakteristik UK Petra sebagai institusi Kristen. Sen Sendjaya, Ph.D., dipilih menjadi pembicara dalam lokakarya ini. Sen Sendjaya, Ph.D. merupakan seorang hamba Tuhan yang saat ini juga menduduki jabatan sebagai seorang Associate Professor di Monash University, Australia, khususnya dalam bidang kajian Servant Leadership. Bahkan mulai Juni 2018, beliau akan memangku jabatan baru sebagai Professor di bidang Servant Leadership di Swinburne University, Australia. “Pak Sen Sendjaya adalah narasumber yang amat istimewa di bidang ini, beliau dapat mengintegrasikan iman Kristen dengan kepakaran ilmiahnya di bidang servant leadership,” ungkap Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M.Eng.

Menurut Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M.Eng., secara umum kepemimpinan di UK Petra baik, ditandai dengan cukup banyaknya pemimpin yang rela bekerja keras dan memiliki hati yang rela melayani. “Bukan berarti sudah sempurna, ada banyak sisi yang masih harus dibenahi dan ditingkatkan, dan karenanya lokakarya ini dilakukan sebagai salah satu upaya untuk terus meningkatkan kualitas kepemimpinan di UK Petra,” sambung Rektor UK Petra ini.

Menurut Sen Sendjaya, Ph.D., terkadang seseorang, terutama seorang pemimpin memiliki motif yang salah saat melakukan sesuatu. Seringkali manusia memiliki sesuatu yang dianggap lebih penting dibanding Tuhan bagi hidupnya, inilah yang sekarang menjadi berhala modern bagi manusia. Berhala bagi setiap orang dapat berbeda dan dalam wujud apapun, misalnya uang, popularitas, pujian, dan lainnya. Motif dan berhala yang umumnya dimiliki setiap orang adalah kekuasaan, penerimaan, kenyamanan, dan kontrol. Dari empat berhala ini, umumnya manusia memiliki dua hal yang dominan dalam dirinya. Injil adalah berita sukacita tentang Kristus, dimana kita harus selalu tumbuh didalamnya. “Kita harus saling berkolaborasi meneladani Yesus, UK Petra ada untuk Kristus, sehingga apapun yang dilakukan nantinya adalah untuk Kristus,” ujar Sen Sendjaya, Ph.D.

Seorang pemimpin seharusnya mampu mendengarkan hal-hal yang tidak terucapkan diantara para pengikutnya. Pemimpin juga harus mengakui kelemahan diri sendiri, menjadi pendengar yang baik, dan tidak menghakimi orang lain dengan standar dirinya sendiri. Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M.Eng. berharap workshop ini dapat menjadi bekal bagi para pemimpin di UK Petra, untuk terus mengembangkan kepemimpinannya berdasarkan Injil Kristus. (rut/padi)

Aliansi Jurnalis Indonesia Gandeng UK Petra Perangi Hoax
May 16, 2018

Saat ini kita hidup di era ‘banjir informasi’, dimana informasi dapat dengan mudah kita peroleh dari manapun dan kapanpun. Selain itu internet membantu mempercepat informasi tersebar luas. Di era ini, seringkali kita mencerna informasi tanpa tahu itu fakta atau hanya hoax. Kebanyakan masyarakat hanya membagikan informasi tanpa tahu resikonya, bahkan seringkali masyarakat tahu bahwa informasi tersebut adalah hoax, tetapi tidak tahu bagaimana cara menyikapinya. Selain makin maraknya berita bohong atau hoax, kejahatan cyber seperti pembajakan akun pribadi dan pencurian data digital juga tidak jarang ditemui.

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) bekerja sama dengan Google News Initiative dan Internews mengadakan kegiatan Halfday Basic Workshop. Surabaya menjadi kota ke-9 diselenggarakannya kegiatan ini dari 30 kota di Indonesia. Bekerja sama dengan Komunitas Discerning, Universitas Kristen Petra (UK Petra) dipilih menjadi lokasi penyelenggaraan workshop bertajuk “Hoax Busting and Digital Hygiene” ini. Komunitas Discerning merupakan komunitas mahasiswa UK Petra yang bernaung dibawah Departemen Mata Kuliah Umum (DMU) bertujuan mengembangkan ketajaman mahasiswa dalam melihat realitas masyarakat, bangsa dan dunia serta mengasah kecermatan dalam mengaitkan bidang minat dan keilmuan yang ditekuni dengan pergumulan nyata di masyarakat. “Kami memilih UK Petra karena kami ingin sebaran informasi bisa merata dan kampus adalah ruang yang sangat strategis untuk menjadi agen-agen kritis dan menyebarkan di lingkungannya,” ungkap Miftah Faridl, selaku Ketua AJI Surabaya.

“Ada banyak sekali celah yang bisa dimanfaatkan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab terhadap aktivitas kita di dunia digital. Tapi yang paling urgent dari acara ini adalah kita sedang membenihkan agen-agen yang bisa menjadi penyambung, karena kami sebagai jurnalis tidak bisa bekerja sendiri. Paling penting adalah mendidik pembaca agar kritis terhadap sesuatu informasi,” sambung pria yang biasa disapa Farid ini.

Workshop ini dilaksanakan pada 27 April 2018 di ruang Audio Visual 503, Gedung T UK Petra dan diikuti oleh sekitar 55 peserta yang terbuka untuk umum. Inggrid Dwi Wedhaswary dan Ika Ningtyas dari AJI memberikan materi-materi terkait ragam dis-misinformasi di sekitar kita, tips melawan hoax, tools melawan hoax, dan digital hygiene. Dalam menghadapi berita hoax, dalam materinya Inggrid dan Ika menjelaskan bahwa tips melawan hoax yaitu dengan cara tidak mudah percaya serta melakukan cek dan ricek.

Penyebaran berita hoax bisa melalui gambar, artikel maupun video, tetapi ada beberapa tools yang bisa dimanfaatkan untuk menyelidiki kebenarannya. Salah satunya adalah dengan menggunakan google reverse image research untuk melacak unggahan foto pertama pada sebuah website. Hal ini juga berlaku untuk menyelidiki sebuah video yaitu dengan mengcapture video dan melacaknya dengan menggunakan google reverse image research. Memperhatikan detail pada video dan foto, seperti nama gedung, toko, bangunan, plat nomor kendaraan, nama jalan, monumen, dan lainnya, setelah itu melacaknya dengan google maps atau aplikasi lainnya. Untuk keamanan digital, kita harus memperhatikan kekuatan kata sandi dari setiap akun yang kita miliki. Selain itu, kita juga harus rutin memperbaharui kata sandi.

“Pada jaman digital ini, opini seseorang sepertinya sudah dibentuk oleh sosial media. Saya berharap semakin banyak edukasi untuk literasi digital, dengan adanya kegiatan ini diharapkan kita dapat lebih selektif terhadap informasi-informasi yang kita terima,” ungkap Ivana Kurniawati, selaku Ketua Komunitas Discerning. (rut/padi)

Petra Little Theatre Soroti Fenomena Bunuh Diri di Indonesia
May 11, 2018

Banyak hal dapat mengakibatkan seseorang untuk melakukan bunuh diri, mulai dari depresi, patah hati, dan sebagainya. Saat ini media sering diwarnai dengan berita mengenai bunuh diri. Sungguh disayangkan karena kita sebagai manusia, seharusnya dapat menghargai hidup kita. Fenomena inilah yang melatarbelakangi pementasan “Customer Is King” oleh Petra Little Theatre.

Customer Is King” merupakan sebuah pementasan teater dalam bahasa Inggris oleh Petra Little Theatre (PLT). PLT adalah lembaga pementasan teater dibawah program English for Creative Industry (ECI) Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya. “Customer Is King” dipentaskan selama empat hari berturut-turut, mulai dari 2 Mei hingga 5 Mei 2018 pukul 18:00 – 19:00 WIB di studio PLT, gedung B lantai 2.

Seluruh pihak yang terlibat di dalam pementasan ini merupakan mahasiswa serta dosen dari program ECI UK Petra Surabaya, mulai dari aktor, sutradara, penulis, kru, hingga produser. Aktor, sutradara dan kru merupakan mahasiswa program ECI. Salah satu tujuan program ECI adalah untuk mengembangkan bakat mahasiswa di bidang industri kreatif seperti video, pementasan, sosial media, dan lain-lain, dengan mengaplikasikan bahasa Inggris dalam pelaksanaannya. Dengan diadakannya pementasan ini mahasiswa diharapkan untuk dapat berlatih secara riil sebelum mereka memasuki dunia industri kreatif yang sesungguhnya.

Pementasan dengan judul “Customer is King” ini menceritakan sebuah kisah mengenai pelanggan hotel yang ingin melakukan bunuh diri karena ditinggal oleh kekasihnya. Di saat yang bersamaan, resepsionis hotel mengetahui bahwa pelanggan ingin bunuh diri di kamar yang dia pesan dan tentu saja, secara moral, resepsionis tersebut menolak untuk memberikan si pelanggan sebuah kamar. Sayangnya, tindakan resepsionis tersebut berlawanan dengan motto dari hotel, “a paying customer is a king” dimana selama seorang pelanggan membayar untuk kamarnya, pihak hotel harus memberikan kamar dan pelayanan yang terbaik untuk si pelanggan.

Sebagai manusia dan masyarakat, dalam menghadapi orang yang melakukan bunuh diri, seringkali kita cenderung untuk menghindar, menghakimi, atau membawa kasus ini ke dalam sebuah media sosial daripada mengulurkan tangan kita untuk membantunya, padahal, kita dapat berbuat lebih banyak untuk menolong mereka. “Beberapa tahun ini kasus bunuh diri mewarnai perbincangan masyarakat serta pemberitaan media. Salah satu kasus yang menarik banyak perhatian adalah tindakan bunuh diri yang disiarkan secara langsung menggunakan salah satu media sosial. Maka dari itu kita perlu terus menggaungkan topik ini sehingga akan lebih banyak orang menyadari pentingnya permasalahan ini dan berperan aktif untuk mengatasinya,” urai Stefanny Irawan, S.S., M.A. selaku Managing Director PLT UK Petra Surabaya.

Edwin Siongko Winarto, penulis naskah Customer is King mengatakan: “Dalam menggarap projek ini, kesulitan utama yang dialami adalah bagaimana cara memasukkan pesan ke dalam pementasan tersebut sehingga penonton dapat dengan mudah mendapatkan pesan yang dimaksud, harapan saya supaya ketika masyarakat menghadapi permasalahan seperti ini, masyarakat tidak lagi acuh tak acuh, tetapi bisa merangkul orang-orang disekitarnya yang membutuhkan pertolongan,” (luk/dit)

Wakil UK Petra Siap Maju Pilmapres Nasional
May 08, 2018

Direktorat Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemeristekdikti) kembali melaksanakan Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Tahun 2018. Pilmapres menyeleksi mahasiswa yang memiliki prestasi unggul serta membanggakan pada hard skills maupun soft skills secara selaras dan seimbang. Pilmapres dilaksanakan dalam tingkat nasional dan diikuti oleh seluruh Perguruan Tinggi baik negeri maupun swasta. Seluruh Perguruan Tinggi wajib mengirimkan satu mahasiswa terbaik untuk mewakili Perguruan Tingginya. Pada tahap seleksi, Pilmapres diadakan pada tingkat Kopertis Wilayah terlebih dahulu. Universitas Kristen Petra (UK Petra) masuk dalam wilayah Kopertis VII.

Gho Danny Wahyudi, mahasiswa Program Studi Teknik Sipil terpilih mewakili UK Petra dalam Pilmapres 2018 ini. Dalam tahap pemilihan di UK Petra terdapat tiga faktor yang harus terpenuhi yaitu memiliki kepribadian yang baik, aktif dalam lembaga mahasiswa, dan berprestasi. Tak sia-sia usahanya, akhirnya pada tingkat Kopertis VII Danny berhasil meraih juara III dari total 50 peserta Perguruan Tinggi Swasta di Jawa Timur.

Dalam Pilmapres terdapat tiga kategori penilaian yaitu berprestasi, membuat karya tulis ilmiah, dan kemampuan berbahasa Inggris. Pada tahap penyisihan, peserta diminta membuat karya tulis ilmiah dan video presentasi dalam bahasa Inggris dengan tema besar “Sustainable Development Goals” (SDGS). Judul karya tulis ilmiah Danny saat itu yaitu Kampung Binaan Organisasi Kemahasiswaan Untuk Pembangunan Sustainable Urban Village. Isu yang diangkat oleh mahasiswa kelahiran Surabaya ini adalah adanya kesenjangan kehidupan warga yang sangat mencolok di kota yang sudah maju. “Di kota maju seperti Surabaya, masih ada saja kesenjangan sosial dan sangat mencolok. Bahkan masih cukup banyak warga Surabaya yang tidak memiliki toilet,” terang Danny yang juga merupakan ketua Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM) UK Petra.

Tujuannya adalah mahasiswa terutama yang tergabung dalam organisasi kemahasiswaan dapat lebih peka dan tahu kondisi negara ini. Selain itu kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat mengasah soft skill dan juga mempraktikkan ilmu yang telah didapatkan selama perkuliahan. Kampung yang dipilih menjadi target sasaran pelaksanaan kegiatan ini adalah daerah Putat Jaya, kawasan ex lokalisasi di pusat kota Surabaya dengan kondisi beberapa warga yang masih tidak memiliki toilet.

Pada 12-13 April, sebanyak 20 peserta hadir untuk seleksi di hotel Luminor Surabaya. Peserta mempresentasikan karya tulis ilmiah dan dilanjutkan dengan tanya jawab dari juri dan kompetitornya. Selanjutnya peserta diminta memilih topik dan memberikan agumentasinya dengan menggunakan bahasa Inggris selama maksimal tujuh menit. Danny mendapatkan topik tentang “Apakah seharusnya pemerintah Indonesia melarang pekerja asing di Indonesia?” Menurut Danny tidak perlu adanya larangan tentang pekerja asing di Indonesia, karena dengan adanya pekerja asing di Indonesia dapat mentransfer teknologi dan pengetahuan.

Delapan mahasiswa terbaik Kopertis VII berhak maju ke tingkat nasional. Danny merasa bangga dapat mewakili UK Petra dalam kompetisi bergengsi bagi mahasiswa ini. Putra pasangan Soetikno dan Jong Lie Hwa ini menyatakan harapannya, “Dengan mengikuti Pilmapres ini, saya harap dapat bertukar ide dengan peserta lain untuk membangun Indonesia.” (rut/Aj)

Koordinasi Program Hibah Perguruan Tinggi Unggul
May 08, 2018

Jumlah Perguruan Tinggi (PT) di Indonesia lebih dari 4.600 (laman Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, April 2018) tetapi belum semua PT terstandarisasi dengan baik. Salah satu upaya Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) untuk meningkatkan standar kualitas ini adalah program asuh perguruan tinggi unggul 2018. Dalam program ini, 29 PT Unggul yang terakreditasi A, membimbing PT terakreditasi C.

Universitas Kristen (UK) Petra mengambil peran serta dengan berbagi pengetahuan dan praktik baik bersama 3 PT yang ditetapkan oleh Kemenristekdikti sebagai PT Asuh. Tiga perguruan tinggi yang diasuh oleh UK Petra pada tahun 2018 ini adalah Universitas Kristen Wira Wacana Sumba Timur Nusa Tenggara Timur, Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Jombang Jawa Timur, dan Institut Teknologi Del, Toba Samosir Sumatra Utara. Rangkaian kegiatan dalam program ini direncanakan berlangsung dari minggu keempat April 2018 sampai dengan minggu ketiga Oktober 2018.

Kegiatan pertama dalam program ini adalah Koordinasi Kegiatan Program Asuh yang dilaksanakan pada tanggal 24-25 April 2018 di Surabaya. Dalam kegiatan ini, masing-masing PT Asuh mengirimkan 3 orang utusan yang terdiri dari pimpinan PT asuhan, kepala Penjaminan Mutu dan nara kontak kegiatan program. Pada pagi hari 24 April 2018 utusan dari ketiga PT Asuh disambut oleh Rektorat UK Petra di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Pimpinan dari ketiga PT Asuh berterimakasih dan menyampaikan kebutuhan untuk mempersiapkan PT dalam  akreditasi.

Rektor UK Petra, Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M.Eng., dalam sambutannya menyampaikan ucapan syukur serta berterimakasih atas kehadiran pimpinan ketiga PT Asuh. Menurutnya komitmen dari pimpinan PT sangat berpengaruh dalam program ini, katanya “Program ini akan berhasil apabila mendapat dukungan penuh dari pimpinan universitas dan juga yayasan, tidak cukup tim penjamin mutu yang bekerja, karena program ini akan dapat mengubah banyak hal”.

Usai sambutan, Rektorat UK Petra mempresentasikan praktik baik manajemen mutu UK Petra pada aspek akademik dan manajerial. Dari kegiatan ini hasil yang didapatkan adalah 3 dokumen untuk perbaikan dari masing-masing PT asuh, yaitu: Gap Analysis, yang menjelaskan perbedaan dari kondisi saat ini dan kondisi yang diharapkan; need assessment, yang menjelaskan hal-hal yang dibutuhkan PT asuhan untuk mencapai kondisi tersebut; dan rencana tindak lanjut PT asuhan, yang menjabarkan tindakan yang akan diambil PT Asuhan selama program dan 1 tahun berikutnya.

Di hari kedua, para peserta mendapatkan penjelasan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) UK Petra. Contoh pelaksanaan SPMI ini diharapkan memberikan gambaran tentang apa yang perlu dilakukan untuk melaksanakan SPMI di PT Asuh masing-masing.

Mahmud Huda, M.Si., Wakil Rektor bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unipdu berkata ”Dalam upaya memperbaiki sistem penjaminan mutu kampus, komunikasi ke pimpinan dan para pengampu kepentingan kampus harus terus ditingkatkan dengan tujuan menghantarkan institusi dan semua program studi pada akreditasi terbaik”. (noel/dit)

Alumni Memberikan Dampak yang Berkesinambungan
April 25, 2018

Masa kuliah adalah tahun-tahun yang membentuk perjalanan hidup seseorang. Dalam masa itu terbentuk ikatan tersendiri antara mahasiswa dengan kampus, dosen dan sesama mahasiswa. Bagi para alumnus Fakultas Ekonomi (FE) UK Petra angkatan 1990, pengalaman selama berkuliah begitu berdampak dan membangun. Begitu berdampaknya, sehingga setelah 20 tahun menyelesaikan perkuliahan, para alumnus ini berkumpul lagi dan menyelenggarakan kegiatan Reuni Fakultas Ekonomi Angkatan 1990 pada hari Sabtu, tanggal 14 April 2018. Reuni dengan tema “Love, Share and Joy” ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkesinambungan bagi para alumni Fakultas Ekonomi angkatan tahun 1990, civitas academika dan masyarakat secara umum.

Rangkaian acara reuni ini dimulai dengan talkshow “Create Your Own Biz” di Ruang AVT. 502 pada pukul 09.00-12.00 WIB. Sekitar 100 mahasiswa dari berbagai jurusan di Fakultas Ekonomi UK Petra menghadiri talkshow ini. Beberapa alumnus angkatan 1990 berbagi pengalaman mereka dalam dunia profesional dan bisnis pada para mahasiswa. Mereka adalah: Teddy Prajitno, Regional Business Head Bank Nusa Parahiangan; Vincentia Julianti, Branch Manager Shinhan Bank; Budi Harijono, pendiri Sanggar Seni Budaya Jempol Laras; Wang Sutrisno, Direktur PT. Integra Indocabinet, Tbk.; dan Christian Kurniawan, pemilik Korman Indonesia. Para narasumber membagikan pengalaman motivasi pada para mahasiswa untuk mendorong mereka memiliki usaha sendiri. Bersamaan dengan berbagi pengalaman, dipaparkan juga langkah-langkah konkrit yang bisa diambil oleh para mahasiswa untuk memulai usaha sendiri. Diantaranya membuat Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), mempersiapkan syarat-syarat untuk dokumen ekspor impor, dan berbagai tips yang relevan dalam dunia bisnis. Setelah sesi bincang usai, diadakan upacara pemberian beasiswa berupa bantuan Uang Sumbangan Penyelenggaraan Pendidikan (USPP) kepada 6 mahasiswa dengan kriteria tertentu. Adapun kriterianya adalah dari lingkup program studi manajemen, memiliki motivasi untuk menyelesaikan kuliah, memiliki kebutuhan untuk beasiswa, dan tidak sedang menerima beasiswa dari tempat lain. Menutup acara siang hari ini, Christian Kurniawan mempresentasikan PT. Korman Indonesia, dan mengundang para mahasiswa FE untuk magang di perusahaannya di Indonesia dan juga di luar negeri. Christian berkata, “Kami membuka kesempatan bagi mahasiswa (UK Petra) untuk magang. Hal ini adalah kesempatan berkembang bagi mahasiswa dan juga kami”.

Di sore harinya, kegiatan pertemuan dan perjamuan “Love, Share, and Joy” dilaksanakan. Angkatan 1990 tercatat terdiri dari 152 orang, dan beberapa diantaranya berkomitmen untuk menjalin relasi dengan kampus. Dalam acara jamuan dan hiburan ini ada satu agenda utama, yaitu penandatanganan memo kesepahaman antara universitas dan empat perusahaan tentang kesediaan perusahaan-perusahaan tersebut menerima mahasiswa magang dengan lokasi magang di dalam dan luar negeri. Drs. Bambang Haryadi, M.M., Ketua Program Studi Manajemen menyampaikan apresiasi terhadap kepedulian dan sumbangsih  anak-anak didiknya dari angkatan 1990 ini, “saya berharap bahwa alumni angkatan 1990 menginspirasi alumni-alumni angkatan lain untuk bisa reuni dan berbagi dengan kampus dan mahasiswa“. Satu keunikan terlihat dalam reuni ini, yaitu Ricky, S.E., MRE., Ed.D., yang juga seorang dekan Fakultas Ekonomi UK Petra saat ini merupakan mahasiswa anak didik salah satu alumni 1990. Ricky menyampaikan kesannya atas relasi yang dijalin para alumni ini, “relasi yang kuat dari alumni yang berempati adalah sangat penting untuk reputasi universitas” kata Ricky. (noel/Aj)

Communiphoria 2018: SATURATION – Semakin Inovatif dari Acara hingga Peserta
April 23, 2018

Selama kurang lebih 7 bulan mempersiapkan dan melaksanakan, akhirnya rangkaian acara Communiphoria: SATURATION yang dilaksanakan oleh Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Kristen (UK) Petra telah usai. Acara yang merupakan agenda tahunan untuk memperkenalkan Fakultas Ilmu Komunikasi kepada siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) ini telah menarik minat siswa-siswa dari berbagai kota di Indonesia. Communiphoria dikemas dalam rangkaian workshop dan lomba-lomba seperti Public Relation, Radio Announcer, TV Production, dan Journalist. Grand Final dari acara Communiphoria telah dilaksanakan dua hari, Jumat (23/03) di mall Lenmarc Surabaya untuk penjurian Public Relation dan Journalist dan Sabtu (24/03) di UK Petra untuk penjurian Radio Announcer dan TV Production.

Keseruan acara Communiphoria dari tahun ketahun selalu dinanti siswa-siswa SMA. Hal tersebut dibuktikan dengan beberapa SMA yang mendaftar kembali setelah mengikuti acara ini tahun lalu. “Pengalaman sangat berharga dan kami perlu terus mengasah kemampuan dalam lomba ini,” sahut Nico Kusuma, salah satu peserta dari SMAK St. Yoseph saat ditanya mengapa mengikuti acara Communiphoria tahun ini. Nico dan timnya mengaku masih belum puas dengan hasil tahun lalu. Ada juga yang pertama kali mengikuti dan mengaku tidak menduga acara ini ternyata seru dan menarik. “Acara ini ternyata sangat menarik dan kakak-kakak panitia yang ramah dan sangat menolong,” jawab Josephine Kurniawan, salah satu peserta dari SMA Kristen Petra 1 saat ditanya kesan pertama tentang acara Communiphoria.

Sebagai ketua pelaksana, Felicia Luvena mengaku tidak menyangka antusiasme peserta Communiphoria tahun ini  dan peserta semakin inovatif dari tahun-tahun sebelumnya. “Melihat hasil pekerjaan peserta tahun ini, terasa totalitasnya. Pengambilan gambar dengan pesawat radio kontrol untuk sekelas anak SMA sangat inovatif. Peserta tahun ini mampu memaksimalkan penggunaan teknologi yang ada,” sahutnya.

Rangkaian acara dari Workshop hingga lomba yang diadakan Communiphoria: SATURATION ini juga sebagai ajakan untuk menemukan dan mengembangkan bakat siswa-siswa SMA. Vinny Victoria, siswa SMA Kristen Gloria 2 yang mengikuti lomba TV Production mengaku mendapat banyak hal baru tentang bidang pekerjaan di Ilmu Komunikasi. “Setelah mengikuti acara ini, saya mendapatkan ilmu baru, seperti reporter ternyata memerlukan pengetahuan luas dan kemampuan teknis”. Tuturnya.

Kemenangan tahun ini diraih oleh SMAN 3 Denpasar untuk posisi juara umum pertama dan kedua. Untuk juara ketiga diraih oleh SMA Kr. Petra 5 Surabaya. Tidak hanya itu, Communiphoria juga memiliki kategori pemenang lainnya yaitu Best TV Feature yang diraih SMAK St. Yoseph tim 1, Best Radio Feature yang diraih oleh SMAN 3 tim 2, Best Campaign Proposal yang diraih oleh SMAK St. Yoseph tim 1, dan Best Newsletter yang diraih oleh SMAN 3 tim 1.

Dalam pesannya, Lucia Luvena berkata “saya berharap acara ini memberikan manfaat dan teman-teman SMA dapat menggali dan mengembangkan kemampuannya di bidang komunikasi”. (Fanny Lesmana/dit)

Bedah Buku: Ada Aku Diantara Tionghoa dan Indonesia
April 23, 2018

Indonesia merupakan negara yang penuh dengan keanekaragaman, baik dari suku, agama, bahasa maupun kuliner dan cita rasa. Akan tetapi, dibalik keragaman tersebut terkadang terdapat warga negara yang mendapatkan perlakuan yang tidak adil dari yang lain. Salah satu etnis yang merasakan ‘sisi gelap’ dari perlakuan ini adalah  masyarakat keturunan Tionghoa. Hal tersebut terbukti dari banyaknya peristiwa yang menyudutkan etnis Tionghoa di Indonesia seperti peristiwa Mei ’98 dan lain sebagainya. Menanggapi isu ini, maka pada 6 April 2018 Universitas Kristen (UK) Petra mengadakan bedah buku “Ada Aku Diantara Tionghoa dan Indonesia”.

Buku Ada Aku Diantara Tionghoa merupakan buku yang ditulis oleh 73 penulis dengan latar belakang yang berbeda-beda suku, ras agama maupun pekerjaan. Tulisan-tulisan tersebut berisi tentang kisah penulis yang berhubungan dengan etnis Tionghoa, baik tetangga, teman, atau kerabat. Acara bedah buku ini dipandu oleh Pietra Widiadi yang merupakan salah satu penulis dalam buku ini, serta Elisa Christiana, Kepala Program Studi Sastra Tionghoa UK Petra. “Buku ini unik dan menarik untuk dibaca, karena buku ini bukan murni tulisan ilmiah, akan tetapi berisi tentang narasi memori atau pengalaman-pengalaman pribadi penulis yang berhubungan dengan etnis Tionghoa di lingkungannya,” ungkap Pietra Widiadi.

Buku yang digagas oleh Aan Ashori dengan usulan-usulan dari jaringan Gusdurian ini terbit pada tanggal 21 Maret 2018 bertepatan dengan hari Anti Diskriminasi Nasional. Menjadikan tulisan-tulisan tersebut menjadi buku yang menarik dan enak dibaca merupakan sebuah tantangan. “Karena penulis buku ini berasal dari berbagai latar belakang, maka tidak semuanya dapat menulis dengan baik. Hal ini merupakan tantangan untuk membantu para penulis mengungkapkan cerita  mereka ke dalam buku ini,” ungkapnya.

Selain itu, dalam bedah buku ini Elisa Christiana juga turut menceritakan pengalamannya sebagai warga keturunan Tionghoa. “Sewaktu kecil, saya pernah pernah merasa takut ketika berjalan sendiri ke rumah sepulang sekolah karena dipanggil-panggil oleh orang-orang yang berada di tepi jalan,” ungkap Elisa. “Akan tetapi, pengalaman saya tidak melulu seperti itu, saat saya kuliah di Universitas Negeri Surabaya, saya satu-satunya orang keturunan Tionghoa. Awalnya saya sempat kuatir karena menjadi satu-satunya keturunan Tioanghoa. Akan tetapi, ternyata teman-teman kuliah memperlakukan saya dengan hormat seperti tidak ada perbedaan ras diantara kami,” ungkapnya.

Hal tersebut juga sesuai dengan isi Buku Aku Diantara Tionghoa dan Indonesia yang tidak hanya menceritakan kisah sedih dari masyarakat Indonesia Tionghoa, namun juga kebahagiaan dan pengalaman-pengalaman lainnya. Buku ini berisi pesan dari masyarakat Indonesia kepada masyarakat Indonesia sendiri mengenai prinsip yang terkadang sering terlupakan di negara ini, yakni Bhinneka Tunggal Ika. (vka/dit)

Salah satu Persona Kependidikan BAK UK Petra Sabet Juara 2 se-Jawa Timur
April 23, 2018

Sekali lagi Universitas Kristen Petra, Surabaya (UK Petra) berhasil mendapatkan prestasi yang gemilang. Meidiyanti Soengkono berhasil menyabet Juara 2 dalam ajang Pemilihan Tenaga Administrasi Akademik dan Pengelola Keuangan Berprestasi Tingkat Kopertis Wilayah VII tahun 2018.

Pemilihan Tenaga Administrasi Akademik dan Pengelola Keuangan Berprestasi Tingkat Kopertis Wilayah VII tahun 2018 merupakan kompetisi yang diselenggarakan oleh Kopertis wilayah VII. Kompetisi ini merupakan upaya dari pemerintah untuk mendorong dan menstimulasi tenaga kependidikan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Jawa Timur. Pada Tahun ini, kompetisi diadakan di  Hotel Grand Whiz Trawas, Kota Mojokerto pada tanggal 6 – 8 Maret 2018 yang lalu. Disini, 26 peserta dari berbagai universitas swasta yang ada di Jawa Timur diadu untuk menunjukan inovasi yang berkaitan dengan administrasi dan pengelolaan keuangan pada institusi pendidikan.

Meidiyanti Soengkono atau biasa dipanggil Meidi merupakan seorang staff keuangan yang bekerja pada Biro Administrasi dan Keuangan (BAK) UK Petra. Ia merupakan persona kependidikan yang mendapatkan kesempatan untuk mengikuti kompetisi Pemilihan Pengelola Keuangan Berprestasi mewakili UK Petra di Tingkat Jawa Timur. “Saya merasa agak terkejut ketika dipilih sebagai perwakilan oleh universitas, akan tetapi karena tugas tersebut telah diberikan, maka saya menjalankan tugas tersebut dengan sebaik-baiknya,” pungkas Meidi ketika ditanya mengenai perasaannya ketika terpilih untuk mengikuti kompetisi.

Pada Pemilihan Pengelola Keuangan Berprestasi ini, Meidi maju dengan mengambil tema “Sistem Akuntasi Terintegrasi pada Institusi Pendidikan Dengan Mengoptimalkan Pengunaan Software Akun”. Tema ini diambil oleh Meidi atas dasar latar belakang pendidikannya pada bidang akuntansi. Lomba ini diadakan dalam dua tahap, yakni tahap penyisihan dan presentasi. Pada tahap penyisihan, peserta diminta untuk mengirimkan  proposal mengenai inovasi yang akan dilombakan kepada Kopertis Wilayah VII. Peserta yang berhasil lolos babak penyisihan kemudian akan menghadiri tahap presentasi di Trawas, Mojokerto. “Waktu itu kami para peserta diminta untuk melakukan presentasi, akan tetapi yang unik adalah kami diminta untuk saling mengajukan pertanyaan tentang inovasi peserta,” ungkap Meidi. Pada tahap presentasi peserta kemudian akan dinilai oleh tiga juri yang diutus oleh pihak Kopertis.

Di akhir kompetisi, Meidi berhasil menyabet Juara 2 se-Jawa Timur. Hal ini merupakan prestasi yang menurut Meidi cukup membanggakan karena dapat mengharumkan nama UK Petra di Jawa Timur. Berhasil merebut peringkat juara tidak membuat Meidi puas begitu saja, ia bahkan berharap untuk dapat diutus kembali dalam kompetisi ini di tingkat Nasional. Menurutnya, kompetisi ini mengajarkan banyak hal, salah satunya adalah melalui kompetisi ini, ia melihat begitu banyak karakter yang berbeda. Salah satu kutipan hidup yang dipegang oleh Meidi adalah “kesuksesan adalah proses yang berkelanjutan.” (vka/Aj)

Ajak Mahasiswa Arsitektur Kelola Lahan Sisa
April 20, 2018

Himpunan Mahasiswa Arsitektur Petra (Himaartra) kembali menggelar Architecture Festival 2018 yang ke-11. Architecture Festival merupakan kompetisi internasional yang menjadi wadah bagi mahasiswa arsitektur untuk mendesain bangunan sesuai keinginan mereka berdasarkan tema yang telah ditentukan. Tema yang dipilih dalam Architecture Festival kali ini adalah ”Contextual Micro Space”. Peserta diminta merancang konsep desain bangunan dengan mengelola lahan sisa. Bangunan micro merupakan salah satu inovasi yang mulai berkembang dan dapat diaplikasikan ke realita yang ada. Seiring perkembangan zaman, ruang interaksi sosial susah ditemukan dan terkalahkan oleh fungsi komersial lainnya. Banyaknya ’ruang-ruang sisa’ seperti pojok gang, pinggir sungai, kolong jembatan, dan lain-lain yang selama ini tidak dimanfaatkan. Tetapi sebenarnya lahan sisa dapat dikembangkan menjadi bangunan micro yang bermanfaat bagi masyarakat. “Calon arsitek dilatih untuk tidak saja terampil menciptakan solusi kreatif, tetapi juga kreatif melihat sebuah kondisi sosial untuk kemudian disimpulkan menjadi masalah, potensi dan solusinya,” ujar Richman Gozali selaku ketua panitia Architecture Festival 2018.

Peserta tergabung dalam kelompok yang terdiri dari satu hingga empat orang. Architecture Festival 2018 diikuti oleh berbagai peserta internasional, diantaranya adalah Irak, Iran, Amerika, Australia, dan Hungaria. Rangkaian kegiatan Architecture Festival 2018 terdiri dari kompetisi, pameran dan seminar. Sebanyak 170 peserta mengumpulkan karya desainnya pada 26 Februari 2018 – 17 Maret 2018, kemudian pada 24 Maret 2018 dilakukan penjurian tertutup untuk memilih 25 karya terbaik. 25 karya ini dipamerkan dalam Archiexpo pada 6-8 April 2018 di Pakuwon Mall Surabaya. Dari 25 karya, dipilihlah lima terbaik yang diharuskan membuat maket dalam bentuk 3D. Lima kelompok terbaik ini mempresentasikan karyanya di hadapan para juri pada 13 April 2018. Lima kelompok terbaik berasal dari Universitas Kristen Petra sebanyak dua kelompok, Universitas Indonesia, Universitas Parahyangan, dan Moholy-Nagy University of Art and Design, Budapest, Hungaria. “Salah satu kelompok yang berada dalam posisi lima besar berasal dari Hungaria, mereka mempresentasikan karyanya dengan menggunakan video. Sedangkan untuk sesi tanya jawab, dilakukan dengan cara video call dengan peserta,” ungkap mahasiswa semester empat ini.

Rangkaian acara Architecture Festival 2018 ditutup dengan seminar bertajuk Contextual Micro Space. Pembicara dalam seminar ini adalah Hermawan Dasmanto, S.T. dari ARA Studio, Defry Agatha Ardianta, S.T., M.T. dari ORDES Arsitektur, Florian Heinzelmann dan Daliana Suryawinata dari SHAU Architecs, serta Altrerosje Asri, S.T., M.T., yang merupakan dosen Program Studi Arsitektur UK Petra. Pembicara-pembicara dalam seminar ini dipilih karena merupakan praktisi dan juga pengajar yang bergerak di bidang contextual arsitek atau permasalahan yang ada di masyarakat serta micro space atau pengelolaan lahan-lahan sempit. Para pembicara dalam seminar juga merupakan juri dalam kompetisi internasional ini. Pada akhir seminar, para juri mengumumkan pemenang dari kompetisi yaitu juara I diraih oleh Universitas Indonesia, juara II diraih oleh Moholy-Nagy University of Art and Design, sedangkan juara III diraih oleh Universitas Parahyangan. (rut/padi)

Pustakawan UK Petra Mewakili Indonesia Ikuti Program Pendidikan di Ohio, Amerika Serikat
April 20, 2018

Setelah tiga kali mencoba, seorang pustakawan perpustakaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) akhirnya berhasil memperoleh kesempatan mengembangkan pendidikan dan professional pustakawan di Ohio, Amerika Serikat. Program bergengsi bertajuk Jay Jordan IFLA/OCLC Early Career Development Fellowship Program ini merupakan program dari The International Federation of Library Associations and Institutions (IFLA) bersama dengan Online Computer Library Center (OCLC) yang hanya memberikan kesempatan pada lima pustakawan muda dari negara berkembang di dunia. Pustakawan ini adalah Chandra Pratama Setiawan, S.IIP., M.Sc. yang menjadi perwakilan dari negara Indonesia dan berkesempatan mengikuti program mulai tanggal 17 Maret hingga 13 April 2018.

“Puji Tuhan ini merupakan kesempatan yang sangat berharga bagi seorang pustakawan. Kami mendapatkan ilmu langsung dari sang ahli serta mengupdate dengan perkembangan-perkembangan teknologi informasi serta isu kepustakaan global yang kemudian dapat diterapkan di negara kita”, ungkap Chandra yang juga pernah mendapat prestasi nasional oleh Kemenristekdikti tahun 2015 silam. Hanya lima pustakawan muda dari lima negara berbeda yang terpilih dari 90 pustakawan dan pakar sains informasi dari 40 negara yang berbeda. Sebelumnya Chandra, merinci pustakawan muda artinya masa kerja di perpustakaan minimal tiga tahun dan maksimal delapan tahun. “Program ini dikhususkan bagi para lulusan jurusan perpustakaan dalam rentang lima tahun terakhir”, urai Chandra yang baru tiba di Indonesia Minggu siang (15/4) lalu. Perjuangan yang cukup berat. Sebelumnya Chandra, yang juga seorang lulusan dari NTU Singapore dengan beasiswa ASEAN graduate Scholarship dari pemerintah Singapura, mencoba program ini selama tiga kali dan berkat kegigihannya akhirnya Chandra berhasil. Chandra terpilih bersama dengan empat pustakawan lainnya yaitu Alehegn Adane Kinde dari Universitas Gondar-Ethiopia, Arnold Mwanzu dari Pusat Internasional Fisiologi dan Ekologi Serangga (ICIPE)-Kenya, Boris Denadic dari Perpustakaan Nasional Serbia, dan Chantelle Richardson dari Perpustakaan Nasional Jamika, Jamaika.

Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi sebelum Chandra smengikuti program ini,  diantaranya membuat essay berbahasa Inggris yang menceritakan mengenai pengalamannya dibidang perpustakaan, permasalahan perpustakaan yang dihadapi di Indonesia, serta peluangnya. IFLA merupakan badan internasional terkemuka yang mewakili kepentingan layanan perpustakaan dan informasi penggunanya. Sedangkan OCLC merupakan perusahaan perpustakaan nirlaba global yang menyediakan layanan teknologi bersama, penelitian asli dan program komunitas sehingga perpustakaan dapat lebih memfokuskan pembelajaran, penelitian dan inovasi.

Selama empat minggu, Chandra dan keempat pustakawan lainnya terlibat banyak kegiatan diantaranya sesi kelas membahas trend pengelolaan perpustakaan saat ini serta teknologi yang mendukungnya (misalnya seperti cataloguing and metadata, reference service, user experience, community engagement), sesi leadership dengan CEO OCLC, diskusi perpustakaan dan kepustakawanan dengan pustakawan dari beberapa perpustakaan , kunjungan ke berbagai macam perpustakaan hingga diskusi dengan perwakilan IFLA. Apakah bisa diterapkan di Indonesia, khususnya perpustakaan Surabaya? “Bisa”, urai Chandra mantap. Salah satunya menyediakan layanan drive through, menggalakkan program kegiatan membaca dengan tema tertentu yang berganti-ganti dengan ditambah hadiah, menyediakan layanan bimbingan belajar gratis untuk anak sekolah hingga pelatihan menulis lamaran pekerjaan. Semuanya ini dilakukan agar semakin gemar membaca dan berkunjung ke perpustakaan.

Dirilis dari situs resmi OCLC (https://www.oclc.org/en/news/releases/2018/201801dublin.html) Skip Prichard, President dan CEO OCLC mengatakan bahwa program ini menawarkan pengalaman, gagasan, koneksi dan inspirasi pada para professional berbakat yang dipilih untuk berpartisipasi. Para pustakawan terpilih ini belajar dan kemudian menerapkan program baru yang inovatif di negara asalnya. (Aj/dit)

Dosen Harus Persiapkan Mahasiswa Hadapi Era Disruptive Innovation
April 19, 2018

Seturut perkembangan zaman dan perkembangan teknologi yang semakin canggih, dunia kini memasuki era revolusi industri 4.0 yang menekankan pada hal-hal yang bersifat digital, robotik dan komputerisasi atau dikenal dengan fenomena disruptive innovation. Dunia pendidikan juga turut terdampak, kedepannya, mahasiswa akan menghadapi era revolusi industri generasi keempat yang memungkinkan pekerjaan-pekerjaan manusia digantikan dengan mesin dan robot. Melihat permasalahan tersebut, Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan teaching workshop bagi dosen-dosen FTI dan beberapa dosen dari fakultas lainnya. Kegiatan yang mengangkat topik “Bagaimana seharusnya pendidikan tinggi mempersiapkan siswa mereka dalam mengantisipasi revolusi industri 4.0?” ini diikuti oleh 40 orang dosen dan dilaksanakan pada 10 April 2018. “Kegiatan ini bertujuan sebagai refreshing training tentang pengajaran dalam menghadapi perubahan zaman, ditambah mahasiswa yang diajar adalah generasi milenial yang sangat berbeda dengan zaman dulu,” ungkap Dr. Juliana Anggono, S.T.,M.Sc. selaku Dekan Fakultas Teknologi Industri UK Petra.

Allan Schneitz, seorang pakar pendidikan dari Finlandia menjadi pembicara dalam workshop ini. Finlandia memiliki sistem pendidikan terbaik di dunia yaitu dengan memfasilitasi siswa agar dapat menemukan bakat dan minatnya. Allan mengatakan bahwa pendidikan di negara-negara Asia sangat berbeda dengan Finlandia. Di Asia, pendidikan seseorang di pengaruhi oleh beberapa faktor seperti harapan orang tua, harapan negara, dan masalah kesejahteraan. Dalam kegiatan ini, Allan menyatakan bahwa dalam revolusi industri 4.0 ini akan ada sekelompok orang yang pekerjaannya bisa dengan mudah digantikan oleh mesin, tetapi ada juga sekelompok orang yang sudah punya level kompetensi serta skill yang bagus, maka tidak akan bisa dengan mudah digantikan oleh mesin. Oleh sebab itu pendidikan tinggi, terutama dosen harus mempersiapkan mahasiswa agar mampu menghadapi era tersebut dan memiliki skill yang mampu bersaing.

Menurut Allan, salah satu solusinya adalah pengajaran harus lebih kreatif karena metode kuliah pada umumnya tidak lagi efektif seperti dulu. Jika satu jam sama dengan 100%, 15 menit sama dengan 25%, efektifitas metode kuliah hanya sebesar 5%, membaca sebesar 10%, audio-visual sebesar 20%, demonstrasi sebesar 30%, diskusi kelompok sebesar 50%, praktik sebesar 75%, dan yang paling efektif adalah segera mengaplikasikan yang dipelajari atau bisa diwujudkan dengan mengajar kepada sesama yaitu sebesar 90%. Allan juga menambahkan bahwa generasi sekarang ini tidak bisa lepas dari gawai yang seringkali, tantangan seorang dosen adalah bagaimana justru menjadikan gawai itu sebagai bagian dari pembelajaran. Selain itu, networking (jaringan) juga dapat menjadi solusi. Dalam edukasi, unsur-unsur yang terlibat biasanya berpusat pada dosen, staff, materi, peratalan, dan lain-lain. Tetapi sebenarnya edukasi juga tidak bisa lepas dari komunitas, kearifan lokal, pemerintah yang mengatur regulasi, dan industri. “Jika kreativitas dan jaringan adalah solusinya, kemudian apa masalahnya? Bagaimana peran kunci baru universitas terhadap komunitas dan masyarakat, itulah yang harus diperhatikan,” terang Allan Schneitz.

Kapolrestabes Surabaya Ajak Civitas UK Petra Perangi Hoax
April 18, 2018

Kemajuan teknologi informasi membuat pertukaran informasi menjadi hal yang sangat mudah dan merasuk ke seluruh kegiatan masyarakat Indonesia. Banyak kemudahan dan kebaikan yang sudah dirasakan dengan hadirnya berbagai media sosial dan juga gadget yang membuat laju pertukaran informasi menjadi sangat cepat. Di balik kemudahan dan kebaikan tersebut terdapat juga sisi negatifnya, percepatan informasi ini meningkat bersamaan dengan banyaknya informasi palsu atau berita bohong yang kita kenal dengan hoax. Universitas Kristen Petra (UK Petra) turut serta dalam upaya memerangi hoax melalui kegiatan Seminar Anti Hoax “Hoaxbuster: Cerdas Mengelola dan Meneruskan Informasi”, yang diselenggarakan oleh Departemen Mata Kuliah Umum UK Petra pada hari Jumat, tanggal 6 April 2018 di Ruang AVT 503 Gedung T UK Petra.

Sekitar 210 peserta memenuhi ruangan AVT yang menghadirkan Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan, S.H., M.H. sebagai pembicara utama. Rudi membawakan seminar bertajuk “Bersama Mahasiswa Melawan Hoax”. Rudi mengawali pembicaraan dengan memberikan definisi hoax. Menurutnya, hoax adalah segala informasi yang tidak sesuai dengan aslinya. Ia kemudian menggambarkan bagaimana hoax menjadi viral dengan ilustrasi jika seseorang memiliki 11 ribu pengikut di media sosial, dan orang tersebut memasang suatu hoax. Lalu hoax ini kemudian di-share oleh pengikutnya yang juga memiliki ribuan pengikut. Maka dalam waktu singkat bisa dipastikan sejumlah besar pengguna internet sudah terpapar dengan informasi salah tersebut, situasi ini yang disebut dengan istilah viral. Rudi menjelaskan bahwa pemerintah sudah mengantisipasi hoax melalui perangkat perundangan. Kepolisian juga sudah melakukan tindakan terkait hoax, yaitu: preemtif, preventif, dan penegakan hukum. Rudi menyarankan kepada para pengguna internet untuk menjadi netizen yang cerdas dan bijak. Ia mengingatkan bahwa kepolisian saat ini sudah memiliki cyber patrol yang bekerja 24 jam setiap hari dan juga bekerjasama dengan para ahli. Pelanggar hukum di dunia cyber pasti tertangkap, Rudi mengatakan “Sekarang bukan lagi mulutmu harimaumu, tapi jempolmu harimaumu”. Sebagai penutup sesi ini, segenap peserta seminar melakukan deklarasi anti hoax serta penandatanganan ikrar melawan hoax di lembar Wall of Hopes.

Seusai sesi Kapolres, seminar dilanjutkan dengan sesi seminar bertajuk “Let’s Turn Back Hoax” yang diasuh oleh Rovien Aryunia, M.PPO., M.M., Koordinator Masyarakat Anti Fitnah Wilayah Surabaya. Rovien memberikan gambaran bahwa hoax meningkat di Indonesia karena rendahnya literasi digital pengguna internet di Indonesia. Rovien kemudian memberikan saran tentang bagaimana mengetahui ciri-ciri hoax, yaitu berita yang mengajak pembacanya membenci, fitnah/rekayasa yang memakai gambar yang tidak berkaitan dengan informasi yang disebarkan, dan menggunakan media abal-abal (yang tidak bertanggungjawab). Sesi terakhir seminar adalah seminar “Hoax dan Umat Beragama” dengan narasumber Pdt. Wahyu Pramudya, M.Th., Pendeta GKI Ngagel. Menurut Wahyu, semakin user friendly sebuah teknologi, semakin besar partisipasi tiap orang dalam pembuatan & penyebaran berita. Hal ini menyebabkan semakin besar pula dampaknya, baik itu positif atau negatif. Sally Azaria, S.Sos., M.PPO., dosen Departemen Mata Kuliah Umum dan koordinator seminar ini menyampaikan himbauannya terkait melawan hoax, ia mengatakan “Kita tidak bisa membuat berita hoax tidak ada. Tetapi yang kita bisa adalah meminimalkan dampak buruk dari hoax. Misalnya cerdas dalam menerima dan menyebarkan informasi atau bisa juga mengingatkan keluarga jika mereka menyebarkan hoax”. (noel/Aj)

Bharatika Creative Design Festival, Ajang Salurkan Kerinduan
April 13, 2018

Tahun 2018, Bharatika Creative Design Festival kembali digelar oleh Fakultas Seni dan Desain (FSD) Universitas Kristen Petra (UK Petra). Kompetisi yang diikuti oleh 200 peserta yang berasal dari berbagai negara mulai dari Indonesia, Taiwan, China, Singapura, Malaysia, dan Australia ini berlangsung pada 6—8 April 2018 di Gedung Balai Pemuda. Kompetisi ini digelar sebagai wadah aktualisasi diri di bidang akademis terutama di bidang desain agar peserta dapat menunjukkan sekaligus mengembangkan potensi diri, selain itu juga dapat menambah wawasan peserta di bidang industri kreatif. Serangkaian kegiatan menarik digelar dalam Bharatika Creative Design Festival 2018 kali ini yaitu kompetisi, talk show, workshop, coaching class, creative market, pameran, meet the judges hingga awarding night. Bharatika Creative Design Festival 2018 mengangkat tema “Rindu” yang bisa berarti dua hal yaitu kangen atau impian. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat mendorong orang-orang untuk menyalurkan impiannya. “Setiap orang memiliki kerinduan masing-masing, orang-orang desain dan orang-orang kreatif idealnya dapat melepaskan kerinduan mereka di Bharatika dengan mengikuti rangkaian kegiatan ini,” ungkap Margareth Thresea Wijaya selaku ketua acara Bharatika Creative Design Festival 2018.

Terdapat dua kategori dalam Bharatika 2018 yaitu Sekolah Menengah Atas (SMA) dan mahasiswa yang kemudian dibagi menjadi 12 cabang lomba. Untuk kategori mahasiswa cabang yang dilombakan antara lain Corporate Identity, Print Ad, Conceptual Photography, Packaging Design, Integrated Campaign, Apartement Lobby Design, Visual Merchandising, Lamp Armature Design, Chair Design dan Innovation Challenge. Sedangkan kategori siswa SMA, cabang yang dilombakan yaitu Photography dan illustration. Lima karya terbaik dari setiap cabang lomba yang ada dipamerkan dalam kegiatan ini, selain itu terdapat 20 pameran karya kreatif berupa dua dimensi dan pameran karya berprestasi mahasiswa FSD UK Petra.

Workshop yang diselenggarakan  di Bharatika Creative Design Festival  adalah  workshop “Enamel Pin Trendi, Buatan Sendiri!” oleh Elaboure dan workshop “Seru-seru Bareng Buat Motion Graphic!” oleh FJORD Motion. Workshop ini menjadi wadah bagi insan kreatif untuk belajar dan praktik secara langsung dari orang-orang yang telah lama bergerak di bidang industri kreatif. Dalam Bharatika Creative Design Festival  juga ada talkshow  tentang “Bekal Dunia Desain dalam Era Global” dengan narasumber Arief Muhammad yang merupakan CEO PETAKUMPET, sebuah perusahaan periklanan di Yogyakarta. Tidak hanya itu, Dhany Virdian, Creative Director of Narrada Communication dan Mario Tetelepta, Associate Director of Branding Origination di MakkiMakki juga menjadi narasumber dalam talkshow kedua yang mengangkat topik “Menguak Rahasia Innovator”. “Melalui workshop dan talkshow ini kami berharap peserta bisa banyak mendapatkan ilmu dan pengetahuan langsung dari orang-orang yang memiliki pengalaman berkecimpung dalam industri kreatif,” ujar Margareth.

Sebagai penghargaan atas karya para finalis lomba, finalis berhak mengikuti kelas pembinaan oleh Eka Sofyan Rizal yang bertemakan “Get Closer to Your Client by Design”. Seluruh rangkaian kegiatan Bharatika Creative Design Festival 2018 ditutup dengan penganugerahan hadiah bagi para pemenang dalam acara Awarding Night yang dihadiri juga oleh Triawan Munaf dari Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF). (rut/dit)

 

Ilmu yang Aktual dengan Teknologi
April 13, 2018

Pembangunan infrastruktur Indonesia bertumbuh seiring dengan pertumbuhan ekonomi. Salah satu bidang penting dalam dunia infrastruktur adalah keahlian rekayasa struktur yang mendesain dan membangun struktur. Rekayasa struktur merupakan bidang profesi yang memerlukan keterampilan teknis, intuisi, dan seni. Agar dapat mendesain dan membangun struktur yang aman dan ekonomis, praktisi industri konstruksi perlu mengikuti perkembangan terbaru metode analisis struktur, metode desain, metode konstruksi dan peraturan-peraturan bangunan. Sebagai upaya memberikan pemahaman dan mengaktualkan ilmu mahasiswa serta kalangan praktisi industri konstruksi khususnya di bidang rekayasa struktur, Magister Teknik Sipil Universitas Kristen (UK) Petra menyelenggarakan seminar bertajuk Structural Modelling, Analysis and Design pada hari Selasa, 3 April 2018. Seminar yang dihadiri praktisi, akademisi dan mahasiswa teknik sipil ini dipandu oleh Wong Foek Tjong, S.T., M.T., Ph.D., selaku Ketua Program Magister Teknik Sipil UK Petra. Hadir sebagai pembicara seminar Dr. Nathan Madutujuh. Nathan bergerak di bidang rekayasa industri melalui piranti lunak alat bantu penghitungan yang dikembangkannya.

Seminar dimulai dengan paparan tentang Desain Awal Gedung Tinggi di Daerah Seismik. Letak geografis Indonesia dikenal sebagai ‘cincin api’ karena berada di tempat dimana beberapa lempeng tektonik bertemu. Karakteristik daerah ini adalah resiko gempa bumi yang tinggi, karena karakteristik ini, regulasi konstruksi bangunan tinggi menuntut standar bangunan yang mampu mengakomodasi resiko gempa. Regulasi terkait resiko gempa ini didasarkan pada peta resiko gempa yang dinamis dan senantiasa diperbarui. Standar yang ditetapkan berbeda antara di area yang rentan gempa dan area yang jarang gempa. Karena perbedaan standar serta adanya kemungkinan standar tersebut berubah, ada tuntutan tersendiri bagi para desainer struktur untuk bisa menghasilkan desain awal dengan cepat dan akurat. Desain awal berperan sentral perencanaan struktur karena para pemegang kepentingan membuat keputusan berdasarkan desain awal tersebut. Dalam membuat desain awal, finite element method(FEM/metode elemen hingga) memungkinkan adanya kalkulasi yang akurat dan penetapan batas kesalahan yang jelas dalam waktu yang singkat.

Sesi kedua diisi dengan penjelasan tentang pemakaian FEM dalam analisis struktur. Dalam analisis struktur banyak sekali ditemukan variabel yang saling mempengaruhi. Banyaknya variabel tersebut dan adanya efek saling mempengaruhi menyebabkan terjadinya penghitungan yang berulang-ulang kali dan bahkan sampai tidak terhingga. FEM adalah metode menyederhanakan analisa tersebut. FEM dilakukan dengan memilih beberapa elemen spesifik dari banyaknya elemen yang ada untuk dianalisa, contoh: elemen tulang baja, kolom beton, tiang pondasi. Analisis dilakukan dengan kalkulasi statistik pada elemen-elemen tersebut dan menetapkan rasio kesalahan (error ratio) yang sesuai. Metode FEM memungkinkan perencanaan struktur dapat dilakukan dalam waktu yang lebih singkat.

Bahasan terakhir dalam seminar ini adalah Capacity Design of Pile Foundations yang mengangkat tentang perancangan kapasitas tiang pondasi. Penghitungan kebutuhan tiang, regulasi standar gempa, dan[A1]  kondisi tanah adalah kombinasi penghitungan yang sederhana namun memakan waktu dan memerlukan perhitungan berulang kali apabila dilakukan secara manual. Dengan program alat bantu penghitungan dan metode FEM, kalkulasi tersebut bisa dilakukan dengan akurat dan waktu yang cepat. Menurut Nathan, perkembangan teknologi alat bantu kalkulasi dan penguasaan metode FEM ini akan memungkinkan industri konstruksi untuk lebih efisien, aman, dan membuat inovasi-inovasi baru. Nathan menyampaikan anjuran bagi para pelaku industri konstruksi untuk terus memperkaya ilmu dan mengasah keterampilannya agar selalu relevan dengan perkembangan terbaru, ia mengatakan, “Semaju apa pun alat bantu, manusia tetap sebagai aktor utamanya”. (noel/dit)

UK Petra Kembali Dipercaya Menjadi Salah Satu Perguruan Tinggi Pengasuh
April 13, 2018

Jumlah Perguruan Tinggi (PT) di Indonesia saat ini mencapai 4.616 PT. Untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) melalui Direktorat Penjaminan Mutu Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan membuka kesempatan bagi Perguruan Tinggi unggul (ter-akreditasi A) untuk membina perguruan tinggi lain yang masih terakreditasi C melalui Hibah ”Program Asuh PT Unggul”. Di awal April ini, Universitas Kristen Petra bersama dengan 28 perguruan tinggi lain terpilih sebagai penerima Hibah tahun 2018.

Berita bahagia ini diterima langsung oleh Rektor UK Petra, Surabaya, Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M. Eng. ”Puji Tuhan, kepercayaan ini merupakan sebuah kehormatan bagi UK Petra untuk berbagi pengalaman-pengalaman baik (best practice) pengelolaan perguruan tinggi dengan perguruan tinggi mitra. Sekaligus ini merupakan kesempatan berharga untuk menjadi berkat, khususnya dalam peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia”. Ada proses seleksi yang harus dilalui untuk menjadi perguruan tinggi asuh ini, dan ke-29 perguruan tinggi tersebut terpilih melalui seleksi dari antara 36 perguruan tinggi yang mengajukan proposal dalam hibah ”Program Asuh PT Unggul” ini. ”Tentunya UK Petra akan memberikan yang terbaik dalam melaksanakan amanat yang telah dipercayakan ini. Tim dan narasumber Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UK Petra akan mengawal pelaksanaan hibah PT Asuh ini”, urai Prof. Djwantoro saat dihubungi di kantornya. Pengesahan program ini didukung dengan penandatanganan perjanjian PT Asuh yang dihadiri langsung oleh Kepala Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UK Petra yaitu Dr. Dra. Gan Shu San, M.Sc. Berdasarkan release resmi dari Kemenristekdikti, para PT unggul diminta untuk dapat sharing best practice sekaligus untuk membangun budaya mutu sehingga terdorong menjadi unggul.

Peningkatan peringkat akreditasi merupakan hasil yang ingin diraih dari perbaikan manajemen mutu yang diterapkan di PT tersebut. Karenanya, UK Petra nantinya tak hanya fokus pada perbaikan peringkat program studi yang mendapat nilai C saja akan tetapi juga pembenahan manajemen mutunya, di antaranya komitmen terhadap mutu, pengembangan sistem penjaminan mutu dan penyediaan auditor mutu internal. Ada banyak kegiatan yang disiapkan untuk kegiatan program asuh ini, di antaranya lokakarya Sistem Penjaminan Mutu Internal, Audit Mutu Internal (AMI) dan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME). Adapun tiga perguruan tinggi yang diasuh oleh UK Petra pada tahun 2018 adalah Universitas Kristen Wira Wacana, Sumba Timur-NTT, Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum, Jombang-Jatim, dan Institut Teknologi Del,Toba Samosir-Sumatra Utara.

”UK Petra siap mendukung program pemerintah dalam memajukan pendidikan di Indonesia. Melalui program yang telah disusun, kami akan membagikan pengalaman mengelola sistem penjaminan mutu serta mendampingi agar PT yang diasuh siap melakukan reakreditasi untuk program studi yang masih terakreditasi C. Berdasarkan data dari Kemenristekdikti, pada program serupa tahun 2017 yang lalu, program studi terakreditasi C yang mengalami peningkatan peringkat menjadi B atau A tercatat sejumlah 124 program studi dari 637 program studi yang diasuh. Untuk tahun 2017 lalu, UK Petra telah mengasuh Universitas Yudharta-Pasuruan, Universitas Dhyana Pura-Bali dan Universitas Kristen Artha Wacana-Kupang. Dari 22 program studi yang diasuh, terdapat 6 program studi yang meningkat akreditasinya dari C menjadi B”, tutup Gan Shu San.

Raditya Dika Bahas Industri Kreatif di UK Petra
April 11, 2018

Di Indonesia, Industri kreatif sedang berkembang pesat. Bahkan para ahli dan pakar ekonomi menyatakan bahwa pendapatan negara sebagian disumbang oleh industri kreatif yang terus bertumbuh dan berkembang pada setiap saat. Tetapi, tidak banyak yang menyadari bahwa prospek berkarir dalam dunia industri kreatif ini sangat menjanjikan. Industri kreatif terdiri dari banyak lini mulai dari fashion, musik, penerbitan, fotografi, seni rupa, film animasi, dan lain-lain. Program English for Creative Industry (ECI) Universitas Kristen Petra (UK Petra) menawarkan berbagai pembelajaran seperti creative writing, directing for film and stage, stage and film production, acting for stage and film, dan masih banyak lagi. Dengan berbagai pembelajaran tersebut tentunya akan mendatangkan prospek berkarir yang sangat luas antara lain seperti director, actor/actress, copy writer, translator, dan masih banyak lagi.     Himpunan Mahasiswa Sastra Inggris UK Petra kali ini berkesmpatan menyelenggarakan talkshow bertajuk Success in Creative Industry yang disingkat menjadi SINCI. Talkshow ini bertujuan untuk membuka wawasan peserta tentang industri kreatif yang ada di Indonesia dan prospek kerja yang terdapat dalam dunia industri kreatif, juga sharing dengan narasumber yang terkait seputar dunia industri kreatif.

Yang menjadi narasumber dalam talkshow ini adalah Raditya Dika. Pada zaman ini, siapa yang tidak tahu Raditya Dika? Seorang penulis, produser film, komika, sutradara, aktor, dan youtuber. Sekian lama berkecimpung dalam dunia industri kreatif, Raditya Dika berbagi tentang dunia industri kreatif di Indonesia dan juga kiat-kiat menjadi seorang penggiat industri kreatif. Talkshow yang diselenggarakan pada 4 April 2018 ini diikuti oleh kurang lebih 600 peserta. Melalui talkshow ini, penulis buku kambing jantan ini menekankan bahwa saat terjun dalam dunia industri kreatif, jangan pernah memulainya untuk tujuan uang dan popularitas. Didalam segala sesuatu, kita harus melakukan yang terbaik, jika karya kita bagus, banyak orang menyukainya, maka uang dan popularitas akan mengikuti dengan sendirinya. “Jika kamu puas dengan karyamu, orang lain puas dengan karyamu, maka popularitas dan uang akan datang dengan sendirinya. Masuklah dunia industri kreatif karena apa yang ingin kamu sampaikan kepada orang lain,” ujar pria kelahiran 28 Desember 1984 ini.

Menurutnya, untuk mencari topik atau konten bisa didapatkan dari kegelisahan yang dirasakan masing-masing orang. Banyak orang memulai youtube karena sesuatu yang sedang populer, padahal sesuatu yang populer tersebut biasanya bersifat sementara. Raditya Dika juga memberikan tips-tips dalam menulis agar dapat mempertahankan kualitas tulisan sampai akhir yaitu harus ada proses development (bagian depan, tengah, dan belakang) sebelum menulis, membuat kerangka tulisan, ditulis ketika rancangan tulisan telah matang. Dalam menulis, ia juga memberikan rumus yaitu karakter utama + tujuan + hambatan. Contohnya Sandi + ingin mengajak gebetan ke pesta + tapi ditengah jalan diculik alien. “Dengan rumus seperti ini akan lebih memudahkan kita, karena kita sudah menjabarkan karakter utama, tujuan dan hambatannya,” ungkap pemain film Koala Kumal ini. (rut/padi)

Petra Little Theatre Selalu Pertahankan Kualitas dan Profesionalisme
April 11, 2018

Berdiri sejak tahun 2002, Petra Little Theatre (PLT) UK Petra telah  menampilkan banyak pertunjukan teater yang menarik dengan tetap menjunjung nilai-nilai utama mereka  yaitukeahlian dan kualitas artistik, profesionalisme, kolaborasi, keragaman, dan pendidikan. PLT yang berada di bawah naungan Program Studi Sastra Inggris UK Petra ini merupakan teater kampus yang dikelola secara profesional. Dengan studio yang bertempat di gedung B lantai 2 UK Petra, PLT pada mulanya didirikan untuk menjawab kebutuhan laboratorium dan tempat praktik bagi para mahasiswa Program Studi Sastra Inggris, dan terutama Program English for Creative Industry (ECI) setelah program tersebut resmi diluncurkan tahun 2013. Fasilitas PLT meliputi panggung, belakang panggung, area penonton, ruang kontrol, sistem tata suara, serta tempat penjualan tiket.

PLT memiliki misi menjadi teater pendidikan yang memungkinkan mahasiswanya untuk menghasilkan pertunjukan-pertunjukan teater baru dan berkualitas serta menjadi motor penggerak bagi pengembangan naskah baru di Indonesia yang mampu berbicara kepada penonton masa kini di dalam konteks masyarakat global. Di dalam setiap penampilan teaternya, PLT selalu memiliki ciri khas tersendiri yaitu menggunakan dialog Bahasa Inggris, memiliki gaya representasional terutama untuk pendekatan aktingnya, dan cerita-cerita yang diangkat mewakili realita dan permasalahan yang ada di Indonesia khususnya Surabaya. “Kami mengangkat tema-tema yang dekat dengan masyarakat, karena kami menyadari bahwa kedekatan emosi dengan penonton itu sangat penting dalam menjadikan teater relevan bagi masyarakatnya dan dalam membuka ruang dialog dengan mereka,” ungkap Stefanny Irawan, S.S., M.A., Managing Director PLT.

Pada mulanya, PLT selalu dilekatkan dengan penampilan dari kelas-kelas tertentu saja seperti kelas Acting, Directing, dan Play Production. Seiring dengan perkembangannya, PLT mulai rutin menggelar pertunjukkan 2 hingga 4 kali dalam setahun di luar penampilan kelas. Pertunjukan PLT dibuka untuk umum dengan target penonton yang berbeda-beda sesuai dengan tema pementasan yang dibawakan, dan para pemainnya pun bisa berasal dari semua Program Studi dengan melewati proses audisi. Melalui setiap pementasannya, PLT juga berusaha mengikis stigma masyarakat umum tentang teater sebagai bentuk kesenian yang susah dipahami. Hal itu dilakukan dengan menitikberatkan aspek kualitas, orisinalitas dan profesionalisme dalam setiap produksinya.  Program New Play Development yang dimulai sejak tahun 2013 dengan tujuan mendidik para penulis muda untuk menghasilkan naskah teater yang orisinal dan berkualitas adalah salah satu bukti keseriusan PLT dalam menjalankan misinya. Profesionalisme mewarnai semua praktik PLT, termasuk dalam proses produksi yang terjadwal dan disiplin, hingga memastikan pertunjukan berjalan tepat waktu dan penonton mampu menikmati pertunjukan dengan sebaik mungkin. “Profesionalisme merupakan faktor yang penting karena ketika kita bicara tentang seni pertunjukan, yang sesungguhnya disuguhkan adalah pengalaman. Penonton tidak hanya membeli tiket untuk apa yang terjadi di atas panggung, tapi untuk suatu pengalaman menonton yang memuaskan secara keseluruhan. Karena itu kami harus persiapkan semuanya secara detail,” jelas dosen ECI ini.

Kepengurusan PLT saat ini terdiri dari  20 mahasiswa yang dibagi ke dalam dua bidang yaitu artistik dan manajemen. Bidang artistik dikepalai oleh Meilinda, S.S., M.A. selaku Artistic Director, sedangkan Stefanny Irawan, S.S., M.A. bertindak selaku Managing Director. Bidang artistik bertanggung jawab atas kualitas artistik yang ditampilkan di atas panggung seperti akting, penyutradaraan, desain panggung, tata lampu, musik, kostum dan makeup. Sedangkan bagian manajemen bertanggung jawab atas hal-hal di luar panggung seperti marketing dan sponsor, penjualan tiket,  front of house, publikasi, dan dokumentasi. “Saya berharap kami di PLT tetap konsisten menjaga dan meningkatkan kualitas pertunjukan kami. Saya juga berharap UK Petra mampu semakin mendukung PLT dalam berkarya. Dan saya ingin melihat munculnya teater-teater kampus di Surabaya yang juga menampilkan karya yang berkualitas, profesional dan konsisten,” sambung dosen yang mendapatkan gelar master di bidang Arts Management  dari State University of New York (SUNY), Buffalo dengan beasiswa Fulbright ini. (rut/Aj)

Bersuka dalam Pengampunan-Nya
April 10, 2018

Paskah merupakan momen penting bagi umat kristiani untuk mengingat kembali kebangkitan Tuhan Yesus dari kematian. Segenap civitas akademika Universitas Kristen Petra (UK Petra) juga turut merayakan kemenangan umat manusia atas dosa oleh pengorbanan Yesus di atas kayu salib melalui ibadah paskah pada hari Jumat, 2 April 2018. Ibadah paskah kali ini memilih tema “Delighting in God’s Forgiveness” atau Bersuka dalam Pengampunan-Nya. Ibadah paskah yang dilaksanakan di auditorium UK Petra ini diselenggarakan oleh Pelayanan Mahasiswa (Pelma) UK Petra di bawah bimbingan Pusat Kerohanian (Pusroh) UK Petra.

Diawali dengan puji-pujian dan drama singkat, kebaktian paskah ini menghadirkan Daniel Lukas Lukito, Th.D. sebagai pembawa firmannya. Daniel Lukas Lukito, Th.D mengutip dua ayat utama yaitu 1 Yohanes 3:16, “Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kita pun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita” dan Lukas 23:34a,  “Yesus berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” Dari kedua kutipan ayat berikut, Daniel Lukas Lukito, Th.D menekankan bahwa manusia percaya harus meneladani Tuhan Yesus terutama dalam dua hal yaitu meneladani kasih yang riil dari Tuhan Yesus dan memberikan pengampunan yang riil demi nama Tuhan Yesus.

Kebencian bisa menjadi sumber dari malapetaka, setitik kebencian bisa menyebabkan manusia bertindak kejam. Salah satu contohnya adalah Adolf Hitler yang tumbuh dengan kebencian akan ayahnya yang tidak menyetujui anaknya berkecimpung dalam dunia seni rupa. Karena kebencian itu, ia menjadi pemimpin Jerman yang sangat kejam. Seringkali manusia hidup terpuruk dalam kebencian dan tidak bisa memaafkan. Teladan Tuhan Yesus melalui pengorbanan-Nya di atas kayu salib merupakan kasih dan pengampunan yang riil kepada umat manusia. Seperti Tuhan Yesus mengasihi dan mengampuni kita, kita juga harus bisa mengampuni orang lain. Ini juga menjadi perwujudan dari Doa Bapa Kami yang sering diucapkan, yang mana ada tertulis pada Matius 6:12, “dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami”. “Karena kita orang-orang berdosa, Tuhan Yesus mengasihi kita dan kita didorong untuk meneladani kasih Kristus. Tuhan Yesus datang bukan hanya berkata serta sekedar memberitahu bahwa Ia mengasihi kita, tetapi Ia sudah menyerahkan nyawa-Nya bagi kita, itu adalah bukti kasih-Nya bagi kita,” ujar Daniel Lukas Lukito, Th.D.

Tidak boleh ada dendam, kepahitan, dan kebencian terus menerus. Seringkali orang percaya hidup dalam kemunafikan, tindakan kita sangat berbeda di dalam dan luar gereja.  Mengutip dari perkataan dari Lewis B. Smedes yaitu “To Forgive is To Set a Prisoner Free”, disaat kita memberi pengampunan kepada orang-orang yang telah menyakiti kita seperti teladan Yesus, maka kita akan menjadi orang yang merdeka dan paling bersuka cita. Setelah Firman Tuhan disampaikan, Rektor UK Petra menyampaikan sambutannya. “Melalui momen paskah, kita mengingat kebangkitan Yesus Kristus. Hidup kita berharga karena pengorbanan Tuhan bagi kita,” ungkap Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M.Eng. dalam sambutannya. (rut/Aj)