Connect with us
  • b
  • a
  • x
A CARING AND GLOBAL UNIVERSITY
WITH COMMITMENT TO CHRISTIAN VALUES

Berita

Menjawab Tantangan Global: UK Petra Membuka Program Profesi Insinyur (PPI)
September 21, 2017

Sebagai institusi Pendidikan tinggi yang peduli dan global yang berkomitmen pada nilai-nilai kristiani, Universitas Kristen Petra (UK Petra) hadir untuk melayani dan memenuhi kebutuhan masyarakat di berbagai bidang. Adanya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) membuat persaingan tenaga ahli berkompetensi seperti insinyur menjadi lebih bebas dan terbuka sehingga insinyur di Indonesia harus memiliki kompetensi yang mampu bersaing dengan masyarakat global.

 

Universitas Kristen Petra bergerak untuk menjawab tantangan MEA saat ini melalui dibukanya Program Profesi Insinyur (PPI). Hal ini sejalan dengan kebutuhan terhadap profesi insinyur yang masih sangat diperlukan dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Melalui ijin operasional yang disampaikan pada tanggal 6 April 2017 melalui SK Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 201/KPT/I/2017 maka Universitas Kristen Petra resmi menjadi salah satu dari 40 universitas di Indonesia yang diberikan kepercayaan untuk menyelenggarakan Program Profesi Insinyur (PPI). Istimewanya, Universitas Kristen Petra adalah salah satu diantara tiga universitas swasta di Jawa Timur yang diberi kepercayaan untuk membuka program Program Profesi Insinyur (PPI).

 

Secara keseluruhan, terdapat tiga syarat hingga ijin operasional dikeluarkan. Pertama, universitas harus memiliki enam dosen yang sudah tersertifikasi Insinyur Profesional Madya (IPM). Kedua, universitas harus memiliki kerjasama dengan sebuah industri dimana bentuk kerjasama ini difasilitasi oleh pemerintah, yakni bekerjasama dengan Bina Konstruksi yang merupakan bagian dari Kementerian Pekerjaan Umum (KPU). Ketiga, universitas memiliki fasilitas yang memadai seperti ruang kelas dan ruang laboratorium.

Kenapa PPI ini penting? Kebutuhan tenaga ke-insinyuran untuk menghadapi MEA sangatlah tinggi dan diperlukan, dimana teknologi yang semakin berkembang akan selalu membutuhkan peran insinyur untuk menciptakan dan membuat kehidupan lebih produktif dan efisien.

Terdapat dua jenis Program Profesi Insinyur (PPI), yakni reguler dan Rekognisi Pengalaman Lampau (RPL). Program PPI reguler berjalan selama satu tahun dan menempuh enam mata kuliah (24sks). Persyaratan untuk mengikuti Program PPI reguler antara lain merupakan alumni dari fakultas teknik, memiliki pengalaman kerja selama dua tahun. Sedangkan untuk non teknik, persyaratan yang harus dipenuhi adalah memiliki pengalaman kerja selama tiga tahun dan harus ditambah dengan pengalaman kerja selama dua tahun.

Program PPI Rekognisi Pengalaman Lampau (RPL) berjalan selama satu bulan dengan tiga mata kuliah setiap hari. Persyaratan yang harus dipenuhi adalah merupakan alumni dari teknik dan memiliki pengalaman kerja selama tiga tahun. Sedangkan untuk non teknik, harus memiliki pengalaman kerja selama tiga tahun dan ditambah dengan pengalaman kerja selama tiga tahun. Perbedaan antara Rekognisi Pengalaman Lampau (RPL) dan reguler adalah Rekognisi Pengalaman Lampau (RPL) tidak terdapat praktek keinsinyuran dan program reguler terdapat praktek keinsinyuran.

Harapan pun terurai melalui program ini. “Dengan dibukanya Program Profesi Insinyur (PPI) di UK Petra, kami berharap dapat membuka peluang gelar keinsiyurannya sarjana teknik di Indonesia dapat diakui baik di dalam maupun luar negeri serta dapat bersaing secara global,” urai Tanti Octavia, S.T., M.Eng selaku Wakil Dekan Fakultas Teknologi Industri UK Petra (fsc/dit).

King Sejong Institute menggelar “Completion Ceremony”
September 20, 2017

King Sejong Institute (KSI) Universitas Kristen Petra (UK Petra) di Surabaya telah menyediakan pendidikan bahasa dan budaya Korea sejak tahun 2015. Pada tanggal 9 Juni 2017, KSI melaksanakan Semester Completion Ceremony untuk semester 1 201 dimana sekitar 80 orang menghadiri acara yang diadakan di ruang AV gedung T 503 ini.

Hidangan makan malam khas Korea karya siswa-siswa yang mengambil kelas Budaya dengan pengasuh Kim Sung Sook. Dalam hidangan ini, tersaji 4 menu makanan khas Korea, yaitu : bulgogi, masakan daging sapi khas Korea sebagai hidangan utama; ddeokkochi, sate dari kue beras sebagai hidangan pendamping; guksu, mie khas Korea sebagai pendamping; dan samsaek gyeongdang kue mirip onde-onde tiga warna dengan rasa khas Korea.

Rangkaian acara dibuka dengan sambutan dari Direktur KSI Surabaya, Dra. Liliek Soelistyo, M.A. Dalam sambutannya, Lilik menyampaikan bahwa Completion Ceremony ini adalah yang keempat kalinya dan wisuda kali ini adalah wisuda dengan jumlah yang terbesar. Ia berharap para siswa KSI yang hadir di acara ini tetap bersemangat dan terus melanjutkan pembelajaran di KSI. Liliek mengatakan juga, KSI akan terus mendatangkan guru-guru yang baru sehingga bisa melayani kelas-kelas dengan lebih baik”.

Setelah sambutan acara dilanjutkan dengan pemutaran video KSI yang menggambarkan situasi kelas dan kegiatan-kegiatan yang telah diadakan di sepanjang semester yang telah diselesaikan. Acara yang diadakan KSI sepanjang semester ini adalah: Korean Culture dan Korean Movie Day di bulan Maret 2017, Lomba Menghias Kipas Korea di bulan April 2017 dan Lomba Korean Speech Competition di bulan Mei 2017. Rekaman ini juga menayangkan Korean Culture Day yang diselenggarakan Program manajemen perhotelan Gachi Resto, kemudian berpindah ke acara film Ode to My Father di acara Korean Movie Day.

Seusai pembukaan dan presentasi video, dilaksanakan penyerahan beasiswa dan raport hasil pembelajaran. Pada semester 1 2017, KSI menyelenggarakan 5 kelas, yaitu antara lain: dua kelas tingkat Beginner 1A; satu kelas tingkat Beginner 2A; satu kelas Persiapan Topik 1; dan satu kelas Budaya yang mempelajari masakan Korea (Korean Cooking Class). Tergabung dalam kelima kelas ini adalah 64 siswa yang bukan hanya dari mahasiswa UK Petra akan tetapi juga dari  kalangan umum. Untuk mengapresiasi usaha dan prestasi siswanya, KSI memberikan berbagai penghargaan berupa beasiswa yang diberikan pada satu orang siswa di tiap kelas bahasa. Penerima beasiswa semester ini adalah Meilisa Dewi dan Stefani dari kelas 1A, dan Nadya Artamara dari kelas 2A.

Setelah pembagian sertifikat dan penghargaan, para hadirin dihibur dengan penampilan grup tari Korean POP (KPOP) yang dibawakan oleh grup pemenang KPOP Dance Festival, G-Frikex dari kota Malang. Penampilan grup tari ini merupakan bagian terakhir acara penutup semester ini. Justine, siswa KSI yang juga mahasiswa Manajemen Bisnis UK Petra membagikan pengalamannya mengikuti kursus KSI, “Belajar di kelas itu sangat menyenangkan dan lebih mengerti mengenai kebudayaan Korea yang saya sukai”. Sebagai informasi, semester kedua 2017 KSI akan dimulai pada tanggal 21 Agustus 2017 dan per tanggal 31 Juli 2017 pendaftaran sudah ditutup. (noel/dit)

Usung Konsep Glow Run, Prodi Teknik Industri Rayakan Hari Jadi ke-25
September 19, 2017

Menginjak usia ke-25 tahun, Program Studi (prodi) Teknik Industri Universitas Kristen Petra (UK Petra) terus bertumbuh dan berkembang memberikan kualitas terbaik bagi mahasiswa dan lingkungan sekitar. Di tahun 2017, Prodi Teknik Industri Universitas Kristen Petra (UK Petra) tepat merayakan ulang tahun perak. Dies Natalis Teknik Industri XXV mengangkat tema “Divergent” yang merupakan singkatan dari “Dies Natalis Silver Generation”. Mengangkat konsep fun, Prodi Teknik Industri UK Petra mengangkat konsep Glow Run, yakni berolahraga lari dan bersenang-senang bersama untuk menciptakan rasa kekeluargaan.

 

Fun Run yang dilaksanakan di malam hari menggunakan lightstick fosfor sebagai penerangan dalam perayaan ulang tahun Program Studi Teknik Industri Universitas Kristen Petra yang ke-25 dimana peserta berlari pada rute yang telah ditetapkan dengan jarak 5,5 km. Fun run bertempat di Graha FairGround dan dimeriahkan dengan penaburan bubuk warna di beberapa titik pada saat berlari. Sekitar 430 orang turut meramaikan perayaan Hari Jadi Prodi Teknik Industri ke-25 ini. Tidak hanya mahasiswa yang berpartisipasi, dosen, karyawan, alumni dan masyarakat umum turut memeriahkan fun run malam itu. Sebelum mulai berlari, MC menjelaskan kepada peserta mengenai arah dan aturan selama berlari di arena. Lalu, sebelum berlari, terdapat drama pembukaan yang diambil dari inspirasi film Divergent mengenai pahlawan yang memperjuangkan keadilan. Para pahlawan harus mengambil kembali box yang telah dicuri untuk dapat membuktikan diri agar mendapat keadilan. Drama ini merupakan titik awal dari berlari yaitu peserta harus menolong para pahlawan untuk mengejar box yang dicuri dengan berlari di sepanjang arena.

Setelah Fun Run, acara dilanjutkan dengan penampilan hiburan band kemudian acara ditutup dengan prosesi tiup lilin dan penampilan Disc Jockey, pembagian hadiah hiburan dan pengumuman pemenang Fun Run.

Selain bertujuan untuk merayakan ulang tahun Program Studi Teknik Industri Universitas Kristen Petra yang ke-25, acara ini bertujuan untuk meningkatkan rasa kekeluargaan antara mahasiswa, dosen, dan staff di  Program Studi Teknik Industri Universitas Kristen Petra. Selain itu, untuk mengenalkan Prodi Teknik Industri kepada masyarakat umum terutama siswa-siswi SMA dan membuka relasi yang baik kepada seluruh pemangku kepentingan.

Sebuah harapan muncul melalui acara Hari Jadi Prodi Teknik Industri ini. “Harapannya, dapat mempererat persaudaraan antar civitas Prodi Teknik Industri, menjaga hubungan baik dengan alumni-alumni Teknik Industri dari berbagai angkatan serta semakin banyak masyarakat yang mengetahui dan tertarik untuk bergabung bersama kami menjadi keluarga besar Teknik Industri Universitas Kristen Petra,” urai Stefani Gisella W.T, selaku Ketua Panitia Dies Natalis XXV “Divergent” Glow Run (fsc/dit).

Program English for Creative Industry & Prodi Sastra Inggris Mendirikan Petra Independent Film
September 19, 2017

Semakin maju dan berkembangnya dunia digital mendorong insan perfilman untuk terus berkarya dan menggali kreatifitas tanpa batas. Hal ini diimplementasikan oleh Program English for Creative Industry & Program Studi (prodi) Sastra Inggris Universitas Kristen Petra (UK Petra) dengan mendirikan Petra Independent Film (PIF). Diresmikan pada tanggal 5 Mei 2017 lalu, PIF didukung secara akademis oleh program English for Creative Industry (E-Crav), Prodi Sastra Inggris, dengan kelas-kelas film seperti Screenplay Writing, Acting for Film, Directing, Film Production, dan lain-lain.

 

PIF (Petra Independent/Indie Film) adalah organisasi film edukatif yang bergerak di ranah pendidikan atau pelatihan, produksi, dan penayangan sebelum dipentaskan di khalayak umum (screening) dan distribusi film. Selain itu, Program E-Crav juga memfasilitasi produksi film oleh mahasiswa dengan dukungan dana dan peralatan yang ada. Melalui penelitian dengan PLT (Petra Little Theatre), PIF juga mengadakan screening  film secara periodik setiap semester. PIF juga akan mengadakan screening ke sekolah-sekolah atau lembaga mitra agar karya-karya mahasiswa dapat di-diseminasi-kan ke khalayak, khususnya di Surabaya.

Digagas sejak tahun 2010, PIF akhirnya berdiri untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa dalam menambah wawasan dalam bidang perfilman. PIF dibekali dengan berbagai kelas-kelas film, ditambah mahasiswa telah memproduksi beberapa film pendek baik di tingkat pelatihan dasar maupun lanjutan. Istimewanya, program ini diperkaya dengan adanya program Double Degree antara Prodi Sastra Inggris UK Petra dengan Film Department-Dongseo University, Korea Selatan. Di tahun 2017 ini, telah kembali enam  mahasiswa yang merampungkan program Double Degree di Korea Selatan untuk menyelesaikan tugas akhir di UK Petra. Dari enam mahasiswa ini kepengurusan PIF dibentuk dan akhirnya resmi berdiri.

 

PLT didirikan sebagai cikal bakal terbukanya Program English for Creative Industry (E-Crav). Program English for Creative Industry (E-Crav) merupakan hasil dari reorientasi pengutamaan sastra yang saat itu hanya akademis yang membahas karya-karya sastra. Dengan adanya E-crav, mahasiswa tidak hanya dapat membahas karya-karya sastra, mahasiswa diberi ruang untuk memproduksi karya. Dalam sambutan di acara peluncuran PIF, Dr. Ribut Basuki, M.A menyatakan bahwa karya novel atau cerpen seharusnya tidak berhenti pada file laptop, tetapi dicetak dan diedarkan. Maka dari itu, Fakultas Sastra mulai memfasilitasi penerbitannya. Karya berupa naskah drama tidak harus berhenti di file dan diterbitkan, PLT ada untuk  memproduksi karya-karya tersebut dalam pertunjukan.

“Karya berupa naskah film atau screenplay juga demikian, maka pada hari ini kita meluncurkan PIF. Dengan PIF, diharapkan karya mahasiswa dapat diproduksi dan akhirnya di screening. Lebih jauh lagi, screening tersebut dapat ditiketkan sebagai pertunjukan PLT. Lebih jauh lagi, screening dapat dilakukan di tempat lain misalkan di sekolah-sekolah. Lebih jauh lagi, film yang diproduksi di screening di festival-festival baik Nasional maupun Internasional. Maka dari itu, untuk mahasiswa manfaatkan PIF untuk belajar dan berkreasi,” urai Dr. Ribut Basuki, M.A., selaku executive board of directors PIF.
Melalui PIF, diharapkan mahasiswa dapat menuangkan idealisme selama masih di kampus. “Buatlah film-film yang baik, yang berdampak, tanpa memikirkan rating. Berkaryalah, belajarlah membuat film yang benar dan jadilah mahasiswa yang kreatif dan bersinar,” tutup Dr. Ribut Basuki, M.A (fsc/dit).

Dosen UK Petra Persembahkan Pameran Mengenai Perlawanan Bonek
September 19, 2017

Sepakbola adalah olahraga yang terkenal dan digemari dimana-mana. Klub sepakbola selalu menjadi idola dan kesayangan warga kota yang bersangkutan salah satunya adalah Persebaya Surabaya yang didukung oleh suporternya yang dikenal dengan nama “Bonek”. Karena besarnya jumlah Bonek dan begitu mendalamnya rasa bangga di kalangan masyarakat Surabaya, kehadiran Bonek memberi warna tersendiri dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Surabaya. Warna seperti apa yang ada selama ini? Perubahan apa yang sedang mereka lakukan? Hal inilah yang menggelitik benak dua dosen Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) UK Petra dengan menggelar pameran hasil penelitian yang masih berjalan bertajuk “Nek Aku Bonek, Koen Kate Lapo?” di Perpustakaan UK Petra pada tanggal 6-16 Juni 2017 yang lalu.

Pameran ini menampilkan data awal penelitian Obed Bima Wicandra, S.Sn., M.A. dan Anang Tri Wahyudi, S.Sn., M.Sn. “Pameran ini memang masih belum selesai. Kami ingin memamerkan data awal penelitian sekaligus menjaring pandangan tentang bonek dari pengunjung. Interaksi ini diharapkan akan menjadi masukan bagi peneliti. Kami juga mengundang bonek untuk bisa saling berbagi dengan kami setelah melihat data-data yang kami kumpulkan”, urai Obed Bima Wicandra, S.Sn., M.A yang juga sebagai Seketaris Program Studi DKV UK Petra. Penelitian mereka mengangkat mengenai street art yang marak dibuat oleh Bonek sebagai bentuk perlawanan atas PSSI yang melarang Persebaya berkompetisi di Liga Indonesia. Rentang waktu pengambilan data berupa foto dokumentasi dan kliping pemberitaan tentang aksi para Bonek ini adalah antara bulan Oktober 2016 sampai dengan Januari 2017. Perlu dicatat, bahwa pada masa-masa tersebut aksi perlawanan Bonek sedang mendaki menuju titik kulminasi yang ditandai dengan pernyataan dari PSSI yang mencabut larangan bertanding bagi Persebaya di bulan Januari 2017.

Nuansa hijau yang sebagai ciri khas dari Bonek tampak menonjol di gallery pameran. Para pengunjung perpustakaan akan secara otomatis melihat deretan display pameran yang dihiasi berbagai merchandise Persebaya. Dinding display pameran dihiasi lebih dari seratus foto dokumentasi yang diambil saat aksi para Bonek berlangsung. Foto-foto ini menunjukkan ragam media dan street art yang dibuat, yaitu: spanduk sederhana dari kain putih dan tulisan ala kadarnya; konvoi sepeda motor yang menampakkan orang-orang memakai jersey hijau kebanggaan Persebaya; aksi demo di berbagai ruang terbuka publik; dan masih banyak lainnya. Selain foto dokumentasi dan atribut-atribut pendukung Persebaya, dinding display ini juga menampilkan kliping-kliping koran yang memuat artikel momen-momen penting yang dijalani Bonek dan Persebaya. Misalnya seperti: pencabutan larangan oleh PSSI; pembenahan image Bonek yang mulanya terkenal tidak mau membeli tiket menjadi tertib dengan jargon “No ticket, no game”; dan tanding tandang yang lebih terkoordinir.

Penelitian yang ditampilkan dalam pameran ini diawali dengan keunikan perlawanan Bonek dibandingkan pendukung klub lain yang juga mendapat larangan PSSI. Agar lebih menghasilkan data yang akurat, Anang dan Obed turut dalam aksi Bonek untuk merekam aktivitas dan pola seni jalanan yang dihadirkan Bonek. Kedua dosen yang juga aktivis seni jalanan ini melihat bahwa pola street art yang dipakai Bonek dalam komunikasi perlawanan mereka tidak mengacu pada pola mainstream dari street art yang ada saat ini. Dimana street art mainstream cenderung menunjukkan sisi artistik dan dasar dari seni rupa yang terlihat dari adanya komposisi, kesatuan dan keseimbangan yang menampilkan estetika. Sedangkan di street art Bonek, pola tersebut tidak ada, dan cenderung anti estetika. Pola yang muncul cenderung vernacular atau asal-asalan, spontan dan apa adanya. Pola yang apa adanya ini terlihat dari media spanduk yang sering mereka pakai yang hanya dibuat dengan cat semprot diatas kain putih. Seni jalanan bonek yang apa adanya ini memberikan kesan kejujuran dan perlawanan. Hal ini sesuai dengan nama Bonek yang merupakan singkatan dari Bondo Nekat yang berarti Bermodal Nekat. Meskipun hanya bermodal nekat, bisa dilihat bahwa pada bulan puncak perlawanan mereka Surabaya telah diwarnai secara masif dengan street art khas Bonek. Seperti kata Obed, “Kini transformasi Bonek bukan hanya ‘bondo nekat’ tetapi juga’Bondo Nekat dan Kreatif’”. (noel/Aj)

Sustainable and Green Construction
August 22, 2017

Seiring perkembangan zaman, teknologi akan selalu berkembang di semua bidang kehidupan manusia. Industri bangunan tidak terlepas dari teknologi yang cepat berkembang yang memudahkan pekerjaan dalam industri ini. Hal ini menimbulkan kebutuhan untuk selalu up to date dengan teknologi, khususnya bagi mahasiswa yang akan terjun ke industri yang berkembang dengan cepat ini. Dalam perkuliahan, mahasiswa akan mendapatkan pengetahuan yang relevan dengan teknologi terkini akan tetapi di luar pengetahuan tersebut mahasiswa membutuhkan juga pengalaman berpraktek, berorganisasi, dan juga pengenalan pada industri.

Untuk mengenalkan mahasiswa pada industri, dan juga membaharui pengenalan atas perkembangan teknologi di bidang teknik sipil, Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil UK Petra (Himasitra) menyelenggarakan Petra Construction Expo (PCE) sejak bulan Maret 2017 sampai dengan acara puncak kegiatan PCE Market yang diaksanakan di Galaxy Mall Surabaya pada tanggal 20-23 April 2017. Dalam rangkaian PCE 2017 terdapat 4 kegiatan utama, yaitu: Seminar nasional dengan tema Sustainable and Green Construction, Bridge Competition, Lomba Kuat Tekan Beton dan Earthquake Resistant Design Competition. Keempat kegiatan ini pada tahun-tahun sebelumnya selalu dilaksanakan terpisah, pada tahun 2017 ini, keempat kegiatan ini diadakan dalam satu payung PCE.

Bridge Competition 2017 mengangkat tema “Raise the Bar, Reach the Highest”. Lomba dengan lingkup nasional ini diikuti oleh 410 orang peserta di kategori SMA, dan 359 orang peserta di kategori Universitas. Dalam lomba ini para peserta diberi tugas membuat maket jembatan dari bahan kayu balsa dengan ketentuan tinggi maksimal 15 cm, lebar maksimal 8 cm, dan panjang maksimal 40 cm. Jembatan ini akan disimulasikan untuk menyambungkan jurang selebar 30 cm dan pada bentang jembatan harus ada clearance (jarak dari permukaan tanah dengan batas paling bawah jembatan) setinggi 4 cm. Berat jembatan tidak boleh lebih dari 25 gram. Jembatan ini kemudian akan diberi beban berupa kerikil yang dituang kedalam pipa. Semakin ringan jembatan dan semakin berat beban yang bisa ditahan jembatan, maka semakin tinggi penilaiannya. Dari 20 tim finalis dari 7 universitas di jawa, 3 Tim dari mahasiswa UK Petra meraih juara 1, 2 dan 3 di kompetisi ini.

Dalam Earthquake Resistant Design Competition (ERDC), peserta lomba ditugaskan membuat maket suatu bangunan dari bahan kayu balsa, dan kemudian maket ini akan diuji dengan simulasi gempa. Penilaian dalam lomba ini selain menghitung kekuatan bangunan, juga menghitung efisiensi bangunan dan nilai ekonomis bangunan. ERDC 2017 mengambil tema “Prepare Because We Care”. Dari 54 tim peserta, diambil 12 tim dengan nilai tertinggi untuk tampil di babak final. Muncul sebagai juara adalah tim Resonance dari UK Petra.

Lomba kuat tekan beton (LKTB) dimulai pada tanggal 24 Maret 2017 yang diawali dengan briefing yang diberikan oleh salah seorang anggota juri, Antoni, Ph.D. Dalam briefing ini Antoni memperkenalkan konsep Low Cement Concrete (LCC) pada para peserta. LCC adalah sesuai dengan tema lomba ini, yaitu “Optimize Your Material for greener concrete”. LCC adalah teknik pembuatan beton dengan jumlah semen yang sedikit dan merupakan cara yang ramah lingkungan dan sustainable (berkelanjutan) dalam membangun. Pemakaian semen menghasilkan emisi karbondioksida yang menyebabkan efek rumah kaca, maka dari itu pemakaian semen sesedikit mungkin dalam pembuatan beton adalah teknik yang ikut menjaga kelestarian lingkungan. LCC adalah fokus yang khas yang dipakai oleh LKTB Petra, kekhasan lain dari lomba ini adalah memperkenalkan penggunaan fly ash (endapan abu) yang bisa didapatkan secara gratis sebagai suatu bahan pengganti semen dan penggunaan superplasticizer dalam pembuatan beton. Peserta lomba ini ditugaskan untuk membuat contoh beton dengan kekuatan setinggi mungkin dan diberi batasan jumlah pemakaian semennya. Hasil sampel beton karya para peserta sudah bisa disejajarkan dengan standar beton industri konstruksi. Hal ini bisa dilihat dari hasil beton terkuat di kompetisi ini adalah sekitar 40 MPa (megapascal), setara dengan kekuatan beton untuk bangunan pertokoan bertingkat yang terkenal di Surabaya. Untuk beton di perumahan, pada umumnya kekuatannya adalah 20 MPa saja. Kompetisi ini dimenangkan oleh tim dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Hieronimus Enrico, sebagai ketua panitia mengungkapkan kesannya atas kompetisi ini, “Kami mendapatkan ilmu membuat beton yang baik dan mengenal  perusahaan-perusahaan konstruksi yang sudah terkenal. (noel/dit)

Pameran Desain Interior “Interior Design for Cultural Community”
August 15, 2017

Pada 14-16 Juni 2017, Program Studi Desain Interior Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan sebuah pameran yang bertajuk “Interior Design for Cultural Community” yang berlangsung di Selasar Gedung P lantai1. Pameran ini merupakan tugas mata kuliah Desain Interior dan Styling 4.

 

Mata kuliah Desain Interior & Styling 4 (DIS 4)  merupakan mata kuliah wajib di Program Studi Desain Interior yang diambil oleh mahasiswa semester 6 dengan metode pengajaran kuliah teori dan praktik desain di studio maupun lapangan. Proyek desain ini adalah perancangan ruang budaya berupa fasilitas publik yang dapat mewadahi kegiatan sebuah komunitas budaya di Surabaya dan menciptakan pengalaman ruang yang edukatif, dengan pendekatan filosofis bagi pembelajaran masyarakat yang berkelanjutan.

 

Objek pada pameran ini antara lain 76 maket hasil perancangan interior dengan skala 1:50, 76 poster hasil perancangan interior, dan 8 presentation board yang menampilkan hasil tugas styling kelompok di basecamp komunitas. Pameran ini juga melibatkan komunitas yang diambil sebagai objek perancangan antara lain Perkumpulan Bangga Berkain, Paguyuban Senopati, Persatuan Layang-layang Surabaya (PERLABAYA), Urban Sketchers Surabaya, De Mardijkers, Serikat Mural Surabaya (SMS), Komunitas Batik Surabaya (KIBAS) dan Petra Little Theater (PLT).

 

Secara keseluruhan, terdapat tiga tahapan dalam tugas mata kuliah ini. Pertama,  mahasiswa melakukan observasi lapangan dan berinteraksi secara mendalam dengan sebuah komunitas budaya yang telah ditentukan oleh kepala studio. Dalam tahap ini mahasiswa mengumpulkan data mengenai identitas, visi misi, aktivitas rutin maupun insidentil serta produk atau objek koleksi komunitas yang memiliki nilai berharga bagi masyarakat lokal Surabaya dalam konteks budaya, sejarah, seni, pariwisata, dan ilmu pengetahuan. Tahapan ini dilakukan pada minggu 1-5.

 

Kedua, mahasiswa mencari sebuah site riil dengan denah riil di lokasi Surabaya dengan luasan 300-500m2 untuk projek desain. Mahasiswa kemudian merancang program ruang berdasarkan observasi lapangan yang telah dilakukan dengan tidak menutup kemungkinan untuk menciptakan ide fasilitas-fasilitas baru bagi komunitas tersebut sehingga dapat secara optimal mewadahi kegiatan-kegiatan mereka serta mendukung terjadinya pembelajaran masyarakat masa depan melalui sebuah konsep perancangan yang mendalam. Tahapan ini dilakukan pada minggu 6-14.

Ketiga, mahasiswa bekerja secara berkelompok yang terdiri dari 9-10 orang untuk menata area di lokasi basecamp komunitas berdasarkan kebutuhan komunitas tersebut. Projek Styling yang telah dilakukan adalah menata benda koleksi komunitas, serta perabot dan aksesoris lainnya di dalam sebuah ruang sehingga menarik untuk diapresiasi oleh masyarakat setempat; mendesain dan merealisasikan perabot atau mebel dalam skala 1:1 untuk memenuhi kebutuhan memajang benda koleksi komunitas; mendesain photobooth dan fasilitas display yang bersifat pasang-urai (knock-down) untuk acara-acara rutin maupun insidentil di komunitas dan mendesain main entrance basecamp komunitas sehingga lebih menarik dan mengundang.

Tujuan dari pameran ini adalah agar mahasiswa mendapatkan pengalaman mendesain ruang budaya bagi komunitas lokal sehingga memiliki kesadaran akan perannya di masa depan sebagai desainer interior yang dapat mendukung potensi yang dimiliki masyarakat untuk menyalurkan kekayaan budaya dan kreativitas bangsa. “Selain itu, tugas ini diharapkan dapat memberikan pengalaman langsung bagi mahasiswa untuk berinteraksi dengan klien riil dan mewujudkan desain yang bermanfaat secara” urai Diana Thamrin, S.Sn, M.Arch, selaku Kepala Studio Desain Interior & Styling 4 (fsc/dit).

Introduction Interior Design Exhibition
July 27, 2017

Perancangan produk interior adalah salah satu kegiatan yang utama dalam dunia yang digeluti mahasiswa Program Studi Desain Interior Universitas Kristen Petra (UK Petra). Produk interior yang pada umumnya berupa meubel/furniture membutuhkan kreativitas dan keahlian dalam pembuatannya. Kreativitas akan memungkinkan seorang desainer untuk bisa mengkonsep suatu meubel dengan unik dan bermanfaat, sedangkan keahlian akan memungkinkan desainer tersebut untuk merealisasikan konsepnya menjadi produk dengan pengerjaan yang prima.

Untuk membina mahasiswa agar memiliki kreativitas dan keahlian tersebut, dirancang rangkaian mata kuliah Studio Desain Produk Interior (DPI) yang bisa diikuti oleh mahasiswa yang mengambil pengkhususan Desain Produk. Rangkaian mata kuliah ini terdiri dari mata kuliah DPI I sampai dengan DPI IV.

DPI I diikuti oleh mahasiswa semester 3 yang belajar merancang produk interior berbasis bentuk dan bahan. DPI II diikuti mahasiswa semester 4 yang mempelajari aspek fungsi dan kenyamanan. DPI III diikuti oleh mahasiswa semester 5 yang mempelajari aspek proses produksi dan pasar dari desain produk interior. DPI IV diikuti oleh mahasiswa semester 6 dan mempelajari konsep budaya. Dalam proses pembelajaran di setiap mata kuliah ini, para mahasiswa ditugaskan untuk mendesain dan membuat produk interior sesuai dengan fokus yang dipelajari di mata kuliahnya. Dalam proses desain ini mahasiswa akan mengeksplorasi literatur, membuat konsep desain, dan memproduksi produk yang sudah didesainnya. Apresiasi dan evaluasi atas hasil akhir dari perkuliahan ini, yang berupa meubel, akan bisa menjadi bahan pembelajaran yang sangat berharga bagi mahasiswa.

Untuk memberikan apresiasi dan evaluasi pada produk interior hasil perkuliahan DPI II dan DPI IV, dilaksanakanlah kegiatan pameran bertajuk “Introduction: Interior Design Exhibition”. Pameran ini dilaksanakan pada tanggal 16 sampai dengan 18 Juni 2017, di Rotunda Atrium lantai 3 Ciputra World Surabaya. Sebanyak 27 karya mahasiswa DPI II dan 35 karya mahasiswa DPI IV ikut serta dalam pameran ini. Karya DPI II mengangkat aspek fungsi dan kenyamanan dalam seting ruang kerja kantor. Karya DPI IV menerapkan konsep budaya dalam seting ruang publik. Tim dosen pengampu DPI II dan DPI IV turut serta bersama para mahasiswa mengelola pameran ini, mereka adalah: Adi Santosa, S.Sn., M.A.Arch., Grace Setiati Kattu,  S.Sn,  M.Ds dan Grace Mulyono, S.Sn., MT.

Pameran ini memberikan kesempatan pada para pengunjung untuk memberikan pemilihan karya favorit. Adi dalam sambutannya menghargai upaya para mahasiswa yang tugas akhirnya ditampilkan di pameran ini. Ia mengangkat proses pembuatan karya-karya ini sebagai kesempatan belajar yang baik bagi para mahasiswa, ujarnya “Kesempatan belajar ini sebaiknya dimanfaatkan sebaik mungkin untuk membuat sendiri produk interiornya. Dengan demikian maka mahasiswa akan bisa mengembangkan keahliannya”. Sesuai dengan tajuknya, diharapkan dengan adanya pameran ini akan terjalin perkenalan antara mahasiswa dan pasar. Lebih lanjut lagi, diharapkan mahasiswa akan lebih tahu apa yang diharapkan pasar, dan pasar akan mengetahui potensi kreativitas mahasiswa Desain Interior UK Petra.

Keseluruhan 62 karya ini akan dinilai oleh tim juri dan diambil 3 karya terbaik DPI II dan 3 karya terbaik DPI IV. Tim dosen menyeleksi 10 karya terbaik dari masing-masing kelas mata kuliah untuk kemudian dinilai oleh Tim juri yang terdiri dari: Ir. Hedy Constancia Indrani, M.T, Ronald Hasudungan Irianto Sitindjak, S.Sn., M.Sn dan Wyna Herdiana, S.T., M.Ds. Kriteria penilaian untuk DPI II adalah Fungsi dan Kenyamanan (Functional-Ergonomic), Estetika (Aesthetics) dan Orientasi Pasar (Marketable). Kriteria penilaian untuk DPI IV adalah serupa seperti di atas ditambah dengan nilai budaya.

Keluar sebagai pemenang juara I dari DPI II adalah Claudia dengan produk meja kerja yang  dibuat memiliki penutup ruang pribadi dengan sistem poros besi. Juara I DPI IV adalah Venta Clarisza yang karyanya berupa rangkaian kursi yang mengangkat konsep budaya permainan kartu. (noel/dit)

Surabaya Memory 2017 “Mengenal Kampungku Suroboyo”
July 19, 2017

Surabaya sebagai ibukota Provinsi Jawa Timur, juga merupakan kota terbesar kedua di Indonesia. Dalam atmosfer metropolis ini, nilai-nilai luhur tradisional yang dimiliki warga Surabaya dengan cepat mudah tergusur dalam cepatnya irama hidup dan perkembangan teknologi yang pesat. Pada tanggal 31 Mei 2017, kita merayakan Hari Jadi ke 724 Kota Surabaya, akan tetapi sedikit dari kita yang mengetahui mengapa usia kota ini jauh melampaui usia Republik Indonesia. Hari kemenangan pasukan Majapahit terhadap penyerbu dari Mongol sekitar 8 abad silam, ditetapkan sebagai hari jadi kota Surabaya. Warisan atau pusaka tradisional seperti ini perlu dilestarikan agar bisa terus berkelanjutan menjadi pusaka warisan bagi generasi selanjutnya.

Surabaya Memory adalah inisiatif yang didedikasikan untuk perekaman dan pelestarian pusaka (heritage) Kota Surabaya. Kegiatan ini pertama kali diluncurkan pada hari jadi Kota Surabaya yang ke-708 pada tahun 2001. Pada tahun 2017, Surabaya Memory mengangkat tema “Kampungku Suroboyo” dengan latar belakang kampung-kampung di Surabaya yang memiliki ciri khas masing-masing dan membentuk gaya hidup yang membentuk Surabaya. Tema ini juga sesuai dengan keinginan pemerintah kota Surabaya yang hendak mengembangkan potensi kampung Surabaya di sisi ekonomi, budaya, wisata dan lain sebagainya.

Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan di Grand City Mall Surabaya pada tanggal 10 sampai dengan 14 Mei 2017 ini terdiri dari berbagai jenis kegiatan dan  lomba diantaranya lomba Karya Tulis Pengelola Taman Baca Masyarakat bertema  “Karyaku Mewujudkan Surabaya Kota Literasi”, Lomba Presentasi bagi Karang Taruna dengan tema “Mbangun Kampung”, Lomba Foto Kampung dan Lomba Mendongeng Cerita Rakyat Jawa Timur. Lomba-lomba ini sesuai dengan tema dan juga merupakan tindak lanjut dari Surabaya Memory tahun sebelumnya dan sekaligus juga program pemerintah kota Surabaya yang bertujuan meningkatkan budaya literasi di kampung-kampung Surabaya. Beberapa babak penyisihan lomba-lomba ini telah dilaksanakan di Kampus UK Petra sebelum dilaksanakannya final lomba di rangkaian acara Surabaya Memory 2017.

Kegiatan lainnya adalah pameran yang menampilkan foto-foto Surabaya jaman dahulu, foto-foto Kebun Binatang Surabaya dari masa ke masa karya masyarakat umum dan wartawan, produk kreatif dan potensi kampung-kampung di Surabaya, produk literasi kampung yang diambil dari 5 terbaik Lomba Akseliterasi tahun sebelumnya, karya para finalis lomba, karya seni dan karya ilmiah dosen dan mahasiswa UK Petra dengan tema Kampung Surabaya dan pameran buku-buku kuno Surabaya dari kolektor dan Badan Perpustakaan dan Arsip Jawa Timur. Pameran ini menempati selasar di depan panggung Surabaya Memory sehingga mengundang minat para pengunjung pertokoan untuk berkunjung melihat-lihat.

Selain mengangkat cerita perkampungan, tema Kebun Binatang Surabaya (KBS) juga diangkat dalam Surabaya Memory 2017. KBS adalah salah satu ikon kebanggaan masyarakat Surabaya dan dalam rangkaian kegiatan ini, digelar bedah buku “Bonbin dalam Kisah dan Tjerita” karya Henri Nurcahyo dan juga karya foto tentang kebun binatang karya mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual UK Petra.

Salah seorang pengunjung, Eva-seorang mahasiswi salah satu universitas negeri di Surabaya mengatakan, “Menarik. Kegiatan seperti ini memberikan inspirasi”. Billy Setiadi, S.I.P., M.A., selaku ketua panitia Surabaya Memory mengungkapkan harapannya, ia mengatakan: “Semoga melalui Surabaya Memory, UK Petra bisa memberi lebih banyak sumbangsih pada kota Surabaya, khususnya dalam hal pelestarian pusaka budaya Surabaya”. (noel/dit)

Presenting Surabaya: Old City
July 11, 2017

Surabaya, kota terbesar kedua di Indonesia adalah kota yang kaya akan warisan sejarah. Kekayaan sejarah kota ini bisa dilihat dari keindahan gedung-gedung kunonya yang bersejarah. Program Studi Desain Interior Universitas Kristen  Petra (UK Petra)  melalui tugas mata kuliah Presentasi Visual 2 (PV2) mengajak para mahasiswa untuk mengeksplorasi gedung-gedung bersejarah ini dan meningkatkan kemampuan penyajian visual melalui kegiatan mempresentasikan sisi tua kota Surabaya.

Kegiatan tugas “Presenting Surabaya: Old City” dilaksanakan sejak awal semester genap 2016-2017. Mahasiswa peserta PV2 yang berjumlah 140 orang dibagi dalam kelompok-kelompok, di mana per kelompok berisi 10-11 orang. Kelompok-kelompok ini kemudian ditugaskan untuk melakukan pencarian arsip dan penelitian sejarah bangunan-bangunan cagar budaya Surabaya, seperti: Wisma Wismilak; House of Sampoerna; Klenteng Boen Bio Kapasan; Rumah Abu Han; Bank Mandiri Jalan Pahlawan; Perpustakaan Bank Indonesia dan Museum Bank Indonesia. Penelitian ini dilakukan untuk membekali mahasiswa yang akan melakukan penelusuran lapangan dengan landasan pengetahuan tentang sejarah dan gaya desain bangunan yang akan dikunjungi.
Setelah penelitian arsip, para mahasiswa mengunjungi bangunan-bangunan tersebut. Dalam kunjungan ini mereka ditugaskan membuat sketsa perspektif dan rekam detail dari bangunan tersebut. Sketsa perspektif ini dilakukan secara manual dengan tangan dan rekam detail dilakukan dengan membuat visual note. Hasil dari sketsa dan visual note yang didapatkan adalah bahan yang akan diolah untuk kemudian dijadikan suatu presentasi visual.
Puncak dari tugas ini adalah pameran Presenting Surabaya: Old City yang dilaksanakan pada tanggal 6 – 10 Maret 2017. Dalam pameran ini disajikan papan informasi tentang gedung dan ruang dalam yang dianggap menarik, visual note rekam data literatur, sketsa di lapangan dan gambar perspektif. Dari pemaparan ini bisa dilihat bagaimana mahasiswa mengidentifikasi gaya desain masing-masing gedung: Wisma Wismilak, House of Sampoerna, Bank Mandiri Jalan Pahlawan, Perpustakaan Bank Indonesia dan Museum Bank Indonesia didesain dengan gaya kolonial Belanda, sedangkan Klenteng Boen Bio Kapasan dan Rumah Abu Han dibangun dengan pengaruh gaya desain Cina dan kolonial Belanda. Gaya desain Cina diidentifikasikan dengan ornamen-ornamen budaya Cina seperti naga, aksara dalam bahasa Cina, serta desain yang mengangkat pentingnya keseimbangan antara simbol-simbol elemen (api, air, kayu, dan sebagainya.) Sedangkan gaya desain kolonial belanda dicirikan dengan ventilasi yang melimpah, jarak lantai dan atap yang tinggi, dan pilar-pilar kolonial.

Dengan rangkaian kegiatan tugas ini, mahasiswa diajak memahami melalui gaya desain bahwa Surabaya dibagi dalam beberapa area di masa lampau. Mahasiswa juga diajak memahami bagaimana pengaruh desain tersebut terhadap dinamika sosial ekonomi. Pemahaman ini akan membantu mahasiswa belajar pada tahap awal mengenai kaitan keilmuan desain terhadap manusia. Menurut Fanny, seorang mahasiswa dari kelompok yang berkunjung ke Perpustakaan Bank Indonesia, “Dengan tugas ini kami belajar rendering bayangan dan pencahayaan”. Audrey, mahasiswa PV2 yang lain mengungkapkan kesannya mengenai tugas ini, katanya: “Saya belajar membedakan langgam (style)  yang ada pada bangunan kuno kita”. Sejurus dengan kesan-kesan mahasiswa, Dr. Ir. Lintu Tulistyantoro, M.Ds., salah seorang dosen koordinator studio PV2 mengatakan: “Surabaya memiliki potensi sejarah di sisi lain UK Petra  memiliki potensi mahasiswa yang akademis dan tugas ini memancing mahasiswa untuk melihat secara akademis bagaimana mereka mengapresiasi sejarah dalam sebuah presentasi gambar”. (noel/dit)

Presenting Surabaya: Old City
July 11, 2017

Surabaya, kota terbesar kedua di Indonesia adalah kota yang kaya akan warisan sejarah. Kekayaan sejarah kota ini bisa dilihat dari keindahan gedung-gedung kunonya yang bersejarah. Program Studi Desain Interior Universitas Kristen  Petra (UK Petra)  melalui tugas mata kuliah Presentasi Visual 2 (PV2) mengajak para mahasiswa untuk mengeksplorasi gedung-gedung bersejarah ini dan meningkatkan kemampuan penyajian visual melalui kegiatan mempresentasikan sisi tua kota Surabaya.

Kegiatan tugas “Presenting Surabaya: Old City” dilaksanakan sejak awal semester genap 2016-2017. Mahasiswa peserta PV2 yang berjumlah 140 orang dibagi dalam kelompok-kelompok, di mana per kelompok berisi 10-11 orang. Kelompok-kelompok ini kemudian ditugaskan untuk melakukan pencarian arsip dan penelitian sejarah bangunan-bangunan cagar budaya Surabaya, seperti: Wisma Wismilak; House of Sampoerna; Klenteng Boen Bio Kapasan; Rumah Abu Han; Bank Mandiri Jalan Pahlawan; Perpustakaan Bank Indonesia dan Museum Bank Indonesia. Penelitian ini dilakukan untuk membekali mahasiswa yang akan melakukan penelusuran lapangan dengan landasan pengetahuan tentang sejarah dan gaya desain bangunan yang akan dikunjungi.
Setelah penelitian arsip, para mahasiswa mengunjungi bangunan-bangunan tersebut. Dalam kunjungan ini mereka ditugaskan membuat sketsa perspektif dan rekam detail dari bangunan tersebut. Sketsa perspektif ini dilakukan secara manual dengan tangan dan rekam detail dilakukan dengan membuat visual note. Hasil dari sketsa dan visual note yang didapatkan adalah bahan yang akan diolah untuk kemudian dijadikan suatu presentasi visual.
Puncak dari tugas ini adalah pameran Presenting Surabaya: Old City yang dilaksanakan pada tanggal 6 – 10 Maret 2017. Dalam pameran ini disajikan papan informasi tentang gedung dan ruang dalam yang dianggap menarik, visual note rekam data literatur, sketsa di lapangan dan gambar perspektif. Dari pemaparan ini bisa dilihat bagaimana mahasiswa mengidentifikasi gaya desain masing-masing gedung: Wisma Wismilak, House of Sampoerna, Bank Mandiri Jalan Pahlawan, Perpustakaan Bank Indonesia dan Museum Bank Indonesia didesain dengan gaya kolonial Belanda, sedangkan Klenteng Boen Bio Kapasan dan Rumah Abu Han dibangun dengan pengaruh gaya desain Cina dan kolonial Belanda. Gaya desain Cina diidentifikasikan dengan ornamen-ornamen budaya Cina seperti naga, aksara dalam bahasa Cina, serta desain yang mengangkat pentingnya keseimbangan antara simbol-simbol elemen (api, air, kayu, dan sebagainya.) Sedangkan gaya desain kolonial belanda dicirikan dengan ventilasi yang melimpah, jarak lantai dan atap yang tinggi, dan pilar-pilar kolonial.

Dengan rangkaian kegiatan tugas ini, mahasiswa diajak memahami melalui gaya desain bahwa Surabaya dibagi dalam beberapa area di masa lampau. Mahasiswa juga diajak memahami bagaimana pengaruh desain tersebut terhadap dinamika sosial ekonomi. Pemahaman ini akan membantu mahasiswa belajar pada tahap awal mengenai kaitan keilmuan desain terhadap manusia. Menurut Fanny, seorang mahasiswa dari kelompok yang berkunjung ke Perpustakaan Bank Indonesia, “Dengan tugas ini kami belajar rendering bayangan dan pencahayaan”. Audrey, mahasiswa PV2 yang lain mengungkapkan kesannya mengenai tugas ini, katanya: “Saya belajar membedakan langgam (style)  yang ada pada bangunan kuno kita”. Sejurus dengan kesan-kesan mahasiswa, Dr. Ir. Lintu Tulistyantoro, M.Ds., salah seorang dosen koordinator studio PV2 mengatakan: “Surabaya memiliki potensi sejarah di sisi lain UK Petra  memiliki potensi mahasiswa yang akademis dan tugas ini memancing mahasiswa untuk melihat secara akademis bagaimana mereka mengapresiasi sejarah dalam sebuah presentasi gambar”. (noel/dit)

Chinese Bridge 2017: “Dreams Enlighten the Future”
June 24, 2017

Menjadi ahli dalam bahasa atau sastra tentu membutuhkan pemahaman atas budaya, dengan pemahaman budaya maka pengguna bahasa akan lebih mudah untuk mempelajari dan memahaminya. Program Studi Sastra Tionghoa Universitas Kristen Petra (UK Petra) bekerjasama dengan The Office of Chinese Language Council International  (Hanban) menyelenggarakan Lomba Chinese Bridge (Hanyu Qiao) Tingkat SMA yang bertujuan untuk meningkatkan pengenalan budaya Tionghoa.

Lomba Chinese Bridge diadakan sejak tahun 2008 dimana wakil dari Indonesia dipilih melalui penyisihan di tingkat regional dan kemudian nasional. Penyisihan regional Jawa Timur untuk tingkat SMA dilaksanakan di UK Petra pada tanggal 28-29 April 2017 di Ruang AVT 502 Gedung T UK Petra. Sebanyak 46 orang peserta dari 20 SMA di Jawa Timur mengikuti penyisihan, meningkat dari tahun sebelumnya yang berjumlah 36 orang.

Lomba Chinese Bridge diadakan sejak tahun 2008 dimana wakil dari Indonesia dipilih melalui penyisihan di tingkat regional dan kemudian nasional. Penyisihan regional Jawa Timur untuk tingkat SMA dilaksanakan di UK Petra pada tanggal 28-29 April 2017 di Ruang AVT 502 Gedung T UK Petra. Sebanyak 46 orang peserta dari 20 SMA di Jawa Timur mengikuti penyisihan, meningkat dari tahun sebelumnya yang berjumlah 36 orang.

Ada 3 perlombaan dalam Chinese Bridge yang harus diikuti para peserta, yang pertama Lomba Ujian Tertulis seputar pengetahuan umum tentang negara dan budaya Tionghoa, kedua Lomba Pidato Bahasa Mandarin, yang mana tiap peserta diberi kesempatan selama 90 detik untuk berpidato dengan tema “Dreams Enlighten the Future” dan yang ketiga Lomba Keterampilan (Talent) Seni-Budaya Tionghoa, seperti lagu-lagu, musik, tari-tarian, penuturan cerita, akrobatik, alat musik, kaligrafi, seni lukis, seni menggunting, wushu, dan lain sebagainya. Penampilan para peserta dinilai oleh dewan juri yang beranggotakan Wang Yi Feng (UK Petra), Su Xiao Xue (Universitas Widya Kartika) dan Zhang Su Qin (Confucius Institute – Unesa), ketiganya adalah pelaku pendidikan bahasa Mandarin dan juri pilihan dari Konsulat Hanban. Dari 46 peserta yang mengikuti lomba ini diambil 6 pemenang dengan penghargaan Juara 1, sampai 3, Juara Harapan,  Juara Pidato Terbaik dan Juara Talent Show Terbaik. Siswa SMA Xin Zhong Surabaya menyabet semua juara, Juara Talent Show Terbaik diraih oleh siswa MA Almajidiyah Madura. Juara 1, 2, dan Talent Terbaik dari penyisihan ini mengikuti penyisihan nasional tingkat SMA di Jakarta pada tanggal 28 Mei 2017.

Hadir dalam acara ini Gu Jingqi, Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tionghoa di Surabaya. Dalam sambutannya, Gu mengemukakan hubungan kerjasama antara Tiongkok dan Indonesia sudah terjalin sejak lama dari jalur sutra maritim (hai shang si chou zhi lu) ditandai dengan kedatangan Zheng He (Laksamana Haji Cheng Ho) ke Pulau Jawa. Hubungan baik ini harus terus dijaga sehingga akan memperkuat dan memajukan kedua negara. Hubungan ini juga melalui peran para pemuda, apabila pemuda kuat, maka negara juga kuat, apabila hubungan pemuda kedua negara kuat, maka hubungan negara juga kuat. Gu Jingqi mengatakan, “Lewat Hanyu Qiao para pemuda Indonesia bisa mengenal bahasa dan budaya Tiongkok dan meningkatkan pemahaman antara pemuda Indonesia dan RRT”. (noel/dit)

Prime Time 2017
June 22, 2017

Pada hari Rabu hingga Jumat (26-28/4), Himpunan Mahasiswa Desain Komunikasi Visual  Universitas Kristen Petra (HIMAVISTRA) mengadakan kegiatan Prime Time 2017. Bertempat di Selasar Gedung P Lantai 2 Universitas Kristen Petra, kegiatan Prime Time 2017 dibalut dengan kegiatan diskusi, pameran, dan workshop yang melibatkan berbagai komunitas di bidang seni. Kegiatan ini bertujuan agar mahasiswa aktif Desain Komunikasi Visual UK Petra dapat memproleh referensi dan relasi seputar dunia kerja maupun industri kreatif.

Latar belakang kegiatan Prime Time 2017 adalah karena kurangnya kesadaran akan pentingnya memiliki relasi sesuai dengan bidang kreatif yang diminati. Sebagai mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV), menjalin relasi dengan insan kreatif non mahasiswa maupun mahasiswa di luar Universitas Kristen Petra merupakan hal yang tidak kalah penting dengan nilai akademis atau kegiatan organisasi di dalam kampus, namun, pada kenyataannya tidak semua mahasiswa menyadari pentingnya memiliki relasi dengan insan-insan kreatif di luar kampus.

Oleh sebab itu, Prime Time 2017 menjadi salah satu sarana agar mahasiswa dapat mengetahui bidang yang diminati. Tujuannya agar mahasiswa dapat dengan mudah menjalin relasi dengan insan-insan kreatif serta mengerti tujuan dari membangun relasi di luar kampus, sehingga dengan menjalin relasi dengan insan kreatif, dapat membantu mahasiswa untuk mendapatkan referensi lebih luas mengenai bidang yang diminati.

Prime Time 2017 mengangkat tema “Cangkrukart” yang berasal dari dua kata yaitu cangkrukan dan art. Cangkrukan merupakan istilah yang dekat dengan masyarakat Jawa Timur. Di dalam cangkrukan biasanya terdapat diskusi, silahturami dan transaksi. Ketiga hal ini diterapkan dalam Prime Time 2017, dimana mahasiswa berkumpul dengan insan kreatif dari luar Universitas Kristen Petra, berdiskusi mengenai bidang-bidang desain hingga bertransaksi sebuah karya maupun ilmu.

Salah satu kegiatan di Prime Time 2017 adalah diskusi dengan narasumber dari design agency dan narasumber dari creative industry. Narasumber diskusi ini adalah Lydia Tarigan, seorang Creative Director dari Ogilvy and Mather Indonesia. Diskusi dengan design agency ini membahas tentang bagaimana menemukan passion untuk bertahan dalam sebuah agency serta berbagi tentang kehidupan di dunia design agency. Sedangkan diskusi bersama creative industry (workshop) mendatangkan pembicara Amelia Tania dan membahas bagaimana untuk tidak takut berkarya dan mampu menjadi dampak bagi lingkungan

Kegiatan workshop ini bertujuan untuk pembekalan hardskill bagi mahasiswa yang disesuaikan dengan trend masa kini. Workshop yang akan diadakan adalah workshop ilustrasi. Sedangkan rangkaian kegiatan pameran yang diadakan melibatkan beberapa komunitas seni atau desain yang ada di Surabaya. Pameran ini juga terbuka bagi mereka yang ingin menunjukkan karya mereka. Prime Time 2017 mendatangkan beberapa komunitas antara lain, komunitas Papan Dolanan Arek Suroboyo (PADAS), Surabaya Caricarturist Community, CLICK ITS, Instastreet, Penahitam, dan Besok Nyuci 35mm.

“Dengan adanya kegiatan Prime Time 2017 ini, diharapkan mahasiswa DKV UK Petra dapat membangun relasi dengan dunia seni di luar kampus. Selain itu, mahasiswa DKV UK Petra juga memperoleh gambaran jelas dan kemantapan passion yang dimiliki,” urai Eunike Sara Ardyta, selaku Ketua Panitia Prime Time 2017 (fsc/dit).

Sikapi kondisi NKRI, UK Petra Gelar Kebaktian Kebangsaan
June 22, 2017

Mencermati kondisi bangsa saat ini yang sedang mengalami tekanan intoleransi, Universitas Kristen Petra (U.K. Petra) tergerak untuk peduli dengan situasi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan menggelar acara Kebaktian Kebangsaan pada 15 Mei 2017 yang lalu di auditorium UK Petra.

Saatnya untuk bicara dan tidak duduk diam, inilah yang menggerakkan sivitas akademika untuk turut hadir bersatu hati membentuk optimisme diri. Aksi menyatukan hati demi kesatuan NKRI ini terjadi berkat kerjasama antara U.K. Petra dengan Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) Jawa Timur. Acara ini berupa Ibadah Kristiani yang bernuansa kebangsaan yang terdiri dari puji-pujian, doa bagi bangsa, dan kotbah. Istimewanya, acara Kebaktian Kebangsaan ini dilengkapi dengan sebuah pernyataan iman dan sikap UK Petra terhadap kondisi kebangsaan sebagai bentuk dari rasa cinta terhadap NKRI ini. Yang pada intinya berbunyi : “Kami berkomitmen mengasihi bangsa kami dan semua orang tanpa memandang latar belakang”. Sekitar 700 orang hadir memenuhi ruangan di lantai 2 tersebut dalam ibadah yang berlangsung mulai pukul 11.30 WIB tersebut. Menghadirkan sejumlah perwakilan dari gereja-gereja di Surabaya, pejabat struktural U.K. Petra, dosen, persona kependidikan hingga mahasiswa U.K. Petra. Sebagai kaum intelektual yang peduli pada bangsa, U.K. Petra memandang perlu untuk menyatakan sikap secara terbuka sebagai aspirasi anak bangsa. Acara Kebaktian Kebangsaan ini bertujuan untuk menyatukan hati sebagai keluarga besar Universitas Kristen Petra untuk mengekspresikan kecintaan pada bangsa dan negara Indonesia sekaligus kepedulian terhadap kondisi bangsa yang memprihatinkan.

Kebaktian Kebangsaan ini menghadirkan Pdt. Dr. M. Sudhi Dharma, M.Th. sebagai penyampai Firman Tuhan. Pdt. Dr. M. Sudhi Dharma, M.Th. menyatakan bahwa apa yang terjadi di NKRI saat ini tidak lepas dari keberadaan umat Tuhan dan peristiwa kali ini bukan masalah biasa. Bhinneka Tunggal Ika adalah sebuah anugerah Tuhan dan Indonesia merupakan bangsa yang paling unik di dunia dengan kemajemukan serta keanekaragamannya. “Kesempatan ibadah kali ini memiliki makna penting dan strategis sehingga umat Tuhan di NKRI memiliki kesempatan untuk ambil bagian dalam memberikan kontribusi nyata untuk NKRI,” urai Pdt. Dr. M. Sudhi Dharma, M.Th. yang juga sebagai ketua BAMAG.  

Prof. Ir. Rolly Intan, M.A.Sc., Dr. Eng, menyampaikan sebagai anak Tuhan, sebagai institusi Kristen, dan sebagai Gereja yang harus dilakukan pertama adalah datang kepada Tuhan. Oleh sebab itu, hari ini UK Petra mengajak BAMAG Jatim untuk mengadakan kebaktian kebangsaan ini. “Paling tidak adalah dua hal yang patut disimak. Pertama, kita tidak perlu putus asa, kita baru saja menyelesaikan Paskah, ada sebuah kemenangan yang terjadi, sesuatu yang terjadi, sejelek apapun, kita yakin bahwa saat ini kita ada di dalam kedaulatan Tuhan. Kedua, sebagai umat Tuhan kita harus menyuarakan kebenaran Tuhan. Oleh sebab itu, pada kesempatan ini, perkenankan saya sebagai institusi Pendidikan Tinggi Kristen merasa ikut bertanggung jawab dan ikut ambil bagian di dalam menyuarakan atas respon apa yang terjadi di NKRI,” urai Prof. Ir. Rolly Intan, M.A.Sc., Dr. Eng (fsc/dit).

Petra Tax Competition 2017
June 22, 2017

Seiring perkembangan jaman yang mulai beranjak pada ranah digital media, dunia pajak pun turut serta dalam memajukan dunia perpajakan dengan basis digital. Hal ini diimplementasikan oleh Himpunan Mahasiswa Akuntansi Pajak Universitas Kristen Petra (Himajaktra)  Program Akuntansi Pajak Universitas Kristen Petra untuk menyelenggarakan Petra Tax Competition (PTC).

Petra Tax Competition (PTC) 2017 merupakan acara tahunan berupa lomba perpajakan dan seminar nasional. PTC tahun sebelumnya hanya berupa lomba, tahun ini berbeda karena ditambah dengan kegiatan seminar nasional. Kegiatan ini bertujuan untuk menampung dan memberikan kesempatan bagi mahasiswa akuntansi dan perpajakan di seluruh Indonesia untuk mengembangkan prestasi akademik khususnya dalam bidang perpajakan.

PTC 2017 mengangkat tema “The Rise of Tax Heroes” yakni berfokus pada sebuah isu tentang jumlah konsultan pajak Indonesia dan hubungannya terhadap rendahnya kinerja penerimaan pajak negara. Pemerintah Indonesia sedang menggiatkan usaha dalam menaikkan pendapatan negara salah satunya dengan melalui pajak. Mengacu data Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan, kinerja penerimaan pajak negara sepanjang Kuartal I tahun 2016 masih memprihatinkan. Salah satu penyebab dari rendahnya kinerja penerimaan ini adalah karena kurangnya jumlah konsultan pajak di Indonesia.

Oleh karena itu, Himpunan Mahasiswa Akuntansi Pajak (Himajaktra) menyelenggarakan Petra Tax Competition 2017 yang bertujuan untuk membekali mahasiswa akuntansi dan perpajakan dengan keahlian di bidang perpajakan sehingga kedepannya dapat menjadi konsultan pajak dan meningkatkan jumlah konsultan pajak Indonesia yang handal.

Sebelum kompetisi berlangsung,  terdapat seminar nasional pada tanggal 12 Mei 2017 bertema “Taxation in the Era of Digital Economy” dengan pembicara Yusuf W. Ngantung, LL.B, LL.M Int. Tax., ADIT , selaku Senior Manager of International Tax / Transfer Pricing Services at Danny Darussalam Tax Centre dan Syafrian S.E, M.A selaku Account Representative di Direktorat Jenderal Pajak Kementrian Keuangan.

Kompetisi berlangsung pada tanggal 13 Mei 2017. Kompetisi dimulai dengan babak penyisihan sesi 1 yakni Partnership Formation, babak penyisihan sesi 2 yakni Self Assessment Test, Babak Penyisihan sesi 3 yakni Rally Games, Babak Semifinal yakni Lift Your Board, Babak Semifinal yakni Be Fast Be Right, dan Babak Final yakni Petra Presentation Project.

Terdapat 26 tim tergabung menjadi peserta PTC 2017 yang berasal dari mahasiswa berbagai universitas di Indonesia, antara lain Universitas Indonesia, Universitas Trisakti, Sekolah Tinggi Administrasi Negara (STAN), Universitas Brawijaya, Universitas Widya Mandala Surabaya, STIE Perbanas, Universitas Surabaya, Politeknik UBAYA, UNESA, Universitas Tarumanegara, Universitas Airlangga, dan Universitas Katolik Soegijapranata.

Kompetisi berlangsung satu hari dan akhirnya menghasilkan pemenang. Juara 1 diraih oleh Politeknik Keuangan Negara STAN, Juara 2 diraih oleh Universitas Indonesia dan Juara 3 diraih oleh Universitas Brawijaya. Ajang ini digunakan sebagai sarana menambah wawasan sekaligus mengasah kemampuan sehingga mampu bersaing di tingkat Nasional. Hal ini disampaikan juga oleh salah seorang peserta dari Universitas Indonesia, Pandu.“Sebelumnya saya tidak ada pengalaman mengikuti perlombaan, kali ini dipercaya oleh Fakultas Vokasi Administrasi Perpajakan Universitas Indonesia untuk menambah wawasan dan pengalaman di bidang perpajakan. Persiapan yang dilakukan adalah belajar selama kurang lebih satu bulan dan pastinya berdoa,” urai Pandu sebelum mengikuti acara seminar nasional (fsc/dit).

Customs Goes to Campus Bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
May 24, 2017

Pada hari Selasa tanggal 21 Maret 2017, Program Akuntansi Pajak Universitas Kristen Petra (UK Petra) bekerja sama dengan Direktorat Jenderal  Bea dan Cukai menyelenggarakan acara Customs Goes o Campus. Bertempat di ruang Audio Visual Gedung T (AVT) 502, sekitar 188 mahasiswa UK Petra dan beberapa dosen UK Petra berpartisipasi dalam acara ini. Customs Goes to Campus merupakan salah satu bentuk kegiatan sosialisasi KPPBC (Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai) Tipe Madya Pabean Juanda dengan berkunjung ke universitas-universitas yang terdapat di kota Surabaya dan sekitarnya.

Acara ini mendatangkan beberapa narasumber, antara lain Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi, Hendro Trisulo. Rudi Hermawan selaku Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai, Bambang Tjahjono selaku Kepala Seksi Administrasi Manifes, Zahrotun Nisa selaku Kepala Subseksi Penyuluhan.

Secara keseluruhan, Direktorat Jenderal  Bea dan Cukai dibagi menjadi empat peran, yakni industrial assitance yang bertugas untuk membantu kemajuan perkembangan serta melindungi industri dalam negeri dari persaingan global. Selain itu, trade facilitator yang bertugas untuk memberikan fasilitas kemudahan bagi perdagangan dan industri. Terdapat pula community protector yang bertugas untuk melindungi masyarakat dari pemasukan barang yang merusak lingkungan dan yang mengganggu kesehatan. Terakhir, revenue collector yang bertugas mengumpulkan penerimaan negara yang berasal dari          pembayaran bea masuk dan pajak dalam rangka impor serta cukai.

Kegiatan Customs Goes to Campus ini diharapkan dapat memperkaya pengetahuan dan wawasan para mahasiswa dalam bidang Kepabeanan dan Cukai. Selain itu, pengetahuan dan wawasan yang mahasiswa peroleh diharapkan dapat dibagikan kepada masyarakat agar masyarakat semakin mengenal dan memahami mengenai tugas pokok dan fungsi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

“Kami percaya banyak mahasiswa UK Petra yang sudah sering melakukan transaksi daring secara nasional maupun internasional, selain itu, berpergian dari luar negeri dengan membawa oleh-oleh aneka barang. Pelaksanaan kegiatan semacam ini, kami harapkan nantinya membuat para mahasiswa lebih memahami bagaimana seharusnya menjalankan hak dan kewajiban ketika membawa barang atau benda saat mereka dari luar negeri,” terang Rudi Hermawan selaku kepala seksi kepabeanan dan cukai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean Juanda.

Sementara itu, Retnaningtyas Widuri, S.Sos., M.M Kepala Program Akutansi Pajak UK Petra Surabaya, mengatakan dari kegiatan ini, para mahasiswa dapat memahami bagaimana prosedur  bertransaksi nasional maupun internasional terkait bea dan cukai. “Kami berharap dari kegiatan ini para mahasiswa lebih memahami bagaimana fungsi bea dan cukai serta bagaimana sebenarnya bea dan cukai itu menjadi bagian yang tidak bisa dilepaskan ketika berhubungan dengan transaksi secara nasional maupun internasional,” urai Retnaningtyas Widuri, S.Sos., M.M (fsc/dit).

Pengalaman Internasional mengenalkan Konstruksi Indonesia
March 21, 2017

Program Studi Teknik Sipil Universitas Kristen Petra (UK Petra) menerima kunjungan Faculty of Built Environment University of New South Wales (UNSW), Australia dimana rombongan UNSW dipimpin oleh Dr. Riza Yosia Sunindijo, pengajar senior di bidang manajemen konstruksi. Riza yang adalah alumnus Program Studi S1 Teknik Sipil UK Petra angkatan 1997 dan program Double Master PETRAIT ini memimpin 15 orang mahasiswa UNSW.

Dalam kunjungan ini, rombongan UNSW akan mempelajari teknik-teknik mutakhir yang dipakai dalam konstruksi di Indonesia termasuk berkunjung ke berbagai situs kajian konstruksi yang sesuai dengan perkuliahan yang mereka dapatkan dan juga berkenalan dengan budaya Indonesia. Kuliah-kuliah yang diberikan kepada rombongan UNSW adalah: 1) Green construction and sustainable building; 2) Top Down Structure; 3) Potentials of Lumpur Sidoarjo (LUSI) volcanic mud as construction materials; 4) Advanced concrete technology; 5) Artificial Intelligence applications in construction management; 6) The Suramadu Bridge. Perkuliahan-perkuliahan juga disertai kunjungan pada lokasi-lokasi yang relevan dengan materinya yaitu: Proyek Pembangunan Gedung Baru UK Petra sebagai contoh Green Building, situs lumpur Lapindo Sidoarjo untuk mengenali potensinya sebagai material konstruksi, PT. Beton Prima Indonesia untuk menilik metode pembuatan beton mutakhir Indonesia, Jembatan Suramadu dan beberapa situs kunjungan lainnya.

Perkenalan tentang budaya Indonesia kepada mahasiswa UNSW disampaikan melalui perkuliahan Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) yang diselenggarakan oleh Departemen Mata Kuliah Umum UK Petra. Para mahasiswa UNSW juga diberikan kesempatan untuk mempraktekkan kemampuan berbahasa Indonesia dengan mengunjungi pusat perbelanjaan dan makanan umum di Surabaya. Diharapkan dengan kunjungan selama dua minggu ini, mereka bisa memakai Bahasa Indonesia untuk kegiatan transaksi yang sederhana. Peserta ICST ini juga diberikan workshop pembuatan topeng batik untuk lebih mendalami kebudayaan tradisional khususnya Jawa Timur.

Marco Ilievski, seorang mahasiswa tahun keempat jurusan Construction Management UNSW mengatakan peserta ICST adalah mahasiswa dari yang terpilih tiap-tiap angkatan di Faculty of Built Environment. Jadi ICST ini adalah mata kuliah pilihan dan juga para pesertanya telah melalui proses seleksi. Marco berkata: “Different countries operate in different ways. It will be beneficial to understand about it”. (noel/dit)

sumber : dwipekan

Pembatalan Kuliah Tamu Prof Jerome Friedman
January 10, 2017
Pada tanggal 3 Januari 2017 International Peace Foundation (IPF) menghubungi UK Petra dan menyampaikan bahwa ada masalah yang tidak dapat terhindarkan berkaitan dengan rencana Kuliah Umum oleh Penerima Nobel, Profesor Jerome Friedman, di UK Petra 10 Maret 2017. Dikabarkan bahwa beliau saat ini sedang menghadapi kondisi masalah kesehatan yang mengharuskan beliau melalui sebuah prosedur operasi dimana sebagai salah satu akibatnya beliau kehilangan penglihatannya untuk sementara waktu. Oleh sebab itu kuliah tamu yang telah dijadwalkan pada tanggal 10 Maret 2017 tidak dapat dilaksanakan. Waktu penggantinya untuk sementara masih belum dapat ditetapkan, kami tetap menunggu berita dari IPF terkait perkembangan masalah ini. 
 
Mohon kesediaan teman- teman untuk bersama- sama dengan kami mendoakan proses kesembuhan Profesor Friedman dan istri yang mendampingi, sehingga dapat membagikan ilmu yang dimiliki beliau kepada kita semua. 
 
Penyambutan Mahasiswa Asing
September 30, 2016


Pada tanggal 2 September 2016, UK Petra menyambut mahasiswa asing peserta program student exchange dan program Darmasiswa. Acara penyambutan ini dilaksanakan di Lounge Entrance Hall UK Petra. Semester ini sebanyak 18 mahasiswa internasional yang berasal dari negara Belanda, Jerman, Italia, Korea, dan Thailand disambut oleh Pimpinan Universitas, BAKP, dan Pimpinan Program/Prodi tujuan dari mahasiswa-mahasiswa ini. Dalam acara penyambutan yang dilaksanakan secara informal ini, para mahasiswa asing berkenalan dengan civitas kampus, rekan Petramate, dan juga sesama mahasiswa asing lainnya.

Dari 18 mahasiswa asing ini, 13 mahasiswa mengikuti program student exchange, terdiri dari 8 Mahasiswa dari Belanda, 2 dari Jerman, dan 3 dari Korea Selatan. Mereka akan bergabung di program IBAcc, IBM, Manajemen Kepariwisataan, dan Sastra Inggris. Selain program student exchange, UK Petra juga menjadi tujuan mahasiswa asing peserta program Darmasiswa. Darmasiswa adalah program dari pemerintah Indonesia untuk mendukung globalisasi dan pengenalan antar budaya negara. Program Darmasiswa kali ini diikuti oleh 2 mahasiswa dari Thailand, 2 mahasiswa Korea Selatan, dan 1 mahasiswa dari Italia. Kelima mahasiswa yang mengikuti program Darmasiswa ini, akan menempuh 14 SKS per semester yang terdiri dari 10 SKS mata kuliah Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA), dan 4 SKS Indonesian Culture in Practice. Dalam mata kuliah Indonesian Culture in Practice, para mahasiswa diperkenalkan kebudayaan Indonesia dengan cara belajar membuat kerajinan seperti kain batik jumputan dan membuat topeng batik.

Para mahasiswa student exchange akan mengikuti perkuliahan di program seperti mahasiswa pada umumnya. Mahasiswa student exchange ini bergabung di program IBAcc 2 orang, IBM 3 orang, Manajemen Kepariwisataan 6 orang, dan Sastra Inggris 2 orang. Keistimewaan tahun ini adalah 2 orang peserta student exchange meminta untuk mengikuti perkuliahan BIPA. Keinginan mahasiswa asing untuk mempelajari bahasa Indonesia ini mengindikasikan bahwa para mereka memiliki ketertarikan untuk lebih dalam memahami Indonesia bukan hanya ingin pengalaman mencicipi budaya Indonesia di sela perkuliahan.

Christopher Benner, seorang mahasiswa dari Hochschule Mainz University of Applied Sciences, Jerman, menceritakan pengalamannya. Semua diawali dengan kerinduannya untuk mengenal budaya selain budaya Eropa. Kemudian ia bertemu dengan salah seorang dosen IBAcc UK Petra saat berkuliah keuangan di Jerman. Dari diskusi itu ia mendapatkan informasi tersedianya program student exchange ke UK Petra. Ketika ditanya apa yang hendak ia pelajari di Indonesia, ia menjawab “I want to study finance or accounting so I hope I can learn much here“. Menerima mahasiswa dari luar negeri dan berbagi ilmu dan kebudayaan adalah salah satu kegiatan yang mengusung visi UK Petra untuk menjadi A Caring and Global University with Commitment to Christian Values. (noel) (/dit)