Connect with us
  • b
  • a
  • x
A CARING AND GLOBAL UNIVERSITY
WITH COMMITMENT TO CHRISTIAN VALUES

Bersuka dalam Pengampunan-Nya

April 10, 2018

Paskah merupakan momen penting bagi umat kristiani untuk mengingat kembali kebangkitan Tuhan Yesus dari kematian. Segenap civitas akademika Universitas Kristen Petra (UK Petra) juga turut merayakan kemenangan umat manusia atas dosa oleh pengorbanan Yesus di atas kayu salib melalui ibadah paskah pada hari Jumat, 2 April 2018. Ibadah paskah kali ini memilih tema “Delighting in God’s Forgiveness” atau Bersuka dalam Pengampunan-Nya. Ibadah paskah yang dilaksanakan di auditorium UK Petra ini diselenggarakan oleh Pelayanan Mahasiswa (Pelma) UK Petra di bawah bimbingan Pusat Kerohanian (Pusroh) UK Petra.

Diawali dengan puji-pujian dan drama singkat, kebaktian paskah ini menghadirkan Daniel Lukas Lukito, Th.D. sebagai pembawa firmannya. Daniel Lukas Lukito, Th.D mengutip dua ayat utama yaitu 1 Yohanes 3:16, “Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kita pun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita” dan Lukas 23:34a,  “Yesus berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” Dari kedua kutipan ayat berikut, Daniel Lukas Lukito, Th.D menekankan bahwa manusia percaya harus meneladani Tuhan Yesus terutama dalam dua hal yaitu meneladani kasih yang riil dari Tuhan Yesus dan memberikan pengampunan yang riil demi nama Tuhan Yesus.

Kebencian bisa menjadi sumber dari malapetaka, setitik kebencian bisa menyebabkan manusia bertindak kejam. Salah satu contohnya adalah Adolf Hitler yang tumbuh dengan kebencian akan ayahnya yang tidak menyetujui anaknya berkecimpung dalam dunia seni rupa. Karena kebencian itu, ia menjadi pemimpin Jerman yang sangat kejam. Seringkali manusia hidup terpuruk dalam kebencian dan tidak bisa memaafkan. Teladan Tuhan Yesus melalui pengorbanan-Nya di atas kayu salib merupakan kasih dan pengampunan yang riil kepada umat manusia. Seperti Tuhan Yesus mengasihi dan mengampuni kita, kita juga harus bisa mengampuni orang lain. Ini juga menjadi perwujudan dari Doa Bapa Kami yang sering diucapkan, yang mana ada tertulis pada Matius 6:12, “dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami”. “Karena kita orang-orang berdosa, Tuhan Yesus mengasihi kita dan kita didorong untuk meneladani kasih Kristus. Tuhan Yesus datang bukan hanya berkata serta sekedar memberitahu bahwa Ia mengasihi kita, tetapi Ia sudah menyerahkan nyawa-Nya bagi kita, itu adalah bukti kasih-Nya bagi kita,” ujar Daniel Lukas Lukito, Th.D.

Tidak boleh ada dendam, kepahitan, dan kebencian terus menerus. Seringkali orang percaya hidup dalam kemunafikan, tindakan kita sangat berbeda di dalam dan luar gereja.  Mengutip dari perkataan dari Lewis B. Smedes yaitu “To Forgive is To Set a Prisoner Free”, disaat kita memberi pengampunan kepada orang-orang yang telah menyakiti kita seperti teladan Yesus, maka kita akan menjadi orang yang merdeka dan paling bersuka cita. Setelah Firman Tuhan disampaikan, Rektor UK Petra menyampaikan sambutannya. “Melalui momen paskah, kita mengingat kebangkitan Yesus Kristus. Hidup kita berharga karena pengorbanan Tuhan bagi kita,” ungkap Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M.Eng. dalam sambutannya. (rut/Aj)


Berita lainnya