Connect with us
  • b
  • a
  • x
A CARING AND GLOBAL UNIVERSITY
WITH COMMITMENT TO CHRISTIAN VALUES

Metode Campuran untuk Memajukan Riset

August 14, 2018

Riset atau penelitian adalah salah satu dari tiga komponen pokok Tridarma Perguruan Tinggi. Salah satu upaya meningkatkan kualitas penelitian dengan cara memperkaya khazanah pengetahuan para peneliti atas teknik-teknik dan metode penelitian. Program Manajemen Bisnis Universitas Kristen (UK) Petra menyelenggarakan seminar “Mix Methods Research Designs” pada 23-24 juli 2018 di hotel Swiss-Bellinn Tunjungan Surabaya. Seminar yang dihadiri 15 peneliti dari dalam dan luar UK Petra ini menghadirkan narasumber tunggal Dr. Jashim Khan, dosen senior dari University of Surrey, Inggris Raya. Khan adalah seorang penggiat pemakaian Mixed Methods (Metode-metode Riset Campuran) penelitian.

Sejak jaman filsuf klasik, sudut pandang metode riset terbagi dua, yaitu kualitatif dan kuantitatif. Perbedaan pandangan ini diilustrasikan Khan dengan perumpamaan enam orang tuna netra mencoba memahami seekor gajah melalui indra perabanya. Orang yang meraba bagian kaki gajah menceritakan sesuatu yang sangat berbeda dengan orang yang meraba bagian belalainya. Sama halnya dengan bagian tubuh gajah yang berbeda memberikan citra yang berbeda itu, metode penelitian kualitatif mengungkapkan hal yang berbeda dengan metode penelitian kuantitatif. Kedua metode ini memiliki kekhususan masing-masing beserta juga keunggulan dan kekurangannya, maka dari itu, fenomena atau informasi yang bisa diungkap kedua metode ini juga berbeda.

Dalam perkembangan ilmu pengetahuan saat ini, banyak pertanyaan penelitian yang tidak bisa dijawab memakai metode penelitian kuantitatif maupun kualitatif saja. Menurut Khan, solusi permasalahan ini adalah menggunakan mixed methods, katanya, “tujuan pemakaian mixed methods adalah untuk menggabungkan berbagai keunggulan yang berbeda dari kedua metode tersebut”. Khan memaparkan tiga kemungkinan kombinasi metode ini, yaitu convergent findings (temuan konvergen), comprehensive coverage (cakupan komprehensif), dan connected contributions (kontribusi yang terhubung).

Ketiga macam kombinasi metode penelitian ini dapat menguak fenomena yang tidak bisa dilakukan melalui metode kuantitatif maupun kualitatif. Metode convergent findings adalah memakai metode kuantitatif dan kualitatif dan membandingkan hasil kedua metode tersebut. Metode comprehensive coverage adalah satu studi dengan dua penelitian kuantitatif dan kualitatif yang masing-masing membidik sasaran-sasaran yang spesifik tersendiri. Connected contribution adalah satu studi yang dilakukan dengan dua metode kuantitatif dan kualitatif yang mana satu metode akan berkontribusi pada performa metode yang lainnya.

Ada problematika tersendiri yang terkait dengan pemakaian mix methods ini, yaitu peneliti cenderung memiliki preferensi terhadap salah satu dari antara metode kuantitatif dan kualitatif, sehingga penelitian yang dilakukan cenderung memakai metode yang lebih disukai atau dikuasai peneliti tersebut. Sedangkan, mix methods menggunakan keduanya dalam mengungkapkan satu fenomena. Mengenai permasalahan ini, Khan mengatakan bahwa, “Peneliti sebaiknya memahami dan mampu memakai kedua metode tersebut. Pemakaian metode seharusnya didasarkan pada research question (pernyataan tesis) yang dihadapi”. Ketika ditemukan suatu pernyataan tesis yang tidak bisa dijawab baik melalui metode kuantitatif maupun kualitatif, mix methods memberikan alternatif yang bisa mendekatkan pada pengungkapan pernyataan tesis tersebut. (noel/dit)


Berita lainnya