Connect with us
  • b
  • a
  • x
A CARING AND GLOBAL UNIVERSITY
WITH COMMITMENT TO CHRISTIAN VALUES

Tak Terselami, Film Pendek yang Raih Juara 2 dalam CIA 2018

January 08, 2019

Kabar gembira kembali datang, kali ini empat mahasiswa Ilmu Komunikasi dan seorang mahasiswa Teknik Industri Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengharumkan nama kampus dengan prestasi yang diperolehnya. Kelimanya berhasil meraih juara 2 pada Communication in Action (CIA) 2018, kategori Broad Action. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Brawijaya pada 4 November 2018.

Broad Action merupakan kompetisi film pendek dalam bentuk fiksi atau dokumenter, dengan tema "Heritage Pop Culture". Georgie Sentana Hasian, Cicilia Monika Darmawan, Melinda, Jocelin Alice Agape, dan Evander Lucius Azareel membuat film berjudul “Tak Terselami”. Film ini mengulas mengenai kampung nelayan yang terletak di daerah Kenjeran. “Pembangunan Jembatan Suroboyo mengubah budaya masyarakat di kampung nelayan. Adanya jembatan ini membuat para nelayan kesusahan untuk melaut. Perubahan inilah yang ingin kami soroti,” ujar Cicilia.

Pada tahun 2015, Pemerintah Kota Surabaya mendirikan jembatan Suroboyo yang menghubungkan kawasan pesisir Surabaya di Pantai Kenjeran. Sejak jembatan sepanjang 800 meter ini didirikan, permukaan air menjadi dangkal dan keruh karena banyak lumpur. Hal ini menyusahkan nelayan untuk pergi melaut, pendapatan masyarakat pun semakin menurun, sehingga tidak sedikit yang melakukan pekerjaan tambahan, seperti menjadi kuli bangunan, berjualan keripik, dan lainnya.

Perkembangan yang terjadi di jaman sekarang memang memiliki dampak positif bagi masyarakat sekitar, tetapi tidak bagi masyarakat kampung nelayan. Merasa dirugikan dari segi ekonomi, namun tidak banyak yang bisa dilakukan untuk memperbaiki apa yang telah terjadi. “Perkembangan ternyata tidak selamanya bagus, perkembangan dapat merubah segala budaya yang sejak dulu telah dilakukan oleh masyarakat kampung nelayan,” ungkap Georgie.

Sebelumnya, kelompok yang mengikuti kategori mahasiswa umum ini melakukan survey terlebih dahulu untuk mengetahui permasalahan dan keadaan kampung nelayan. Total pengerjaan film pendek ini dilakukan selama tiga minggu, “susah cari waktunya sehingga buat kami pengerjaan ini sangat berat sebab bersamaan dengan Ujian Tengah Semester (UTS)”, rinci kelimanya serempak. Pengumpulan karyapun dilakukan dengan cara mengunggah video berdurasi lima menit tersebut melalui Youtube. Meraih juara 2, Georgie dan kawan-kawan mendapatkan sertifikat, piala, dan uang sebesar Rp 1.500.000,-. (rut/Aj)




Berita lainnya