Connect with us
  • b
  • a
  • x
A CARING AND GLOBAL UNIVERSITY
WITH COMMITMENT TO CHRISTIAN VALUES

UK Petra Tanda Tangani MoU dengan Balai Pengembangan Industri Persepatuan Indonesia

April 02, 2019

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Republik Indonesia melalui Balai Pengembangan Industri Persepatuan Indonesia (BPIPI) bekerjasama dengan Fakultas Bisnis dan Ekonomi Universitas Kristen Petra (UK Petra) menyelenggarakan Makers Talk. Makers Talk dilaksanakan pada 19 Maret 2019 di Auditorium Gedung Q UK Petra. “Tujuan kegiatan ini adalah sebagai sarana berbagi pengetahuan, memberikan inspirasi serta wawasan kepada generasi muda agar mampu menangkap peluang dan terus menciptakan karya terbaik,” ungkap Gati Wibawaningsih, Direktur Jenderal Industri kecil, Menengah dan Aneka.

Makers Talk menghadirkan beberapa pembicara: Dr. H. Emil Elestianto Dardak, M.Sc., Wakil Gubernur Jawa Timur, Azrul Ananda, pendiri DBL Indonesia, Adityalogy, Content Creator dan musisi, dr. Tirta, Chief Executive Officer Shoes&Care-Solevacation, dan Credit Marketing Officer Tukutu.id, serta Dr. Ricky, S.E., M.R.E., Dekan Fakultas Bisnis dan Ekonomi UK Petra.

Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan Indonesian Footwear Creative Competition (IFCC). Melalui kegiatan ini pula, Kemenperin melalui BPIPI menggandeng UK Petra untuk melaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU). Nota Kesepahaman ini merupakan upaya untuk memfasilitasi pelatihan kepada mahasiswa UK Petra maupun masyarakat yang ingin belajar atau memiliki kemampuan mendesain sepatu, tas, dan baju.

Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M.Eng., Rektor UK Petra berharap kerjasama Fakultas Bisnis dan Ekonomi UK Petra dengan BPIPI ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para mahasiswa. “Di sektor industri kreatif ini kita memiliki peluang yang luar biasa, dan menurut saya ini salah satu yang harus digenjot karena kreatifitas tidak bisa digantikan oleh robot atau otomasi. Potensi kreatifitas mahasiswa kita dan siswa SMK ini luar biasa dan tidak boleh disia-siakan,” ujar Prof. Djwantoro. (rut/dit)

 

Berita lainnya