Connect with us
  • b
  • a
  • x
A CARING AND GLOBAL UNIVERSITY
WITH COMMITMENT TO CHRISTIAN VALUES

Membangun Startup Business Yang Tangguh

July 04, 2019

Zaman yang serba canggih ini melahirkan banyak bisnis startup berbasis teknologi. Ada yang berhasil, namun ada pula yang gagal karena tidak sepenuhnya memahami teknisnya. Oleh karena itu, Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Kristen Petra (UK Petra) kelas Technopreneurship mengadakan seminar bertajuk ‘Step by Step on Starting a Technology Based Company’ pada hari Jumat, 14 Mei 2019. Seminar yang bertempat di Gedung Q ini mengundang CEO dan Head of Engineering Pegipegi, Kevin Sandjaja dan Petra B. Karunia, untuk berbagi pengalamannya kepada para peserta. Seminar dihadiri mahasiswa FTI dan alumni UK Petra. Seminar juga merupakan acara akhir yang dilalui mahasiswa FTI setelah memamerkan prototype yang dikerjakan selama perkuliahan Technopreneurship.

Felecia, S.T., M.Sc. selaku perwakilan dari dosen coach Technopreneurship mengungkapkan, seminar ini diadakan untuk memberikan wawasan mengenai tahapan pendirian usaha berbasis teknologi dari pengalaman nyata. “Saya berharap mahasiswa dapat termotivasi untuk menjadi technopreneur yang sukses setelah ikut seminar ini.”, ujarnya. 

Seminar dimulai dengan sesi sharing dari Kevin yang menceritakan lahirnya Pegipegi dan tahapan-tahapan yang dilakukan saat membesarkannya. Kevin meyakini membangun startup tidak hanya tentang pantang menyerah dan mengejar mimpi, namun juga memperhitungkan keadaan ekonomi pasar, ukuran permasalahan yang diselesaikan, model bisnis, serta nilai yang ditawarkan kepada user. Ia mengutarakan, startup tidak hanya tentang teknologi saja. “Technology is not everything, technology is to scale. ”, begitu bunyi semboyan yang dianutnya.

Sesi yang kedua, sharing dari Petra, menyambungkan topik yang dibawakan Kevin. Beliau menambahkan, memulai startup membutuhkan pikiran berbasis data dibandingkan intuisi, beradaptasi dibandingkan memprediksi, dan iteratif. “Saya juga menyarankan peserta bekerja dahulu dengan perusahaan yang tepat untuk mempelajari dunia pekerjaan dan seluk-beluknya.”, ujarnya. (stf/dit)


Berita lainnya